Juliani Juliani
Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Published : 57 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Akhlak dan Prestasi Siswa di SMPN 2 Bahorok Fadzar Irawan Syahputra; Juliani Juliani; Karisma Annisa; Rustom Irshandi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/w0ae1v10

Abstract

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk akhlak dan meningkatkan prestasi siswa di sekolah. Melalui proses pembelajaran, pembinaan, serta keteladanan yang diberikan, guru PAI tidak hanya berfokus pada penyampaian materi keagamaan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan sikap positif siswa. Di SMP Negeri 2 Bahorok, guru PAI berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman melalui berbagai kegiatan keagamaan, pembiasaan perilaku terpuji, serta pemberian motivasi belajar. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai pendidik, pembimbing, teladan, motivator, dan evaluator dalam membentuk akhlak siswa. Pembiasaan kegiatan religius seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan pemberian nasihat keagamaan secara rutin mampu menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan sopan santun. Selain itu, motivasi dan bimbingan yang diberikan guru PAI turut mendukung peningkatan prestasi akademik maupun nonakademik siswa. Keberhasilan peran tersebut didukung oleh kerja sama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar, meskipun masih terdapat hambatan berupa pengaruh pergaulan dan penggunaan media sosial yang kurang terkontrol. Oleh karena itu, guru PAI memiliki kontribusi yang sangat besar dalam membentuk akhlak yang baik sekaligus mendorong peningkatan prestasi siswa di SMP Negeri 2 Bahorok.
Peran Guru dalam Menanamkan Akhlak pada Siswa MIN 10 Langkat Eka Ervina Br Pasaribu; Juliani Juliani; Ahmad Alma Ariz; Imamuddin Imamuddin
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/zg69s439

Abstract

Peran Guru dalam menanamkan nilai akhlak pada siswa sangatlah penting karena Guru adalah seseorang yang sangat dicontoh oleh siswanya. Di MIN 10 Langkat Para Guru-gurunya menggunakan berbagai metode dalam menanamkan akhlak pada siswanya, salah satunya yaitu metode ceramah, diskusi dan mencontohkan langsung melalui perbuatan sehari-hari. Tujuannya adalah untuk membentuk akhlak terpuji bagi siswa-siswa MIN 10 Langkat dimanapun dan kapanpun mereka berada. Metode-metode tersebut berhasil membuat para siswa memiliki akhlak terpuji dan melakukan ajaran tersebut dimana saja dan kapan saja.
Peran Pembelajaran Al-Qur’an Terhadap Pembentukan Karakter Siswa/Siswi di SDIT Al Fityah Binjai Feby Yuvi Cintasyah; Juliani Juliani
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/0faghw37

Abstract

Pembelajaran Al-Qur’an memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter peserta didik melalui penanaman nilai-nilai Islam yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di SDIT Al Fityah Binjai, pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya difokuskan pada kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga diarahkan untuk membangun karakter religius, disiplin, jujur, bertanggung jawab, santun, dan peduli terhadap sesama. Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan membaca Al-Qur’an, tahfiz, murojaah, serta pembiasaan ibadah memberikan pengaruh positif terhadap sikap dan perilaku siswa. Selain itu, keteladanan guru dan lingkungan sekolah yang bernuansa Islami turut mendukung proses internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam diri peserta didik. Pembelajaran Al-Qur’an menjadi sarana yang efektif dalam membentuk kepribadian siswa yang berakhlak mulia dan mampu menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, keberadaan pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan sekolah dasar Islam terpadu memiliki kontribusi yang signifikan dalam mewujudkan generasi yang beriman, bertakwa, dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
Peran Interaksi Sosial antara Santri dan Pengasuh dalam Menanamkan Nilai-nilai Kedisiplinan di Pondok Pesantren Sahabat Al-Qur’an Binjai Elia Fitri; Juliani Juliani; Annisa Auliya; Andre Fazarianto
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/3wvmgn14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran interaksi sosial antara santri dan pengasuh dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan di Pondok Pesantren Sahabat Al-Qur’an Binjai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial antara santri dan pengasuh dibangun melalui hubungan edukatif, religius, dan kekeluargaan yang berlangsung secara intensif melalui komunikasi formal dan informal, pembelajaran, pembinaan, pengawasan, serta keteladanan. Penanaman nilai kedisiplinan dilakukan melalui pembiasaan, pemberian nasihat, teguran, kontrol sosial, pengawasan, dan penerapan reward serta punishment yang bersifat edukatif. Implementasi kedisiplinan tampak pada kepatuhan santri terhadap ibadah, disiplin waktu, disiplin belajar, kepatuhan terhadap tata tertib, serta perilaku sosial sehari-hari. Keberhasilan pembentukan kedisiplinan didukung oleh budaya pesantren, komunikasi interpersonal, keteladanan pengasuh, dan lingkungan religius, meskipun masih terdapat hambatan berupa perbedaan karakter, kejenuhan, dan proses adaptasi santri. Dengan demikian, interaksi sosial antara santri dan pengasuh menjadi faktor utama dalam pembentukan kedisiplinan santri di lingkungan pesantren.
Implementasi Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Berkebutuhan Khusus di SLB Anak Cerdas Mulia Binjai Miftahul Zuraidah; Juliani Juliani; Puspita Sari; Septiani Septiani; Syomi Romadoni
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/t41zpe44

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) bagian terpenting untuk membentuk sifat religius bagi siswa, juga untuk siswa yang memiliki kebutuhan khusus. Dengan mempelajari pendidikan agama Islam, siswa bukan hanya mendapatkan ilmu tentang Islam saja, tetapi mereka juga mendapatkan pengetahuan bagaimana dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Memberikan ilmu agama Islam kepada siswa yang memiliki kebutuhan khusus diperlukan kesabaran yang lebih dibandingkan dengan siswa padaumumnya. Bagaimana kita bisa memahami masing-masing perbedaan pada peserta didik supaya pada saat pembelajaran berlangsung dapat dipahami. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menggambarkan proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus untuk pelajaran pendidikan agama Islam di SLB Anak Cerdas Mulia Binjai. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metodekualitatif dengan mengumpulkan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan kemudian hasil pengumpulan data diolah dan dideskripsikan secara sistematis. Memaparkan proses dari penerapan pendidikan agama Islam agar membentuknya karakter religius yang diajarkan pada anak disekolah. Data penelitian menampilkan pembentukan karakter religius diterapkan dengan cara mencontohkan pelaksanaan kebiasaan yang dilakukan terus menerus. Kebiasaan tersebut mencakup pembudayaan berdoa ketika akan memulai pembelajaran dan sesudah pembelajaran, penerapan Ibadah untuk siswa, mencontohkan hal baik untuk siswa, dan penerapan perilaku baik pada kegiatan sehari-hari. Lebih jauh, selain itu, guru juga memberikan cara yang mudah dipahami supaya siswa mampu menangkap apa yang diajarkan. Metode-metode tersebut dapat memberikan suatu yang signifikan bagi siswa untuk mendapatkan karakter religius. Siswa mampu memiliki sikap mandiri serta terbiasa dalam menerapkan ajaran serta nilai Islam sesuai kemampuan mereka. Berdasarkan hal tersebut Pendidikan agama Islam memiliki dampak signifikan untuk menunjang pembentukan karakter religius siswa berkebutuhan khusus di SLB Anak cerdas Mulia Binjai.
Pemanfaatan Kelas Tahfidz untuk Menciptakan Hafidz dan Hafidzah sebagai Generasi Qur’ani di Pesantren Modern Muhammadiyah Kuala Madu Khairul Ahmadi; Juliani Juliani; Ibadur Rahman; Shalahuddin Azzaki
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/bay14q19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan kelas tahfidz dalam menciptakan hafidz dan hafidzah sebagai generasi Qur’ani di Pesantren Modern Muhammadiyah Kuala Madu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pimpinan pesantren, koordinator tahfidz, ustaz dan ustazah pembimbing, serta santri peserta program tahfidz. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kelas tahfidz dilakukan secara terstruktur melalui perencanaan program, pelaksanaan pembelajaran, serta evaluasi yang berkelanjutan dengan menggunakan metode talaqqi, tikrar, muraja’ah, dan tasmi’. Strategi yang diterapkan dalam kelas tahfidz meliputi pembinaan hafalan secara intensif, pemberian motivasi, pembentukan lingkungan belajar yang kondusif, serta penguatan karakter Qur’ani. Faktor pendukung pelaksanaan program meliputi lingkungan pesantren yang religius, kompetensi guru, motivasi santri, serta ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Adapun faktor penghambat yang ditemukan antara lain perbedaan kemampuan menghafal santri, keterbatasan waktu, rendahnya motivasi sebagian santri, serta pengaruh penggunaan teknologi yang kurang terkontrol. Kelas tahfidz memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter religius, disiplin, tanggung jawab, dan akhlak mulia pada santri. Dengan demikian, pemanfaatan kelas tahfidz terbukti efektif dalam menciptakan hafidz dan hafidzah sebagai generasi Qur’ani di Pesantren Modern Muhammadiyah Kuala Madu.
Sinergi Guru dan Teknologi: Menanamkan Etika Berinternet dan Karakter Santun pada Gen Z di MTs Nurul Amal Kuala Ayu Wardani; Juliani Juliani; Aviny Tiffania Ahda; Elsa Azzura
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/3jdyxa95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sinergi antara guru dan teknologi dalam menanamkan etika berinternet serta membentuk karakter santun pada peserta didik Generasi Z di MTs Nurul Amal Kuala. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru, dan peserta didik, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai teladan digital, pembimbing, pengawas, dan fasilitator dalam membentuk perilaku digital peserta didik. Pemanfaatan teknologi melalui platform seperti WhatsApp, Google Classroom, dan YouTube mendukung proses pembelajaran sekaligus penanaman nilai kesantunan, tanggung jawab, disiplin, dan literasi digital berbasis nilai-nilai Islam. Sinergi antara guru dan teknologi terbukti meningkatkan kesadaraan peserta didik dalam menggunakan internet secara bijak, bertanggung jawab, dan beretika. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala madrasah, kompetensi digital guru, ketersediaan sarana teknologi, dan keterlibatan orang tua, sedangkan faktor penghambat meliputi kecanduan media sosial, kurangnya pengawasan orang tua, keterbatasan fasilitas, serta rendahnya kesadaran etika digital sebagian peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi antara guru dan teknologi merupakan strategi efektif dalam membentuk Generasi Z yang cerdas secara digital, santun, dan berakhlak mulia.
Pola Komunikasi Guru dan Orang Tua dalam Menangani Kedisiplinan Siswa di SDIT Darul Hasanah Bahorok Wulandari Wulandari; Juliani Juliani; Siti Sya’idah; Nadila Pratiwi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/p5cyp315

Abstract

Penelitian ini mengkaji pola komunikasi antara guru dan orang tua dalam menangani kedisiplinan siswa di SDIT Darul Hasanah Bahorok. Penelitian berfokus pada bagaimana sekolah memanfaatkan berbagai media dan strategi komunikasi untuk membangun hubungan kolaboratif antara pendidik dan wali murid. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat kelompok informan utama: kepala sekolah, wali kelas, orang tua siswa, dan siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif untuk memilih partisipan yang dapat memberikan wawasan komprehensif mengenai dinamika komunikasi. Temuan menunjukkan bahwa grup WhatsApp resmi dan komunikasi tatap muka merupakan saluran komunikasi utama yang digunakan sekolah. Kepala sekolah menegaskan bahwa grup WhatsApp resmi menjaga profesionalisme dan memastikan penyampaian informasi yang cepat. Wali kelas mengidentifikasi komunikasi terbuka, empatik, dan dua arah sebagai strategi paling efektif, didukung kesinambungan keterlibatan di luar insiden kedisiplinan. Orang tua menyatakan kepuasan lebih besar dengan komunikasi tatap muka langsung karena dinilai lebih jelas dan personal. Siswa mengakui termotivasi untuk memperbaiki kedisiplinan ketika mengetahui guru dan orang tua bekerja sama memantau perilaku mereka, meskipun kesadaran ini awalnya menimbulkan rasa takut. Penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan komunikasi multi-saluran terpadu yang memadukan media digital dengan interaksi personal menghasilkan pengelolaan kedisiplinan siswa yang lebih baik. Hambatan berupa keterbatasan akses teknologi, sinyal yang buruk, dan rendahnya literasi digital sebagian wali murid menjadi tantangan signifikan yang perlu diatasi sekolah secara proaktif.
Implementasi Pembelajaran Tahsin Al-Qur’an dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa di Madrasah Aliyah Al Ishlahiyah Binjai Alfadli Buhory Sirait; Juliani Juliani; Fathimah Sitepu
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/n6pney57

Abstract

Implementasi pembelajaran tahsin Al-Qur’an memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa sesuai dengan kaidah tajwid dan makhraj huruf yang benar. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan implementasi pembelajaran tahsin Al-Qur’an dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa di Madrasah Aliyah Al Ishlahiyah Binjai. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tahsin Al-Qur’an dilaksanakan melalui kegiatan perbaikan makhraj huruf, penerapan hukum tajwid, dan latihan membaca Al-Qur’an secara berkelanjutan. Guru memberikan bimbingan dan pendampingan kepada siswa sesuai dengan tingkat kemampuan membaca masing-masing. Pelaksanaan pembelajaran masih menghadapi beberapa kendala, seperti perbedaan kemampuan siswa, kurangnya penguasaan tajwid, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Meskipun demikian, berbagai upaya yang dilakukan guru mampu membantu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa.
Kebijakan Pendidikan Islam dalam Konteks Multikulturalisme Indonesia Sri Devi; Juliani Juliani; Selpi Trianda Sari; Zakiah Ulfah
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/tcmnd251

Abstract

Indonesia sebagai negara yang beragam membutuhkan pendidikan yang mampu menumbuhkan toleransi dan inklusivitas di tengah keragaman agama, budaya, dan etnis. Penelitian ini bertujuan mempelajari dan memahami kebijakan pendidikan Islam dalam konteks multikulturalisme Indonesia, khususnya sejauh mana kebijakan tersebut menerima nilai-nilai keberagaman, mendorong sikap toleran, dan membentuk siswa yang religius, moderat, dan inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode kepustakaan, mengumpulkan dan menganalisis data dari artikel jurnal dan referensi terkait melalui teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam telah mulai diintegrasikan dengan nilai-nilai multikultural melalui kurikulum yang inklusif dan pendekatan pembelajaran dialogis, dengan lembaga seperti madrasah dan pesantren memiliki potensi besar sebagai agen moderasi beragama. Namun, implementasi masih menghadapi tantangan seperti dominasi pendekatan normatif, keterbatasan pemahaman pendidik tentang multikulturalisme, dan kurangnya dukungan kebijakan operasional. Kesimpulannya, kebijakan pendidikan Islam multikultural perlu diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, pendidik, dan masyarakat agar dapat melahirkan generasi yang religius dan mampu hidup rukun di tengah keberagaman.
Co-Authors Ade Lylyana Ahmad Alma Ariz Ahmad Fauzi Aisyah akhmalia fitri Akbar Al Fadillah Alfadli Buhory Sirait Amanda Kuslaina Ananda Indri Anisya Ananda Siddik Andi Syaputra Andika Hagia Ginting Andini Andini Andre Fazarianto Anisa Dwi Lestari Annisa Auliya Annisa Raudhatul Jannah Annisa Suge Hartati Annur muharridha Arif Akbar Atiqah Zahrah Aulya Thaharahnisa Aura Mahdiyyah Aviny Tiffania Ahda Ayu Nisa Lestari Ayu Safrida Yanti Ayu Wardani Bagas Herawan Bella Charisma Bella Nabilla Bilbina, Aljaiti Bintang Zahrani Calvin Apriando Ginting Dara Putri Cia Dea puspita sari Denny Taufiq Hidayad Dewi Agustin Dhea Puja Puspita Diah Kumalasari Dian Dana Ramadhan Dinda Aldini Dinda Aulia Dinda Syahada Dio Septiawan Diwani Elfarisyah Durroh MA Dwi Andini Dwi Khairunisapril Egianisa Br Sitepu Eka Ervina Br Pasaribu Elia Fitri Elsa Azzura Emi Pratiwi Br. Surbakti Erik Aldi Yansyah Erimawahti Erimawahti Eva Marsela Fadhillah Syahfitri Fadzar Irawan Syahputra Faiz Zahfa Farlentia era dewi Farraz Aulia Ihsan Fathimah Sitepu Fatiyyah Fitri Feby Yuvi Cintasyah Fikri Farhanul Khoir Fiqi Fahlevi Heriyanto Heriyanto Hesti Indah Sari Husain Alfath Ibadur Rahman Ihsan Maulana Iklil Nadaa Imamuddin Imamuddin Imelda Ariska Indah Sri Ratih Indri Natasya Isfah Nurhadillah Rizki Isnda Ya Dilla Jariyah Jariyah Jihan Fira Azizah Julaiha Julaiha Kanaya Maisa Mulia Karisma Annisa Kelara Sriduwanti Khairani Balqis Khairul Ahmadi Khairul Hidayat Khairul Muzni khairunnisa Harahap Kliven Brema Ginting Kristiana Kristiana Lely Yuliani Lintang alifia lubis Lisa Seprina Br. Sembiring M. Arfinal M. Azzubair M. Fauzan Ramadhan M. Hendryk M. Wahyu Rizki Ardana Masrianto Masrianto Maulana Muhammad Ikhwan Maulana, Rama Meisya Fatiha Andrianti Mhd Aslam Fikri Lubis Mhd Wahyu Miftahul Zuraidah Mudia Hawa Nur Muhammad Abdi Fadillah Ritonga Muhammad Afiv Sa’dan Muhammad Aldi Muhammad Alif Fiqri Muhammad ikhsan prabudi Muhammad Rasyid Ridha Muhammad Yusuf Aulia Nasution Nabila Azura Nasution Nada Nabilah Nadia Nadia Nadila Pratiwi Nadilla Yolanda Najla Fadhilah Nazwa Azzahra Siregar Nazwa Fathiyatul Haq Nazwa Intani Nessa Anjani Nia Nazlia Nida Khafia Lubis Nova Indrianti Nur Syifa Arida Nuraini Nuraini Nurhafni Nurhafni Nurhayati Nurhayati Nurma Nurma Nurmala Syahfitri Nurul Arsi Nurul Husna Hasibuan Nurul Jannah Pingkan Nabila Pitri Rahmawati poppy poppy Pranata Seju Surbakti Puspita Sari Raina Sari Raisha, Nazwa Rama Dhania Br. Sitepu Ramanda Syahpitri Rana Sinta Rasyiq Kasbil Ghani Reni Julianty Reni Purnama Sari Reza Valevi Rina Juliana Rina Puspita Amalia Rizky Alfi Syahrin Rosa Miana Rustom Irshandi sabariani sabariani Salsabila Balqis Sarah Riza Saskia Lyra Satria Wahyu Ramadhan Sella Amelia Selpi Trianda Sari Seno Lugito Septia Pandini Septiani Septiani Shalahuddin Azzaki Shelvi Triana dewi Silvi Sahpitri Sindy Cahyani Sintia Sintia Siti Ardianti Rumanda Siti Rahayu Siti Selvira Siti Sya’idah Siti Umairoh Wulan Sari Sri Devi Sri Maulida Syahputri Sri Rahayu Sulistia Safitri Suri Susanti Nst Sutia Nur Aulia Liza Syahrapi, Ridho Bayu Syazwani Salsabila Syomi Romadoni Tawakkal Khoiri Tiara Melysa Br Sembiring Tiara Tri Yuningsih Tri Septiana Rahmadani Tri Umaya Sari Ulpa Sari Uriani Lase Veryna Zahra Alrandy Viola Asiska Virda Virda Wahyu Khairunnisa Br Bangun Wijaya, Candra Windy Widya Wiransyah Wiransyah Wulandari Wulandari Yetty, Milfa Yohana Syabila Yulia Rama Salsabilla Zakiah Ulfah