Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN BAKTERI Nitrobacter DAN Lactobacillus fermentum TERENKAPSULASI DALAM PAKAN TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL PADA BROILER Arfin Angga Saputra; Usman Ali; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan campuran bakteri Nitrobacter dan Lactobacillus fermentum terenkapsulasi dan perlakuan optimal dalam pakan terhadap persentase karkas dan lemak abdominal broiler. Materi yang digunakan yaitu broiler jantan umur 21 hari (finisher) sebanyak 64 ekor berat bobot badan awal 800-900 gram, pakan komersil, isolat Nitrobacter, isolat Lactobacillus fermentum, Maltodextrin10%, ZA1%, Maizena89%, dan media enkapsulasi. Metode yang digunakan adalah percobaan dengan menggunakan (RAL) 4 perlakuan dan 4 ulangan, masing-masing ulangan terdapat 4 broiler. Perlakuan yang diberikan ialah penambahan probiotik campuran Nitrobacter Sp dan Lactobacillus fermentum terenkapsulasi dalam pakan, terdiri dari: P0: Pakan komersil tanpa penambahan perlakuan (kontrol). P1: Pakan komersil dengan penambahan 0,15 % perlakuan. P2: Pakan komersil dengan penambahan 0,30% perlakuan. P3: Pakan komersil dengan penambahan 0,45% perlakuan. Variabel yang diamati yaitu persentase karkas dan lemak abdominal. Data yang didapatkan dalama penelitian ini diolah menggunakan analisis ragam (ANOVA), lalu berlanjut pada tahap uji (BNT). Penelitian ini menunjukkan tingkat penambahan campuran bakteri Nitrobacter dan Lactobacillus fermentum terenkapsulasi dalam pakan memiliki pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap persentase karkas dan persentase lemak abdominal broiler. Rataan persentase karkas yaitu : P0 = 72,84%a, P1 = 73,27%a, P2 = 74,29%b, dan P3 = 74,59%b. Rataan persentase lemak abdominal yaitu : P0 = 1,38%a, P1 = 1,26%a, P2 = 1,13%b, dan P3 = 1,11%bDisimpulkan bahwa engan ditambahnya campuran bakteri Nitrobacter dan Lactobacillus fermentum terenkapsulasi pada pakan mampu meningkatkan persentase karkas dan menurunkan persentase lemak abdominal broiler fase finisher. Penambahan campuran bakteri Nitrobacter dan Lactobacillus fermentum terenkapsulasi pada pakan sebanyak 0,3% lebih optimal. Kata Kunci : Broiler, Nitrobacter, Lactobacillus fermentum, Probiotik, Persentase Karkas, Persentase Lemak Abdominal
PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN DAUN SENGON (Albizzia falcataria) TERALKALINASI DAN TERFERMENTASI TERHADAP BIAYA PAKAN PERKILOGRAM PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN INCOME OVER FEED COST ITIK PEDAGING PERIODE FINISHER Fajar Bayu Dwi Kurniawan; Umi Kalsum; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan daun sengon teralkalinasi dan terfermentasi terhadap biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan dan income over feed cost (IOFC) itik pedaging fase finisher yang dilaksanakan pada tanggal 28 April sampai 22 Mei 2020 di kandang peternakan Bapak Supriadi Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Materi dalam penelitian adalah itik peking jantan umur 22 hari, konsentrat 511, CP 144, jagung giling, pollard, dan daun sengon teralkalinasi dan terfermentasi Aspergillus niger. Penelitian ini menggunakan metode percobaan, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan, tiap ulangan terdiri dari 5 ekor itik, dengan perlakuan A = 100% ransum tanpa ditambah daun sengon, B = 95% ransum ditambah 5% daun sengon. C = 90% ransum ditambah 10% daun sengon. D = 85% ransum ditambah 15% daun sengon.  Analisis data menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap biaya pakan perkilogram PBB, diperoleh nilai rata – rata A = Rp. 20.435,64b ; B = Rp. 19.862,30ab ; C = Rp. 18.988,67a ; D = Rp. 18.452.08a. Pada nilai IOFC menunjukan pengaruh nyata (P<0,05).  Nilai rata – rata IOFC yaitu A = Rp. 1943,10a ; B = Rp. 2592,52ab ; C = Rp. 3625,81bc ; D = Rp. 4208,57c. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan 5, 10 dan 15% daun sengon teralkalinasi dan terfermentasi Aspergillus niger mampu menurunkan biaya pakan perkilogram PBB dan meningkatkan IOFC. Penggunaan 15% daun sengon teralkalinasi dan terfermentasi Aspergillus niger dalam ransum itik peking fase finisher optimal dalam menghasilkan biaya pakan perkilogram PBB paling rendah sebesar Rp. 18.452,08 dan IOFC paling tinggi sebesar Rp. 4.208,57.
PENGARUH PENAMBAHAN GULA CAIR TERHADAP pH DAN TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) KEFIR SUSU KAMBING Bagus Singgih Putra Pratama Dhana; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan gula cair terhadap pH dan total bakteri asam laktat (BAL). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 September 2020 – 18 Januari 2021. Materi utama dalam penelitian ini adalah susu kambing PE 5 liter, gula cair 500 ml, grain kefir 3%, de Man Rogosa Sharpe agar (MRS agar). Alat yang digunakan pH meter stik, colony counter, autoclave, tabung reaksi, tabung erlenmeyer, cawan petri. Metode yang digunakan yakni eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan perlakuan gula cair P0= 0%, P1=5%, P2=10%, P3=15%. Parameter yang diamati adalah nilai pH dan total BAL. Analisis data menggunakan Anova, dilanjutkan dengan uji BNT. Berdasarkan hasil analisis ragam, penambahan gula cair berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH kefir susu kambing dengan nilai rata rata P0= 3,0a, P1=3,2b, P2=3,3c, P3=3,5d sedangkan hasil analisis total BAL tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dengan hasil rata rata total BAL (CFU/ml) P0=3x108, P1=1,3x108, P2=4,6x107, P3=3,4x107. Kesimpulan yakni penambahan gula cair pada kefir susu kambing dapat menaikkan nilai pH akan tetapi tidak berpengaruh terhadap total BAL. Penambahan gula cair 15% dalam pembuatan kefir susu kambing menghasilkan nilai pH 3,5 dan total BAL 3,4x107CFU/ml dan masih tergolong dalam kategori SNI serta dimungkinkan menambah cita rasa pada produk tersebut. Diperlukan penelitian lanjutan mengenai uji organoleptik, uji keasaman tetitrasi dan jumlah total khamir yang terkandung.Kata kunci : Kefir susu kambing, pH, Bakteri asam laktat (BAL), grain kefir, gula. 
PENGARUH PENAMBAHAN SARI KACANG HIJAU (Vigna radiata) TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAN pH KEFIR SUSU SAPI Ridha Rizkiani Ainun Nishak; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata) terhadap kandungan protein dan pH kefir susu sapi. Materi yang digunakan dalam penelitian meliputi 1.800 ml susu sapi, 81 ml sari kacang hijau, 5% bibit kefir, larutan buffer. Metode penelitian menggunakan eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 kali ulangan. Perlakuan penelitian adalah penambahan sari kacang hijau, P0= tanpa penambahan sari kacang hijau, P1= 3%, P2= 6%, P3= 9%. Parameter yang diamati kandungan protein dan pH. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan protein kefir dan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap pH. Rata-rata kandungan protein (%) P0= 3,187a, P1= 3,367ab, P2= 3,420ab, P3= 3,653b. Rata-rata nilai pH P0= 4,133, P1= 4,033, P2= 4,067, P3= 4,167. Kesimpulan penelitian penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata) meningkatkan kandungan protein tetapi tidak mempengaruhi nilai pH kefir susu sapi. Penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata) 9% menghasilkan kefir susu sapi terbaik dengan kadar protein 3,65% dan nilai pH 4,17. Perlu penelitian lanjutan untuk menganalisis uji organoleptik dan total BAL terhadap kefir susu sapi dengan penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata). Katakunci : Kefir, Vigna radiata, Protein, pH
POTENSI TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI FEED ADDITIVE BROILER (LITERATURE REVIEW) Desy Desy; Umi Kalsum; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman multiguna yang hampir seluruh bagian tanaman kelor dapat dijadikan sebagai sumber makanan sekaligus pakan ternak. Daun “tanaman ini dapat diolah menjadi tepung daun sehingga dapat dikonsumsi oleh ayam broiler. Meskipun penambahan tepung daun kelor dibatasi dalam formulasi pakan tetapi diharapkan dapat meningkatkan efesiensi biaya produksi”. Penelitian pemberian pakan ternak menggunakan tepung daun kelor telah banyak dilakukan dengan hasil yang bervariasi. Tepung daun kelor dengan penggunaan 4 – 6% dalam feed additive dapat memperbaiki persentase karkas broiler. Daun kelor mengandung flavonoid yang bisa berfungsi sebagai antioksidan serta kaya akan pro vitamin A ,C, E, khususnya βkaroten yang akan diubah menjadi vitamin A dan daun kelor mengandung senyawa antibakteri seperti saponin, alkaloid, triterpenoid, flavonoid dan tanin.Kata Kunci : tepung daun kelor, feed addive, broiler
PENGARUH LAMA SIMPAN DAGING KAMBING KACANG YANG DIBUNGKUS DAUN JATI (Tectona grandis) DAN KANTONG PLASTIK PE (Polyethylene) PADA SUHU RUANG TERHADAP NILAI pH DAN JUMLAH BAKTERI In&#039;am Maulidha Rizaldy; Irawati Dinasari; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya pengaruh lama simpan daging kambing kacang yang dibungkus daun jati (Tectona grandis) dan kantong plastik PE (Polyethylene). Penelitian percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) ortogonal dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor A = Jenis kemasan yang terdiri dari Kontrol, daun jati, dan kantong plastik PE. Faktor B = Lama simpan 6, 12 , dan 24 jam. Data yang diperoleh dianalisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa jenis kemasan dan lama simpan dengan dua macam bahan pengemas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap nilai pH. Rerata kontrol dan jenis kemasan pada nilai pH yaitu kontrol 5,6 a, daun jati 5,4 a, kantong plastik PE 5,9 b, Rataan nilai pH lama simpan dengan dua pengemas yaitu Kontrol 5,60 a, DJ.P1 5,77 a, DJ.P2 5,87 ab, DJ.P3 6,67 bc, dan PE.P1 6,33 abc, PE.P2 6,73 bc, PE.P3 6,77 c. Jenis kemasan dan lama simpan dengan dua macam bahan pengemas berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap jumlah bakeri. Rataan perbandingan kontrol dan jenis kemasan pada jumlah bakteri yaitu Kontrol 1,2x105 cfu/g, daun jati 4,4x105 cfu/g, kantong plastik PE 6,1x105 cfu/g, Rataan Jumlah Bakteri lama simpan dengan dua pengemas yaitu Kontrol 1,2x105 a cfu/g, DJ.P1 4,4x105 ab cfu/g, DJ.P2 7,1x105 ab cfu/g, DJ.P3 7,2x105 ab cfu/g dan PE.P1 6,1x105 ab cfu/g, PE.P2 7,6x105 ab cfu/g, PE.P3 1,3x106 b cfu/g. Pengemasan dengan daun jati menghasilkan jumlah bakteri yang sedikit apabila dibandingkan dengan kantong plastik PE. Kesimpulan dari penelitian ini Jenis pengemas daun jati menghasilkan nilai pH dan jumlah bakteri lebih rendah dibandingkan dengan kantong plastik PE sebagai pembungkus daging kambing pada suhu ruang dan Jenis pembungkus daun jati dengan lama simpan 6 jam mampu menghasilkan nilai terbaik pada uji pH 5,77 dan uji bakteri 4,4x105 cfu/g.Kata Kunci : Daging kambing, pengemasan, nilai pH, jumlah bakteri, daun jati, kantong plastik PE
PERBEDAAN MEDIA PENGASIN PADA TELUR ITIK MOJOSARI TERHADAP KUALITAS TELUR ASIN Muhammad Mu’is; Oktavia Rahayu Puspitarini; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan media pengasin pada telur itik mojosari terhadap kualitas organoleptik dan kadar protein telur asin. Penelitian ini menggunakan telur itik mojosari, garam dan serbuk bata merah. Metode yang digunakan yaitu metode studi komparatif dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 2 perlakuan dan 10 ulangan. Perlakuan terdiri dari: A1 = Garam dan serbuk bata (1:2) A2= Garam dan air (1:2). Variabel yang diamati adalah kualitas organoleptik dan kadar protein. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pengasin pada telur itik Mojosari berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap uji organoleptik meliputi uji hedonik telur asin, warna kuning, rasa, tekstur putih dan kadar protein. Berbeda nyata (P<0,05) terhadap organoleptik aroma dan tekstur kuning, tidak berbeda nyata (P>0,05) pada organoleptik warna putih telur asin. Hasil hedonik telur asin A1(3,6) lebih disukai daripada A2(2,8). warna putih telur asin A1 dan A2 yaitu putih kekuningan hingga putih, warna kuning telur asin A1 agak merah sampai kuning kemerahan dan A2 dihasilkan warna kuning, aroma telur asin A1 agak amis sampai tidak amis dan A2 amis, rasa telur asin A1 sangat asin sampai asin dan A2 agak asin, tekstur putih telur asin A1 kenyal sampai sangat kenyal sedangkan A2 agak kenyal, tekstur kuning telur asin A1 masir sampai sangat masir sedangkan A2 agak masir. Rataan kadar protein pada A1=18,76% dan A2=13,12%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa media pengasin kering berbeda dengan media pengasin basah pada telur itik mojosari terhadap kualitas organoleptik dan kadar protein.Kata Kunci: telur asin, itik Mojosari, media pengasin, organoleptik, protein
HUBUNGAN BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SUSU UHT “Frisian Flag” PADA USAHA COFFEE SHOP DI KOTA MALANG Mochammad Endrian Novabrianto; Sri Susilowati; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu Ultra High Temperature (UHT) merupakan salah satu bahan baku utama pada usaha coffe shop sehingga konsumen dari produk susu UHT ini salah satunya adalah produsen coffee shop di Malang. Hal tersebut menarik perhatian dilakukan penelitian hubungan bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian susu UHT Frisian Flag pada usaha coffee shop di kota Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian susu UHT Frisian Flag pada usaha coffee shop di kota Malang. Materi penelitian ini adalah kuisioner pada seluruh pengolah usaha coffee shop di kota Malang yeng menggunakan susu UHT Frisian Flag sebagai bahan baku dan ATK. Metode penelitian ini adalah survei dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Jumlah responden sebanyak 100 orang dengan pendekatan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Data dianalisis dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa bauran pemasaran memiliki hubungan nyata positif (sig < 0,05) terhadap keputusan pembelian susu UHT Frisian Flag pada usaha coffee shop di Kota Malang. Persamaan regeresi Y = 1,820 + 0,660X1 - 0, 214 X2 + 0,286 X3 + 0,165 X4. Nilai koefisian kolerasi 0,679 tergolong kuat. Nilai determinasi diperoleh 0,438 atau sebesar 43,8% yang artinya bahwa persentase sumbangan dari bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian sebesar 43,8% dan 56,2% lainnya tidak berhubungan dengan variabel lain yang tidak digunakan pada penelitian ini. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan kuat positif antara bauran pemasaran dengan keputusan pembelian susu UHT Frisian Flag pada usaha coffee shop di Kota Malang kecuali pada variabel Price. Kata kunci :.Hubungan, Bauran Pemasaran, Keputusan Pembelian, Susu UHT, Coffee Shop
PERBANDINGAN UKURAN TUBUH PADA BERBAGAI WARNA BULU DAN NUKLEOTIDA GEN TYROSINASE (TYR) BURUNG KENARI (Serinus canaria) DAN BURUNG MERPATI (Columba livia domestica) Armada armada; Mudawamah mudawamah; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan dari tanggal 09 sampai 29 Desember 2017. Lokasi penelitian bertempat di pasar burung Splendid Jl. Brawijaya no. 6, Klojen, Kauman, Kota Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan warna bulu pada nukleotida gen tyrosinase (TYR). Materi yang digunakan adalah 15 burung kenari dan 15 burung merpati (polos ,mosaic,putih). Metode penelitian ini menggunakan (1) survei di pasar burung Splendid Malang untuk data ukuran tubuh kenari dan merpati (2) studi literatur untuk data nukleotida National Center for Biotehnologi Information (NCBI), data nukleotida burung kenari dari hasil penelitian Mudawamah et al. ( 2014). Variabel yang diamati panjang shank, lingkar dada, panjang tubuh berbagai warna bulu serta perbandingan nukleotida gen TYR kenari dan merpati. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan uji t tidak berpasangan untuk ukuran tubuh, perbandingan nukleotida secara deskriptif dengan software Basic Lokal Alignmant Search Tool (BLAST) NCBI. Hasil analisis uji t tidak berpasangan menunjukkan perbedan yang sangat nyata (P ˂0,01) hanya pada sifat panjangshank mosaic dan lingkar dada putih burung kenari dan merpati. Panjang shank kenari mosaic 2,65 cm dan merpati 4,32 cm, sedangkan ukuran lingkar dada kenari putih 3,84 cm dan merpati 10,93 cm. Jumlah nukleotida pada gen TYR kenari dan merpati 100% sama dengan panjang basa 1995. Kesimpulan penelitian ini adalah burung kenari memiliki kisaran rataan ukuran tubuh lebih kecil dibandingkan kisaran rataan ukuran tubuh burung merpati. Nukleotida dari gen TYR pada kenari dan merpati sama yaitu jumlah basa adenin (A)= 547, timin (T) = 512, citosin (C) = 475, guanin (G)= 460 dan N (A atau G atau C atau T) =1.Kata kunci : Ukurun tubuh, gen TYR, Kenari, Merpati
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PREFERENSI KONSUMEN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MEMILIH DAGING SAPI DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN SAPE, KABUPATEN BIMA” Hairil Ansyarif; Sri Susilowati; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor dan atribut yang mempengaruhi tingkat preferensi konsumen dan pengambilan keputusan dalam memilih daging sapi di Pasar Tradisional, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Materi yang digunakan dalam penelitian preferensi konsumen dalam memilih daging sapi. Bahan yang digunakan adalah kuisioner dan daging sapi. Metode dalam penelitian ini adalah survei dengan pengambilan responden secara purposive sampling.  “Penelitian membutuhkan data yang relevan dan benar tanpa adanya manipulasi data guna keberhasilan penelitian. Oleh karena itu, pentingnya data yang akurat dan dapat dipercaya maka diperlukan pengambilan data dengan metode” survei yang terbagi menjadi 4 macam, yaitu sebagai berikut: wawancara, kuiioner, observasi dan penentuan lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik jenis kelamin perempuan 25 orang 15 orang laki-laki dengan umur 31-50 sebanyak 26 orang tingkat, Pendidikan S1 18, PNS 12, dibandingkan responden lainya. Menurut pendapatan 8 responden 20 persen  adalah rata-ratan konsumen dengan gaji Rp.3.000.000 menurut keluarga 19 orang 5-7 keluarga sebanyak 14 responden. Atribut-Atribut Daging sapi konsumen berdasarkan aroma 18, bagian daging 5, segi warna 7, tekstur 10. Warna daging warna merah 18 merah pucat 2 merah cerah 15 mera tua 5 chi-square test signifikasi p-volue 0,344 chi-square 10,085 nilai signifikasi 0,344 > (0.05), bagian dalam daging 20 bagian luar 13 bagian rusuk 7, chi-square test siknifikansi p-value 0,521 nilai chi-square 5.177 nilai signifikansi 0.521 > (0.05). tekstur daging empuk 20 kompak sebantak 5 keempukan 20 persen cukup empuk 22 persen sangat empuk 20 persen, chi-square test siknifikasi p-value 0.494 chi-square test 5.396 siknifikasi 0,494 > (0.05), aroma bauk has 20 chi-square test signifikansi p-value 0.366 chi-square 6.536 signifikasi 0.366 > (0.05). memilih daging faktor lingkungan 20 perbedaan individu 12 faktor pisikologis 8. Faktor lingkungan pengaruh keluarga 15 kelas sosial 12 budaya 13, chi-square test signifikasi p-volue 0.886 chi-square 1.153 signifikansi 0.886 > (0.05). perbedaan individu sumber daya konsumen 16 kepribadian 14 gaya hidup 10. chi-square signifikansi p-volue 0.919 chi-square 937 nilai signifikasi 0.919 > (0.05). faktor pisikologis informasi 15 pembelajaran 14 sikap dan prilaku 11. Chi-square test signifikasi p-value 0.846 chi-square 1.391 nilai signifikansi 0.846 > (0.05). Analisa variansi chi-square warna daging 24 warna cerah 17. Uji chi-square pengaruh keluarga 29 faktor lingkungan 24 responden. Kesimpulan penelitian atribut daging sapi yang menjadi tingkat preferensi konsumen di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima yaitu daging sapi yang berwarna merah, bagian daging has dalam, tekstur empuk dan aroma yang segar.Kata Kunci : Preferensi Konsumen, Pengambilan Keputusan, Daging Sapi
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abiwardhani, Alif Brillian Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achsan Sabilan Al Falah Ahlul Ilham Mahayana Ahmad Bayu Kusuma Ahmad Fadholi, Ahmad Ahmad Fa’iqin Alik Maulidiyah Andi Kausar Arisandi Arfin Angga Saputra Armada armada Azmi, Ahmad Faruq Badat Muwakhid Bagus Singgih Putra Pratama Dhana Bayu Pratama, Bima Sakti Bustami Fauzan Daniar Dwi Absari Dedi Suryanto Desirma Cipta Masnaly Desy Desy Dicky Ari Pratangga Dinasari, Irawati Dwi Aji Andrianto Edi Hartono Edy Purwanto Fadilla, Zahra Jinan Fadillah, Daffa Akbar Faiqul Mubarok Fajar Bayu Dwi Kurniawan Fanani, Khoirul Farid Wadjdi Fathor Rahman Fatimah Azzahra Firda Uswatun Khotimah Fitriani Fitriani Hae, Nabila Latifa Hairil Ansyarif Hamdan Has Hariri, Moh Hulwani Rujianto, Alif Noval Ibrahim, Ismet Igo Athief Naufal, Maulana Ilmayana Husnia In&#039;am Maulidha Rizaldy Inggit Kentjonowaty Inggit Kentjonowaty Intan Dwi Novieta, Intan Dwi Irawati Dinasari Irawati Dinasari Retnaningtyas Irawati Dinasari Retnaningtyas Irmayani Irmayani Ita Athia Iva Siska Anggraeni Devitasari Kentjonowaty , Inggit Khadafi, Muhammad Rahul Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Kusnarida, Elif Luluh Anggriani M Nurkholis M. Basid Sidiq M. Farid Wadjdi Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masnaly, Desirma Cipta Maulana, Robby Rizaldi Merlita Herbani Mochammad Endrian Novabrianto Mu’is, Muhammad Mubaraq, Ghusni Mudawamah Mudawamah Muhamad Farid Wadjdi Muhammad Faisal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Havizh Al-Azhar Muhammad Mu’is Muhammad Nizham Pradiptha Muhammad Wahyu Indra c Lasmana Mujahidin, Muhammad Wildan Musoffin, Abdul Nabilla Putri A Nanda Agustia Nasharuddin Nisa’us Sholikah Norizan Norizan Novi Apriyanti Nur Fajar Azizi Nur Laili Azizah Nur Laili Azizah Nurazka, Nauval Nurul Friska Maulidah Nurul Humaidah Nurul Jadid Mubarokati Oktriza Melfazen Oktriza Melfazen Oktriza Melfazen Prasetya Gusti Samiaji Purnama, Shelly Eka R, Rasidin Rahmat Dianto Rasbawati, Rasbawati Retnaningtyas, irawati Dinasari Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rifkas, Alvin Paradiptya Rita Dewi Antika Rizal Ilmi Rahmatulloh Rizki Rizki Sadewa, Jihad Sahidan Rais Salsabila, Maulida Santosa, David Kusworo Budi Setiawan, Tri Bagus Sihabudin, Agus Sirojuddin, Khidzir Siti Aminah Anwar Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sultoni, Muhammad Sumartono Sunaryo Sunaryo Susilowati , Sri Syafirah, Nurmaya Syam Rahadi Thaufiqur Rochman, Achmad Tintrim Rahayu, Tintrim Toriq Nur Satrio Prayoga Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum Unung Lesmanah Unung Lesmanah Usman Ali Usman Ali Utomo, Moch Luthfi Hadi Verdianto, Ageng Prima Wijaya, Ega Adi Wulang, Chairul Usman Muhammad Yanti Nurjaya, Maria Indradi Yudha Apridho Al Ghani