Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH BERBAGAI JENIS GULA TERHADAP VISKOSITAS DAN TOTAL ASAM PADA YOGHURT Sadewa, Jihad Sahidan Rais; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan gula terhadap viskositas dan keasaman pada yoghurt. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu sapi segar sebanyak 4 liter, gula (gula aren, gula batu, gula tebu) dengan sebanyak 100 gram setiap jenis gula, starter susu sapi sebanyak 3%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 5 kali pengulangan. Perlakuannya meliputi penambahan gula (gula aren, gula tebu, dan gula tebu), diantaranya yaitu: P0: Yoghurt tidak ada tambahan gula, P1: Yoghurt dengan gula aren 4%, P2 : Yoghurt dengan gula batu 4%, P3: Yoghurt dengan gula batu 4%, P3: Yoghurt dengan gula batu 4%. gula palem 4% dan gula tebu 4% . Variabel penelitian ini adalah viskositas dan keasaman total yang dititrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jenis gula memberikan pengaruh yang nyata (P<0,01) terhadap viskositas yogurt, sehingga rata-rata viskositas (mPa.s) yogurt adalah P0 = 643,42a, P3 = 786.24a, P1 = 1341b, P2 = 1348.2b, penambahan jenis gula yang berbeda (gula aren, gula tebu dan gula tebu) memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap batas keasaman total susu. Keasaman total (%) pada yoghurt adalah P0 = 0,86a, P3 = 0,87a, P2 = 0,95a b, P1 = 1,10 b Hasil penelitian ini dapat dikerucutkan bahwa penambahan berbagai jenis gula berpengaruh terhadap viskositas dan keasaman total pada yoghurt dengan yang terbaik dengan tambahan gula 4%.Kata kunci: gula, viskositas, total asam, yoghurt
Impact of Golden Banana Puree (Musa acuminata) Enrichment on the pH, Lactic Acid Bacteria Count, and Viscosity of Kefir Rasbawati, Rasbawati; Fitriani, Fitriani; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Novieta, Intan Dwi; Irmayani, Irmayani
Jurnal Agripet Vol 24, No 2 (2024): Volume 24, No. 2, October 2024
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v24i2.27562

Abstract

The addition of golden banana puree (Musa acuminata) as a prebiotic has been hypothesized to enhance the growth of lactic acid bacteria in kefir. This study aimed to determine the effects of adding golden banana puree on the pH value, total lactic acid bacteria (LAB) count, and viscosity of kefir. The experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and three replications. The treatments included the addition of 0% (P0), 6% (P1), 8% (P2), and 10% (P3) banana puree. The observed variables were pH value, total LAB, and viscosity. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) when a significant treatment effect was detected. The results indicated that the addition of golden banana puree had a very significant effect (P0.01) on the pH value, total LAB count, and viscosity of kefir. The study concluded that increasing the concentration of golden banana puree leads to a higher total LAB count and viscosity, while inversely lowering the pH value.
Pengaruh Lama Simpan Yoghurt Dengan Penambahan Sari Kurma (Phoniex dactylifera) Ajwa Dalam Suhu Refrigerator Terhadap Kualitas Organoleptik, pH Dan Viskositas Salsabila, Maulida; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Retnaningtyas, Irawati Dinasari; Susilowati, Sri
Jurnal Peternakan Lokal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Peternakan Lokal
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/peternakan.v6i1.2132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama simpan yoghurt dengan penambahan sari kurma (Phoniex dactylifera) ajwa dalam suhu refrigerator terhadap kualitas organoleptik, pH dan viskositas. Metode penelitian adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuannya adalah lama simpan yang terdiri dari P0 (Kontrol), P1(5 hari), P2 (10 hari) dan P3 (15 hari). Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu kualitas organoleptik, pH dan viskositas. Data penelitian dianalisis ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama simpan yoghurt dengan penambahan sari kurma ajwa berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas organoleptik (aroma dan rasa), nilai pH dan viskositas. Lama simpan yoghurt dengan penambahan sari kurma ajwa berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kualitas organoleptik (tekstur dan kesukaan). Lama simpan yoghurt dengan penambahan sari kurma ajwa tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kualitas organoleptik (warna). Rerata nilai organoleptik terhadap aroma pada (L0) 2,50a, (L1) 2,58ab, (L2) 2,60ab, (L3) 2,68b. Rerata nilai organoleptik terhadap rasa pada (L0) 2,56a, (L1) 2,56a, (L2) 3,00b, (L3) 3,06b. Rerata nilai organoleptik terhadap tekstur pada (L0) 2,00a, (L1) 2,46b, (L2) 2,42b, (L3) 2,58b. Rerata nilai organoleptik terhadap warna pada (L0) 2,00, (L1) 2,12, (L2) 2,14, (L3) 2,16. Rerata nilai organoleptik terhadap tingkat kesukaan pada (L0) 2,80b, (L1) 2,70b, (L2) 2,48b, (L3) 2,02a. Rerata nilai pH yoghurt (L0) 4,15a, (L1) 4,17ab, (L2) 4,21ab, (L3) 4,24b. Rerata nilai viskositas (mpa.s) yoghurt (L0) 1191,2a, (L1) 1225,4ab, (L2) 1273,4b, (L3) 1301,6b. Kesimpulannya adalah lama simpan optimal yoghurt dengan penambahan sari kurma ajwa 20% dapat disimpan selama 10 hari dalam refrigerator bersuhu 9°C memiliki kualitas organoleptik, pH dan viskositas terbaik.
Kadar Laktosa, Total Solid, dan Solid Non Fat Kefir Susu Sapi yang Diolah dari Jenis Susu Berbeda Puspitarini, Oktavia Rahayu; Kentjonowaty, Inggit; Rasbawati, Rasbawati
Jurnal Peternakan Vol 21, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v21i1.25329

Abstract

ABSTRAK. Kefir adalah produk fermentasi susu yang sangat bermanfaat. Kefir dapat terbuat dari berbagai olahan jenis susu, seperti susu segar, susu Ultra High Temperature (UHT), dan susu skim bubuk. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh berbagai olahan jenis susu terhadap kadar laktosa, total solid (TS) dan Solid non Fat (SNF) kefir. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap, 3 perlakuan, 4 ulangan. Perlakuannya adalah jenis susu dalam pembuatan kefir, P0: susu segar, P1: susu UHT, P2: susu skim bubuk. Variabel yang diamati adalah kadar laktosa, TS dan SNF kefir. Data dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjut dengan uji beda nyata terkecil (BNT) apabila ada pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa olahan jenis susu berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar laktosa, TS dan SNF kefir. Rataan kadar laktosa kefir yang didapatkan 2,02-3,36%. Rataan nilai TS 3,53-6,6,4%. Rataan SNF 5,83-10,79%. Simpulannya adalah olahan jenis susu terbaik dalam pembuatan kefir susu sapi adalah susu skim bubuk. Susu skim bubuk mampu menghasilkan kualitas kefir optimal dengan kadar laktosa 3,36%, TS 10,79% dan SNF 6,64%.Kata kunci: Jenis susu, kefir, laktosa, total solid, solid non fat.Lactose, Total Solid, and Solid Non Fat Content of Cow Milk Kefir Processed From Different Milk TypesABSTRACT. Kefir is a highly beneficial fermented milk product. Kefir can be made from various types of milk, such as fresh milk, Ultra High Temperature (UHT), powdered skim milk. The purpose of this study was to analyze the effect of various types of milk on lactose content, total solid (TS) and Solid non Fat kefir. The research was conducted in January-March 2023. The materials used were fresh milk, UHT milk, skim milk powder, kefir grain, stainless steel pot, thermometer, spatula, lactoscan, scale, measuring cup. The research method in this study is an experiment with a complete randomized design, 3 treatments, 4 replicates. The treatment is the type of milk in making kefir, P0: fresh milk, P1: UHT milk, P2: powdered skim milk. Variables observed were lactose content, TS and SNF of kefir. Data were analyzed by analysis of variance and continued with the least significant difference test (BNT) if there was an effect. The results showed that different types of milk processing had a very significant effect (P<0.01) on lactose, TS and SNF content of kefir. The average lactose content of kefir obtained was 2.02-3.36%. The average TS value was 3.53-6.64%. The average SNF was 5.83-10.79%. The conclusion is that the best type of milk in making cow’s milk kefir is skim milk powder. Skim milk powder is able to produce optimal kefir quality with lactose content of 3.36%, TS 10.79% and SNF 6.64%. 
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KULIT PISANG KEPOK TERHADAP NILAI pH DAN SUSUT MASAK NUGGET DAGING KELINCI kusnarida, Elif; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efek penambahan tepung kulit pisang kepok terhadap tingkat keasaman (pH) dan penyusutan bobot setelah dimasak (susut masak) pada nugget yang dibuat dari daging kelinci. Materi utama yang dipakai adalah daging kelinci jenis New Zealand White (NZW) usia 4 bulan bagian has dalam, dan tepung yang berasal dari kulit pisang kepok merah. Bahan pendukung lain yang digunakan meliputi tepung panir, tepung maizena, telur, es batu, dan garam. Alat yang digunakan antara lain antara lain: panci, kompor, pisau, wadah stainless steel, chopper daging, timbangan digital, timbangan analitik, alat pengukus, termometer, gelas ukur dan pH meter. Penelitian ini menggunakan eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan tersebut adalah P0 (tanpa tambahan tepung kulit pisang kepok sebagai kontrol), P1 (tambahan 20%), P2 (tambahan 30%), dan P3 (tambahan 40%) tepung kulit kulit pisang kepok. Variabel yang dicatat dalam penelitian ini adalah pH dan susut masak. Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan Analisis Varians (ANOVA). Berdasarkan hasil analisis, penambahan tepung kulit pisang kepok terbukti tidak memberikan efek yang signifikan secara statistik (P>0,05) terhadap pH dan susut masak pada nugget dari daging kelinci. Rata-rata nilai pH untuk P0, P1, P2, dan P3 berturut-turut ditemukan berada di angka 6,82; 6,63; 6,47; dan 6,46. Penelitian ini, rata-rata susut masak tercatat 29,23%; 29,29%; 29,31%; dan 29,32%. Berdasarkan hasil penelitian ialah penambahan tepung kulit pisang kepok 20%, 30%, 40% tidak mempengaruhi pH dan susut masak nugget daging kelinci NZW. Disarankan untuk menambahan tepung kulit pisang kepok  40% ditinjau dari pH dan susut masak. Untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif, perlu menambahkan konsentrasi tepung kulit pisang kepok lebih dari 40%  dalam adonan nugget daging kelinci.   Kata kunci: tepung kulit pisang kepok, Nugget daging kelinci, pH, susut masak, New Zealand White.
PENGARUH PERENDAMAN DAGING AYAM PETELUR AFKIR DENGAN KONSENTRASI SARI DAUN NANGKA TERHADAP pH DAN ORGANOLEPTIK Sirojuddin, Khidzir; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman daging ayam petelur afkir dengan berbagai konsentrasi sari daun nangka terhadap pH dan kualitas organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan). Bahan yang digunakan adalah daging ayam petelur afkir strain Lohman brown bagian dada dan daun nangka tua. Data yang diperoleh dari pengujian pH dan organoleptik pada perendaman ayam petelur afkir di analisis menggunakan analysis of variance (Anova). Apabila hasil analysis of Variance (Anova) menunjukkan pengaruh, maka dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). iPenelitian imenggunakan imetode ieksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yangi terdiri iatas 4 iperlakuan dan 6 ulangan, yaitu P0 (0%), P1 (25%), P2 (35%), dan P3 (45%) dengan waktu perendaman selama 45 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dengan sari daun nangka berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai pH, warna, dan tekstur daging, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap aroma, rasa, dan tingkat kesukaan. Nilai rata-rata pH tertinggi terdapat pada P0 (6,80) dan terendah pada P3 (6,39). Perlakuan P3 menghasilkan warna daging yang lebih cerah dan tekstur yang lebih empuk dibandingkan perlakuan lainnya. Dengan demikian, perendaman daging ayam petelur afkir menggunakan sari daun nangka konsentrasi 45% selama 45 menit efektif meningkatkan kualitas fisik daging tanpa memengaruhi karakteristik organoleptik lainnya. Perlu penelitian lebih lanjut terkait kualitas kimiawi seperti kadar protein, kadar lemak, dan total bakteri.Kata kunci: sari daun Nangka, daging ayam petelur afkir, pH, organoleptik.
PENGARUH PERENDAMAN DAGING AYAM PETELUR AFKIR DALAM BERBAGAI KONSENTRASI SARI DAUN NANGKA TERHADAP SUSUT MASAK DAN KEEMPUKAN Setiawan, Tri Bagus; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak perendaman daging ayam petelur yang sudah tidak produktif dalam berbagai kadar sari daun nangka terhadap penyusutan saat dimasak dan tekstur empuknya. Bahan yang dipakai adalah daging dada ayam petelur strain Lohman Brown yang sudah afkir, serta daun nangka yang sudah tua. Pendekatan yang diterapkan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang melibatkan 4 jenis perlakuan dan 5 pengulangan masing-masing, yakni P0 dengan kadar ekstrak daun nangka 0%, P1 dengan 25%, P2 dengan 35%, dan P3 dengan 45%, dengan durasi perendaman selama 45 menit. Variabel yang dipantau adalah penyusutan saat dimasak dan tingkat keempukan daging ayam tersebut. Untuk mengolah data, digunakan analisis varians (ANOVA), dan jika hasilnya menunjukkan perbedaan yang signifikan atau sangat signifikan, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Berdasarkan hasil ANOVA, perendaman menggunakan ekstrak daun nangka tidak memberikan pengaruh signifikan (P>0,05) pada penyusutan saat dimasak. Rata-rata penyusutan tersebut berkisar antara P0 (44,79%), P1 (42,06%), P2 (44,14%), dan P3 (46,44%). Sementara itu, analisis menunjukkan bahwa perendaman daging ayam petelur afkir dalam ekstrak daun nangka memberikan dampak yang sangat signifikan (P<0,01) terhadap keempukannya. Rata-rata nilai keempukan adalah P0 (0,304 kg/cm²) a, P1 (0,376 kg/cm²) b, P2 (0,476 kg/cm²) c, dan P3 (0,89 kg/cm²) d. Secara keseluruhan, merendam daging ayam petelur afkir dalam ekstrak daun nangka dengan kadar 0% hingga 45% selama 45 menit tidak memengaruhi penyusutan saat dimasak, tetapi justru meningkatkan keempukan daging tersebut. Dengan demikian, daging ayam petelur afkir yang direndam dalam ekstrak daun nangka 45% selama 45 menit bisa memperbaiki kualitasnya. Rekomendasi dari studi ini adalah untuk merendam daging tersebut dengan kadar minimal 45% dan durasi setidaknya 45 menit. Selain itu, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengukuran kadar protein dan jumlah bakteri total.Kata kunci: sari daun nangka, daging ayam petelur afkir, susut masak dan keempukan
PENGARUH PENAMBAHAN SKIM PADA BIBIT KEFIR LOKASI BERBEDA TERHADAP NILAI pH DAN TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT Apriyanti, Novi; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penambahan skim pada bibit kefir lokasi berbeda terhadap nilai pH dan total bakteri asam laktat. Materi yang digunakan adalah 10 L susu sapi segar hasil pemerahan pagi dan bibit kefir sebanyak 3% dari lokasi berbeda. Bahan yang digunakan meliputi MRS agar, skim cair, kapas, kertas sampul coklat, alkohol 90%, micro tip, aquadest, dan buffer pH 4 serta pH 7. Peralatan yang digunakan antara lain tabung reaksi, erlenmeyer 500 ml, gelas jar, pH meter, inkubator, colony counter, autoclave, timbangan digital, alat pengaduk, micropipet, cawan petri, bunsen, beaker glass, gelas ukur, dan botol semprot. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial dengan dua faktor: A (bibit kefir) yaitu A1 = Jawa Timur (Malang), A2 = Jawa Tengah (Banyumas), dan A3 = Jawa Barat (Tasikmalaya); serta faktor B (penambahan skim) yaitu B0 = 0%, B1 = 6%, dan B2 = 8%, masing-masing dengan tiga ulangan. Variabel yang diamati adalah nilai pH dan total bakteri asam laktat (BAL). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji BNT jika berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor A berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH kefir dengan nilai rata-rata A1 (3,91a), A2 (3,95a), dan A3 (4,02b). Faktor B berpengaruh nyata (P<0,05) dengan rata-rata B1 (3,93b), B0 (3,97a), dan B2 (3,98a). Interaksi AB juga berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH dengan nilai A1B0 (3,87a), A1B1 (3,91b), A2B1 (3,91b), A1B2 (3,94c), A2B2 (3,95c), A3B1 (3,97d), A2B0 (3,98d), A3B2 (4,03e), dan A3B0 (4,06f). Berdasarkan ANOVA, tidak terdapat pengaruh nyata (P>0,05) terhadap total BAL dengan nilai A3B2 (1,3 × 1010 CFU/ml), A3B0 (1,3 × 1010 CFU/ml), A2B2 (1,8 × 1010 CFU/ml), A2B0 (1,9 × 1010 CFU/ml), A2B1 (2,1 × 1010 CFU/ml), A1B2 (2,6 × 1010 CFU/ml), A1B0 (2,6 × 1010 CFU/ml), A3B1 (4,1 × 1010 CFU/ml), dan A1B1 (4,3 × 1010 CFU/ml). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penambahan skim pada bibit kefir lokasi berbeda mempengaruhi nilai pH tetapi tidak mempengaruhi total BAL. Bibit kefir asal Malang dengan skim 6% menghasilkan pH 3,91 dan total BAL 4,3×1010 CFU/ml. Disarankan penggunaan bibit kefir Malang dengan skim 6%, serta penelitian lanjutan pada uji organoleptik, viskositas, dan kadar protein. Kata Kunci : Kefir, Bibit kefir, Lokasi berbeda, Skim, pH, Total BAL. THE EFFECT OF ADDING SKIM ON KEFIR SEEDLINGS IN DIFFERENT LOCATIONS ON THE pH VALUE AND TOTAL LACTIC ACID BACTERIA AbstractThe purpose of this study is to analyse the effect of adding skim on kefir seeds in different locations on the pH value and total lactic acid bacteria. The ingredients used are 10 L of fresh cow's milk from morning milking and 3% kefir seeds from different locations. The ingredients used include MRS agar, liquid skim, cotton, brown envelope paper, 90% alcohol, micro tip, aquadest, and pH 4 and pH 7 buffers. The equipment used include test tube, 500 ml erlenmeyer, glass jar, pH metre, incubator, colony counter, autoclave, digital scale, mixing tool, micropipette, petri dish, bunsen, glass beaker, measuring cup, and spray bottle. The research method uses Complete Randomisation Design (RAL) Factorial Pattern with two factors: A (kefir seed) namely A1 = East Java (Malang), A2 = Central Java (Banyumas), and A3 = West Java (Tasikmalaya); and factor B (skim addition) namely B0 = 0%, B1 = 6%, and B2 = 8%, each with three repetitions. The observed variables are the pH value and the total of lactic acid bacteria (BAL). The data was analysed using ANOVA and continued with the BNT test if it had a real effect. The research results show that factor A has a very significant effect (P<0,01) on the pH of kefir with an average value of A1 (3,91a), A2 (3,95a), dan A3 (4,02b). Faktor B berpengaruh nyata (P<0,05) dengan rata-rata B1 (3,93b), B0 (3,97a), dan B2 (3,98a). Interaksi AB juga berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH dengan nilai A1B0 (3,87a), A1B1 (3,91b), A2B1 (3,91b), A1B2 (3,94c), A2B2 (3,95c), A3B1 (3,97d), A2B0 (3,98d), A3B2 (4,03e), dan A3B0 (4,06f). Based on ANOVA, there is no real effect (P>0,05) on the total BAL with values of A3B2 (1,3 × 1010 CFU/ml), A3B0 (1,3 × 1010 CFU/ml), A2B2 (1,8 × 1010 CFU/ml), A2B0 (1,9 × 1010 CFU/ml), A2B1 (2,1 × 1010 CFU/ml), A1B2 (2,6 × 1010 CFU/ml), A1B0 (2,6 × 1010 CFU/ml), A3B1 (4,1 × 1010 CFU/ml), dan A1B1 (4,3 × 1010 CFU/ml). The conclusion of the study shows that the addition of skim on kefir seeds in different locations affects the pH value but does not affect the total BAL. Kefir seeds from Malang with 6% skim produce pH 3,91 and total BAL 4,3×1010 CFU/ml. It is recommended to use Malang kefir seeds with a 6% skim, as well as further research on organoleptic tests, viscosity, and protein levels.     Keywords : Kefir, Kefir Seeds, Different Locations, Skim, pH, Total BAL.
Evaluasi Morfometrik dan Conception Rate (CR) Kambing PE yang di Inseminasi dengan Semen Pejantan Boer Kentjonowaty, Inggit; Sholikah, Nisa'us; Humaidah, Nurul; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung; Mahardhika, Brahmadhita Pratama
Jurnal Sains Peternakan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v11i1.7837

Abstract

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk melakukan seleksi kambing PE sebagai induk yang akan dikawinkan melalui inseminasi buatan dengan semen kambing Boer melalui evaluasi morfometrik di Sleman, Yogyakarta. Objek dalam penelitian ini adalah induk kambing PE sebanyak 24 ekor. Pada penelitian ini dilakukan analisa regresi dan korelasi untuk mencari hubungan antara panjang badan, lingkar dada, lingkar perut, dan tinggi badan kambing PE betina terhadap bobot badannya. Setelah itu, kambing PE diinseminasi dengan semen pejantan Boer untuk mendapatkan informasi Conception rate nya. Hasil penelitian ini menjukkan bahwa panjang badan, lingkar dada, lingkar perut dan tinggi badan kambing PE berkorelasi dengan bobot badannya. Hubungan antara panjang badan, lingkar dada, lingkar perut kambing PE dengan Bobot badannya sangat erat dengan nilai koefisien korelasi  R2 masing-masing 0,75; 0,75 dan 0,72 sedangkan hubungan antara tinggi badan dengan bobot badan tergolong erat yaitu dengan nilai koefisein korelasi R2 sebesar 0,50. Conseption rate hasil perkawinan kambing PE dengan pejantan Boer melalui inseminasi buatan pada peneltian ini sebesar 45,83%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat keeratan hubungan yang tinggi antara mofometrik dan bobot badan induk kambing PE dengan keberhasilan kebuntingan sebesar 45,83%.
Optimizing Cattle Farm Waste Management Through the Application of Biogas Technology in Kondoano Village, Mowila Subdistrict, South Konawe Regency Has, Hamdan; Aka, Rahim; Rahadi, Syam; Fadilla, Zahra Jinan; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Indonesian Journal of Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47540/ijcs.v4i2.2365

Abstract

Cattle waste is one of the common problems in cattle farms. Through proper processing, waste can be turned into new products with higher added value. This community service program takes the form of technical guidance provided by the Faculty of Animal Husbandry Team at Halu Oleo University to farmers. This activity aims to improve farmers' knowledge and skills in processing ruminant manure waste so that it can become an alternative energy source through the use of biogas technology. This activity was carried out in Kondoano Village, Mowila District, South Konawe Regency. The method of implementation began with a site survey, analysis of the problems experienced, exploration of the potential in Kondoano Village, technical guidance, and evaluation of the activities. Kondoano farmers were given additional knowledge through technical guidance on the application of biogas technology by utilizing livestock waste to produce energy and reduce environmental pollution. This activity involved a team of lecturers from the UHO Faculty of Animal Husbandry, students, and farmers. This technical guidance has been able to provide additional knowledge for the community to independently process livestock waste into biogas.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abiwardhani, Alif Brillian Ahlul Ilham Mahayana Ahmad Fadholi, Ahmad Ahmad Fa’iqin Alik Maulidiyah Armada armada Azmi, Ahmad Faruq Badat Muwakhid Bayu Pratama, Bima Sakti Bustami Fauzan Daniar Dwi Absari Dedi Suryanto Desirma Cipta Masnaly Desy Desy Dicky Ari Pratangga Dinasari, Irawati Dwi Aji Andrianto Edi Hartono Edy Purwanto Fadilla, Zahra Jinan Faiqul Mubarok Fajar Bayu Dwi Kurniawan Fanani, Khoirul Fatimah Azzahra Firda Uswatun Khotimah Fitriani Fitriani Hae, Nabila Latifa Hairil Ansyarif Hamdan Has Hariri, Moh Ibrahim, Ismet Igo Athief Naufal, Maulana Ilmayana Husnia In&#039;am Maulidha Rizaldy Inggit Kentjonowaty Intan Dwi Novieta, Intan Dwi Irawati Dinasari Retnaningtyas Irmayani Irmayani Ita Athia Iva Siska Anggraeni Devitasari Khadafi, Muhammad Rahul Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Kusnarida, Elif Luluh Anggriani M Nurkholis M. Basid Sidiq Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masnaly, Desirma Cipta Maulana, Robby Rizaldi Merlita Herbani Mu’is, Muhammad Mubaraq, Ghusni Mudawamah Mudawamah Muhamad Farid Wadjdi Muhammad Faisal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Nizham Pradiptha Musoffin, Abdul Nanda Agustia Nasharuddin Nisa’us Sholikah Norizan Norizan Novi Apriyanti Nur Laili Azizah Nur Laili Azizah Nurazka, Nauval Nurul Friska Maulidah Nurul Humaidah Nurul Jadid Mubarokati Oktriza Melfazen Oktriza Melfazen Purnama, Shelly Eka R, Rasidin Rahmat Dianto Rasbawati, Rasbawati Retnaningtyas, irawati Dinasari Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rifkas, Alvin Paradiptya Rita Dewi Antika Rizki Rizki Sadewa, Jihad Sahidan Rais Salsabila, Maulida Setiawan, Tri Bagus Sihabudin, Agus Sirojuddin, Khidzir Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sultoni, Muhammad Sumartono Sunaryo Sunaryo Syafirah, Nurmaya Syam Rahadi Thaufiqur Rochman, Achmad Tintrim Rahayu, Tintrim Toriq Nur Satrio Prayoga Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum Unung Lesmanah Usman Ali Utomo, Moch Luthfi Hadi Wijaya, Ega Adi Wulang, Chairul Usman Muhammad Yanti Nurjaya, Maria Indradi