JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Articles
24,133 Documents
Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Penyesuaian Diri Siswa di SMA Negeri 5 Bukittinggi
Fitri, Syakila Errina;
Hartati, Sri;
Arjoni, Arjoni;
Afrida, Yeni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26465
Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya fenomena yang terjadi pada siswa di SMA Negeri 5 Bukittinggi. Terdapat beberapa siswa yang tidak mendapatkan dukungan keluarga dengan baik sehingga menyebabkan siswa sulit dalam penyesuaian diri disekoleh, dikarenakan terindikasi terdapat siswa yang sering menarik diri dilingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dukungan keluarga terhadap penyesuaian diri siswa di SMA Negeri 5 Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 319 siswa. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proposional random sampling yang artinya teknik mengambil sampel secara representative dan setiap subjek di tentukan secara seimbang dan banyaknya dari setiap strata. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 167 sampel. Sampel untuk penelitain ini adalah seluruh sisswa kelas XI.F1-XI.F9. Instrument yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuisioner dukungan keluarga dan penyesuaian diri yang dikembangkan oleh peneliti. Teknik pengumpulan data ini meggunakan pengumpulan data secara primer, dimana diperoleh dari responden. Skala pengukuran data instrument penelitian menggunakan skala likert dengan menggunakan 5 item jawaban responden, yang terdiri dari sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju. Analisa data yang digunakan uji hipotesis yaitu regresi linear sederhana. Hasil ini menunjukkan bahwa: dukungan keluarga memiliki pengaruh sebesar 55,4% terhadap penyesuaian diri siswa, Berdasarkan hasil output anova nilai Fhitung 72,949 > Ftabel 3,05 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga dapat dimaknai bahwa Ha dapat diterima yang mana variabel X secara bersama-sama mempengaruhi variabel Y. Artinya pengaruh dukungan keluarga memiliki pengaruh terhadap penyesuaian diri siswa disekolah, kurangnya siswa yang mendapatkan dukungan dari keluarga dapat membuat siswa tidak mampu dalam melakukan proses penyesuaian diri dengan baik.
Survey Keterlibatan Mahasiswa di Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Olahraga Pada Mahasiswa Pendidikan Olahraga Universitas Jambi
Aretha, Kanori Wirda;
Putra, Anggrawan Janur;
Nugraha, Ugi;
Decheline, Grafitte;
Anjanika, Yonifia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26466
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterlibatan mahasiswa Program Studi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan angkatan 2023 dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bidang olahraga di lingkungan Universitas Jambi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui Google Form yang disebarkan kepada 138 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan mahasiswa dalam UKM olahraga masih tergolong rendah. Hanya 9% mahasiswa mengikuti UKM yang resmi di bawah naungan Universitas Jambi, 19% mengikuti UKM yang belum resmi, dan 72% tidak terlibat sama sekali. Meskipun demikian, ditemukan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki motivasi untuk berolahraga dan minat terhadap kegiatan UKM, meskipun belum secara resmi bergabung. Faktor seperti inspirasi dari teman, manfaat kebugaran, serta keinginan untuk mengembangkan keterampilan dan relasi menjadi pendorong utama. Kesimpulannya, partisipasi aktif mahasiswa dalam UKM olahraga masih perlu ditingkatkan melalui pendekatan yang tepat, fasilitas yang memadai, serta promosi kegiatan yang relevan dengan minat dan kebutuhan mahasiswa.
Solusi Untuk Mengatasi Keterbatasan Sumber Belajar di Sekolah dalam Pembelajaran PBL : Studi Kasus di SMA Negeri 14 Medan
Pandiangan, Christin Magdalena;
Simorangkir, Marco Antonio;
Anugerah, Randy;
Sinambela, Sarianto;
Mukra, Rizal;
Arwita, Widya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26468
Penelitian ini mengkaji solusi untuk mengatasi keterbatasan sumber belajar dalam pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di SMA Negeri 14 Medan. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik observasi dan penyebaran angket kepada guru Biologi dan 11 siswa. Hasil menunjukkan bahwa siswa memanfaatkan berbagai sumber belajar seperti buku cetak, Wikipedia, Brainly, AI, dan video YouTube. Namun, terdapat kendala dalam memilah informasi yang kredibel. Guru menghadapi tantangan dalam penggunaan teknologi untuk mengembangkan sumber belajar. Solusi yang diusulkan meliputi penggunaan e-book, buku saku, pemanfaatan kearifan lokal, dan pengembangan majalah pembelajaran berbasis eksplorasi. Penelitian ini menekankan pentingnya pembaruan dan peninjauan sumber belajar secara berkala, serta peningkatan keterampilan teknologi guru untuk mendukung pembelajaran PBL yang efektif.
Kolaborasi Tiga Pilar dalam Membentuk Nilai dan Karakter Peserta Didik
Abni, Ahmad;
Syam, Umar;
Hasmawati, St.;
Budiman, Budiman;
Saleh, Sirajuddin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26469
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran kolaborasi antara tiga pilar pendidikan yakni sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membentuk nilai dan karakter peserta didik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode narrative inquiry, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap guru, orang tua, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antarpilar pendidikan mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian sosial, gotong royong, dan keteladanan secara lebih efektif dan kontekstual. Kolaborasi ini bukan hanya strategi teknis, tetapi menjadi ruang pertemuan nilai dan tanggung jawab bersama dalam pendidikan karakter. Namun, tantangan seperti perbedaan nilai antara rumah dan sekolah, minimnya partisipasi orang tua, serta lingkungan sosial yang kurang mendukung menjadi hambatan dalam proses ini. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan komunikasi antarpilar, penyelarasan nilai pendidikan, serta kebijakan kolaboratif yang mendukung sinergi pendidikan karakter secara berkelanjutan.
Persepsi Taruna Taruni terhadap Performa Dosen dan Mata Kuliah Matematika Politeknik Pelayaran Barombong
Mappagiling, Andi Radhia M.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26470
Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui persepsi taruna taruni terhadap performa dosen pada Politeknik Pelayaran Barombong, (2) Untuk mengetahui persepsi taruna taruni terhadap mata kuliah matematika pada Politeknik Pelayaran Barombong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 taruna taruni atau 15,79% memiliki persepsi terhadap performa dosen matematika yang rendah atau persepsi negatif, 31 taruna taruni atau 81,58% memiliki persepsi terhadap performa dosen matematika yang sedang atau persepsi netral dan 1 taruna taruni taruni atau 2,63% memiliki persepsi terhadap performa dosen matematika yang tinggi atau persepsi positif dan Persepsi taruna taruni terhadap mata kuliah matematika diperoleh 9 taruna taruni atau 23,69% memiliki persepsi terhadap mata kuliah matematika yang rendah atau persepsi negatif, 21 taruna taruni atau 55,26% memiliki persepsi terhadap mata kuliah matematika yang sedang atau persepsi netral dan 8 taruna taruni taruni atau 21,05% memiliki persepsi terhadap mata kuliah matematika yang tinggi atau persepsi positif.
Inovasi Pembelajaran di Sekolah Dasar dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa
Adrias, Adrias;
Suciana, Fadila;
Mairanda, Annisa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26484
Motivasi belajar siswa sekolah dasar berperan penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran. Namun, masih banyak siswa yang mengalami penurunan motivasi akibat metode pembelajaran yang kurang variatif dan kurang menarik. Inovasi pembelajaran, seperti penggunaan teknologi, pendekatan berbasis proyek, dan gamifikasi, menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran inovasi pembelajaran dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di Sekolah Dasar Nagari Dilam melalui kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga meningkatkan semangat belajar siswa. Namun, implementasi inovasi ini menghadapi tantangan, seperti keterbatasan sumber daya dan kesiapan guru dalam mengadopsi metode baru.Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga pendidikan, sangat diperlukan untuk menyediakan pelatihan bagi guru serta infrastruktur yang memadai. Dengan strategi yang tepat, inovasi pembelajaran dapat diterapkan secara optimal untuk meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar.
Pembelajaran IPS untuk Menumbuhkan Kesadaran Multikultural Pada Siswa SMP Swasta Utama Medan
Aini, Nadratul;
Rohani, Rohani;
Kadriana, Elsa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26485
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMP Swasta Utama Medan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS telah berhasil mengintegrasikan nilai-nilai demokrasi, humanisme, dan pluralisme melalui penggunaan media visual, tugas berbasis proyek, diskusi kelas, dan program ekstrakurikuler seperti "Kamis Ekspresi". Strategi pembelajaran yang berbasis pengalaman langsung dan interaksi sosial terbukti efektif dalam menumbuhkan sikap toleransi, empati, dan penghargaan terhadap keberagaman. Namun, masih terdapat tantangan berupa kecenderungan siswa menggunakan bahasa daerah yang dapat menghambat komunikasi inklusif. Oleh karena itu, kebijakan penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar utama di kelas menjadi langkah penting untuk mendukung kesadaran multikultural siswa.
Resiliensi Remaja Korban Broken Home
Novithasari, Rossy Aurora;
P, Dhian Riskiana;
Ernawati, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26486
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai resiliensi remaja yang menjadi korban broken home. Resiliensi dalam hal ini mencerminkan kemampuan individu untuk beradaptasi, mengatasi tekanan, serta tetap berkembang meskipun menghadapi kondisi keluarga yang tidak harmonis. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap resiliensi, seperti pengelolaan emosi, pengendalian impuls, optimisme, serta dukungan sosial, menjadi fokus utama penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan tujuh remaja korban broken home sebagai partisipan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pengalaman dan strategi resiliensi yang mereka kembangkan. Data yang diperoleh dianalisis melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, guna mengidentifikasi pola dan faktor utama yang memengaruhi resiliensi remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan individu dalam mengelola dan mengekspresikan emosi berperan penting dalam menghadapi konflik dan tekanan hidup. Remaja yang mampu mengatur emosinya secara positif cenderung lebih efektif dalam menyelesaikan masalah dan tetap tenang dalam situasi penuh tantangan. Pengendalian impuls yang baik membantu dalam pengambilan keputusan yang rasional, sementara pandangan optimis terhadap masa depan memberikan motivasi untuk terus berjuang. Kemampuan analitis dalam memahami penyebab masalah serta empati terhadap orang lain memperkuat hubungan interpersonal. Selain itu, keyakinan pada kemampuan diri dan dukungan sosial turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja.
Pengaruh Latihan Kekuatan Otot terhadap Kesehatan Tulang Pada Remaja
Harahap, Andes Martua;
Manalu, Nimrot
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26487
Deteksi dini dan pencegahan merupakan indikator penting dalam mempertahankan massa tulang. Beberapa faktor yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia dan jenis kelamin dapat menjadi sumber penurunan massa tulang. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan ialah dengan mencukupi asupan nutrisi seperti kalsium dan vitamin D dan latihan kekuatan otot berupa olahraga aerobik, antara lain step up. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Latihan Kekuatan Otot Terhadap Kesehatan Tulang Pada Remaja. Jenis penelitian ialah analitik eksperimental dengan one group pre and post test design. Responden penelitian ialah 25 siswa SmpN1 Medan.. Olahraga step up dilakukan selama 6 minggu. Massa tulang diukur menggunakan bioelectrical impedance analysis (BIA) sebelum dan sesudah 6 minggu olahraga step up.. Hasil penelitian mendapatkan rerata massa tulang sebelum olahraga step up 1,85 kg dan rerata massa tulang sesudah olahraga step up selama 6 minggu 1,92 kg. Uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test terhadap massa tulang sebelum dan sesudah olahraga step up memperoleh nilai p=0,000 (p<0,05 untuk Confidence Interval 95%). Simpulan pene litian ini ialah terdapat perbedaan massa tulang sebelum dan sesudah olahraga step up selama 6 minggu, yang berarti olahraga step up dapat meningkatkan massa tulang pada wanita dewasa muda.
Hubungan antara Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa Kelas 9 di SMPN 27 Medan
Astari, Dika Julia;
Hutabarat, Erika Magdalena;
Tampubolon, Dinda Humaira;
Panjaitan, Dwi Natalia;
Lubis, Naomi Salsya Aurelia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26488
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara berbagai faktor dengan hasil belajar siswa kelas 9 di SMPN 27 Medan. Faktor yang diteliti meliputi kehadiran, jam belajar di rumah, bimbingan belajar, gaya belajar, motivasi, dan dukungan keluarga. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Sampel terdiri dari 28 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan nilai ujian tengah semester. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kehadiran memiliki korelasi negatif yang kuat terhadap hasil belajar, sedangkan faktor lain menunjukkan hubungan yang lemah. Regresi menunjukkan bahwa peningkatan beberapa faktor justru berbanding terbalik dengan hasil belajar. Studi ini menyimpulkan bahwa kehadiran dan jam belajar menjadi perhatian utama untuk peningkatan akademik siswa.