Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PERENDAMAN DAGING ITIK AFKIR DENGAN SARI DAUN KENIKIR TERHADAP pH DAN SUSUT MASAK Kharismawan, Wildan Bilal; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Riset ini bertujuan menganalisa efek perendaman daging itik afkir dalam berbagai konsentrasi sari daun kenikir terhadap pH dan susut masak. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang pada 15 Agustus sampai 15 September 2024. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah daging itik afkir berusia 92 minggu pada bagian dada sebanyak 700 gram dan 120 gram sari daun kenikir. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan 5 ulangan. Data dianalisa dan  menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji BNT. Perlakuan yang digunakan yaitu: P0 (Tanpa sari daun kenikir), P1(10% Sari daun kenikir), P2(15 % Sari daun kenikir), dan P3(20% sari daun kenikir). Variabel yang diteliti pada ini yaitu pH dan susut masak. Hasil analisa ragam menujukan perendaman daging itik afkir menggunakan sari daun kenikir berpengaruh sangat nyata terhadap pH (P<0,01) akan tetapi tidak mempengaruhi susut masak daging (P>0,05). Nilai rataan pH daging itik afkir yaitu P0=3,8a, P1=6,12b, P2=6,19b, P3=6,35b, nilai rataan susut masak yaitu P0=31,21%, P1=28,54, P2=34%, P3=36,33%. Kesimpulan penelitian perendaman daging itik Mojosari afkir menggunakan sari daun kenikir tua mempengaruhi nilai pH, namun tidak mempengauhi susut masak. Perendaman daging itik afkir disarankan menggunakan sari daun kenikir tua 10% menghasilkan nilai pH 6,12 dan susut masak dengan nilai 28,54% yang direndam selama 45 menit.Kata kunci : Daging itik afkir, daun kenikir, pH, susut masak 
Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Teknologi Pengolahan Pupuk Organik Puspitarini, Oktavia Rahayu; Abiwardhani, Alif Brillian; Purnama, Shelly Eka; Azizah, Nur Laili; Fadholi, Ahmad; Fanani, Khoirul; Mu’is, Muhammad; Hae, Nabila Latifa; Masnaly, Desirma Cipta; Khadafi, Muhammad Rahul; Rizki, Rizki
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i3.8701

Abstract

Limbah usaha peternakan dapat menimbulkan permasalahan lingkungan sekitar pemukiman dimana usaha peternakan berada, jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu muncullah inovasi baru, diantaranya pemanfaatan produk limbah kotoran agar menjadi produk yang memiliki nilai jual dan diharapkan mampu menjaga ketahanan ekonomi masyarakat sekitar dan limbah kotoran juga diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan yang terjadi. Tujuan pengabdian ini adalah memberdayakan masyarakat desa Kidal Kecamatan Tumpang, Desa Banjararum Kecamatan Singosari Kabupaten Malang melalui teknologi pengolahan pengolahan pupuk organik. Kegiatan ini menggunakan metode pendekatan yaitu tahap pertama observasi kondisi awal potensi peternakan yang dihadapi oleh masyarakat mengenai limbah. Tahap kedua adalah perencanaan untuk memecahkan masalah berupa kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan produk secara langsung. Tahap ketiga adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik. Tahap terakhir evaluasi program. Hasil kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan produk adalah meningkatkan pengetahuan kepada para peternak bahwa limbah dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik kompos sehingga timbulnya kesadaran petani dan peternak untuk memulai dan mengembangkan kebiasaan memberikan pupuk kompos organik yang baik bagi tanaman serta peternak dapat membuat pupuk organik secara mandiri dengan menggunakan bantuan bakteri em-4 yang berfungsi sebagai aktivator kompos melalui proses fermentasi. Kesimpulannya adalah  masyarakat desa memahami adanya potensi olahan limbah menjadi produk pupuk organik. Dengan adanya inovasi tersebut membantu perekonomian masyarakat dan mengurangi dampak limbah peternakan serta mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk kimia di Desa Kidal Kecamatan Tumpang, Desa Banjararum Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.
PENGARUH TINGKAT LAKTASI TERHADAP KADAR LEMAK DAN SOLID NON FAT KOLOSTRUM SAPI FRIESIAN HOLSTAIN DI PETERNAKAN MODERN KABUPATEN BLITAR Wijaya, Ega Adi; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat laktasi terhadap kadar lemak dan Solid Non Fat kolostrum sapi Friesian Holstain di peternakan modern Kabupaten Blitar. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 07 Agustus 2023 - 07 Oktober 2023. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sapi perah FH laktasi 1 - 4 sebanyak 20 ekor dengan nilai BCS 3,5. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel kolostrum diambil secara purposive sampling hari pertama sapi post calving pagi kurang dari 1 jam setelah anak keluar dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuannya adalah P1 = laktasi 1, P2 = laktasi 2, P3 = laktasi 3, P4 = laktasi 4. Variabel yang diamati yakni kadar lemak dan kadar SNF kolostrum. Data dianalisis menggunakan ANOVA (one-way analysis). Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengaruh (P>0,05) tingkat laktasi terhadap kadar lemak dan SNF kolostrum sapi FH. Rataan lemak kolostrum P1 = 6,07 ± 2,10%, P2 = 5,754 ± 1,53%, P3 = 6,92 ± 2,12%, P4 = 5,26 ± 2,32%. Rataan SNF kolostrum P1 = 22,77 ± 2,78%, P2 = 20,82 ± 3,60%, P3 = 23,04 ± 3,39%, P4 = 20,932 ± 6,43%. Kesimpulanya adalah tingkat laktasi tidak berpengaruh terhadap lemak dan SNF kolostrum sapi FH sehingga kolostrum laktasi 1-4 bisa diberikan untuk pedet namun pada tingkat laktasi 3 memperoleh kadar lemak dan SNF yang optimal. Kata kunci : Friesian Holstain, Kolostrum, Lemak, Solid Non Fat
PENGARUH JENIS PRODUK SUSU TERHADAP KADAR PROTEIN DAN LEMAK PADA KEFIR khowi, Muhamad Abdul; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak jenis produk susu terhadap kandungan protein dan lemak dalam kefir. Materi penelitian ini terdiri dari susu sapi segar 250 ml, 250 ml susu UHT, larutan buffer, 50g bubuk skim, dan bibit kefir 5%. Alat yang dipergunakan yaitu panci, kompor, timbangan, saringan, lactoscan, tabung reaksi, thermometer, dan pipet ukur. Metode yang diterapkan adalah eksperimen dengan desain acak lengkap (RAL), yang melibatkan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (susu sapi segar), P1 (susu sapi UHT), dan P2 (susu sapi skim). Variabel yang diamati yaitu kadar protein dan kadar lemak. Data dianalisis menggunakan ANOVA kemudian dilanjutkan dengan Uji BNT untuk mengidentifikasi perbedaan antar perlakuan jika ada. Hasil menunjukkan bahwa jenis produk susu memiliki pengaruh signifikan (P<0,01) terhadap kadar protein kefir dengan rata-rata P1=1,33a, P0=1,41a, P2=2,38b, tetapi tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) terhadap kadar lemak, dengan rata-rata kadar lemak kefir P1=2,29, P2=2,44, P0=3,48. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa jenis produk susu mempengaruhi kadar protein tetapi tidak mempengaruhi kadar lemak. Jenis susu terbaik untuk membuat kefir adalah susu bubuk skim dengan kadar protein sebesar 2,38% dan kadar lemak sebesar 1,44%. Kata kunci: Jenis susu, kadar protein, lemak kefir 
PENGARUH PEMBERIAN LENGKUAS (Alpinia galanga) DALAM PEREBUSAN BAKSO SAPI TERHADAP pH DAN UJI ORGANOLEPTIK Maulana, Robby Rizaldi; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Retnaningtyas, Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian lengkuas (Alpinia galanga) dalam perebusan bakso sapi terhadap pH dan uji organoleptik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biokimia Universitas Islam Malang dari 24 September hingga 24 Oktober 2023 dengan menggunakan daging sapi (4000 gram), lengkuas (225 gram), air (3 liter), tepung tapioka, es batu, bawang putih, garam, merica, penyedap, dan putih telur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan  5 ulangan, P0 = tanpa lengkuas, P1 = lengkuas 50g, P2 = lengkuas 75g, P3 = lengkuas 100g. Variabel yang diamati adalah nilai pH dan uji organoleptik. Analisis data di uji menggunakan ANOVA. Hasil analisis ragam pemberian lengkuas berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH dan uji organoleptik. Adapun nilai rata-rata nilai pH  masing-masing perlakuan yaitu P0 = 6,38d, P1 = 6,32c,  P2 = 6,22b, P3 = 6,18a. Nilai rata – rata organoleptik rasa pada masing-masing perlakuan yaitu  P0 = 3,34a, P1 = 3,54b, P2 = 3,66c P3 = 3,72c. Nilai warna  P0 = 2,54a P1 = 3,34b, P2 = 4,24c, P3 = 4,94d. Nilai Aroma P0 = 1,78a, P1 = 2,42b, P2 = 4,24c, P3 = 4,88d. Nilai kesukaan P0 = 2,74c, P1 = 3,76d, P2 = 2,46b, P3 = 2,16a. Kesimpulan penelitian bahwa pemberian lengkuas dalam perebusan bakso sapi mempengaruhi nilai pH dan nilai organoleptik rasa, warna, aroma dan kesukaan. Pada pemberian 50g lengkuas di setiap 3 liter air pada proses perebusan bakso, lengkuas dapat menurunkan pH dan meningkatkan kualitas bakso sapi menjadi lebih optimal.Kata kunci : bakso sapi, lengkuas, nilai pH, uji organoleptik. 
PENGARUH LAMA PEREBUSAN AIR KELAPA TUA (Cocos nucifera) TERHADAP SUSUT MASAK DAN KEEMPUKAN DAGING AYAM PETELUR AFKIR Wulang, Chairul Usman Muhammad; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lama perebusan air kelapa tua (Cocos nucifera) terhadap susut masak dan keempukan daging ayam petelur afkir. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang. Materi yang digunakan adalah dada daging ayam petelur afkir seberat 1 kg dan 4 liter air kelapa tua. Alat yang digunakan meliputi timbangan digital, water bath, stopwatch, plastik klip, cutter, beaker glass, tissue, meat shear force (MSF) yang dimodifikasi dari dudukan bor (Vertikal Drill). Metode yang digunakan adalah percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan yang digunakan adalah lama perebusan menggunakan air kelapa tua, sebagai berikut: P0 (perebusan tanpa air kelapa tua pada bagian dada daging ayam petelur afkir), P1 (perebusan air kelapa tua pada bagian dada daging ayam petelur afkir selama 15 menit), P2 (perebusan air kelapa tua pada bagian dada daging ayam petelur afkir selama 30 menit), dan P3 (perebusan air kelapa tua pada bagian dada daging ayam petelur afkir selama 45 menit). Variabel yang diamati meliputi susut masak dan keempukan daging. Data hasil penelitian ini dianalisis menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA) apabila ada perbedaan maka akan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perebusan menggunakan air kelapa tua pada dada daging ayam petelur afkir berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tingkat susut masak dan keempukan. Adapun rerata nilai susut masak P0=10,40%ᵃ, P1=26,40%ᵇ, P2=28,00%ᵇ, P3=34,40%ᶜ, dan nilai rerata keempukan (N) P0=9,13ᵈ, P1=8,17ᶜ, P2=6,12ᵇ, P3=5,63ᵃ. Simpulan penelitian ini adalah lama perebusan menggunakan air kelapa tua berpengaruh terhadap susut masak dan keempukan daging ayam petelur afkir.  Perebusan daging ayam petelur afkir yang direbus menggunakan air kelapa tua selama 45 menit dapat meningkatkan susut masak hingga mencapai 34,40% dan nilai keempukan 5,63. Penggunaan perebusan air kelapa tua mampu meningkatkan tingkat susut masak dan keempukan pada bagian dada daging ayam petelur afkir.Kata kunci : air kelapa tua, daging ayam petelur afkir, susut masak, keempukan
PENGARUH PENAMBAHAN SUSU SKIM TERHADAP KADAR LEMAK DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK PADA KEFIR Mahmuda, Yuwanda Lailatul; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Kentjonowaty, Inggit
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan susu skim terhadap kadar lemak dan kualitas organoleptic pada kefir. Materi pada penelitian ini adalah 4 liter susu sapi segar, 80 gram susus kim bubuk, dan 120 ml grain kefir. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu P0 = tanpa penambahan susu skim, P1 = penambahan susu skim sebanyak 3%, P2 = penambahan susu skim sebanyak 6%, P3 = penambahan susu skim sebanyak 9%. Variabel pengamatan adalah kadar lemak dan kualitas organoleptik. Data penelitian dianalisis dengan ANOVA (Analysis Of Variance) dan dilanjut dengan Uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan susuk kim tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar lemak dan berpengaruh nyata (P<0,05) pada kualitas organoleptik kefir (rasa, dan tingkat kesukaan), namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada tekstur. Adapun nilai rata-rata kadar lemak setiap perlakuan yaitu P0 :22,22%, P1 :22,18%, P2 :22,75%, P3 :22,13%. Sedangkan nilai modus rasa perlakuan yaitu P0 : 3ᵃ, P1 : 3ᵃ, P2 : 3ᵃ, P3 : 4ᵇ. Nilai rata-rata tekstur setiap perlakuan yaitu P0 : 3ᵃ, P1 : 3ᵃ, P2 : 3ᵃ, P3 : 4ᵇ. Nilai rata-rata tingkat kesukaan perlakuan yaitu P0 : 2ᵃ, P1 : 3ᵇ, P2 : 3ᵇ, P3 : 4ᶜ. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan susu skim pada kefir tidak mempengaruhi kadar lemak tetapi mempengaruhi kualitas organoleptik (rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan) kefir. Kualitas organoleptik (rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan) kefir optimal dengan adanya penambahan 9% susu skim yang diinkubasi selama 24 jam pada suhu 30°C, yaitu kefir memiliki rasa asam, tekstur kental dan tingkat kesukaan panelis dalam taraf suka.Kata Kunci: kefir, susu skim bubuk, kadar lemak, kualitas organoleptik
PENGARUH PERENDAMAN DAGlNG AYAM KAMUNG DENGAN CAMPURAN SARl DAUN DAN BlJI PEPAYA (Carica papaya L) VARIETAS CALIFORNIA TERHADAP NILAl SUSUT MASAK DAN KUALITAS ORGANOLEPTlK Syafirah, Nurmaya; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Retnaningtyas, Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman campuran sari daun dan biji papaya terhadap niIai susut masak dan kualitas organoleptik daging ayam kampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan dengan rancangan Iengkap (RAL). Perlakan dan perendaman berbagai konsentrasi campuran sari daun dan biji pepaya dengan 5 ulangan dan 4 perlakuan yaitu P0 = tanpa perendaman (kontrol), P1 = perendaman dengan konsentrasi 15%, P2 = perendaman dengan konsentrasi 20%, dan P3 = perendaman dengan konsentrasi 25% dengan Iama perendaman 45 menit. Variabel yang diamati berupa susut masak dan kualitas organoleptik (warna, aroma, rasa dan kesukaan). Data hasil pengamatan dianalisa dengan anaIisis ragaman (ANOVA) dengan taraf nyata 1% dan dilanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman campuran sari daun dan biji papaya berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai susut masak dan kualitas organoleptik daging ayam kampung. Perendaman campuran sari daun dan biji papaya dengan konsentrasi 15% menghasilkan nilai susut masak dalam taraf normal, warna agak putih, beraroma daging ayam, tidak terasa pahit, dengan tingkat kesukaan panelis agak suka. Perendaan campuran sari daun dan biji papaya 15% direkomendasikan untuk merendam dagingng ayam kampung dalam menghasikan nilai susut masak dan kualitas organoeptik normal.Kata Kunci : Dada Daging Ayam kampung, susut masak, dan kualitas organoleptik.
PENGARUH BERBAGAI JENIS GULA TERHADAP NILAI pH, SINERESIS DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK YOGHURT Musoffin, Abdul; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui pengaruh berbagai jenis gula terhadap nilai pH, sineresis dan kualitas organoleptik yoghurt. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu sapi 3 liter, gula tebu, gula aren, gula batu masing-masing jenis 100 g, bibit yoghurt sebanyak 3% dan form organoleptik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan. P0 yoghurt tanpa penambahan gula, P1 yoghurt + gula tebu 4%, P2 yoghurt + gula aren 4%, P3 yoghurt + gula batu 4%. Variabel yang diamati nilai pH, sineresis, kualitas organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis ragam penambahan berbagai macam jenis gula dalam yoghurt berpengaruh sangat nyata (P0,01) terhadap nilai pH, sineresis dan kualitas organoleptik. Adapun nilai pH P0 = 4,11a, P1 = 4,16b, P2 = 4,21c, P3 = 4,12a. Nilai sineresis (%) P0 = 4,734b, P1 = 4,512a, P2 = 4,526a, P3 = 4,688a. Nilai kualitas organoleptik warna P0 = 4,46c, P1 = 3,66b, P2 = 2,08a, P3= 4,54c. Rasa P0 = 4,18c, P1 = 3,86b, P2 = 3,64a, P3 = 3,84b. Tekstur P0 = 3,16b, P1 = 3,76c, P2 = 4,06d, P3 = 2,86a, Kesukaan P0 = 3,12a, P1 = 4,10c, P2 = 4,26d, P3 = 3,62d. Kesimpulan bahwa penambahan berbagai jenis gula dalam yoghurt mempengaruhi nilai pH, sineresis dan kualitas organoleptik. Penambahan jenis gula aren 4% menghasilkan kualitas terbaik dengan nilai pH 4,21, nilai sineresis 4,526% dan nilai kualitas organoleptik warna: tidak putih, rasa: agak asam-asam tekstur: kental, kesukaan: suka.Kata kunci: yoghurt, sukrosa, nilai pH, sineresis, kualitas organoleptik
ANALISIS PERBEDAAN TEKNIK PEMERAHAN TERHADAP KUALITAS SUSU SAPI PFH DI KAN JABUNG Ulinnuha, Ahmad; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan teknik pemerahan terhadap kualitas susu sapi perankan friesian holstein (PFH) di KAN JABUNG. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu segar sapi PFH dari 20 ekor laktasi ke-3 dengan bulan laktasi 4. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan 2 perlakuan yaitu lain P1: teknik pemerahan tradisional (full hand), P2: teknik pemerahan modern (bucket milking machene), masing-masing perlakuan diulang 10 kali. Variabel penelitian ini yaitu kadar lemak dan berat jenis susu sapi PFH. . Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t tidak berpasangan. Hasil penelitian kadar lemak susu sapi PFH teknik pemerahan tradisional berbeda sangat nyata (P<0,01) dengan teknik pemerahan modern, rata rata nilai kadar lemak (%) P1=4,199, P2=5,817. Berat jenis susu sapi PFH teknik pemerahan menggunakan teknik tradisional tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan teknik pemerahan modern. Rata rata nilai berat jenis (g/ml) yaitu P1: 1,0268, P2: 1,0269. Kesimpulan bahwa teknik pemerahan  antara tradisional dengan modern menghasilkan kadar lemak susu sapi PFH yang berbeda, namun tidak berbeda pada berat jenis susu sapi PFH. Teknik pemerahan menggunakan secara modern dapat menghasilkan kadar lemak susu sapi PFH lebih tinggi. Kata kunci: Sapi peranakan Friesian Holstein; teknik pemerahan; kadar lemak; berat jenis
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abiwardhani, Alif Brillian Ahlul Ilham Mahayana Ahmad Fadholi, Ahmad Ahmad Fa’iqin Alik Maulidiyah Armada armada Azmi, Ahmad Faruq Badat Muwakhid Bayu Pratama, Bima Sakti Bustami Fauzan Daniar Dwi Absari Dedi Suryanto Desirma Cipta Masnaly Desy Desy Dicky Ari Pratangga Dinasari, Irawati Dwi Aji Andrianto Edi Hartono Edy Purwanto Fadilla, Zahra Jinan Faiqul Mubarok Fajar Bayu Dwi Kurniawan Fanani, Khoirul Fatimah Azzahra Firda Uswatun Khotimah Fitriani Fitriani Hae, Nabila Latifa Hairil Ansyarif Hamdan Has Hariri, Moh Ibrahim, Ismet Igo Athief Naufal, Maulana Ilmayana Husnia In&#039;am Maulidha Rizaldy Inggit Kentjonowaty Intan Dwi Novieta, Intan Dwi Irawati Dinasari Retnaningtyas Irmayani Irmayani Ita Athia Iva Siska Anggraeni Devitasari Khadafi, Muhammad Rahul Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Kusnarida, Elif Luluh Anggriani M Nurkholis M. Basid Sidiq Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masnaly, Desirma Cipta Maulana, Robby Rizaldi Merlita Herbani Mu’is, Muhammad Mubaraq, Ghusni Mudawamah Mudawamah Muhamad Farid Wadjdi Muhammad Faisal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Nizham Pradiptha Musoffin, Abdul Nanda Agustia Nasharuddin Nisa’us Sholikah Norizan Norizan Novi Apriyanti Nur Laili Azizah Nur Laili Azizah Nurazka, Nauval Nurul Friska Maulidah Nurul Humaidah Nurul Jadid Mubarokati Oktriza Melfazen Oktriza Melfazen Purnama, Shelly Eka R, Rasidin Rahmat Dianto Rasbawati, Rasbawati Retnaningtyas, irawati Dinasari Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rifkas, Alvin Paradiptya Rita Dewi Antika Rizki Rizki Sadewa, Jihad Sahidan Rais Salsabila, Maulida Setiawan, Tri Bagus Sihabudin, Agus Sirojuddin, Khidzir Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sultoni, Muhammad Sumartono Sunaryo Sunaryo Syafirah, Nurmaya Syam Rahadi Thaufiqur Rochman, Achmad Tintrim Rahayu, Tintrim Toriq Nur Satrio Prayoga Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum Unung Lesmanah Usman Ali Utomo, Moch Luthfi Hadi Wijaya, Ega Adi Wulang, Chairul Usman Muhammad Yanti Nurjaya, Maria Indradi