Claim Missing Document
Check
Articles

Kebijakan Pengembangan Kompetensi Guru Madrasah dalam Kerangka Akreditasi Mutu Diwani Elfarisyah; Juliani Juliani; Dewi Agustin; Imelda Ariska; Sintia Sintia
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/x1n6jn80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pengembangan kompetensi guru madrasah dalam kerangka akreditasi mutu pendidikan. Fokus kajian diarahkan pada keterkaitan antara kebijakan pengembangan kompetensi guru dengan pencapaian standar akreditasi serta peningkatan mutu madrasah secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui penelaahan berbagai sumber tertulis yang relevan, meliputi peraturan perundang-undangan pendidikan, kebijakan Kementerian Agama, pedoman dan instrumen akreditasi madrasah, serta buku dan artikel jurnal ilmiah yang membahas kompetensi guru dan penjaminan mutu pendidikan. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis) secara deskriptif-analitis untuk mengkaji konsep, kebijakan, serta implikasi pengembangan kompetensi guru terhadap mutu dan akreditasi madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan kompetensi guru madrasah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan madrasah dalam memenuhi standar akreditasi mutu. Pengembangan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru berkontribusi langsung terhadap pemenuhan standar pendidik, standar proses, serta pembentukan budaya mutu di lingkungan madrasah. Namun demikian, implementasi kebijakan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, belum meratanya akses pelatihan, serta lemahnya integrasi antara pengembangan kompetensi guru dan sistem penilaian kinerja. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kebijakan pengembangan kompetensi guru madrasah perlu dirancang dan diimplementasikan secara konsisten, terintegrasi dengan sistem penjaminan mutu internal, serta didukung kepemimpinan madrasah yang kuat agar mampu mendorong peningkatan mutu dan keberhasilan akreditasi secara berkelanjutan.
Pengembangan Kebijakan Kelembagaan Pendidikan Islam di Indonesia: Analisis Literatur Sri Rahayu; Juliani Juliani; Rosa Miana; Andi Syaputra
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/sjwa1p42

Abstract

Pengembangan kebijakan kelembagaan pendidikan Islam di Indonesia merupakan aspek strategis dalam menjawab dinamika sosial, tuntutan globalisasi, serta kebutuhan peningkatan mutu pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis berbagai literatur yang membahas kebijakan kelembagaan pendidikan Islam di Indonesia, baik dari perspektif regulasi, manajemen kelembagaan, maupun implementasinya di lapangan. Metode yang kami gunakan yaitu kajian literatur terhadap sebuah naskah, publikasi ilmiah, peraturan perundang-undangan, serta berkas kebijakan terkait pendidikan Islam. Berdasakan analisis data, dapat diketahui kebijakan kelembagaan pendidikan Islam di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang pesat, terutama dalam penguatan legalitas, integrasi kurikulum, dan peningkatan tata kelola lembaga. Namun demikian, masih ditemukan sejumlah tantangan, seperti ketimpangan kualitas antar lembaga, keterbatasan sumber daya manusia, serta inkonsistensi implementasi kebijakan di tingkat daerah. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan kelembagaan agar pendidikan Islam mampu berkontribusi secara optimal dalam pembangunan pendidikan nasional. Penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi akademik rujukan bagi pengambil kebijakan dalam merumuskan arah pengembangan kelembagaan pendidikan keIslaman di negara Indonesia.
Evaluasi Kebijakan SDM Madrasah dalam Mendukung Standar Akreditasi Pendidikan Islam Dwi Khairunisapril; Juliani Juliani; Mhd Wahyu; Muhammad Alif Fiqri; Nova Indrianti
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/dxqn6t41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan sumber daya manusia (SDM) madrasah dalam mendukung standar akreditasi pendidikan Islam. Fokus penelitian mencakup analisis peran kebijakan pemerintah, strategi pengembangan kompetensi guru, evaluasi kinerja SDM, serta identifikasi tantangan dan kendala implementasi kebijakan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, melalui identifikasi, telaah, dan sintesis literatur yang relevan, termasuk buku, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan artikel terkait. Analisis dilakukan untuk menilai kesesuaian kebijakan SDM madrasah dengan standar akreditasi, khususnya terkait kompetensi guru, manajemen personalia, dan program pengembangan profesional. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah memiliki peranan strategis melalui penetapan standar kompetensi guru, program pelatihan, sertifikasi, dan pembinaan profesional berkelanjutan, yang meningkatkan kualitas pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial guru. Strategi pengembangan kompetensi melalui pelatihan rutin, workshop, mentoring, serta evaluasi internal terbukti efektif mendorong guru mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, sehingga program pengembangan dapat lebih tepat sasaran. Evaluasi kinerja SDM madrasah yang berkelanjutan menjadi instrumen penting untuk mendukung pencapaian standar akreditasi, sekaligus meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan anggaran, distribusi guru yang tidak merata, dan beban kerja yang tinggi, kolaborasi antar madrasah, strategi pelatihan adaptif, dan pemanfaatan sumber daya lokal memungkinkan pengembangan SDM tetap optimal. Kesimpulannya, pengelolaan kebijakan SDM, pengembangan kompetensi guru, dan evaluasi kinerja yang efektif merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah secara berkelanjutan serta mendukung pencapaian standar akreditasi pendidikan Islam secara konsisten.
Peran Akreditasi Madrasah Sebagai Instrumen Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan Ananda Indri Anisya; Juliani Juliani; Bella Nabilla; Septia Pandini; Sulistia Safitri
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/ah340q73

Abstract

Akreditasi madrasah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan sebagai ujung tombak mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana akreditasi menjadi instrumen pengembangan profesional bagi guru dan tenaga kependidikan, serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di madrasah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research), dengan mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis literatur, jurnal ilmiah, buku,dan dokumen resmi terkait akreditasi madrasah, pengembangan kompetensi guru, dan manajemen tenaga kependidikan. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai mekanisme akreditasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akreditasi mendorong guru meningkatkan kompetensi pedagogik, kepribadian, dan sosial melalui refleksi diri, inovasi metode dan media pembelajaran, serta keterlibatan dalam kegiatan pengembangan profesional seperti workshop, seminar,dan pelatihan. Selain itu, akreditasi menuntut peningkatan kualitas dokumentasi pembelajaran sehingga guru bekerja lebih sistematis dan akuntabel. Tenaga kependidikan juga memperoleh manfaat signifikan berupa peningkatan keterampilan administrasi, manajerial, teknis, pemahaman regulasi pendidikan, serta kemampuan koordinasi dan komunikasi. Sinergi antara guru dan tenaga kependidikan dalam proses akreditasi membangun budaya kerja kolaboratif, adaptif, dan berorientasi mutu, sementara dukungan pimpinan madrasah yang visioner semakin memperkuat efektivitas proses ini. Dengan demikian, akreditasi berfungsi tidak hanyasebagai alat penilaian formal, tetapi juga sebagai instrumen pembelajaran bersama yang meningkatkan kompetensi individu dan kualitas madrasah secara menyeluruh.
Kebijakan Pendidikan Islam dalam Konteks Multikulturalisme Indonesia Jariyah Jariyah; Juliani Juliani; Ade Lylyana; Dwi Andini; Lisa Seprina Br. Sembiring
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/w4w9vf36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan tantangan kebijakan pendidikan Islam di Indonesia dalam menanggapi realitas multikulturalnya. Indonesia adalah negara dengan keragaman etnis dan agama yang tinggi, sehingga membutuhkan kebijakan pendidikan yang tidak hanya mempromosikan identitas agama tetapi juga memperkuat toleransi, inklusi, dan persatuan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap regulasi dan praktik pendidikan Islam, dari kurikulum hingga administrasi lembaga. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam, khususnya melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), menghadapi dilema antara menjaga otentisitas ajaran Islam dan kebutuhan untuk menyelaraskan nilai-nilai multikultural. Penelitian ini merekomendasikan reorientasi kebijakan, menekankan pentingnya pendekatan Islam moderat (wasatiyyah Islam), integrasi nilai-nilai kebangsaan ke dalam kurikulum, serta penguatan kompetensi guru untuk mengajarkan keragaman sebagai kekayaan, bukan sebagai ancaman. Implementasi kebijakan yang inklusif ini sangat krusial untuk memastikan bahwa pendidikan Islam berkontribusi pada pembangunan masyarakat Indonesia yang harmonis dan beradab.
Kebijakan Pengembangan Kompetensi Guru Madrasah Aura Mahdiyyah; Juliani Juliani; Nurul Arsi; Nia Nazlia; Rama Dhania Br. Sitepu
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/btxs0k65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pengembangan kompetensi guru madrasah, mengevaluasi implementasinya, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program. Metode penelitian menggunakan studi pustaka (library research) dengan mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis berbagai sumber tertulis, termasuk jurnal ilmiah, buku, laporan kebijakan, dan dokumen resmi pemerintah terkait pendidikan Islam. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif untuk memahami hubungan antara kebijakan pemerintah dan peningkatan kompetensi guru, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah memegang peran strategis dalam pengembangan kompetensi guru madrasah, berfungsi sebagai pedoman formal, motivator, pemberi legitimasi, dan penentu standar evaluasi kompetensi. Implementasi program di tingkat madrasah, seperti pelatihan internal, mentoring, workshop, dan kolaborasi antar-guru, lebih efektif bila disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter guru. Faktor pendukung meliputi motivasi intrinsik guru, dukungan kepala madrasah, budaya inovatif, serta fasilitas dan teknologi pendidikan yang memadai. Faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, akses pelatihan, dan budaya tradisional yang kaku. Dampak pengembangan kompetensi terlihat pada peningkatan kemampuan pedagogik, profesionalisme, motivasi, dan etos kerja guru, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi peserta didik. Kesimpulannya, pengembangan kompetensi guru madrasah yang terstruktur dan multidimensional mampu membentuk guru profesional, inovatif, serta berkarakter, sehingga berkontribusi pada pendidikan Islam yang berkualitas, relevan, dan berkelanjutan.
Optimalisasi Peran Kepala Madrasah dalam Kebijakan SDM dan Akreditasi Mutu Veryna Zahra Alrandy; Juliani Juliani; Salsabila Balqis; Muhammad Ikhsan Prabudi; Meisya Fatiha Andrianti
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/a8xv7m63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi peran kepala madrasah dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan akreditasi mutu. Kepala madrasah memegang peran strategis sebagai pengelola administratif sekaligus pemimpin visioner yang menentukan kualitas pendidikan, kompetensi guru, dan prestasi akademik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, dengan pengumpulan data dari buku, jurnal, artikel, laporan penelitian, dokumen kebijakan, dan peraturan terkait. Analisis dilakukan secara kualitatif deskriptif melalui identifikasi, klasifikasi, dan sintesis informasi dari literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah memiliki peran sentral dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan SDM. Kepala madrasah yang efektif mampu menyesuaikan penempatan guru sesuai kompetensi, mendorong pengembangan profesional melalui pelatihan dan workshop, serta membangun komunikasi yang terbuka untuk menciptakan iklim kerja positif. Selain itu, kepala madrasah berperan penting dalam proses akreditasi, mulai dari pemahaman standar BAN-M, koordinasi tim akreditasi internal, hingga pembinaan guru dan staf agar siap menghadapi evaluasi eksternal. Optimalisasi peran ini dipengaruhi oleh faktor pendukung seperti kompetensi kepemimpinan, dukungan staf, budaya kerja profesional, serta pemanfaatan teknologi informasi. Hambatan yang ditemui meliputi keterbatasan sumber daya, resistensi terhadap perubahan, birokrasi, dan dinamika regulasi akreditasi. Kesimpulannya, kepala madrasah yang mampu mengelola faktor-faktor tersebut secara kolaboratif, adaptif, dan inovatif dapat meningkatkan efektivitas kebijakan SDM, kesiapan akreditasi, dan mutu pendidikan secara keseluruhan.
Kebijakan SDM Madrasah: Tantangan dan Peluang dalam Era Digitalisasi Pendidikan Islam Dea Puspita Sari; Juliani Juliani; Dio Septiawan; Fiqi Fahlevi; Khairul Hidayat
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/hg50c097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan sumber daya manusia (SDM) madrasah dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang digitalisasi pendidikan Islam. Transformasi digital menuntut madrasah untuk memiliki tenaga pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik dan religius, tetapi juga memiliki literasi digital serta kemampuan pedagogik modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur yang relevan, meliputi buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dokumen kebijakan pemerintah, serta publikasi terkait manajemen SDM dan digitalisasi pendidikan Islam. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui proses pengumpulan, seleksi, pengelompokan, dan sintesis informasi guna memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan rekrutmen dan pengembangan SDM madrasah berbasis kompetensi profesional dan literasi digital berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Pengembangan profesional berkelanjutan melalui pelatihan digital, pemanfaatan Learning Management System, dan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi mampu meningkatkan adaptasi, kreativitas, serta keterlibatan guru dan peserta didik. Namun demikian, implementasi digitalisasi masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, kesenjangan literasi digital antar guru, serta resistensi terhadap perubahan metode pembelajaran. Di sisi lain, digitalisasi membuka peluang besar melalui akses sumber belajar digital, kolaborasi profesional, dan penerapan model pembelajaran inovatif seperti blended learning dan flipped classroom. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan SDM madrasah yang strategis, terintegrasi, dan berkelanjutan merupakan kunci utama dalam mewujudkan pendidikan Islam yang adaptif, profesional, dan berkualitas di era digital.
Akreditasi Madrasah Sebagai Upaya Sistematis Peningkatan Profesionalisme Guru Annur Muharridha; Kanaya Maisa Mulia; Muhammad Abdi Fadillah Ritonga; Siti Selvira; Juliani Juliani
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/me58mw40

Abstract

Akreditasi madrasah merupakan instrumen penjaminan mutu pendidikan yang berfungsi menilai kelayakan dan kinerja satuan pendidikan secara komprehensif. Proses akreditasi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi kelembagaan, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan profesionalisme guru sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran akreditasi madrasah sebagai upaya sistematis dalam meningkatkan profesionalisme guru. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap berbagai sumber relevan berupa regulasi pemerintah, laporan akreditasi, dan hasil penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa akreditasi mendorong guru untuk meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian melalui tuntutan standar nasional pendidikan. Akreditasi juga berfungsi sebagai mekanisme evaluasi berkelanjutan yang memacu budaya mutu dan akuntabilitas di lingkungan madrasah. Dengan demikian, akreditasi madrasah memiliki peran strategis dalam penguatan profesionalisme guru secara berkelanjutan dan sistematis.
Kebijakan SDM Madrasah: Model Integratif untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Islam Isfah Nurhadillah Rizki; Juliani Juliani; Aisyah Akhmalia Fitri; Atiqah Zahrah; Kliven Brema Ginting
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/wv8ej678

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang unggul secara intelektual, spiritual, dan sosial. Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam dituntut untuk mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan melalui pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif dan berorientasi nilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan SDM madrasah melalui pendekatan model integratif sebagai strategi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal nasional dan internasional, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen kebijakan yang relevan dengan pengelolaan SDM madrasah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan SDM madrasah yang berbasis model integratif menekankan keterpaduan antara visi pendidikan Islam, kebijakan rekrutmen dan penempatan, pengembangan profesional dan spiritual, sistem evaluasi kinerja yang komprehensif, serta penguatan budaya kerja Islami. Kebijakan SDM yang terintegrasi tidak hanya berfungsi sebagai instrumen manajerial, tetapi juga sebagai kerangka strategis yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan prinsip manajemen modern. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan model integratif dalam kebijakan SDM berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan Islam, baik pada aspek akademik maupun pembentukan karakter peserta didik. Selain itu, model ini mendorong terciptanya SDM madrasah yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan memiliki komitmen moral yang kuat. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kebijakan SDM madrasah berbasis model integratif merupakan pendekatan yang efektif, relevan, dan kontekstual dalam mewujudkan madrasah yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan tanpa kehilangan identitas keislamannya.
Co-Authors Ade Lylyana Ahmad Alma Ariz Ahmad Fauzi Aisyah akhmalia fitri Akbar Al Fadillah Alfadli Buhory Sirait Amanda Kuslaina Ananda Indri Anisya Ananda Siddik Andi Syaputra Andika Hagia Ginting Andini Andini Andre Fazarianto Anisa Dwi Lestari Annisa Auliya Annisa Raudhatul Jannah Annisa Suge Hartati Annur muharridha Arif Akbar Atiqah Zahrah Aulya Thaharahnisa Aura Mahdiyyah Aviny Tiffania Ahda Ayu Nisa Lestari Ayu Safrida Yanti Ayu Wardani Bagas Herawan Bella Charisma Bella Nabilla Bilbina, Aljaiti Bintang Zahrani Calvin Apriando Ginting Dara Putri Cia Dea puspita sari Denny Taufiq Hidayad Dewi Agustin Dhea Puja Puspita Diah Kumalasari Dian Dana Ramadhan Dinda Aldini Dinda Aulia Dinda Syahada Dio Septiawan Diwani Elfarisyah Durroh MA Dwi Andini Dwi Khairunisapril Egianisa Br Sitepu Eka Ervina Br Pasaribu Elia Fitri Elsa Azzura Emi Pratiwi Br. Surbakti Erik Aldi Yansyah Erimawahti Erimawahti Eva Marsela Fadhillah Syahfitri Fadzar Irawan Syahputra Faiz Zahfa Farlentia era dewi Farraz Aulia Ihsan Fathimah Sitepu Fatiyyah Fitri Feby Yuvi Cintasyah Fikri Farhanul Khoir Fiqi Fahlevi Heriyanto Heriyanto Hesti Indah Sari Husain Alfath Ibadur Rahman Ihsan Maulana Iklil Nadaa Imamuddin Imamuddin Imelda Ariska Indah Sri Ratih Indri Natasya Isfah Nurhadillah Rizki Isnda Ya Dilla Jariyah Jariyah Jihan Fira Azizah Julaiha Julaiha Kanaya Maisa Mulia Karisma Annisa Kelara Sriduwanti Khairani Balqis Khairul Ahmadi Khairul Hidayat Khairul Muzni khairunnisa Harahap Kliven Brema Ginting Kristiana Kristiana Lely Yuliani Lintang alifia lubis Lisa Seprina Br. Sembiring M. Arfinal M. Azzubair M. Fauzan Ramadhan M. Hendryk M. Wahyu Rizki Ardana Masrianto Masrianto Maulana Muhammad Ikhwan Maulana, Rama Meisya Fatiha Andrianti Mhd Aslam Fikri Lubis Mhd Wahyu Miftahul Zuraidah Mudia Hawa Nur Muhammad Abdi Fadillah Ritonga Muhammad Afiv Sa’dan Muhammad Aldi Muhammad Alif Fiqri Muhammad ikhsan prabudi Muhammad Rasyid Ridha Muhammad Yusuf Aulia Nasution Nabila Azura Nasution Nada Nabilah Nadia Nadia Nadila Pratiwi Nadilla Yolanda Najla Fadhilah Nazwa Azzahra Siregar Nazwa Fathiyatul Haq Nazwa Intani Nessa Anjani Nia Nazlia Nida Khafia Lubis Nova Indrianti Nur Syifa Arida Nuraini Nuraini Nurhafni Nurhafni Nurhayati Nurhayati Nurma Nurma Nurmala Syahfitri Nurul Arsi Nurul Husna Hasibuan Nurul Jannah Pingkan Nabila Pitri Rahmawati poppy poppy Pranata Seju Surbakti Puspita Sari Raina Sari Raisha, Nazwa Rama Dhania Br. Sitepu Rama Maulana Ramanda Syahpitri Rana Sinta Rasyiq Kasbil Ghani Reni Julianty Reni Purnama Sari Reza Valevi Rina Juliana Rina Puspita Amalia Rizky Alfi Syahrin Rosa Miana Rustom Irshandi sabariani sabariani Salsabila Balqis Sarah Riza Saskia Lyra Satria Wahyu Ramadhan Satriyadi Satriyadi Sella Amelia Selpi Trianda Sari Seno Lugito Septia Pandini Septiani Septiani Shalahuddin Azzaki Shelvi Triana dewi Silvi Sahpitri Sindia Putri Bahagia Sindy Cahyani Sintia Sintia Siti Ardianti Rumanda Siti Rahayu Siti Selvira Siti Sya’idah Siti Umairoh Wulan Sari Sri Devi Sri Maulida Syahputri Sri Rahayu Sulistia Safitri Suri Susanti Nst Sutia Nur Aulia Liza Syahbudin Syahbudin Syahrapi, Ridho Bayu Syazwani Salsabila Syomi Romadoni Tawakkal Khoiri Tiara Melysa Br Sembiring Tiara Tri Yuningsih Tri Septiana Rahmadani Tri Umaya Sari Ulpa Sari Uriani Lase Veryna Zahra Alrandy Viola Asiska Virda Virda Wahyu Khairunnisa Br Bangun Wijaya, Candra Windy Widya Wiransyah Wiransyah Wulandari Wulandari Yetty, Milfa Yohana Syabila Yulia Rama Salsabilla Zakiah Ulfah