Claim Missing Document
Check
Articles

Kebijakan Beasiswa Pendidikan Islam: Analisis Literatur Tri Umaya Sari; Juliani Juliani; Rina Puspita Amalia; Viola Asiska; Yohana Syabila
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/bgz14g83

Abstract

Kebijakan beasiswa pendidikan Islam merupakan salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan akses, pemerataan, dan mutu pendidikan Islam di Indonesia. Keberadaan beasiswa tidak hanya berfungsi sebagai bantuan finansial bagi peserta didik, tetapi juga sebagai bentuk komitmen negara dan lembaga pendidikan Islam dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul secara akademik dan berkarakter Islami. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis berbagai kebijakan beasiswa pendidikan Islam berdasarkan kajian literatur yang relevan, baik dari perspektif regulasi, implementasi, maupun dampaknya terhadap peserta didik dan lembaga pendidikan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur dengan menelaah buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang berkaitan dengan beasiswa pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan beasiswa pendidikan Islam memiliki peran penting dalam meningkatkan partisipasi pendidikan, mendorong keberlanjutan studi, serta memperkuat kualitas pendidikan Islam. Namun demikian, masih ditemukan sejumlah tantangan, seperti ketimpangan distribusi beasiswa, keterbatasan anggaran, serta lemahnya sistem pengawasan dan evaluasi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan yang lebih terintegrasi, transparan, dan berorientasi pada keadilan sosial agar beasiswa pendidikan Islam dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Kebijakan Integrasi Sains dan Islam dalam Kurikulum Pendidikan Nasional Sarah Riza; Juliani Juliani; Siti Rahayu; Windy Widya
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/tj7hrg52

Abstract

Integrasi sains dan Islam dalam Kurikulum Pendidikan Nasional bertujuan membentuk generasi Indonesia yang seimbang secara intelektual dan spiritual sesuai Pancasila dan ajaran Islam. Kajian pustaka ini menegaskan bahwa konsep integrasi berakar kuat pada ajaran teologis Al-Qur’an dan sejalan dengan ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Berbagai model integrasi telah dikembangkan, seperti pendekatan integratif, multidisipliner, berbasis fiqh, dan pemanfaatan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi ilmiah. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa pengembangan kurikulum transdisipliner, dikotomi sains dan agama, keterbatasan kapasitas pendidik, serta penyesuaian dengan budaya lokal. Keberhasilan integrasi memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan penguatan kebijakan serta pelatihan pendidik.
Kebijakan Akreditasi Madrasah untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan Islam Kristiana Kristiana; Juliani Juliani; Jihan Fira Azizah; Mudia Hawa Nur; Pitri Rahmawati
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/g0fqrp49

Abstract

Proses akreditasi merupakan langkah krusial dalam menjamin mutu pendidikan di madrasah, dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah atau Madrasah. Penilaian mencakup delapan standar nasional pendidikan: kualitas lulusan, kurikulum, proses pembelajaran, pemanfaatan sarana dan prasarana, tenaga pengajar, pembiayaan, dan manajemen sekolah. Tujuan utamanya adalah memastikan madrasah memenuhi standar optimal untuk kualitas pendidikan, baik pendidikan umum maupun pendidikan yang berbasis keagamaan. Madrasah yang memiliki akreditasi yang baik tidak menutup kemungkinan bahwa madrasah itu sudah cukup memenuhi standar akreditasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang mengkaji dokumen kebijakan, jurnal ilmiah, dan publikasi resmi terkait dengan kebijakan akreditasi madrasah untuk peningkatan kualitas Islam yang dapat dijadikan rujukan oleh peneliti. Hasil dari penelitian bahwa Kebijakan akreditasi pada madrasah sangat berpengaruh untuk meningkatkan kualitas Islam. Oleh karena itu perlunya kerjasama Antara madrasah atau sekolah dengan pemerintah serta menteri pendidikan yang ada di Indonesia.
Kebijakan Kurikulum Pendidikan di Era Digital: Studi Literatur Juliani Juliani; Nazwa Azzahra Siregar; Annisa Raudhatul Jannah; Nadia Nadia; Dian Dana Ramadhan
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/8f7bc618

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Kondisi ini menuntut kebijakan kurikulum yang adaptif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan kompetensi abad ke-21. Kebijakan kurikulum di era digital memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif kebijakan kurikulum pendidikan di era digital melalui studi literatur, dengan fokus pada arah kebijakan, strategi implementasi, tantangan, serta implikasinya terhadap pengembangan sistem pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui penelaahan artikel jurnal, buku, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dan terbit dalam lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, pengelompokan tema, dan sintesis kualitatif untuk mengidentifikasi pola dan isu utama terkait kebijakan kurikulum digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan kurikulum di era digital berorientasi pada penguatan integrasi teknologi untuk meningkatkan efektivitas, fleksibilitas, dan kualitas pembelajaran. Keberhasilan implementasi kebijakan sangat dipengaruhi oleh manajemen kurikulum yang terencana, kesiapan sumber daya manusia, kompetensi digital pendidik, serta dukungan infrastruktur pendidikan. Namun demikian, tantangan seperti kesenjangan akses teknologi, rendahnya literasi digital, dan ketimpangan fasilitas pendidikan antarwilayah masih menjadi hambatan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan kurikulum di era digital perlu dirancang secara holistik, inklusif, dan berkelanjutan agar mampu mendukung peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan di masa depan.
Kebijakan Pengembangan Inovasi Pendidikan Islam Pingkan Nabila; Juliani Juliani; Sutia Nur Aulia Liza; Muhammad Aldi; Nazwa Intani
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/sfszpa81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kebijakan pemerintah dalam mendorong pengembangan inovasi pendidikan Islam serta strategi lembaga pendidikan dalam mengimplementasikannya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research), dengan pengumpulan dan analisis data dari buku, jurnal, artikel, dokumen kebijakan, serta laporan penelitian terdahulu. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif untuk menggambarkan kerangka kebijakan, praktik inovasi, serta tantangan dan faktor pendukung implementasi inovasi pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah memiliki peranan strategis melalui regulasi, insentif, penguatan kapasitas guru, dan standar evaluasi yang mendorong inovasi. Lembaga pendidikan Islam menerjemahkan kebijakan tersebut menjadi praktik melalui pengembangan kurikulum, metode pembelajaran aktif, pemanfaatan teknologi informasi, serta kolaborasi dengan institusi eksternal. Faktor pendukung keberhasilan inovasi meliputi kompetensi guru, kesiapan sumber daya, keterlibatan orang tua, serta jejaring pendidikan yang kuat. Sementara itu, tantangan yang muncul antara lain keterbatasan sarana, resistensi internal, dan kebutuhan pelatihan intensif. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kombinasi kebijakan pemerintah yang mendukung, strategi lembaga yang adaptif, dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci terciptanya inovasi pendidikan Islam yang efektif, relevan, dan mampu mencetak generasi muda yang kompeten, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan global.
Kebijakan Pendidikan Islam dalam Konteks Globalisasi Masrianto Masrianto; Andika Hagia Ginting; Seno Lugito; Juliani Juliani
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/y1sw8e47

Abstract

Globalisasi merupakan fenomena yang membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan Islam. Pendidikan Islam sebagai bagian dari sistem sosial tidak terlepas dari pengaruh arus global tersebut. Di satu sisi, globalisasi membuka peluang besar bagi pendidikan Islam untuk mengakses pengetahuan secara luas, mengadopsi metode pembelajaran modern, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang kompetitif secara global. Namun di sisi lain, globalisasi juga menghadirkan tantangan serius berupa krisis identitas, erosi nilai-nilai keislaman, budaya konsumtif, serta masuknya nilai-nilai asing yang tidak sejalan dengan ajaran Islam. Pendidikan Islam dituntut untuk mampu memainkan perannya secara dinamis dan proaktif agar tetap relevan dalam arus globalisasi. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan Islam harus dirumuskan secara strategis, adaptif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam agar mampu menjawab tantangan global sekaligus memanfaatkan peluang yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui kajian terhadap buku dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam yang integratif, berbasis nilai, dan responsif terhadap perubahan global memiliki potensi besar dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berdaya saing global.
Kebijakan Pendidikan Islam untuk Penguatan Karakter Peserta Didik Nurul Jannah; Juliani Juliani; Nida Khafia Lubis; Nada Nabilah; M. Arfinal
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/1qhgeb34

Abstract

Kebijakan pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam penguatan karakter peserta didik di tengah tantangan globalisasi, digitalisasi, dan perubahan sosial yang kompleks. Pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai proses internalisasi nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial yang membentuk kepribadian peserta didik secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pendidikan Islam dalam penguatan karakter peserta didik berdasarkan kajian pustaka dari sepuluh jurnal nasional yang relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam berkontribusi signifikan dalam membentuk karakter religius, integritas, tanggung jawab, dan moderasi peserta didik melalui integrasi kurikulum, peran guru, budaya sekolah, serta sinergi dengan kebijakan nasional. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan karakter peserta didik melalui kebijakan pendidikan Islam memerlukan perencanaan yang sistematis, implementasi yang konsisten, dan dukungan seluruh ekosistem pendidikan agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era modern.
Kebijakan Pendidikan Islam dalam Menghadapi Disrupsi Teknologi Muhammad Afiv Sa’dan; Poppy Poppy; Shelvi Triana Dewi; Juliani Juliani
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/59rynf64

Abstract

Era disrupsi ditandai dengan perkembangan digital yang begitu pesat menuntut para pegiat pendidikan Islam untuk lebih kreatif dan menghadirkan cara dan paradigma baru. Pada era disrupsi ini banyak perubahan yang begitu cepat terjadi, yang paling menonjol lebih dominannya akses media sosial ataupun teknologi informasi. Strategi sebagai proses manajemen hubungan antara lembaga dengan lingkungan, terdiri dari perencanaan strategik, perencanaan kapabilitas, dan manajemen perubahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk : a) mendeskripsikan Langkah strategis Pendidikan Islam pada era Disrupsi, b) mendapatkan data terkait strategi Pendidikan Islam diera disrupsi, c) mengetahui Langkah strategis Pendidikan Islam di era Disrupsi. Metodologi Penelitian yang digunakan yaitu merupakan jenis riset pustaka dengan pendekatan kualitatif, yang mana riset ini menggambarkan dan menganalisis data yang ada di kepustakaan yaitu buku-buku, majalah, berita koran dan jurnal semua bahan itu dicatat dan dianalisis kemudian diolah menjadi data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pengembangan dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia, hal ini sangat relevan dengan persaingan yang begitu kompetitif maka perlu peningkatan kualitas baik teknis maupun nonteknis, Pengembangan kurikulum atau bahan ajar yang mampu memberikan dorongan bagi murid untuk lebih antusias dalam belajar bisa menggunakan pembelajaran berwawasan global dan pendekatan teknologi, Meningkatkan sarana dan prasarana berbasis teknologi digital, Meningkatkan imun spiritualitas agar terbentuknya akhlak atau karakter yang kuat, Evaluasi dan kontrol sehingga hasil kinerja bisa terpantau dan bisa dibandingkan dengan kinerja yang dinginkan.
Reformasi Kebijakan Kurikulum Pendidikan Islam di Era Merdeka Belajar Uriani Lase; Juliani Juliani; Suri Susanti Nst; Sella Amelia
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/3q54xm69

Abstract

Reformasi kebijakan pendidikan nasional melalui program Merdeka Belajar membawa implikasi signifikan terhadap pengembangan kurikulum pendidikan Islam di Indonesia. Pendidikan Islam yang sebelumnya cenderung berorientasi pada penyeragaman materi kini diarahkan pada fleksibilitas pembelajaran, penguatan karakter, serta pengembangan kompetensi abad ke-21. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis reformasi kebijakan kurikulum pendidikan Islam di era Merdeka Belajar dengan meninjau perubahan paradigma, tantangan implementasi, serta peluang pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap jurnal ilmiah terbitan tahun 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan ruang otonomi yang luas bagi lembaga pendidikan Islam dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan inovatif. Namun, tantangan masih ditemukan pada aspek kesiapan guru, kesenjangan mutu antar lembaga, serta keterbatasan pemahaman konsep Merdeka Belajar. Artikel ini menyimpulkan bahwa reformasi kurikulum pendidikan Islam perlu diiringi penguatan kapasitas pendidik dan kebijakan pendukung agar implementasi Merdeka Belajar berjalan optimal dan berkelanjutan.
Kebijakan Pendidikan Islam dan Tantangan Guru Abad 21 Heriyanto Heriyanto; Bintang Zahrani; Eva Marsela; Dinda Aldini; Juliani Juliani
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/zzdknt09

Abstract

Kebijakan pendidikan Islam mempunyai fungsi strategis dalam membangun mutu sumber daya manusia yang beriman, berpengetahuan, dan berakhlak terpuji. Memasuki era abad ke-21, ranah pendidikan menghadapi beragam perubahan besar yang ditandai oleh perkembangan teknologi, globalisasi, serta tuntutan keterampilan abad 21 seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Situasi ini mengharuskan guru pendidikan Islam tidak hanya menguasai substansi keislaman, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan teknologi yang mampu beradaptasi dengan dinamika zaman. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan pendidikan Islam di Indonesia serta menganalisis berbagai tantangan yang dihadapi guru dalam menjawab tuntutan pendidikan abad ke-21. Metode penelitian yang diterapkan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai referensi berupa regulasi, buku, dan artikel jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam telah memberikan arah serta landasan normatif bagi penguatan peran guru, namun dalam pelaksanaannya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan kompetensi teknologi, kesiapan pedagogik yang inovatif, serta kesenjangan sarana dan prasarana pendidikan. Oleh sebab itu, dibutuhkan sinergi antara kebijakan, lembaga pendidikan, dan peningkatan kompetensi guru agar pendidikan Islam mampu merespons tantangan abad ke-21 secara optimal.
Co-Authors Ade Lylyana Ahmad Alma Ariz Ahmad Fauzi Aisyah akhmalia fitri Akbar Al Fadillah Alfadli Buhory Sirait Amanda Kuslaina Ananda Indri Anisya Ananda Siddik Andi Syaputra Andika Hagia Ginting Andini Andini Andre Fazarianto Anisa Dwi Lestari Annisa Auliya Annisa Raudhatul Jannah Annisa Suge Hartati Annur muharridha Arif Akbar Atiqah Zahrah Aulya Thaharahnisa Aura Mahdiyyah Aviny Tiffania Ahda Ayu Nisa Lestari Ayu Safrida Yanti Ayu Wardani Bagas Herawan Bella Charisma Bella Nabilla Bilbina, Aljaiti Bintang Zahrani Calvin Apriando Ginting Dara Putri Cia Dea puspita sari Denny Taufiq Hidayad Dewi Agustin Dhea Puja Puspita Diah Kumalasari Dian Dana Ramadhan Dinda Aldini Dinda Aulia Dinda Syahada Dio Septiawan Diwani Elfarisyah Durroh MA Dwi Andini Dwi Khairunisapril Egianisa Br Sitepu Eka Ervina Br Pasaribu Elia Fitri Elsa Azzura Emi Pratiwi Br. Surbakti Erik Aldi Yansyah Erimawahti Erimawahti Eva Marsela Fadhillah Syahfitri Fadzar Irawan Syahputra Faiz Zahfa Farlentia era dewi Farraz Aulia Ihsan Fathimah Sitepu Fatiyyah Fitri Feby Yuvi Cintasyah Fikri Farhanul Khoir Fiqi Fahlevi Heriyanto Heriyanto Hesti Indah Sari Husain Alfath Ibadur Rahman Ihsan Maulana Iklil Nadaa Imamuddin Imamuddin Imelda Ariska Indah Sri Ratih Indri Natasya Isfah Nurhadillah Rizki Isnda Ya Dilla Jariyah Jariyah Jihan Fira Azizah Julaiha Julaiha Kanaya Maisa Mulia Karisma Annisa Kelara Sriduwanti Khairani Balqis Khairul Ahmadi Khairul Hidayat Khairul Muzni khairunnisa Harahap Kliven Brema Ginting Kristiana Kristiana Lely Yuliani Lintang alifia lubis Lisa Seprina Br. Sembiring M. Arfinal M. Azzubair M. Fauzan Ramadhan M. Hendryk M. Wahyu Rizki Ardana Masrianto Masrianto Maulana Muhammad Ikhwan Maulana, Rama Meisya Fatiha Andrianti Mhd Aslam Fikri Lubis Mhd Wahyu Miftahul Zuraidah Mudia Hawa Nur Muhammad Abdi Fadillah Ritonga Muhammad Afiv Sa’dan Muhammad Aldi Muhammad Alif Fiqri Muhammad ikhsan prabudi Muhammad Rasyid Ridha Muhammad Yusuf Aulia Nasution Nabila Azura Nasution Nada Nabilah Nadia Nadia Nadila Pratiwi Nadilla Yolanda Najla Fadhilah Nazwa Azzahra Siregar Nazwa Fathiyatul Haq Nazwa Intani Nessa Anjani Nia Nazlia Nida Khafia Lubis Nova Indrianti Nur Syifa Arida Nuraini Nuraini Nurhafni Nurhafni Nurhayati Nurhayati Nurma Nurma Nurmala Syahfitri Nurul Arsi Nurul Husna Hasibuan Nurul Jannah Pingkan Nabila Pitri Rahmawati poppy poppy Pranata Seju Surbakti Puspita Sari Raina Sari Raisha, Nazwa Rama Dhania Br. Sitepu Rama Maulana Ramanda Syahpitri Rana Sinta Rasyiq Kasbil Ghani Reni Julianty Reni Purnama Sari Reza Valevi Rina Juliana Rina Puspita Amalia Rizky Alfi Syahrin Rosa Miana Rustom Irshandi sabariani sabariani Salsabila Balqis Sarah Riza Saskia Lyra Satria Wahyu Ramadhan Satriyadi Satriyadi Sella Amelia Selpi Trianda Sari Seno Lugito Septia Pandini Septiani Septiani Shalahuddin Azzaki Shelvi Triana dewi Silvi Sahpitri Sindia Putri Bahagia Sindy Cahyani Sintia Sintia Siti Ardianti Rumanda Siti Rahayu Siti Selvira Siti Sya’idah Siti Umairoh Wulan Sari Sri Devi Sri Maulida Syahputri Sri Rahayu Sulistia Safitri Suri Susanti Nst Sutia Nur Aulia Liza Syahbudin Syahbudin Syahrapi, Ridho Bayu Syazwani Salsabila Syomi Romadoni Tawakkal Khoiri Tiara Melysa Br Sembiring Tiara Tri Yuningsih Tri Septiana Rahmadani Tri Umaya Sari Ulpa Sari Uriani Lase Veryna Zahra Alrandy Viola Asiska Virda Virda Wahyu Khairunnisa Br Bangun Wijaya, Candra Windy Widya Wiransyah Wiransyah Wulandari Wulandari Yetty, Milfa Yohana Syabila Yulia Rama Salsabilla Zakiah Ulfah