cover
Contact Name
Susilo
Contact Email
neo.meld@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsolma@uhamka.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal SOLMA
ISSN : 2252584x     EISSN : 26141531     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal SOLMA merupakan jurnal di bawah naungan Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) dan dipublikasikan oleh Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2614-1531 & P-ISSN: 2252-584x. Jurnal SOLMA mempublikasikan naskah-naskah artikel ilmiah dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dari berbagai disiplin ilmu. Jurnal SOLMA dikelola dan diterbitkan oleh LPPM UHAMKA.
Arjuna Subject : -
Articles 1,627 Documents
Penerapan Teknologi Intelligent Virtual Assistant (IVA) dalam Meningkatkan Efisiensi Bahan Bakar untuk Kapal Nelayan Tradisional Mina Jaya Arfianto, Afif Zuhri; Gafur, Abdul; Pambudi, Dwi Sasmita Aji; Yuniati, R.A. Norromadani; Asmara, I Putu Sindhu; Riananda, Dimas Pristovani
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.16928

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini menguji efektivitas teknologi Intelligent Virtual Assistant (IVA) dalam meningkatkan efisiensi bahan bakar dan produktivitas nelayan tradisional di komunitas Mina Jaya. Metode: Perencanaan, pelatihan, implementasi lapangan, dan evaluasi. Hasil: Adanya penurunan konsumsi bahan bakar hingga 75% dan peningkatan hasil tangkapan ikan sebesar 10-20%. Selain manfaat ekonomi, IVA juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, yang mendukung keberlanjutan lingkungan laut. Kesimpulan: Evaluasi dari umpan balik nelayan menunjukkan teknologi ini diterima dengan baik dan memiliki potensi untuk diadopsi secara luas di komunitas nelayan lainnya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan teknologi tepat guna yang berkelanjutan bagi sektor perikanan tradisional di Indonesia.
Optimalisasi Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Melalui Program “SEOS” (Sosialisasi, Edukasi dan Optimal Safety) dalam Memberikan Perlindungan bagi Pekerja Julianti, Lis; Sanjaya, I Komang Adi
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.17056

Abstract

Background: Kecelakaan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan kerja seringkali menjadi hal yang diabaikan oleh pemilik usaha dalam memberikan perlindungan kerja bagi pekerjanya. Masih banyak pekerja yang melakukan pekerjaan yang mengandung resiko yang tidak dilindungi dengan alat pelindung diri yang optimal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan pekerja dalam penggunaan APD untuk menjamin terlaksananya K3 di lingkungan kerja CV Gotama Jaya Sejahtera Lestari sehingga mampu memebrikan perlindungan yang maksimal bagi pekerja. Metode: Dilakukan Sosialisasi, Edukasi dan Pelatihan serta Pendampingan melalui Program SEOS dalam penerapan K3 CV Gotama Jaya Sejahtera Lestari. Hasil: Melalui Sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, mitra berhasil dalam meningkatkan pengetahuan terkait dengan K3 dan peningkatan kemampuan serta kesadaran dalam penggunaan APD dalam melaksanakan pekerjaan. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini berhasil dalam mencapai target capaian kegiatan yang diharapkan, dengan kesesuaian antara masalah yang dihadapi mitra dengan solusi dan metode yang diterapkan.
Edukasi Berbasis Sekolah untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja Putri tentang Pencegahan Stunting dan Anemia Etrawati, Fenny; Yuliarti, Yuliarti; Ermi, Nurmalia; Anggraini, Rini
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.17194

Abstract

Pendahuluan: 32% remaja putri usia 15-24 tahun mengalami anemia defisiensi besi. Kerentanan ini disebabkan adanya siklus menstruasi, sehingga dibutuhkan asupan zat besi yang lebih untuk menggantikan zat besi yang hilang. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja dalam pencegahan stunting dan anemia. Metode: Pemberian pretest, pemaparan materi mengenai pencegahan stunting dan anemia, dan postest. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan pada siswi SMAN 2 Sekayu mengalami peningkatan sebelum dan setelah intervensi dari 18.11 ± 3.220 menjadi 23.89± 3.769. Hasil analisis bivariat memperlihatkan bahwa perubahan skor pengetahuan siswa bermakna secara statistik (p-value 0,0000). Kesimpulan: Terjadi peningkatan pemahaman siswa tentang pencegahan stunting dan anemia sehingga intervensi berbasis sekolah perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Budidaya dan Pengolahan Sayuran Microgreen di Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang Pasaribu, Pinta Omas; Indrayanti, Reni; Adisyahputra, Adisyahputra; Asharo, Rizal Koen; Rizkawati, Vina; Achmad, Farhana Faridah; Febrian, Reyno Ahmad; Utari, Raysita
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.17210

Abstract

Background: Cisaat Village, located in Ciater District, Subang Regency, has significant agricultural potential. Most of its residents rely on agriculture as their primary source of livelihood. However, efforts to diversify agriculture and optimize land use in Cisaat Village have not been fully maximized. Most farmers still depend on conventional farming systems, which face challenges such as seasonal dependency, high production costs, and limited access to more efficient agricultural innovations. The purpose of comminity is introduce the public to the cultivation and processing of microgreens as a food source to boost the household economics in Cisaat Village, Ciater District, Subang Regency. Methods: The community service activity was carried out through socialization in the form of lectures, discussions, and demonstrations or hands-on practice on microgreen cultivation techniques and benefits. The evaluation was conducted using a pre-test before the activity and a post-test afterward to measure participants' improvement in understanding. The pre-test and post-test data were statistically analyzed using the Dependent T-test to determine the significance of differences before and after the activity. Results: Participants demonstrated high enthusiasm and were actively engaged throughout the activity. The T-test results showed a significant improvement in understanding, with the average pre-test score of 46.44 increasing sharply to 86.04 in the post-test (p < 0.05). This indicates that the applied method has proven to be effective. Conclusions: This socialization, combined with live demonstrations, proved helpful in introducing participants and boosting their interest in growing microgreens, both to meet household vegetable needs and as an additional income opportunity.
Teknologi Pembuatan Metabolit Sekunder Agens Hayati Secara Sederhana Untuk Mengendalikan Penyakit Karat Merah Rahayuniati, Ruth Feti; Manan, Abdul; Mugiastuti, Endang; Soesanto, Loekas
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.17216

Abstract

Pendahuluan: Penyakit karat merah pada tanaman buah dan tanaman keras menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas hasil panen. Penggunaan pestisida kimia secara tidak bijak berisiko menimbulkan residu berbahaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani tentang organisme pengganggu tanaman (OPT) hortikultura tahunan serta keterampilan membuat biopestisida berbasis metabolit sekunder dari agensia hayati. Metode: Sasaran kegiatan adalah Gapoktan Berkah Abadi di Desa Pagerandong, Kecamatan Mrebet, Purbalingga. Teknologi ditransfer melalui pendidikan dan pelatihan pembuatan metabolit sekunder dari agensia hayati secara sederhana. Hasil: Kegiatan berhasil meningkatkan pengetahuan petani tentang OPT dan pengendaliannya. Petani juga mampu memproduksi metabolit sekunder secara mandiri. Kesimpulan: Sosialisasi meningkatkan pengetahuan petani lebih dari 75%, dan pelatihan meningkatkan keterampilan dalam memperbanyak Trichoderma sp., serta membuat biopestisida dan metabolit sekunder.
Edukasi Tanggap Darurat dan Risiko Bencana Kebakaran di PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk Unit Pabrik Medan Pasaribu, Donald Frensus; Bukit, Andi Nova; Pakpahan, Evalina; Manalu, Simon Patar Rizki; Azim, Fauzan; Yudha, Tri Kartika; Rahmarisa , Faty
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.17387

Abstract

Background: Urban environments such as Medan City, which recorded 895 fire cases from 2020 to 2023. The main causes of fires include a lack of public understanding of how to extinguish fires and a lack of availability and knowledge of the use of fire extinguishers such as APAR. The purpose of this activity is to provide comprehensive insight and understanding of fires, including fire prevention, handling, and evacuation, the importance of training and education on fire protection, especially in the workplace and residential areas, to minimize the risk of fire and the resulting losses. Method: The activity was carried out at PT. Saraswanti Anugerah Makmur Tbk with 25 participants and the methods used were education by conducting presentations, simulations and training on emergency response education and fire disaster risks. Data collection was carried out through direct observation and evaluation after the training, including an assessment of participants' understanding of the material presented in one meeting consisting of two sessions, namely the first session for 4 hours and the second session lasting 3 hours 45 minutes. Results: Increased knowledge and increased practical skills, namely the use of fire extinguishing equipment including types of fire extinguishers, procedures for using fire extinguishers, understanding of flammable and non-flammable materials and quick response in seeing fire conditions and emergencies by knowing the evacuation layout. Conclusion: The activities carried out have achieved the set targets, with a good level of achievement in increasing community preparedness against fire risks.
Meningkatkan Kesiapan Kerja Siswa SMK Melalui Pelatihan Ergonomi dan K3: Studi Kasus di SMKN 4 Batam Permatasari, Ririt Dwiputri; Bora, M. Ansyar; Wijaya, I Made Sondra; Munir, Zainul; Harsyah, Abdulloh Bin; Shilah, Nur
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.17394

Abstract

Pendahuluan: Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berperan penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja. Namun, masih banyak siswa yang belum memahami prinsip ergonomi dan keselamatan serta kesehatan kerja (K3), sehingga berisiko mengalami cedera dan kecelakaan di tempat kerja. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan siswa sebelum menjalani praktik kerja industri. Metode: Pemberian materi teori, praktik, dan evaluasi.  Hasil: Adanya peningkatan kesadaran dan kesiapan siswa terhadap ergonomi dan K3. Sebanyak 56% siswa merasa sangat siap menerapkan prinsip ergonomi dan K3 dalam pekerjaan mereka, sementara 76% siswa menilai pelatihan ini sangat membantu dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman. Tidak ada responden yang merasa kurang paham atau tidak siap, yang menunjukkan bahwa materi dan metode pelatihan sudah sesuai dengan kebutuhan peserta. Kesimpulan: Pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menerapkan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja. Untuk meningkatkan efektivitas pelatihan, disarankan adanya integrasi dengan program magang industri serta pelatihan berkala dengan materi yang lebih spesifik sesuai bidang keahlian siswa. 
Peningkatan Produksi Kompos Biochar Pembenah Tanah melalui Rekayasa Konstruksi Mesin Pencacah Bahan Organik dalam Mendukung Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Pertanian bagi Masyarakat Kampung Belimau-Kelurahan Lempake, Kelurahan Sempaja Utara, Kota Samarinda Syafii, Syafii; Zarta, Abdul Rasyid; Akshar, Muh; Marroh, Zahrotul Isti'anah; Nurmarini, Eva; Patulak, Ita Merni; Alex, Taman; Tahrir, Muhammad; Zahroni, Teguh Rizali; Yusdiansyah, Yusdiansyah; Ridwan, Ridwan; Azzahrah, Nadia Fatimah
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.17412

Abstract

Background: Berkuranganya lahan subur, cekaman alam dan biotik terhadap lahan pertanian di Kalimantan Timur menuntut tindakan adaptasi yang bermuara pada peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha pertanian. Adaptasi dan keberlanjutan menuntut inovasi kreativitas yang didasarkan riset, dengan adanya kegiatan produksi kompos biochar menggunakan mesin pencacah maka kuantitas hasil produksi akan semakin bertambah yang akan berpengaruh pada jumlah dan kualitas hasil pertanian. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai upaya peningkatan produksi kompos biochar pembenah tanah melalui rekayasa konstruksi mesin pencacah bahan organik. Mitra pada kegiatan pengabdian ini adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) P4S Puri Leisa. Metode: Untuk mengatasi permasalahan maka diadakan penyuluhan dan pelatihan terhadap 15 – 20 orang petani dan mahasiswa, dengan materi teori dan praktek pembuatan kompos biochar selama 1 hari (4 jam) antara lain Penyiapan Alat Pirolysis, Pemilihan Bahan Biochar, Proses Pembakaran, Pemantauan Suhu dan Pemadaman, Penjemuran, Aktivasi dan Penepungan, Analisis dan Distribusi.  Hasil: Pada tahap awal kegiatan pengabdian, para peserta pelatihan mendapatkan kulsponsi penjelasan prosedur cara membuat kompos biochar dari instruktur. Tahap kedua adalah praktik dengan memasukkan bahan-bahan organik yang berasal dari limbah pertanian dan serasah kehutanan ke mesin pencacah untuk menghasilkan serbuk yang seragam sebelum akhirnya diproses menjadi biochar.  Limbah pertanian serta limbah kehutanan atau limbah alami organik lainnya tidak membutuhkan perlakuan khusus maupun perlakuan pendahuluan seperti dengan menjemurnya atau membuatnya menjadi bagian-bagian dengan ukuran lebih kecil. Kesimpulan: Melalui penggunaan mesin pencacah bahan alami, produktivitas kompos meningkat menjadi 800 kg per hari dibandingkan sebelumnya hanya berkisar 100-200 jika menggunakan tenaga manual. 
Peningkatan Pengetahuan dan Perubahan Perilaku melalui Pemberdayaan Masyarakat dalam Buang Air Besar di RW 02 dan 12 Kelurahan Pasirkaliki Kecamatan Cimahi Utara Karmini, Mimin; Septiani, Yosephina Ardiani; Rahmawati, Tati; Yulianto, Bambang; Setiawan, Ridwan; Ulfa, Rinda Maria
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.17477

Abstract

Background: Buang air besar sembarangan (BABS) menimbulkan berbagai dampak negatif yang ditimbulkan diantaranya penyakit diare, cholera, kecacingan, dan bisa menjadi faktor risiko terhadap stunting. Masyarakat RW 02 dan 12 Kelurahan Pasirkaliki Kota Cimahi sebagian kecil tidak memiliki tempat penampungan tinja sehingga membuang tinjanya langsung ke sungai. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku praktik pembuangan tinja yang sehat. Metode: Pelaksanaan melalui 2 tahap yaitu 1. Tahap Persiapan: pengurusan surat ijin RW dan Puskesmas, survey lokasi, serta persiapan alat dan bahan. 2 Tahap pelaksanaan meliputi: Sosialisasi, penyuluhan, wawancara terhadap masyarakat, observasi lingkungan, musyawarah RW, dan praktik membangun septiktank dengan masyarakat. Sasarannya adalah Kepala keluarga di RW 02 dan 12 yang belum memiliki septictank. Hasil: Pengetahuan masyarakat RW 02 ada peningkatan sebesar 30,2% dan pada RW 12 ada peningkatan sebesar 20,2%. Adanya perubahan perilaku masyarakat BAB pada masyarakat mitra 1 sebanyak 6 anggota keluarga, dan pada masyarakat mitra 2 sebanyak 13 anggota keluarga. Adanya penambahan jumlah septiktang pada masyarakat mitra 1 RW 02, 1 septic tank, dengan kenaikan sebesar 0,34 %, sedangkan pada mitra 2 RW 12 setelah program bertambah 2 unit septiktank dengan kenaikan sebesar 0,43 %. Kesimpulan: Pihak Puskesmas Pasirkaliki harus melakukan monitoring dan evaluasi serta melakukan edukasi secara rutin dan berkesinambungan terhadap masyarakat terkait cara buang besar sehat dan cara pemeliharaan septiktank. Bekerjasama dengan pihak Puskesmas dan Ketua RW serta Pemerintah Daerah setempat untuk dapat menambah jumlah septiktank pada rumah warga yang belum memiliki septiktank, serta masyarakat harus melakukan penyedotan terhadap septiktank minimal 3 tahun sekali.
Pelatihan Komunikasi Digital dalam Meningkatkan Eksistensi Kebudayaan Sunda di Komunitas Bilik Jasinga Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor Nina, Nina; Karsiwan, Wawan; Nuryani, Rina
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.17812

Abstract

Background: Komunitas Bilik Jasinga merupakan salah satu komunitas yang masih eksis menjaga kebudayaan Sunda di era digital. Tetapi dibutuhkan pelatihan lanjutan untuk menjaga kelestarian budaya Sunda melalui peningkatan kemampuan komunikasi digital bagi komunitas Bilik Jasinga.  Hal ini dilakukan untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Sunda di kalangan remaja dan meningkatkan kesejahteraan anggota dengan meningkatkan penjualan produk merchendise di e-commerce dan meningkatkan eksistensi melalui lagu Bogor Anyar. Metode: Sasaran mitra adalah Komunitas Bilik Jasinga, jumlah peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah sebelas orang. Metode yang digunakan pendampingan denggan tahapan; sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan komunikasi digital. Hasil: melalui pelatihan komunikasi digital yang dilakukan oleh tim UMBARA, komunitas Bilik Jasinga memiliki peningkatan kemampuan dalam kreatifitas desain baju, penggunaan fotografi yang baik, dan mampu mempromosikan produk di e-commerce. Kesimpulan: Pelatihan ini telah menghasilkan regenerasi anggota dan memotivasi anggota komunitas Bilik Jasinga untuk memasarkan produk unggulannya melalui platform e-commerce dan meningkatkan frekuensi manggung secara offline. Selain itu menjaga eksistensi dengan mempublikasikan kesenian Kariding dan lagu Bogor Anyar.