cover
Contact Name
Dr. Shohifah Annur, M.Sc
Contact Email
jurnalwikramaparahita@unsera.ac.id
Phone
+62254-8235007
Journal Mail Official
jurnalwikramaparahita@unsera.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Cilegon No.Km. 5, Taman, Drangong, Kec. Taktakan, Kota Serang, Banten 42162
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25990020     EISSN : 25990012     DOI : 10.30656/jpmwp
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat merupakan jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Serang Raya dengan ISSN 2599-0020 (Cetak) dan ISSN 2599-0012 (Online). Jurnal ini memuat artikel-artikel pengabdian kepada masyarakat dengan ruang lingkup Diklat dan Pemasaran yang dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat, UKM dan masyarakat sekitar; Pemberdayaan masyarakat; Akses Sosial; Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa; Pemberdayaan Masyarakat Daerah Perbatasan; Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan; Program Pemberdayaan Masyarakat; Program Teknologi Tepat Guna untuk Masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 223 Documents
Pemanfaatan Limbah Kulit Biji Kakao (Theobroma Cacao L.) dalam Pembuatan Cookies bagi Masyarakat Pekan Nanas, Johor Bahru, Malaysia Sukmawati, Dalia; Rahayu, Sri; Supiyani, Atin; Supriyatin, Supriyatin; Nabila, Dasilva Azka; Zahra, Lamya Nauratu; Artanti, Guspri Devi; Setiarto, R. Haryo Bimo; Nurhidayat, Diat; El Enshasy, Hesham Ali
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7484

Abstract

Malaysia merupakan peringkat pertama negara penerima ekspor kakao terbanyak dari Indonesia dengan volume mencapai 55,91 ribu ton atau sekitar 14% dari keseluruhan volume ekspor. Pemanfaatan limbah kulit biji kakao saat ini belum maksimal karena dinilai kurang ekonomis. Potensi dari pemanfaatan limbah kulit biji kakao yaitu dapat dijadikan sebagai usaha rumah tangga dengan nilai jual yang cukup tinggi dan keuntungan yang baik. Tujuan pengabdian pada masyarakat (PKM) ini adalah (1) memberikan wawasan kepada Single Mother Community di Pusat Komuniti Desa (PKD) Pekan Nanas, Pontian mengenai pengolahan limbah kulit biji kakao menjadi olahan pangan; (2) memberikan pelatihan kepada Single Mother Community di Pusat Komuniti Desa (PKD) Pekan Nanas, Pontian dalam membuat cookies kulit biji kakao. Metode pelatihan yang digunakan adalah metode pendekatan dan demonstrasi dengan pendampingan praktik. Kegiatan pelatihan diakhiri dengan pengisian kuesioner uji hedonik untuk menilai kualitas produk yang telah dibuat. Hasil PKM yang dicapai adalah peningkatan dalam aspek (1) Wawasan Single Mother Community dalam pengolahan cookies kulit biji kakao dengan teknik pemanggangan meningkat, menunjukkan rata-rata score gain 0,5 dengan peningkatan pengetahuan sebesar 45% dari rata-rata nilai pre-test sebesar 47,1 dan post-test sebesar 70,8 dengan kategori “sedang” (2) Produk cookies kulit biji kakao disukai oleh peserta dengan skor penilaian pada aspek warna 4,7; aroma 4,6; rasa 4,4; dan tekstur 4,5.
Edukasi Pemanfaatan Limbah Biji Alpukat Sebagai Bahan Baku Produk Teh Bikat di Kabupaten Aceh Tengah Lisa, Oviana; Sari, Putri Mustika; Aminah, Siti; Tanjung, Yulia Windi; Yanti, Helma; Omalia, Noka; Sartika, Dewi; Maisar, Meli; Almuhaimin, Almuhaimin; Dewi, Okta Rahma
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7485

Abstract

Alpukat tergolong komoditi buah-buahan yang kaya akan vitamin A, B, C, E, dan mengandung unsur potassium dan karoten. Kandungan potasium terbanyak ditemukan pada bagian biji alpukat yang berfungsi untuk menghilangkan kelebihan racun dari tubuh. Umumnya masyarakat hanya mengonsumsi daging buahnya dan membuang bagian biji sehingga limbah biji alpukat tidak diolah menjadi produk bernilai ekonomis maupun digunakan secara pribadi. Pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi dan melatih keterampilan masyarakat di Desa Paya Pelu Kabupaten Aceh Tengah dalam membuat inovasi produk teh bikat berbahan baku limbah biji alpukat, serta mem­bantu keterampilan yang telah dimiliki dapat menjadi peluang wira­usaha bagi masyarakat. Metode yang digunakan adalah edukasi tentang pembuatan dan pemanfaatan biji alpukat dan mempraktekkan secara langsung pengolahan biji alpukat menjadi produk teh bikat kepada masyarakat Desa Paya Pelu Kabupaten Aceh Tengah. Hasil pengabdian yang telah dilakukan adalah hasil edukasi dan pelatihan pembuatan produk teh dari bahan baku limbah biji alpukat menunjukkan bahwasanya masyarakat Kabupaten Aceh Tengah mulai memahami manfaat dari biji alpukat. Ber­dasarkan evaluasi hasil pelaksanaan program edukasi menunjukkan adanya 17 responden (85%) yang sudah mengetahui dan paham manfaat biji alpukat bagi kesehatan dan dapat dijadikan sumber nilai gizi tambah untuk mencegah stunting dan evaluasi hasil kegiatan pelatihan menunjukkan 13 responden (65%) sudah memiliki keterampilan yang baik dalam mengolah produk teh bikat secara mandiri.
Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme Bersama Warga Rutan Kelas IIB Bangkalan untuk Pemanfaatan Sampah Organik Inhu, Yusmanida Pujik Eks Trans; Mojiono, Mojiono; Wati, Widiyah; Setiawan, Aldi Nur; Prasetyo, Rifan Dwi Nur; Aminulloh, Rahmad; Rahman, Askur
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7489

Abstract

Permasalahan sampah juga dihadapi oleh warga binaan Rutan Kelas IIB Bangkalan. Saat ini, penanganan sampah yang memadai belum dilakukan di tempat tersebut. Penyebab utama adalah rutan belum memiliki program khusus dan fasilitas pengolahan sampah organik. Selain itu, warga binaan juga belum pernah mendapatkan edukasi yang cukup mengenai pengolah­an sampah menggunakan teknologi tepat guna. Untuk merespon permasa­lahan tersebut, warga binaan perlu diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola sampah organik yaitu berupa eco enzyme. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu permasalahan penumpukan sampah organik dari dapur berupa sisa sayuran dan buah-buahan. Eco enzyme dibuat dari sampah organik, molase, dan air dengan rasio 3:1:10. Bahan dicampur di dalam wadah plastik kapasitas 18 Liter dan dibiarkan mengalami fermentasi spontan selama 3 bulan hingga cairan eco enzyme bisa dipanen. Berdasarkan evaluasi kegiatan dengan diikuti sebanyak 20 peserta menyatakan puas terkait adanya kegiatan pengelolaan sampah organik menjadi eco enzyme. Tingkat pemahaman peserta terhadap topik mencapai 84%, yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta dapat memahami prinsip-prinsip dan praktik produksi enzim ramah lingkungan Kegiatan mampu memberikan edukasi efektif kepada warga binaan di Rutan Kelas IIB Bangkalan. Dari sisi pengurangan sampah, 3 unit fermentor eco enzyme kapasitas 10 L berhasil memanfaatkan 9 kg sampah organik di rutan, sementara unit kapasitas 30 L bisa menggunakan sampah organik hingga 10 kg.
Implementasi Konsep Reuse Kardus Bekas Menjadi Aksesoris Interior pada Ibu Rumah Tangga Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Nizaora, Ditha; Rinda, Rizky Sulvika Puspa; Kurnyawaty, Noorma
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7494

Abstract

Masyarakat RT 10 di Kelurahan Sungai Siring Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur telah memiliki kesadaran pemisahan limbah rumah tangga antara organik dan anorganik. Namun, pengetahuan tentang pengelolaan limbah anorganiknya masih kurang maksimal. Dari survei awal, masih ada warga yang membakar sampah rumah tangganya. Kelompok ibu rumah tangga di RT 10 mempunyai keinginan untuk mengolah sendiri sampah yang masih bisa dimanfaatkan untuk digunakan sendiri atau­pun dijual. Program Pengabdian IPTEKS Masyarakat (PIM) bertujuan member­ikan solusi berupa transfer ilmu mengenai implementasi konsep reuse limbah rumah tangga berupa kardus bekas menjadi aksesoris interior. Dari pelatihan tersebut peserta akan dibekali pengetahuan tentang peningkatan peng­olahan kardus bekas menjadi produk yang lebih berguna. Selanjutnya, proto­type aksesoris interior akan diberikan kepada mitra sehingga mitra dapat mengeksplorasi kemampuan dan daya kreatifitasnya menjadi masyarakat yang produktif yang menghasilkan produk yang kreatif dan variatif. Ber­dasar­kan hasil respon ibu-ibu melalui kuesioner yang diberikan pada saat sebelum dan sesudah kegiatan, terlihat bahwa terdapat peningkatan pemahaman dan perilaku dalam pengelolaan sampah, sebesar 70% ibu-ibu memberikan respon untuk pengelolaan sampah dapat diolah kembali menjadi tas dan aksesoris interior. Sebanyak 20% ibu-ibu tetap memilih untuk dibuat menjadi pupuk dan 10% memilih lainnya.
Peningkatan Kemampuan Penggunaan Aplikasi Canva sebagai Media Promosi Produk UMKM Kota Depok Fatimah, Fatimah; Darna, Darna; Metekohy, Elisabeth Yanse; Nuraeni, Yenny
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7503

Abstract

Sebagian besar Usaha Kecil dan Mikro (UMKM) kota Depok, Jawa Barat, sudah menjual produknya secara online di Marketplace, seperti Shopee, Tokopedia maupun media sosial seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp Group. Penjualan secara online membuat pesaing UMKM tidak hanya sesama produk UMKM Depok, tetapi dengan produk yang dihasilkan oleh UMKM seluruh Indonesia ditambah harus bersaing dengan perusahaan besar. Maka salah satu strategi untuk memenangkan persaingan adalah melakukan promosi online. Untuk itu pelaku usaha harus memiliki kemampuan dalam membuat desain promosi secara digital yang murah menggunakan aplikasi ‘CANVA’. Metode pelaksanaan secara garis besar melalui tahapan analyze, design, develop, implement, evaluation (model ADDIE). Ada lima tahapan ADDIE yang terdiri dari analisis kebutuhan pelatihan, mendesain atau merencanakan pelatihan, mengembangkan program pelatihan, mengimplementasikan kegiatan pelatihan, serta melakukan evaluasi. Berdasarkan hasil pengukuran pre-test dan post-test menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan dan peningkatan kemampuan dalam menggunakan aplikasi CANVA secara signifikan. Hal ini dapat terlihat dari perubahan hasil nilai rata-rata pre-test sebesar 54,52 dan nilai rata-rata post-testnya menjadi 67,42. Kontribusi nyata kegiatan pengabdian ini adalah menjadikan peserta pelaku UMKM mampu menghasilkan poster dan katalog yang baik dan benar sesuai dengan ketentuan teori pembuatan poster dan katalog.
Pemberdayaan Kemitraan Petani untuk Ketahanan Pangan Melalui Model Pertanian Berkelanjutan di Era Digital Noriko, Nita; Mandjusri, Alma; Mailani, Liana; Wijihastuti, Risa Swandari
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7641

Abstract

Ketahanan pangan untuk mencapai masyarakat yang sehat ditentukan oleh usaha di bidang pertanian. Petani di kampung Cibeureum desa Sukanagalih, kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur Jawa Barat merupakan pemasok produk hortikultura untuk di wilayah sekitarnya dan DKI Jakarta. Permasalahan yang dihadapi petani adalah seringnya mengalami kerugian akibat ongkos produksi pertanian yang tinggi seperti untuk pembelian pupuk dan pestisida. Masalah lain adalah sistem pemasaran yang masih konven­sional dan kurang memperhatikan permintaan pasar. Jika masalah ini terus berlanjut dikhawatirkan akan menimbulkan dampak terhadap ekologi, keta­han­an pangan, ekonomi dan sosial yang lebih serius. Alternatif penyelesain masalah adalah menerapkan model pertanian berkelanjutan melalui konser­vasi tanah dan air serta meningkatkan kemampuan e market­ing. Tujuan PKM adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani untuk menerap­kan konservasi tanah dan air serta pemasaran hasil pertanian melalui WA group. Metode yang digunakan adalah mengadakan workshop mengenai upaya konservasi air dan tanah, pemberdayaan petani untuk membuat 1 embung dan 3 kolam, serta workshop pemanfaatan WA group untuk promosi hasil pertanian. Capaian hasil dari kegiatan ini adalah terwujudnya 1 embung dan 3 kolam sehingga terpenuhinya kebutuhan air untuk 7 hektar lahan pertanian, 5 orang petani menerapkan konservasi tanah secara mandiri serta peningkatan produksi tomat sebesar 100% dan jumlah masa panen dari 8 kali menjadi 16 kali. Pemanfaatan WA group untuk e marketing juga dapat dilakukan oleh 6 orang petani mitra. Walaupun baru 2 orang yang aktif membuat konten promosi, namun sudah ada pengusaha kuliner mengirimkan kualifikasi jenis sayur yang diperlukan.
Adopsi-Difusi Teknologi Penyimpanan Energi dan Kendaraan Listrik untuk Media Pembelajaran Akses Energi yang Berkelanjutan Sutopo, Wahyudi; Fahma, Fakhrina; Hisjam, Muhammad; Zakariya, Roni; Rochani, Renny; Yuniaristanto, Yuniaristanto; Priyandari , Yusuf
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.8375

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berlokasi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, wilayah yang memiliki potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang melimpah dan memiliki rencana investasi pada bidang elektrifikasi. Namun, adopsi-difusi teknologi elektrifikasi dan EBT dari masyarakat masih rendah, diantaranya dapat ditunjukan dengan rendahnya pemanfaatan energi surya dan rendahnya elektrifikasi kendaraan listrik. Solusi yang ditawarkan melalui PkM ini adalah mengembangkan simulator adopsi-difusi teknologi penyim­pan­an energi dan kendaraan listrik untuk media pembelajaran akses energi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Metode pelaksanaan PkM dilakukan melalui: merancang media pembelajaran; memasang di taman refugia; menyusun modul dan pelatihan; pendampingan pengelolaan; serta peng­ukuran tingkat penerimaan. Sistem alat peraga yang dikembangkan terdiri dari: 1. etalase PLTS Atap, 2. Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), 3. sepeda motor listrik, dan 4. smart farming). Media pembelajaran dapat digunakan untuk learning by doing dan selanjutnya dievaluasi perseps­inya terhadap kemudahan akses teknologi energi terbarukan. Pelak­sanaan PkM diharapkan menurunkan “chasm” atau jurang hambat­an adopsi tekno­logi dan masyarakat dapat menerima keberadaan inovasi teknologi. Berdasarkan survei sebelum dan sesudah kepada pengunjung, terlihat ada­nya peningkatan pemahaman akan pentingnya akses energi berkelanjutan yang signifikan dibuktikan dengan uji wilcoxon signed rank dan ditunjukkan kemanfaatannya dari nilai Benefit Cost Ratio (BCR), dimana hasil perhitungan menunjukkan nilai 4,57 sehingga layak diterapkan (BCR > 1,0).
Pendampingan UMKM "Nur Lia" dalam Meningkatkan Produktivitas Produksi Keripik Pisang Nalhadi, Ahmad; Fahriadava, Bintang Arga; Ramadhan, Brilian Bintang; Cahyadi, Dadi; Sahrupi, Sahrupi; Shofa, Mohamad Jihan; Supriyadi, Supriyadi
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v6i2.5112

Abstract

Penggunaan alat pengiris pisang manual berdampak pada tingkat produksi yang rendah, hasil irisan yang beragam dan berpotensi terjadinya kecelakaan kerja terkait tangan tersayat irisan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendesain alat pengiris pisang untuk meningkatkan kualitas dan safety pekerja. Kegiatan dilakukan dengan cara wawancara dengan mitra terkait permasalahan proses produksi. Perancangan alat menggunakan House of Quality berdasarkan masukan dari responden dan expert sebagai dasar pegembangan alat. Tahap evaluasi dilakukan untuk mengukur kinerja rancangan alat. Pengembangan alat bantu pengiris pisang difokuskan pada dua hal sesuai hasil respon teknis dalam HoQ yaitu kualitas pisau dan bahan alat dari stainless steel. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan produktivitas dalam pembuatan keripik pisang yaitu proses tiga kali lebih cepat, tenaga kerja lebih sedikit dan hasil irisan yang lebih seragam. Penggunaan alat bantu pengiris juga dapat meminimalkan kemungkinan tangan tersayat pada saat proses pengirisan.
Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Menurunkan Kasus Penyakit Scabies Santri Pondok Pesantren An-Nur di Kecamatan Walantaka, Provinsi Banten Kanani, Nufus; Ernayati, Widya; Lufar, Nay; Kustiningsih, Indar; Wardhono, Endarto Y; Wardalia, Wardalia; Sari, Listiyani Nurwidya; Apriantika, Anellysha Putri; Yulvianthy, Meri
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i1.7357

Abstract

Pondok pesantren (ponpes) merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang dijadikan sebagai tempat anak-anak untuk menimba ilmu pengetahuan agama. Banten dikenal sebagai salah satu provinsi yang memiliki jumlah ponpes terbanyak di Indonesia, salah satunya adalah Pondok Pesantren An-Nur yang berada di Banten, tepatnya di Kampung Jaha, Desa Pager Agung, Kecamatan Walantaka, Serang. Pondok pesantren An-Nur merupakan salah satu ponpes yatim dan dhuafa yang didirikan pada tahun 2012 diatas lahan seluas 950 m2. Saat ini pondok pesantren masih menjadi salah satu tempat yang sangat rentan terjadinya berbagai penyakit menular, salah satunya adalah penyakit kulit jenis scabies. Penyakit kulit jenis scabies paling sering ditemukan di pondok pesantren. Scabies dapat menular dengan mudah kepada para santri melalui kebiasaan menggaruk bagian tubuh yang terkena scabies, memakai pakaian secara bergantian, menggunakan alat mandi secara bersamaan, dan kebiasaan tidur yang saling berhimpit-himpitan dengan santri lainnya. Mengacu pada analisis situasi, maka dibutuh­kan upaya pencegahan serta melakukan penanganan awal terhadap penyakit ini dengan cara melaksanakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta melakukan pengobatan penyakit scabies salah satunya dengan meng­gunakan sabun belerang. Pembuatan sabun belerang ini sangat mengun­tungkan untuk dikembangkan di pondok pesantren, karena dapat dimanfaat­kan oleh para santri dalam meningkatkan keterampilan serta mewujudkan kehidupan yang bersih dan sehat dan terhindar dari penyakit kulit scabies. Dari hasil pengabdian yang telah dilakukan dapat terlihat adanya peningkatan pengetahuan dan pembiasaan pola hidup bersih dan sehat dari para santri, selain itu juga penggunaan produk sabun belerang secara rutin yang dibuat oleh para santri dapat mengurangi penyakit kulit scabies yang diderita pada santri mengalami penurunan sebesar 15.99% dan pada santriwati juga mengalami penurunan sebesar 10.64%.
Peningkatan Kapasitas Guru Sebagai Konselor Kesehatan Reproduksi Remaja di SMPN 1 Cilongok Kabupaten Banyumas Gamelia, Elviera; Macfiroch, Arrum Firda Ayu; Rubai, Windri Lesmana; Kurniawan, Arif
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7518

Abstract

Remaja saat ini banyak dihadapkan pada risiko masalah kesehatan reproduksi dan seksualitas. Perilaku seksual menyimpang yang berdampak negatif bagi masa depan remaja. Tanpa pemahaman dan kemampuan mengendalikan diri yang baik, remaja rentan mengalami permasalahan kesehatan reproduksi. Dalam hal ini sekolah memiliki peranan penting untuk memberikan arahan dalam perilaku kesehatan reproduksi remaja, terutama guru sebagai role model yang menjadi panutan bagi remaja. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan kapasitas bagi guru untuk meningkatkan keterampilan konseling supaya dapat membantu dan mendampingi siswa dalam mengatasi permasalahan kesehatan reproduksi remaja. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas guru sebagai konselor remaja dan meningkatkan peran dalam mendampingi siswa SMPN 1 Cilongok. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pelatihan kepada guru SMP Negeri 1 Cilongok sebagai konselor. Hasil yang dicapai terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan dari 10,8 menjadi 12,1 dan rata-rata sikap guru dari 36,2 menjadi 36,5 tentang kesehatan reproduksi remaja. Konselor guru memerlukan upaya yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk menumbuhkan pengetahuan dan sikap remaja terkait kesehatan reproduksi.