cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
bimaberilmu@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
jagomipa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, desa Leu, RT. 009, RW. 004, Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27976475     EISSN : 27976467     DOI : https://doi.org/10.53299/jagomipa.v1i1
Core Subject : Science, Education,
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA memiliki e-ISSN: 2797-6467 dan p-ISSN: 2797-6475, menerbitkan jurnal hasil kajian teori dan penelitian pada pendidikan matematika dan IPA, baik hasil kajian dan penelitian pendidikan secara umum maupun hasil kajian dan penelitian pembelajaran dalam bidang pendidikan matematika dan IPA. JagoMIPA menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan maupun template yang sudah disediakan oleh pengelola. JagoMIPA adalah jurnal akses terbuka dibawah naungan Yayasan Pendidikan Bima Berilmu yang bertujuan menyebarkan keilmuan dan inovasi pendidikan dan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dan menunjang kegiatan dosen, guru, mahasiswa, maupun praktisi pendidikan lainnya dibidang pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 434 Documents
E-Modul Inquiry Based Learning Berbantuan Flip PDF Corporate Edition untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa SMA Materi Gelombang Cahaya Jeya Agusti; Bodi Gunawan; Rosane Medriati
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5067

Abstract

Pengajaran fisika masih menghadapi sejumlah kendala, terutama rendahnya motivasi siswa dan hasil belajar yang kurang memuaskan akibat penggunaan metode ceramah dan buku teks sebagai sumber utama pembelajaran, yang membuat siswa kurang terlibat selama proses pembelajaran. Penelitian ini tujuannya adalah untuk membuat e-modul inquiry based learning berbantuan Flip PDF corporate edition pada materi gelombang cahaya, mendeskripsikan kelayakan e-modul inquiry based learning, serta mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar, hasil belajar, dan respon siswa setelah penggunaan e-modul inquiry based learning. Pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) dalam studi ini didasarkan pada model ADDIE, yang terdiri dari tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Alat penelitian yang digunakan antara lain lembar validasi ahli, kuesioner motivasi belajar, tes hasil belajar, dan kuesioner respon siswa. Uji N-Gain dan persentase kelayakan digunakan untuk menganalisis data guna menilai perubahan pada hasil belajar dan motivasi. Berdasarkan temuan penelitian, e-modul dinilai sangat layak dengan tingkat kelayakan sebesar 92,54%, motivasi belajar siswa meningkat dengan nilai N-Gain sebesar 0,62 dengan kategori sedang, hasil belajar siswa meningkat dengan nilai N-Gain sebesar 0,67 yang diklasifikasikan sebagai kategori sedang. Respon siswa terhadap penggunaan e-modul sebesar 89,60% sehingga siswa melaporkan menggunakan e-modul inquiry based learning, memperoleh respon positif dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, e-modul inquiry based learning berbantuan Flip PDF corporate edition layak untuk digunakan sebagai sumber daya pengajaran fisika mengenai gelombang cahaya dan berpotensi agar hasil pembelajaran murid dan motivasinya bertambah.
Analisis Literasi Numerasi Ditinjau dari Motivasi Belajar pada Pembelajaran Realistic Mathematics Education Bernuansa Budaya Tempe Koro Benguk Berpendekatan Deep Learning Muhammad Iqbal Muhshinin; Detalia Noriza Munahefi
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5071

Abstract

Rendahnya literasi numerasi peserta didik Indonesia, sebagaimana tercermin dari hasil PISA 2022 yang menempatkan skor matematika Indonesia jauh di bawah rata-rata OECD, menjadi permasalahan mendesak yang perlu segera diatasi melalui inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) bernuansa budaya Tempe Koro Benguk berpendekatan Deep Learning terhadap literasi numerasi peserta didik, serta mendeskripsikan literasi numerasi ditinjau dari motivasi belajar. Penelitian menggunakan desain explanatory sequential mixed method dengan pretest-posttest control group design. Populasi adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Bulu Kabupaten Sukoharjo tahun pelajaran 2025/2026, dengan sampel kelas VII D sebagai kelas eksperimen (n = 30) dan kelas VII F sebagai kelas kontrol melalui teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes literasi numerasi, angket motivasi belajar, dan wawancara mendalam. Analisis kuantitatif menggunakan uji-t satu pihak, uji proporsi, dan uji-t dua sampel independen. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran RME bernuansa budaya Tempe Koro Benguk berpendekatan Deep Learning efektif: rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 79,83 melampaui Batas Tuntas Aktual (BTA = 66), ketuntasan klasikal mencapai 93%, rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan dibanding kelas kontrol, serta N-Gain sebesar 0,46 kategori sedang. Peserta didik motivasi tinggi konsisten memenuhi keempat indikator literasi numerasi, peserta didik motivasi sedang hanya memenuhi sebagian indikator secara tidak konsisten, sedangkan peserta didik motivasi rendah tidak memenuhi keempat indikator tersebut, terutama pada indikator merepresentasikan informasi dan mengevaluasi hasil penyelesaian.
Eksplorasi Etnomatematika Kain Tenun Buya Sabe Donggala dan Implikasinya dalam Pembelajaran Matematika Suci Ramadhani; Asdar Asdar; Bernard Bernard
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5077

Abstract

Penelitian ini penting dilakukan sebagai upaya pelestarian budaya lokal sekaligus menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa. Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi etnomatematika pada kain tenun buya sabe Donggala dan implikasinya dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengrajin tenun dan ahli budaya yang memahami kain tenun buya sabe Donggala. Subjek penelitian eksplorasi dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan uji coba LKPD melibatkan 23 orang siswa yang dipilih menggunakan totally sampling. Teknik analisis data dilakukan menggunakan model etnografi Spradley yang meliputi analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema budaya. Hasil eksplorasi kemudian digunakan sebagai dasar perancangan LKPD berbasis etnomatematika yang diujicobakan kepada 23 siswa untuk mengetahui respon siswa dalam penggunaan LKPD. Data respon siswa diperoleh melalui hasil pekerjaan siswa dan angket respon siswa yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif kain tenun buya sabe mengandung konsep matematika yang berkaitan dengan segitiga sama kaki, segitiga sama sisi, persegi, persegi panjang, belah ketupat, dan lingkaran. Selain itu, ditemukan tema budaya berupa keseimbangan dan keharmonisan pada motif belah ketupat, perjuangan pada motif lingkaran, kestabilan dan kekokohan pada motif segitiga, serta ketekunan dan kerja keras yang tercermin dalam motif persegi. Temuan tersebut diintegrasikan ke dalam LKPD melalui aktivitas mengidentifikasi motif, menghubungkan motif dengan konsep matematika, dan menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan motif kain. Hasil uji coba menunjukkan bahwa LKPD etnomatematika membantu memperkuat konsep segitiga sama kaki, segitiga sama sisi, persegi, persegi panjang, belah ketupat, dan lingkaran melalui konteks budaya lokal. Respon siswa diukur berdasarkan aspek keterbacaan 90%, aspek kemudahan 87%, dan aspek kepraktisan 90%, yang menunjukkan bahwa LKPD etnomatematika kain tenun memperoleh respon siswa dengan kategori sangat positif.
Manajemen Kelas dalam Problem-Based Learning pada Materi Keanekaragaman Hayati: Perannya dalam Mendukung Keterampilan Berpikir Kritis dan Sikap Peduli Lingkungan Siswa Aftakhul Rizkyana Meilani; Eny Hartadiyati Wasikin Haryanti; Azizul Ghofar Candra Wicaksono
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5081

Abstract

Keterampilan berpikir kritis dan sikap peduli lingkungan merupakan kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran biologi abad ke-21, terutama pada materi keanekaragaman hayati yang berkaitan erat dengan isu kerusakan lingkungan dan upaya pelestarian. Namun, keberhasilan pembelajaran berbasis masalah tidak hanya ditentukan oleh model pembelajaran yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam mengelola kelas agar proses diskusi, pemecahan masalah, dan interaksi siswa berlangsung efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kelas dalam penerapan model Problem Based Learning pada materi keanekaragaman hayati serta pengaruhnya terhadap keterampilan berpikir kritis dan sikap peduli lingkungan siswa. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan embedded design dan pendekatan kuantitatif dominan. Subjek penelitian adalah 35 siswa kelas X SMA Negeri 11 Semarang. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berpikir kritis, angket sikap peduli lingkungan, dan lembar observasi manajemen kelas. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji normalitas, paired sample t-test, N-Gain, dan effect size, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pelaksanaan manajemen kelas dalam pembelajaran PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan manajemen kelas melalui manajemen kurikulum dan instruksional, perilaku siswa, lingkungan fisik, serta lingkungan sosial kelas yang didukung oleh penerapan prinsip dan pendekatan manajemen kelas. Penerapan tersebut berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa yang ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata nilai dari 8,94 pada pretest menjadi 22,20 pada posttest, nilai N-Gain sebesar 0,88 (kategori tinggi), dan effect size sebesar 4,734 (kategori sangat tinggi). Hasil angket menunjukkan bahwa sikap peduli lingkungan siswa berada pada kategori mulai berkembang dengan rata-rata skor 3,33 dan persentase 83,45%. Oleh karena itu, penerapan model PBL yang didukung oleh manajemen kelas yang efektif mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis sekaligus menumbuhkan sikap peduli lingkungan siswa. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran manajemen kelas sebagai faktor pendukung keberhasilan pembelajaran berbasis masalah dalam mengembangkan kompetensi abad ke-21.
Eksplorasi Peran Self-efficacy terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Akmalatul Munawaroh; Emi Pujiastuti
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5095

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji peran self-efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan pada siswa kelas VIII-C SMP Negeri 1 Sumowono Tahun Ajaran 2025/2026. Enam subjek dipilih secara purposive berdasarkan kategori self-efficacy tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui angket self-efficacy, tes kemampuan pemecahan masalah matematis, dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy berperan penting terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis pada setiap indikator, yaitu reading and understanding, organizing strategy, solving the problem, dan confirmation of the process and answer. Siswa dengan self-efficacy tinggi mampu memenuhi seluruh indikator karena memiliki keberanian menghadapi tantangan (level), keyakinan dan ketekunan yang kuat (strength), serta kemampuan menerapkan strategi pada berbagai konteks (generality). Siswa dengan self-efficacy sedang masih mengalami keraguan dalam menyusun strategi dan merefleksikan hasil, sedangkan siswa dengan self-efficacy rendah mengalami kesulitan pada tahap perencanaan, penyelesaian, dan pemeriksaan kembali hasil. Disimpulkan bahwa semakin tinggi self-efficacy siswa, semakin optimal kemampuan pemecahan masalah matematisnya.
Pengembangan Media Pembelajaran Flipbook Berbantuan Canva terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas V SD Negeri 25 Palu Feibe Sido Risa; Nurul Fitriah Aras; Sinta Satria Dwi Pendit; Abdul Rahman; Ammar Abdullah Joni Guci
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa flipbook berbasis aplikasi Canva yang teruji valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang mencakup tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SD Negeri 25 Palu. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli, angket respons guru dan peserta didik, serta tes hasil belajar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitas produk yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media flipbook berbasis Canva memperoleh kategori sangat valid berdasarkan penilaian para ahli, kategori sangat praktis berdasarkan tanggapan guru dan peserta didik, serta terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik, sebagaimana terlihat dari peningkatan skor setelah media diterapkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran flipbook berbasis Canva layak diterapkan sebagai media pembelajaran IPAS di tingkat sekolah dasar guna mewujudkan proses pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna.
Pengaruh Problem-Based Learning Berbantuan Media Audiovisual terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar I Nyoman Budiarsana; Putu Sanjaya; I Ketut Suparya
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5108

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan keaktifan belajar, hasil belajar matematika, serta pengaruh simultan penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) berbantuan media audio visual terhadap siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan Non-Equivalent Pretest–Posttest Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 53 siswa kelas IV SD di Gugus V Kecamatan Busungbiu tahun pelajaran 2025/2026, dengan sampel 25 siswa yang dipilih melalui cluster sampling, terdiri atas 11 siswa kelompok eksperimen dan 14 siswa kelompok kontrol. Data keaktifan belajar dikumpulkan menggunakan lembar observasi, sedangkan hasil belajar matematika diukur melalui tes. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat, dan uji hipotesis dengan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) berbantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada keaktifan belajar dan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan model PBM berbantuan media audio visual dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (p < 0,05). Selain itu, hasil uji MANOVA menunjukkan bahwa penerapan model PBM berbantuan media audio visual berpengaruh signifikan secara simultan terhadap keaktifan dan hasil belajar matematika (p < 0,05). Dengan demikian, model PBM berbantuan media audio visual efektif meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar serta layak diterapkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menarik, dan bermakna.
Manajemen Strategik Pendidikan Sains Inklusif: Kajian Literatur Sistematis terhadap Praktik dan Tantangan Implementasi Agustinasari Agustinasari; Putu Kerti Nitiasih; Ni Nyoman Trisna Herawati; Putu Nanci Riastini
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5113

Abstract

Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap pendidikan sains inklusif, proses manajemen strategik yang memungkinkan penerapannya masih dibahas secara terpisah-pisah dalam literatur dan jarang dikaji sebagai satu fungsi organisasi yang utuh. Kajian ini bertujuan memetakan praktik, tantangan, strategi, dan dinamika kepemimpinan yang membentuk manajemen strategik dalam pendidikan sains inklusif di berbagai jenjang pendidikan. Kajian ini menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada kerangka PRISMA 2020, menelaah 21 artikel jurnal terindeks yang terbit antara tahun 2022 hingga 2026 dalam basis data ERIC. Hasil kajian menunjukkan lima tingkatan manajemen strategik implementasi pendidikan sains inklusif yang disesuaikan dengan kompleksitas kelembagaan dan keragaman peserta didik yaitu: Kemitraan Konumita, Pengembangan Profesional,  Fleksibelitas Kurikulum, Budaya Ekuitas dan Manajemen Perubahan. Institusi pendidikan formal cenderung menerapkan penyesuaian bertahap (inkremental) dibanding perubahan struktural yang lebih mendasar, sehingga hambatan sistemik yang tertanam dalam norma kelembagaan sebagian besar belum tertangani. Kepemimpinan sekolah muncul sebagai faktor yang berpengaruh namun masih kurang dikaji, terutama dalam menentukan bagaimana kebijakan inklusi dievaluasi dan diterjemahkan ke dalam praktik pembelajaran di kelas. Temuan ini memperluas teori kontingensi manajemen dengan menunjukkan bagaimana pendekatan strategik berkembang seiring kompleksitas organisasi. Secara praktis, pemimpin sekolah dan pembuat kebijakan dapat memanfaatkan tipologi yang ditemukan untuk merancang strategi yang kontekstual pembelajaran sains inklusif lebih transformatif. Penelitian selanjutnya perlu melakukan penelitian longitudinal tentang integrasi model Change Management dengan pedagogi sains inklusif untuk menangkap dinamika strategi manajemen inklusif dan memperluas cakupan penelitian pada jenjang SMK dan pendidikan Vokasi.
Pembelajaran Berbasis Etnomatematika untuk Meningkatkan Keterampilan Numerasi Siswa Sekolah Dasar Mariamah Mariamah; Fadlun Fadlun; Nur Qamariati; Ratnah Ratnah; Wahyuddin Anfal
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5128

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan hasil implementasi pembelajaran berbasis etnomatematika dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa di SDN Tonggorisa Kabupaten Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Desain penelitian menggunakan Quasi Experimental Design dengan rancangan One-Group Pretest–Posttest Design yang dilaksanakan pada dua sekolah (multi-site). Populasi sekaligus sampel sebanyak 63 siswa kelas II sekolah dasar. Data diperoleh melalui tes tertulis bentus esay dan dianalisis menggunakan statistik uji t dengan syarat analisis yaitu terpenuhi normalitas dan homogenitas. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang diterapkan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SDN Risa dan SDN Tonggorisa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest pada kedua sekolah (Sig. = 0,000 < 0,05). Selain itu, hasil analisis N-Gain menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata sebesar 0,68. Hasil uji perbedaan N-Gain juga menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,628 (> 0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar yang signifikan antara siswa di SDN Risa dan SDN Tonggorisa.
Penggunaan Information and Communication Technology Oleh Guru Kimia SMA Negeri Kota Singkawang Dalam Pembelajaran Wara Sri Anggitasari; Eny Enawaty; Masriani Masriani; Erlina Erlina; Rody Putra Sartika
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5133

Abstract

Perkembangan Information and Communication Technology (ICT) telah mendorong perubahan dalam dunia pendidikan, termasuk pada proses pembelajaran kimia yang memerlukan visualisasi untuk membantu peserta didik memahami konsep-konsep yang bersifat abstrak. Oleh karena itu, kemampuan guru dalam memanfaatkan dan mengintegrasikan ICT menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan Information and Communication Technology (ICT) oleh guru kimia SMA Negeri Kota Singkawang dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 12 guru kimia SMA Negeri yang tergabung dalam MGMP Kimia Kota Singkawang dan dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data meliputi angket, observasi modul ajar, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert dan lembar observasi berbentuk checklist yang telah divalidasi oleh ahli. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase untuk menggambarkan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ICT oleh guru kimia SMA Negeri Kota Singkawang dalam pembelajaran berada pada kategori cukup baik dengan rata-rata persentase sebesar 48%. Berdasarkan hasil angket, aspek penilaian pembelajaran memperoleh persentase tertinggi sebesar 54%, diikuti aspek penguasaan alat/software sebesar 51%, perangkat pembelajaran sebesar 47%, dan media pembelajaran sebesar 41%. Hasil observasi modul ajar menunjukkan bahwa integrasi ICT telah diterapkan pada tujuan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran, tetapi masih rendah pada penggunaan media pembelajaran, perangkat pembelajaran berbasis ICT, metode pembelajaran berbasis ICT, penilaian berbasis ICT, dan aktivitas peserta didik. Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru telah memanfaatkan ICT melalui aplikasi seperti Microsoft PowerPoint, Canva, YouTube, Google Form, dan Quizizz, namun pemanfaatannya masih didominasi sebagai pendukung penyampaian materi dan evaluasi pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan ICT oleh guru kimia telah diterapkan dalam proses pembelajaran, tetapi pemanfaatannya masih perlu ditingkatkan agar lebih optimal dan mampu mendukung pembelajaran yang lebih interaktif serta berpusat pada peserta didik. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan ICT oleh guru serta mengevaluasi efektivitas penerapan berbagai media dan aplikasi ICT terhadap hasil belajar peserta didik.