Supriyono Supriyono
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Kopi dalam Membangun Nasionalisme Ekonomi dan Kemandirian Warga Negara Regita Cahyani Fauziah; Ardini Dea Fitrianingtyas; Nizmaula Syahira; Rafi Dhiya Ulhaq; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam membangun nasionalisme ekonomi dan kemandirian warga negara di Indonesia. Sebagai salah satu produk unggulan nasional, kopi berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi lokal melalui rantai nilai agribisnis. Selain itu, berkembangnya budaya konsumsi kopi lokal mendorong kesadaran masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk dalam negeri sebagai bentuk nasionalisme ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kopi dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dan identitas ekonomi nasional. Metode penelitian menggunakan studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kopi secara berkelanjutan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemandirian warga negara dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Pemaknaan Nilai Gotong Royong dan Keberagaman Melalui Filosofi Nasi Tumpeng dalam Tradisi Selamatan Masyarakat Indonesia Dzaky Harun Panjaitan; Zakky Muhammad Zamzam; Rafi Rahman Hakim; Kendra Fawwaz; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nasi tumpeng merupakan bagian dari budaya tradisional Indonesia yang mengandung nilai simbolis yang kuat, khususnya terkait dengan kebersamaan, rasa syukur, dan semangat gotong royong. Dalam berbagai kegiatan adat maupun perayaan sosial, nasi tumpeng tidak sekadar disajikan sebagai makanan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat interaksi sosial dan mempererat hubungan antaranggota masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna sosial nasi tumpeng serta kontribusinya dalam membangun solidaritas sosial di lingkungan masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dilakukan melalui pengamatan terhadap penggunaan nasi tumpeng dalam beragam acara budaya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nasi tumpeng memiliki peran penting sebagai simbol budaya yang mampu memperkuat rasa persaudaraan, menumbuhkan kebersamaan, dan memperkokoh identitas sosial masyarakat. Selain itu, keberadaan nasi tumpeng turut berkontribusi dalam pelestarian tradisi budaya serta menjadi media pengenalan budaya Indonesia kepada generasi muda. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa nasi tumpeng berperan signifikan dalam memperkuat ikatan sosial dan menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya dalam masyarakat Indonesia.
Persepsi Mahasiswa Semester Satu terhadap Perubahan Gaya Belajar di Perguruan Tinggi Aktsar Fadhlie; Syfa Aulya Nazzila Wahab; Anik Shufiyani Anindia; Dhafa Nurahman Hidayat; Nailatul Fadila; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi cara pandang mahasiswa tahun pertama terkait pergeseran metode pembelajaran mereka di dunia kampus secara menyeluruh. Pemahaman tentang pandangan ini dapat membantu institusi pendidikan dalam mengenali faktor- faktor yang menghambat proses belajar mahasiswa dan mencari solusi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumentasi berfungsi sebagai alat dalam penelitian. Analisis data dilakukan secara bertahap yang mencakup pengurangan data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model analisis yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Beberapa faktor yang memengaruhi situasi ini termasuk hubungan sosial, status sebagai mahasiswa dari luar daerah, serta metode pengajaran dosen yang dianggap tidak efektif. Hal ini memberikan kesadaran baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya penerapan belajar yang berpusat pada mahasiswa dalam belajar mereka. Berdasarkan hasil penelitian ini, teridentifikasi langkah- langkah yang dapat diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut, seperti menjadikan suasana kelas lebih kolaboratif, mendorong mahasiswa untuk menyiapkan materi kuliah jauh- jauh hari, dan menyusun skala prioritas dengan lebih baik.
Media Sosial sebagai Ruang Belajar Informal: Peluang Edukasi dan Tantangan Doomscrolling Septiani Shofia Afifa; Salma Siti Nurwahyu; Anillah Anillah; Setio Puji Lestari; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial saat ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga berkembang menjadi ruang belajar informal yang dimanfaatkan oleh mahasiswa di luar pembelajaran formal. Berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube menyediakan konten edukatif yang bersifat ringkas, visual, dan mudah diakses, sehingga berpotensi mendukung kemandirian belajar mahasiswa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran media sosial sebagai ruang pembelajaran informal serta mengidentifikasi tantangan perilaku doomscrolling terhadap efektivitas belajar mahasiswa. Penelitian ini merupakan artikel konseptual yang menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis sepuluh artikel nasional dan internasional yang relevan dan diterbitkan pada rentang tahun 2018–2024. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola, peluang, dan permasalahan utama terkait pemanfaatan media sosial dalam konteks pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memiliki potensi besar dalam mendukung pembelajaran informal melalui penyajian materi yang fleksibel dan menarik. Namun, perilaku doomscrolling berpotensi menimbulkan beban kognitif berlebih, menurunkan konsentrasi, serta mengurangi efektivitas proses belajar mahasiswa. Oleh karena itu, pemanfaatan media sosial dalam pendidikan perlu diimbangi dengan penguatan literasi digital dan kemampuan pengelolaan diri agar manfaat edukatifnya dapat dimaksimalkan serta dampak negatifnya dapat diminimalkan.
Menumbuhkan Cinta Tanah Air Melalui Pelestarian Kuliner Tradisional Rawon Arneyssa Tri Eryanti; Ghalizha Salsabila Lesmana; Nayla Fathinah; Tiara Fatima Azzahra; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliner tradisional merupakan salah satu warisan budaya yang mencerminkan identitas bangsa Indonesia. Salah satunya adalah rawon, makanan khas Jawa Timur yang memiliki cita rasa yang khas. Namun, seiring berkembangnya zaman, minat generasi muda terhadap kuliner tradisional mulai menurun karena pengaruh makanan modern. Pelestarian rawon tidak hanya penting untuk menjaga kekayaan budaya, tetapi juga dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air. Melalui metode kualitatif upaya mengenal, melestarikan, dan memperkenalkan rawon, generasi muda belajar menghargai warisan leluhur serta memahami nilai-nilai nasionalisme yang sejalan dengan tujuan Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan demikian, pelestarian kuliner tradisional seperti rawon menjadi salah satu bentuk nyata dalam memperkuat jati diri dan semangat kebangsaan masyarakat Indonesia.
Peran Kuliner Nusantara dalam Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air Pada Generasi Muda Ainun Nazhifah; Alisya Hana Rahmadisti; Nadine Putri Eliza; Nur’aida Agustin; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warisan kuliner Indonesia memiliki peran penting dalam memperkuat identitas nasional dan menumbuhkan rasa patriotisme di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kuliner Nusantara berkontribusi dalam meningkatkan kebanggaan budaya dan kesadaran kebangsaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 37 responden muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi sarana utama bagi generasi muda dalam mengenal kuliner tradisional Indonesia (48,6%), serta masyarakat dipandang sebagai aktor paling berpengaruh dalam upaya pelestarian warisan kuliner (67,6%). Selain itu, rasa bangga terhadap kuliner Indonesia muncul karena keunikan cita rasa, nilai-nilai budaya, dan keberagaman daerah yang dimilikinya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar dalam mempromosikan kuliner Nusantara melalui inovasi, pemanfaatan media digital, dan upaya edukatif, sehingga dapat memperkuat nasionalisme budaya di era globalisasi.
Pendidikan sebagai Alat Pencitraan, Bukan Sarana Pencerahan Hafshoh Zarnuji; Syahida Karima; Reva Halimah Nur Azizah; Unaitsah Al Kamila; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dibuatnya artikel ini adalah untuk memberikan motivasi dan peringatan mengenai arah pendidikan Indonesia yang seiring berjalannya waktu semakin bergeser dari fungsi asalnya (sebagai pencerahan) menjadi alat pencitraan (dari segi sosial, politik, dan ekonomi). Pendidikan kini sering dimaknai sebagai ajang pamer prestasi dan keberhasilan institusi, alih-alih ruang reflektif untuk mengembangkan kesadaran kritis siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan mengacu pada teori pedagogi kritis Paulo Freire serta wacana neoliberalisme dalam pendidikan, artikel ini menyoroti bagaimana citra dan persaingan telah menggantikan nilai-nilai humanisasi dan emansipasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa fokus pada pembangunan citra telah mereduksi pendidikan menjadi sekadar proyek administratif dan visual, mengesampingkan esensi humanistiknya. Praktik ini berdampak pada hilangnya ruang dialog, refleksi, dan pembebasan berpikir dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, reorientasi nilai dan paradigma diperlukan agar pendidikan dapat kembali berfungsi sebagai proses pencerahan yang membebaskan, alih-alih sebagai sarana propaganda sosial dan kepentingan institusional semata.
Destinasi Gastronomi sebagai Laboratorium Bhinneka Tunggal Ika: Tinjauan Konseptual Pendidikan Pancasila Pada Pariwisata F&B Laurentia Tiffany Tissa; Mochamad Brian Faisal Putra Bhakti; Nur Muhammad Azizy Rahman; Feyza Lola Zayda; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji potensi wisata gastronomi (F&B tourism) sebagai media edukatif untuk Sila ke-3 Pancasila. Di tengah tantangan penguatan identitas nasional, pendidikan pariwisata cenderung berfokus pada aspek komersial saja, Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur (literatur review) untuk menggabungkan studi pariwisata, gastronomi, dan pendidikan Pancasila, Tujuannya adalah untuk mengusulkan kerangka konseptual yang memposisikan pariwisata F&B sebagai “laboratorium hidup” untuk menanamkan nilai Persatuan Indonesia. Hasil penggabungan menunjukkan bahwa narasi akulturasi dalam kuliner nusantara dapat menjadi alat yang efektif untuk pendidikan. Artikel ini menyimpulkan bahwa pariwisata dapat mengintegrasikan food storytelling sebagai metode praktis pendidikan karakter kebangsaan.
Dari Overtourism ke Ecotourism: Implementasi Nilai-Nilai Kewarganegaraan untuk Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Kuta, Bali Erin Amelia; Naysa Ayu Putri Somantri; Rasya Dwi Rahmawati; Sarah Alya Anugrah; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35823

Abstract

Fenomena overtourism di Kuta, Bali terus memunculkan tekanan lingkungan, sosial, dan infrastruktur yang mendesak adanya perubahan menuju pariwisata yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana nilai-nilai kewarganegaraan lingkungan, tanggung jawab bersama, dan kepedulian sosial dapat menjadi dasar pengembangan ekowisata di kawasan Kuta melalui kajian literatur atas artikel ilmiah, laporan kebijakan, dan publikasi terkait pariwisata berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, penelitian merumuskan strategi yang menekankan pentingnya pengelolaan pesisir secara bijak, peningkatan peran masyarakat, serta pengalaman wisata yang lebih etis dan bertanggung jawab. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan kewarganegaraan dan penerapan nilai partisipatif berpotensi mendukung transisi Kuta dari overtourism menuju ecotourism. Rekomendasi mencakup penyusunan kebijakan yang adaptif, kampanye edukasi publik, dan modal pengelolaan wisata yang mengutamakan keberlanjutan serta kesejahteraan masyarakat lokal.
Pembaruan Hukum Digital Etika Kecerdasan Buatan Berbasis Pancasila sebagai Solusi Ancaman Deepfake Bagas Saputra; Muhammad Alif Al Ghazali; Nazhif Syuja Adami; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36005

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan, khususnya teknologi deepfake, menimbulkan tantangan serius dalam aspek etika, hukum, dan perlindungan hak asasi manusia di ruang digital. Kemampuan deepfake dalam memanipulasi visual dan audio secara realistis berpotensi disalahgunakan untuk kejahatan siber, disinformasi, serta pelanggaran privasi. Regulasi di Indonesia saat ini masih bersifat parsial dan belum secara khusus mengatur pemanfaatan kecerdasan buatan, terutama deepfake. Penelitian ini bertujuan mengkaji urgensi pembaruan hukum digital melalui pendekatan etika kecerdasan buatan berbasis nilai-nilai Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, peraturan perundang-undangan, dan laporan institusi terkait kecerdasan buatan dan deepfake. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila relevan sebagai landasan etis dalam merumuskan kebijakan hukum digital yang berkeadilan, beradab, dan berorientasi pada kemanusiaan, sehingga mampu merespons ancaman penyalahgunaan teknologi deepfake secara komprehensif.
Co-Authors Ainun Nazhifah Aisha Rozaanah Aisyah Sani Meilani Aktsar Fadhlie Aldi Mulyadi Alesha Khairina Aiman Alia Siti Winayanti Alisya Hana Rahmadisti Anak Agung Ayu Canna Ananda Maulidina Putri Andrean Rivaldi Anik Shufiyani Anindia Anillah Anillah Ardini Dea Fitrianingtyas Arfah Huwaida Rahma Dina Arini Sabila Izzati Arini Wahyuning Tyas Arka Fazar Syafara Arneyssa Tri Eryanti Audraihan Pratama Wirantaka Aurelia Putri Setiawan Az Zahra Raudho Nabila Bagas Saputra Bilqis Sabbina Brillian Dea Mutiara Calosa Chiquita Engracia Carrisha Hamiz Abassy Prasetya Dain Nathan Zhu Denisa Aulia Azzahra Dhafa Nurahman Hidayat Dhiya Jefria Ramadhani Dian Katrina Indrawan Dina Permata Sari Dinda Ratu Nilawati Dzaky Harun Panjaitan Erin Amelia Fairuz Diannysa Maharani Farhan Ihsanurijal Fathimah Aini Feyza Lola Zayda Fiora Aprillia Nindariu Ghalizha Salsabila Lesmana Ghefira Azzahra Dwi Ariani Gita Rahmawati Hadiani Sekar Ayu Hidayat Hafshoh Zarnuji Haikal Faturahman Masyur Hamidah Nargis Hamzah Nugraha Akbar Hana Nazhifah Salsabila Putri Hani Ahyaita Fajwah Hasya Vianca Melbina Rachman Hylmi Muhammad Zahid Ibnu Hanif Asshddiq Briyono Illona Ramadhani Darajingga Dinanti Hidayat Ingriana Astuti Intan Athifah Qurrotu ’Ainii Iqbal Wiyogo Jaisy Zakia Zahwa Kaila Bilqis Sabira Kania Widyana Nugroho Karmelinda Mustikasari Keisha Naila R Kendra Fawwaz Khaerudin Kurniawan Khaerudin Kurniawan Khairul Mata Muthmainnah Kirani Cantika Kyla Aisyah Laurentia Tiffany Tissa Lidya Hertina Mutiarasani Linda Nur Adani M. Fachri Azzam M. Haikal Dimyati M. Rasya Putra Irawan Maura Novelinda Samsudin Mayliani Putri Nur Ajijah Mochamad Brian Faisal Putra Bhakti Mochamad Fiqih Al Farizi Muchmad Asyera Yuliandra Muhamad Rizky Muhammad Adriel Nugraha Muhammad Alif Al Ghazali Muhammad Bagas Fakhril Algifari Muhammad Fachri Muhammad Fadlan Nur Shohiban Muhammad Harist Sirojudin Muhammad Osmar Al Farizi Mutia Hasna Mufida Rustandi Nabila Ghina Zafira Nabila Rohimatul Mutoharoh Nadhira Azkania Nadia Rahmah Shalihah Nadine Putri Eliza Nafa Hakim Nailatul Fadila Najwa Azzahra Najwa Khoirunnisa Nayla Fathinah Nayna Faza Khairun Nisa Santoso Naysa Ayu Putri Somantri Nazhif Syuja Adami Nazwa Alya Sudrajat Niva Mutiara Apriliana Nizmaula Syahira Noveryana Sesilia Fivcel Nur Muhammad Azizy Rahman Nurul Aisyah Wijaya Nur’aida Agustin Priscilia Chairunnisa Qazwin Atqiya Hamdani Raditya Eka Saputra Rafi Dhiya Ulhaq Rafi Rahman Hakim Rafif Agniya Rahma Nur Oktavia Raja Almaz Alfaruqi Rasya Dwi Rahmawati Razkya Fakih Nurihsan Regita Cahyani Fauziah Reva Halimah Nur Azizah Revany Meilika Putri Rimerda Yoan Manullang Ririn Chelsea Demak Purba Rubby Adhawia Ruby Aina Kamil Rusdi Purwasasmita Salma Adibah Rukman Salma Siti Nurwahyu Salsa Bila Nurazizah Salsabila Keysa Azahra Salsabila Shafa Nur’aini Sandy Anugrah Sarah Alya Anugrah Sarah Amelia Nasution Savina Salsabilla Savira Noor Azizah Septiani Shofia Afifa Setio Puji Lestari Shera Wihdatul Hawa Silvy Aprianty Mustika Syafitry Heryati Syahara Khairunnisa Putri Syahida Karima Syauqia Syahria Syawalani Syfa Aulya Nazzila Wahab Tia Agustina Lantika Suwardi Tia Oktavia Tiara Fatima Azzahra Tijani Hilma Zakia Tsabita Munira Laththuf Unaitsah Al Kamila Vannisya Azzahra Ramadhani Virginia Dwi Rizqi Wendi Saputra Widiansyah Widiansyah Wildan Kholidin Wildan Muhammad Rabbani Yasina Allina Putri Yeva Rahayu Yuli Rianti Yurida Salma Zahran Yurahman Ramadhan Zaka Hidayah Tullah Zakiyya Syifa Azies Zakky Muhammad Zamzam Zaskia Callista Azzahra Zennadine Zachrain Zein Zidan Jaylani Rukmana