Claim Missing Document
Check
Articles

Kadar Protein, Kadar Lemak dan Solid non Fat Susu Kambing Pasteurisasi pada Penyimpanan Refrigerator Oktavia Rahayu Puspitarini; Merlita Herbani
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17728/jatp.2162

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama simpan refrigerator terhadap kadar protein, kadar lemak dan solid non fat (SNF) susu kambing pasteurisasi. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Islam Malang mulai tanggal 01 Juli – 21 Agustus 2017. Materi yang digunakan adalah susu kambing, gula, alat pasteurisasi sederhana, refrigerator, lactoscan. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen. Parameter yang diamati adalah kadar protein, kadar lemak dan solid non fat (SNF). Pengujian kadar protein, kadar lemak, dan SNF menggunakan alat lactoscan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan lama simpan yaitu P1 (1 hari), P2 (3 hari), P3 (6 hari), P4 (9 hari), P5 (12 hari) penyimpanan dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis of variance (ANOVA) dan dilanjut dengan uji duncan apabila terdapat pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan adanya lama penyimpanan refrigerator mempengaruhi kadar protein, kadar lemak, dan SNF susu kambing pasteurisasi (P<0,05). Kadar protein, lemak dan SNF tertinggi pada penyimpanan P1 sebesar 4,26±0,01, 6,93±0,01, 8,30±0,01. Penyimpanan susu kambing pasteurisasi pada refrigerator selama 9 hari pada refrigerator menghasilkan kadar protein, kadar lemak dan SNF sesuai standar SNI. Kesimpulannya adalah penyimpanan susu kambing pasteurisasi pada refrigerator selama 9 hari masih dapat dikatakan aman untuk dikonsumsi.Kata kunci: susu kambing pasteurisasi, penyimpanan refrigerator, protein, lemak, solid non fat Content of Protein, Fat and Solid Non Fat Pasteurized Goat Milk in Refrigerator StorageAbstractThe aim of this research is to know the influence of refrigerator saving to protein content, fat content and solid non fat (SNF) of pasteurized goat milk. This research was conducted in Animal Production Technology Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Islamic University of Malang from July 01–August 21st, 2017. Goat milk, sugar, simple pasteurization, refrigerator, lactoscan were used in this research. The obtained fresh goat milk was pasteurized at 71.2°C for 15 seconds. The storage of pasteurized goat milk was done in the refrigerator for 12 days. During storage, protein content, fat content and SNF were observed. Testing protein levels, fat content, and SNF using lactoscan. The experimental design used a complete randomized design with 5 treatments, i.e. P1 (1 day), P2 (3 days), P3 (6 days), P4 (9 days), P5 (12 days) of storage. The data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) and continued with Duncan test if there was significant effect. The results showed that refrigerator storage significantly influenced protein level, fat level, and SNF pasteurized goat milk (P< 0,05). The highest content of protein, fat and SNF was achieved at P1, i.e. 4.26±0.01, 6.93±0.01, 8.30±0.01, respectively. As conclusion, based on content of protein, fat and SNF pasteurized goat milk stored at refrigerator was still fulfill the requirement in SNI, thus the product was still safe for consumption.Keywords: pasteurized goat's milk, refrigerator storage, protein, fat, solid non fat
Pengaruh Perendaman Telur Puyuh Konsumsi Dalam Berbagai Konsentrasi Liquid Smoke dan Lama Penyimpanan Terhadap Kualitas Interior Rita Dewi Antika; Oktavia Rahayu Puspitarini; Sri Susilowati
Peternakan Lokal Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Peternakan Lokal
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/peternakan.v4i2.1505

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman telur puyuh konsumsi dalam berbagai konsentrasi liquid smoke dan lama penyimpanan terhadap kualitas interior. Materi yang digunakan adalah telur puyuh umur 1 hari 48 butir (10-12 g), liquid smoke, dan aquades. Metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 perlakuan dan 4 ulangan. Faktor (A) Konsentrasi (%) meliputi K0=0, K1=10, K2=15, K3=20. Faktor (B) lama simpan (hari) meliputi P1=14, P2=24, P3=34. Variabel yang diamati IKT, IPT dan HU. Data yang didapat dianalisis ragam ANOVA, jika berpengaruh maka diuji lanjut BNT. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa konsentrasi liquid smoke, lama penyimpanan, dan interaksi antara keduanya berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap IKT, dengan ata-rata nilai IKT pada konsentrasi K0=0,226a, K1=0,244ab, K2=0,288b, K3=0,253ab, pada lama simpan P1=0,283b, P2=0,262b, P3=0,213a, pada interaksi K1P3=0,181a, K3P3=0,208ab, K0P3=0,218ab, K0P2=0,223ab, K0P1=0,236b, K2P3=0,246bc, K1P2=0,251bc, K3P2=0,271bc, K3P1=0,279c, K1P1=0,301c, K2P2=0,301c, K2P1=0,317c. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa konsentrasi liquid smoke, lama penyimpanan, dan interaksi antara keduanya tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap IPT. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa konsentrasi liquid smoke dan interaksi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap HU, lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap HU, dengan rata-rata nilai HU pada lama simpan P1=90,313b, P2=85,997ab, P3=84,750a. Kesimpulan dari penelitian ini, konsentrasi liquid smoke 15% mampu bertahan hingga 24 hari, dengan nilai rataan IKT=0,301c, IPT=0,0875, HU=87,203. Saran dari penelitian ini yaitu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kualitas telur puyuh konsumsi yaitu kedalaman rongga udara, susut bobot telur, indeks telur, dan uji organoleptik telur.
Pengaruh Berbagai Konsentrasi Asam Jawa Terhadap Kadar Air, WHC (Water Holding Capacity), Dan Keempukan Pada Daging Ayam Petelur Afkir Yanti Nurjaya, Maria Indradi; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Retnaningtyas, Irawati Dinasari
Jurnal Peternakan Lokal Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Peternakan Lokal
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/peternakan.v5i2.1917

Abstract

Daging ayam petelur afkir adalah daging ayam petelur yang sudah tua dan alot sehingga kurang diminati oleh masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 Maret – 30 Mei 2023 bertempat di Laboratorium Pangan Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh berbagai konsentrasi perendaman dalam asam jawa terhadap kadar air, WHC, dan keempukan pada daging ayam petelur afkir. Materi yang digunakan adalah daging ayam petelur afkir bagian dada dengan berat 846 gram dan 30 gram asam jawa. Metode yang digunakan adalah percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan penelitian yaitu P0 (kontrol)= daging ayam petelur afkir + konsentrasi asam jawa 0%, P1= daging ayam petelur afkir + konsentrasi asam jawa 7%, P2= daging ayam petelur afkir + konsentrasi asam jawa 10%, P3= daging ayam petelur afkir + konsentrasi asam jawa 13%. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu kadar air, WHC, dan Keempukuan. Data penelitian dianalisis ANOVA (Analysis Of Variance) dan dilanjut dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian menunjukan bahwa perendaman daging ayam petelur afkir dalam berbagai konsentrasi asam jawa berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai kadar air, WHC, dan keempukan. Nilai rata-rata kadar air (%) yaitu (P0) 34,15a, (P1) 39,45b, (P2) 45,15c, (P3) 49,25d. Rata-rata nilai WHC (%),(P0) 40,14a, (P1) 35,40b, (P2) 28,28c, (P3) 20,21d. Rata-rata nilai keempukan (P0) 3a, (P1) 4,52b, (P2) 5,24c, (P3) 6,04d. Kesimpulannya adalah perendaman asam jawa dengan konsentrasi 13% mampu meningkatkan nilai kadar air dan keempukan serta mampu menurunkan nilai WHC pada daging ayam petelur afkir. ABSTRACT Culled laying hens are old and tough layers that are less desirable to the public . This research was conducted on March 1 – May 30 2023 at the Food Laboratory of the Faculty of Animal Husbandry Islamic University of Malang.The purpose of this study was to determine and analyze the effect of various concentrations of immersion in tamarind on water content, WHC, and tenderness in meat of rejected layers. The material used was meat of rejected layers of the breast weighing 846 grams and 30 grams of tamarind. The method used was an experiment using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The research treatment was P0 (control) = meat of culled layers + 0% concentration of tamarind, P1 = meat of culled layers + 7% concentration of tamarind, P2 = meat of culled layers + tamarind concentration of 10%, P3= meat of laying hens rejected + 13% tamarind. concentration. The variables observed in this study were water content, WHC, and Efficiency. The research data were analyzed by ANOVA (Analysis Of Variance) and continued with the BNT. The results showed that soaking culled laying hens in various concentrations of tamarind had a very significant effect (P<0.01) on the values ​​of water content, WHC, and tenderness. The average value of water content (%) is (P0) 34.15a, (P1) 39.45b, (P2) 45.15c, (P3) 49.25d. The average value of WHC (%), (P0) 40.14a, (P1) 35.40b, (P2) 28.28c, (P3) 20.21d. The average value of tenderness (P0) 3a, (P1) 4.52b, (P2) 5.24c, (P3) 6.04d. The conclusion is that soaking tamarind with a concentration of 13% can increase the value of water content and tenderness and can reduce the WHC value in meat of rejected layers.
Pengaruh Lama Simpan Yoghurt Dengan Penambahan Sari Kurma (Phoniex dactylifera) Ajwa Dalam Suhu Refrigerator Terhadap Kualitas Organoleptik, pH Dan Viskositas Salsabila, Maulida; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Retnaningtyas, Irawati Dinasari; Susilowati, Sri
Jurnal Peternakan Lokal Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Peternakan Lokal
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/peternakan.v6i1.2132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama simpan yoghurt dengan penambahan sari kurma (Phoniex dactylifera) ajwa dalam suhu refrigerator terhadap kualitas organoleptik, pH dan viskositas. Metode penelitian adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuannya adalah lama simpan yang terdiri dari P0 (Kontrol), P1(5 hari), P2 (10 hari) dan P3 (15 hari). Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu kualitas organoleptik, pH dan viskositas. Data penelitian dianalisis ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama simpan yoghurt dengan penambahan sari kurma ajwa berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas organoleptik (aroma dan rasa), nilai pH dan viskositas. Lama simpan yoghurt dengan penambahan sari kurma ajwa berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kualitas organoleptik (tekstur dan kesukaan). Lama simpan yoghurt dengan penambahan sari kurma ajwa tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kualitas organoleptik (warna). Rerata nilai organoleptik terhadap aroma pada (L0) 2,50a, (L1) 2,58ab, (L2) 2,60ab, (L3) 2,68b. Rerata nilai organoleptik terhadap rasa pada (L0) 2,56a, (L1) 2,56a, (L2) 3,00b, (L3) 3,06b. Rerata nilai organoleptik terhadap tekstur pada (L0) 2,00a, (L1) 2,46b, (L2) 2,42b, (L3) 2,58b. Rerata nilai organoleptik terhadap warna pada (L0) 2,00, (L1) 2,12, (L2) 2,14, (L3) 2,16. Rerata nilai organoleptik terhadap tingkat kesukaan pada (L0) 2,80b, (L1) 2,70b, (L2) 2,48b, (L3) 2,02a. Rerata nilai pH yoghurt (L0) 4,15a, (L1) 4,17ab, (L2) 4,21ab, (L3) 4,24b. Rerata nilai viskositas (mpa.s) yoghurt (L0) 1191,2a, (L1) 1225,4ab, (L2) 1273,4b, (L3) 1301,6b. Kesimpulannya adalah lama simpan optimal yoghurt dengan penambahan sari kurma ajwa 20% dapat disimpan selama 10 hari dalam refrigerator bersuhu 9°C memiliki kualitas organoleptik, pH dan viskositas terbaik.
Identifikasi Koliform dan Total Mikroba Yoghurt Susu Kambing dengan Penambahan Apel Manalagi Puspitarini, Oktavia Rahayu; Rifkas, Alvin Paradiptya; Rasbawati, Rasbawati
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 1 (2022): JITRO, January
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.542 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v9i1.20302

Abstract

ABSTRAKPenambahan sari apel manalagi dalam yoghurt susu kambing diduga mampu meningkatkan aktivitas bakteri asam laktat yoghurt sebagai pangan fungsional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa cemaran koliform dan total mikroba pada yoghurt susu kambing dengan penambahan sari apel manalagi. Metode penelitian ini adalah eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya adalah penambahan sari apel manalagi, P0 (0%), P1 (5%), P2 (10%), P3 (15%). Variabel yang diamati adalah koliform dan total mikroba. Data koliform dianalisis menggunakan analisis deskriptif sedangkan data total mikroba dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA), dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Cemaran koliform pada yoghurt susu kambing P0, P1, P2, dan P3 adalah < 3Apm/ml. Hasil analisis ragam bahwa penambahan sari apel manalagi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total mikroba yoghurt susu kambing, dengan rata-rata (CFU/ml) P0 5,8x106a, P1 2,5x107ab, P2 5,0x107b, P3 7,7x107b. Simpulan penelitian ini adalah cemaran  koliform < 3Apm/ml dan total mikroba semakin meningkat dengan adanya penambahan sari apel manalagi. Penambahan sari apel manalagi 10% mampu menghasilkan yoghurt susu kambing terbaik berdasarkan cemaran koliform < 3 Apm/ml dan total mikroba 5,0x107CFU/ml.Kata kunci: salmonella, koliform, total mikroba, yoghurt susu kambing, apel manalagi Identification Coliform and Total Microbial Goat Milk Yoghurt with Manalagi AppleABSTRACTThe addition of manalagi apple cider in goat's milk yogurt, it is thought to be able to increase the activity of lactic acid bacteria in yogurt as a functional food. The aim of this study was to analyze coliform and total microbial contamination in goat's milk yogurt with the addition of manalagi apple cider. The method in this study was experimental using a completely randomized design with 4 treatments and 4 replications. The treatments were the addition of manalagi apple cider, P0 (0%), P1 (5%), P2 (10%), P3 (15%). Variables observed were coliform and total microbes. Coliform data were analyzed using descriptive analysis while total microbial data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). The analysis was continued with Least Significance Different test (LSD). Coliform contamination in goat's milk yogurt P0, P1, P2, and P3 was < 3Apm/ml. The results of the analysis of variance showed that the addition of manalagi apple cider had a very significant effect (P<0.01) on the total microbes of goat's milk yogurt, with an average (CFU/ml) of P0 5.8x106a, P1 2.5x107ab, P2 5.0x107b, P3 7.7x107b. The conclusion of this study showed that the coliform < 3Apm/ml and the total microbe increases with the addition of manalagi apple cider. The addition of manalagi apple cider was able to produce the best goat’s milk yoghurt based on coliform < 3 Apm/ml dan total microbe 5.0x107 CFU/ml.Keywords: salmonella, coliform, total microbes, goat yogurt, manalagi apples
PENGARUH iPENAMBAHAN iCAMPURAN INITROBACTER DAN iLactobacillus iFermentum iTERENKAPSULASI TERHADAP IOFC DAN NILAI EKONOMIS PAKAN PADA KELINCI iJANTAN Ahlul Ilham Mahayana; Usman Ali; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 01 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan ipenelitian iini yaitu untuk menganalisis ipenambahan iNitrobacter dan iLactobacillus fermentum iterenkapsulasi iterhadap IOFC i(Income iOver iFeed iCost) idan inilai iekonomis ipakan pada kelinci Rex jantan. iMateri dalam penelitian ini yaitu isolat bakteri Lactobacillus fermentum, isolat Nitrobacter, ikelinci strain iRex dengan jenis ikelamin ijantan iumur 2-2,5 ibulan isebanyak i32 ekor dengan jarak berat diantara 540-1400 gram, pakan, kandang percobaan. iMetode ipenelitian yang idigunakan iadalah imetode ipercobaan idengan iRancangan iAcak iKelompok i(RAK) iterdiri idari i4 iperlakuan idan i4 ikelompok. iPerlakuan iyang digunakan pada penelitian ini yaitu P0= Pakan Kontrol, P1= Penambahan probiotik terenkapsulasi 0,15% dalam pakan, P2= Penambahan probiotik terenkapsulasi 0,30% dalam pakan, P3= Penambahan probiotik 0,45% dalam pakan. Kelompok pada penelitian ini yaitu K1=Bobot 540-703 gram, K2= Bobot 721-905 gram, K3=Bobot 940-1077 gram, K4=Bobot 1089-1400 gram. Variabel yang diamati adalah IOFC dan nilai ekonomis pakan. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis ragam, jika hasil memiliki pengaruh maka dilanjutkan dengan uji BNT. iHasil ipenelitian imenunjukkan ibahwa ipenambahan icampuran iNitrobacter idan iLactobacillus ifermentum itidak iberpengaruh inyata i(P>0,05) terhadap nilai IOFC, sedangkan kelompok bobot badan berpengaruh nyata  (P<0,05) terhadap IOFC kelinci Rex. Rata-rata IOFC (Rp/ekor) selama 30 hari pada perlakuan yaitu P3=11.776, P2=10.745, P1 =10.071, P0=9.872, dan pada kelompok bobot badan, yaitu K4=11.945b, K3=11.402b, K2= 10.086ab, K1=9.032a. Penambahan campuran Nitrobacter dan iLactobacillus ifermentum iberpengaruh isangat inyata i(P<0,01) terhadap inilai .ekonomis .pakan, isedangkan ikelompok ibobot ibadan itidak iberpengaruh inyata (P>0,05) iterhadap inilai iekonomis pakan. iRata-rata inilai iekonomis ipakan i(Rp/Kg) iadalah iP0= 38.492b, P1= 38.222b, P2= 37.609ab, P3= 37.035a, dan pada kelompok bobot badan, yaitu K1=37.682, K2=38.034, K3=37.883, K4=37.759. Disimpulkan bahwa penambahan icampuran Nitrobacter dan iLactobacillus fermentum terenkapsulasi sampai level 0,45% dalam pakan dapat meningkatkan iIOFC dan nilai ekonomis pakan menjadi lebih murah. Kelompok bobot badan kelinci yang semakin besar berdampak positif iterhadap iIOFC idan inilai iekonomis ipakan.Kata Kunci: Probiotik, enkapsulasi, iincome iover ifeed ,cost ,(iofc), nilai iekonomis pakan
PENGARUH PENAMBAHAN BAKING POWDER TERHADAP OVERRUN DAN DAYA LELEH ES KRIM Iva Siska Anggraeni Devitasari; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh penambahan baking powder terhadap overrun dan daya leleh es krim. Materi yang digunakan adalah susu segar, gula, santan, perasa, kuning telur, dan baking powder (Natrium bikarbonat), gelas takar, panci, kompor, timbangan digital, blender, timer, mixer, refrigerator dan  freezer. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya adalah penambahan baking powder dalam adonan es krim. Adapun perlakuannya P0 = tanpa penambahan baking powder (0%), P1 = penambahan baking powder 0,625%, P2 = penambahan baking powder 1,25%, P3 = penambahan baking powder 2,5%. Variabel yang diamati overrun dan daya leleh es krim. Analisa data yang digunakan adalah analisis ragam dan dilanjut uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penambahan baking powder dalam pembuatan es krim berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai overrun dan daya leleh es krim. Nilai rata-rata overrun (%) P0 = 21,62a P1 = 25.46b, P2 = 33,86d, P3 = 32,68c. Nilai rata-rata daya lelehnya (menit) P0 = 22.28a, P1 = 23.24b, P2 = 24.12b, P3 = 24.10b. Kesimpulannya penambahan baking powder meningkatkan overrun dan daya leleh es krim. Penambahan baking powder terbaik sebanyak 14,85 gr (1,25%) mampu menghasilkan overrun sebesar 33,86% dan daya leleh 24.12 menit. Disarankan untuk menggunakan baking powder dengan konsentrasi 1,25% dari total adonan es krim dan melakukan pemixeran lebih dari 1x dalam proses pembuatan es krim. Perlu penelitian lanjutan mengenai  kandungan protein dan lemak serta uji organoleptik.Kata Kunci: Overrun, daya leleh , baking powder. 
ANALISA KUALITAS MADU AKASIA, KARET DAN RANDU PRODUKSI PT KEMBANG JOYO SRIWIJAYA Nanda Agustia Nasharuddin; Sunaryo Sunaryo; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kualitas madu akasia, randu, dan karet berdasarkan kadar air, brix, dan pH. Materi yang digunakan pada penelitian kali ini adalah 3 jenis madu yaitu: madu akasia, karet dan randu produksi PT Kembang Joyo Sriwijaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini studi kasus. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, variabel yang diamati adalah kadar air, brix dan pH. Data yang diperoleh dari penelitian kemudian dianalisis menggunakan analisis of varian (ANOVA) one way. Apabila berpengaruh akan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan bahwa madu akasia , karet dan randu tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap kadar air dan brix. Kadar air madu Akasia adalah 20,8% pada madu Randu 21,2% dan pada madu Karet 21,2%. Brix pada madu Akasia adalah 75,8%, pada madu Randu 77,2% dan pada madu Karet 76,8%. Hasil analisa ragam jenis madu akasia, randu dan karet berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap nilai pH, dengan nilai rataan 3,82a pada madu Akasia, 4,60b pada madu Karet dan 4,66b pada madu Randu. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kualitas madu Akasia, Karet dan Randu tidak berbeda  tetapi memiliki pH yang berbeda, ketiga jenis madu yang diteliti memenuhi Standar Nasional Indonesia pada parameter kadar air, brix dan pH dengan kualitas sangat baik.Kata kunci : akasia, randu, karet, kadar air, brix, pH.
PENGARUH JENIS KEMASAN DAN LAMA SIMPAN PADA SUHU REFRIGERATOR TERHADAP TOTAL ASAM DAN JUMLAH BAKTERI ASAM LAKTAT YOGHURT SUSU KAMBING Faiqul Mubarok; Mudawamah Mudawamah; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis kemasan dan lama simpan pada suhu refrigerator terhadap nilai keasaman dan jumlah bakteri asam laktat’yoghurt susu kambing.’Materi yang digunakan’dalam penelitian ini yaitu susu kambing sebanyak 2,1 liter, starter komersial, Jenis Plastik PET 9 pieces dan HDPE 9 pieces, media MRS agar 65 gr, aquades 4 liter, alkohol 70% 600 ml, alumunium foil 3 pcs, indikator penolpthalein, NaOH, kapas dan plastik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan Nested Design (pola tersarang) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu total asam dan jumlah bakteri asam laktat yoghurt susu kambing. Data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of varians (ANOVA) serta dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) untuk mengetahui perbedaan pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis kemasan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total asam dan jumlah BAL yoghurt susu kambing. Rataan total asam  (%) yaitu K1=1,05, K2=1. Rataan total BAL (log CFU/ml) K1=7,03, K2=7,02. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama simpan dalam berbagai kemasan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total asam dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah BAL. Rataan total asam  (%) yaitu K1L1=0,92a, K1L2=1,07a, K1L3= 1,15b, K2L1=0,93a, K2L2=1,00a, K2L3=1,08a. Rataan total BAL (log CFU/ml) K1L1=6,81a,K1L2=6,71a, K1L3=7,57b, K2L1=6,88a,K2L2=7,02a, K2L3=7,16a. Disimpulkan bahwa dalam pembuatan yoghurt yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) hendaknya dibuat dengan lama simpan 16 hari (kemasan PET) serta lama simpan 12 dan 16 hari (kemasan HDPE) pada suhu 7oC.
POTENSI DAUN RAMI (BOEHMERIA NIVEA) SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA (ARTICLE REVIEW) Luluh Anggriani; Badat Muwakhid; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan review ini untuk mengkaji potensi daun rami (Boehmeria nivea) sebagai pakan ternak ruminansia. Daun rami merupakan bagian dari“tanaman tahunan yang berbentuk rumpun mudah tumbuh dan dikembangkan”didaerah“tropis, serta tahan terhadap penyakit dan hama. Daun rami mengandung serat kasar sebesar 24-45%, protein kasar 21-32%, lignin 3-10%.”Ternak ruminansia secara fisiologis membutuhkan. pakan sumber serat yang berasal dari hijauan seperti rumput dan leguminosa agar pencernaanya dapat berlangsung.dan berfungsi secara normal. Pakan merupakan hal yang sangat penting dalam usaha peternakan yang dapat menunjang hasil”produktivitas ternak dan memberikan sumbangan besar terhadap total pembiayaan dalam usaha peternakan. “Metode yang digunakan dalam” review ini adalah  studi literatur,” kajian pustaka dan kajian teoritis, landasan teori, telaah pustaka (literatur reviuw, article review) dan tinjauan teoritis. Hasil review artikel menunjukkan bahwa: daun  Boehmeria nivea  memiliki  potensi  yang sangat  besar sebagai pakan hijauan kaya protein, mengandung bahan kering 16,15 - 20%, protein kasar 16,35 - 23%, lemak kasar 4-6,36% dan serat kasar 20 - 24% yang menyisakan bahan BETN 44,18 - 46%, mineral Ca 6%, namun phosphor <1% (dalam BK), daun Boehmeria nivea  dapat dijadikan bahan olahan hijauan seperti pellet, hay, dan sillase. Pemanfaatan daun rami  Boehmeria nivea sebagai bahan pakan ternak ruminansia sangat baik, karena tiap hektar mampu menghasilkan 225 ton -  600 ton asfed per tahun sehingga dapat menunjang hingga 3093 sampai 8250 ternak ruminansia.Kata kunci: rami, pakan, ternak ruminansia
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abiwardhani, Alif Brillian Ahlul Ilham Mahayana Ahmad Fadholi, Ahmad Ahmad Fa’iqin Alik Maulidiyah Armada armada Azmi, Ahmad Faruq Badat Muwakhid Bayu Pratama, Bima Sakti Bustami Fauzan Daniar Dwi Absari Dedi Suryanto Desirma Cipta Masnaly Desy Desy Dicky Ari Pratangga Dinasari, Irawati Dwi Aji Andrianto Edi Hartono Edy Purwanto Fadilla, Zahra Jinan Faiqul Mubarok Fajar Bayu Dwi Kurniawan Fanani, Khoirul Fatimah Azzahra Firda Uswatun Khotimah Fitriani Fitriani Hae, Nabila Latifa Hairil Ansyarif Hamdan Has Hariri, Moh Ibrahim, Ismet Igo Athief Naufal, Maulana Ilmayana Husnia In&#039;am Maulidha Rizaldy Inggit Kentjonowaty Intan Dwi Novieta, Intan Dwi Irawati Dinasari Retnaningtyas Irmayani Irmayani Ita Athia Iva Siska Anggraeni Devitasari Khadafi, Muhammad Rahul Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Kusnarida, Elif Luluh Anggriani M Nurkholis M. Basid Sidiq Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masnaly, Desirma Cipta Maulana, Robby Rizaldi Merlita Herbani Mu’is, Muhammad Mubaraq, Ghusni Mudawamah Mudawamah Muhamad Farid Wadjdi Muhammad Faisal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Nizham Pradiptha Musoffin, Abdul Nanda Agustia Nasharuddin Nisa’us Sholikah Norizan Norizan Novi Apriyanti Nur Laili Azizah Nur Laili Azizah Nurazka, Nauval Nurul Friska Maulidah Nurul Humaidah Nurul Jadid Mubarokati Oktriza Melfazen Oktriza Melfazen Purnama, Shelly Eka R, Rasidin Rahmat Dianto Rasbawati, Rasbawati Retnaningtyas, irawati Dinasari Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rifkas, Alvin Paradiptya Rita Dewi Antika Rizki Rizki Sadewa, Jihad Sahidan Rais Salsabila, Maulida Setiawan, Tri Bagus Sihabudin, Agus Sirojuddin, Khidzir Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sultoni, Muhammad Sumartono Sunaryo Sunaryo Syafirah, Nurmaya Syam Rahadi Thaufiqur Rochman, Achmad Tintrim Rahayu, Tintrim Toriq Nur Satrio Prayoga Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum Unung Lesmanah Usman Ali Utomo, Moch Luthfi Hadi Wijaya, Ega Adi Wulang, Chairul Usman Muhammad Yanti Nurjaya, Maria Indradi