Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Meningkatkan Literasi Anak Sekolah Dasar Fakhridana, Farhan Muzakki; Azizah, Siti Nur; Annisa, Annisa; Zaironi, Muhammad
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v12i1.4905

Abstract

This study examines the integration of artificial intelligence in Islamic Education to improve elementary students' literacy. It is a library research with a quantitative descriptive approach, utilizing SINTA-accredited literature from 2021-2025 and international publications. The analysis involved identification, data selection, data extraction, and content analysis to map the relationship between AI, TPACK, basic literacy, and Islamic educational values. The findings indicate that AI has the potential to enhance literacy through adaptive, interactive, and contextual learning, but its implementation must be carefully guided. The study also shows that AI can strengthen literacy while promoting the values of manners and character, ensuring technology serves not just as a cognitive tool. An AI-Literacy model of Islamic Integration is proposed, combining AIEd, TPACK, literacy, and the principle of at-ta'dīb as the foundation for AI integration in PAI. This model offers a conceptual framework for PAI teachers to design ethical and relevant literacy learning in primary schools.
PENDAMPINGAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA DI MTS AL-KHOIROT MALANG Muhammad Zaironi; Husnul Hilam
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendampingan penulisan karya tulis ilmiah dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi siswa di MTs Al-Khoirot Malang. Fokus utama kajian ini mencakup identifikasi perubahan kemampuan menulis siswa, peningkatan kualitas karya tulis yang dihasilkan, serta perkembangan minat literasi dan kepercayaan diri siswa setelah mengikuti program pendampingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, yang memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman mendalam mengenai proses dan dampak kegiatan pendampingan tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui berbagai metode, yaitu wawancara, ceramah, tanya jawab, diskusi, praktik langsung penulisan, serta demonstrasi penyusunan karya tulis ilmiah. Pendampingan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yang melibatkan pengurus OSIS, tim redaksi buletin digital, serta siswa sebagai peserta utama. Keterlibatan berbagai pihak ini dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif dan partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan menulis siswa. Hal ini terlihat dari struktur tulisan yang semakin sistematis, koheren, dan sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah, serta penggunaan bahasa yang lebih baik dan komunikatif. Selain itu, kualitas karya tulis siswa juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, baik dari segi isi maupun penyajian. Tidak hanya itu, kegiatan ini turut mendorong tumbuhnya minat literasi siswa, yang ditandai dengan meningkatnya antusiasme dalam membaca dan menulis. Kepercayaan diri siswa dalam mengemukakan gagasan juga berkembang, sehingga mereka menjadi lebih aktif, kreatif, dan berani dalam menghasilkan karya tulis ilmiah.
PENDAMPINGAN PENGUATAN KEMAMPUAN MEMBACA KITAB KUNING MELALUI METODE SOROGAN Muhammad Zaironi; Muhammad Husni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam efektivitas pendampingan dalam penguatan kemampuan membaca kitab kuning melalui penerapan metode sorogan pada santri Madrasah Diniyah Ibtidaiyah Al-Khoirot kelas VI-B, Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang. Fokus utama penelitian diarahkan pada peningkatan ketepatan membaca teks, pemahaman kaidah nahwu sebagai dasar gramatikal, serta kemampuan santri dalam memberikan makna terhadap teks berbahasa Arab klasik secara kontekstual. Metode yang digunakan berupa pendampingan langsung melalui pendekatan tatap muka (in person mentoring atau coaching) yang dipadukan dengan ceramah bervariasi dan kegiatan latihan terstruktur. Ceramah bervariasi dimanfaatkan untuk menyampaikan konsep-konsep dasar secara sistematis, efisien, dan mudah dipahami, sedangkan latihan berfungsi sebagai sarana praktik langsung agar santri terbiasa membaca dan menganalisis teks kitab kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan ini mampu meningkatkan ketelitian dalam penentuan harakat, memperkuat pemahaman struktur gramatikal, serta mempermudah proses pemberian makna gandul. Selain itu, terjadi peningkatan kepercayaan diri dan partisipasi aktif santri dalam pembelajaran. Dengan demikian, pendampingan berbasis metode sorogan terbukti efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
Analisis Historis UU Sistem Pendidikan Nasional dan Dampaknya terhadap Eksistensi Pendidikan Islam Ahmad Sulusin; Alfinnurissa’adah; Muhammad Zaironi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.7142

Abstract

Pendidikan merupakan instrumen esensial dalam proses humanisasi yang terus bertransformasi seiring dengan tantangan globalisasi dan pergeseran nilai sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evolusi regulasi pendidikan di Indonesia melalui tinjauan historis terhadap Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) serta dampaknya terhadap eksistensi pendidikan Islam. Dengan menggunakan metode analisis historis, penelitian ini membedah dinamika kebijakan lintas era. Temuan penelitian menunjukkan adanya pergeseran paradigma: pada era Orde Lama, pendidikan Islam mulai memperoleh pengakuan formal yang terbatas; era Orde Baru diwarnai integrasi regulasi di bawah kendali politik hegemonik; sementara era Reformasi menjadi puncak evolusi melalui UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 yang memberikan legitimasi yuridis bagi madrasah dan pesantren sebagai bagian integral sistem pendidikan nasional. Analisis substansial mengungkapkan bahwa penguatan eksistensi pendidikan Islam terakomodasi melalui sepuluh pilar strategis, mulai dari penyelarasan filosofis hingga standarisasi kurikulum dan sarana prasarana. Regulasi ini mendorong transformasi tata kelola profesional berbasis Standar Nasional Pendidikan (SNP) tanpa mereduksi nilai uswatun hasanah. Lebih lanjut, pemenuhan hak pendidikan agama serta jaminan pendanaan tanpa diskriminasi menjadi faktor krusial dalam mewujudkan keadilan akses. Disimpulkan bahwa UU Sisdiknas berfungsi sebagai instrumen akselerasi bagi pendidikan Islam dalam mencapai akuntabilitas dan daya saing kompetitif di kancah nasional yang modern
UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan: Telaah Kritis Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah terhadap Eksistensi Madrasah Swasta Fahim, Ali; Bisyarotul Masfufah; Muhammad Zaironi
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art13

Abstract

Madrasah swasta di Indonesia telah lama bergantung pada yayasan sebagai wadah hukum dan kelembagaan utamanya. UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, yang diubah dengan UU No. 28 Tahun 2004, lazim dipandang sebagai regulasi yang memberikan kerangka hukum jelas bagi lembaga-lembaga tersebut dalam sistem pendidikan dasar dan menengah. Penelitian ini menelaah secara kritis apakah kejelasan normatif itu benar-benar berimplikasi pada keterjaminan eksistensi madrasah swasta. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis dokumen hukum, regulasi kebijakan, dan literatur akademik yang diterbitkan antara 2013 hingga 2025, melalui analisis isi dan triangulasi sumber. Temuan menunjukkan kesenjangan nyata antara tuntutan normatif UU, meliputi struktur organ tiga lapis, pelaporan keuangan formal, dan pengesahan Kemenkumham, dengan kapasitas kelembagaan aktual mayoritas yayasan penyelenggara madrasah. Banyak pengurus yayasan mengetahui keberadaan UU namun tidak memahami kewajiban substantifnya. Madrasah yang bertahan justru mengandalkan modal sosial dan spiritual, bukan kepastian hukum. Penelitian ini membantah secara parsial kesimpulan Muliadi dan Nasri (2025), dengan berargumen bahwa ketentuan UU 16/2001 lebih tepat dipahami sebagai beban kepatuhan daripada perlindungan eksistensi bagi madrasah swasta berskala kecil berbasis komunitas.
Integrasi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam Pembelajaran Iqro’ di Madrasah Diniyah: Studi Kasus di Madrasah Diniyah Al-Rachmat Banjarsari Bojonegoro Farhan Muzakki Fakhridana; Siti Nur Azizah; Anissa; Muhammad Zaironi
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v12i2.5269

Abstract

The Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework has become the primary reference for teacher competence in integrating technology, pedagogy, and content amid the digital transformation of education. However, TPACK studies in non-formal Islamic education institutions such as madrasah diniyah using the Iqro’ method remain very limited. This study aims to describe the TPACK profile of ustadz/ustadzah, analyze forms of technology integration, and identify supporting and inhibiting factors at Madrasah Diniyah Al-Rachmat Bojonegoro. The research adopted a qualitative descriptive approach with an instrumental case study strategy, supported by a 30-item TPACK questionnaire on a 1–5 Likert scale covering seven dimensions. Subjects consisted of four Iqro’ ustadz/ustadzah (total sampling) and 25 Iqro’ students of volumes 3–4. Data were collected through questionnaires, observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using the Miles & Huberman interactive model along with source and technique triangulation. The findings reveal an average TPACK score of 3.77 (high) with an asymmetrical profile: PCK (4.63), PK (4.56), and CK (4.55) were very high, while TCK (2.88), TPK (3.06), and TK (3.25) were moderate. The integration found was low-tech and non-substitutive—murottal audio, digital Qur’an applications, and WhatsApp groups—termed by the authors as adaptive-tradition TPACK. Supporting and inhibiting factors were distributed across three layers: personal, institutional, and cultural; the aspects of adab and salaf tradition emerged as distinctive features. These findings recommend contextual TPACK training and the development of simple Iqro’ digital media that align with the salaf learning tradition.
Konsep, Dinamika, dan Gaya Kepemimpinan Kiai di Pesantren Salaf-Modern:: Studi Kasus PP. An-Nur 2 Malang Edy Setiawan; Emilda Fibyani Agustin; Sultan Faiz Amrillah; Muhammad Zaironi
Jurnal Tinta Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Tinta
Publisher : Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnaltinta.v8i1.2366

Abstract

This study investigates the construction of Kiai leadership in navigating the dualism of the educational system at the An-Nur 2 Malang Islamic Boarding School, which integrates the Salaf (traditional) curriculum with the Modern (formal) education system. This study aims to dissect the concept, dynamics of change, and typology of leadership styles applied in maintaining turats orthodoxy while responding to the demands of modernity. Through a qualitative case study approach, the study found that the concept of leadership at An-Nur 2 no longer relies solely on a single charismatic authority, but has metamorphosed into "Charismatic-Rational" leadership. The leadership dynamics are seen in the delegation of managerial authority to the pesantren bureaucratic structure without reducing the spiritual centrality of the Kiai. The leadership style applied is a hybrid between a paternalistic style in fostering the morals of students and a transformational style in developing infrastructure and educational curriculum. The implications of this study confirm that the success of Salaf-Modern Islamic Boarding Schools depends on the agility of the Kiai in their dual roles as guardians of tradition and system innovators.
Competency-Based Curriculum Development in Islamic Religious Education: Integrating Spiritual Values and 21st-Century Competencies Amin Ruksin; Muhammad Agus Salim; Muhammad Zaironi
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED) in Press
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i2.1124

Abstract

The transformation of global education necessitates the development of curricula that are responsive to twenty-first-century dynamics without neglecting spiritual and moral dimensions. This conceptual article aims to analyze and formulate an integrative framework for competency-based curriculum development in Islamic Religious Education (IRE) that synergizes spiritual values with twenty-first-century competencies. Employing a systematic-critical literature review of recent international scholarship (2021–2025), this article identifies a critical gap between conventional competency-based curriculum paradigms, which tend to be instrumentalistic, and the need for holistic human development. The conceptual findings indicate that the integration of Islamic spiritual values encompassing tauhid, akhlaq, and maqashid al-shariah with key competencies such as the 4Cs (critical thinking, creativity, collaboration, and communication), digital literacy, and global character is not dichotomous but mutually reinforcing in fostering comprehensive competencies. This article proposes a conceptual model, the Spiritual-Competency Integration Framework, which positions Islamic Religious Education as a foundation for holistic curriculum development with global relevance. The theoretical implications include a reorientation of the epistemology of IRE curricula toward an integrative-transformative approach, while the practical implications provide guidance for curriculum design, pedagogy, and assessment grounded in spiritual–twenty-first-century competencies
INNOVATIVE MOBILE LEARNING FOR ISLAMIC EDUCATION: PENGEMBANGAN APLIKASI PAI BERBASIS ANDROID/IOS DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAN HASIL BELAJAR Moh Azaim; Nurul Ma’rifah; Muhammad Zaironi
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan. Salah satu inovasi yang berkembang pesat adalah Mobile Learning (M-Learning), yaitu pembelajaran yang memanfaatkan perangkat mobile seperti smartphone dan tablet untuk mendukung proses belajar secara fleksibel. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), mobile learning menjadi alternatif yang relevan untuk menjawab kebutuhan pembelajaran di era digital yang menuntut akses informasi yang cepat, mudah, dan tidak terbatas oleh ruang maupun waktu. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan aplikasi PAI berbasis Android dan iOS, implementasi pembelajaran mandiri melalui mobile learning, efektivitas penggunaannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, serta faktor-faktor pendukung keberhasilannya. Kajian dilakukan melalui pendekatan studi pustaka dengan menganalisis berbagai penelitian dan literatur ilmiah terkait mobile learning dan pendidikan agama Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan aplikasi PAI memerlukan tahapan analisis kebutuhan, desain aplikasi yang berorientasi pada pengguna, implementasi sistem yang terstruktur, serta penyediaan fitur-fitur pembelajaran yang interaktif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Mobile learning juga terbukti mampu mendukung pembelajaran mandiri melalui fleksibilitas akses materi, peningkatan motivasi belajar, serta kesempatan belajar kapan saja dan di mana saja. Selain itu, penggunaan mobile learning memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar, pemahaman materi PAI, keterlibatan siswa dalam pembelajaran, dan kepuasan pengguna. Keberhasilan implementasi mobile learning dipengaruhi oleh ketersediaan perangkat smartphone, kualitas koneksi internet, serta kompetensi digital guru dan siswa. Dengan demikian, mobile learning berbasis Android dan iOS memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam sekaligus mendukung pengembangan keterampilan belajar mandiri peserta didik di era digital.
URGENSITAS MANAJEMEN PERUBAHAN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA GLOBALISASI Moh. Hasan Firghol Muttaqien Firghol; Dika Tripitasari; Muhammad Zaironi
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i2.1942

Abstract

Objective: Change occurs in various walks of life, including in the world of education. The main triggers for change come from within or outside an organization. On the other hand, the driving factors for change in educational institutions are the influence of globalization, the development of science and technology (IPTEK), and the ever-expanding flow of information. In this era, technological progress is inevitable, as it goes hand in hand with the development of science. This study aims to explain the urgency of educational change management in the era of globalization. This type of research is qualitative with a librarian research approach. The research data consists of data on the urgency of change management in Islamic educational institutions from primary sources such as books and several relevant journals. Based on the research results, it was found that the urgency of Islamic educational change management in the development of Islamic educational institutions is crucial and cannot be ignored. In a constantly changing and complex context, change management plays a key role in ensuring that educational institutions remain relevant, high-quality, and in accordance with Islamic values.