Supriyono Supriyono
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Relevansi Makanan Tradisional sebagai Penguatan Nilai Nasionalisme Generasi Z di Era Digital Aisha Rozaanah; Kania Widyana Nugroho; Dinda Ratu Nilawati; Muhammad Bagas Fakhril Algifari; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan Generasi Z tentang makanan tradisional masih terbatas pada pengenalan umum, tanpa pemahaman mendalam tentang sejarah, budaya, dan proses pengolahannya. Tetapi tren positif muncul di mana Generasi Z tertarik kembali pada kuliner lokal yang dikemas dalam konten kreatif dan inovatif. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa makanan tradisional tetap relevan di era digital, namun perlu adanya strategi dalam memperkenalkan dan melestarikannya agar dapat diterima lebih luas oleh generasi muda.
Analisis Dampak Digital Marketing dan Brand Awareness terhadap Minat Beli Konsumen Generasi Z Aldi Mulyadi; Hamzah Nugraha Akbar; Yasina Allina Putri; Virginia Dwi Rizqi; Rimerda Yoan Manullang; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola interaksi perusahaan dengan konsumen telah banyak berubah seiring meningkatnya kemajuan teknologi, khususnya Generasi Z yang dikenal sebagai pengguna aktif media digital serta memiliki peran penting dalam pertumbuhan pasar modern. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara terstruktur dampak pemasaran secara digital dan brand awareness pada minat Konsumen Generasi Z berdasarkan temuan penelitian empiris sebelumnya. Metode yang digunakan yaitu SLR (Systematic Literature Review) dengan kaidah PRISMA 2020 menggunakan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi artikel. Pengumpulan data didapatkan melalui pencarian kata kunci pada basis data google Digital Marketing, Brand Awareness, Purchase Intention, Minat Beli, dan Generasi Z. Dari 200 artikel yang ditemukan, tersaring 10 artikel yang memenuhi kriteria sebagai bahan penelitian lebih rinci. Dari penelitian,diperoleh bahwa pemasaran berbasis digital berpengaruh signifikan dalam meningkatkan minat beli melalui strategi media sosial, influencer, dan konten visual kreatif. Selain itu, Brand Awareness memperkuat keputusan pembelian melalui peningkatan kepercayaan dan pengenalan merek.
Hubungan Kesenjangan Ekonomi dan Status Gizi Anak: Studi Pustaka Stunting di Komunitas Rentan Muhammad Osmar Al Farizi; Savira Noor Azizah; Wildan Kholidin; Zaskia Callista Azzahra; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan anak di Indonesia, terutama pada komunitas rentan dengan tingkat kemiskinan tinggi. Studi ini menganalisis hubungan antara kesenjangan ekonomi dan status gizi anak melalui kajian pustaka terhadap data 50 rumah tangga di wilayah perkotaan dan pedesaan. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kondisi ekonomi dan risiko stunting (p<0,05). Anak dari keluarga berpendapatan rendah lebih rentan mengalami stunting akibat keterbatasan ketahanan pangan, akses layanan kesehatan, dan pola konsumsi. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi lintas sektor untuk meningkatkan kesejahteraan dan edukasi gizi masyarakat.
Lingkungan Belajar Kondusif sebagai Wadah Penguatan Nilai-Nilai Kewarganegaraan Siswa Brillian Dea Mutiara; Fairuz Diannysa Maharani; Nadhira Azkania; Nafa Hakim; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lingkungan belajar kondusif sebagai wadah penguatan nilai-nilai kewarganegaraan siswa melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Penelitian menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan mempelajari berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal, buku, dan artikel yang relevan dengan topik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang kondusif samgat berpengaruh terhadap proses Pendekatan nilai-nilai kewarganegaraan, moral, sosial, dan spiritual peserta didik. Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan interaktif memungkinkan siswa untuk mengembangkan sikap demokratis, tanggung jawab, serta rasa nasionalisme melalui pengalaman belajar yang bermakna. Guru menjadi contoh bagi siswa dengan menanamkan nilai-nilai moral dan karakter melalui sikap serta kebiasaan sehari-hari. Nilai-nilai itu juga terbentuk lewat hal-hal yang tidak diajarkan secara langsung dan melalui budaya sekolah yang positif, Sinergi antara kurikulum, metode pembelajaran partisipatif, dan lingkungan sekolah yang mendukung menjadi faktor utama dalam pembentukan karakter kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, lingkungan belajar kondusif berfungsi sebagai sarana efektif untuk membangun generasi yang berkarakter, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Upaya Mengatasi Intoleransi Beragama di Indonesia Karmelinda Mustikasari; Niva Mutiara Apriliana; Revany Meilika Putri; Syahara Khairunnisa Putri; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus intoleransi beragama di Indonesia semakin sering muncul dan memengaruhi cara masyarakat berinteraksi. Situasi ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila belum benar-benar hidup dalam praktik sehari-hari. Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana revitalisasi nilai Pancasila dapat menjadi cara untuk meredam intoleransi dan memperkuat hubungan antarumat beragama. Penelitian dilakukan melalui studi pustaka dengan meninjau berbagai jurnal dan tulisan ilmiah yang membahas intoleransi dan nilai kebangsaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa intoleransi banyak dipicu oleh polarisasi, penyebaran informasi yang tidak tepat, serta pemahaman keagamaan yang kurang terbuka. Revitalisasi Pancasila dapat dilakukan melalui pendidikan, penguatan literasi sosial, pembiasaan dialog antaragama, serta peran aktif komunitas dan organisasi keagamaan. Hal ini menunjukkan bahwa menghidupkan kembali nilai Pancasila menjadi langkah penting untuk menjaga toleransi dan memperkuat persatuan bangsa.
Wisata Kuliner Surabi sebagai Media Branding Gastronomi di Kota Bandung Muhammad Adriel Nugraha; Nabila Ghina Zafira; Salsabila Keysa Azahra; Zidan Jaylani Rukmana; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang kami temukan di dunia gastronomi tentang Surabi di Kota Bandung yaitu keterbatasan varian rasa yang kurang mengikuti kenginginan konsumen, harga yang tidak stabil, kualitas bahan yang tidak konsisten, dan keterbatasan tempat makanan. Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana wisata kuliner surabi bisa menjadi media branding gastronomi di Kota Bandung. Metode yang kami gunakan yaitu penelitian kuantitatif yaitu pendekatan riset yang mengumpulkan dan menganalisis data berbentuk angka atau data numerik untuk mengukur variabel, dan membuat prediksi secara objektif melalui analisis statistic. Pengumpulan data yang kami gunakan yaitu dengan menyebarkan kuisioner atau angket. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Surabi memiliki potensi yang besar sebagai media branding gastronomi di Kota Bandung. Dalam mewujudkan hal tersebut perlu melakukan beberapa hak agar terwujud, dengan melakukan promosi melalui media sosial menjadi strategi paling efektif untuk meningkatkan popularitas Surabi, diikuti dengan inovasi rasa yang tetap menjaga keaslian cita rasa tradisional.
Membangun Nasionalisme Melalui Pelestarian Kuliner Tradisional Jaisy Zakia Zahwa; Ghefira Azzahra Dwi Ariani; Razkya Fakih Nurihsan; Vannisya Azzahra Ramadhani; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran penting kuliner tradisional dalam menumbuhkan rasa nasionalisme dan memperkuat identitas budaya bangsa Indonesia. Sebagai negara kepulauan yang kaya akan tradisi, setiap daerah di Indonesia punya ciri khas kuliner sendiri yang mencerminkan nilai, filosofi, dan karakter masyarakatnya. Namun, di tengah derasnya arus globalisasi dan pengaruh budaya luar, kuliner tradisional mulai tergeser oleh makanan cepat saji yang dianggap lebih praktis dan modern, terutama di kalangan generasi muda. Kondisi ini dikhawatirkan bisa mengurangi kecintaan terhadap budaya lokal dan melemahkan semangat kebangsaan. Penelitian ini gunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, artikel penelitian, dan literatur yang membahas hubungan antara pelestarian kuliner tradisional dan nasionalisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa kuliner tradisional tidak hanya sekadar warisan makanan, tapi juga simbol identitas bangsa yang mampu menumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah air. Selain itu, pelestarian kuliner tradisional juga punya potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata dan menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal dan menghargai budaya sendiri. Upaya seperti festival kuliner, promosi makanan daerah, hingga pemanfaatan media digital bisa jadi cara efektif untuk menjaga eksistensi kuliner lokal di tengah pengaruh global. Jadi, melestarikan kuliner tradisional bukan cuma soal mempertahankan resep nenek moyang, tapi juga tentang memperkuat jati diri bangsa dan menumbuhkan semangat nasionalisme di era modern.
Faktor Penyebab Minimnya Pengetahuan Generasi Muda Terhadap Nilai-Nilai Pancasila Raditya Eka Saputra; Muhammad Fachri; Ibnu Hanif Asshddiq Briyono; Sandy Anugrah; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara dan etika bangsa Indonesia mengandung petunjuk penting berisi nilai-nilai kebangsaan yang berperan penting dalam membentuk karakter serta arah kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pengetahuan dan pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai Pancasila cenderung mengalami kemunduran. Masuknya pengaruh dan kebiasaan asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan kerap kali menimbulkan benturan di lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab minimnya pengetahuan generasi muda terhadap nilai-nilai Pancasila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti jurnal, artikel, buku dan dokumen resmi yang relevan dengan tema Pancasila dan Generasi muda. Penelitian ini membuktikan bahwa minimnya pengetahuan generasi muda terhadap nilai-nilai Pancasila disebabkan oleh faktor internal dan eksternal di kalangan generasi muda itu sendiri. Pemahaman mengenai nilai-nilai pancasila harus ditanamkan serta ditingkatkan kembali untuk menumbuhkan kesadaran kolektif generasi penerus bangsa akan pentingya nasionalisme dan rasa cinta tanah air demi keberlangsungan kehidupan bernegara.
Ayam Geprek sebagai Representasi Akulturasi Kuliner dan Keterbukaan Budaya pada Mahasiswa Indonesia Dain Nathan Zhu; Fiora Aprillia Nindariu; Hamidah Nargis; Tijani Hilma Zakia; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, ayam geprek menjadi salah satu kuliner yang paling populer di kalangan mahasiswa Indonesia. Fenomena ini bukan sekadar persoalan selera, tetapi juga mencerminkan proses akulturasi budaya dan keterbukaan generasi muda terhadap pengaruh global. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana ayam geprek merepresentasikan akulturasi kuliner serta keterbukaan budaya pada mahasiswa Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan metode campuran (mixed methods) yang menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam geprek merupakan bentuk adaptasi budaya antara makanan Barat (fried chicken) dengan cita rasa lokal (sambal dan teknik geprek). Selain itu, ayam geprek juga dipersepsi sebagai comfort food bagi mahasiswa karena kepraktisan, rasa familiar, serta nilai emosional yang melekat. Fenomena ini membuktikan bahwa kuliner dapat menjadi medium penting dalam memahami identitas, kreativitas, dan keterbukaan budaya generasi muda Indonesia.
Peran Kuliner Tradisional dalam Penguatan Identitas Nasional melalui Studi Kasus Rumah Makan Barokah, Bandung Hylmi Muhammad Zahid; Zaka Hidayah Tullah; Dian Katrina Indrawan; Najwa Khoirunnisa; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliner tradisional merupakan bagian penting dari kebudayaan yang berperan dalam memperkuat identitas nasional di tengah arus globalisasi yang semakin berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kuliner tradisional Sunda yang disajikan oleh Rumah Makan Barokah di Bandung Barat dalam menjaga dan memperkuat identitas nasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan pemilik serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Makan Barokah tidak hanya menyajikan makanan khas Sunda yang otentik tanpa penyedap, tetapi juga menjadi media edukasi budaya bagi masyarakat dan generasi muda dalam mengenal tradisi kuliner daerah. Selain itu, konsistensi cita rasa serta suasana “homey” membuat restoran ini mampu menarik banyak pengunjung dan menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap kuliner lokal. Dengan demikian, kuliner tradisional berperan sebagai penguat identitas nasional sekaligus sarana pelestarian budaya Indonesia.
Co-Authors Ainun Nazhifah Aisha Rozaanah Aisyah Sani Meilani Aktsar Fadhlie Aldi Mulyadi Alesha Khairina Aiman Alia Siti Winayanti Alisya Hana Rahmadisti Anak Agung Ayu Canna Ananda Maulidina Putri Andrean Rivaldi Anik Shufiyani Anindia Anillah Anillah Ardini Dea Fitrianingtyas Arfah Huwaida Rahma Dina Arini Sabila Izzati Arini Wahyuning Tyas Arka Fazar Syafara Arneyssa Tri Eryanti Audraihan Pratama Wirantaka Aurelia Putri Setiawan Az Zahra Raudho Nabila Bagas Saputra Bilqis Sabbina Brillian Dea Mutiara Calosa Chiquita Engracia Carrisha Hamiz Abassy Prasetya Dain Nathan Zhu Denisa Aulia Azzahra Dhafa Nurahman Hidayat Dhiya Jefria Ramadhani Dian Katrina Indrawan Dina Permata Sari Dinda Ratu Nilawati Dzaky Harun Panjaitan Erin Amelia Fairuz Diannysa Maharani Farhan Ihsanurijal Fathimah Aini Feyza Lola Zayda Fiora Aprillia Nindariu Ghalizha Salsabila Lesmana Ghefira Azzahra Dwi Ariani Gita Rahmawati Hadiani Sekar Ayu Hidayat Hafshoh Zarnuji Haikal Faturahman Masyur Hamidah Nargis Hamzah Nugraha Akbar Hana Nazhifah Salsabila Putri Hani Ahyaita Fajwah Hasya Vianca Melbina Rachman Hylmi Muhammad Zahid Ibnu Hanif Asshddiq Briyono Illona Ramadhani Darajingga Dinanti Hidayat Ingriana Astuti Intan Athifah Qurrotu ’Ainii Iqbal Wiyogo Jaisy Zakia Zahwa Kaila Bilqis Sabira Kania Widyana Nugroho Karmelinda Mustikasari Keisha Naila R Kendra Fawwaz Khaerudin Kurniawan Khaerudin Kurniawan Khairul Mata Muthmainnah Kirani Cantika Kyla Aisyah Laurentia Tiffany Tissa Lidya Hertina Mutiarasani Linda Nur Adani M. Fachri Azzam M. Haikal Dimyati M. Rasya Putra Irawan Maura Novelinda Samsudin Mayliani Putri Nur Ajijah Mochamad Brian Faisal Putra Bhakti Mochamad Fiqih Al Farizi Muchmad Asyera Yuliandra Muhamad Rizky Muhammad Adriel Nugraha Muhammad Alif Al Ghazali Muhammad Bagas Fakhril Algifari Muhammad Fachri Muhammad Fadlan Nur Shohiban Muhammad Harist Sirojudin Muhammad Osmar Al Farizi Mutia Hasna Mufida Rustandi Nabila Ghina Zafira Nabila Rohimatul Mutoharoh Nadhira Azkania Nadia Rahmah Shalihah Nadine Putri Eliza Nafa Hakim Nailatul Fadila Najwa Azzahra Najwa Khoirunnisa Nayla Fathinah Nayna Faza Khairun Nisa Santoso Naysa Ayu Putri Somantri Nazhif Syuja Adami Nazwa Alya Sudrajat Niva Mutiara Apriliana Nizmaula Syahira Noveryana Sesilia Fivcel Nur Muhammad Azizy Rahman Nurul Aisyah Wijaya Nur’aida Agustin Priscilia Chairunnisa Qazwin Atqiya Hamdani Raditya Eka Saputra Rafi Dhiya Ulhaq Rafi Rahman Hakim Rafif Agniya Rahma Nur Oktavia Raja Almaz Alfaruqi Rasya Dwi Rahmawati Razkya Fakih Nurihsan Regita Cahyani Fauziah Reva Halimah Nur Azizah Revany Meilika Putri Rimerda Yoan Manullang Ririn Chelsea Demak Purba Rubby Adhawia Ruby Aina Kamil Rusdi Purwasasmita Salma Adibah Rukman Salma Siti Nurwahyu Salsa Bila Nurazizah Salsabila Keysa Azahra Salsabila Shafa Nur’aini Sandy Anugrah Sarah Alya Anugrah Sarah Amelia Nasution Savina Salsabilla Savira Noor Azizah Septiani Shofia Afifa Setio Puji Lestari Shera Wihdatul Hawa Silvy Aprianty Mustika Syafitry Heryati Syahara Khairunnisa Putri Syahida Karima Syauqia Syahria Syawalani Syfa Aulya Nazzila Wahab Tia Agustina Lantika Suwardi Tia Oktavia Tiara Fatima Azzahra Tijani Hilma Zakia Tsabita Munira Laththuf Unaitsah Al Kamila Vannisya Azzahra Ramadhani Virginia Dwi Rizqi Wendi Saputra Widiansyah Widiansyah Wildan Kholidin Wildan Muhammad Rabbani Yasina Allina Putri Yeva Rahayu Yuli Rianti Yurida Salma Zahran Yurahman Ramadhan Zaka Hidayah Tullah Zakiyya Syifa Azies Zakky Muhammad Zamzam Zaskia Callista Azzahra Zennadine Zachrain Zein Zidan Jaylani Rukmana