Claim Missing Document
Check
Articles

Kebijakan Pendidikan Islam dalam Menghadapi Generasi Z Khairunnisa Harahap; Juliani Juliani; Nadilla Yolanda; Nurul Husna Hasibuan; Sabariani Sabariani
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/zzc0xq43

Abstract

Perkembangan pendidikan Islam menghadapi berbagai tantangan di era digital, mulai dari kebijakan, pelaksanaan, hingga adaptasi terhadap karakteristik generasi baru. Pendidikan Islam tidak hanya menekankan aspek akademis, tetapi juga berfokus pada pembentukan moral dan akhlak yang selaras dengan perkembangan zaman melalui perpaduan kurikulum agama dan umum. Keberhasilan kebijakan ini sangat ditentukan oleh penerapan yang sistematis, kepemimpinan yang konsisten, alokasi sumber daya yang memadai, serta kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Di sisi lain, hadirnya generasi Z dan kemajuan teknologi menuntut sistem pendidikan bertransformasi menjadi lebih inklusif, kolaboratif, dan berbasis digital untuk menjembatani kesenjangan akses. Pendidikan modern kini juga menekankan kesadaran global dan partisipasi sosial, dengan tujuan membentuk individu yang peka terhadap isu kemanusiaan lintas negara. Selain itu, kemampuan belajar mandiri menjadi kompetensi penting agar individu mampu beradaptasi secara fleksibel dan berkelanjutan di tengah derasnya arus informasi. Secara keseluruhan, perpaduan antara nilai spiritual, keterampilan teknologi, dan tanggung jawab sosial menjadi faktor utama dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas, relevan, dan siap menghadapi tantangan masa depan,
Peran Akreditasi Madrasah dalam Mendorong Inovasi Kebijakan SDM Pendidikan Islam Mhd Aslam Fikri Lubis; Juliani Juliani; Bagas Herawan; Tiara Melysa Br Sembiring; Fikri Farhanul Khoir
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/55p5ph96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran akreditasi madrasah dalam mendorong inovasi kebijakan sumber daya manusia (SDM) pendidikan Islam. Fokus penelitian adalah bagaimana akreditasi berfungsi sebagai instrumen strategis yang mempengaruhi perumusan kebijakan pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan, serta meningkatkan profesionalisme, kompetensi, etos kerja, dan akuntabilitas SDM di madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui kajian literatur dari buku referensi, artikel jurnal ilmiah, dokumen kebijakan pendidikan, peraturan perundang-undangan, dan publikasi resmi lembaga akreditasi yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kritis dengan teknik analisis isi untuk menafsirkan dan mengidentifikasi keterkaitan antara akreditasi madrasah dan inovasi kebijakan SDM pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akreditasi madrasah memiliki peran multidimensional dalam pengelolaan SDM. Pertama, sebagai pengarah strategis kebijakan, akreditasi mendorong madrasah menyusun kebijakan SDM yang sistematis, berbasis data, dan selaras dengan visi-misi lembaga. Kedua, akreditasi meningkatkan profesionalisme dan kompetensi pendidik melalui penguatan kualifikasi akademik, pengembangan pedagogik, internalisasi nilai-nilai Islam, serta pembentukan budaya belajar sepanjang hayat dan etos kerja Islami. Ketiga, akreditasi mendorong terbentuknya sistem evaluasi, penilaian kinerja, dan akuntabilitas SDM yang objektif dan terdokumentasi. Keempat, akreditasi memacu inovasi kebijakan yang adaptif terhadap perubahan zaman, termasuk pengembangan literasi digital, kompetensi abad ke-21, dan integrasi teknologi pembelajaran tanpa mengabaikan dimensi moral dan spiritual. Kesimpulannya, akreditasi madrasah berfungsi sebagai instrumen transformasi kelembagaan yang efektif dalam menyiapkan SDM pendidikan Islam yang profesional, berintegritas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan secara berkelanjutan.
Akreditasi Madrasah Sebagai Instrumen Penjaminan Mutu SDM Pendidikan Islam Lintang Alifia Lubis; Juliani Juliani; Farlentia Era Dewi; Khairani Balqis; Dara Putri Cia
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/329per48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran akreditasi madrasah sebagai instrumen penjaminan mutu sumber daya manusia (SDM) pendidikan Islam. Akreditasi dipahami tidak hanya sebagai proses penilaian administratif, tetapi sebagai mekanisme strategis yang mendorong peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan, meliputi buku, artikel jurnal nasional dan internasional, peraturan perundang-undangan, serta dokumen kebijakan yang berkaitan dengan akreditasi madrasah, penjaminan mutu pendidikan, dan pengembangan SDM pendidikan Islam. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) dengan menelaah dan mensintesis pandangan para ahli serta kebijakan yang berlaku. Hasil kajian menunjukkan bahwa akreditasi madrasah berperan sebagai sistem penjaminan mutu eksternal yang mampu mendorong peningkatan kualitas dan kompetensi SDM pendidik melalui penerapan standar nasional pendidikan. Akreditasi mendorong madrasah untuk mengembangkan profesionalisme pendidik, membangun budaya mutu, serta menanamkan nilai-nilai integritas, amanah, dan tanggung jawab dalam pengelolaan pendidikan Islam. Selain itu, akreditasi berfungsi sebagai instrumen evaluasi dan pengendalian mutu yang membantu madrasah mengidentifikasi kelemahan dan merumuskan strategi perbaikan SDM secara terarah. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa akreditasi madrasah memiliki posisi strategis dalam menjamin dan meningkatkan mutu SDM pendidikan Islam secara holistik, baik dari aspek profesional, manajerial, maupun moral-spiritual, sehingga mendukung terwujudnya pendidikan Islam yang bermutu dan berdaya saing.
Akreditasi Madrasah Sebagai Mekanisme Evaluasi Kualitas SDM Pendidikan Islam Reni Purnama Sari; Juliani Juliani; Fadhillah Syahfitri; Najla Fadhilah; Ihsan Maulana
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/eqkhch38

Abstract

Pendidikan Islam berperan penting dalam membentuk karakter, moral, dan kompetensi peserta didik. Madrasah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki tanggung jawab strategis dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang beriman, berakhlak, dan kompeten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran akreditasi madrasah sebagai mekanisme evaluasi kualitas SDM pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan analitis-deskriptif. Data dikumpulkan melalui telaah dokumen berupa buku, artikel ilmiah, jurnal, laporan penelitian, dan regulasi terkait akreditasi pendidikan. Analisis dilakukan secara sistematis dengan mengidentifikasi tema utama, membandingkan temuan berbagai sumber, dan merumuskan implikasi akreditasi terhadap pengembangan kompetensi guru dan profesionalisme SDM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akreditasi madrasah memiliki peran sentral dalam menilai kompetensi guru, termasuk kompetensi pedagogik, profesional, sosial, integritas, dan akhlak. Selain itu, akreditasi berfungsi sebagai mekanisme evaluasi kinerja seluruh SDM madrasah, mendorong budaya refleksi dan evaluasi berkelanjutan, serta memacu inovasi dalam pembelajaran dan manajemen pendidikan. Dampak positif akreditasi terlihat pada peningkatan motivasi, profesionalisme, dan kolaborasi antar tenaga pendidik, serta kemampuan adaptif terhadap teknologi dan metode pembelajaran modern. Simpulan penelitian menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar prosedur administratif, tetapi instrumen strategis untuk penguatan kapasitas dan kualitas SDM pendidikan Islam secara berkelanjutan.
Analisis Kebijakan Pendidikan Inklusif di Madrasah Melalui Studi Literatur M. Azzubair; Juliani Juliani; Muhammad Rasyid Ridha; Nurma Nurma; Nazwa Fathiyatul Haq
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/5j58w649

Abstract

Implementasi kebijakan pendidikan inklusif di madrasah merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kesetaraan hak pendidikan bagi semua anak, termasuk Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas, hambatan, dan strategi penguatan kebijakan inklusi di lembaga pendidikan Islam melalui tinjauan literatur sistematis terhadap 18 referensi ilmiah terbaru. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara normatif kebijakan inklusi telah selaras dengan tujuan global, namun secara operasional masih terkendala pada aspek kompetensi guru, keterbatasan sarana prasarana, dan dukungan manajemen yang belum optimal. Ditemukan bahwa kepemimpinan visioner kepala madrasah dan adaptasi Kurikulum Merdeka menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program ini. Penelitian ini menyimpulkan perlunya revitalisasi sistem pendukung inklusi di madrasah guna menciptakan lingkungan belajar yang ramah diversitas.
Kebijakan Pendidikan Islam untuk Berkebutuhan Khusus Siti Ardianti Rumanda; Juliani Juliani; Wiransyah Wiransyah; Ulpa Sari; Ramanda Syahpitri
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/8bgjmy57

Abstract

Kebijakan pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menjamin pemenuhan hak pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Dalam perspektif Islam, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai upaya pengembangan potensi manusia secara adil dan bermartabat. Namun, dalam praktiknya, kebijakan pendidikan Islam bagi ABK masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan regulasi yang spesifik, rendahnya kesiapan lembaga pendidikan Islam dalam menerapkan prinsip inklusivitas, serta minimnya kompetensi pendidik dalam layanan pendidikan khusus berbasis nilai-nilai IslamArtikel ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pendidikan Islam dalam penyelenggaraan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, baik pada tataran konseptual maupun implementatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan terhadap literatur ilmiah, regulasi pendidikan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam yang efektif bagi ABK harus berlandaskan pada prinsip keadilan, kesetaraan, dan kemaslahatan, serta didukung oleh regulasi yang inklusif, kurikulum adaptif, peningkatan kompetensi guru, dan penyediaan sarana prasarana yang aksesibel. Dengan demikian, penguatan kebijakan pendidikan Islam yang inklusif diharapkan mampu mendorong terwujudnya layanan pendidikan yang ramah, humanis, dan berorientasi pada pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus secara berkelanjutan.
Kebijakan Pendidikan Islam dalam Menghadapi Disrupsi Teknologi Ananda Siddik; Durroh MA; Ayu Nisa Lestari; Julaiha Julaiha; Juliani Juliani
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/y9xtx118

Abstract

Disrupsi teknologi yang ditandai oleh kemajuan pesat teknologi digital, kecerdasan buatan, serta berkembangnya pembelajaran berbasis daring menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Kondisi ini menuntut adanya kebijakan pendidikan Islam yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, bersikap tanggap terhadap perkembangan teknologi, serta tetap berlandaskan pada nilai-nilai keislaman tanpa mengesampingkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan pendidikan Islam dalam merespons disrupsi teknologi, baik dari sisi regulasi, pelaksanaan kurikulum, maupun peran pendidik dan lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai peraturan pemerintah, kebijakan pendidikan, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam perlu menggabungkan pemanfaatan teknologi digital dengan upaya penguatan karakter religius, etika, dan kemampuan literasi digital peserta didik. Selain itu, peningkatan kompetensi pendidik, pengembangan kurikulum berbasis teknologi, serta dukungan kelembagaan menjadi aspek penting dalam menghadapi tantangan disrupsi teknologi. Dengan kebijakan yang tepat dan terarah, pendidikan Islam diharapkan mampu berperan secara strategis dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
Kebijakan Pendidikan Islam untuk Penguatan Karakter Peserta Didik Arif Akbar; Juliani Juliani; Faiz Zahfa; Bella Charisma; Indah Sri Ratih
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/q3r4kn10

Abstract

Kebijakan pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik di tengah arus globalisasi dan disrupsi digital yang semakin kompleks. Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam menjadi fondasi penting dalam membangun moralitas, integritas, dan tanggung jawab sosial generasi muda. Di tengah tantangan degradasi moral, maraknya konten digital yang tidak mendidik, serta pergeseran nilai spiritual, kebijakan pendidikan Islam hadir sebagai instrumen kebijakan publik untuk memastikan terciptanya peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan berdaya saing global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan pendidikan Islam dalam penguatan karakter peserta didik dengan meninjau aspek kebijakan nasional, pelaksanaan di tingkat madrasah dan sekolah, serta integrasi nilai-nilai karakter melalui kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumen kebijakan Kementerian Agama, analisis kurikulum, serta wawancara mendalam dengan guru PAI dan pengelola madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam telah memberikan arah yang jelas bagi penguatan karakter peserta didik melalui berbagai program strategis, seperti penguatan moderasi beragama, integrasi nilai-nilai karakter dalam Kurikulum Merdeka, serta pembiasaan religius di lingkungan madrasah. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kompetensi guru, belum optimalnya evaluasi berbasis karakter, dan lemahnya sinergi antara keluarga, sekolah, serta masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan sistem kebijakan pendidikan Islam yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas guru dalam pendidikan karakter berbasis nilai Islam, serta pemanfaatan teknologi digital secara kreatif untuk internalisasi nilai-nilai moral Islami.
Kebijakan Pendidikan Islam untuk Anak Berkebutuhan Khusus Erik Aldi Yansyah; Andini Andini; Erimawahti Erimawahti; Sindy Cahyani; Juliani Juliani
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/es6hqx51

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus. Artikel ini membahas kebijakan pendidikan Islam dalam pelaksanaan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus, ditinjau dari peraturan nasional serta nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah peraturan perundang-undangan, kebijakan pendidikan, dan berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam telah memberikan dasar yang kuat dalam menegakkan prinsip keadilan, kesamaan hak, dan perlakuan tanpa diskriminasi terhadap anak berkebutuhan khusus. Meskipun demikian, penerapan kebijakan tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, seperti kurangnya tenaga pendidik yang kompeten, keterbatasan fasilitas pendukung, serta rendahnya pemahaman guru mengenai metode pembelajaran yang sesuai bagi anak berkebutuhan khusus. Oleh sebab itu, dibutuhkan kebijakan yang lebih operasional serta peningkatan kemampuan pendidik agar pendidikan Islam yang inklusif dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Kebijakan Pengembangan Minat dan Bakat Peserta Didik Madrasah Egianisa Br Sitepu; Rana Sinta; Akbar Al Fadillah; Nur Syifa Arida; Juliani Juliani
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jj0hfs75

Abstract

Pengembangan minat dan bakat peserta didik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di madrasah. Madrasah tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik dan keagamaan, tetapi juga berperan dalam mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh. Artikel ini bertujuan untuk membahas kebijakan pengembangan minat dan bakat peserta didik di madrasah, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga berbagai tantangan yang muncul dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah berbagai peraturan pendidikan, kebijakan Kementerian Agama, serta hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan minat dan bakat di madrasah bertujuan untuk membentuk peserta didik yang berprestasi, memiliki karakter yang baik, dan mampu bersaing. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa hambatan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, fasilitas yang belum memadai, serta kurangnya dukungan kebijakan di tingkat madrasah. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, pihak madrasah, pendidik, dan orang tua agar pengembangan minat dan bakat peserta didik dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Co-Authors Ade Lylyana Ahmad Alma Ariz Ahmad Fauzi Aisyah akhmalia fitri Akbar Al Fadillah Alfadli Buhory Sirait Amanda Kuslaina Ananda Indri Anisya Ananda Siddik Andi Syaputra Andika Hagia Ginting Andini Andini Andre Fazarianto Anisa Dwi Lestari Annisa Auliya Annisa Raudhatul Jannah Annisa Suge Hartati Annur muharridha Arif Akbar Atiqah Zahrah Aulya Thaharahnisa Aura Mahdiyyah Aviny Tiffania Ahda Ayu Nisa Lestari Ayu Safrida Yanti Ayu Wardani Bagas Herawan Bella Charisma Bella Nabilla Bilbina, Aljaiti Bintang Zahrani Calvin Apriando Ginting Dara Putri Cia Dea puspita sari Denny Taufiq Hidayad Dewi Agustin Dhea Puja Puspita Diah Kumalasari Dian Dana Ramadhan Dinda Aldini Dinda Aulia Dinda Syahada Dio Septiawan Diwani Elfarisyah Durroh MA Dwi Andini Dwi Khairunisapril Egianisa Br Sitepu Eka Ervina Br Pasaribu Elia Fitri Elsa Azzura Emi Pratiwi Br. Surbakti Erik Aldi Yansyah Erimawahti Erimawahti Eva Marsela Fadhillah Syahfitri Fadzar Irawan Syahputra Faiz Zahfa Farlentia era dewi Farraz Aulia Ihsan Fathimah Sitepu Fatiyyah Fitri Feby Yuvi Cintasyah Fikri Farhanul Khoir Fiqi Fahlevi Heriyanto Heriyanto Hesti Indah Sari Husain Alfath Ibadur Rahman Ihsan Maulana Iklil Nadaa Imamuddin Imamuddin Imelda Ariska Indah Sri Ratih Indri Natasya Isfah Nurhadillah Rizki Isnda Ya Dilla Jariyah Jariyah Jihan Fira Azizah Julaiha Julaiha Kanaya Maisa Mulia Karisma Annisa Kelara Sriduwanti Khairani Balqis Khairul Ahmadi Khairul Hidayat Khairul Muzni khairunnisa Harahap Kliven Brema Ginting Kristiana Kristiana Lely Yuliani Lintang alifia lubis Lisa Seprina Br. Sembiring M. Arfinal M. Azzubair M. Fauzan Ramadhan M. Hendryk M. Wahyu Rizki Ardana Masrianto Masrianto Maulana Muhammad Ikhwan Maulana, Rama Meisya Fatiha Andrianti Mhd Aslam Fikri Lubis Mhd Wahyu Miftahul Zuraidah Mudia Hawa Nur Muhammad Abdi Fadillah Ritonga Muhammad Afiv Sa’dan Muhammad Aldi Muhammad Alif Fiqri Muhammad ikhsan prabudi Muhammad Rasyid Ridha Muhammad Yusuf Aulia Nasution Nabila Azura Nasution Nada Nabilah Nadia Nadia Nadila Pratiwi Nadilla Yolanda Najla Fadhilah Nazwa Azzahra Siregar Nazwa Fathiyatul Haq Nazwa Intani Nessa Anjani Nia Nazlia Nida Khafia Lubis Nova Indrianti Nur Syifa Arida Nuraini Nuraini Nurhafni Nurhafni Nurhayati Nurhayati Nurma Nurma Nurmala Syahfitri Nurul Arsi Nurul Husna Hasibuan Nurul Jannah Pingkan Nabila Pitri Rahmawati poppy poppy Pranata Seju Surbakti Puspita Sari Raina Sari Raisha, Nazwa Rama Dhania Br. Sitepu Rama Maulana Ramanda Syahpitri Rana Sinta Rasyiq Kasbil Ghani Reni Julianty Reni Purnama Sari Reza Valevi Rina Juliana Rina Puspita Amalia Rizky Alfi Syahrin Rosa Miana Rustom Irshandi sabariani sabariani Salsabila Balqis Sarah Riza Saskia Lyra Satria Wahyu Ramadhan Satriyadi Satriyadi Sella Amelia Selpi Trianda Sari Seno Lugito Septia Pandini Septiani Septiani Shalahuddin Azzaki Shelvi Triana dewi Silvi Sahpitri Sindia Putri Bahagia Sindy Cahyani Sintia Sintia Siti Ardianti Rumanda Siti Rahayu Siti Selvira Siti Sya’idah Siti Umairoh Wulan Sari Sri Devi Sri Maulida Syahputri Sri Rahayu Sulistia Safitri Suri Susanti Nst Sutia Nur Aulia Liza Syahbudin Syahbudin Syahrapi, Ridho Bayu Syazwani Salsabila Syomi Romadoni Tawakkal Khoiri Tiara Melysa Br Sembiring Tiara Tri Yuningsih Tri Septiana Rahmadani Tri Umaya Sari Ulpa Sari Uriani Lase Veryna Zahra Alrandy Viola Asiska Virda Virda Wahyu Khairunnisa Br Bangun Wijaya, Candra Windy Widya Wiransyah Wiransyah Wulandari Wulandari Yetty, Milfa Yohana Syabila Yulia Rama Salsabilla Zakiah Ulfah