Claim Missing Document
Check
Articles

PENETAPAN KADAR PROTEIN PADA JERAMI CEMPEDAK (Artocarpuschempeden) DAN JERAMI NANGKA (Artocarpusheterpophyllus L.) DENGAN METODEKJELDAHL Annisa Primadiamanti; Ade Maria Ulfa; Fitri Amalia
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5490

Abstract

Protein merupakan suatu zat makanan yang amat penting bagi tubuh yang berfungsi sebagai zat pembangun, pengatur, dan sebagai sumber energi. Salah satu sumber protein terdapat pada jerami buah nangka dan jerami buah cempedak. Jerami nangka dan jerami cempedak merupakan limbah buah nangka dan buah cempedak yang terbatas sebagai pakan ternak atau dibuang, dan juga berpotensi sebagai bahan baku berbagai hasil olahan pangan atau industri pangan seperti selai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar protein pada jerami nangka dan jerami cempedak dengan metode Kjeldahl. Metode Kjeldahl merupakan metode yang cukup spesifik untuk menentukan jumlah protein dengan penentuan kandungan nitrogen yang ada didalam makanan. Sampel diambil dari Pasar Bambu Kuning Bandar Lampung. Hasil pengujian kualitatif protein pada jerami nangka dan jerami cempedak secara uji biuret yaitu terbentuknya warna ungu pada sampel yang menunjukan sampel positif mengandung protein, dan pada pengujian kuantitatif dengan metode Kjeldahl diperoleh kadar protein pada jerami cempedak sebesar 5,6% ± 0,27 dan pada jerami nangka sebesar 2,71% ± 1,22.Kata kunci : jerami nangka, jerami cempedak, protein, Kjeldahl
UJI DAYA HAMBAT DAUN, KULIT BATANG DAN BUAH SAWO MANILA MUDA (Manilkarazapota L)TERHADAP BAKTERI Escherichia coliDAN Staphylococcus aureus MENGGUNAKAN METODE DIFUSI SUMURAN Annisa Primadiamanti; Robby Candra Purnama; Riza Aulia
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v5i2.4086

Abstract

Penggunaan obat tradisional semakin diminati dibandingkan obat kimia, hal ini disebabkan karena mahalnya obat-obatan kimia, serta efek samping yang relatif tinggi. Tanaman sawo manila muda merupakan salah satu tanaman obat yang mempunyai senyawa antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun, kulit batang dan buah sawo manila muda (Manilkara zapota L) terhadap bakteri Escherichia colidan Staphylococcus aureus. Serbuk kering daun, kulit batang dan buah sawo manila muda diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 80%. Uji antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan prinsip membuat lubang sumuran pada permukaan agar padat. Penelitian ini menggunakan kontrol positif cotrimokasazole dan kloramfenikol, dan kontrol negatif menggunakan aquadest steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun, kulit batang dan buah sawo manila muda memiliki aktivitas antibakteri pada Escherichia colidan Staphylococcus aureusterdapat perbedaan aktivitas pada setiap konsentrasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol kulit batang sawo manila muda lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureusdibandingkan dengan bakteri Escherichia coli, pada konsentrasi 100% dengan diameter sebesar 17,70 mm. Kata Kunci:Difusi Sumuran, Tanaman Sawo Manila Muda, Antibakteri, Escherichia coli, Staphylococcus aureus
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta L) TERHADAP Staphylococcus aureus dengan METODE DIFUSI CAKRAM Habib Abdul Muiz; Shinta Wulandari; Annisa Primadiamanti
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i2.5942

Abstract

Patikan kebo (Euphorbia hirta L) is a grass-shaped plant and is often used as a traditional medicine by the community. The people of Pasir Sakti use patikan kebo as a medicine for skin infections. Skin infection is the most common disease caused by Staphylococcus aureus bacteria. Based on research by Harlis 2010 patikan kebo leaves has active compounds of flavonoids and tannins that can inhibit bacterial growth. This study aimed to examine the potential of patikan kebo leaf extract in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria using variants of the concentration of patikan kebo leaf extract, namely 30%, 40%, 50%, and 60%. Tetracyline as positive control and sterile distilled water as negative control. Antibacterial activity test was carried out by disc diffusion method. Based on the results of the inhibition test with three repetitions, the consentration of 30% has inhibition zone of 10.48 mm, the concentration of 40% has inhibition zone 12.26 mm, the concentration of 50% has inhibition zone 14.32 mm, and the concentration of 60% has inhibition zone of 15.26 mm. The conclusion of this study, patikan kebo leaf extract has antibacterial activity against the growth of Staphylococcus aureus bacteria.
AKTIVITAS ANTIMIKROBA KOMBINASI AIR PERASAN DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) DAN DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Shigella dysenteriae Annisa Primadiamanti; Agustina Retnaningsih; Ariza Setya Ningrum
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.972 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v4i2.2243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antimikroba dari kombinasi air perasan daun mengkudu (Morinda citrifolia L. ) dan daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae. Konsentrasi kombinasi perasan yang digunakan adalah 100%, 75%, 50%, dan 25% dengan antibiotik ciprofloxacin sebagai kontrol positif. Uji antimikroba kombinasi air perasan daun mengkudu (Morinda citrifolia L. ) dan daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae menggunakan metode difusi agar melalui pengukuran zona hambat disekitar kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi air perasan daun mengkudu (Morinda citrifolia L. ) dan daun pepaya (Carica papaya L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan diameter rata-ratapada konsentrasi 100% = 11,43 mm, 75% = 9,21 mm, dan untuk 50% = 8,02 mm dan pada konsentrasi 25% = 7,71 mm. Pada bakteri Shigella dysenteriae diperoleh diameter rata-rata yaitu untuk konsentrasi 100% = 11,68 mm, 75% = 10,68 mm, 50% = 10,08 mm dan 25% = 8,61 mm. Kontrol positif yang digunakan yaitu ciprofloxacin, diameter zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli = 33,21 mm, dan bakteri Shigella dysenteriae = 23,38 mm. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi air perasan daun mengkudu (Morinda citrifolia L. ) dan daun pepaya (Carica papaya L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae.Kata kunci :Morinda citrifolia L., Carica papaya L., Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Difusi agar
UJI CEMARAN BAKTERI Coliform PADA MINUMAN ES DAWET YANG BEREDAR DI KECAMATAN KEDATON BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE MOST PROBABLE NUMBER (MPN) Annisa Primadiamanti; Niken Feladita; Iga Jelita Budiono
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2803

Abstract

Di Kecamatan Kedaton Bandar Lampung, terdapat beberapa pedagang esdawet yang menggunakan gerobak keliling maupun menetap. Bakteri Coliformmerupakan kelompok bakteri indikator untuk menentukan kualitas air. Penelitian inibertujuan untuk menentukan uji bakteriologis pada es dawet yang beredar dikecamatan Kedaton Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakanmetode Most Probable Number (MPN), dimana terdapat dua uji dalam metode MostProbable (MPN) tersebut, yaitu uji penduga yang menggunakan media Lactose Broth Single Strength (LBSS) dan Lactose Broth Double Strength (LBDS). Selanjutnya sampel positif dari hasil uji penduga dilanjutkan untuk uji penegasan, yang menggunakan media Brilliant Green Lactose Bile 5% Broth (BGLBB). Sampeldiinokolum menggunakan jarum ose yang telah dipanaskan, kelima sampel dibeli saat hari penelitian. Penelitian dilakukan di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Lampung. Dari hasil yang dilakukan terhadap kelima sampel es dawet tersebut didapatkan 100% sampel es dawet mengandung bakteri Coliform Dapat disimpulkan bahwa es dawet yang beredar di kecamatan Kedaton Bandar Lampung, terdapat bakteri Coliform melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan nomor HK.00.06.1.52.4011 batasan Coliform pada kelapa dan hasil olahannya yaitu) 3 koloni/gram.Kata Kunci : Cemaran Bakteri, Coliform, Es dawet, MPN.
PENETAPAN KADAR KADMIUM (Cd) PADA WORTEL YANG DITANAM DI DAERAH LIWA SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM DETERMINATION OF CADMIUM CONTENT IN CARROTS GROW IN THE AREA OF LIWA WITH ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY Nofita Nofita; Annisa Primadiamanti
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i2.2786

Abstract

Wortel sering kali diberi pestisida dan pupuk kimia agar hasil panen bagus dankualitasnya baik. Pupuk dan pestisida yang digunakan secara berlebihan akanmenjadi sumber cemaran logam berat seperti kadmium (Cd)bagi wortel tersebut.Badan Standardisasi Nasional telah menetapkan batas maksimum cemaran kadmium dalam sayuran berupa umbi yaitu 0,2 mg/kg.Toksisitas kronis Cd bisa merusak sistem fisiologis tubuh, antara lain sistem urinaria, respirasi, sirkulasi darah dan jantung, juga mengakibatkan kerapuhan tulang. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai penetapan kadar kadmium pada wortel yang ditanam di daerah Liwa_ secara spektrofotometri serapan atom dengan tujuan untuk mengetahui apakah kadar kadmium dalam wortel didaerah tersebut memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh badan standardisasi nasional.Metode spektrofotometri serapan atom dalam analisis logam memiliki beberapa keunggulan yaitu akurat, sensitif dan cepat. Sebelum dapat dianalisis terlebih dahulu dilakukan preparasi sampel, sampel diubah menjadi abu menggunakan tanur pada suhu 250°C sampai 500°C agar zat organik yang terdapat dalam sampel dapat lebur dan tersisa logam yang akan dianalisis. Abu putih hasil preparasi kemudian dilarutkan dengan HNO; 1%.Setelah itu larutan sampel dapat langsung dianalisis menggunakan spektrofotometri serapan atom. Dari hasil penelitian kadar rata- rata kadmium dalam wortel A  sebesar 0,0338 mg/kg dan wortel B sebesar 0,0348 mg/kg. Maka dapat disimpulkan kadar kadmium dari wortel yang ditanam di Daerah Liwa memenuhi persyaratan yaitu kurang dari 0,2 mg/kg.Kata kunci: Kadmium (Cd), Logam Berat, Spektrofotometri Serapan Atom, Wortel
IDENTIFIKASI KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI PADA SEDIAAN KOSMETIK SEDIAAN WHITENING BODY LOTION TANPA NOMOR REGISTRASI YANG DIJUAL SECARA ONLINE DENGAN UJI AMALGAM DAN UJI REAKSI WARNA Annisa Primadiamanti; Robby Candra Purnama; Siti Khamidaturrohmah
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.524 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i4.2139

Abstract

ABSTRAKMerkuri termasuk bahan yang dilarang dalam penambahan pada kosmetik sesuai dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.03.1.23.08.11.07517 Tahun 2011 tentang larangan penggunaan Merkuri dalam sediaan kosmetik. Telah dilakukan identifikasi kandungan merkuri (Hg) dalam sepuluh kosmetik sediaan whitening body lotion tanpa nomor registrasi yang dijual secara online dengan uji amalgam dan uji reaksi warna. Pada pengujian amalgam dibuat tiga larutan uji yang terdiri dari, larutan sampel, larutan baku dan larutan spiked sample, dengan menggunakan baku HgCl2. Pengujian amalgam menunjukkan hasil negatif karena tidak terdapat bercak abu-abu mengkilap pada batang tembaga.Pada pengujian reaksi warna dilakukan pengujian garam I merkuri dan garam IImerkuri. Sebelum dilakukan pengujian sampel dideksruksi menggunakan campuran aqua regia. Pengujian garam I merkuri dilakukan dengan menggunakan reagen HCl P, KI LP dan NaoH 1 N. Pengujian garam II merkuri dilakukan dengan menggunakan reagen KI LP dan NaOH 1 N. Pengujian reaksi warna menunjukkan hasil negatif merkuri, karena pada hasil yang didapat tidak sesuai dengan kontrol positif.Dari penelitian yang telah dilakukan pada kosmetik sediaan whitening body lotion, didapat kesimpulan bahwa kesepuluh sampel negatif mengandung merkuri.Kata Kunci : Merkuri (Hg), Whitening Body Lotion, Uji Amalgam, Uji Reaksi Warna
IDENTIFIKASI NATRIUM DIKLOFENAK PADA JAMU REMATIK YANG BEREDAR DI DEPOT JAMU WAY HALIM BANDAR LAMPUNG SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Gusti Ayu Rai Saputri; Annisa Primadiamanti; Gusti Ayu Putri Mei Restuti
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.378 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i2.1169

Abstract

Berdasarkan BPOM RI tahun 2004, obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan. Jamu merupakan obat tradisional yang disediakan secara tradisional. Bahan kimia obat yang sering ditambahkan dalam jamu rematik adalah natrium diklofenak. Natrium diklofenak merupakan obat golongan anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) dengan efek analgesik, anti-inflamasi, dan antipiretik.  Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi apakah terdapat bahan kimia obat natrium diklofenak dalam jamu rematik yang beredar di depot jamu Way Halim Bandar Lampung. Jamu rematik yang digunakan pada penelitian ini yaitu 6 macam merek jamu rematik yaitu sampel A, B, C, D, E, F yang di jual di depot jamu Way Halim Bandar Lampung. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi jamu rematik ini adalah metode Kromatografi Lapis Tipis yang prinsipnya yaitu memisahkan senyawa multikomponen dengan menggunakan dua fase yaitu fase diam dan fase gerak. Hasil penelitian menunjukkan dari 6 sampel jamu rematik yang digunakan tidak ada jamu yang mengandung natrium diklofenak. Hal ini ditunjukkan dari warna bercak dan selisih Rf sampel dengan Rf baku pembanding tidak saling mendekati. Kata kunci : Natrium diklofenak, Jamu rematik, Kromatografi Lapis Tipis
PENETAPAN KADAR NaCl PADA PEMBUATAN TELUR ASIN REBUS DAN TELUR ASIN OVEN DENGAN VARIASI WAKTU PENYIMPANAN SECARA ARGENTOMETRI Niken Feladita Santoso; Annisa Primadiamanti; Ninuk Tri Meilina
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2808

Abstract

Telur merupakan salah satu produk peternakan yang dihasilkan oleh unggas.Namun, telur memiliki kelemahan yaitu masa simpannya relatif pendek sehinggadiperlukan upaya pengawetan untuk memperpanjang masa simpannya. Prosesnyasangat sederhana, hanya dengan waktu pemeraman 7 hari pada media yangmerupakan campuran garam, serbuk bata merah dan air. Semakin lama_ telurdisimpan, maka rasa telur akan semakin asin. Penelitian ini bertujuan untukmenetapkan kadar NaCl pada sampel telur asin rebus dan oven dengan variasi waktu penyimpanan. Metode argentometri Mohr yaitu penetapan kadar NaCl denganmenggunakan larutan standar AgNO3 dan menambahkan indikator K2CrO4 5 %. Titik akhir titrasi ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata muda. Sampel yang digunakan adalah media pengasinan 3, 5, 7 hari. Kadar yang didapat dengan masa simpan 3, 5, 7 hari pada telur asin rebus berturut-turut sebesar 1,18%, 1,70%,2,31% sedangkan kadar telur asin oven berturut-turut sebesar 1,38%, 1,85%, 2,51%.Kandungan garam yang terkandung dalam telur asin minimal 2,0% (SNI 01-4277-1996). Kesimpulan dari penelitian ini, telur asin rebus dan oven berdasarkan waktupenyimpanan 3, 5, 7 hari memenuhi persyaratan yang masa simpan 7 hari,sedangkan yang 3 hari dan 5 hari belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh SNI. Metode perebusan dan pengovenan tidak mempengaruhi kadar Nacl. Olehkarena itu, masa penyimpanan telur asin minimal 7 hari.Kata Kunci : Telur asin, lama penyimpanan, kadar NaCl
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN MANGKOKAN (Nothopanax scutellarium) TERHADAP StaphylococcusaureusdanPseudomonas aeruginosa Annisa Primadiamanti; Diah Astika Winahyu; Yunda Taqqiyah Ramadhana
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v5i1.3972

Abstract

Daun mangkokan merupakan salah satu jenis tanaman hias perkarangan yang berasal dari golongan Magnoliophyta (tanaman berbunga) yang sering dimanfaatkan untuk mengobati luka, rambut rontok, dan bau badan. Daun mangkokan mengandung senyawa yang berpotensi sebagai antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak daun mangkokan terhadap bakteri Staphylococcus aureusdan Pseudomonas aeruginosa. Ekstrak daun mangkokan ini didapat dari maserasi serbuk daun mangkokan dengan pelarut etanol 96%. Uji antimikroba ekstrak daun mangkokan terhadap bakteri Staphylococcus aureusdan Pseudomonas aeruginosadilakukan menggunakan metode difusi agar melalui pengukuran zona hambat disekitar kertas cakram. Antibiotik yang digunakan sebagai kontrol positif yaitu tetrasiklin. Hasil penelitian menunjukkanbahwa ekstrak daun mangkokan terhadap bakteri Staphylococcus aureusdengan konsentrasi 20.000 ppm, 40.000 ppm tidak membentuk zona hambatan dan membentuk zona hambatan pada konsentrasi 60.000 ppm, 80.000 ppm, dan 100.000 ppm dengan diameter rata-rata hambatan sebesar 7,70 mm, 15,11 mm dan 15,69 mm. Sedangkan pada bakteri Pseudomonas aeruginosaekstrak daun mangkokan dengan konsentrasi 20.000 ppm, 40.000 ppm, 60.000 ppm, 80.000 ppm, dan 100.000 ppm tidak menghasilkan zona hambat (wilayah jernih). Hasil pengujian daya hambat ekstrak etanol daun mangkokan terhadap bakteri Staphylococcus aureusmemiliki aktivitas antibakteri dengan kategori sedang hingga kuat, sedangkan terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosatidak memiliki aktivitas antibakteri.Kata Kunci:Antibakteri, Daun Mangkokan, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Aziz Abdul Hamid Alfikri Ade Maria Ulfa Adilio Sangfirgus Triananda Afri Asia Nata Nyaman Agung, Rahmat Aini, Fadhilah Aji Putra Rosmiawan Amabel, Deby Andrianti, Windi ANGIN, MARTIANUS PERANGIN Anisah Febrianti Anjar Jaulin Apriliana, Sukma Ardiela, Putri Agil Ariza Setya Ningrum Ariza, Angga Dwi Arja, Andria Dhesvia Atmaja, Yorano Auliya Nurrahmah Ayu Rai Saputri, Gusti Ciecilia Dewi, Mentari Cucu Ria Savita Dalita, Rama Dananta Tri Hani Umpuan davit muhamad muslim Destri Lina Sari Dewa Ayu Ketut Devi Diandini, Alvina Trisna Dwi Difa Aryan Maulana Dila Yuni Antika Dimas Rizki Oktavian Dira Yuniar, Trisia Dwi Mentari Dwi Susanti Dwiyanti, Made Endah Lestari, Yovita Entin Rositasari Erdina Erdina Erika Indah Safitri Erisandy, Fika Eustacia Evelline Oktaviani Fadilla, Aliza Nur Farra Hayka Salsabila Faskal Nadi Alim Fegy Seftia Ferry Pratama Fitri Amalia Fitri Yanti Gusti Ayu Putri Mei Restuti Gusti Ayu Rai Saputri Gusti Ayu Rai Saputri Habib Abdul Muiz Hayka Salsabila, Farra Hermawan, Dessy Hersa Novitasari Hetti Rusmini Hidayaturahmah, Rizky Iga Jelita Budiono Indah Safitri, Erika Intan Marisa Joko Sunowo, Joko Kartini, Qhory Cahya Putri Kh, Miftakhul Kumalasari, Fadila Isti Lia Amura Lidia Dwi Oktarianti Linda Safitri Malinda, Yun Maria Ulfa, Ade Marina, Cici Marleni Irama Juita Martianus Perangin Angin Martianus Perangin Angin Meithia, Artha Mutiara, Mutiara Oktarima Niken Feladita Niken Feladita Niken Feladita Niken Feladita Santoso Nikhita Anindya Salsabilla Ninuk Tri Meilina Nirwan Fachrozi, Muhammad Nofita Nofita Nofita, Nofita Nopiyansyah, Nopiyansyah Noviyanti, Fadhila Nur Alfi Mufida Hasni Nurul Huda Oktarima, Mutiara Oktavia Rudi, Renna Oktavia, Maria Maya Eka Peranginangin, Martinus Purnama, Robby Candra Putri Amalia Putri Anggraini Putri, Tiara Aprilia Putri, Vivit Millani Rahayu Septia Ayuni Rahmat Agung Rai Saputri, Gusti Ayu Rama Cahya Pranayudha Ramadhani, Muhammad Rani Juliana Ranti Mailinda Sari Ratih Dwi Pramana Saraswati Ratna Silvi Sundari Reni Erlisa Renna Oktavia Rudi Retnaningsih, Agustina Riza Aulia Rizky Hidayaturahmah Rizky, M. Ali Robby Chandra Purnama Rokhimah, Intan Ainur Rr Salwa Zasya Aura Kharisma S, Septi Nurhaliza Samino Samino Samino Samino Samor, Vania Amanda Saputri, Gusti Ayu Rai Sari, Septi Widya Sekar Pratiwi, Arum Selvi Marcellia Septi Susanti Shelina, Shelina Shinta Wulandari Shinta Wulandari, Shinta Sigit Sukmawan Sitepu, Debora Egyita Siti Khamidaturrohmah Siti Khamidhaturrohmah Suri, Nurma Syahrul, Fadhila Hasana Tenisia Artianti Tri Murti Andayani Triananda, Adilio Sangfirgus Trisia Dira Yuniar Tutik Tutik Ummi, Eiga Auliya Utami, Yolanda Putri Uvit Sarimanah Vani Wahyudiningrum Vida Elsyana Vika Imroatul Qoni'ah Visca Nabella Wahid Datul Awalliyyah Winahyu, Diah Astika Yunda Taqqiyah Ramadhana Zasya Aura Kharisma, Rr Salwa