cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Media dan Peace Building: Media Literacy for Sekolah Wijaya Kusuma Students Adeline, Clarissa; Naha, Rambu; Yang, Angela Adriyanti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1942

Abstract

Abstract Globalization changes the nature of media and information dissemination, where media plays an important part in enhancing peace. But on the other hand, media is not only a tool to promote harmony but conflict as well. However, peacebuilding depends largely on media literacy. Media literacy offers people potentialities to promote peace, especially at young ages. Therefore, this program aims to help students improve their media literacy competence, specifically regarding how to use media wisely. This program also collaborates with Jawara Internet Sehat to promote the internet for positive use to 100 Wijaya Kusuma School students. The implementations of this program are divided into 3 stages, preparation, delivery, and evaluation. The preparation stage focused on analyzing the problems faced by Sekolah Wijaya Kusuma to help us build suitable training modules. Then in the delivery stage, we conduct training through seminars and workshops that focus on using media wisely and avoiding hoaxes. And lastly, we evaluate the feedback given by the students and the result shows that this program helps the student to improve their media literacy and promote peacebuilding through media.
PENDIDIKAN KETERAMPILAN PERDAMAIAN DAN RESOLUSI KONFLIK BAGI SISWA SMP DAN SMA SEKOLAH TUNAS DAUD DENPASAR, BALI Pattinussa, Jhon Maxwell Yosua; Geraldine, Christa Olivia; Niyu, Niyu; Parani, Rizaldi; Pratikno, Roy Vincentius
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1944

Abstract

Peace is both a need and a necessity for the Indonesian nation which has diversity. The difference that God has given to Indonesia is a gift that must be maintained and managed. Therefore, to avoid divisions and conflicts resulting from differences, it is only fitting that the Indonesian people are equipped with the knowledge and skills to manage this diversity. By focusing on the youth generation, as social agents in a peace society can be realized. Tunas Daud School, which was chosen to be a partner, houses students from various backgrounds and cultures. As a school built on Christian values ​​in a province where the majority adheres to Balinese Hinduism, the potential for conflict within the individual and group spheres is high, both in teaching and learning settings and in non-formal settings. In the process, a series of participatory interactive training activities were implemented for junior and senior high school students at this school. The team provides an understanding of peace and conflict resolution through nine training modules with a constructivist approach packed with various methods adapted for students in the age range of 12 to 18 years. The application of this skills training yielded very good overall results with the initial objectives being achieved. It also appears that there is an influence shown through the results of the pre-test and post-test as well as the evaluation results of the facilitator and participants.
MAINAN EDUKATIF MONTESSORI AREA SENI DAN BUDAYA UNTUK YAYASAN GRIYA SODAQO INDONESIA Azhar, Hanif; Putri, Anisa Silviana; Akhmadi, Akhmadi; Wiwid Sintowoko, Dyah Ayu; Fitriana Bahri, Nurul; Nurhidayat, Martiyadi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1945

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan validasi perancangan mainan edukatif montessori yang berfokus pada area seni dan budaya untuk anak-anak pada Yayasan Griya Sodaqo Indonesia. Latar belakang penelitian melibatkan komunitas SODAQO.id yang memberdayakan panti asuhan yatim duafa di Kota Bandung, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup dan pendidikan anak-anak. Dalam konteks ini, mainan edukatif Montessori dianggap sebagai solusi potensial untuk mengembangkan kreativitas, ekspresi diri, dan pemahaman tentang budaya anak-anak. Program pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode desain penelitian dengan tahap observasi, identifikasi kebutuhan, perancangan, validasi, dan analisis. Studi literatur digunakan untuk merumuskan dasar teoritis dari pendidikan Montessori, pengembangan seni dan budaya anak-anak, dan prinsip desain mainan edukatif. Observasi langsung untuk memahami lingkungan dan kebutuhan anak-anak. Hasil observasi membantu dalam validasi hasil perancangan mainan edukatif yang mencakup elemen budaya Indonesia, serta terintegrasi dengan prinsip-prinsip Montessori. Hasil uji coba dan analisis menyatakan bahwa mainan edukatif Montessori dapat mendorong kreativitas, ekspresi seni, dan pemahaman budaya anak-anak. Solusi ini berpotensi meningkatkan perkembangan holistik anak-anak dalam lingkungan pendidikan yang inklusif. Penelitian ini memberikan manfaat praktis dengan menghasilkan mainan edukatif yang dapat diterapkan dalam program pendidikan Montessori di yayasan. Secara teoritis, kegiatan ini berkontribusi pada literatur tentang pendidikan montessori, pendidikan seni, dan pengembangan budaya anak. Lebih penting lagi, penelitian ini mendukung agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) dengan fokus pada pendidikan berkualitas (SDG 4), kesetaraan gender (SDG 5), dan pengurangan ketidaksetaraan (SDG 10). Keseluruhan, perancangan mainan edukatif Montessori ini memberikan potensi positif dalam memajukan pendidikan anak-anak melalui pendekatan yang kreatif, holistik, dan berkelanjutan
EDUKASI KESEHATAN PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA PENGUNGSI Arkianti, Maria Maxmila Yoche; Rumambi, Magda Fiske; Manik, Marisa Juniati; Tompunu, Marianna Rebecca Gadis; Paula, Veronica
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1946

Abstract

In the Southeast Asia region, two-thirds of all deaths are due to non-communicable diseases. Half of all premature deaths occur between the ages of 30 and 69 in 2021. The problem of non-communicable diseases can occur in all groups of society. One group at risk includes refugees. While in their home countries, refugees may have limited access to healthcare. As a result, non-communicable diseases may go undetected or poorly managed. Refugees may experience difficult conditions and lack of ongoing care while on the run which can exacerbate non-communicable diseases (NCDs). Indonesia is one of the destination countries for refugees from several countries such as Afghanistan, Myanmar, Somalia, Sudan and Iran. The purpose of this activity is to provide knowledge related to non-communicable diseases to refugees who are at an NGO in Jakarta. This activity was held online with the Zoom application. Education was provided in two sessions. The educational material provided was based on the results of a poll among refugees. Lectures and questions and answers were the methods used in the activity. The event went smoothly with participants showing enthusiasm on the question and answer side. From the evaluation results, participants expected this activity to be held again because the knowledge gained was useful for participants and the health session was very enjoyable.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA Hutapea, Adventina Delima; Sihombing, Riama Marlyn; Tahulending, Peggy Sara; Rumerung, Christie Lidya
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1949

Abstract

Remaja adalah tahap dimana adanya peningkatan yang pesat terhadap pertumbuhan dan perkembangan baik fisik, psikologis, dan juga intelektual. Remaja juga merupakan periode pertama dalam mempraktikkan seksualitasnya yang dapat dilihat sebagai pola perilaku yang dipelajari dengan melibatkan serangkaian kemampuan dan perasaan. Aktivitas seksual dini sepanjang masa remaja menimbulkan bahaya kesehatan yang merugikan dan konsekuensi pendidikan, termasuk infeksi menular seksual, kehamilan remaja, dan putus sekolah. Masalah ini dapat diatasi dengan memberikan edukasi tentang seksualitas seperti masalah dan kesehatan reproduksi. Pendidikan seksualitas sangat penting dilakukan untuk meningkatkan pemahaman kesehatan seksual khususnya pada usia remaja dan mencegah terjadinya masalah seksual. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui zoom dengan peserta adalah siswa/I SMP Terang Bagi Bangsa Pati. Adapun metode pelaksanaannya adalah pre-test, post-test, pemaparan materi, dan diskusi. Topik yang dijelaskan pada seminar ini adalah edukasi tentang masalah dan kesehatan reproduksi. Jumlah peserta yang hadir adalah 18 orang. Hasil kegiatan diperoleh adanya peningkatan pemahaman dari peserta berdasarkan nilai rata-rata pre-test (sebelum diberikan materi = 63.33) dan post-test (sesudah diberikan materi= 86.67) dengan p-value: 0.001.
PEKERJA SEHAT PRODUKTIVITAS KERJA MENINGKAT: EDUKASI KESEHATAN MENTAL DI LINGKUNGAN KERJA Ompusunggu, Fransiska; Theresia, Theresia; Arkianti, Maria Maxmila Yoche; Manihuruk, Gracia Akri Margareth; Togatorop, Lina Berliana; Rahawarin, Varel Hizkia Putra
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1950

Abstract

Kesehatan mental di lingkungan kerja merupakan keadaan sejahtera pada individu sehingga mampu mengatasi tekanan hidup, dapat bekerja secara produktif dan bermanfaat serta berkontribusi untuk komunitasnya. Kesejahteraan merupakan aspek kunci dari kesehatan mental sehingga berpengaruh positif atas lingkungan kerja. Salah satu tindakan preventif untuk mencegah masalah kesehatan mental dan akibat yang ditimbulkannya adalah dengan pemberian edukasi. Edukasi kesehatan mental dinilai penting dalam meningkatkan kesehatan mental pekerja karena dapat meningkatkan pengetahuan yang berkaitan dengan produktivitas kerja.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui status kesehatan dan meningkatkan pengetahuan pekerja mengenai kesehatan mental di lingkungan kerja. Kegiatan edukasi terdiri dari pemaparan materi, demonstrasi, pemberian poster, pelaksanaan pre-test dan post-test, serta pemeriksaan kesehatan. Hasil yang didapatkan adalah terjadi peningkatan nilai rerata posttest sebesar 7.5 apabila dibandingkan dengan nilai rerata pre-test. Artinya ada peningkatan pengetahuan responden setelah diberikan edukasi mengenai kesehatan mental. Berdasarkan skrining kesehatan mental melalui, tidak semua pekerja menyatakan bebas menyampaikan pendapat dalam rapat. Hal ini dapat menjadi masukan serta bahan pertimbangan bagi mitra dalam pengambilan keputusan untuk kesehatan mental karyawan dan efisiensi perusahaan.
PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN SERTA PENGOBATAN GRATIS DI WAINGAPU SUMBA TIMUR Patrisia, Ineke; Juniarta, Juniarta; Pakpahan, Martina; Agustine, Uly; Manumesa, Alhairani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1951

Abstract

Kondisi topografi Sumba Timur secara umum di daerah pesisir, landai sampai bergelombang dan berbukit (pegunungan). Akses keterjangkauan layanan kesehatan yang masih terhitung sulit untuk dijangkau serta tingkat ekonomi masyarakat yang rendah. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan layanan langsung kepada masyarakat dengan memberikan penyuluhan ISPA, demam berdarah, cuci tangan dan kebersihan kuku. Kegiatan PkM juga mencakup pemeriksaan kesehatan oleh dokter dan pemeriksaan darah bagi peserta yang terindikasi serta mendapatkan pengobatan gratis. Kegiatan dilakukan di 2 wilayah kerja RSK Lindimara dengan total 195 orang. Penyakit terbanyak di Desa Mbatapuhu yaitu ISPA sebanyak 18,25% dan Desa Tapil yaitu ISPA sebanyak 42,02%. Selama penyuluhan, para peserta tampak mengerti penjelasan penyaji dan hampir sebagian besar peserta menyatakan bahwa mereka lebih mengerti terkait materi. Hal tersebut tampak dari kemampuan para peserta yang dapat mengulang kembali materi yang didapat dan dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh penyaji. Pelaksanaan edukasi cuci tangan kepada anak-anak SD berjalan dengan lancar tetapi tidak bisa diaplikasikan dikarenakan ketidaktersediaan air bersih. Pada hasil pemeriksaan darah bagi peserta yang terindikasi, didapatkan hasil pemeriksaan 2 dari 11 orang tidak normal kadar asam uratnya, 1 dari 7 orang tidak normal kadar kolesterolnya dan 1 dari 2 orang tidak normal gula darahnya. Pengobatan dilakukan oleh dokter dengan diberikan obat-obatan sesuai dengan kondisi penyakitnya. Dampak program kegiatan ini adalah RSK Lindimara yang membawahi kedua wilayah sebagai wilayah kerja menjadi mengetahui fenomena dan kejadian yang terjadi serta dapat memberikan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan kepada masyarakat.
THERAPLAY UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI, KEBAHAGIAAN DAN PENGELOLAAN STRESS PADA CALON PEKERJA MIGRAN Astuti, Sri Wahyuning; Yenny, Yenny; Wardani, Laila Meiliyandrie Indah; Dearly, Dearly; Bustami, Mohammad Reevany
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1953

Abstract

To be able to become a worker in a foreign country, of course, one must have sufficient provisions, both skills and the mental condition of the prospective worker. Workers who will be sent abroad must have the skills needed by the intended company. Preparation and improvement of workers' skills, among others, is carried out at the Job Training Institute. Mainstay Job Training Institute, is one of the LPK that prepares workers to be sent, among others, to Japan.This Community Service activity aims to manage the emotions of prospective migrant workers. Efforts to process emotions into positive ones are carried out by Therplay, namely playing as an effort to drive away boredom and increase self-confidence. Some of the game patterns that are carried out are making palm prints using either flour or watercolour.The provision of materials to 100 prospective migrant workers succeeded in increasing self-confidence, creating joy and a comprehensive understanding of the self-concept of each prospective migrant worker.
BELAJAR DI TENGAH MASA PANDEMI MELALUI BIMBINGAN BELAJAR EAGLE NEST Tangkin, Wiyun Philipus; Cendana, Wiputra; Sari, Ganda
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1954

Abstract

Bimbingan belajar Eagle Nest ini adalah bimbingan belajar nonprofit yang diinisiasi oleh Gereja Baptis Indonesia dan bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan - Teachers College (FIP-TC), UPH. Keprihatinan tercetus saat mendengar sharing dari anggota jemaat yang tinggal di daerah setempat yang prihatin terhadap masyarakat sekitar, dimana anak-anak yang berperan sebagai siswa mengalami kesulitan belajar, disebabkan oleh beberapa faktor seperti tidak adanya pendampingan lanjutan dalam belajar setelah pulang sekolah, tingkat pendidikan orang tua yang rendah, dan juga kesibukan orang tua yang harus bekerja mencari nafkah. Anak-anak ini, berasal dari keluarga tidak mampu. Kegiatan bimbingan belajar dimulai pada tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Mata pelajaran yang diajarkan adalah Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris. Metode belajar bermain akan diterapkan untuk siswa TK hingga SD kelas III, sedangkan untuk SD kelas IV hingga SMA akan disesuaikan dengan materi yang diajarkan. Bimbingan belajar dilakukan secara daring, sebanyak 3 kali pertemuan per minggu, dan yang mengajar (tutor) adalah mahasiswa FIP-TC, UPH yang sudah diseleksi sebelumnya. Hasil dari kegiatan ini adalah kemampuan siswa meningkat dalam hal membaca, menulis, dan berhitung bagi siswa TK hingga SD, dan juga kemampuan siswa dalam mata pelajaran Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris meningkat untuk SMP hingga SMA. Selain itu, keterampilan mengajar mahasiswa calon guru juga meningkat bahkan semakin dikuatkan dalam menghidupi panggilannya sebagai guru.
Pendidikan Keterampilan Perdamaian dan Resolusi Konflik untuk Siswa SMA Sekolah Lentera Harapan Banjar Agung Pandjaitan XIV, Qanszelir GB; Arlan, Adri; Wardaningsih, Agustin Diana; Patading, Gusti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1955

Abstract

Indonesia selalu memiliki impian mulia untuk meraih perdamaian yang berkelanjutan di tengah beragam perbedaan. Pendidikan senantiasa menjadi cara paling luhur untuk meraih perdamaian. Pendidikan berdasarkan pengetahuan dan keterampilan perdamaian diperlukan di tengah berbagai kelompok masyarakat, khususnya bagi generasi penerus bangsa. Sekolah Lentera Harapan (SLH) Banjar Agung terletak di area padat penduduk dengan latar belakang perbedaan yang beragam. Kemudian, lokasi SLH Banjar Agung yang terletak di Provinsi Lampung yang merupakan penghubung antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa berpotensi menghasilkan begitu banyak konflik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan sebanyak-banyaknya elemen perdamaian dan resolusi konflik sedari dini serta turut berkontribusi dalam upaya menghasilkan agen perdamaian yang senantiasa dibutuhkan di Indonesia dan juga di seluruh dunia. Seluruh siswa menjalani serangkaian kegiatan interaktif berbasis pelatihan partisipatoris sebagai bentuk implementasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Konstruktivisme yang didukung beragam metode aktivitas, yaitu: bermain peran, curah pendapat, dramatisasi, dan sebagainya. Seluruh kegiatan dibingkai menjadi sembilan modul yang sistematis. Hasil pre-test, post-test, evaluasi fasilitator, hingga evaluasi peserta menunjukkan bahwa kegiatan berjalan dengan sangat baik dan tujuan kegiatan dapat tersampaikan dengan memadai. Dampak dari kegiatan ini tidak akan dapat langsung terlihat. Tetapi, seluruh peserta yang mengikuti kegiatan sudah semakin diperlengkapi oleh nilai-nilai perdamaian dan resolusi konflik.