Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Teknologi Pengolahan Pupuk Organik Puspitarini, Oktavia Rahayu; Abiwardhani, Alif Brillian; Purnama, Shelly Eka; Azizah, Nur Laili; Fadholi, Ahmad; Fanani, Khoirul; Mu’is, Muhammad; Hae, Nabila Latifa; Masnaly, Desirma Cipta; Khadafi, Muhammad Rahul; Rizki, Rizki
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol 1, No 3 (2020): Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i3.8701

Abstract

Limbah usaha peternakan dapat menimbulkan permasalahan lingkungan sekitar pemukiman dimana usaha peternakan berada, jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu muncullah inovasi baru, diantaranya pemanfaatan produk limbah kotoran agar menjadi produk yang memiliki nilai jual dan diharapkan mampu menjaga ketahanan ekonomi masyarakat sekitar dan limbah kotoran juga diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan yang terjadi. Tujuan pengabdian ini adalah memberdayakan masyarakat desa Kidal Kecamatan Tumpang, Desa Banjararum Kecamatan Singosari Kabupaten Malang melalui teknologi pengolahan pengolahan pupuk organik. Kegiatan ini menggunakan metode pendekatan yaitu tahap pertama observasi kondisi awal potensi peternakan yang dihadapi oleh masyarakat mengenai limbah. Tahap kedua adalah perencanaan untuk memecahkan masalah berupa kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan produk secara langsung. Tahap ketiga adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik. Tahap terakhir evaluasi program. Hasil kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan produk adalah meningkatkan pengetahuan kepada para peternak bahwa limbah dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik kompos sehingga timbulnya kesadaran petani dan peternak untuk memulai dan mengembangkan kebiasaan memberikan pupuk kompos organik yang baik bagi tanaman serta peternak dapat membuat pupuk organik secara mandiri dengan menggunakan bantuan bakteri em-4 yang berfungsi sebagai aktivator kompos melalui proses fermentasi. Kesimpulannya adalah  masyarakat desa memahami adanya potensi olahan limbah menjadi produk pupuk organik. Dengan adanya inovasi tersebut membantu perekonomian masyarakat dan mengurangi dampak limbah peternakan serta mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk kimia di Desa Kidal Kecamatan Tumpang, Desa Banjararum Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN NITROBACTER SP DAN LACTOBACILLUS FERMENTUM TERENKAPSULASI TERHADAP KONSUMSI PAKAN, PERTAMBAHAN BOBOT BADAN, DAN KONVERSI PAKAN PADA KELINCI: Effect of Additional Nitrobacter sp and Lactobacillus fermentum Encapsulated on Feed Consumption, Weight Gain, and Feed Conversion Ratio of Rabbits M Nurkholis; umi kalsum; Oktavia Rahayu Puspitarini
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.772 KB)

Abstract

Probiotics are feed additives (supplements) that contain nonpathogenic microorganisms that involve actively in the digestive system to increase productivity and health of the livestock. Nitrobacter Sp is nitrifying bacteria, they can convert nitrites into nitrates. The addition of Lactobacillus fermentum and Nitrobacter Sp encapsulation in feed is expected to be able to increase digestibility, inhibit pathogenic bacteria, neutralize ammonia, thereby increasing feed consumption, increasing body weight gain (BWG), and reducing the value of Feed Conversion Ratio (FCR). The purpose of this study was to analyze the additional Nitrobacter Sp and Lactobacillus fermentum encapsulated on feed consumption, BWG, and FCR of growing male rex rabbits. This study used a Randomized Group Design based on body weight with four treatments and four groups, each unit consisted of 2 rabbits, so a total of 32 rabbits have experimented in this study. The treatments are P0= feed without additional probiotics, P1= feed + 1,5 grams of probiotics/kg of feed, P2= feed + 3 grams of probiotics/kg of feed, P3= feed+ 4,5 gram of probiotics/kg of feed. The analysis of variance results showed that the treatments have a significantly effect (P<0,01) on feed consumption, BWG, and significant effect (P<0,05) on Lactobacillus fermentum and Nitrobacter probiotics can increase feed consumption, increase weight gain, and lower the FCR. The best result of additional Lactobacillus fermentum and Nitrobacter is 4,5 grams probiotics/kg feed with an average of 2159,13 grams/head of feed consumption, 354,88 grams/head of weight gain, and 6,12 of FCR. Keywordsi : Nitrobacter, Lactobacillus fermentum, Encapsulation, Productivity.
PELATIHAN TEKNOLOGI FERMENTASI MELALUI INKUBATOR GUNA MENINGKATKAN KEBERHASILAN PRODUKSI YOGHURT Oktavia Rahayu Puspitarini; Oktriza Melfazen; Ita Athia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.823 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5305

Abstract

Abstrak: Masalah dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode fermentasi yang digunakan oleh mitra Az Syauqi YuMoo masih tradisional dengan memanfaatkan suhu ruang sehingga membutuhkan waktu panen yang lama 24 jam dan tingkat keberhasilan rendah ketika suhu lingkungan rendah. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan ketrampilan mitra Az Syauqi terkait penggunaan inkubator sehingga tingkat produksi yoghurt meningkat. Metode yang dilakukan adalah 1) prakegiatan yang meliputi observasi, koordinasi tim, desain alat dan uji coba inkubator, 2) pelaksanaan kegiatan utama berupa pelatihan dan penyuluhan, 3) monitoring dan evaluasi. Hasil yang telah dicapai dalam kegiatan pengabdian ini adalah mitra memahami pentingnya penggunaan inkubator dalam proses produksi yoghurt sebagai alat bantu proses produksi untuk menjaga kestabilan suhu fermentasi, mitra mudah dalam mengoperasikan inkubator dan 95% mitra mampu mengaplikasikan inkubator dalam proses produksinya secara mandiri.Abstract: The problem of this dedication is the fermentation method used by Az Syauqi's partners is still traditional by utilizing room temperature so that it requires a long harvest time of 24 hours and the success rate is low when the ambient temperature is low. The aim of this dedication is to increase the understanding and skills of Az Syauqi's partners regarding the use of incubators so that the level of yoghurt production increases. The methods used are 1) pre-activity which includes observation, team coordination, tool design and incubator testing, 2) implementation of the main activities in the form of training and counseling, 3) monitoring and evaluation. Achieved results of this devotion is partners understand the importance of the use of an incubator in production process yoghurt production process as the tools to maintain stable temperature fermentation, partners are easy to operate the incubator and 95% partners are able to apply the incubator in the production process independently.
In silico exploration the phenolic compound of olive leaves as acetylcholinesterase enzyme (AChE) inhibitor for Alzheimer’s disease therapy Nurul Jadid Mubarakati; Oktavia Rahayu Puspitarini; Tintrim Rahayu; Alik Maulidiyah
JURNAL PENELITIAN BIOLOGI BERKALA PENELITIAN HAYATI Vol 24 No 2 (2019): June 2019
Publisher : The East Java Biological Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.905 KB) | DOI: 10.23869/23

Abstract

Olive (Olea europaea) have been cultivated and grown well in tropical climates such as Indonesia. Indonesia local community have used olive as herbal medicines due to its active compounds known as oleuropein that has many biological activities including as neurotherapy in Alzheimer's disease. The purpose of this study is to explore the potential phenolic compounds of olive and examine the acetylcholinesterase (AChE) inhibitory activity displayed by different olive polyphenols through a silico approach. The bioactive compounds of olive which had been analyzed in this study were phenolic compound included oleuropein, demethyl-oleuropein, ligstroside, oleoside, verbascoside, luteolin 7-glucoside, and hydroxytyrosol. Interaction of bioactive compounds with acetylcholinesterase (AChE) was analyzed through molecular specific docking using AutoDock Vina with Pyrx Software. The result elucidate that olive contain potential biological activities as antioxidant, anti-inflammatory, antineoplastic, free radical scavenger, antibacterial, antifungal, expression TP53 enhancer, caspase 8 stimulant, platelet adhesion inhibitor, treatment for lipoprotein disorder, antiviral and dementia treatment/Alzheimer disease. The highest bioactivity percentage of olive phenolic compound are as an antioxidant of 82%, anti-inflammatory of 73%, and anti-cancer (antineoplastic) of 70% respectively. Based on molecular docking analysis show one of olive phenolic compound of the dimethyl-oleuropein has strong interaction with AChE as pointed in the binding affinity of demethyl-oleuropein +AChE of -8.9 kcal/mol has closed to galanthamine binding affinity of -10.3 kcal/mol. Along with glutamate acid 202, tyrosine 133 and tyrosine 124 are the major contributors in the target-ligand interactions. The selected demethyl-oleuropein ought to be tested in clinical studies to discover new neuro-therapeutic candidates.
Tingkat Permintaan Produk Peternakan di Kota Banjarmasin Pada Masa Pandemi Covid-19 Muhammad Faisal; Sri Susilowati; Oktavia Rahayu Puspitarini
Peternakan Lokal Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Peternakan Lokal
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/peternakan.v4i1.1115

Abstract

Penelitian ini bertujuan buat menganalisis tingkat permintaan produk peternakan pada masyarakat Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan dimasa pandemi covid-19. Materi penelitian ini adalah kuesioner dan responden. Metode yang digunakan adalah survey lapang dengan memakai data primer serta data sekunder. Data primer diambil dari kuesioner dan data sekunder diambil dari BPS Kota Banjarmasin terkait permintaan masyarakat terhadap produksi peternakan susu, telur, dan daging pada tahun 2019-2020. Variabel yang diamati merupaka jumlah konsumsi serta tingkat pengeluaran produk peternakan (daging, susu, telur). Analisa data yang digunakan adalah deskriptif kuantitaif. karakteristik responden menurut wilayah paling banyak Banjarmasin tengah 21,7%, karakteristik umur 15-30th 90,7%, tingkat pendidikan SMA 53,9%, jenis pekerjaan ialah buruh 31,7%, dan pemasukan Rp. 1.500.000 – Rp. 2.000.000 sebanyak 37%. Tingkat konsumsi produk peternakan selama tiga bulan terakhir diantaranya susu dengan konsumsi 1-5l 61%, konsumsi telur 1-5kg 61%, dan konsumsi daging 0kg 59%. Tingkat pendapatan ≥ Rp. 4.000.000 sebanyak 1,6%, dengan pekerjaan badan usaha milik negara (BUMN), dokter konsumsi daging ≥ 5kg dan konsumsi susu ≥ 5l. Jenis produk yang sering dikonsumsi selama tiga bulan terakhir adalah telur 89,3%. Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat permintaan produk peternakan dimasa pandemi Covid-19 pada masyarakat Kota Banjarmasin ialah telur 89,3%, susu 7,2%, daging 3,3%. Tingkat pengeluaran rata-rata produk peternakan di Kota Banjarmasin dalam perkapita sebulan berdasarkan data dari BPS Kota Banjarmasin tahun 2019-2020 mengalami kenaikan konsumsi, daging Rp. 3.341 sedangkan susu dan telur Rp. 9.016. Tingkat pengeluaran responden sebelum pandemi Rp. 898.000 dan saat pandemi Rp. 546.000.
IDENTIFIKASI TOTAL MIKROBA, CEMARAN Escherichia coli DAN NILAI pH SUSU PASTEURISASI YANG BEREDAR DI KOTA MALANG Oktavia Rahayu Puspitarini; Nurul Jadid Mubarakati
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.568 KB) | DOI: 10.23960/jipt.v7i1.p201-205

Abstract

Malang is a rich culinary city of livestock products such as pasteurized milk. The purposes of this study were analyzed total microbes, contamination of Escherichia coli and pH of pasteurized milk produced by milk store, village unit cooperation milk house and STMJ cafe in Malang. The method of this research were survey and experiment. The samples were took from milk store (P1), village unit cooperation milk house (P2) and STMJ café (P3)  in Malang during 4 days. The data analysis of total microbial and pH using one-way analysis of variance (ANOVA) and continued by Duncan Multiple Range Test (DMRT) while Escherichia coli data was analyzed by descriptive analysis. The results showed that there were a real influence (P<0,05) of milk producers on total microbes and pH. Escherichia coli contaminant from three producers were showed the same results which were less than 3 apm/ml. The conclusions of this study were total microbes and contamination of Escherichia coli original pasteurized milk produced by milk store, village unit cooperation milk house and STMJ cafe under the limit of microbial contamination on food. Microbiological quality in terms of total microbes, and contamination of Escherichia coli pasteurized milk by milk store in Malang City were classified to national standard of pasteurized milk in Indonesia. Keywords: Total Microbes, Escherichia coli, pH, Pasteurized Milk, Malang City
Kadar Protein, Kadar Lemak dan Solid non Fat Susu Kambing Pasteurisasi pada Penyimpanan Refrigerator Oktavia Rahayu Puspitarini; Merlita Herbani
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.562 KB) | DOI: 10.17728/jatp.2162

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama simpan refrigerator terhadap kadar protein, kadar lemak dan solid non fat (SNF) susu kambing pasteurisasi. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Islam Malang mulai tanggal 01 Juli – 21 Agustus 2017. Materi yang digunakan adalah susu kambing, gula, alat pasteurisasi sederhana, refrigerator, lactoscan. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen. Parameter yang diamati adalah kadar protein, kadar lemak dan solid non fat (SNF). Pengujian kadar protein, kadar lemak, dan SNF menggunakan alat lactoscan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan lama simpan yaitu P1 (1 hari), P2 (3 hari), P3 (6 hari), P4 (9 hari), P5 (12 hari) penyimpanan dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis of variance (ANOVA) dan dilanjut dengan uji duncan apabila terdapat pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan adanya lama penyimpanan refrigerator mempengaruhi kadar protein, kadar lemak, dan SNF susu kambing pasteurisasi (P<0,05). Kadar protein, lemak dan SNF tertinggi pada penyimpanan P1 sebesar 4,26±0,01, 6,93±0,01, 8,30±0,01. Penyimpanan susu kambing pasteurisasi pada refrigerator selama 9 hari pada refrigerator menghasilkan kadar protein, kadar lemak dan SNF sesuai standar SNI. Kesimpulannya adalah penyimpanan susu kambing pasteurisasi pada refrigerator selama 9 hari masih dapat dikatakan aman untuk dikonsumsi.Kata kunci: susu kambing pasteurisasi, penyimpanan refrigerator, protein, lemak, solid non fat Content of Protein, Fat and Solid Non Fat Pasteurized Goat Milk in Refrigerator StorageAbstractThe aim of this research is to know the influence of refrigerator saving to protein content, fat content and solid non fat (SNF) of pasteurized goat milk. This research was conducted in Animal Production Technology Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Islamic University of Malang from July 01–August 21st, 2017. Goat milk, sugar, simple pasteurization, refrigerator, lactoscan were used in this research. The obtained fresh goat milk was pasteurized at 71.2°C for 15 seconds. The storage of pasteurized goat milk was done in the refrigerator for 12 days. During storage, protein content, fat content and SNF were observed. Testing protein levels, fat content, and SNF using lactoscan. The experimental design used a complete randomized design with 5 treatments, i.e. P1 (1 day), P2 (3 days), P3 (6 days), P4 (9 days), P5 (12 days) of storage. The data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) and continued with Duncan test if there was significant effect. The results showed that refrigerator storage significantly influenced protein level, fat level, and SNF pasteurized goat milk (P< 0,05). The highest content of protein, fat and SNF was achieved at P1, i.e. 4.26±0.01, 6.93±0.01, 8.30±0.01, respectively. As conclusion, based on content of protein, fat and SNF pasteurized goat milk stored at refrigerator was still fulfill the requirement in SNI, thus the product was still safe for consumption.Keywords: pasteurized goat's milk, refrigerator storage, protein, fat, solid non fat
PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI LEVEL GULA TEBU DAN SARI APEL TERHADAP NILAI KEASAMAN DAN KEKENTALAN YOGHURT SUSU KAMBING Bustami Fauzan; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.777 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i2.4527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan berbagai level gula tebu dan sari apel terhadap nilai keasaman dan nilai kekentalan yoghurt susu kambing. Materi yang digunakan yaitu susu kambing Peranakan Ettawa (PE) sebanyak 7 liter, starter komersial 4%, gula tebu 400 ml, sari apel  sebanyak 400 ml, peralatan yang digunakan yaitu tabung buret, pipet ukur, tabung reaksi, viskometer, pasteurizer. Metode penelitian ini adalah eksperimental, pembuatan yoghurt susu kambing dengan 2 perlakuan yaitu jenis gula (A1= gula tebu, A2= sari apel) dan level jenis gula (B1=8%, B2= 10%, B3=12%) diulang sebanyak 3 kali dengan menggunakan rancangan Pola Tersarang. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah nilai keasaman dan kekentalan pada yoghurt susu kambing. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Varians (ANOVA) dan dilanjutkan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan berbagai level jenis gula berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai keasamaan dan kekentalan yoghurt susu kambing. Rerata nilai keasaman (%) yoghurt susu kambing dengan gula tebu A1B1=1,47a, A1B2=1,66b, A1B3=1,74b, dengan sari apel A2B1=1,38a, A2B2=1,49b, A2B3=1,57b. Nilai keasaman (%) yoghurt susu kambing dengan berbagai level gula A2B1=1,38a, A1B1=1,47ab, A2B2=1,49abc, A2B3=1,57bcd, A1B2=1,66cd, A1B3=1,74d. Rerata nilai kekentalan (Pa.s) yoghurt susu kambing dengan gula tebu A1B1=3,43a, A1B2= 3,53a, A1B3=3,62b, dengan sari apel A2B1= 2,88a A2B2=3,02a, A2B3=3,49b. Nilai kekentalan yoghurt susu kambing dengan berbagai level A2B1=2,88a, A2B2=3,02a, A1B1=3,43b, A2B3=3,49b, A1B2=3,53b, A1B3=3,62b. Disimpulkan bahwa yoghurt dengan penambahan jenis gula tebu dengan level 12 % memiliki nilai keasaman dan kekentalan lebih baik dari pada menggunakan sari apel. Kata kunci : yoghurt susu kambing, gula tebu, sari apel, nilai keasaman, kekentalan
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN DAGING ENTOK AFKIR (Cairina moschata) DALAM CUKA MADU TERHADAP NILAI SUSUT MASAK DAN KEEMPUKAN Daniar Dwi Absari; Irawati Dinasari; Oktavia Rahayu Puspitarini
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.513 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i2.4528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis pengaruh berbagai konsentrasi dan lama perendaman daging entok dalam cuka madu terhadap susut masak dan keempukan. Materi dalam penelitian ini adalah cuka madu, daging entok afkir bagian paha dan bagian dada serta aquades. Peralatan yang digunakan adalah tensile strength, timbangan analitik, stopwatch, panci. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi (5%, 10%, 15%). Faktor  kedua yaitu lama perendaman (20 menit dan 40 menit). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah susut masak dan keempukan. Data hasil penelitian dianalisa dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan  dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) apabila ada pengaruh.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai konsentrasi dan lama perendaman serta kombinasi konsentrasi dan lama perendaman tidak berpengaruh nyata (P>0,05) susut masak daging entok afkir. Rata-rata nilai susut masak (%) sebagai berikut: K1= 2,83; K2= 2,50; K3= 2,83; L1= 2,67; L2= 2,78; L1K1= 3; L1K2= 2,33; L1K3= 2,67; L2K1= 2,67; L2K2= 2,67; L2K3= 3. Berbagai konsentrasi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap keempukan (N) dengan rata-rata K1= 6,08; K2= 6,37; K3= 6,98. Lama perendaman berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap keempukan daging entok (N) dengan rata-rata L1= 7,17b; L2= 5,79a. Kombinasi berbagai konsentrasi dan lama perendaman berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap keempukan daging entok (N) dengan rata-rata L2K1= 5,10a; L2K3= 5,93ab; L2K2= 6,33b; L1K2= 6,40b; L1K1= 7,07bc; L1K3= 8,03c. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya interaksi konsentrasi cuka madu 5% dengan lama perendaman 40 menit menghasilkan nilai keempukan daging entok afkir terbaik sebesar 5,1N. Disarankan mengggunakan cuka madu 5% dengan lama perendaman 40 menit untuk mendapatkan daging entok afkir yang empuk. Kata kunci : daging entok afkir, cuka madu, susut masak, keempukan
PENGARUH LAMA SIMPAN SUSU KAMBING PASTEURISASI POST THAWING PADA SUHU RUANG TERHADAP KADAR LEMAK, NILAI pH DAN TOTAL BAKTERI Ahmad Fa’iqin; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.105 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i2.4518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalis pengaruh lama simpan susu kambing pasteurisasi post thawing pada suhu ruang terhadap kadar lemak, nilai pH dan total bakteri. Materi yang digunakan susu kambing pasteurisasi beku, aquades, nutrient agar, alkohol 95%, kapas steril, spirtus, kertas label. Peralatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pengaduk, pH meter, lactoscan, pipet ukuran 10 ml, alat penghitung koloni, tabung reaksi dan raknya, bunsen. Penelitian menggunakan eksperimental, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 = lama simpan 0 jam, P1 = lama simpan 2 jam, P2 = lama simpan 4 jam, P3 = lama simpan 6 jam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar lemak, nilai pH dan total bakteri.Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil analisismenunjukkan bahwa lama simpan pada suhu ruang susu kambing pasteurisasi post thawing berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar lemak dan total bakteri, namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pH. Nilai rata-rata kadar lemak (%) P0= 3,17c, P1= 3,11bc, P2= 2,97a, P3= 2,99ab. Nilai pH P0= 6,70b, P1= 6,60ab, P2= 6,50ab, P3= 6,40a dan total bakteri (CFU/ml) P0= 2,7x105a, P1= 3,5x105ab, P2= 3,5x106bc, P3= 3,6x106c. Kesimpulan penelitian bahwa semakin lama penyimpanan susu kambing pasteurisasi post thawing pada suhu ruang menurunkan kadar lemak dan nilai pH susu, namun meningkatkan jumlah total bakteri. Lama simpan susu kambing pasteurisasi post thawing 6 jam masih memenuhi standarditinjau dari segi kadar lemak dan pH, namun tidak memenuhi standar di segi jumlah bakteri. Disarankan susu kambing pasteurisasipost thawing  pada suhu ruang dikonsumsi paling lama 2 jam dan saran penelitian lanjutan tentang uji organoleptikKata kunci : susu kambing pasteurisasi, lama simpan, kadar lemak, nilai pH, total bakteri
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abiwardhani, Alif Brillian Ahlul Ilham Mahayana Ahmad Fadholi, Ahmad Ahmad Fa’iqin Alik Maulidiyah Armada armada Azmi, Ahmad Faruq Badat Muwakhid Bayu Pratama, Bima Sakti Bustami Fauzan Daniar Dwi Absari Dedi Suryanto Desirma Cipta Masnaly Desy Desy Dicky Ari Pratangga Dinasari, Irawati Dwi Aji Andrianto Edi Hartono Edy Purwanto Fadilla, Zahra Jinan Faiqul Mubarok Fajar Bayu Dwi Kurniawan Fanani, Khoirul Fatimah Azzahra Firda Uswatun Khotimah Fitriani Fitriani Hae, Nabila Latifa Hairil Ansyarif Hamdan Has Hariri, Moh Ibrahim, Ismet Igo Athief Naufal, Maulana Ilmayana Husnia In&#039;am Maulidha Rizaldy Inggit Kentjonowaty Intan Dwi Novieta, Intan Dwi Irawati Dinasari Retnaningtyas Irmayani Irmayani Ita Athia Iva Siska Anggraeni Devitasari Khadafi, Muhammad Rahul Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Kusnarida, Elif Luluh Anggriani M Nurkholis M. Basid Sidiq Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masnaly, Desirma Cipta Maulana, Robby Rizaldi Merlita Herbani Mu’is, Muhammad Mubaraq, Ghusni Mudawamah Mudawamah Muhamad Farid Wadjdi Muhammad Faisal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Nizham Pradiptha Musoffin, Abdul Nanda Agustia Nasharuddin Nisa’us Sholikah Norizan Norizan Novi Apriyanti Nur Laili Azizah Nur Laili Azizah Nurazka, Nauval Nurul Friska Maulidah Nurul Humaidah Nurul Jadid Mubarokati Oktriza Melfazen Oktriza Melfazen Purnama, Shelly Eka R, Rasidin Rahmat Dianto Rasbawati, Rasbawati Retnaningtyas, irawati Dinasari Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rifkas, Alvin Paradiptya Rita Dewi Antika Rizki Rizki Sadewa, Jihad Sahidan Rais Salsabila, Maulida Setiawan, Tri Bagus Sihabudin, Agus Sirojuddin, Khidzir Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sultoni, Muhammad Sumartono Sunaryo Sunaryo Syafirah, Nurmaya Syam Rahadi Thaufiqur Rochman, Achmad Tintrim Rahayu, Tintrim Toriq Nur Satrio Prayoga Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum Unung Lesmanah Usman Ali Utomo, Moch Luthfi Hadi Wijaya, Ega Adi Wulang, Chairul Usman Muhammad Yanti Nurjaya, Maria Indradi