Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN BAKING POWDER TERHADAP OVERRUN DAN DAYA LELEH ES KRIM Iva Siska Anggraeni Devitasari; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh penambahan baking powder terhadap overrun dan daya leleh es krim. Materi yang digunakan adalah susu segar, gula, santan, perasa, kuning telur, dan baking powder (Natrium bikarbonat), gelas takar, panci, kompor, timbangan digital, blender, timer, mixer, refrigerator dan  freezer. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya adalah penambahan baking powder dalam adonan es krim. Adapun perlakuannya P0 = tanpa penambahan baking powder (0%), P1 = penambahan baking powder 0,625%, P2 = penambahan baking powder 1,25%, P3 = penambahan baking powder 2,5%. Variabel yang diamati overrun dan daya leleh es krim. Analisa data yang digunakan adalah analisis ragam dan dilanjut uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penambahan baking powder dalam pembuatan es krim berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai overrun dan daya leleh es krim. Nilai rata-rata overrun (%) P0 = 21,62a P1 = 25.46b, P2 = 33,86d, P3 = 32,68c. Nilai rata-rata daya lelehnya (menit) P0 = 22.28a, P1 = 23.24b, P2 = 24.12b, P3 = 24.10b. Kesimpulannya penambahan baking powder meningkatkan overrun dan daya leleh es krim. Penambahan baking powder terbaik sebanyak 14,85 gr (1,25%) mampu menghasilkan overrun sebesar 33,86% dan daya leleh 24.12 menit. Disarankan untuk menggunakan baking powder dengan konsentrasi 1,25% dari total adonan es krim dan melakukan pemixeran lebih dari 1x dalam proses pembuatan es krim. Perlu penelitian lanjutan mengenai  kandungan protein dan lemak serta uji organoleptik.Kata Kunci: Overrun, daya leleh , baking powder. 
ANALISA KUALITAS MADU AKASIA, KARET DAN RANDU PRODUKSI PT KEMBANG JOYO SRIWIJAYA Nanda Agustia Nasharuddin; Sunaryo Sunaryo; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kualitas madu akasia, randu, dan karet berdasarkan kadar air, brix, dan pH. Materi yang digunakan pada penelitian kali ini adalah 3 jenis madu yaitu: madu akasia, karet dan randu produksi PT Kembang Joyo Sriwijaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini studi kasus. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, variabel yang diamati adalah kadar air, brix dan pH. Data yang diperoleh dari penelitian kemudian dianalisis menggunakan analisis of varian (ANOVA) one way. Apabila berpengaruh akan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan bahwa madu akasia , karet dan randu tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap kadar air dan brix. Kadar air madu Akasia adalah 20,8% pada madu Randu 21,2% dan pada madu Karet 21,2%. Brix pada madu Akasia adalah 75,8%, pada madu Randu 77,2% dan pada madu Karet 76,8%. Hasil analisa ragam jenis madu akasia, randu dan karet berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap nilai pH, dengan nilai rataan 3,82a pada madu Akasia, 4,60b pada madu Karet dan 4,66b pada madu Randu. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kualitas madu Akasia, Karet dan Randu tidak berbeda  tetapi memiliki pH yang berbeda, ketiga jenis madu yang diteliti memenuhi Standar Nasional Indonesia pada parameter kadar air, brix dan pH dengan kualitas sangat baik.Kata kunci : akasia, randu, karet, kadar air, brix, pH.
PENGARUH JENIS KEMASAN DAN LAMA SIMPAN PADA SUHU REFRIGERATOR TERHADAP TOTAL ASAM DAN JUMLAH BAKTERI ASAM LAKTAT YOGHURT SUSU KAMBING Faiqul Mubarok; Mudawamah Mudawamah; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis kemasan dan lama simpan pada suhu refrigerator terhadap nilai keasaman dan jumlah bakteri asam laktat’yoghurt susu kambing.’Materi yang digunakan’dalam penelitian ini yaitu susu kambing sebanyak 2,1 liter, starter komersial, Jenis Plastik PET 9 pieces dan HDPE 9 pieces, media MRS agar 65 gr, aquades 4 liter, alkohol 70% 600 ml, alumunium foil 3 pcs, indikator penolpthalein, NaOH, kapas dan plastik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan Nested Design (pola tersarang) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu total asam dan jumlah bakteri asam laktat yoghurt susu kambing. Data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of varians (ANOVA) serta dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) untuk mengetahui perbedaan pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis kemasan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total asam dan jumlah BAL yoghurt susu kambing. Rataan total asam  (%) yaitu K1=1,05, K2=1. Rataan total BAL (log CFU/ml) K1=7,03, K2=7,02. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama simpan dalam berbagai kemasan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total asam dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah BAL. Rataan total asam  (%) yaitu K1L1=0,92a, K1L2=1,07a, K1L3= 1,15b, K2L1=0,93a, K2L2=1,00a, K2L3=1,08a. Rataan total BAL (log CFU/ml) K1L1=6,81a,K1L2=6,71a, K1L3=7,57b, K2L1=6,88a,K2L2=7,02a, K2L3=7,16a. Disimpulkan bahwa dalam pembuatan yoghurt yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) hendaknya dibuat dengan lama simpan 16 hari (kemasan PET) serta lama simpan 12 dan 16 hari (kemasan HDPE) pada suhu 7oC.
PENGARUH INTERVAL PEMERAHAN SAPI PERAH PFH TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS SUSU Muhammad Havizh Al-Azhar; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh interval pemerahan terhadap produksi dan kualitas susu PFH. Materi yang digunakan pada penelitian ini meliputi 9 ekor sapi perah PFH (umur 2-3 tahun, bulan laktasi ke 3, dan nilai BCS 3-4 dengan pakan yang sama). Metode yang digunakan yaitu eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah A1 = 13 jam, A2 = 11 jam, dan A3 = 9 jam. Variabel yang diamati yaitu jumlah produksi susu, kadar lemak, SNF, dan Resazurin. Data yang diperoleh dianalisis ragam (ANOVA), dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian pada interval pemerahan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi susu (liter) pemerahan pagi yaitu A1=16,11b; A2=14,13a; dan A3=14,11a dan pemerahan sore yaitu A1=8,14b; A2=7,19a; dan A3=7,29a. Interval pemerahan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap lemak, SNF, dan resazurin susu pada pemerahan pagi dan sore. Rata-rata kadar lemak (%) pemerahan pagi yaitu A1=3,24, A2=3,46, dan A3=3,51 dan kadar lemak pemerahan sore yaitu A1=4,33, A2=4,36, dan A3= 4,56. Rata-rata SNF (%) pemerahan pagi yaitu A1=7,82, A2=7,83, dan A3=7,8 dan SNF pemerahan sore yaitu A1=8,04, A2=8,01, dan A3=7,93. Rata-rata nilai resazurin (score) pada pemerahan pagi yaitu A1=7,67, A2=8, dan A3=8 dan nilai resazurin pada pemerahan sore yaitu A1=8,04, A2=8,01, dan A3=7,93. Kesimpulan penelitian ini yaitu interval pemerahan berpengaruh terhadap produksi susu pagi dan sore, namun tidak berpengaruh terhadap lemak, SNF, dan Resazurin. Interval pemerahan panjang (13 jam) menghasilkan produksi susu yang optimal dengan rata-rata 16,12 liter dan 8,14 liter.Kata Kunci: Interval Pemerahan, Produksi Susu, Kualitas Susu, Sapi PFH. 
POTENSI DAUN RAMI (BOEHMERIA NIVEA) SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA (ARTICLE REVIEW) Luluh Anggriani; Badat Muwakhid; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan review ini untuk mengkaji potensi daun rami (Boehmeria nivea) sebagai pakan ternak ruminansia. Daun rami merupakan bagian dari“tanaman tahunan yang berbentuk rumpun mudah tumbuh dan dikembangkan”didaerah“tropis, serta tahan terhadap penyakit dan hama. Daun rami mengandung serat kasar sebesar 24-45%, protein kasar 21-32%, lignin 3-10%.”Ternak ruminansia secara fisiologis membutuhkan. pakan sumber serat yang berasal dari hijauan seperti rumput dan leguminosa agar pencernaanya dapat berlangsung.dan berfungsi secara normal. Pakan merupakan hal yang sangat penting dalam usaha peternakan yang dapat menunjang hasil”produktivitas ternak dan memberikan sumbangan besar terhadap total pembiayaan dalam usaha peternakan. “Metode yang digunakan dalam” review ini adalah  studi literatur,” kajian pustaka dan kajian teoritis, landasan teori, telaah pustaka (literatur reviuw, article review) dan tinjauan teoritis. Hasil review artikel menunjukkan bahwa: daun  Boehmeria nivea  memiliki  potensi  yang sangat  besar sebagai pakan hijauan kaya protein, mengandung bahan kering 16,15 - 20%, protein kasar 16,35 - 23%, lemak kasar 4-6,36% dan serat kasar 20 - 24% yang menyisakan bahan BETN 44,18 - 46%, mineral Ca 6%, namun phosphor <1% (dalam BK), daun Boehmeria nivea  dapat dijadikan bahan olahan hijauan seperti pellet, hay, dan sillase. Pemanfaatan daun rami  Boehmeria nivea sebagai bahan pakan ternak ruminansia sangat baik, karena tiap hektar mampu menghasilkan 225 ton -  600 ton asfed per tahun sehingga dapat menunjang hingga 3093 sampai 8250 ternak ruminansia.Kata kunci: rami, pakan, ternak ruminansia
EVALUASI PERFORMA PRODUKSI KAMBING SAPERA PADA PEMBERIAN PAKAN FERMENTASI DENGAN PROTEIN YANG BERBEDA Achsan Sabilan Al Falah; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisa performa produksi kambing Sapera pada pemberian pakan fermentasi dengan protein berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 9 ekor kambing Sapera betina umur 8-10 bulan dengan  bobot badan berkisar antara 11,4-17,8 kg. bahan pakan meliputi kangkung kering, konsentrat, rendeng kedelai, dedak padi, pollard, EM4, molasses. Metode penelitian eksperimen menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari 3 kelompok dan 3 perlakuan. Perlakuannya adalah pakan fermentasi dengan tingkat protein yang berbeda P1= 12%, P2= 14%, P3= 16%. Variabel dalam penelitian meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Analisis data menggunakan perhitungan ANOVA, dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pakan fermentasi dengan protein berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi, konversi pakan dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan. Pada kelompok bobot badan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan, serta konversi pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05).  Rata-rata konsumsi pakan (ekor/hari) pada P1= 530,66agr, P2= 553,59bgr, P3= 583,36cgr, K1= 533,02agr, K2= 551,08bgr dan K3= 583,50cgr. Rata-rata pertambahan bobot badan (ekor/hari) P1= 22,57agr, P2= 28,63bgr, P3= 34,53cgr, K1= 24,30agr, K2= 29,13bgr dan K3= 32,30bgr. Nilai konversi pakan P1= 23,53a, P2= 19,63ab, P3= 17,16b, K3= 18,79, K2= 19,37 dan K1= 22,16. Disimpulkan bahwa tingkat protein kasar (PK) berpengaruh terhadap konsumsi pakan, berpengaruh terhadap pertambahan bobot badan dan menurunkan konversi pakan. Hasil terbaik penelitian didapat pada pakan fermentasi level PK 16% kelompok bobot badan besar 16,5 Kg. Kata Kunci : Tingkat protein, performa, kambing Sapera.
DAYA DUKUNG TANAMAN AKASIA (Acacia crassicarpa) DENGAN UMUR YANG BERBEDA SEBAGAI SUMBER PAKAN LEBAH Apis mellifera DI TANJUNG JABUNG PROVINSI JAMBI Ahmad Bayu Kusuma; M. Farid Wadjdi; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengkaji perbedaan umur tanaman Acacia crassicarpa sebagai sumber nektar ditinjau dari volume sekresi nektar, produksi madu dan kadar gula nektar yang dihasilkan oleh lebah Apis mellifera. Materi dalam penelitian ini adalah Apis mellifera sebanyak 18 stup (kotak) dengan jumlah masing-masing stup dengan 6 sisiran sarang. Tanaman Acacia crassicarpa umur 3, 6 dan 9 bulan di lokasi yang sama. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) ada 3 perlakuan dan 6 ulangan. Data yang diperoleh dari penelitian kemudian dianalisis statistik menggunakan analisis of varian (ANOVA) one way dan nilai, dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil dari penelitian menunjukan bahwa umur tanaman Acacia crassicarpa berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap sekresi nektar dan produksi madu, serta tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar gula nektar. Hasil rataan sekresi nektar yaitu P1= 0,25a ml/pohon, P2= 0,27b ml/pohon, P3= 0,28b ml/pohon. Hasil rataan produksi madu yaitu P1= 5,51a kg/pohon, P2= 5,77ab kg/pohon, P3= 6,22b kg/pohon. Hasil rataan kadar gula nektar P1= 6,7%, P2= 6,79%, P3= 6,98%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah umur tanaman Acacia crassicarpa berpengaruh terhadap sekresi nektar dan produksi madu, dan tidak berpengaruh terhadap kadar gula nektar. Umur tanaman Acacia crassicarpa yang produktif digunakan sebagai pakan lebah adalah 6 dan 9 bulan. Disarankan bagi peternak lebah agar meletakkan koloni lebahnya di lokasi umur 9 bulan. Dapat dilakukan penelitian lanjutan dengan proses pemanenan diumur 21 hari atau 30 hari.Kata kunci : Acacia crassicarpa,  Apis mellifera, Madu, Nektar, sisiran.
EVALUASI PEMELIHARAAN INDUK KAMBING SAANEN LAKTASI DAN ANALISIS KUALITAS SUSU SEGAR DI KECAMATAN BATU, KOTA BATU M. Basid Sidiq; Usman Ali; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemeliharaan induk kambing laktasi dan menganalisis kualitas susu segar di peternakan kambing Saanen Kecamatan Batu, Kota Batu. Materi penelitian adalah 24 ekor induk laktasi kambing perah Saanen di peternakan Dr Goat dan 6 ekor induk laktasi kambing perah Saanen di peternakan H2 Farm, serta lactoscan. Metode penelitian adalah studi kasus dengan wawancara dan kuisioner. Penentuan sample secara purposive dan pengambilan sampel secara keseluruhan induk laktasi dengan kriteria kambing perah yang sedang laktasi 3-5 sekitar umur 3 sampai 4,5 tahun. Variabel yang diamati adalah kasus pemeliharaan dan kualitas susu kambing segar. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi manajemen pemeliharaan kambing dilakukan secara intensif, pemilihan bibit yang unggul, kandang panggung, pakan hijauan rumput odot secara ad libitum dan kosentrat pollard mixfeed ½ kg 2x1 hari, perkawinan alami, kesehatan dengan obat cacing, biosecurity dengan penyemprotan disinfektan. Hasil uji kualitas susu susu segar Dr Goat kadar lemak susu 4,58%, kadar bahan kering tanpa lemak 7,77%, kadar protein 3,69% , laktosa 3,48% , temperatur 29,40°C, water 16,92%, salt 0,52%. Kualitas susu H2 Farm kadar lemak susu 6,32%, kadar bahan kering tanpa lemak 8,84% , kadar protein 4,21% , laktosa 3,96% dan temperatur 27,80 °C, water 02,30%, salt 0,66%. Kesimpulan pemeliharaan induk kambing perah Saanen di kedua peternakan Kota Batu sudah sesuai prosedur Permentan mengenai pedoman budidaya kambing perah yang baik berdasarkan kondisi fisik dan pemeliharaan. Kualitas susu kambing segar berdasarkan uji fat, snf, laktosa, protein dan temperatur di peternakan kambing perah telah memenuhi standar susu segar.Keywords: Pemeliharaan Kambing, kualitas susu, adlibitum
PENGARUH BIO ORGANIK SUMPLEMEN (BOS) TERHADAP BOBOT, INDEKS BENTUK DAN TEBAL KULIT TELUR AYAM ISA BROWN DI ATAS UMUR 64 MINGGU Dwi Aji Andrianto; Sunaryo sunaryo; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh BOS terhadap bobot, indeks dan tebal kulit telur ayam petelur di atas umur 64 minggu. Materi penelitian ini menggunakan BOS yang dicampur dengan air minum dan ayam petelur sebanyak 120 ekor terdiri umur 64, 72 dan 92 minggu. Setiap unit percobaan terdiri dari 10 ekor. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 3 kelompok umur K1 (62 minggu), K2 (72 minggu) dan K3 (92 minggu). dan 4 perlakuan. Perlakuannya terdiri dari pemberian BOS 0 ml/liter air minum asebagai kontrol (P0), 0,5 ml/l air (P1), 0,75 ml/l air (P2), dan 1ml/l air (P3). Data yang diperoleh dianalisis ragam dan dilanjut dengan uji Beda NyataTerkecil. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa umur dan perlakuan pemberian dosis (BOS) pada air minum berpengaruh sangat nyata terhadap bobot, indeks dan tebal kulit telur (P<0,01). Rata-rata bobot telur (g) K1;70,050a, K2; 70,5250b, K3; 70,9450c. Rata-rata bobot telur (g) P0 ;69,7770a , P1: 70,450b, P2 : 70,7670bc, P3: 71,0330c. Rata-rata indeks telur K1; 76,240c ,K2; 74,758b, K3; 73,810a. Rata-rata indeks telur P0: 71,54a, P1: 73,93b, P2: 76,43b, P3: 77,85c. Ratarata tebal kulit (mm) K1;0,4000c, K2; 0,3920b, K3; 0,3830a. Rata-rata tebal kulit telur (mm) P0: 0,3810a .P1: 0,3910ab, P2: 0,3940b, P3: 0,399b. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan BOS meningkatkan bobot dan indeks bentuk telur, serta mempertebal kulit telur. Pemberian BOS pada air minum yang terbaik pada dosis 0,75ml/l air. Untuk memperbaiki kualitas telur ayam petelur umur di atas 64 minngu disarankan menggunakan BOS dalam air minum dengan dosis 0,75 ml/l.Kata kunci : Bio Organic Suplemen (BOS), bobot telur, indeks telur, tebal kulit telur
PENGARUH PENAMBAHAN BIO ENZIM PLUS PROBIOTIK Lactobacillus salivarius TERHADAP PROTEIN EFISIENSI RASIO DAN INCOME OVER FEED COST (IOFC) BURUNG PUYUH Fathor Rahman; Farid Wadjdi; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pene1itian ini memiliki tujuan dalam mengana1isis pengaruhnya tingkat tambahan bio enzim plus probiotik Lactobacillus salivarius terhadap protein efisiensi rasio (PER) dἀn incȯme ȯver fệed cost (IOFC) burung puyuh. Literasi materi yang dỉgunἀkan yἀitu pakan komersial, bio enzim plus probiotik Lactobaci1lus salivἀrius, dἀn burunḡ puỷuh (Coturnix-coturnix japonica) betἀnἀ umur 90 hari sebἀnyak 320 ekȯr. Pengguanaan mệtȯdệ yἀng diterἀpkan dἀlam penelitian merupakan eksperimen, dengan menggunakaȵ Rancaἀgan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 per1akuan dan 4 u1angan, masing – masing ulἀngἀn terdapat 20 ekȯr burunḡ puyuh sệhinggἀ total sampel berjumlah 320 ekor dengan P0= pakan komersial tanpa probiotik Lactobacillus salivarius, P1= pakan komersial + probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsu1asi plus bio enzim 1,5g/kg, P2= pἀkἀn komersia1 + probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsu1asi + bio enzim 3g/kg, P3= pakan komersial + probiȯtỉk Lactobacỉllus salỉvarius terenkapsulἀsi plus bio enzim 4,5g/kg. Varỉabe1 yang digunἀkan adalah PER dan IOFC. Dἀtἀ yἀng diperȯleh dari penelitỉan dianἀlisa dengan menggunakan  uji ANOVA (Analysis of Varians) dan dilanjutkan dengan uji BNT. Anἀlisis ragἀm ṁenunjukkἀn bahẇa penἀmbahἀȵ bioenzim plus probiotik Lactobacillus salivarius berpengἀruh nyata (P<0,05) tỷrhἀdἀp PER dan IOFC. Rata-rata PER puyuh dari masing- masing perlakuan yaitu P0 : 1,62a, P1 : 1,69ab,P2 : 1,73ab, P3 : 1,80b. Rata – rata IOFC burung puyuh dari masing-masing perlakuan yaitu perlakuan P0 : Rp 20.613a, P1 : Rp 21.209a, P2 : Rp 21.927ab, P3 : Rp 22.804b. Kesimpulannya yaitu penambahan bio enzim plus probiotik Lactobacillus salivarius dapat meningkatkan PER dan IOFC. Penambahan probiotik Lactobacillus salivarius sebanyak 4,5 g/kg pakan dengan  hasil yang diperoleh terbaik melalui rataan PER 1,80 dan IOFC Rp 22.803,50.Kata kunci: burung puyuh (Coturnix-coturnix japon1ca), protein efisiensi rasio, income over feed cost (IOFC), bio enzim, lactobacillus salivarius.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abiwardhani, Alif Brillian Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achsan Sabilan Al Falah Ahlul Ilham Mahayana Ahmad Bayu Kusuma Ahmad Fadholi, Ahmad Ahmad Fa’iqin Alik Maulidiyah Andi Kausar Arisandi Arfin Angga Saputra Armada armada Azmi, Ahmad Faruq Badat Muwakhid Bagus Singgih Putra Pratama Dhana Bayu Pratama, Bima Sakti Bustami Fauzan Daniar Dwi Absari Dedi Suryanto Desirma Cipta Masnaly Desy Desy Dicky Ari Pratangga Dinasari, Irawati Dwi Aji Andrianto Edi Hartono Edy Purwanto Fadilla, Zahra Jinan Fadillah, Daffa Akbar Faiqul Mubarok Fajar Bayu Dwi Kurniawan Fanani, Khoirul Farid Wadjdi Fathor Rahman Fatimah Azzahra Firda Uswatun Khotimah Fitriani Fitriani Hae, Nabila Latifa Hairil Ansyarif Hamdan Has Hariri, Moh Hulwani Rujianto, Alif Noval Ibrahim, Ismet Igo Athief Naufal, Maulana Ilmayana Husnia In&#039;am Maulidha Rizaldy Inggit Kentjonowaty Inggit Kentjonowaty Intan Dwi Novieta, Intan Dwi Irawati Dinasari Irawati Dinasari Retnaningtyas Irawati Dinasari Retnaningtyas Irmayani Irmayani Ita Athia Iva Siska Anggraeni Devitasari Kentjonowaty , Inggit Khadafi, Muhammad Rahul Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Kusnarida, Elif Luluh Anggriani M Nurkholis M. Basid Sidiq M. Farid Wadjdi Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masnaly, Desirma Cipta Maulana, Robby Rizaldi Merlita Herbani Mochammad Endrian Novabrianto Mu’is, Muhammad Mubaraq, Ghusni Mudawamah Mudawamah Muhamad Farid Wadjdi Muhammad Faisal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Havizh Al-Azhar Muhammad Mu’is Muhammad Nizham Pradiptha Muhammad Wahyu Indra c Lasmana Mujahidin, Muhammad Wildan Musoffin, Abdul Nabilla Putri A Nanda Agustia Nasharuddin Nisa’us Sholikah Norizan Norizan Novi Apriyanti Nur Fajar Azizi Nur Laili Azizah Nur Laili Azizah Nurazka, Nauval Nurul Friska Maulidah Nurul Humaidah Nurul Jadid Mubarokati Oktriza Melfazen Oktriza Melfazen Oktriza Melfazen Prasetya Gusti Samiaji Purnama, Shelly Eka R, Rasidin Rahmat Dianto Rasbawati, Rasbawati Retnaningtyas, irawati Dinasari Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rifkas, Alvin Paradiptya Rita Dewi Antika Rizal Ilmi Rahmatulloh Rizki Rizki Sadewa, Jihad Sahidan Rais Salsabila, Maulida Santosa, David Kusworo Budi Setiawan, Tri Bagus Sihabudin, Agus Sirojuddin, Khidzir Siti Aminah Anwar Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sultoni, Muhammad Sumartono Sunaryo Sunaryo Susilowati , Sri Syafirah, Nurmaya Syam Rahadi Thaufiqur Rochman, Achmad Tintrim Rahayu, Tintrim Toriq Nur Satrio Prayoga Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum Unung Lesmanah Unung Lesmanah Usman Ali Usman Ali Utomo, Moch Luthfi Hadi Verdianto, Ageng Prima Wijaya, Ega Adi Wulang, Chairul Usman Muhammad Yanti Nurjaya, Maria Indradi Yudha Apridho Al Ghani