Claim Missing Document
Check
Articles

PENETAPAN KADAR HIDROKUINON PADA HAND BODY LOTION YANG DIJUAL DI SITUS BELANJA ONLINE DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Niken Feladita Santoso; Annisa Primadiamanti; Marleni Irama Juita
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5487

Abstract

Lotionmerupakan sediaan cair berupa suspensi atau dispersi, digunakan sebagai obat luar. Hidrokuinon yang ditambahkan secara berlebih pada hand body lotion dapat mengakibatkan efek toksisitas hiperpigmentasi pada kulit. Penggunaan hidrokuinon menurutperaturan BPOM termasuk obat golongan keras yang hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar hidrokuinon pada hand body lotion yang dijual di situs belanja online dengan metode spektrofotometri Uv-Vis dengan teknik pengambilan sampelpurposive sampling. Sampel diuji secara kualitatif dan kuantitatif, pada panjang gelombang maksimum hidrokuinon 294 nmpengujian sampel secara kualitatif dengan spektrofotometri uv-vis, sampel yang positif mengandung hidrokuinon ialah sampel A, C, dan E, karena spektrum yang dihasilkan identik menyerupai bentuk spektrum larutan baku, sedangkan sampel B, dan D negatif mengandung hidrokuinon. Pada uji kuantitatif dengan spektrofotometri uv-vis dengan pelarut etanol hasil pengujian sampel yang positif mengandung hidrokuinon ialah sampel A, C, dan E dengan kadar hidrokuinon yangdiperoleh sampel A 0.0039 % ± 0,00457, sampel C 0.0627 % ± 0,00366, dan sampel E 0.0096 % ± 0,00015 dapat disimpulkan 3 dari 5 sampel positif mengandunghidrokuinon Kata Kunci: Hand body lotion, Hidrokuinon, situs belanja online,UV-Vis
UJI STABILITAS ASETOSAL BENTUK SEDIAAN TABLET DAN TABLET SALUT ENTERIK Annisa Primadiamanti; Nofita Nofita; Davit Muhamad Muslim
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.069 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i3.1162

Abstract

Uji stabilitas merupakan salah satu parameter kualitas dan dilakukan untuk mengetahui kemampuan suatu produk obat untuk bertahan dalam batas spesifikasi yang ditetapkan sepanjang periode penyimpanan dan penggunaan. Suhu dan waktu penyimpanan termasuk faktor yang mempengaruhi stabilitas obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya penurunan kadar asetosal sediaan tablet dan tablet salut enterik terhadap pengaruh suhu selama periode waktu tertentu. Dengan pengaruh faktor suhu dan waktu. dengan menggunakan dua sampel, sampel A (tablet) dan Sampel B (tablet salut enterik), faktor suhu yaitu 600C, periode waktu yaitu 24 jam. Analisis kadar menggunakan metode spektrofotometri UV. Hasil peneltian didapat lmaks 228nm, dan nilai a=-0,0331, b=0,06805 dan r=0,09979 dengan hasil kadar sebelum dan sesudah perlakuan sebesar A=94,45±1,1568%, A’=76,47±0,9295% dan B=104,54±0,4728%, B’=88,81±0,3722%. Kadar asetosal yang didapat setelah perlakuan penyimpanan pada suhu 600C selama 24 jam baik bentuk sediaan tablet ataupun tablet salut enterik keduanya sudah tidak memenuhi persyaratan FI IV, dengan persentase penurunan sebesar A=19,04% dan B=15,05,%. Katakunci : Stabilitas, Suhu, Penyimpanan, Asetosal, Tablet, Tablet Salut Enterik 
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KADAR VITAMIN C BUAH SEMANGKA (Citrullus vullgaris, Schand) DAGING BUAH BERWARNA MERAH DAN DAGING BUAH BERWARNA KUNING SECARA IODIMETRI Niken Feladita Santoso; Annisa Primadiamanti; Dila Yuni Antika
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i4.2822

Abstract

Dari hasil uji kuantitatif didapatkan, kadar vitamin C buah semangka daging buahmerah yang disimpan pada suhu ruang 1,4313 mg/100 gram, buah semangka dagingbuah merah yang disimpan pada suhu dingin 20,34 mg/100 gram, buah semangkadaging buah kuning yang disimpan pada suhu ruang 10,1696 mg/100 gram, dan buahsemangka daging buah kuning disimpan pada suhu dingin 27,3586 mg/100 gram. Haditerima dan Ho ditolak (terdapat perbedaan pengaruh suhu). Sehingga disimpulkanbahwa kadarvitamin C pada buah semangka yang disimpan pada suhu dingin lebihtinggi dibandingkan dengan disimpan pada suhu ruang. Diperoleh hasil perhitunganmenggunakan t-test kadar vitamin C buah semangka daging buah merahpenyimpanan pada suhu ruang dan dingin P = 0,002* berbeda signifikan karena P<0,05, buah semangka daging buah kuning penyimpanan pada suhu ruang dan dingin P= 0,001* berbeda signifikan karena P< 0,05.Kata Kunci : Semangka, Vitamin C, Iodimetri.
PERHITUNGAN JUMLAH BAKTERI COLIFORM PADA ES KRIM PUTER YANG DIJUAL SEKITAR WILAYAH RAJABASA BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE MOST PROBABLE NUMBER (MPN) Agustina Retnaningsih; Annisa Primadiamanti; Dwi Mentari
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i2.2792

Abstract

Es krim puter merupakan makanan jajanan yang dibuat dengan cara diputardengan bahan dasar nya yaitu santan. Oleh karena proses pembuatannya dilakukansecara tradisional, sehingga aspek higienitas sering terabaikan. Hal ini yangmenyebabkan adanya pencemaran bakteri Coliform. Coliform digunakan sebagaiindikator adanya polusi kotoran dan kondisi sanitasi yang tidak baik terhadap air,makanan, susu dan produk-produk susu. Adanya bakteri Coliform didalam minumanatau makanan menunjukkan kemungkinan adanya mikroorganisme yang bersifatenteropatogenik yang berbahaya bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini dilakukanuntuk bertujuan untuk mengetahui jumlah bakteri Coliform pada es krim puter yangdijual sekitaran wilayah Rajabasa Bandar Lampung. Pengujian dilakukan denganmetode Most Probable Number (MPN). Prinsip dari metode ini yaitu pertumbuhanbakteri Coliform yang ditandai dengan terbentuknya gas dalam tabung durham.Pengujian ini menggunakan media cair Lactose Broth dan Brilliant Green Lactose Bile Broth. Sampel penelitian ini adalah es krim puter yang diambil dari 5 pedagang es krim puter. Dari kelima sampel yang diambil positif tercemar Coliform dimana bakteri Coliform melebihi persyaratan SNI 03-7388-2009 yaitu Coliform tidak lebih dari 3 APM/g.Kata Kunci : Most Probable Number (MPN), es krim puter, Coliform, perhitunganjumlah bakteri
Evaluation Of The Use Prophylaxis Antibiotic In Cesarean Section Patients In The Central Surgical Installation Rahayu Septia Ayuni; Ade Maria Ulfa; Annisa Primadiamanti
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan INTEREST: Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 11 Number 1 Year 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/interest.v0i0.417

Abstract

Background: Caesarean section is the delivery through a surgical incision in the abdomen and uterus with various risks, such as Surgical Site Infection (SSI). This research aims to evaluate the use of prophylactic antibiotics and observe the outcome of prophylactic antibiotic therapy in cesarean section patients. Methods: This non-experimental research used descriptive methods and the data were obtained retrospectively from medical records. The data covered the type of antibiotic used, the dose used, the route of administration, and the time of administration. The results of the study were compared with the ASHP Therapeutic Guidline which is then measured using the percentage formula. Results: The results showed from the 54 patients, most of them aged 20-34 years (63.0%) with a gestational age of 37-42 weeks (96.2%), and length of treatment of 4 days (72.2%). There are 5 types of indications in the cesarean section patients and the highest case is the patients with a history of cesarean section. Conclusion: Based on research on the use of prophylactic antibiotics in cesarean section patients at the Pertamina Bintang Amin Hospital Surgical Center Lampung in 2019 – 2020, it has not met the ASHP Therapy Guidelines. Because of the four analyzes, only the dose, route of administration, and time of administration met 100% of the ASHP Therapeutic Guidelines. Meanwhile, the analysis of the types of prophylactic antibiotics does not comply with the ASHP Therapeutic Guidelines. The therapeutic showed a good outcome based on the patient's body temperature.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID PADA BATANG PEPAYA (Carica papaya L.) DENGAN METODE SPEKTROMETRI UV – VIS Annisa Primadiamanti; Robby Candra Purnama; Nikhita Anindya Salsabilla
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i1.6734

Abstract

Tanaman pepaya (Carica papaya L.)  merupakan salah satu jenis tanaman tropis tumbuh di Indonesia, yang banyak dimanfaatkan sebagai sumber pangan seperti  buah, daun dan bunganya. Namun, manfaat dari batang pepaya sehubungan dengan metabolit sekunder yang dimilikinya, seperti  saponin, tanin, antrakuinon, alkaloid dan flavonoid, belum banyak diketahui. Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang dapat berperan sebagai antioksidan, antibakteri, antikolestrol, antihiperlipidemia, antidiabetes, antiradang dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar yang terkandung pada batang pepaya menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak diuji secara kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif dilakukan dengan reaksi warna dengan hasil terbentuk warna merah yang menandakan ekstrak mengandung flavonoid. Penetapan kadar flavonoid total menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding kuarsetin dengan panjang gelombang  maksimum  sebesar 433 nm. Diperoleh  persamaan  regresi  linier  yaitu y = 0,0085 x + 0,0057 dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,99868. Hasil uji kuantitatif kadar rata-rata flavonoid pada ekstrak etanol batang pepaya sebesar 6,0333±0,0002 mg QE/g ekstrak atau  0,60333±0,0002  % b/b.
Pengabdian Kepada Masyarakat Kenali Makananmu untuk Kesehatan yang Lebih Baik di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bandar Lampung Eustacia Evelline Oktaviani; Aji Putra Rosmiawan; Robby Candra Purnama; Diah Astika Winahyu; Annisa Primadiamanti
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i1.3759

Abstract

Pada anak usia pendidikan dasar aktifitas fisik terus meningkat. Asupan gizi yang baik dari segi kuantitas maupun kualitas diperlukan agar tumbuh kembang anak dapat optimal. Pemberian gizi pada usia ini biasanya tidak berjalan secara sempurna, karena banyak faktor lingkungan sangat mempengaruhi perilaku makanannya. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap tingkat kesehatan gizi dan pengetahuan tentang bahaya jajanan ringan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan siswa sehingga dapat disimpulkan bahwa penyuluhan pada siswa sangat efektif.
ANALISIS SENYAWA FENOLIK PADA EKSTRAK SEGAR DAUN SIRIH MERAH(Piper crocatum Ruiz & Pav) Ade Maria Ulfa; Annisa Primadiamanti; Hersa Novitasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v3i2.604

Abstract

Masyarakat Indonesia sejak dulu telah mengenal tanaman yang mempunyai khasiat obat.Salah satu tanaman yang memiliki khasiat obat adalah sirih merah Piper crocatum Ruiz & Pav.Sirih merah memiliki berbagai kandungan diantaranya alkaloid, flavanoid, tanin dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa fenolik dari ekstrak metanol daun sirih merah Piper crocatum Ruiz & Pav segar. Analisis ekstrak metanol daun sirih merah Piper crocatum Ruiz & Pav segar dilakukan secara kuantitatif, untuk mengetahui kadar senyawa fenolik dilakukan dengan metode Folin Cioceltau. Prinsip dari metode ini adalah terbentuknya senyawa komplek berwarna biru dari fosfomolibdat-fosfotungstat yang direduksi senyawa fenolik dalam suasana basa yang dapat diukur dengan spektrofotometri UV-Vis. Sebagai pembanding digunakan asam galat yang merupakan turunan dari asam hidroksibenzoat yang tergolong asam fenol sederhana serta merupakan senyawa polifenol yang terdapat di hampir semua tanaman yang bersifat stabil dan murni. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak segar daun sirih merah Piper crocatum Ruiz & Pav mempunyai kadar senyawa fenolik berturut-turut sebesar 171,00 ppm dan 172,07 ppm yang diukur pada panjang gelombang 785 nm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol daun sirih merah Piper crocatum Ruiz & Pav segar memiliki kadar senyawa fenolik sebesar 171,53 ppm. Kata kunci :Daun Sirih Merah, Senyawa Fenolik, Spektrofotometri UV-Vis
GAMBARAN RASIONALITAS TERAPI AWAL PASIEN REUMATOID ARTRITIS DI POLI PENYAKIT DALAM DAN POLI BEDAH TULANG RSUD ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Hetti Rusmini; Annisa Primadiamanti; Dimas Rizki Oktavian
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.581 KB) | DOI: 10.33024/.v5i2.790

Abstract

Rheumatoid Artritis (RA) adalah penyakit kronis, yang berarti dapat berlangsung selama bertahun-tahun, pasien mungkin mengalami waktu yang lama tanpa gejala. Rheumatoid Artritis merupakan penyakit progresif biasanya yang memiliki potensi untuk menyebabkan kerusakan sendi dan kecacatan fungsional.Menurut data yang diperoleh dari rekam medik didapatkan 59 pasien Rheumatoid Atritis, didapatkan distribusi frekuensi berdasarkan jenis kelamin didapatkan laki-laki 69,1%, perempuan 30,9%, distribusi frekuensi berdasarkan nama obat didapatkan 100% tepat obat, distribusi frekuensi berdasarkan golongan obat didapatkan 100% tepat golongan obat, distribusi frekuensi berdasarkan dosis obat didapatkan tepat dosis obat 93,2% sedangkan yang tidak tepat dosis obat 6,8%, distribusi frekuensi berdasarkan cara pemberian obat didapatkan 100% tepat cara pemberian obat, distribusi frekuensi berdasarkan lama pemberian obat didapatkan tepat lama pemberian obat 94,9% sedangkan yang tidak tepat lama pemberian obat 5,1%, distribusi frekuensi berdasarkan tipe terapi didapatkan tepat tipe terapi 89.8% sedangkan yang tidak tepat terapi 10,2%.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan deskriptif. Populasi adalah semua resep obat dalam rekam medis pasien rawat jalan dengan diagnosa rheumatoid atritisdi Poliklinik penyakit dalam dan poliklinik bedah orthopedi RSUD Abdul Moeloek periode November 2014 - Oktober 2015 sebanyak 59 pasien. Penarikan sampel menggunakan convenience sampling dengan jumlah sampel 59 pasien. Analisa data yang dilakukan adalah univariat dengan uji deskriptif.Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran rasionalitas terapi awal Rheumatoid Atritisdi poli penyakit dlaam dan poli beda ortopedhi RSUD Dr.H.Abdul Moeloek provinsi Lampung.
Aktivitas Antibakteri Pelepah Pisang Mas (Musa acuminata Colla), Pisang Kepok (Musa x paradisiaca L) dan Pisang Kluthuk (Musa balbisiana Colla) terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis Annisa Primadiamanti; Vida Elsyana; Cucu Ria Savita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i1.6238

Abstract

Tanaman pisang (Musa paradisiaca) merupakan tanaman yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk dijadikan obat luka, karena efektif, efisien, dan ekonomis. Kandungan kimia yang terdapat pada pelepah pisang yaitu flavonoid, tanin, dan saponin. Penelitian ini bertujuan menentukan daya hambat ekstrak pelepah pisang mas, kepok, dan kluthuk terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis penyebab infeksi pada luka dengan metode difusi agar. Pembuatan ekstrak dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Konsentrasi uji yang digunakan yaitu 25%, 50%, 75%, dan 100%. Aktivitas antimikroba yang ditandai dengan adanya zona bening terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Antibiotik kloramfenikol 30 µg sebagai kontrol positifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol pelepah pisang mas dan kepok tidak memiliki zona hambat. Ekstrak etanol pelepah pisang kluthuk memiliki hambatan rata-rata pada bakteri Staphylococcus aureus sebesar 8.81 mm, 10,81 mm, 12,03 mm, 15,78 mm dan pada bakteri Staphylococcus epidermidis sebesar 8,72 mm, 10,78 mm, 12,2 mm, 15,68 mm. Ekstrak etanol pelepah pisang mas dan kepok dinyatakan tidak memiliki aktivitas antibakteri, dan ekstrak etanol pelepah pisang kluthuk dinyatakan memiliki aktivitas antibakteri.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Aziz Abdul Hamid Alfikri Ade Maria Ulfa Adilio Sangfirgus Triananda Afri Asia Nata Nyaman Agung, Rahmat Aini, Fadhilah Aji Putra Rosmiawan Amabel, Deby Andrianti, Windi ANGIN, MARTIANUS PERANGIN Anisah Febrianti Anjar Jaulin Apriliana, Sukma Ardiela, Putri Agil Ariza Setya Ningrum Ariza, Angga Dwi Arja, Andria Dhesvia Atmaja, Yorano Auliya Nurrahmah Ayu Rai Saputri, Gusti Ciecilia Dewi, Mentari Cucu Ria Savita Dalita, Rama Dananta Tri Hani Umpuan davit muhamad muslim Destri Lina Sari Dewa Ayu Ketut Devi Diandini, Alvina Trisna Dwi Difa Aryan Maulana Dila Yuni Antika Dimas Rizki Oktavian Dira Yuniar, Trisia Dwi Mentari Dwi Susanti Dwiyanti, Made Endah Lestari, Yovita Entin Rositasari Erdina Erdina Erika Indah Safitri Erisandy, Fika Eustacia Evelline Oktaviani Fadilla, Aliza Nur Farra Hayka Salsabila Faskal Nadi Alim Fegy Seftia Ferry Pratama Fitri Amalia Fitri Yanti Gusti Ayu Putri Mei Restuti Gusti Ayu Rai Saputri Gusti Ayu Rai Saputri Habib Abdul Muiz Hayka Salsabila, Farra Hermawan, Dessy Hersa Novitasari Hetti Rusmini Hidayaturahmah, Rizky Iga Jelita Budiono Indah Safitri, Erika Intan Marisa Joko Sunowo, Joko Kartini, Qhory Cahya Putri Kh, Miftakhul Kumalasari, Fadila Isti Lia Amura Lidia Dwi Oktarianti Linda Safitri Malinda, Yun Maria Ulfa, Ade Marina, Cici Marleni Irama Juita Martianus Perangin Angin Martianus Perangin Angin Meithia, Artha Mutiara, Mutiara Oktarima Niken Feladita Niken Feladita Niken Feladita Niken Feladita Santoso Nikhita Anindya Salsabilla Ninuk Tri Meilina Nirwan Fachrozi, Muhammad Nofita Nofita Nofita, Nofita Nopiyansyah, Nopiyansyah Noviyanti, Fadhila Nur Alfi Mufida Hasni Nurul Huda Oktarima, Mutiara Oktavia Rudi, Renna Oktavia, Maria Maya Eka Peranginangin, Martinus Purnama, Robby Candra Putri Amalia Putri Anggraini Putri, Tiara Aprilia Putri, Vivit Millani Rahayu Septia Ayuni Rahmat Agung Rai Saputri, Gusti Ayu Rama Cahya Pranayudha Ramadhani, Muhammad Rani Juliana Ranti Mailinda Sari Ratih Dwi Pramana Saraswati Ratna Silvi Sundari Reni Erlisa Renna Oktavia Rudi Retnaningsih, Agustina Riza Aulia Rizky Hidayaturahmah Rizky, M. Ali Robby Chandra Purnama Rokhimah, Intan Ainur Rr Salwa Zasya Aura Kharisma S, Septi Nurhaliza Samino Samino Samino Samino Samor, Vania Amanda Saputri, Gusti Ayu Rai Sari, Septi Widya Sekar Pratiwi, Arum Selvi Marcellia Septi Susanti Shelina, Shelina Shinta Wulandari Shinta Wulandari, Shinta Sigit Sukmawan Sitepu, Debora Egyita Siti Khamidaturrohmah Siti Khamidhaturrohmah Suri, Nurma Syahrul, Fadhila Hasana Tenisia Artianti Tri Murti Andayani Triananda, Adilio Sangfirgus Trisia Dira Yuniar Tutik Tutik Ummi, Eiga Auliya Utami, Yolanda Putri Uvit Sarimanah Vani Wahyudiningrum Vida Elsyana Vika Imroatul Qoni&#039;ah Visca Nabella Wahid Datul Awalliyyah Winahyu, Diah Astika Yunda Taqqiyah Ramadhana Zasya Aura Kharisma, Rr Salwa