Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KULIT PISANG KEPOK TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK DAN KEEMPUKAN NUGGET DAGING KELINCI Hariri, Moh; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penambahan tepung kulit pisang kepok terhadap kualitas organoleptik (aroma, warna, tekstur dan rasa) serta keempukan nugget daging kelinci. Materi yang digunakan pada penelitian yakni daging kelinci New Zealand White, tepung maizena, telur, tepung panir, panci, penggiling daging, timbangan digital, alat penggoreng, alat pengukus, alat penetrometer dan form organoleptik. Metode pada penelitian ini adalah percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 kali ulangan, berikut perlakuannya antara lain: P0: (Daging kelinci tanpa penambahan tepung kulit pisang kepok), P1: (tepung kulit pisang kepok 20%), P2: (tepung kulit pisang kepok 30%), P3: (tepung kulit pisang kepok 40%). Variabel yang diamati adalah organoleptik dan keempukan nugget daging kelinci. Analisis data yang digunakan adalah analisis ragam (ANOVA), jika hasil ANOVA menunjukkan hasil nyata atau sangat nyata maka dilakukan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan tepung dari kulit pisang kepok tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap aroma, tekstur dan keempukan nugget. Namun, berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap warna dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap rasa nugget. Nilai modus pada organoleptik warna (P1 = 2a, P3 = 2a. P0 = 4b, P2 = 4b) dan nilai modus organoleptik rasa (P2 = 1a, P3 = 1a, P1 = 3b, P0 = 4b). Nilai rata-rata keempukan yakni (P0 = 5,59 N, P1 = 10,15 N, P2 = 10,85 N dan P3 = 10,91 N). Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung kulit pisang kepok mempengaruhi warna dan rasa nugget, namun tidak mempengaruhi aroma, tekstur dan keempukan daging kelinci New Zealand White. Penambahan tepung kulit pisang kepok sebanyak 20% mampu menghasilkan nugget dengan kriteria terbaik organoleptik aroma P0 = 4 (sangat beraroma nugget), organoleptik warna P0 = 4 (sangat berwarna coklat), organoleptik tekstur P2 = 4 (sangat kenyal), organoleptik rasa P0 = 4 (sangat gurih) dan keempukan (P0 = 5,59 N). 2.        Perlu adanya penelitian lebih lanjut terkait kadar protein dan serat kasar pada nugget. Kata kunci : keempukan, hasil nugget, kelinci, tepung kulit pisang.
EVALUASI KUALITAS KADAR AIR DAN WATER HOLDING CAPACITY (WHC) DAGING SAPI BRAHMAN BERDASARKAN UMUR POTONG DI RPH GADANG KODYA MALANG Bayu Pratama, Bima Sakti; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sapi Brahman ialah ternak penghasil daging yang baik dengan umur potong yang optimal. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis kualitas daging Sapi Brahman berdasarkan umur potong di RPH Gadang Kodya Malang. Materi utama pada penelitian ini adalah 1,8 kg has dalam dari daging sapi Brahman, serta botol timbang/cawan petri kecil, eksikator, timbangan analitik, timbangan ohaus, oven, alat penjepit, pisau, gunting, kertas whatman no. 41, kertas grafik, lempengan kaca, alat tulis, plastik dan beban pemberat 35 kg sebagai alat dalam penelitian. Metode penelitian yang diterapkan berupa studi kasus dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang didasarkan pada bobot badan. Penelitian ini melibatkan tiga perlakuan umur potong, yaitu: P1 (5 tahun), P2 (6 tahun), dan P3 (7 tahun), dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak enam kali, sehingga terbentuk enam kelompok. Parameter yang diamati mencakup kadar air dan kapasitas mengikat air (Water Holding Capacity/WHC) daging. Untuk analisis data, digunakan uji ANOVA (Analysis of Variance), yang kemudian dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) apabila terdapat pengaruh yang signifikan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya rata-rata kadar air (%) daging sapi Brahman adalah P1 = 51,64ᵇ, P2 = 49,86ᵃᵇ, dan P3 = 47,11ᵃ, sedangkan rata-rata WHC (%) ialah P1 = 38,84ᵇ, P2 = 35,03ᵃᵇ, dan P3 = 33,50ᵃ. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwasanya umur potong memberikan pengaruh terhadap kadar air dan WHC daging sapi Brahman di Rumah Potong Hewan (RPH) Gadang. Umur potong yang layak pada sapi Brahman di RPH Gadang adalah umur 5 tahun.Kata Kunci : Daging Sapi Brahman, Umur Potong Daging, Studi Kasus, Kualitas Daging.
PENGARUH PERENDAMAN DAGING ITIK AFKIR DENGAN SARI DAUN KENIKIR TERHADAP KADAR AIR DAN WATER HOLDING CAPACITY (WHC) Nurazka, Nauval; Puspitarini, Oktavia Rahayu; dinasari, irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman daging itik afkir menggunakan sari daun kenikir terhadap kadar air dan Water Holding Capacity (WHC). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pangan Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang pada tanggal 29 Juli hingga 29 Agustus 2024. Materi yang digunakan meliputi daging itik afkir bagian dada seberat 100 gram serta sari daun kenikir. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas empat perlakuan yakni P0, P1, P2, P3 dan lima ulangan. Proses perendaman dilakukan selama 45 menit pada masing-masing konsentrasi perlakuan. Variabel yang dianalisis adalah kadar air dan WHC yang menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman daging itik afkir dalam sari daun kenikir tidak pengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar air maupun WHC. Rata-rata kadar air (%) berturut-turut untuk perlakuan P0, P1, P2, dan P3 adalah 76,21; 77,33; 78,43; dan 77,54. Sedangkan nilai WHC (%) masing-masing adalah 50,69; 53,28; 54,37; dan 52,16. Disimpulkan bahwa perendaman dalam sari daun kenikir dengan konsentrasi hingga 20% selama 45 menit belum mampu memberikan perubahan signifikan terhadap kadar air dan WHC daging itik afkir. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi konsentrasi dan waktu perendaman yang lebih optimal serta variabel lain seperti keempukan dan susut masak.Kata kunci: daun kenikir, daging itik afkir, kadar air, WHC, perendaman.
NILAI pH DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK DAGING SAPI BRAHMAN BERDASARKAN UMUR POTONG DI RPH GADANG KODYA MALANG Thaufiqur Rochman, Achmad; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sapi Brahman adalah jenis ternak yang unggul dalam produksi daging, dengan usia potong yang ideal untuk menghasilkan daging secara efisien. Tujuan penelitian ini ialah mengevaluasi serta menganalisis tingkat keasaman (pH) dan mutu organoleptik daging sapi Brahman dengan mempertimbangkan perbedaan umur potong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Gadang, Kota Malang. Sampel yang digunakan ialah 1,8 kg bagian has dalam daging sapi Brahman, dengan alat pengukur meliputi pH meter, cawan petri, gelas ukur, timbangan analitik, beaker glass, talenan, pisau, cobek dan ulekan, pinset, serta alat tulis sebagai perlengkapan penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) berdasarkan bobot badan, terdiri dari tiga perlakuan dan enam kelompok, yaitu P1 (umur potong 5 tahun), P2 (umur potong 6 tahun), dan P3 (umur potong 7 tahun). Setiap perlakuan dalam penelitian ini dilakukan sebanyak enam ulangan. Parameter yang diamati mencakup nilai pH serta atribut organoleptik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Analisis Ragam (ANOVA), dan apabila ditemukan pengaruh yang signifikan, analisis dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Berdasarkan hasil ANOVA, diketahui bahwa umur potong sapi Brahman berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap nilai pH. Selain itu, hasil analisis juga memperlihatkan bahwa umur potong memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap warna dan tekstur daging. Sebaliknya, pada parameter aroma, tidak ditemukan pengaruh signifikan (P>0,05) dari umur potong terhadap karakteristik bau daging. Hasil yang diperoleh nilai rata-rata nilai pH daging sapi Brahman adalah P1:6,62b, P2:6,47ab,P3:6,24a, dan rata-rata kualitas organoleptik pada warna yaitu P1:1,17a (merah terang), P2:1,83ab (merah kegelapan), P3:2,33b (merah gelap). Nilai rata-rata pada aroma P1:1,17a (bau khas daging), P2:1,83ab (bau khas daging), P3:2,33b (bau khas daging). Nilai rata-rata pada tekstur P1:1,00a (halus), P2:1,67a (sedang), P3:2,50b (kasar). Temuan penelitian memperlihatkan bahwasanya umur potong daging sapi Brahman mempunyai dampak terhadap kualitas daging sapi Brahman di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Gadang, Kota Malang.Kata Kunci : Daging Sapi Brahman, Umur Potong Daging, Studi Kasus, Kualitas Daging
PERBEDAAN JENIS TELUR TERHADAP KADAR AIR DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK TELUR ASIN R, Rasidin; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perbedaan jenis telur terhadap kadar air dan kualitas organoleptik pada telur asin. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang pada periode 9 Januari hingga 10 Februari 2025. Bahan yang digunakan yaitu bubuk bata merah dan garam krasak dengan perbandingan 4:1. Metode yang diterapkan yaitu metode eksperimen dengan dua jenis perlakuan, P1 (telur ayam ras) dan P2 (telur itik), masing-masing dilakukan sebanyak 15 kali ulangan. Variabel yang diamati yaitu kadar air dan kualitas organoleptik, data dianalisis menggunakan uji T tidak berpasangan (Independent Samples T-Test). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) pada kadar air, dengan nilai rata-rata sebesar 28,13% untuk P1 dan 38,47% untuk P2. Selain itu, ditemukan pula perbedaan nyata (P<0,05) pada warna kuning telur dan tingkat kesukaan, warna kuning telur memiliki nilai rata-rata 3,47 untuk P1 dan 4,47 untuk P2, sedangkan tingkat kesukaan 3,33 (P1) dan 4,53 (P2). Sementara itu, tidak terdapat perbedaan yang nyata (P>0,05) pada rasa, aroma, tekstur, dan warna putih telur antara kedua perlakuan. Nilai rata-rata untuk rasa adalah 3,6 (P1) dan 3,67 (P2); aroma 3 (P1) dan 3,13 (P2), tekstur 2,73 (P1) dan 3,4 (P2), serta warna putih telur 3,53 (P1) dan 4,43 (P2). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan jenis telur terhadap kadar air dan kualitas organoleptik pada warna kuning telur dan kesukaan telur asin. Pada rasa, aroma tekstur dan warna putih telur tidak terdapat perbedaan. Telur itik menghasilkan telur asin dengan kadar air yang tinggi dan kuning telur berwarna kuning hingga sangat kuning dan tingkat kesukaan sangat suka.Kata Kunci : Telur Itik, Telur Ayam Ras, Kadar Air, Kualitas Organoleptik.
PENGARUH PERENDAMAN DAGING AYAM PETELUR AFKIR DALAM BERBAGAI KONSENTRASI SARI DAUN NANGKA TERHADAP KADAR AIR DAN WHC (WATER HOLDING CAPACITY) Sihabudin, Agus; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman daging ayam petelur afkir menggunakan sari daun nangka pada berbagai tingkat konsentrasi terhadap kadar air dan kemampuan daya ikat air (Water Holding Capacity/WHC). Eksperimen dilakukan di Laboratorium Universitas Islam Malang antara tanggal 25 Mei hingga 15 Juni 2025. Sampel penelitian terdiri atas daging dada ayam petelur afkir strain Lohman Brown serta daun nangka yang telah tua. Metode yang diterapkan adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan enam kali ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi: P0 (kontrol/tanpa perlakuan), P1 (konsentrasi 25%), P2 (35%), dan P3 (45%) dengan lama perendaman 45 menit. Parameter yang diamati meliputi kadar air dan WHC, yang dianalisis melalui uji ANOVA, serta dilanjutkan dengan uji BNT apabila ditemukan pengaruh yang signifikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa perendaman dengan sari daun nangka tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar air (P>0,05), namun memberikan efek sangat signifikan terhadap peningkatan WHC (P<0,01). Kadar air berkisar antara 75,82% hingga 77,65%, sedangkan WHC meningkat nyata dari 17,83% (P0) menjadi 47,36% (P3). Simpulan dari studi ini adalah perendaman menggunakan sari daun nangka 45% terbukti meningkatkan WHC tanpa mengubah kadar air. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji parameter lain seperti jumlah bakteri total, kadar protein, dan variasi durasi perendamanKata kunci: Ayam petelur afkir, Sari daun nangka, Kadar air, Daya ikat air, Mutu daging.
PENGARUH PERENDAMAN DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI SARI DAUN JAMBU BIJI TERHADAP KUALITAS INTERIOR TELUR AYAM RAS Sultoni, Muhammad; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penyimpanan telur ayam ras menjadi aspek signifikan yang berdampak pada mutu interior ayam. Tujuannya yaitu menilai efek perendaman dengan berbagai konsentrasi ekstrak daun jambu biji terhadap mutu interior telur ayam ras. Materi yang dipergunakan pada studi ini meliputi 24 telur ayam ras Lohman Brown berumur 1 hari, daun jambu biji merah tua, dan air. Variabel yang dianalisis mencakup Indeks Putih Telur, Indeks Kuning Telur, serta nilai Haugh Unit. Telur akan melalui perendaman dengan sari daun jambu biji selama 5 jam, selanjutnya disimpan di suhu ruang hingga 28 hari. Metode dari penelitian ini adalah eksperimen. Data yang didapat akan melalui analisis dengan mempergunakan uji ANOVA, jika diperoleh perbedaan secara signifikan maka diteruskan oleh pelaksanaan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Sesuai hasil yang didapat, perendaman telur ayam ras tidak memberi pengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap Indeks Putih Telur (IPT). Rata-rata nilai IPT pada setiap perlakuan yaitu: P0 sebesar 0,013; P1 sebesar 0,019; P2 sebesar 0,020; serta P3 sebesar 0,024. Perendaman pada telur ayam ras tidak menunjukkan pengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap Indeks Kuning Telur (IKT). Rata-rata nilai IKT pada perlakuan P0, P1, P2, serta P3 secara berurutan yaitu 0,190; 0,239; 0,207; serta 0,241. Hasil penelitian mengindikasikan perendaman telur ayam ras tidak menunjukkan pengaruh signifikan (P > 0,05) pada Haugh Unit. Rata-rata Haugh Unit yang diperoleh yaitu P0 : 34,03. P1 : 44,37. P2 : 45,85. P3 : 53,47. Kesimpulannya perendaman telur ayam ras dengan sari daun jambu biji tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas interior telur, yang meliputi IPT, IKT, serta Haugh Unit. Telur yang melalui perendaman dalam larutan konsentrasi 30% memperlihatkan kualitas interior lebih baik.Kata Kunci : Telur ayam ras Lohman Brown, sari daun jambu biji merah
PENGARUH PERENDAMAN DAGING KAMBING KACANG DENGAN PEMBERIAN INFUSA DAUN SALAMM (SYZYGIUM POLYANTUM), TERHADAP KADAR AIR DAN KEEMPUKAN Ibrahim, Ismet; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak perendaman daging kambing Kacang menggunakan infusa daun salam terhadap kandungan air dan tingkat keempukan daging. Sampel yang digunakan berupa daging kambing Kacang berusia dua tahun dengan bobot 700 gram, diambil dari bagian has dalam. Bahan tambahan berupa daun salam seberat 900 gram digunakan untuk pembuatan infusa. Peralatan yang digunakan meliputi timbangan analitik, oven, desikator, gelas ukur, botol timbang, pisau, talenan, plastik, alat tulis, stopwatch, serta Warner-Bratzler Shear Force untuk mengukur keempukan. Penelitian ini dirancang menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari empat perlakuan dengan lima kali ulangan. Rincian perlakuan meliputi: P0 (kontrol, tanpa infusa daun salam), P1 (perendaman dengan infusa daun salam 5%), P2 (10%), dan P3 (15%). Seluruh perlakuan dilakukan dengan durasi perendaman selama 45 menit. Parameter yang diamati mencakup kadar air dan keempukan daging. Analisis data dilakukan dengan uji One-Way ANOVA, dan apabila terdapat perbedaan yang signifikan, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian infusa daun salam dalam proses perendaman daging kambing memberikan pengaruh yang sangat signifikan (P<0,01) terhadap kedua variabel yang diamati. Rata-rata kandungan air masing-masing perlakuan adalah sebagai berikut: P0 = 32,68%, P1 = 38,21%, P2 = 42,27%, dan P3 = 49,95%. Sementara itu, hasil pengukuran tingkat keempukan menunjukkan nilai: P0 = 27,61 N, P1 = 33,87 N, P2 = 38,52 N, dan P3 = 43,51 N. Dapat disimpulkan bahwa infusa daun salam berkontribusi nyata dalam meningkatkan kadar air dan keempukan daging kambing Kacang. Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi 15% dengan waktu perendaman 45 menit, yang menghasilkan daging dengan kelembapan lebih tinggi serta tekstur yang lebih empuk.. Kata Kunci : Perendaman, Pemberian Infusa Daun Salamm, Kadar Air dan Keempukan
PENGARUH UMUR TELUR TERHADAP NILAI pH DAN KADAR AIR MAYONNAISE Azmi, Ahmad Faruq; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh umur telur terhadap nilai pH dan kadar air pada produk mayonnaise. Bahan yang digunakan antara lain telur ayam ras Lohman brown pada puncak produksi berumur (39 minggu). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan tiga perlakuan dengan sembilan ulangan, yaitu telur yang disimpan pada suhu berkisar ± 25°C - 28°C, dengan variasi umur simpan (P1) 1, (P2) 4, dan (P3) 8 hari. Parameter yang diamati adalah nilai pH dan kadar air mayonnaise. Analisa data menggunakan uji ANOVA (Analysis of Varience). Hasil analisis menunjukkan bahwa umur telur (P>0,05) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap nilai pH dan kadar air mayonnaise. Rata-rata nilai pH yang dihasilkan adalah (P1) 4,89, (P2) 4,94, (P3) 5,06. Sedangkan kadar air menghasilkan rata-rata (P1) 35,16%, (P2) 36,72%, (P3) 37,58%. Kesimpulan yang dihasilkan pada penelitian ini adalah umur telur tidak berpengaruh nyata terhadap nilai pH dan kadar air mayonnaise, telur segar berumur 1 hari menghasilkan produk mayonnaise dengan kualitas yang lebih baik dengan hasil nilai pH (4,89) dan kadar air (35,16%). Saran pada penelitian ini adalah menggunakan telur berumur 1 hari pada pembuatan mayonnaise dan pada penelitian selanjutnya terkait viskositas dan total bakteri. Kata Kunci : Umur telur, Masa simpan, Mayonniase, Nilai pH, Kadar air.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KULIT PISANG KEPOK TERHADAP KADAR AIR DAN WATER HOLDING CAPACITY (WHC) NUGGET DAGING KELINCI Utomo, Moch Luthfi Hadi; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penambahan tepung kulit pisang kepok terhadap kadar air dan Water Holding Capacity (WHC) nugget daging kelinci. Materi yang digunakan meliputi daging kelinci New Zealand White (NZW) berumur 4 bulan bagian has dalam dan tepung kulit pisang kepok merah. Bahan lainnya ialah tepung panir, tepung maizena, telur, es batu, dan garam. Alat yang digunakan antara lain kertas saring Whatman no.42, kertas grafik, cawan porselen, eksikator, dua plat kaca, beban 35 kg, penggilingan daging, oven, timbangan analitik, freezer, dan pengukus. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri dari: P0 (tanpa tepung kulit pisang kepok), P1 (tepung kulit pisang kepok 20%), P2 (tepung kulit pisang kepok 30%), dan P3 (tepung kulit pisang kepok 40%). Variabel yang diamati adalah kadar air dan WHC. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) jika terdapat perbedaan nyata. Hasil analisis ragam menunjukkan penambahan tepung kulit pisang kepok tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar air dan WHC. Nilai rata-rata kadar air yaitu: P0 = 44,15%, P1 = 32,97%, P2 = 43,44%, P3 = 40,40%. Nilai rata-rata WHC: P0 = 31,99%, P1 = 29%, P2 = 36,52%, P3 = 36,37%. Berdasarkan hasil penelitian ialah penambahan tepung kulit pisang kepok 20%, 30%, 40% tidak mempengaruhi kadar air dan WHC nugget daging kelinci NZW. Disarankan penambahan tepung kulit pisang kepok kurang dari 20% serta perlu adanya penelitian lanjutan terkait kadar protein, karbohidrat, dan serat kasar nugget daging kelinci.Kata kunci: nugget, kadar air, water holding capacity, kelinci, tepung kulit pisang kepok.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abiwardhani, Alif Brillian Ahlul Ilham Mahayana Ahmad Fadholi, Ahmad Ahmad Fa’iqin Alik Maulidiyah Armada armada Azmi, Ahmad Faruq Badat Muwakhid Bayu Pratama, Bima Sakti Bustami Fauzan Daniar Dwi Absari Dedi Suryanto Desirma Cipta Masnaly Desy Desy Dicky Ari Pratangga Dinasari, Irawati Dwi Aji Andrianto Edi Hartono Edy Purwanto Fadilla, Zahra Jinan Faiqul Mubarok Fajar Bayu Dwi Kurniawan Fanani, Khoirul Fatimah Azzahra Firda Uswatun Khotimah Fitriani Fitriani Hae, Nabila Latifa Hairil Ansyarif Hamdan Has Hariri, Moh Ibrahim, Ismet Igo Athief Naufal, Maulana Ilmayana Husnia In&#039;am Maulidha Rizaldy Inggit Kentjonowaty Intan Dwi Novieta, Intan Dwi Irawati Dinasari Retnaningtyas Irmayani Irmayani Ita Athia Iva Siska Anggraeni Devitasari Khadafi, Muhammad Rahul Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Kusnarida, Elif Luluh Anggriani M Nurkholis M. Basid Sidiq Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masnaly, Desirma Cipta Maulana, Robby Rizaldi Merlita Herbani Mu’is, Muhammad Mubaraq, Ghusni Mudawamah Mudawamah Muhamad Farid Wadjdi Muhammad Faisal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Nizham Pradiptha Musoffin, Abdul Nanda Agustia Nasharuddin Nisa’us Sholikah Norizan Norizan Novi Apriyanti Nur Laili Azizah Nur Laili Azizah Nurazka, Nauval Nurul Friska Maulidah Nurul Humaidah Nurul Jadid Mubarokati Oktriza Melfazen Oktriza Melfazen Purnama, Shelly Eka R, Rasidin Rahmat Dianto Rasbawati, Rasbawati Retnaningtyas, irawati Dinasari Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rifkas, Alvin Paradiptya Rita Dewi Antika Rizki Rizki Sadewa, Jihad Sahidan Rais Salsabila, Maulida Setiawan, Tri Bagus Sihabudin, Agus Sirojuddin, Khidzir Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sultoni, Muhammad Sumartono Sunaryo Sunaryo Syafirah, Nurmaya Syam Rahadi Thaufiqur Rochman, Achmad Tintrim Rahayu, Tintrim Toriq Nur Satrio Prayoga Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum Unung Lesmanah Usman Ali Utomo, Moch Luthfi Hadi Wijaya, Ega Adi Wulang, Chairul Usman Muhammad Yanti Nurjaya, Maria Indradi