Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluation of the Physical Condition of NTB Pelatda Athletes for the Kabaddi Sport Branch Towards Pon XXI Aceh North Sumatra in 2024 Nadirasi, Abdira; Syarifoeddin, Elya Wibawa; Wahyudi, Johan; Syobri, Nazalus; Primayanti, Intan
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 10, No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Mandala Education ( Agustus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v10i3.7327

Abstract

Physical condition is a prerequisite that an athlete must have in order to improve and develop optimal sporting performance. One of them is the NTB Kabaddi athlete who will compete in the XXI Aceh-North Sumatra PON event in 2024. The problem in this research is what the physical condition of the NTB regional athletes in the Kabaddi sport will be in the 2024 Aceh-North Sumatra PON XXI. The aim is to determine their physical condition. NTB regional athlete in the Kabaddi sport for PON XXI Aceh-North Sumatra in 2024. Physical condition includes Agility, Endurance and Leg Muscle Strength.  This research is a quantitative descriptive study carried out by total sampling on NTB Pelatda Kabaddi athletes, totaling 12 male athletes and 12 female athletes. In the agility test (Illinois Agility Run Test), the average for male athletes was 17.17 in the Fair category, while the female athletes showed an average of 19.14 in the Fair category. The endurance test (MFT or Beep Test) shows that the average endurance test for male athletes is 43.9 in the Poor category, while female athletes have an average of 34.8 in the Poor category. And the leg muscle strength test (Leg Dynamometer) shows that the average score for the leg muscle strength test for male athletes is 229 in the Good category, for female athletes it is 177 in the Good category. From these results, when compared with the previous test, from the results of this evaluation there are still components of physical condition that do not meet the expected criteria, but these results can be used as a benchmark and motivation for athletes to prepare their physical condition better in the future. 
Ability To Distinguish Between Standard Vocabulary And Non-Standard Vocabulary In Indonesian Language Courses For Semester 1 Class F Students At Faculty Of Veterinary Medicine In 2023 Supriadin, Supriadin; Syarifoeddin, Elya Wibawa; Ikhsan, Muhamad
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 10, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v10i1.6684

Abstract

Standard words are words that follow linguistic rules recognized in Indonesian. Spelling, conventional grammar, and common dictionary words are just some of the linguistic norms that can be found in standard words. This research aims to describe the level of students' ability to differentiate standard vocabulary from non-standard vocabulary in Indonesian. The population in this study were students in semester 1 (one) class F of the Veterinary Medicine Education Study Program, Faculty of Veterinary Medicine, Mandalika Education University totaling 39 people. Data collection was carried out using test techniques, while data analysis was carried out using percentage techniques. Based on the results of the research that has been carried out, it is known that the level of student ability is adequate. This can be seen from the results of data analysis which shows that 74.36%Sample students who got a score of 6.5 and above, while students who got a score below 6.5 were 25.64%%.On this basis, it is hoped that in the learning process in class, lecturers who teach Indonesian language courses will intensively provide assignments or training to students, especially in terms of the differences between standard and non-standard vocabulary. So that in the end students are able to determine the differences between the two
Pelatihan Interpretasi Geowisata Benang Stokel Maulidin; Irna Ningsi Amalia Rachman; Lukman; Elya Wibawa Syarifoedin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 4 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v4i2.2538

Abstract

Abstract: Geotourism is a specific form of outdoor tourism focused on geology and natural landscapes. Geotourism is a comprehensive approach in ensuring sustainability, not only focusing on environmental conservation but also community empowerment and regional economic development. Benar Setokel Waterfall is one of Lombok's geotourism areas that needs to be properly socialized for local and foreign tourists, so that it can improve the welfare of the local community. This Community Service (PkM) aims to provide interpretation training and assistance to tour guides as the front guard of the tourism sector. Guide training (in class and in the field), collaborative networks between local guides and local pokdarwis. Geotourism interpretation is very important because it improves the quality of geotourism guides and provides information in an educational way so that it can increase the interest and attraction of tourists towards stokel thread tourism. Target interpretation; 1) visitors have knowledge about the process of cutting off the groundwater layer, 2) visitors have a sense of admiration for the process of geological phenomena at the twin stokel waterfall, 3) visitors can prevent vandalism on objects of high geological value. Through this assistance, the guides now have an understanding of conservation, as part of the geopark's objectives, which must be implemented to ensure the sustainability of meeting the needs of the environment, local communities (social, economic and cultural) and tourists. Keywords: Interpretation, Geotourism, Benang Stokel Abstrak:Geowisata adalah sebuah bentuk pariwisata alam terbuka spesifik terfokus pada bidang geologi dan benatang alam, Geowisata menjadi pendekatan yang komprehensif dalam menjamin keberlanjutan, bukan hanya fokus pada konservasi lingkungan tapi juga pemberdayaan masyarakat dan pembangunan ekonomi wilayah. Air terjun benang setokel meruapak salah satu geowisata Lombok yang perlu disosialisasikan dengan benar bagi wisatawan lokal maupun manca negara, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk melakukan pelatihan interpretasi dan pendampingan kepada para pemandu wisata sebagai garda terdepan sektor pariwisata. Pelatihan pemanduan (di dalam kelas dan lapangan), jejaring Kerjasama antar-pemandu lokal dan pokdarwis setempat. Interpretasi geowisata itu sangatlah penting karena untuk meningkatkan kualitas pemanduan geowisata dan memberikan informasi dengan cara mengedukasikan sehingga dapat meningkatkan minat dan daya tarik para wisatawan terhadap wisata benang stokel. Sasaran interpretasi; 1) pengunjung memiliki pengetahuan tentang terjadinya proses terpotongnya lapisan air tanah, 2) pengunjung memiliki rasa kagum terhadap proses terjadinya fenomena geologi pada air terjun benang stokel, 3) pengunjung dapat mencegah Tindakan vandalish pada objek bernilai geologi tinggi. Melalui pendampingan ini, para pemandu kini memiliki pemahaman tentang konservasi, sebagai bagian dari tujuan geopark, yang harus dilaksanakan untuk menjamin keberlanjutan terpenuhinya kebutuhan lingkungan, masyarakat lokal (sosial, ekonomi dan budaya) dan para wisatawan. Kata Kunci: Interpretasi, Geowisata, Benang Stokel
Pelatihan Pemasaran Berbasis Digitalisasi di Desa Sekotong Maulidin; Irna Ningsi Amalia Rachmna; Multazam Dwi Parista; Elya Wibawa; Lukman
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v5i1.3121

Abstract

Abstrak:Teknologi pemasaran berbasis digitalisasi merupakan strategi yang digunakan untuk mempromosikan produk atau layanan dengan memanfaatkan teknologi digital seperti internet, media sosial, mesin pencari, email, dan perangkat seluler, Sehingga mampu memudahkan Masyarakat dalam menambah prospek keuntungan dalam memasarkan produk usahanya. Teknologi pemasaran merupakan perangkat yang mempermudahkan pemilik usaha dalam memasarkan produknya untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Artikel ini menjelaskan bahwa Peran strategis digital marketing merupakan sesuatu hal penting untuk menarik konsumen dan mengarahkannya untuk berkomunikasi secara elektronik dan konvensional. Implementasi digital marketing yang berhasil memerlukan pendekatan holistik, adaptasi terus-menerus, dan respons cepat terhadap perubahan dalam lingkungan digital. Dengan merancang dan menjalankan strategi digital yang efektif, organisasi dapat meningkatkan visibilitas, keterlibatan pelanggan, dan hasil bisnis secara keseluruhan. Kata Kunci: Pelatihan, Berbasis, Digital
Pengaruh Latihan Seated Cable Row Terhadap Kekuatan Menarik Otot Lengan Dan Bahu Pada Atlet Kurash UNDIKMA Tahun 2023 Syariofeddi, Elya Wibawa
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 3 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v7i3.5667

Abstract

Arm and shoulder muscle endurance is the ability of a muscle or group of muscles to be able to contract dynamically or statically by holding a load for a relatively long time. The purpose of this study was to determine the effect of seated cable row exercises on the pulling strength of the arm and shoulder muscles in Kurash Undikma Camp athletes in 2023. This research method used an experimental method. The population in this study were all Kurash Undikma Camp athletes in 2023, totaling 11 people. Meanwhile, the sample in this study used a population study technique. The data collection techniques used in this study are the method of documentation and action tests. The data analysis used in this study was statistical analysis to obtain the arm muscle strength of the Kurash Undikma Camp athletes in 2023. The results of data analysis and the t-value test show that the t-count value is 25.68 > 2.228 so it can be interpreted that the null hypothesis (H0) is states "There is no effect of seated cable row exercises on the pulling strength of the arm and shoulder muscles in Kurash Undikma Camp athletes in 2023", rejected; and the alternative hypothesis (Ha) which states "There is an effect of seated cable row exercises on the pulling strength of the arm and shoulder muscles in Kurash Undikma Camp athletes in 2023". accepted. For the percentage increase, it is known that the seated cable row exercise method can increase the pulling strength of the arm and shoulder muscles by 16.75%.
Pelatihan E-Learning Dasar Massa Pandemi COVID-19 Bagi Guru SDN 43 Ampenan Kota Mataram Supriadin, Supriadin; Sakti, Nune Wire Panji; Syarifoeddin, Elya Wibawa
Abdi Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v3i1.2268

Abstract

Seiring perkembangan zaman proses kegiatan belajar mengajar di kelas kini sudah memiliki banyak tantangan dan tuntutan. Salah satunya adalah semakin banyaknya jalur informasi yang dapat diakses oleh siswa hingga terkadang tidak jarang guru tertinggal jauh dari update-nya informasi yang sudah diterima oleh siswa. Oleh karena itu guru pun seolah-olah dipaksa harus mengimbanginya dengan mencari berbagai informasi tambahan menggunakan berbagai media seperti akses internet dan buku referensi terbaru dan up to date.  Setelah selesai pelatihan e-learning dasar bagi guru SDN 43 Ampenan Kota Mataram yang diselenggarakan Tim Pengabdian Pada Masyarakat dalam bentuk teori dan praktik, para peserta pelatihan diharapkan mampu menyusun materi pembelajaran secara e-learning online dengan menggunakan platform Edmodo sehingga para guru tidak hanya terpaku pada satu model pembelajaran dengan menggunakan model konvensional saja. Berdasarkan uraian pelaksanaan kegiatan pengabdian ini, dapat disimpulkan bahwa partisipasi peserta  pengabdian sebesar 100%. Peserta aktif bertanya dan mendengarkan berbagai hal tentang materi yang telah diberikan sampai kegiatan pelatihan e-learning berakhir. Peserta mengharapkan agar program serupa diadakan kembali dengan program pelatihan e-learning tingkat lanjut dan keterampilan pembuatan media pembelajaran lainnya.
STUDY PROFIL MOOD ATLET PENCAK SILAT PADA KEJUARAAN MATARAM CUP TAHUN 2022 Annisa Aprilia Muslim; Elya Wibawa Syarifoeddin; Indri Susilawati
Journal of Mandalika Literature Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.854 KB) | DOI: 10.36312/jml.v3i3.1036

Abstract

The background of the problem in this study is about the mood of athletes competing in the 2022 Mataram Cup Championship. Mood is a temporary emotional state. Mood or mood can indeed change. Mood itself is an emotional state that arises only temporarily, divided into two, namely a good mood (good mood) and bad (bad mood). When someone is in a bad mood, the feelings they feel become more difficult to control emotions, so they can't concentrate when doing something. The purpose of this research is to determine the mood profile of athletes at the Mataram Cup Pencak Silat Championship in 2022. This research is aquantitative descriptive research, which is an analysis of data by describing or describing the data that has been collected as it is without intending to make conclusions that apply to the public. The population in this study were all pencak silat athletes at the 2022 Mataram Cup Championship, totaling 115 people. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique. with the criteria for male athletes in the senior category. so that 35 male athletes were obtained. Analysis of the data used is using descriptive percentage analysis method. Categorization uses the Mean and Standard Deviation and to determine the score criteria using the Norm Reference Assessment (PAN). Based on the results of data analysis obtained: From the results of data analysis and assessment of each criterion, the highest average percentage is at the "medium" level criterion, with the percentage of fatigue indicator (KLH) 31.43%, mood of anger (AMR) 31, 43%, ready, energetic, and full of energy (PES) 37.14%, tension (KTG) 34.29%, Self-assessment (PDR) 37.14%, Confused Atmosphere (SSB) 37.14%, and except on Depression indicator (DPS) which is in the low category with a percentage of 40.00%. So it was concluded that the profile (state) of the mood of the pencak silat athletes who took part in the Mataram Cup 2022 championship, with indicators of mood or psychological state on each indicator, namely indicators of fatigue (KLH), mood of anger (AMR), ready, energetic , and full of energy (PES), tension (KTG), Self-assessment (PDR), Confused Atmosphere (SSB, and Depression (DPS), or overall that the profile (state) of the mood of the pencak silat athletes participating in the 2022 Mataram Cup championship is included in the medium category with a percentage of 40% (14 people), low category 28.57% (10 people), high category 22, 86% (8 people), very high category 8.57% (3 people) and no are in the very low category.
PENGARUH LATIHAN MAXESTERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI PADA ATLIT BOLA BASKET SMAN 2 AIKMEL TAHUN 2019 Kusuma, Dadang Warta Candara Wira; Syarifoeddin, Elya Wibawa; Muhsan, Muhsan
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v3i1.240

Abstract

Bola basket merupakan permainan yang gerakannya kompleks yaitu gabungan dari jalan, lari, lompat, dan unsur kekuatan, kecepatan, ketepatan, kelenturan dan lain-lain. Untuk melakukan gerakan-gerakan secara baik diperlukan kemampuan dasar fisik yang memadai. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan memadukan sejumlah data yang dikumpulkan dilapangan secara empiris menjadi sebuah kumpulan informasi ilmiah yang terstruktur dan sistematis yang selanjutnya siap dikemas menjadi laporan hasil penelitian.Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Ada pengaruh latihan maxex terhadap peningkatan power otot tungkai padaatlet bola basket SMAN 2 Aikmel Tahun 2019”., karena thitung7,308 >1,782 lebih besar dibandingkan ttabel sehingga ada pengaruh latihan tersebut.Maka berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan selama satu bulan setengah dan dengan hasil pengolahan analisis data-data yang didapatkan dari hasil pre-test dan post-test pada subyek penelitian bahwa diketahui ada peningkatan power otot tungkai dilihat dari hasil latihan, hal ini dapat dilihat dari perbedaan nilai power otot tungkai pada saat pre-test dan post-test.
SOSISALISASI SPORT MASSAGE BAGI ATLET DAN PELATIH AMPENAN FUTSAL CLUB KOTA MATARAM Noor Akhmad, Sukarman, Muhamad Ikhsan, Elya Wibawa Syarifoeddin, dan Maulidin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 2 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v2i1.428

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pelatihan sport massage bagi atlet dan pelatih pada Club futsal Ampenan Kota Mataram, dalam rangka mengenalkan dan mengembangkan sport massage dengan harapan bisa dijadikan bekal sebagai upaya pengelolaan kegiatan latihan dalam pencegahan dan penanganan cedera yang diakibatkan oleh aktivitas latihan yang cenderung full body contact. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi atlet dan pelatih futsal tentang urgensitas sport massage dalam pengelolaan kegiatan latihan dengan bentuk kegiatannya berupa sosialisasi, edukasi, dan aplikasi mengenai sport massage, sehingga dapat mengembangkan kondisi fisik atlet dan mampu menampilkan performa terbaiknya. Pengabdian ini dilaksanakan dalam 1 bulan yang meliputi observasi awal untuk memunculkan masalah yang ada dan kemudian dikaji untuk diberikan pemecahan masalah, dilanjutkan seminar awal dan persiapan, pelatihan (teori dan praktik), pelaporan akhir. Pelatihan yang diselenggarakan dengan materi teori: a) identifikasi dan pencegahan cidera sejak dini dengan Sport massage, b) upaya peningkatan performa atlet melalui sport massage. Pelatihan dengan materi praktik berupa peningkatan keterampilan terkait pencegahan dan penanganan cidera, serta peningkatan performa atlet melalui sport massage. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan berlangsung, menunjukkan hasil yang positif sebagai berikut: 1) Semangat dan antusias dari peserta yang tinggi, hal ini dapat dilihat dari keaktifan peserta baik dalam bertanya maupun menjawab umpan balik dari narasumber, 2) peserta aktif dalam menceritakan pengalaman latihan dan cedera yang terjadi di lapangan, 3) peserta sangat kooperatif dalam melaksanakan praktik massage secara berpasangan/ bergantian. Berdasarkan hasil kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa pelatihan sosialisasi sport massage ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi atlet dan pelatih pada Club Futsal Ampenan di Kota Mataram.
MANAJEMEN KURIKULUM TPQ M. Ary Irawan, Elya Wibawa Syarifoeddin, dan Intan Kusuma Wardani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 2 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v2i2.572

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) dalam mengembangkan kurikulum tpq dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini meliputi: perencanaan, koordinasi, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini tergambar pada motivasi dan antusias dalam mengikuti proses kegiatan tersebut, adapun dalam implementasi dapat di tarik kesimpulan bahwa 89% peserta telah memahami kurikulum dan praktik mengembangkan kurikulum dengan sangat baik.