Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN DAGING AYAM PETELUR JANTAN DAN DAGING AYAM JOPER TERHADAP NILAI pH DAN KEEMPUKAN BAKSO Prasetya Gusti Samiaji; Oktavia Rahayu Puspitarini; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membedakan daging ayam petelur jantan dan daging ayam Joper jantan terhadap pH dan keempukan bakso. Materi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi daging ayam petelur jantan white leghorn umur 45 hari (3kg), daging ayam Joper jantan lohman umur 45 hari (3kg), tepung tapioka (3kg), es batu (3kg), merica (180g), bawang putih (360g), garam (360g). Penelitian akan dilakukan menggunakan metode studi komparatif dengan 2 perlakuan dan 15 ulangan. Perlakuan yang terdiri dari (P1) daging ayam petelur jantan dan (P2) daging ayam Joper jantan. Variabel yang dikaji adalah nilai pH dan keempukan. Analisis data menggunakan Uji t tidak berpasangan. Hasil nilai pH bakso ayam petelur jantan dan ayam joper jantan menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan nyata (P>0,05), yakni dengan rataan pH P1 (7,01), rataan pH P2 (7,09). Hasil analisis uji t tidak berpasangan nilai keempukan bakso ayam petelur jantan dan ayam joper jantan menunjukkan perbedaan sangat nyata (P<0,01) dengan rataan nilai keempukan P1 (9,32N) dan rataan nilai keempukan P2 (10,32N). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa nilai pH bakso ayam petelur jantan tidak berbeda dengan bakso ayam Joper jantan, namun berbeda pada nilai keempukan. Bakso daging ayam petelur jantan lebih empuk dibandingkan ayam Joper jantan. Saran dari penelitian ini sebaiknya membuat bakso daging ayam jantan petelur dan perlu penelitian lanjutan terkait WHC, susut masak bakso daging ayam petelur jantan dan ayam Joper.Kata Kunci: Daging ayam petelur jantan, daging ayam joper jantan, pH, keempukan.
PENGARUH PERENDAMAN BERBAGAI KONSENTRASI DAN JENIS CUKA TERHADAP NILAI pH DAN SUSUT MASAK DAGING AYAM PETELUR AFKIR Ilmayana Husnia; Irawati Dinasari; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untukmenganalisa dari pengaruh perendaman berbagai konsentrasi dan jenis cuka terhadap nilai pH dan susut masak daging ayam petelur afkir. Pada Penelitian kali ini dilaksanakan di Lab. Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan UNISMA pada tanggal 12 Maret- 12April 2020.  Dalam penelitian terdapat bahan materi yitu jenis cuka, ayam petelur afkir, dan aquades. Alat yang digunakan beaker glass. pH meter, waterbath, stopwatch, serta alat tulis. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan pola tersarang orthogonal Faktoor A adalah konsentrasi (4%, 6%, 8%). Fakktor B  adalah jenis cuka (cuka madu dan cuka makan). Yang diamati dalam penelitian ini adalah nilai pH dan susut masak. Data hasil penelitian menganalisi menggunakan (ANOVA) Analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) apabila ada pengaruh. Berdasarkan penelitian hasil menunjukan kontrol dengan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai pH dan susut. Perendaman berbagai jenis cuka (P<0,01) berpengaruh sangat nyata terhadap nilai pH dan (P<0,05) berpengaruh nyata terhadap susut masak. Perendaman berbagai konsentrasi dalam jenis cuka pengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH daging dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) susut masak daging. Penelitian ini berkesimpulan menunjukkan bahwa perendaman dengan konsentrasi 8% pada berbagai jenis cuka akan menghasilkan nilai pH dan nilai susut masak yang masih dalam batas normal terhadap daging afkir. Disarankan dengan perendaman konsentrasi 8% pada berbagai jenis cuka  akan menghasilkan nilai pH dan susut masak yang terbaik pada daging ayam petelur afkir. Perlunya penelitian lanjutan tentang pengaruh berbagai konsentrasi dengan mengunakan berbagai jenis cuka terhadap uji daya ikat air, uji kualitas organoleptik dan keempukan pada daging ayam petelur afkir.
PENGARUH UKURAN MANGKOK BUATAN TERHADAP PANJANG SAYAP DAN CUBITAL INDEX CALON RATU APIS CERANA Fatimah Azzahra; Mudawamah mudawamah; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai ukuran mangkok buatan terhadap panjang sayap dan cubital index calon lebah ratu Apis cerana java genotype. Materi yang digunakan adalah larva Apis cerana umur 1 hari, lilin Apis cerana dan gas CO2, mikrometer okuler dan kaca objektif. Metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dengan 6 kotak koloni sebagai ulangannya dan masing-masing 4 unit. Analisa data dengan analisis ragam dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Perlakuan mangkok buatan terdiri dari P1(ukuran kecil) dengan ukuran berikut: tinggi 7,5 mm; diameter atas dan bawah adalah 6,5 mm dan 4,4 mm. P2 (ukuran sedang) tinggi 8,5 mm, diameter atas dan bawah adalah 7,1 mm dan 5,8 mm, dan P3 (ukuran besar) tinggi 10 mm, diameter atas dan bawah 7 mm dan 6,2 mm. Hasil penelitian menunjukkan berbagai ukuran mangkok berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap panjang sayap dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap cubital index. Panjang sayap diperoleh senilai 14,93 mmb pada ukuran mangkok buatan besar (P3), 13,47 mmab pada ukuran sedang (P2) dan terakhir 12,80 mma pada ukuran kecil (P1). Cubital index tertinggi dengan ukuran mangkok buatan besar (P3) senilai 4,24 mmb, P2 senilai 3,71 mmab dan P1 senilai 3,17 mma. Dapat disimpulkan bahwa panjang sayap dan cubital index calon lebah ratu Apis cerana java genotype dipengaruhi oleh ukuran mangkok buatan. Mangkok buatan dengan tinggi 10 mm, diameter atas 7,1 mm dan diameter bawah 6,2 mm dijadikan patokan agar calon lebah ratu yang dibuat selanjutnya memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan optimal.Kata kunci : Ukuran mangkok buatan, calon lebah ratu, Apis cerana java genotype, panjang sayap cubital index.
PENGARUH BERBAGAI UKURAN MANGKOK BUATAN TERHADAP PANJANG TUBUH DAN BOBOT CALON LEBAH RATU Apis cerana java genotype Desirma Cipta Masnaly; Muhammad Farid Wadjidi; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai ukuran mangkok buatan terhadap panjang tubuh dan bobot calon lebah ratu Apis cerana java genotype. Larva Apis cerana umur 1 hari, lilin Apis cerana, gas CO2 sebagai bahan dan timbangan analitik dengan ketelitian 0,01g, milimeterblok sebagai alat. Metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 3 perlakuan dan 6 kotak koloni sebagai ulangannya dengan masing-masing ulangan 4 unit, kemudian dilanjut uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Mangkok buatan terbagi menjadi P1(kecil) = tinggi 7,5 mm; diameter atas 6,5 mm; diameter bawah 4,4 mm, P2(sedang) = tinggi 8,5 mm; diameter atas 7,1 mm; diameter bawah 5,8 mm, P3(besar) = tinggi 10 mm; diameter atas 7,1 mm; diameter bawah 6,2 mm. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh nyata (P<0,05) antara berbagai ukuran mangkok buatan dan panjang tubuh, sedangkan pengaruh berbagai ukuran mangkok buatan terhadap bobot calon lebah ratu sangat nyata (P<0,01). Nilai rataan panjang tubuh terbesar diperoleh sebesar 12,52 mmb dengan ukuran mangkok buatan besar (P3), 11,06 mma dengan ukuran mangkok buatan sedang (P2), terakhir 10,96 mma dengan ukuran mangkok buatan kecil (P1). Bobot calon lebah ratu terbesar senilai 122 mgb (P3), dibawahnya 119 mgb (P2) dan terkecil 119 mga (P1). Dapat disimpulkan adanya pengaruh nyata terhadap panjang badan dan pengaruh sangat nyata terhadap bobot lebah ratu Apis cerana java genotype. Mangkok buatan dengan tinggi 10 mm, diameter atas 7,1 mm dan diameter bawah 6,2 mm dijadikan patokan  agar  calon  lebah ratu  yang  dibuat  selanjutnya memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan optimal. Kata kunci : ukuran mangkok buatan, lebah ratu, Apis cerana java genotype, panjang tubuh, bobot calon ratu.
ANALISIS PRODUKTIVlTAS KAMBlNG P.E.R.A.NAKAN ET.AW.AH (P.E) BER.DASAR.KAN .L.ITTER .SI.Z.E, T.I.PE KELAHlRAN D.A.N MORTALlTAS (ARTICLE REVIEW) Norizan Norizan; Sumartono Sumartono; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penel.it.i.an i.n.i  bertujuan untuk menganalisis tingkat p.rodu.ktiv.itas  kambing Peranakan Etawah (PE) berdasarkan litter size, tipe kelahiran dan mortalitas. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan cara telaah pustaka (literature review) terkait Produktivitas Kambing Peranakan Etawah (PE). Berdasarkan hasil telaah literatur yang diperoleh diketahui bahwa persentase litter size Kambing Peranakan Etawah (PE) berkisar 1,06%-2,00%. Persentase tipe kelahiran yang paling optimal adalah tipe kelahiran kembar dua yaitu sebesar 61,70%, sedangkan persentase mortalitas tertinggi adalah pada tipe kelahiran kembar yaitu sebesar 61,29%. Kesimpulan dari penelitian studi literatur ini adalah produktivitas induk kambing Peranakan Etawah optimal pada tipe kelahiran kembar dua. Pada umumnya Kambing Peranakan Etawah (PE) pada tipe kelahiran kembar dua mampu menghasilkan jumlah anak sekelahiran lebih tinggi. Pada tipe kelahiran  kembar daya mortalitas lebih tinggi daripada tipe  kelahiran  tunggal. Paritas dan kondisi lingkungan merupakan faktor-faktor yang  dapat  mempengaruhi   produktivitas   Kambing Peranakan  Etawah  (PE).
PENGARUH JENIS KEMASAN DAN LAMA SMPAN SUSU KAMBING PASTEURISASI PADA SUHU REFRIGERATOR TERHADAP TOTAL MIKROBA DAN KADAR PROTEIN Firda Uswatun Khotimah; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis adanya pengaruh jenis kemasan dan lama simpan susu kambing pasteurisasi dalam suhu refrigerator terhadap total mikroba dan kadar protein. Materi yang digunakan yaitu susu kambing segar, aquades, nutrient agar (NA), botol polyethylene terephthalate (PET) dan kantong plastik polypropylene (PP). Metode penelitian percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nested dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor A = jenis kemasan (K1 = botol plastik PET, K2 = kantong plastik PP). Faktor B = lama simpan (L6 = 6 hari dan L12 = 12 hari). Variabelnya adalah total mikroba dan kadar protein. Data yang diperoleh dianalisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kemasan dan lama simpan susu kambing pasteurisasi dalam suhu refrigerator berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total mikroba tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar protein. Rataan total mikroba (CFU/ml) pada K1 = 4,1x102a dan K2 = 3,1 x103b, K1L6 = 3,3x102 a, K1L12 = 5x102 a, K2L6 = 6,2 x103 ab, K2L12 = 7,7x103 b. Rataan kadar protein (%) pada K1 = 3,74, K2 = 3,6, K1L6 = 3,61, K1L12 = 3,59, K2L6 = 3,6, K2L12 = 3,86. Kesimpulannya adalah kemasan botol plastik PET lebih baik dibandingkan kantong plastik PP sebagai bahan pengemas susu kambing pasteurisasi dalam suhu refrigerator 9 °C dilihat dari total mikroba dan kadar protein. Kata Kunci : Susu kambing, pasteurisasi, total mikroba, kadar protein, kemasan
PENGARUH PENAMBAHAN JENIS MADU DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI PADA YOGHURT TERHADAP TOTAL ASAM TERTITRASI DAN UJI ORGANOLEPTIK Muhammad Wahyu Indra c Lasmana; Oktavia Rahayu Puspitarini; Irawati Dinasari Retnaningtyas
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang. Pada tanggal 26 Februari sampai 30 Maret 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan jenis madu dengan berbagai konsentrasi pada yoghurt terhadap total asam tertitrasi (TAT) dan uji organoleptik. Materi yang digunakan adalah susu, starter kerja, madu klanceng dan madu randu. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola tersarang (nested) 2 x 4. Faktor utama yaitu jenis madu (MK: madu klanceng dan MR: madu randu) dan konsentrasi (P0: 0%, P1: 5%, P2: 10% dan P3: 15%) sebagai faktor tersarang. Variabel yang diamati adalah total asam tertitrasi dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jenis madu dengan berbagai konsentrasi pada yoghurt berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total asam tertitrasi dan uji organoleptik. Rata-rata yoghurt pada penambahan jenis madu dengan berbagai konsentrasi terhadap total asam tertitrasi yaitu nilai terendah pada perlakuan kontrol 0,77% dan nilai tertinggi pada perlakuan MRP3 2,81%. Kualitas organoleptik warna yoghurt nilai terendah pada perlakuan kontrol 1,00 dan nilai tertinggi pada perlakuan MKP3 3,00. Kualitas organoleptik rasa yoghurt nilai terendah pada perlakuan MKP3 2,00 dan nilai tertinggi pada perlakuan MKP1 4,00. Kualitas organoleptik aroma yoghurt nilai terendah pada perlakuan MKP3 2,00 dan nilai tertinggi pada perlakuan kontrol 4,00. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa penambahan jenis madu dengan berbagai konsentrasi dalam yoghurt mempengaruhi total asam tertitrasi dan uji organoleptik. Penambahan madu klanceng dengan konsentrasi 15% menghasilkan kualitas yoghurt terbaik. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut menggunakan variabel anti bakteri patogen dan kadar kimiawi. Kata Kunci : susu, yoghurt, madu klanceng, madu randu dan total asam tertitrasi
PENGARUH PEMBERIAN SARI DAUN MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA) DAN MULTI ENZIM DALAM AIR MINUM TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN QUAIL DAY PRODUCTION TERNAK PUYUH PERIODE LAYER Edy Purwanto; Muhammad Farid Wadjidi; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk menganalisa pengaruh pemberian sari daun mengkudu (morinda citrifolia) dan multi enzim dalam air minum terhadap konsumsi pakan dan quail day production ternak puyuh periode layer. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sari daun mengkudu, multi enzim dengan burung puyuh usia 6 bulan yang banyaknya 320 ekor. Metode pengamatan ini yaitu penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap perlakuan ditambah campuran sari daun mengkudu (Morinda citrifolia) dan multi enzim/SDME dengan tingkat yang berbeda dalam air minum, P0 = air minum tanpa SDME, P1 = air minum + 3 ml SDME, P2= air minum + 6 ml SDME, dan P3 = air minum + 9 ml SDME. Data yang didapatkan dianalisa dengan analisis ragam (ANOVA) dan apabila berpengaruh dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pemberian sari daun mengkudu dan multi enzim(SDME) pada air tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan (P>0,05) tetapi berpengaruh nyata terhadap Quail Day Production (P<0,05). Rata-rata nilai konsumsi pakan selama penelitian pada puyuh umur 180 sampai 200 hari adalah P0= 419,10 gram P1= 418,78 gram P2=  418,61 gram dan  P3= 418,53 gram. Rata-rata Quail Day Production (%) selama penelitian (20 hari) pada puyuh umur 180 sampai 200 hari adalah P0= 67,88a, P1= 69,13a, P2= 72,50ab dan P3= 76,75b. Disimpulkan bahwa penambahan pemberian sari daun mengkudu dan multi enzim dalam air minum menjadi meningkat pada Quail Day Production dan tidak menimbulkan pengaruh terhadap konsumsi pakan pada puyuh periode layer usia 180 hari sampai 200 hari. Direkomendasikan menambahkan sari daun mengkudu dan multi enzim sebanyak 9 ml kedalam 1 liter air minum untuk mendapatkan Quail Day Production yang baik. Kata kunci : puyuh, sari daun mengkudu, multi enzim, konsumsi pakan dan Quail Day Production.
PENGARUH METODE THAWING DAN LAMA THAWING TERHADAP NILAI pH DAN SUSUT MASAK DAGING BEKU BEBEK HIBRIDA Yudha Apridho Al Ghani; Oktavia Rahayu Puspitarini; Irawati Dinasari Retnaningtyas
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh metode thawing dan lama thawing terhadap nilai pH dan susut masak pada daging beku bebek Hibrida. Materi yang digunakan daging bebek hibrida (peking dan mojosari) bagian paha, aquades, larutan buffer dan air PDAM. Metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nested terdiri dari 2 perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor A thawing terdiri atas A1= pada suhu ruangan (25-26°C), A2= pada air mengalir (27-28oC) dan A3= pada air hangat (50°C). Faktor B lama thawing terdiri atas : B1= 20, B2= 40 dan B3= 60 menit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA (Analysis of Variance), apabila berpengaruh dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian menunjukkan metode thawing berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap nilai pH daging bebek A1= 5,94a, A3= 6,31b dan A2= 6,76c dan lama thawing dalam metode thawing tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai pH A1B1= 5,80, A1B2= 5,90, A1B3 6,13, A2B1= 7,07, A2B2= 6,63, A2B3= 6,57, A3B1= 6,43, A3B2= 6,13, A3B3= 6,37. Metode thawing dan lama thawing berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap nilai susut masak daging bebek dengan rataan nilai susut masak (%) A1= 31a, A2= 33b dan A3= 36c. Rataan susut masak (%) A1B1= sebesar 29a, A1B2= 31b, A1B3= 34cde, A2B1= 33bc, A2B2= 33cd A2B3= 34cde. A3B1= 33cde, A3B2= 35de, A3B3= 41e. Kesimpulan dari penelitian metode thawing berpengaruh terhadap nilai pH dan susut masak. Pada lama thawing dalam metode thawing berpengaruh terhadap susut masak sedangkan lama thawing dalam metode thawing tidak berpengaruh terhadap nilai pH. Metode thawing terbaik dalam menjaga nilai pH dan susut masak adalah metode thawing dengan suhu ruangan (25-26°C) dengan lama waktu 20 menit. Kata kunci : susut masak, nilai pH, daging bebek
PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI LEVEL SUKROSA DAN FRUKTOSA TERHADAP TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN NILAI pH YOGHURT SUSU KAMBING Dicky Ari Pratangga; Sri Susilowati; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan sukrosa dan fruktosa pada berbagai level terhadap total Bakteri Asam Laktat (BAL) dan nilai pH yoghurt susu kambing. Materi yang digunakan susu kambing sebanyak 5 L, starter yoghurt komersil, sukrosa, fruktosa, media MRS agar, aquades, alkohol 95%, spirtus, alumunium foil, tissue dan kapas. Penelitian menggunakanmetode percobaan dan rancangan Nested 8 perlakuan 3 ulangan, A1B0 = sukrosa level 0%, A1B1 = sukrosa level 4%, A1B2 = sukrosa level 6%, A1B3 = sukrosa level 8%, A2B0 = fruktosa level 0%, A2B1 = fruktosa level 4%, A2B2 = fruktosa level 4%, A2B3 = fruktosa level 8% dan diuji lanjut menggunakan uji BNT 5%. Variabel yang diamati total BAL dan nilai pH. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan berbagai jenis gula dan level dalam jenis gula berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap total BAL yoghurt susu kambing dan penambahan level dalam jenis gula berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai pH yoghurt susu kambing. Rata-rata total BAL (CFU/ml) A2B0 = 9x106 ± 0,12a, A1B0 = 1x107 ± 0,08ab, A2B1 = 1,1x107 ± 0,11abc, A2B2 =1,3x107 ± 0,08abcd, A2B3 = 1,5x107 ± 0,12bcd, A1B1 = 1,6x107 ± 0,08cd, A1B2 = 1,6x107 ± 0,06 cd, A1B3 = 2x107 ± 0,12d. Rata-rata nilai pH A1B3 = 4,10 ± 0,08a, A2B3 = 4,17 ± 0,12ab, A1B2 = 4,20 ± 0,08 ab, A1B1 = 4,37 ± 0,09abc, A2B2 = 4,40 ± 0,08bc, A2B1 = 4,50 ± 0,08c, A1B0 = 4,57 ± 0,05c,A2B0 = 4,60 ± 0,16c. Kesimpulan penelitian bahwa Semakin tinggi penambahan level sukrosa dan fruktosa pada yoghurt susu kambing maka meningkatkan total BAL dan menurunkan nilai pH. Penambahan berbagai level sukrosa dan fruktosa pada total Bakteri Asam Laktat (BAL) dan nilai pH yoghurt susu kambing yang optimal pada penambahan sukrosa dengan level 8%. Disarankan untuk menggunakan penambahan sukrosa level 4% dalam pembuatan yoghurt susu kambing karena lebih ekonomis.Kata kunci : Yoghurt kambing, sukrosa, fruktosa, total BAL, nilai pH
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abiwardhani, Alif Brillian Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achsan Sabilan Al Falah Ahlul Ilham Mahayana Ahmad Bayu Kusuma Ahmad Fadholi, Ahmad Ahmad Fa’iqin Alik Maulidiyah Andi Kausar Arisandi Arfin Angga Saputra Armada armada Azmi, Ahmad Faruq Badat Muwakhid Bagus Singgih Putra Pratama Dhana Bayu Pratama, Bima Sakti Bustami Fauzan Daniar Dwi Absari Dedi Suryanto Desirma Cipta Masnaly Desy Desy Dicky Ari Pratangga Dinasari, Irawati Dwi Aji Andrianto Edi Hartono Edy Purwanto Fadilla, Zahra Jinan Fadillah, Daffa Akbar Faiqul Mubarok Fajar Bayu Dwi Kurniawan Fanani, Khoirul Farid Wadjdi Fathor Rahman Fatimah Azzahra Firda Uswatun Khotimah Fitriani Fitriani Hae, Nabila Latifa Hairil Ansyarif Hamdan Has Hariri, Moh Hulwani Rujianto, Alif Noval Ibrahim, Ismet Igo Athief Naufal, Maulana Ilmayana Husnia In&#039;am Maulidha Rizaldy Inggit Kentjonowaty Inggit Kentjonowaty Intan Dwi Novieta, Intan Dwi Irawati Dinasari Irawati Dinasari Retnaningtyas Irawati Dinasari Retnaningtyas Irmayani Irmayani Ita Athia Iva Siska Anggraeni Devitasari Kentjonowaty , Inggit Khadafi, Muhammad Rahul Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Kusnarida, Elif Luluh Anggriani M Nurkholis M. Basid Sidiq M. Farid Wadjdi Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masnaly, Desirma Cipta Maulana, Robby Rizaldi Merlita Herbani Mochammad Endrian Novabrianto Mu’is, Muhammad Mubaraq, Ghusni Mudawamah Mudawamah Muhamad Farid Wadjdi Muhammad Faisal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Havizh Al-Azhar Muhammad Mu’is Muhammad Nizham Pradiptha Muhammad Wahyu Indra c Lasmana Mujahidin, Muhammad Wildan Musoffin, Abdul Nabilla Putri A Nanda Agustia Nasharuddin Nisa’us Sholikah Norizan Norizan Novi Apriyanti Nur Fajar Azizi Nur Laili Azizah Nur Laili Azizah Nurazka, Nauval Nurul Friska Maulidah Nurul Humaidah Nurul Jadid Mubarokati Oktriza Melfazen Oktriza Melfazen Oktriza Melfazen Prasetya Gusti Samiaji Purnama, Shelly Eka R, Rasidin Rahmat Dianto Rasbawati, Rasbawati Retnaningtyas, irawati Dinasari Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rifkas, Alvin Paradiptya Rita Dewi Antika Rizal Ilmi Rahmatulloh Rizki Rizki Sadewa, Jihad Sahidan Rais Salsabila, Maulida Santosa, David Kusworo Budi Setiawan, Tri Bagus Sihabudin, Agus Sirojuddin, Khidzir Siti Aminah Anwar Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sultoni, Muhammad Sumartono Sunaryo Sunaryo Susilowati , Sri Syafirah, Nurmaya Syam Rahadi Thaufiqur Rochman, Achmad Tintrim Rahayu, Tintrim Toriq Nur Satrio Prayoga Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum Unung Lesmanah Unung Lesmanah Usman Ali Usman Ali Utomo, Moch Luthfi Hadi Verdianto, Ageng Prima Wijaya, Ega Adi Wulang, Chairul Usman Muhammad Yanti Nurjaya, Maria Indradi Yudha Apridho Al Ghani