Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN PENGUATAN KEMAMPUAN MEMBACA KITAB KUNING MELALUI METODE SOROGAN Muhammad Zaironi; Muhammad Husni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam efektivitas pendampingan dalam penguatan kemampuan membaca kitab kuning melalui penerapan metode sorogan pada santri Madrasah Diniyah Ibtidaiyah Al-Khoirot kelas VI-B, Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang. Fokus utama penelitian diarahkan pada peningkatan ketepatan membaca teks, pemahaman kaidah nahwu sebagai dasar gramatikal, serta kemampuan santri dalam memberikan makna terhadap teks berbahasa Arab klasik secara kontekstual. Metode yang digunakan berupa pendampingan langsung melalui pendekatan tatap muka (in person mentoring atau coaching) yang dipadukan dengan ceramah bervariasi dan kegiatan latihan terstruktur. Ceramah bervariasi dimanfaatkan untuk menyampaikan konsep-konsep dasar secara sistematis, efisien, dan mudah dipahami, sedangkan latihan berfungsi sebagai sarana praktik langsung agar santri terbiasa membaca dan menganalisis teks kitab kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan ini mampu meningkatkan ketelitian dalam penentuan harakat, memperkuat pemahaman struktur gramatikal, serta mempermudah proses pemberian makna gandul. Selain itu, terjadi peningkatan kepercayaan diri dan partisipasi aktif santri dalam pembelajaran. Dengan demikian, pendampingan berbasis metode sorogan terbukti efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
Analisis Historis UU Sistem Pendidikan Nasional dan Dampaknya terhadap Eksistensi Pendidikan Islam Ahmad Sulusin; Alfinnurissa’adah; Muhammad Zaironi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.7142

Abstract

Pendidikan merupakan instrumen esensial dalam proses humanisasi yang terus bertransformasi seiring dengan tantangan globalisasi dan pergeseran nilai sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evolusi regulasi pendidikan di Indonesia melalui tinjauan historis terhadap Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) serta dampaknya terhadap eksistensi pendidikan Islam. Dengan menggunakan metode analisis historis, penelitian ini membedah dinamika kebijakan lintas era. Temuan penelitian menunjukkan adanya pergeseran paradigma: pada era Orde Lama, pendidikan Islam mulai memperoleh pengakuan formal yang terbatas; era Orde Baru diwarnai integrasi regulasi di bawah kendali politik hegemonik; sementara era Reformasi menjadi puncak evolusi melalui UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 yang memberikan legitimasi yuridis bagi madrasah dan pesantren sebagai bagian integral sistem pendidikan nasional. Analisis substansial mengungkapkan bahwa penguatan eksistensi pendidikan Islam terakomodasi melalui sepuluh pilar strategis, mulai dari penyelarasan filosofis hingga standarisasi kurikulum dan sarana prasarana. Regulasi ini mendorong transformasi tata kelola profesional berbasis Standar Nasional Pendidikan (SNP) tanpa mereduksi nilai uswatun hasanah. Lebih lanjut, pemenuhan hak pendidikan agama serta jaminan pendanaan tanpa diskriminasi menjadi faktor krusial dalam mewujudkan keadilan akses. Disimpulkan bahwa UU Sisdiknas berfungsi sebagai instrumen akselerasi bagi pendidikan Islam dalam mencapai akuntabilitas dan daya saing kompetitif di kancah nasional yang modern
UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan: Telaah Kritis Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah terhadap Eksistensi Madrasah Swasta Fahim, Ali; Bisyarotul Masfufah; Muhammad Zaironi
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art13

Abstract

Madrasah swasta di Indonesia telah lama bergantung pada yayasan sebagai wadah hukum dan kelembagaan utamanya. UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, yang diubah dengan UU No. 28 Tahun 2004, lazim dipandang sebagai regulasi yang memberikan kerangka hukum jelas bagi lembaga-lembaga tersebut dalam sistem pendidikan dasar dan menengah. Penelitian ini menelaah secara kritis apakah kejelasan normatif itu benar-benar berimplikasi pada keterjaminan eksistensi madrasah swasta. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis dokumen hukum, regulasi kebijakan, dan literatur akademik yang diterbitkan antara 2013 hingga 2025, melalui analisis isi dan triangulasi sumber. Temuan menunjukkan kesenjangan nyata antara tuntutan normatif UU, meliputi struktur organ tiga lapis, pelaporan keuangan formal, dan pengesahan Kemenkumham, dengan kapasitas kelembagaan aktual mayoritas yayasan penyelenggara madrasah. Banyak pengurus yayasan mengetahui keberadaan UU namun tidak memahami kewajiban substantifnya. Madrasah yang bertahan justru mengandalkan modal sosial dan spiritual, bukan kepastian hukum. Penelitian ini membantah secara parsial kesimpulan Muliadi dan Nasri (2025), dengan berargumen bahwa ketentuan UU 16/2001 lebih tepat dipahami sebagai beban kepatuhan daripada perlindungan eksistensi bagi madrasah swasta berskala kecil berbasis komunitas.
Konsep, Dinamika, dan Gaya Kepemimpinan Kiai di Pesantren Salaf-Modern:: Studi Kasus PP. An-Nur 2 Malang Edy Setiawan; Emilda Fibyani Agustin; Sultan Faiz Amrillah; Muhammad Zaironi
Jurnal Tinta Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Tinta
Publisher : Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnaltinta.v8i1.2366

Abstract

This study investigates the construction of Kiai leadership in navigating the dualism of the educational system at the An-Nur 2 Malang Islamic Boarding School, which integrates the Salaf (traditional) curriculum with the Modern (formal) education system. This study aims to dissect the concept, dynamics of change, and typology of leadership styles applied in maintaining turats orthodoxy while responding to the demands of modernity. Through a qualitative case study approach, the study found that the concept of leadership at An-Nur 2 no longer relies solely on a single charismatic authority, but has metamorphosed into "Charismatic-Rational" leadership. The leadership dynamics are seen in the delegation of managerial authority to the pesantren bureaucratic structure without reducing the spiritual centrality of the Kiai. The leadership style applied is a hybrid between a paternalistic style in fostering the morals of students and a transformational style in developing infrastructure and educational curriculum. The implications of this study confirm that the success of Salaf-Modern Islamic Boarding Schools depends on the agility of the Kiai in their dual roles as guardians of tradition and system innovators.
INNOVATIVE MOBILE LEARNING FOR ISLAMIC EDUCATION: PENGEMBANGAN APLIKASI PAI BERBASIS ANDROID/IOS DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAN HASIL BELAJAR Moh Azaim; Nurul Ma’rifah; Muhammad Zaironi
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan. Salah satu inovasi yang berkembang pesat adalah Mobile Learning (M-Learning), yaitu pembelajaran yang memanfaatkan perangkat mobile seperti smartphone dan tablet untuk mendukung proses belajar secara fleksibel. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), mobile learning menjadi alternatif yang relevan untuk menjawab kebutuhan pembelajaran di era digital yang menuntut akses informasi yang cepat, mudah, dan tidak terbatas oleh ruang maupun waktu. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan aplikasi PAI berbasis Android dan iOS, implementasi pembelajaran mandiri melalui mobile learning, efektivitas penggunaannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, serta faktor-faktor pendukung keberhasilannya. Kajian dilakukan melalui pendekatan studi pustaka dengan menganalisis berbagai penelitian dan literatur ilmiah terkait mobile learning dan pendidikan agama Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan aplikasi PAI memerlukan tahapan analisis kebutuhan, desain aplikasi yang berorientasi pada pengguna, implementasi sistem yang terstruktur, serta penyediaan fitur-fitur pembelajaran yang interaktif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Mobile learning juga terbukti mampu mendukung pembelajaran mandiri melalui fleksibilitas akses materi, peningkatan motivasi belajar, serta kesempatan belajar kapan saja dan di mana saja. Selain itu, penggunaan mobile learning memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar, pemahaman materi PAI, keterlibatan siswa dalam pembelajaran, dan kepuasan pengguna. Keberhasilan implementasi mobile learning dipengaruhi oleh ketersediaan perangkat smartphone, kualitas koneksi internet, serta kompetensi digital guru dan siswa. Dengan demikian, mobile learning berbasis Android dan iOS memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam sekaligus mendukung pengembangan keterampilan belajar mandiri peserta didik di era digital.
URGENSITAS MANAJEMEN PERUBAHAN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA GLOBALISASI Moh. Hasan Firghol Muttaqien Firghol; Dika Tripitasari; Muhammad Zaironi
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i2.1942

Abstract

Objective: Change occurs in various walks of life, including in the world of education. The main triggers for change come from within or outside an organization. On the other hand, the driving factors for change in educational institutions are the influence of globalization, the development of science and technology (IPTEK), and the ever-expanding flow of information. In this era, technological progress is inevitable, as it goes hand in hand with the development of science. This study aims to explain the urgency of educational change management in the era of globalization. This type of research is qualitative with a librarian research approach. The research data consists of data on the urgency of change management in Islamic educational institutions from primary sources such as books and several relevant journals. Based on the research results, it was found that the urgency of Islamic educational change management in the development of Islamic educational institutions is crucial and cannot be ignored. In a constantly changing and complex context, change management plays a key role in ensuring that educational institutions remain relevant, high-quality, and in accordance with Islamic values.
A Tiered Arabic Language Boarding Program in an Indonesian Pesantren: Curriculum Design, Vocabulary Mastery, and Learning Outcomes Zulfan Syahansyah; Muhammad Zaironi; Muhammad Rauhul Mufid
Al-Wazan: Journal of Arabic Education Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/al-wazan.v4i1.836

Abstract

Many Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia face challenges in developing effective Arabic language programs that not only improve communicative skills but also enable students to comprehend classical Islamic texts. This study examines the structure and educational outcomes of a tiered Arabic language boarding program at Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang. The research aims to analyze the curriculum design, vocabulary-based learning approach, and the competencies developed through the program. A qualitative method with an ethnographic approach was employed to explore learning practices, institutional culture, and the immersive language environment within the Arabic dormitory. Data were collected through participant observation, interviews, and documentation of the six-level curriculum system. The findings reveal that the program adopts a progressive six-level structure emphasizing systematic vocabulary acquisition and daily language practice. At the initial level, students focus on memorizing and using Arabic vocabulary in everyday communication. In subsequent levels, vocabulary learning is integrated with the translation of Ta’lim al-‘Arabiyyah and classical Arabic texts. The study identifies three major outcomes: students demonstrate strong competence in understanding unvowelled classical Arabic texts, many graduates successfully enroll in Indonesian universities with Arabic-related programs, and a considerable number continue their studies at Al-Azhar University. This study contributes to Arabic language education by providing an effective model of tiered, vocabulary-based instruction that supports both linguistic proficiency and academic advancement in Islamic educational contexts
Analisis Penguatan Karakter Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Lingga Fahrurrosi; Vina Lailatul Maskuro; Muhammad Zaironi
Jurnal Al-Fatih Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 9 No. 1, Januari-Juni 2026
Publisher : STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61082/alfatih.v9i1.646

Abstract

The world of education is currently facing a moral crisis in the form of degradation of human values, individualism, and bullying due to an education system that tends to be oriented solely on cognitive achievement. This dehumanization phenomenon demands a curriculum transformation that can integrate spiritual, emotional, and social dimensions holistically. This study aims to comprehensively analyze the implementation of character strengthening in the Love-Based Curriculum (KBC) and map the advantages and limitations of this model in the context of Islamic education. This study uses a library research method with a qualitative content analysis approach through the stages of decontextualization and recontextualization of academic literature and official documents for the 2021–2025 period. The results show that KBC strengthens students' character through internalizing the value of love in three main dimensions: the Source of Love (God and the Prophet), the Sign of Love (knowledge and the environment), and the Rope of Love (self, others, and the homeland). This implementation is supported by operational strategies that include experiential learning, deep learning, compassionate communication, and process-based evaluation. KBC has been proven effective in increasing emotional stability, empathy, and positive behavior in students. Its implementation has positioned character education as a central axis of humanistic-transformative learning. However, its effectiveness is still hampered by limited teaching materials, high administrative burdens on teachers, and uneven training for educators.
Implementasi Pendekatan Deep Learning Terhadap Pembelajaran Fikih di MTs. Al-Khoirot Sholihah Sholihah; Khoridatul Bahiyah; Muhammad Zaironi
Jurnal Al-Fatih Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 9 No. 1, Januari-Juni 2026
Publisher : STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61082/alfatih.v9i1.647

Abstract

The deep learning approach, which emphasizes mindful, meaningful, and joyful learning, is considered relevant to addressing the challenges of Fikih instruction that has traditionally focused on rote memorization. However, empirical studies examining the implementation of this approach in Fikih learning at the Madrasah Tsanawiyah level remain limited. This study aims to analyze the implementation of the deep learning approach in Fikih instruction at MTs Al-Khoirot by examining the learning process, supporting and inhibiting factors, and its impact on students’ understanding and religious attitudes. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through classroom observations, interviews with teachers and students, and documentation analysis of instructional materials. Data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, while the trustworthiness of the findings was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that the deep learning approach was implemented through instructional strategies that fostered learning awareness (mindful learning), contextual understanding of Fikih concepts (meaningful learning), and a participatory and enjoyable learning environment (joyful learning). These practices enhanced students’ active engagement, deepened their understanding of Fikih concepts, and strengthened the internalization of religious values reflected in their daily attitudes and behaviors. The study concludes that the deep learning approach has strong potential to improve the quality of Fikih instruction by integrating cognitive, affective, and practical dimensions of learning. The findings contribute to addressing the limited empirical evidence on the implementation of deep learning in Fikih education at the Madrasah Tsanawiyah level and offer an instructional model demonstrating how the integration of mindful, meaningful, and joyful learning can strengthen students’ religious understanding while fostering character development.
Efektivitas Program Ekstrakurikuler Tahfidz Al- Quran Dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa: Studi Kasus di MTs TI Al Madani Pontianak Nia Hasanah; Muhammad Agus Salim; Muhammad Zaironi
Jurnal Al-Fatih Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 9 No. 1, Januari-Juni 2026
Publisher : STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61082/alfatih.v9i1.730

Abstract

This study aims to describe the implementation of the extracurricular Tahfidz Juz 30 program in shaping the religious character of students at MTs TI Almadani. The study used a qualitative approach with a descriptive approach. Data were obtained through observation    the Tahfidz instructor and students as data sources. The results indicate that the extracurricular Tahfidz Juz 30 program is implemented on a weekly schedule and utilizes various learning methods, including wahdah, kitabah, sima'i, jama', talaqqi, tafsir, and tajwid. This program not only focuses on improving Quran memorization skills but also plays a role in shaping students' religious character through habituating Quran reading, enhancing discipline, responsibility, and adherence to religious practices. Program evaluation is conducted through tasmi' activities at the end of each semester to measure students' fluency, recitation accuracy, and memorization quality. Evaluation results indicate that the tahfidz program has a positive impact on students' Quran memorization abilities and the development of their religious character. Thus, the extracurricular tahfidz program for Juz 30 at MTs TI Almadani contributes to improving the quality of Quran memorization while supporting the development of students' religious character.
Co-Authors Abdul Ghofur Abdullah Hilmi Az-Zuhdy Adib Qosim M Afifi, A. Nawawi Alfan Agung Muhamad Bisri AGUS Ahmad Sulusin Ainun Nafila Alfinnurissa’adah Amin Ruksin Anissa Annisa Annisa Ari Abdi Asrori, Sholi Bisyarotul Masfufah Dedi Suari Dika Tripitasari Edy Setiawan Eko Suprayitno Eko Suprayitno Emilda Fibyani Agustin Fahim, Ali Masdar Fahrudin Fahrudin Fajriah Fakhridana, Farhan Muzakki Farisi Farisi Fatkhur Rohman Febrianto Fika Maqfiroh Fitri Ayu Kurnia H. Nur Ali Hesim Muzedi Hidayatulloh Hilam, Husnul Husnul Hilam Ida Fitri Anggarini Ifan Afandy Ika Nur Hikmah Imawan, Yuli Indradewa, Rhian Ishmah Syafiulloh Ishomudin Kemal Husen Khabibah Maharani Khoridatul Bahiyah Kudsiyeh, Kudsiyeh Lailatul Mufarrohah Lingga Fahrurrosi M. Ilham Firmansyah M. Taufik Sirgar Maghfirotul, Anggita Maghfirotul Ismanudin Marno Marno Marno Marno Mar’atul Fitriayu Azizah Maulidia, Nuraini Mirrohmatillah Moch. Sahril Sobirin Mochamad Rizqy Romadhon Moh Azaim Moh Hasan Firghol Muhammad Agus Salim Muhammad Agus Salim Muhammad Febri Irawan Muhammad Husni Muhammad Husni Muhammad Jazuli Muhammad Rauhul Mufid Muhammad Syauqillah Muhammad Syuaib Muhlis, Nur Khozim Muqoffi Muqoffi, Muqoffi Nia Hasanah Nindi Antika, Aisyah Nurhaliza, Sabrina Nurul Aini Nurul Ma’rifah Panji NurMuhammadSholih Rahmania, Almaniatu Inda Rohanita, Lailatur Salsabila, Ramadhanti Syifa Sari, Zuyyina Linda Sehid Sehid Shofi Sholihah Sholihah Sita Acetylena Siti Nur Azizah, Siti Nur Sobirin, Moch. Sahril Sriwiji Lestari Sultan Faiz Amrillah Tirta, Wahyu Divangga Uchik Rini Qomaria Vina Lailatul Maskuro Wesil Arisih Zainal Mustofa Zakiyah Alfaizah Zulfan Syahansyah