cover
Contact Name
Prima Ratna Sari
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
+6281323179779
Journal Mail Official
abdimasgaluh@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Galuh Jl. Arya Janggala No. 11 Ciamis 46274 Telepon: (0265) 775295, Fax: (0265) 776787
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 27160211     DOI : http://dx.doi.org/10.25157/ag.v7i1.18089
Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang memuat artikel pengabdian kepada masyarakat dari seluruh bidang ilmu. Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat memuat artikel hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari para dosen maupun pengabdi lainnya dari berbagai institusi yang terkait dengan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Pelatihan Manajemen Bisnis Ramah Lingkungan pada Batik Wongso di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Rahmawati, Rahmawati; Handayani, Sarah Rum; Susilowati, Fitri
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.14248

Abstract

Pelatihan manajemen bisnis ramah lingkungan merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim pengabdi dari UNS dan UPY. Mitra pengabdian adalah UMKM Batik Wongso yang berlokasi di Kabupaten Bantul DIY. Tujuan dari kegiatan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran mitra dalam mengelola bisnis batik yang memperhatikan kelestarian lingkungan. Metode pengabdian dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelatihan dan pendampingan, serta diakhiri dengan evaluasi. Tahap pertama dilakukan koordinasi antara tim pengabdi dan mitra untuk menentukan waktu, lokasi, peserta, dan identifikasi kebutuhan sarana dan prasarana. Tahap kedua dipaparkan materi pengelolaan bisnis yang ramah lingkungan oleh tim pengabdi. Sementara, pendampingan pembuatan eco-print dan warna alam dilaksanakan dengan praktik secara langsung. Pendampingan ini dimaksudkan untuk membekali keterampilan mitra dalam menciptakan produk yang ramah lingkungan. Tahap terakhir dalam kegiatan pengabdian dilakukan evaluasi untuk menilai manfaat yang diperoleh mitra selama mengikuti kegiatan. Pengabdian yang dilakukan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas mitra dalam mengelola bisnis dan menciptakan produk yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pengenalan Pembuatan Ecobrick dalam Upaya Pengelolaan Sampah Plastik di Sekolah Supriatna, Giena Sitha; Nurani, Desi; Adnan, Bahana Aditya
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.16018

Abstract

Sekolah merupakan salah satu tempat yang menghasilkan sampah anorganik seperti plastik dalam jumlah yang banyak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengolah sampah – sampah plastik di sekolah yaitu dengan mendaur ulang sampah tersebut. Ecobrick merupakan salah satu metode daur ulang sampah botol plastik dan plastik – plastik bekas lainnya menjadi bata yang ramah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan di SMPN 4 Panawangan dengan sasaran siswa – siswi kelas 8. Alat dan bahan utama yang dibutuhkan dalam membuat ecobrick yaitu botol plastik dan plastik – plastik bekas yang bersih. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan demonstrasi. Ceramah digunakan untuk menyampaikan materi tentang lingkungan, alat dan bahan, tujuan serta pembuatan ecobrick, sedangkan demonstrasi dilakukan untuk membuat langsung ecobrick secara berkelompok dari alat dan bahan yang sudah disiapkan. Dari kegiatan ini dihasilkan produk berupa kursi dan meja yang terbuat dari sampah botol dan plastik, kemudian siswa menjadi tahu tentang pemilahan dan pengolahan sampah terutama sampah anorganik. Selain itu, diharapkan siswa akan lebih peduli terhadap lingkungan di sekolah dan rumahnya. Dapat disimpulkan melalui kegiatan ini siswa menjadi tahu tentang pengelolaan sampah di sekitar mereka dengan salah satu metode daur ulang sampah yang digunakan yaitu ecobrick, dan siswa menjadi lebih paham serta peduli terhadap lingkungan mereka.
Pendampingan Kesehatan Mental Ibu Dalam Mendidk Anak Usia Dini Melalui Art Theraphy Mulyana, Asep; Syifauzakia, Syifauzakia; Wahyudi, Ayu Vinlandari
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15828

Abstract

Dikatakan bahwa orang yang mentalnya sehat, dapat mengarungi kehidupan dengan baik sehingga dapat beradaptasi dengan permasalaan hidup, hal ini pula yang menjadikan perlunya menjaga kesehatan mental. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental terutama bagi para ibu dalam mendidik anak usia dini. Art theraphy yang diberikan dalam kegiatan ini adalah melalui gerak, lagu dan melukis. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu Participatory Action Research (PAR) melalui 6 tahap yaitu 1). Identifikasi awal, 2). Membangun hubungan kemanusiaan, 3). Penentuan agenda, 4). Tindakan aksi, 5). Refleksi, 6). Meluaskan aksi. Kegiatan ini bertempat di Perumahan Graha Bukit Ciperna Desa Sampiran, Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon yang dihadiri oleh ibu-ibu yang memiliki anak usia dini berjumlah 61 orang. Melalui kegiatan pendampingan kesehatan mental pada ibu dalam mendidik anak ini membawa suasana dan wawasan baru bagi ibu-ibu perumahan Graha Bukit Ciperna. Mereka merasa kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat bagi mereka, merasa kegiatan ini juga menyenangkan karena selain sebagai bentuk sosialisasi mereka jadi mendapatkan ilmu baru seperti mengetahui cara mengelola emosi, dan juga kegiatan ini menjadi recharge tersendiri bagi para ibu dalam mendidik anak-anak sehingga tak sedikit dari mereka yang berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan.
PKM Kelompok Industri Rumah Tangga KINOKO FARM dalam Pengolahan Limbah Media Tanam Baglog menjadi Briket Arang di Kelurahan Bontoa Kabupaten Maros Ramdani, Nurfika; Azis, Hijrah Amaliah; Yusran, Muhammad; Mustam, Mariaulfa; Wahab, Nurhikmah; Maryana, Dwi; Amos, Erpianto; Erwin, Erwin
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15542

Abstract

Masyarakat Kelurahan Bontoa Kabupaten Maros sebagian besar bekerja sebagai petani sawah, peternak ayam dan bebek. Kondisi yang tidak menentu mengakibatkan masyarakat mulai mencari usaha sampingan untuk melakukan budidaya jamur tiram. Salah satunya adalah mitra KINOKO FARM yang bergerak dalam budidaya jamur tiram. Media tanam baglog jamur tiram memiliki umur produktif berkisar 3-4 bulan, setelah masa produktif berakhir, media tanam tidak dapat dipakai kembali sehingga hanya menjadi limbah yang tidak termanfaatkan. Pengolahan limbah menjadi briket arang menjadi solusi mitra. Tahapan dalam pengolahan limbah media tanam baglog menjadi briket arang adalah tahap FGD, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan, pengemasan dan pelabelan dan pemasaran. Hasil dari kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dan masyarakat setempat serta mendapat sambutan baik bagi petani jamur lainnya. Saran atas kegiatan ini adalah keberlanjutan program dengan memfokuskan produksi briket arang dari limbah baglog para petani jamur di kabupaten Maros dan menguji kualitas agar sesuai kadar dan pemasaran hingga tingkat ekspor.
Edukasi Keamanan Lingkungan Berbasis Ketahanan Keluarga di Desa Tegal Kunir Kidul Kecamatan Mauk Tangerang Suseno, Bayu; Kamar, Karnawi; Winanti, Winanti; Sukriyah, Sukriyah; Nuryanti, Yulis; Nurasiah, Nurasiah; Hulu, Paolinus; Sudiyono, Rachma Nadila; Azhari, Azhari; Simorangkir, Yosua; Octarina, Thina; Rizfie, Muhammad Dala
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15089

Abstract

Desa Tegal Kunir Kidul sampai saat ini masih menjadi daerah rawan stunting dan rawan kejahatan akibat faktor ekonomi, pendidikan, dan sikap religius masyarakat. Tujuan dilakukan kegiatan edukasi ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan masyarakat mengenai keamanan lingkungan diawali dengan ketahanan keluarga dari mulai ketahanan pangan terpenuhi, pendidikan dan pendidikan karakter diawali dari rumah. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dimana narasumber menyampaikan secara langsung mengenai keamanan lingkungan berbasis ketahanan keluarga. Narasumber berasal dari tim dosen yang telah ditunjuk dan kegiatan dibantu oleh tim dosen. Peserta berjumlah 60 orang peserta dan dihadiri langsung oleh kepala desa dan sekretaris desa. Kegiatan berlangsung satu hari dan kegiatan diakhiri dengan penyerahan tanaman cepat panen secara simbolis kepada kepala desa. Monitoring dan evaluasi kegiatan dilakukan setelah kegiatan edukasi selesai dan beberapa peserta diberikan pertanyaan dan peserta menyatakan puas dan senang dengan kegiatan edukasi ini. Kegiatan ditutup langsung oleh wakil rektor 1 bidang akademik yang mewakili kampus dan sesi foto bersama dengan seluruh peserta kegiatan.
Sosialisasi Peran Kemasan Melalui Pendampingan Pendaftaran Desain Industri pada Kampung Tematik Waru Brilliant Prihastomo, Yoga; Suwita, Jaka; Supriyanto, Supriyanto; Rizfie, Muhammad Dala; Dewi, Wulan Rahma; Rukmana, Andi; Yuniarti, Angger Styo; Mustofa, Mustofa
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15747

Abstract

Kemasan produk memiliki peran penting dalam menarik perhatian konsumen dan meningkatkan daya saing produk, terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di Kampung Tematik Waru Brilliant Desa Bojong Renged, UMKM yang sebagian besar bergerak di bidang produksi makanan dan kerajinan, menghadapi tantangan dalam hal kemasan yang kurang menarik dan tidak memenuhi standar pasar, sehingga menghambat potensi produk mereka untuk bersaing. Selain itu, minimnya pengetahuan mengenai pendaftaran desain industri menjadi kendala bagi pelaku usaha dalam melindungi inovasi kemasan mereka, yang dapat berkontribusi pada penambahan nilai produk. Metodologi yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini melibatkan pendekatan partisipatif dan kolaboratif dengan UMKM setempat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan dalam pemahaman dan keterampilan UMKM terkait kemasan dan pendaftaran desain industri. Program ini tidak hanya berhasil meningkatkan kualitas kemasan dan kesadaran akan pentingnya perlindungan hukum melalui pendaftaran desain industri, tetapi juga mendorong peningkatan nilai tambah produk yang berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal.
Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pinrang Melalui Pemanfaatan Kelapa, Kacang Tanah dan Kakao (Kalangka) dalam Proses Fermentasi Menjadi Produk Bahan Makanan Permatasari, Nur Umriani; Natsir, Hasnah; Haedar, Nur; Musa, Bulkis; Situmorang, Sarah Victoria Octovianni; Anggriani, Dhea Faraditha
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15462

Abstract

Kabupaten Pinrang adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang terkenal akan kelimpahan kekayaan hayati seperti kacang tanah, kakao, dan kelapa. Ketiga komoditas ini bila diolah melalui tahap fermentasi maka dapat menjadi bioproduk pangan yang berpotensi tinggi dan berkualitas. Fermentasi adalah proses tranformasi kimia substrat organik dengan memanfaatkan aktivitas enzim dari mikroorganisme. Kacang kedelai dan kacang tanah yang difermentasi serta penambahan ragi Rhizopus sp. menghasilkan bioproduk pangan yang dikenal sebagai tempe kalangka yang bermanfaat mencegah penyakit kanker payudara dan jantung koroner. Larutan palape dari limbah air kelapa dan kakao menjadi media asam yang mempercepat pertumbuhan ragi tempe. Nata de coko tinggi kandungan serat dapat meningkatkan kesehatan pencernaan. Metode pembuatan produk tersebut mudah untuk diterapkan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan akan cara pembuatan tempe, larutan palape dan nata de coko skala home industry, serta menumbuhkan kesadaran berwirausaha yang dapat memperbaiki taraf ekonomi keluarga di Kelurahan Tiroang, Kabupaten Pinrang. Langkah awal yang dilakukan yaitu mensurvei lokasi dan pembuatan ketiga produk dalam skala laboratorium. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan sesi penyuluhan materi manfaat ketiga produk beserta cara pembuatan desain pengemasan yang baik, dan diakhiri dengan sesi diskusi. Kegiatan ini dihadiri oleh target PKM, yaitu kaum ibu rumah tangga serta perwakilan daerah setempat. Kegiatan berlangsung dengan lancar dimana para hadirin mengikuti dengan seksama dan penuh antusias baik dalam sesi diskusi dan praktik. Survei data kegiatan melalui uji pre-test dan post test yang menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait pelatihan yang diberikan. Diharapkan, kegiatan ini meningkatkan pemanfaatan komoditi lokal secara optimal.
Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM): #GERMAS untuk Hidup Sehat Tafwidhah, Yuyun; Maulana, Muhammad Ali; Purwanti, Nera Umilia; Rahmawati, Nadia; Najini, Robby; Mahyarudin, Mahyarudin; Liana, Delima Fajar; Pramana, Yoga; Mita, Mita
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.14963

Abstract

Pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan salah satu pilar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang berguna untuk mendeteksi keberadaan faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM). Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu melakukan skrining PTM meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Metode pelaksanaan skrining PTM yaitu pendaftaran dan wawancara faktor risiko PTM, pengukuran antropometri, pemeriksaan penunjang serta konseling dan edukasi. Skrining ini dilakukan pada 2 (dua) tempat dengan sasaran usia lebih dari 15 tahun. 155 peserta berhasil dijaring dengan hasil karakteristik sebagian besar adalah perempuan dan berada pada usia remaja akhir serta dewasa akhir. Analisis selanjutnya menunjukkan sebagian besar berada dalam kategori normal dan optimal untuk pemeriksaan tekanan darah dan sebagian besar berada dalam kategori normal untuk pemeriksaan gula darah. Temuan lain gambaran pemeriksaan kolesterol yang menghasilkan lebih dari separuh peserta dalam kategori buruk serta hampir separuhnya memiliki kadar asam urat tidak normal. Skrining PTM berguna mengetahui faktor risiko PTM lebih awal agar dapat diambil tindakan berikutnya sebagai langkah pencegahan. Upaya yang dapat diambil antara lain melakukan pola hidup sehat dan berkonsultasi lebih lanjut kepada tenaga kesehatan.
Penyuluhan Rancangan Pelabelan dan Pengemasan Produk Pangan Oluo Sebagai Oleh-Oleh Khas Desa Kuok, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau Rahmayuni, Rahmayuni; Cahyani, Anita Tri; Simanjuntak, Nurladitauli; Wahyuni, Eva Dian; Aqira, Nazwa; Fauzi, Ariko; Cahyadi, Nourman Dwi; Dewi, Diah Ayu Purtala; Wardani, Atika; Wahyudi, Khoirul Ahmad; Situmorang, Jeriando Jaya Prido
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.16188

Abstract

Oluo merupakan makanan lokal yang diturunkan dari budaya leluhur yang diperoleh dari proses penggilingan Tobu. Sebagai makanan lokal, Oluo memiliki nilai budaya yang kaya dan unik. Pengemasan dan pelabelan merupakan faktor penting penunjang penampilan produk. Desain label kemasan diharapkan juga dapat mencerminkan filosofi produk seperti Oluo. Penggunaan unsur budaya seperti simbol, warna, pola dan bahasa dalam desain kemasan dapat memberikan rasa identitas yang kuat sehingga membangkitkan minat konsumen. Di era globalisasi, upaya melestarikan keanekaragaman budaya dan mempromosikan produk lokal harus dihormati dan diberdayakan. Melalui desain kemasan yang cerdas dan berkelanjutan. Oleh karena itu, produk lokal dapat secara kuat mewujudkan identitas budaya yang berharga dan memberikan kontribusi positif terhadap pengakuan ekonomi dan budaya di tingkat nasional dan internasional. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan produksi oluo di menyebarkan budaya lokal kepada masyarakat luas dengan modifikasi kemasan dan label produk oluo.
Revitalisasi Hidroponik sebagai Sarana Belajar di SMP Athalia, Tangerang Selatan, Banten Wulandari, Yasinta Ratna Esti; Hutagalung, Rory Anthony; Chow, Aozora Valentinus; Hartono, Celine Wijaya; Theja, Serafina; Karmawan, Listya Utami
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.13998

Abstract

Hidroponik dapat menjadi salah satu sarana pembelajaran tambahan bagi para siwa/i untuk mencapai pembangunan berkelanjutan/sustainable development goals (SDGs). Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada siswa/i SMP Athalia yang dilakukan oleh tim dosen Fakultas Teknobiologi bersama mahasiswa, perangkat hidroponik yang tadinya tidak dapat dimanfaatkan karena tanaman terkena air hujan sehingga menyebabkan tanaman merunduk dan minimnya pengetahuan terkait hidroponik dapat teratasi. Pelatihan dilaksanakan secara luring yang meliputi teori dan praktik teknik hidroponik yang diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan fasilitas hidroponik yang telah ada. Hasil monitor selama empat minggu dengan menggunakan tanaman sawi hijau, bayam merah, dan sawi pagoda dengan parameter tinggi daun, jumlah daun, dan bobot basah tanaman menghasilkan bayam merah memiliki pertumbuhan terbaik dengan bobot basah sebesar 17,26 gram. Evaluasi dan kuesioner kegiatan dilakukan dalam bentuk Microsoft Forms. Evaluasi pengetahuan serta pemahaman dari para siswa/i menunjukkan perubahan signifikan yang dapat dilihat dari peningkatan jumlah jawaban benar para siswa/i yang sebelumnya kurang tepat menjadi hampir keseluruhan siswa/i benar. Keseluruhan kegiatan workshop sudah berlangsung dengan cukup baik dan memadai, baik dalam hal perlengkapan, kesiapan, persiapan, maupun dari segi panitia.