cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 1,560 Documents
Pelatihan Pengembangan Produk Olahan Berbahan Dasar Semangka Berbasis Ekonomi Kreatif Di Desa Gapura, Lombok Tengah Bayuaji, Datu Garindra Adlahaq; Falah, Epha Khoiriya; Wirawan, Lalu Hendra; Qurtubi, Muhammad Nazri; Amnur, Fitrah Putra; Farhira, Farras Julfa; Mukhoyyaroh, Uswatun; Laksmi, Ni Nyoman Sita; Puspita , Rr. Rofita; Rosiani, Rani; Fitriani, Hijjatul; Jufri, Akhmad
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8942

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi. Dalam kegiatan KKN yang dilaksanakan di Desa Gapura, yang terletak di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan berbagai kegiatan dengan sasaran utama pada Pendampingan pengolahan berbahan dasar semangka sebagai basis ekonomi kreatif. Tujuan pelaksanaan kegiatan KKN ini adalah untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya lokal melalui inovasi dan pengembangan produk olahan berbasis pertanian, dengan fokus utama pada pengelolaan hasil pertanian semangka di Desa Gapura, Lombok Tengah. Hasil kegiatan ini adalah Pengembangan produk olahan berbahan dasar semangka di Desa Gapura, Lombok Tengah, ditujukan untuk memaksimalkan pemanfaatan hasil pertanian, terutama dalam mengatasi melimpahnya produksi semangka yang sebagian besarnya belum dimanfaatkan secara efektif, khususnya bagian kulit yang seringkali dianggap sebagai limbah. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk olahan semangka, termasuk inovasi keripik semangka dari kulitnya, sebagai upaya menghadirkan solusi kreatif dan ekonomis. Melalui metode kegiatan pendampingan pada warga sekitar teutama Ibu-ibu sebagai kegiatan KKN, dilanjutkan dengan proses Pengolahan pembuatan, penelitian ini juga menyertakan program pelatihan dan pendampingan untuk masyarakat mengenai teknik pengolahan, pengemasan yang efektif. Hasilnya, pemanfaatan komprehensif semangka tidak hanya berhasil mengurangi limbah, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat Desa Gapura. Di samping itu, produk keripik kulit semangka menunjukkan potensi pasar yang signifikan, berkat keunikannya serta kontribusinya terhadap prinsip keberlanjutan. Oleh karena itu, inisiatif pengembangan produk olahan berbahan dasar semangka ini menawarkan model ekonomi kreatif berkelanjutan yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Gapura.
Pemanfaatan Semen Kambing Boer Untuk Meningkatkan Produktifitas Kambing Lokal Di Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara Lukman HY; Zaenuri, L. Ahmad; Rodiah; Yuliani, Enny; Sumadiasa, I Wayan Lanus
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8944

Abstract

Penerapan teknologi inseminasi buatan menggunakan sperma kambing Boer untuk meningkatkan mutu genetic kambing lokal dan meningkatkan pendapatan peternak di kecamatan Pemenang desa Pemenang Barat telah dilakukan pada tanggal 1 bulan Juni 2024. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memperkenalkan tehnologi reproduksi di pedesaan sekaligus dalam meningkatkan produktivitas melalui peningkatkan mutu genetik kambing lokal. Metode /bentuk kegiatan adalah penyuluhan atau ceramah dan diskusi dengan sasaran petani peternak yang memiliki ternak kambing yang akan di inseminasi (IB) atau pemelihara ternak kambing yang tertarik tentang tehnologi IB. Hasil evaluasi menunjukkan, bahwa kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berjalan cukup baik. Respon dan antusiasme peserta penyuluhan dalam diskusi sangat baik. Penilaian sangat baik karena sambutan dari Kepada desa/tokoh atau pemuka masyarakat untuk dapat merealisasikan pengetahuan tentang IB menggunakan sperma kambing Boer pada ternaknya. Kesimpulan, pengetahuan dan pemahaman peserta setelah kegiatan penyuluhan tentang penerapan teknologi IB menggunakan sperma kambing Boer dapat dinilai baik. Penilaian ini berdasarkan respon peserta dan pemuka masyarakat ada peningkatan, sehingga hal ini merupakan faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan IB pada waktu yang akan datang.
Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Menjadi Briket Aroma Terapi untuk Mendukung Perekonomian Masyarakat Desa Bangket Parak Ardian, Bahtiar Agung; Sapitri, Baiq Anita; Asfiyantin, Saral Tri; Syaputra, Maiser
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8964

Abstract

Desa Bangket Parak di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, memiliki potensi besar dalam pemanfaatan limbah sekam padi yang melimpah. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani, menghasilkan limbah sekam padi yang belum termanfaatkan dengan baik. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk mengolah limbah sekam padi menjadi briket sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Dalam kegiatan ini, penulis menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat, tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Dengan dukungan yang terus berlanjut, diharapkan produksi briket dari sekam padi dapat menjadi salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat desa serta berkontribusi pada pelestarian lingkungan.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Budidaya Hortikultura untuk Ketahanan Pangan di Desa Akar-Akar Suwardji; Anggreny Dewatary, Dhea; Nisa, Khaerun; Al Majid, Aqshaldi Azayaka; Luxanti, Sifa Rajasmin; Safitri, Rifani Aulia; Nggolo, Baghdad Cahyo; Sabaniartha, Ni Nengah Anatasya; Anggereni, Tara Gita; Anbary, Yasmin Afra; Saputra, Andika Nellsen
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8977

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Oleh karena itu pangan sangat penting bagi manusia. Salah satu cara agar pangan terpenuhi ialah meningkatkan ketahanan pangan dalam masyarakat melalui budidaya hortikultura. Budidaya hortikultura bisa dilakukan di lahan perkarangan rumah maupun di lahan kosong milik masyarakat desa. Menurut Soemadi, hortikultura diartikan sebagai ilmu yang mempelajari pembudidayaan tanaman kebun. Sekarang, pengertian hortikultura tidak hanya terbatas pada budidaya di kebun, tetapi berkembang lebih luas lagi, yakni mencakup juga budidaya di luar halaman rumah. Dengan seiring masalah ketahanan pangan, maka diadakannya sosialisasi mengenai penanaman tanaman sayuran yang diharapkan masyarkat desa bisa mengaplikasikannya baik di lahan perkarangan rumah maupun di lahan kosong milik masyarakat. Serta program kerja KKN ini membagikan bibit tanaman sayuran berupa sawi dan cabai merah keriting ke masyarakat desa. Adapun pembagian bibit ini diharapkan agar masyarakat desa mempunyai modal dalam pengaplikasian budidaya hortikultura ini.
Peningkatan Pemahaman Pertanian Organik Melalui Pemanfaatan Limbah Kotoran Ayam Ras Pedaging (Broiler) Sebagai Pupuk Organik Padat di Desa Kawo Kabupaten Lombok Tengah Mandalika, Eka Nurminda Dewi; Ayu, Candra; Ibrahim; Watoni, Nurtaji; Wuryantoro
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8981

Abstract

The problem of broiler manure waste is something that is often faced by farmers in Kawo Village, Pujut District, so the purpose of this service activity is to utilize broiler manure waste as organic fertilizer through training in making solid organic fertilizer and providing an understanding of organic farming. This activity involved 15 chicken farmers. The method of implementing this activity includes the preparation and socialization stage, the extension stage (Submission of material), the training stage for making organic fertilizer, and the evaluation of activities through pre-test and post-test. The results of the activity showed that the participants' knowledge and skills about fertilizer and organic farming increased significantly. From the post-test results, 87% have understood the benefits of organic farming and the benefits of chicken manure as organic fertilizer and have successfully made their own organic fertilizer.
Diversifikasi Produk Olahan Ikan Kekinian dalam rangka Pencegahan Stunting di Desa Mertak Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Junaidi, Muhammad; Diniarti, Nanda; Dwiyanti, Septiana; Larasati, Chandrika Eka; Diniariwisan, Damai; Irawati, Betari Athiyah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8988

Abstract

Potential fish resources have the opportunity to be developed as a profitable fishing business to improve the economy and nutritional quality of food. Businesses processing fishery products through diversification of processed products can not only increase benefits and added value, diversification of processed fish products can increase fish consumption which can support reducing stunting. Activities to develop diversification of contemporary processed fish products in the context of preventing stunting in the form of counseling and training will be carried out in Mertak Village, Pujut District, Central Lombok Regency. The methods used in service activities are qualitative and quantitative, where the qualitative method used is by conducting participatory observation during the education and training process. The quantitative method is carried out by distributing questionnaires in the form of questionnaires before and after attending counseling and training. Implementation of activities is carried out in three stages, namely preparation, implementation and monitoring and evaluation. The results of the activity show that the community service that has been carried out through counseling and training in the development of diversification of contemporary processed fish products, including fish nuggets and fish sempol, has been quite successful in increasing the knowledge, understanding and skills of participants, where based on pre-test and post-test evaluations the increase reached 96 -100%. Thus, this activity needs to be followed up by providing assistance to participants who have an interest in processing businesses through the formation of joint businesses, while participants who are posyandu cadres provide assistance in educating posyandu participants in the fish eating movement to prevent and reduce stunting in Mertak Village.
Upaya Mendorong Pencapaian SDGs-12 melalui Sosialisasi Pemanfaatan Sampah Organik menjadi Eco Enzyme pada Masyarakat Desa Jelantik Saidah, Humairo; Yasa, I Wayan; Wiradharma, Lalu Wirahman; Suroso, Agus; Supriyadi, Anid; Hasyim; Karyawan, I Dewa Made Alit; Negara, I Dewa Gede Jaya; Rohani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8996

Abstract

The Jelantik Village community still faces environmental problems, especially the problem of waste generation that disrupts environmental comfort. The limited capacity of the village government and the low level of community knowledge in processing waste are the main causes of this problem. So, this community service activity aims to disseminate information about processing organic waste into eco enzyme, which is beneficial and simple in procedures. Socialization is carried out using a counseling method on how to make eco enzyme using fruit/vegetable waste mixed with sugar and water in a ratio of 3:1:10. This counseling has eco enzyme carried out and attended by at least 30 participants. The team has delivered counseling on how to select materials, the process of making eco enzyme, and how to utilize it. The team informed the Jelantik Village community about the principles and stages of making eco enzyme correctly so the community can practice it to process their waste at home. This activity is expected to increase community knowledge while reducing waste problems, producing beneficial eco enzyme, and promoting SDGs-12 achievement.
Pemanfaatan Kotoran Ternak Menjadi Pupuk Kompos Untuk Meningkatkan Kualitas Tanah Pertanian Masyarakat Desa Tampak Siring Amal, Ikhlasul; Agustianingrum, Yenni; Naeni, Hasris; Ridhaillahi, Widiyaneta Fandy; Herlina, Iska; Ananda, Astrina Pricilla; Trisnianingsih, Ni Putu Eka; Kartika, Fitri Indra Dewi; Wijaya, I Gede Yoga; Muttaqin, Muh. Zainul; Hikmawati, Hikmawati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8998

Abstract

Desa Tampak Siring berada di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, memiliki sumber daya alam melimpah, terutama pada bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Dari hasil survei ditemukan informasi bahwa masyarakat setempat belum mampu mengolah kotoran ternak yang seharusnya bisa digunakan sebagai pupuk kompos untuk lahan pertanian. Masyarakat setempat masih menggunakan pupuk kimia yang dibeli di pasaran yang digunakan sebagai pupuk untuk bertani. Padahal, pupuk kompos memiliki beragam manfaat seperti mengurangi penggunaan pupuk kimia yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Tujuan kegiatan KKN ini adalah meningkatkan kualitas tanah pertanian masyarakat Desa Tampak Siring melalui pemanfaatan kotoran ternak sebagai pupuk kompos. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 Juli sampai dengan tanggal 22 Agustus 2024 di Desa Tampak Siring, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Salah satu program KKN berupa pelatihan pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kompos ini diikuti oleh perangkat desa, kelompok tani, kelompok ternak, dan karang taruna. Tahapan kegiatan yakni: mengundang narasumber, sosialisasi (penyampaian materi dan demonstrasi pembuatan pupuk kompos), pendampingan pembuatan pupuk kompos. Fermentasi pupuk kompos membutuhkan waktu selama 2 minggu hingga akhirnya dapat digunakan oleh masyarakat untuk lahan pertanian.
Budidaya Rumput Laut Eucheuma spinosum Di Pantai Muluk Gerupuk Kabupaten Lombok Tengah Cokrowati, Nunik; Lumbessy, Salnida Yuniarti; Wahyuningsih, Endah; Nuryatin; Faris, Muhammad; Agustina, Dwi; Suhendri, Salwa; Sa’ban, Muhammad Iman Nichfu; Pilo; M. Zohri; Irfani, Febriana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8999

Abstract

Eucheuma spinosum is a seaweed included in the red algae (Rhodophyta). The content of compounds in seaweed as secondary metabolites functions as antioxidants, antivirals, antifungals and antimicrobials in brown, red and green seaweed. Eucheuma spinosum is one type of red seaweed that has the potential as an antimicrobial compound due to the presence of bioactive components consisting of saponins and flavonoids. The purpose of this activity is applying seaweed cultivation using bottom off method. The activity was carried out at Muluk Beach, Gerupuk, Sengkol Village, Pujut District, Central Lombok Regency. Activities were carried out for 30 days, from July 28, 2024 to August 26, 2024. The method of implementing the activity is a demonstration plot of Eucheuma spinosum cultivation. Therefore, this activity was carried out to increase the production of Eucheuma spinosum seaweed in Gerupuk. The results of this activity are Eucheuma spinosum cultivation used bottom off method.
Upaya Peningkatan Nilai Ekonomi di Desa Piasa Wetan Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara Melalui Pengembangan Padi Organik Antosianin Tinggi: Efforts to Increase Economic Value in Piasa Wetan Village, Susukan District, Banjarnegara Regency through the Development of High Anthocyanin Organic Rice Sholikhah, Ummi; Rahayu, Puji; Fanata, Wahyu Indra Duwi; Handoyo, Tri; Magfiroh, Illia Seldon; Suciati, Luh Putu; Widodo, Nur; Setyawati, Intan Kartika; Ratnasari, Tri; Tanzil, Ahmad Ilham
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.9002

Abstract

Abstract: Piasa Wetan Village, located in Susukan District, Banjarnegara Regency, Central Java, has great potential for cultivating high-anthocyanin rice, supported by a favorable environment. However, limited knowledge and skills among farmers in organic farming practices and the certification process remain challenges. This community service initiative aims to enhance farmers' skills through comprehensive training that includes organic methods, harvest management, and the importance of certification. The training results showed a significant increase in knowledge, from 7% to 100% after the program's completion. More effective cultivation practices are now being implemented, including the selection of high-quality seeds, optimal land preparation, and more efficient harvest and marketing strategies. Certification is expected to help increase market prices, expand access, and ensure sustainability by enforcing strict organic farming standards. With continued education and improved agricultural techniques, Piasa Wetan Village has the potential to become a leading producer of high-anthocyanin rice in Banjarnegara, ultimately increasing farmers' incomes, supporting food security, and providing health benefits to consumers.