Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF REFLEKTIF DAN IMPULSIF PADA MATERI KUBUS KELAS VIII Zakiah Koima Bilkist; Anies Fuady; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 30 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.36 KB)

Abstract

 Abstrak : NCTM (2000) menyebutkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki peserta didik, karena kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan tujuan dari pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara peserta didik dalam menyelesaikan soal berbentuk pemecahan masalah matematis dan tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif pada materi kubus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian yang digunakan sebanyak enam peserta didik kelas VIII C MTs Mambaul Ulum yang dipilih dengan cara purposive sampling. Instrumen yang digunakan antara lain angket MFFT (Matching Familiar Figures Test), soal tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (KPMM), dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa 1) cara peserta didik dalam menyelesaikan soal berbentuk pemecahan masalah matematis yaitu: a) peserta didik reflektif menempuh empat tahap pemecahan masalah matematis yakni memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan perencanaan, dan memeriksa kembali proses dan hasil; b) peserta didik impulsif menempuh tiga tahap pemecahan masalah matematis yakni memahami masalah, merencanakan penyelesaian, dan melaksanakan perencanaan. Peserta didik impulsif tidak menempuh tahap memeriksa kembali proses dan hasil; dan 2) tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik reflektif berada pada kategori sedang dengan rata-rata nilai 73,67, sedangkan peserta didik impulsif berada pada kategori rendah dengan rata-rata nilai 46. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Gaya Kognitif Reflektif dan Impulsif, Kubus
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN DAN BERPIKIR LOGIS MATEMATIS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA PADA MATERI SPLDV KELAS VIII MTS MIFTAHUL ULUM Nur Azimatul Hasanah; Anies Fuady; Syaifuddin Syaifuddin
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 20 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.954 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran dan berpikir logis matematis siswa ditinjau dari gaya belajar visual pada materi SPLDV Kelas VIII MTs Miftahul Ulum; (2) untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran dan berpikir logis matematis siswa ditinjau dari gaya belajar auditorial pada materi SPLDV Kelas VIII MTs Miftahul Ulum; (3) untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran dan berpikir logis matematis siswa ditinjau dari gaya belajar kinestetik pada materi SPLDV Kelas VIII MTs Miftahul Ulum. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Miftahul Ulum dengan subjek penelitian sebanyak enam siswa yang dipilih berdasarkan klasifikasi gaya belajarnya. Prosedur pengumpulan data yakni menggunakan angket, tes dan wawancara. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh: 1) Siswa gaya belajar visual memiliki kemampuan penalaran pada kategori baik dan kemampuan berpikir logis pada kategori sangat baik. Siswa gaya belajar visual mampu memenuhi tiga indikator kemampuan penalaran dan semua indikator kemampuan berpikir logis. 2) Siswa gaya belajar auditorial memiliki kemampuan penalaran pada kategori cukup dan kemampuan berpikir logis terdapat dua kategori yaitu kurang dan cukup. Siswa gaya belajar auditorial mampu memenuhi dua indikator kemampuan penalaran dan pada kemampuan berpikir logis kategori kurang hanya mampu memenuhi satu indikator, pada kemampuan berpikir logis kategori cukup mampu memenuhi dua indikator. 3) Siswa gaya belajar kinestetik memiliki kemampuan penalaran dan berpikir logis matematis pada kategori sangat baik. Siswa gaya belajar kinestetik mampu memenuhi semua indikator kemampuan penalaran dan berpikir logis matematis. Kata kunci: kemampuan penalaran matematis, kemampuan berpikir logis matematis, gaya belajar, SPLDV
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif dalam Menyelesaikan Soal Persamaan Kuadrat ditinjau dari Metakognitif Peserta Didik di SMKN 1 Kraksaan Rijal Akbar Hidayat; Zainal Abidin; Anies Fuady
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 33 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.444 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara-cara yang dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan soal berpikir kreatif matematis  jika ditinjau dari metakognitif dan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif peserta didik jika ditinjau dari metakognitif pada materi persamaan kuadrat. Subjek penelitian ini sebanyak 30 peserta didik kelas XI di SMKN 1 Kraksaan. Subjek penelitian yang dipilih selanjutnya dikategorikan kedalam klasifikasi metakognitif tinggi, sedang, dan rendah yang memiliki jawaban soal tes unik atau khas dan berbeda dengan subjek lainnya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu tes, kuisioner, dan wawancara. Hasil penelitian disajikan berdasarkan tingkat metakognitif tinggi, sedang, dan rendah yang kemudian mendeskripsikan bagaimana cara-cara yang dilakukan peserta didik yang memiliki jawaban unik atau khas yang berbeda dengan subjek yang lainnya. Adapun cara-cara tersebut yaitu dengan memaparkan secara deskriptif/rinci, serta memiliki jawaban dengan lebih dari satu cara, memaparkan dengan menghubungkan antara satu rumus dengan rumus yang lainnya. Hasil rata-rata tingkat kemampuan berpikir kreatif pada metakognitif tinggi yaitu 85, untuk kategori metakognitif sedang kemampuan berpikir kreatifnya 77, dan untuk kategori metakognitif rendah kemampuan berpikir kreatifnya yaitu 58
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA KELAS VIII MTs SA KEBON DALEM DITINJAU DARI SELF CONFIDENCE PADA TOPIK ARITMATIKA SOSIAL Fajrul Najmuddin Abdi Praja; Anies Fuady; Fadhila Kartika Sari
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 30 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.737 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tingkat kemampuan penalaran matematis ditinjau dari self confidence pada materi aritmatika sosial kelas VIII MTs SA Kebon Dalem dan mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa kelas VIII MTs SA Kebon Dalem dalam menyelesaikan soal pada materi aritmatika sosial ditinjau dari self confidence. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII-A di MTs SA Kebon Dalem tahun ajaran 2021/2022 dengan jumlah siswa 24 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu tes, angket, dan wawancara. Instrumen yang digunakan yaitu soal tes, kuisioner, dan pedoman wawancara. Kuisioner self confidence diberikan kepada 24 siswa. Dari 24 siswa Peneliti menetapkan tiga subjek penelitian yang dipilih menggunakan cara purposive sampling. Validasi data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teknik. Setelah data absah/valid maka dilakukan analisis data untuk memperoleh kesimpulan kemampuan penalaran matematis berdasarkan setiap klasifikasi self confidence tinggi, sedang, dan rendah. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa; (1)Tingkat kemampuan penalaran matematis peserta didik ditinjau dari self confidence pada materi Aritmatika Sosial kelas VII, yaitu: a) tingkat kemampuan penalaran matematis tinggi terdapat pada satu peserta didik atau setara dengan 33,3% dan memperoleh hasil rata-rata nilai 83,5, b) tingkat kemampuan penalaran matematis sedang terdapat pada satu peserta didik atau setara dengan 33,3% dan memperoleh hasil rata-rata nilai 66,5, dan c) tingkat kemampuan penalaran matematis rendah terdapat pada satu peserta didik atau setara dengan 33,3% dan memperoleh hasil rata-rata nilai 45,5. (2) Kemampuan penalaran matematis siswa kelas VIII dalam menyelesaikan soal pada materi aritmatika sosial ditinjau dari self confidence adalah sebagai berikut; (a)  Siswa dengan tingkat self confidence tinggi, memenuhi semua indikator kemampuan penalaran matematis; (b) Siswa dengan tingkat self confidence sedang, memenuhi tiga dari empat indikator kemampuan penalaran matematis; (c) Siswa dengan tingkat self confidence rendah, memenuhi dua dari empat indikator kemampuan penalaran matematis.Kata Kunci: Kemampuan Penalaran Matematis, Self Confidence, Aritmatika Sosial
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR VISUAL PESERTA DIDIK KELAS VIII MATERI KOORDINAT KARTESIUS DI SMP WAHID HASYIM Tsamrotul Ilmiah; Anies Fuady; Siti Nurul Hasana
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 18 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.228 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis dalam menyelesaikan soal berbentuk kemampuan pemahaman konsep matematis ditinjau dari gaya belajar visual materi koordinat kartesius kelas VIII SMP Wahid  Hasyim dan untuk mendeskripsikan hasil analisis tingkat kemampuan pemahaman konsep matematis ditinjau dari gaya belajar visual materi koordinat kartesius peserta didik kelas VIII SMP Wahid Hasyim. Penelitian ini juga dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskrisptif kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan sebanyak lima peserta didik yang diambil dari peserta didik yang memiliki gaya belajar visual dan yang memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis tingkat tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen yang  digunakan adalah angket, tes, dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa peserta didik yang memiliki kemampuan pemahaman konsep tingkat tinggi mampu memenuhi indikator pertama dan kedua, namun indikator ketiga belum terpenuhi. Peserta didik yang memiliki kemampuan pemahaman konsep tingkat sedang mampu memenuhi indikator pertama dan kedua meskipun masih ada sedikit jawaban yang kurang tepat, untuk indikator ketiga belum terpenuhi. Kemudian untuk peserta didik yang memiliki kemampuan pemahaman konsep tingkat rendah mampu memenuhi indikator pertama saja dan untuk indikator kedua dan ketiga belum terpenuhi. Hasil analisis data diperoleh sebagai berikut. Peserta didik yang                memiliki nilai rata-rata 90 termasuk dalam kategori tingkat tinggi, kemudian nilai rata-rata 70 dan 60 termasuk dalam kategori tingkat sedang, yang terakhir nilai rata-rata 55 dan 45 termasuk dalam kategori tingkat rendah.Kata kunci: Analisis, Pemahaman Konsep Matematis, Gaya Belajar Visual,  Koordinat   KartesiusAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis dalam menyelesaikan soal berbentuk kemampuan pemahaman konsep matematis ditinjau dari gaya belajar visual materi koordinat kartesius kelas VIII SMP Wahid  Hasyim dan untuk mendeskripsikan hasil analisis tingkat kemampuan pemahaman konsep matematis ditinjau dari gaya belajar visual materi koordinat kartesius peserta didik kelas VIII SMP Wahid Hasyim. Penelitian ini juga dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskrisptif kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan sebanyak lima peserta didik yang diambil dari peserta didik yang memiliki gaya belajar visual dan yang memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis tingkat tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen yang  digunakan adalah angket, tes, dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa peserta didik yang memiliki kemampuan pemahaman konsep tingkat tinggi mampu memenuhi indikator pertama dan kedua, namun indikator ketiga belum terpenuhi. Peserta didik yang memiliki kemampuan pemahaman konsep tingkat sedang mampu memenuhi indikator pertama dan kedua meskipun masih ada sedikit jawaban yang kurang tepat, untuk indikator ketiga belum terpenuhi. Kemudian untuk peserta didik yang memiliki kemampuan pemahaman konsep tingkat rendah mampu memenuhi indikator pertama saja dan untuk indikator kedua dan ketiga belum terpenuhi. Hasil analisis data diperoleh sebagai berikut. Peserta didik yang                memiliki nilai rata-rata 90 termasuk dalam kategori tingkat tinggi, kemudian nilai rata-rata 70 dan 60 termasuk dalam kategori tingkat sedang, yang terakhir nilai rata-rata 55 dan 45 termasuk dalam kategori tingkat rendah.Kata kunci: Analisis, Pemahaman Konsep Matematis, Gaya Belajar Visual,  Koordinat   Kartesius
ANALISIS KESULITAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL PADA MATERI PENYAJIAN DATA KELAS VII SMP Lailatul Maghfiroh; Dr Mustangin; Anies Fuady
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 33 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.458 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan pemahaman konsep matematis peserta didik dalam menyelesaikan soal pada materi penyajian data kelas VII SMP. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 peserta didik kelas VII SMP yang telah mendapatkan materi penyajian data, yang dibedakan dalam kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah.  Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan instrumen pendukungnya adalah tes pemahaman konsep, pedoman wawancara dan dokumen. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Subjek berkemampuan tinggi mengalami kesulitan pada indikator menyajikan konsep ke dalam berbagai bentuk representasi matematis; (2) Subjek berkemampuan sedang mengalami kesulitan pada indikator menyajikan konsep ke dalam berbagai representasi matematis dan melakukan kesalahan pada indikator mengubah suatu bentuk representasi ke representasi lainnya; (3) Subjek berkemampuan rendah mengalami kesulitan pada indikator menyajikan konsep ke dalam berbagai bentuk representasi matematis dan indikator menerjemahkan atau menafsirkan makna diagram garis. Kesulitan yang dialami pada indikator menyajikan konsep ke dalam berbagai bentuk representasi matematis terletak pada diagram lingkaran bentuk persen dan derajat. Sedangkan kesulitan yang dialami pada indikator menerjemahkan atau menafsirkan makna diagram garis terletak pada saat diperintahkan membuat informasi dari diagram garis. 
KARAKTERISASI BERPIKIR REFLEKTIF PESERTA DIDIK DALAM MEMECAHKAN SOAL MATEMATIKA PADA BANGUN SEGIEMPAT KELAS VII BERDASARKAN TEORI POLYA Lulut Ernin Maharani; Anies Fuady; Isbadar Nursit
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 12 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1803.383 KB)

Abstract

Abstrak : Berpikir reflektif adalah sesuatu yang dilakukan dengan aktif, gigih, dan penuh pertimbangan dengan keyakinan yang didukung oleh alasan yang jelas dan dapat  membuat suatu kesimpulan. Maka melalui kegiatan berpikir  reflektif ini peserta didik diharapkan dapat menyelesaikan masalahnya sendiri serta bertanggungjawab. Dalam menyelesaikan  masalah peserta didik  bebas menentukan  strategi, rumus, atau caranya menurut pemikirannya sendiri. Guru berperan sebagai fasilitator dalam menciptakan kondisi didalam kelas agar peserta didik berpikir reflektif dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteriasi berpikir reflektif peserta didik dalam memecahkan soal matematika pada bangun segiempat kelas VII berdasarkan teori polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif karena akan menghasilkan data tertulis berkaitan dengan data pemecahan soal matematika dengan subpokok bahasan bangun persegi panjang yang menggambarkan proses berpikir reflektif peserta didik kelas VII. Prosedur  pemilian subjek menggunakan purposive sampling. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini yaitu tes, wawancara, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dibutuhkan untuk membuktikan bahwa data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya melalui verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dibagi menjadi 3 tipe yaitu : tipe terurut lengkap bisa melewati semua fase berpikir reflektif dan di teori polya bisa melewati semua tahapan. Tipe terurut tidak lengkap peserta didik bisa melewati 3 fase berpikir reflektif tetapi tidak sempurna dan di teori polya peserta didik bisa melewati semua tahapan tetapi tidak sempurna. Tipe tidak  lengkap peserta didik bisa melewati 2 fase berpikir reflektif tetapi  tidak sempurna dan di teori polya peserta didik bisa melewati 3 tahapan tetapi tidak sempurna.Kata kunci: berpikir reflektif, memecahkan soal matematika, bangun segiempat, teori polya
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS DITINJAU DARI SELF CONFIDENCE PESERTA DIDIK KELAS VII SMP PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL Dwi Aldi Hidayatulloh; Anies Fuady; Sikky El Walida
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 12 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.631 KB)

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan cara peserta didik dalam menyelesaikan soal berbentuk literasi matematis dan tingkat kemampuan literasi matematis peserta didik ditinjau dari self confidence pada materi aritmatika sosial kelas VII. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah enam peserta didik kelas VII SMP Negeri 03 Batu. Instrumen penelitian ini menggunakan angket, soal tes, pedoman wawancara, dan lembar dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut. 1) Terdapat beberapa cara peserta didik dalam menyelesaikan soal literasi matematis ditinjau dari self confidence pada materi Aritmatika Sosial kelas VII, yaitu: a) peserta didik dengan kemampuan literasi matematis tinggi mampu memenuhi semua indikator kemampuan literasi matematis yaitu merumuskan, menerapkan, dan menafsirkan. b) peserta didik dengan kemampuan literasi matematis sedang memenuhi dua dari tiga indikator kemampuan literasi matematis yaitu indikator merumuskan dan menerapkan, dan c) peserta didik dengan kemampuan literasi matematis rendah hanya mampu memenuhi indikator kemampuan literasi matematis yaitu merumuskan. 2) Tingkat kemampuan literasi matematis peserta didik ditinjau dari self confidence pada materi Aritmatika Sosial kelas VII, yaitu: a) tingkat kemampuan literasi matematis tinggi terdapat pada dua peserta didik atau setara dengan 33,3% dan memperoleh hasil rata-rata nilai 87,5; b) tingkat kemampuan literasi matematis sedang terdapat pada dua peserta didik atau setara dengan 33,3% dan memperoleh hasil rata-rata nilai 71,5; dan c) tingkat kemampuan literasi matematis rendah terdapat pada dua peserta didik atau setara dengan 33,3% dan memperoleh hasil rata-rata nilai 48,5.Kata kunci: Kemampuan Literasi Matematis, Self Confidence, Aritmatika Sosial
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL (HOTS) HIGH ORDER THINKING SKILL DITINJAU DARI MINAT BELAJAR PADA MATERI HIMPUNAN KELAS VII SMP BADRIDDUJA FULL DAY SCHOOL Sinta Dwiyana; Surahmat Surahmat; Anies Fuady
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 30 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.492 KB)

Abstract

Abstrak : NCTM (2020) mengatakan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki peserta didik, karena kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu tujuan dari pembelajaran matematika Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis dalam menyelesaikan soal HOTS (High Order Thinking Skill) ditinjau dari minat belajar pada materi himpunan kelas VII SMP Badridduja Full Day School. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif  kualitatif. Pemilihan subjek dilakukan dengan cara purposive (bertujuan). Subjek dalam penelitian ini peserta didik kelas VII B SMP Badridduja Full Day School.  Instrumen yang digunakan antara lain angket minat belajar, soal tes yang berupa soal HOTS (High Order Thinking Skill), dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini memperoleh kesimpulan peserta didik dengan klasifikasi minat belajar tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah yang tinggi dalam menyelesaikan soal HOTS yakni mampu memenuhi semua indikator menurut Polya, Peserta didik  dengan klasifikasi minat belajar sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang sedang dalam menyelesaikan soal HOTS yakni mampu memenuhi 2 dari 4  indikator menurut Polya. Peserta didik dengan klasifikasi minat belajar rendah juga memiliki kemampuan pemecahan masalah yang rendah dalam menyelesaikan soal HOTS yakni mampu memenuhi 1 dari 4  indikator menurut Polya.Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, HOTS (High Order Thinking Skill), Minat Belajar
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIS Ellysa Ummirotul Jannah; Abdul Halim Fathani; Anies Fuady
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 12 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.172 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis kemampuan berpikir kritis peserta didik   dalam  memecahkan  masalah matematis. Kemampuan berpikir kritis merupakan suatu kemampuan dasar dalam memecahkan masalah. Dengan adanya kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika dapat memanimilisir terjadinya kesalahan saat menyelesaikan suatu permasalahan, sehingga pada hasil akhir diperoleh suatu penyelesaian dengan kesimpulan yang tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan studi literatur dari berbagi sumber  jurnal dan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli atau peneliti terdahulu yang kemudian akan dianalisis dan ditarik suatu kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari kajian literatur dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis peserta didik memiliki pernan penting dalam memecahkan masalah secara matematis. Kata Kunci: kemampuan berpikir, berpikir kritis, memecahkan masalah matematis.