cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 25,229 Documents
Implementasi Metode Talaqqi dan Muraja’ah dalam Program Tahfidz Al-Qur’an melalui Kegiatan PLP Mahasiswa PGMI di SD Muhammadiyah 5 Pekanbaru Hidayat, Awaluddin; Badri, Badri; Hasanah, Chaty Suri; Marzuqoh, Fatimah; Izaturahmi, Fiddini; Mutia, Indah; Fadhly, Muhammad; Em, Rieskha Tri Adilah; Deprizon, Deprizon
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dari metode talaqqi dan muraja’ah dalam program tahfidz Al-Qur’an melalui kegiatan PLP mahasiswa PGMI yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah 5 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang mana datanya diperoleh melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi, dan hal ini tentunya melibatkan guru tahfidz, mahasiswa PLP, serta peserta didik yang mengikuti program tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode talaqqi dilaksanakan dengan cara guru atau mentor akan membacakan ayat atau surat pendeknya terlebih dahulu kemudian diikuti oleh peserta didik, sehingga jika terjadi kesalahan bacaan dapat langsung diperbaiki. Sedangkan metode muraja’ah dilakukan untuk mengulang hafalan yang sudah dimiliki secara rutin, sehingga hafalannya menjadi lebih kuat dan tidak mudah lupa. Dalam hal ini, mahasiswa PGMI juga berperan aktif dalam membantu guru untuk membimbing peserta didik, mendengarkan setoran hafalan, serta memberikan motivasi supaya mereka menjadi lebih semangat dalam menghafal. Oleh karena itu, kedua metode tersebut sangat penting untuk dilakukan karena keduannya saling melengkapi dan dapat membantu dalam meningkatkan kemampuan membaca serta menghafal Al-Qur’an pada peserta didik. Selain itu, juga dapat menciptakan proses pembelajaran tahfidz yang lebih terarah dan efektif terutama di lingkungan sekolah dasar.
Analisis Nilai Pendidikan Muamalah dalam Kitab Tanqih al-Qaul al-Hatsits Syekh Nawawi al-Jawi al-Bantani dan Aktualisasinya pada konteks Pendidikan Islam Modern Efendi, Fahmi Abdulloh; Fodhil, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi secara mendalam nilai-nilai pendidikan muamalah yang terkandung dalam kitab Tanqīḥ al-Qaul al-Ḥatsīts fī Syarḥ Lubāb al-Ḥadīts karya Syekh Nawawi al-Bantani serta menganalisis relevansi dan aktualisasinya dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research) dan menerapkan teknik analisis isi (content analysis) terhadap sekitar 400 hadis yang disyarah oleh Syekh Nawawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pendidikan muamalah dalam kitab tersebut terstruktur dalam lima poros utama, yaitu tanggung jawab dan amanah, penghormatan terhadap martabat manusia (iḥtirām), empati sosial, sinergi kerja sama (ta‘āwun), dan keadilan distributif. Temuan ini mengindikasikan bahwa Syekh Nawawi merekonstruksi konsep muamalah tidak hanya sebagai regulasi interaksi lahiriah, tetapi juga sebagai manifestasi spiritualitas yang berorientasi pada pembentukan kesalehan sosial. Dalam konteks modernitas, nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang signifikan sebagai kerangka etis dalam merespons tantangan dekarakterisasi generasi Z di era digital. Aktualisasi nilai dilakukan melalui internalisasi nilai secara holistik, penguatan keteladanan pendidik (uswah ḥasanah), serta rekonstruksi budaya institusi pendidikan yang adaptif terhadap dinamika Society 5.0. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa khazanah intelektual klasik Nusantara memiliki kontribusi strategis dalam menyediakan landasan etis yang kokoh untuk membentuk manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berintegritas secara moral dan sosial.
Keterampilan Sosial Pada Anak Usia Dini yang Menggunakan Gadget Berlebihan di Kelurahan Oepura Neno, Avrilla Tanike; Damayanti, Yeni; Wijaya, R Pasifikus Christa; Keraf, M.K.P Abdi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan sosial anak usia dini di Kelurahan Oepura yang menggunakan gadget berlebihan. Keterampilan sosial anak usia dini merupakan suatu hal yang harus di stimulus atau dirangsang sejak dini. Anak pengguna gadget di Kelurahan Oepura, ditemukan memakai gadget dengan durasi waktu yang berlebihan dan menyebabkan anak kerap kali terlihat pasif dalam pergaulan dengan teman sebayanya karena mereka lebih suka sendiri dengan gadgetnya dan kesulitan membangun hubungan sosial dengan teman sebayanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenannnnlogi untuk mengali informasi mengenai kemampuan keterampilan sosial anak usia dini yang menggunakkan gadget berlebihan,yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalaui wawancara semi-terstruktur dan di analisis menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Keterampilan sosial anak usia dini di Kelurahan Oepura yang menggunakan gadget berlebihan,secara keseluruhan belum berkembang secara menyeluruh dan belum secara optimal. Gadget memberikan kontribusi positif pada aspek bahasa dan keberanian verbal, akan tetapi melemahkan kemampuan kerjasama, empati prososial, tanggung jawab sosial, dan kontrol diri. Keterampilan sosial anak belum berkembang secara konsisten dan optimal, akibat dari penggunaan gadget yang berlebihan sehinggah mempengaruhi perilaku anak yang mudah berubah oleh karena itu membutuhkan pendampingan dari orangtua atau orang dewasa.
Manajemen Sanggar Alang Bangkeh di Kota Padang Panjang Chayrunisa, Ririn; Wimbrayardi, Wimbrayardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan Manajemen Sanggar Alang Bangkeh di Kota Padang Panjang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung seperti alat tulis kamera digital dan perekan suara. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, mereduksi data, menyajikan data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara mengelola Sanggar Alang Bangkeh di Kota Padang Panjang mencakup beberapa tahap seperti perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, dan pengawasan. Pada tahap perencanaan di Sanggar Alang Bangkeh dilakukan secara bertahap, yaitu meliputi program jangka pendek, menengah, dan jangka panjang, serta strategi promosi dan pemasaran. Pada tahap pengorganisasian, Sanggar Alang Bangkeh memiliki struktur organisasi yang terdiri dari pemimpin sanggar, bendahara, sekretaris, koreografer, komposer, dan anggota. Pada tahap pergerakan meliputi managemen proyek, manajemen keuangan, respon konsumen dan masyarakat, tata kelola organisasi dan manajemen pemasaran sanggar alang bangkeh. Pada tahap pengawasan meliputi pengawasan internal dan pengawasan eksternal. Pengawasan internal melalui pendekatan yang lembut namun tegas, ia berhasil menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan etika berkesenian yang kuat kepada para anggota sanggar, sedangkan pengawasan eksternal melalui pwngawasan dari instansi pemerintah, komunitas seni, maupun masyarakat umum. Manajemen pemasaran yang dilakukan oleh Sanggar Alang Bangkeh adalah dengan mempertimbangkan seluruh target pemasaran, seperti masyarakat umum dan pemerintah, serta melakukan promosi melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Selain itu, Sanggar Alang Bangkeh juga bekerja sama dengan vendor/WO serta instansi pemerintahan yang berada di Kota Padang Panjang.
Analisis Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa di Nagari Lubuk Gadang Utara Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan Tahun 2024 Putri, Fauzia Amelia; Dewi, Yenty Astarie
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan dan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Di Nagari Lubuk Gadang Utara Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan Tahun 2024 sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan desa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan data sekunder dimana data primer berupa hasil pengamatan langsung dan wawancara terkait perencanaan dan pertanggungjawaban APBDes di nagari lubuk gadang utara tahun 2024 sedangkan data sekunder menggunakan laporan keuangan Desa Nagari Lubuk Gadang Utara tahun 2024. Dalam penelitian ini menggunkan teknik analisis data dengan cara mengumpulkan, mengelompokkan, dan menganalisis data hingga akhirnya dapat ditarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem perencanaan telah menerapkan prinsip transparansi, partisipatif, dan akuntabilitas. Sedangkan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa baik secara teknis maupun administrasi sudah baik, namun harus tetap mendapat atau diberikan bimbingan dari pemerintah Kecamatan.
Analisis Penggunaan LKPD sebagai Strategi Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN 066053 Kota Medan Ambarita, Putri Amelda; Nainggolan, Winda; Ramadhani, Asiah; Adlin, Julia Khairina; Tanjung, Nadila Dirawan; Silalahi, Panju Alexsius
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) terhadap hasil belajar siswa di UPT SD Negeri 066053. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LKPD membantu siswa lebih aktif, lebih mudah memahami materi, serta lebih tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Namun, masih terdapat kendala seperti perbedaan kemampuan siswa dan penggunaan bahasa dalam LKPD. Penelitian ini menyimpulkan bahwa LKPD dapat meningkatkan hasil belajar siswa jika disesuaikan dengan karakteristik siswa.
Analisis Persepsi Mahasiswa terhadap Bahan Ajar Bahasa Jerman Berbasis Digital Surbakti, Nadia Agustin; Panjaitan, Novita Sari Br; Syahputra, Herman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap penggunaan bahan ajar bahasa Jerman berbasis digital dengan menitikberatkan pada aspek kognitif, afektif, dan konatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman yang telah menggunakan bahan ajar digital dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara semi-terstruktur. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan bahan ajar digital. Pada aspek kognitif, bahan ajar digital membantu mahasiswa memahami materi bahasa Jerman secara lebih mudah melalui pemanfaatan fitur multimedia. Pada aspek afektif, bahan ajar digital mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar mahasiswa. Sementara itu, pada aspek konatif, mahasiswa menunjukkan kecenderungan untuk terus menggunakan bahan ajar digital dalam pembelajaran. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa kendala teknis, seperti keterbatasan jaringan internet dan perangkat, berdampak pada menurunnya efektivitas pembelajaran serta mempengaruhi motivasi dan konsistensi penggunaan bahan ajar digital. Dengan demikian, penggunaan bahan ajar bahasa Jerman berbasis digital memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai, peningkatan literasi digital, serta penerapan model pembelajaran blended learning agar dapat berjalan secara optimal.
Abreviasi Bahasa Indonesia dalam Kolom Komentar Akun Instagram @beritaindonesia (Periode Oktober-November 2024) Oktaviano, Ferdy Briliant; Tobing, Victor MTL; Faizin, Afan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan abreviasi dalam komentar di akun Instagram @beritaindonesia_, dengan fokus pada bentuk-bentuk abreviasi yang umum digunakan oleh pengikut dan kecenderungan tertentu dalam penggunaannya. Abreviasi, sebagai fenomena bahasa yang berkembang pesat di media sosial, menjadi alat komunikasi yang efisien dan praktis di era digital. Dalam konteks Instagram, penggunaan abreviasi berfungsi untuk mempercepat komunikasi dan menciptakan identitas sosial di kalangan pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menganalisis komentar-komentar yang diposting oleh pengikut akun Instagram tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abreviasi yang digunakan memiliki pola tertentu, mencerminkan dinamika komunikasi digital, serta pengaruh budaya dan teknologi dalam pembentukan bahasa baru di media sosial. Selain itu, penelitian ini memberikan wawasan tentang perkembangan bahasa Indonesia di ruang digital dan dampaknya terhadap komunikasi sehari-hari.
Urgensi Kriminalisasi Penyalahgunaan Deepfake dalam Tindak Pidana Penipuan Siber di Indonesia Gunawan, Anneke Catlynne; Gunadi, Chaterine Grace; Prisilia, Elena; Wijaya, Garren Octo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37452

Abstract

Eskalasi teknologi Artificial Intelligence (AI) melalui fitur Deepfake telah menciptakan dimensi baru dalam tindak pidana penipuan online di Indonesia. Teknologi ini memungkinkan manipulasi identitas visual dan auditori yang mampu mengelabui sistem verifikasi keamanan serta logika manusia. Penelitian ini mengkaji urgensi kriminalisasi terhadap penyalahgunaan Deepfake mengingat adanya kekosongan hukum (legal vacuum) pada regulasi saat ini. Dengan metode penelitian hukum normatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa UU ITE dan UU PDP belum secara spesifik menjerat tindakan pembuatan konten sintetik untuk tujuan jahat. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan hukum pidana (criminal law policy) yang progresif melalui kriminalisasi spesifik guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi masyarakat di era digital.
Beban Kerja Guru di Tengah Tuntutan Program Adiwiyata dan Kurikulum Koding: Studi Kasus Manajemen Waktu Berbasis Fungsi Poace di Sekolah Dasar Negeri Kalisemo, Indonesia Nugraha, Fitri Rahmawati; Marmoah, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37463

Abstract

Manajemen waktu guru merupakan komponen strategis dalam menjaga kualitas layanan pendidikan, khususnya di sekolah yang mengemban program berlapis. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen waktu tenaga pendidik di SD Negeri Kalisemo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang secara bersamaan menjalankan program Adiwiyata Tingkat Provinsi dan mengimplementasikan mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA). Analisis dilakukan menggunakan kerangka fungsi manajemen Planning, Organizing, Actuating, Controlling, dan Evaluating (POACE), diperkuat dengan diagnosis akar masalah melalui Diagram Fishbone (6M). Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam semi-terstruktur dan telaah dokumen kurikulum (KSP, PROTA, Jadwal Pelajaran). Penelitian melibatkan dua narasumber: seorang guru kelas berstatus PPPK tersertifikasi dan seorang murid kelas V sebagai representasi perspektif penerima layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan fungsi POACE dengan cukup baik, namun ditemukan kerentanan sistemik berupa konflik alokasi waktu antara proyek Adiwiyata dan jam pelajaran inti, khususnya Koding. Identifikasi melalui Fishbone menemukan enam kategori akar masalah: faktor manusia (kelelahan dan kompetensi ganda), metode (absennya SOP konflik jadwal), teknologi (keterbatasan fasilitas), kurikulum (kepadatan 42 JP/minggu), evaluasi (tidak adanya instrumen beban kerja), dan lingkungan (tuntutan ganda program). Penelitian ini merekomendasikan: (1) perencanaan terintegrasi dan adaptif berbasis risiko, (2) audit beban kerja periodik, (3) formalisasi instrumen evaluasi berbasis perspektif murid, dan (4) penguatan komunitas belajar sebagai modal sosial manajemen waktu kolaboratif.