Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN SARI KACANG HIJAU (Vigna radiata) TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAN pH KEFIR SUSU SAPI Ridha Rizkiani Ainun Nishak; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata) terhadap kandungan protein dan pH kefir susu sapi. Materi yang digunakan dalam penelitian meliputi 1.800 ml susu sapi, 81 ml sari kacang hijau, 5% bibit kefir, larutan buffer. Metode penelitian menggunakan eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 kali ulangan. Perlakuan penelitian adalah penambahan sari kacang hijau, P0= tanpa penambahan sari kacang hijau, P1= 3%, P2= 6%, P3= 9%. Parameter yang diamati kandungan protein dan pH. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan protein kefir dan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap pH. Rata-rata kandungan protein (%) P0= 3,187a, P1= 3,367ab, P2= 3,420ab, P3= 3,653b. Rata-rata nilai pH P0= 4,133, P1= 4,033, P2= 4,067, P3= 4,167. Kesimpulan penelitian penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata) meningkatkan kandungan protein tetapi tidak mempengaruhi nilai pH kefir susu sapi. Penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata) 9% menghasilkan kefir susu sapi terbaik dengan kadar protein 3,65% dan nilai pH 4,17. Perlu penelitian lanjutan untuk menganalisis uji organoleptik dan total BAL terhadap kefir susu sapi dengan penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata). Katakunci : Kefir, Vigna radiata, Protein, pH
POTENSI TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI FEED ADDITIVE BROILER (LITERATURE REVIEW) Desy Desy; Umi Kalsum; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman multiguna yang hampir seluruh bagian tanaman kelor dapat dijadikan sebagai sumber makanan sekaligus pakan ternak. Daun “tanaman ini dapat diolah menjadi tepung daun sehingga dapat dikonsumsi oleh ayam broiler. Meskipun penambahan tepung daun kelor dibatasi dalam formulasi pakan tetapi diharapkan dapat meningkatkan efesiensi biaya produksi”. Penelitian pemberian pakan ternak menggunakan tepung daun kelor telah banyak dilakukan dengan hasil yang bervariasi. Tepung daun kelor dengan penggunaan 4 – 6% dalam feed additive dapat memperbaiki persentase karkas broiler. Daun kelor mengandung flavonoid yang bisa berfungsi sebagai antioksidan serta kaya akan pro vitamin A ,C, E, khususnya βkaroten yang akan diubah menjadi vitamin A dan daun kelor mengandung senyawa antibakteri seperti saponin, alkaloid, triterpenoid, flavonoid dan tanin.Kata Kunci : tepung daun kelor, feed addive, broiler
PENGARUH LAMA SIMPAN DAGING KAMBING KACANG YANG DIBUNGKUS DAUN JATI (Tectona grandis) DAN KANTONG PLASTIK PE (Polyethylene) PADA SUHU RUANG TERHADAP NILAI pH DAN JUMLAH BAKTERI In&#039;am Maulidha Rizaldy; Irawati Dinasari; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya pengaruh lama simpan daging kambing kacang yang dibungkus daun jati (Tectona grandis) dan kantong plastik PE (Polyethylene). Penelitian percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) ortogonal dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor A = Jenis kemasan yang terdiri dari Kontrol, daun jati, dan kantong plastik PE. Faktor B = Lama simpan 6, 12 , dan 24 jam. Data yang diperoleh dianalisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa jenis kemasan dan lama simpan dengan dua macam bahan pengemas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap nilai pH. Rerata kontrol dan jenis kemasan pada nilai pH yaitu kontrol 5,6 a, daun jati 5,4 a, kantong plastik PE 5,9 b, Rataan nilai pH lama simpan dengan dua pengemas yaitu Kontrol 5,60 a, DJ.P1 5,77 a, DJ.P2 5,87 ab, DJ.P3 6,67 bc, dan PE.P1 6,33 abc, PE.P2 6,73 bc, PE.P3 6,77 c. Jenis kemasan dan lama simpan dengan dua macam bahan pengemas berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap jumlah bakeri. Rataan perbandingan kontrol dan jenis kemasan pada jumlah bakteri yaitu Kontrol 1,2x105 cfu/g, daun jati 4,4x105 cfu/g, kantong plastik PE 6,1x105 cfu/g, Rataan Jumlah Bakteri lama simpan dengan dua pengemas yaitu Kontrol 1,2x105 a cfu/g, DJ.P1 4,4x105 ab cfu/g, DJ.P2 7,1x105 ab cfu/g, DJ.P3 7,2x105 ab cfu/g dan PE.P1 6,1x105 ab cfu/g, PE.P2 7,6x105 ab cfu/g, PE.P3 1,3x106 b cfu/g. Pengemasan dengan daun jati menghasilkan jumlah bakteri yang sedikit apabila dibandingkan dengan kantong plastik PE. Kesimpulan dari penelitian ini Jenis pengemas daun jati menghasilkan nilai pH dan jumlah bakteri lebih rendah dibandingkan dengan kantong plastik PE sebagai pembungkus daging kambing pada suhu ruang dan Jenis pembungkus daun jati dengan lama simpan 6 jam mampu menghasilkan nilai terbaik pada uji pH 5,77 dan uji bakteri 4,4x105 cfu/g.Kata Kunci : Daging kambing, pengemasan, nilai pH, jumlah bakteri, daun jati, kantong plastik PE
PERBANDINGAN UKURAN TUBUH PADA BERBAGAI WARNA BULU DAN NUKLEOTIDA GEN TYROSINASE (TYR) BURUNG KENARI (Serinus canaria) DAN BURUNG MERPATI (Columba livia domestica) Armada armada; Mudawamah mudawamah; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan dari tanggal 09 sampai 29 Desember 2017. Lokasi penelitian bertempat di pasar burung Splendid Jl. Brawijaya no. 6, Klojen, Kauman, Kota Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan warna bulu pada nukleotida gen tyrosinase (TYR). Materi yang digunakan adalah 15 burung kenari dan 15 burung merpati (polos ,mosaic,putih). Metode penelitian ini menggunakan (1) survei di pasar burung Splendid Malang untuk data ukuran tubuh kenari dan merpati (2) studi literatur untuk data nukleotida National Center for Biotehnologi Information (NCBI), data nukleotida burung kenari dari hasil penelitian Mudawamah et al. ( 2014). Variabel yang diamati panjang shank, lingkar dada, panjang tubuh berbagai warna bulu serta perbandingan nukleotida gen TYR kenari dan merpati. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan uji t tidak berpasangan untuk ukuran tubuh, perbandingan nukleotida secara deskriptif dengan software Basic Lokal Alignmant Search Tool (BLAST) NCBI. Hasil analisis uji t tidak berpasangan menunjukkan perbedan yang sangat nyata (P ˂0,01) hanya pada sifat panjangshank mosaic dan lingkar dada putih burung kenari dan merpati. Panjang shank kenari mosaic 2,65 cm dan merpati 4,32 cm, sedangkan ukuran lingkar dada kenari putih 3,84 cm dan merpati 10,93 cm. Jumlah nukleotida pada gen TYR kenari dan merpati 100% sama dengan panjang basa 1995. Kesimpulan penelitian ini adalah burung kenari memiliki kisaran rataan ukuran tubuh lebih kecil dibandingkan kisaran rataan ukuran tubuh burung merpati. Nukleotida dari gen TYR pada kenari dan merpati sama yaitu jumlah basa adenin (A)= 547, timin (T) = 512, citosin (C) = 475, guanin (G)= 460 dan N (A atau G atau C atau T) =1.Kata kunci : Ukurun tubuh, gen TYR, Kenari, Merpati
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PREFERENSI KONSUMEN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MEMILIH DAGING SAPI DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN SAPE, KABUPATEN BIMA” Hairil Ansyarif; Sri Susilowati; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor dan atribut yang mempengaruhi tingkat preferensi konsumen dan pengambilan keputusan dalam memilih daging sapi di Pasar Tradisional, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Materi yang digunakan dalam penelitian preferensi konsumen dalam memilih daging sapi. Bahan yang digunakan adalah kuisioner dan daging sapi. Metode dalam penelitian ini adalah survei dengan pengambilan responden secara purposive sampling.  “Penelitian membutuhkan data yang relevan dan benar tanpa adanya manipulasi data guna keberhasilan penelitian. Oleh karena itu, pentingnya data yang akurat dan dapat dipercaya maka diperlukan pengambilan data dengan metode” survei yang terbagi menjadi 4 macam, yaitu sebagai berikut: wawancara, kuiioner, observasi dan penentuan lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik jenis kelamin perempuan 25 orang 15 orang laki-laki dengan umur 31-50 sebanyak 26 orang tingkat, Pendidikan S1 18, PNS 12, dibandingkan responden lainya. Menurut pendapatan 8 responden 20 persen  adalah rata-ratan konsumen dengan gaji Rp.3.000.000 menurut keluarga 19 orang 5-7 keluarga sebanyak 14 responden. Atribut-Atribut Daging sapi konsumen berdasarkan aroma 18, bagian daging 5, segi warna 7, tekstur 10. Warna daging warna merah 18 merah pucat 2 merah cerah 15 mera tua 5 chi-square test signifikasi p-volue 0,344 chi-square 10,085 nilai signifikasi 0,344 > (0.05), bagian dalam daging 20 bagian luar 13 bagian rusuk 7, chi-square test siknifikansi p-value 0,521 nilai chi-square 5.177 nilai signifikansi 0.521 > (0.05). tekstur daging empuk 20 kompak sebantak 5 keempukan 20 persen cukup empuk 22 persen sangat empuk 20 persen, chi-square test siknifikasi p-value 0.494 chi-square test 5.396 siknifikasi 0,494 > (0.05), aroma bauk has 20 chi-square test signifikansi p-value 0.366 chi-square 6.536 signifikasi 0.366 > (0.05). memilih daging faktor lingkungan 20 perbedaan individu 12 faktor pisikologis 8. Faktor lingkungan pengaruh keluarga 15 kelas sosial 12 budaya 13, chi-square test signifikasi p-volue 0.886 chi-square 1.153 signifikansi 0.886 > (0.05). perbedaan individu sumber daya konsumen 16 kepribadian 14 gaya hidup 10. chi-square signifikansi p-volue 0.919 chi-square 937 nilai signifikasi 0.919 > (0.05). faktor pisikologis informasi 15 pembelajaran 14 sikap dan prilaku 11. Chi-square test signifikasi p-value 0.846 chi-square 1.391 nilai signifikansi 0.846 > (0.05). Analisa variansi chi-square warna daging 24 warna cerah 17. Uji chi-square pengaruh keluarga 29 faktor lingkungan 24 responden. Kesimpulan penelitian atribut daging sapi yang menjadi tingkat preferensi konsumen di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima yaitu daging sapi yang berwarna merah, bagian daging has dalam, tekstur empuk dan aroma yang segar.Kata Kunci : Preferensi Konsumen, Pengambilan Keputusan, Daging Sapi
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN PROBIOTIK Lactobacillus fermentum ENKAPSULASI PLUS METIONIN TERHADAP JUMLAH BAKTERI ASAM LAKTAT DAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK Toriq Nur Satrio Prayoga; Umi Kalsum; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh lama penyimpanan probiotik Lactobacillus fermentum enkapsulasi plus metionin terhadap jumlah bakteri asam laktat dan kandungan bahan organik. Penelitian ini menggunakan materi isolat bakteri Lactobacillus fermentum, tepung maizena, maltodextrin, metionin dan kemasan alumunium foil 50g. Penelitian ini menggunakan metode  percobaan rancangan acak lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan penelitian ini adalah lama simpan probiotik Lactobacillus fermentum enkapsulasi plus metionin yakni PO (0 hari), P1 (7 hari), dan P2 (14 hari). Parameter yang diambil adalah jumlah BAL dan kandungan bahan organik. Analisis data yang digunakan adalah analisis ragam dan uji BNT untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Berdasarkan hasil analisis ragam menunjukkan bahwa lama penyimpanan probiotik Lactobacillus fermentum enkapsulasi plus metionin berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah BAL. Rataan jumlah BAL (log cfu/g) P0= 8,08, P1= 9,43, dan P2= 9,86. Berdasarkan hasil analisis ragam menunjukkan bahwa lama penyimpanan probiotik Lactobacillus fermentum enkapsulasi plus metionin  tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan bahan organik. Rataan kandungan bahan organik (%) yakni P0= 87,75, P1=86,25, dan P2= 88,50. Menurut hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lama simpan produk  probiotik  tersebut ada respon positif terhadap jumlah BAL dan mampu bertahan sampai 14 hari berdasarkan jumlah BAL log 9,86 cfu/g dan kandungan BO 88,5%. Perlu diadakan penelitian lanjut mengenai lama simpan lebih dari 14 hari produk probiotik enkapsulasi plus metionin dan berbagai jenis kemasan.
PENGARUH UKURAN MANGKOK BUATAN TERHADAP PERSENTASE KEBERHASILAN LARVA JADI PUPA, PUPA JADI CALON RATU Apis cerana Muhammad Nizham Pradiptha; Oktavia Rahayu Puspitarini; Muhamad Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran mangkok buatan terhadap persentase keberhasilan larva jadi pupa, pupa jadi calon ratu Apis cerana. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah larva Apis cerana yang berumur kurang dari 24 jam dengan menggunakan peralatan grafting , sangkar ratu, lilin malam dan peralatan pengaman. Metode penelitian ini menggunakan percobaan dengan metode Rancangan Acak Lengkap 3 perlakuan dan 6 ulangan, tiap ulangan terdiri dari 4 unit dari masing-masing perlakuan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah ukuran sel mangkok buatan. Ukuran mangkok yaitu P1=(kedalaman=0,75cm, lebar atas=0,65cm dan lebar dasar=0,44cm), P2=(kedalaman=0,85cm, lebar atas=0,71cm dan lebar dasar=0,54cm) dan P3=(kedalaman=1cm, lebar atas=0,71cm dan lebar dasar=0,62cm). Parameter yang diamati yaitu persentase larva jadi pupa dan pupa jadi calon ratu Apis cerana. Berdasarkan hasil perhitungan analisis ragam, diketahui bahwa ukuran mangkok buatan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase keberhasilan larva jadi pupa dan pupa jadi calon lebah ratu Apis cerana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata larva jadi pupa yaitu P1=50%a ,P3=54,16%a dan P2=66,66%b dan rata-rata pupa jadi calon ratu pada Apis cerana yaitu P1=66,66%a, P3=91,66%a dan P2=100%b maka didapatkan bahwa perlakuan terbaik P2.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ukuran mangkok buatan sedang yang memiliki ukuran kedalaman 0,85 cm ,lebar atas 0,71 cm dan lebar dasar 0,54 cm mampu menghasilkan persentase larva jadi pupa 66,66% dan persentase pupa jadi calon lebah ratu Apis cerana  100%. Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang bahan sel, bahan olesan, dan pengaruhnya terhadap morfometri lebah ratu agar mendapatkan ratu lebah yang unggul.Kata kunci : lebah ratu, mangkok buatan, larva, pupa
Pemanfaatan Aplikasi Deteksi Birahi Sapi Perah dan Monitoring Suhu Kandang Berbasis IoT Pada UD. Dewi Sri Desa Ranuklindungan Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan Oktriza Melfazen; Oktavia Rahayu Puspitarini; Unung Lesmanah
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 4 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v4i4.5526

Abstract

The main challenges in optimising dairy farm productivity are lambing and managing barn temperature and humidity. Timely detection of lambing is key to successful reproduction. IoT-based app detects oestrus and monitors barn temperature. The system calculates the cow's fertile period and alerts the farmer for timely insemination, increasing the chances of reproductive success. IoT-connected sensors monitor barn temperature and humidity, maintaining a stable environment for the cows and increasing productivity.
PENGARUH PERENDAMAN DAGING KAMBING DENGAN PEMBERIAN INFUSA DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM) TERHADAP SUSUT MASAK DAN WHC (WATER HOLDING CAPACITY) Igo Athief Naufal, Maulana; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kali ini berguna untuk menganalisis daging kambing yang direndam dengan infusa daun salam terhadap susut masak serta WHC. Penelitian dilakukan selama 30 hari di Laboratorium Terpadu Unisma. Menggunakan daging kambing kacang berumur 2 tahun dengan bobot 500 gram dan daun salam sebanyak 90 gram. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang mencakup 4 perlakuan dan 5 ulangan. Variabel yang diamati susut masak dan WHC (Water Holding Capacity) dengan perlakuan perendaman daging kambing dengan ekstrak daun salam, menggunakan perbandingan P0=Perendaman daging kambing tanpa ekstrak daun salam, P1= Perendaman daging kambing dengan konsentrasi ekstrak daun salam 5%, P2= Perendaman daging kambing dengan konsentrasi ekstrak daun salam 10%, P3= Perendaman daging kambing dengan konsentrasi 15%. Analisis statistik dilakukan menggunakan ANOVA, apabila ada hasil yang berpengaruh sangat nyata maka diteruskan menggunakan uji BNT. Penelitian ini mengahasilkan bahwa perendaman dengan infusa daun salam berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap susut masak dan WHC. Rata-rata susut masak dan WHC optimal diperoleh pada P3 (15% infusa daun salam) dengan nilai susut masak 27,61% dan WHC 38,93%. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan infusa daun salam 15% dalam pengolahan daging kambing untuk meningkatkan kualitas daging.Kata Kunci : Daging Kambing, Infusa Daun Salam, Susut Masak, Water Holding Capacity, Kualitas Daging.
ANALISIS TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN pH PADA YOGURT DENGAN PENAMBAHAN GULA AREN (Arenga pinnata Merr) Mubaraq, Ghusni; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan gula aren (Arenga pinnata Merr) dengan konsentrasi yang berbeda pada yogurt terhadap total Bakteri Asam Laktat (BAL) dan pH. Materi yang digunakan, starter yogurt komersil, 3 liter susu sapi, gula aren, MRS Agar, alkohol, kapas, alumunium foil, aquades. Penelitian menggunakan metode percobaan dan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan 5 ulangan, P0 = gula aren 0%, P1 = gula aren 4%, P2 = gula aren 8%, P3 = gula aren 12%, dan diuji menggunakan analisis ragam dan uji lanjut BNT. Variabel yang diamati total bakteri asam laktat dan pH. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan gula aren pada yogurt berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap total bakteri asam laktat namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai pH. Hasil rata-rata total BAL (CFU/ml) P0 = 1,1x1010 b, P1 = 1,1x1010 a, P2 = 2,1x1010 b, P3 = 1,8x1010 b. Nilai rata-rata pH yogurt yaitu P0 = 3,94, P1 = 3,91, P2 = 3,98, P3 = 3,97. Kesimpulan penelitian penambahan gula aren pada yogurt mempengaruhi total bakteri asam laktat namun tidak mempengaruhi nilai pH yogurt. Penambahan gula aren pada yogurt optimal sebesar 8% dapat  meningkatkan total BAL. Disarankan untuk menambahkan gula aren sebanyak 8% untuk mendapatkan kualitas yogurt lebih baik.Kata kunci : yogurt, susu sapi, gula aren, total BAL, nilai pH
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abiwardhani, Alif Brillian Ahlul Ilham Mahayana Ahmad Fadholi, Ahmad Ahmad Fa’iqin Alik Maulidiyah Armada armada Azmi, Ahmad Faruq Badat Muwakhid Bayu Pratama, Bima Sakti Bustami Fauzan Daniar Dwi Absari Dedi Suryanto Desirma Cipta Masnaly Desy Desy Dicky Ari Pratangga Dinasari, Irawati Dwi Aji Andrianto Edi Hartono Edy Purwanto Fadilla, Zahra Jinan Faiqul Mubarok Fajar Bayu Dwi Kurniawan Fanani, Khoirul Fatimah Azzahra Firda Uswatun Khotimah Fitriani Fitriani Hae, Nabila Latifa Hairil Ansyarif Hamdan Has Hariri, Moh Ibrahim, Ismet Igo Athief Naufal, Maulana Ilmayana Husnia In&#039;am Maulidha Rizaldy Inggit Kentjonowaty Intan Dwi Novieta, Intan Dwi Irawati Dinasari Retnaningtyas Irmayani Irmayani Ita Athia Iva Siska Anggraeni Devitasari Khadafi, Muhammad Rahul Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Kusnarida, Elif Luluh Anggriani M Nurkholis M. Basid Sidiq Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masnaly, Desirma Cipta Maulana, Robby Rizaldi Merlita Herbani Mu’is, Muhammad Mubaraq, Ghusni Mudawamah Mudawamah Muhamad Farid Wadjdi Muhammad Faisal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Nizham Pradiptha Musoffin, Abdul Nanda Agustia Nasharuddin Nisa’us Sholikah Norizan Norizan Novi Apriyanti Nur Laili Azizah Nur Laili Azizah Nurazka, Nauval Nurul Friska Maulidah Nurul Humaidah Nurul Jadid Mubarokati Oktriza Melfazen Oktriza Melfazen Purnama, Shelly Eka R, Rasidin Rahmat Dianto Rasbawati, Rasbawati Retnaningtyas, irawati Dinasari Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rifkas, Alvin Paradiptya Rita Dewi Antika Rizki Rizki Sadewa, Jihad Sahidan Rais Salsabila, Maulida Setiawan, Tri Bagus Sihabudin, Agus Sirojuddin, Khidzir Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sultoni, Muhammad Sumartono Sunaryo Sunaryo Syafirah, Nurmaya Syam Rahadi Thaufiqur Rochman, Achmad Tintrim Rahayu, Tintrim Toriq Nur Satrio Prayoga Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum Unung Lesmanah Usman Ali Utomo, Moch Luthfi Hadi Wijaya, Ega Adi Wulang, Chairul Usman Muhammad Yanti Nurjaya, Maria Indradi