cover
Contact Name
Junita Yosephine Sinurat
Contact Email
junitasinurat@unja.ac.id
Phone
+6285297202192
Journal Mail Official
jurnalpendidikansejarah@unja.ac.id
Editorial Address
Jl. Jambi - Muara Bulian No.KM. 15, Mendalo Darat, Kec. Jambi Luar Kota, Kab. Muaro Jambi, Jambi 36361
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jejak: Jurnal Pendidikan Sejarah Universitas Jambi
Published by Universitas Jambi
ISSN : -     EISSN : 28089111     DOI : https://doi.org/10.22437/jejak
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Sejarah dan Pendidikan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Jambi yang berkerja sama dengan Perkumpulan Prodi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI). Jurnal ini menerbitkan makalah penelitian asli, artikel konseptual, artikel review dan studi kasus. Fokus dan Cakupan jurnal ini terdiri dari Seluruh Spektrum Pembelajaran Sejarah Dan Pendidikan Sejarah yang meliputi: Sistem Pendidikan, Kurikulum, Nilai-Nilai Pendidikan, Peninggalan Sejarah Lokal Media Dan Sumber Pembelajaran Sejarah, Evaluasi Pembelajaran Sejarah Dan Topik Terkait Lainnya.
Articles 115 Documents
PENGEMBANGAN BULETIN DIGITAL CANVA SEBAGAI MEDIA LITERASI MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Husna, Lobelia Asmaul; Absor, Nur Fajar; M. Fakhruddin; Adiningtyas Oktaviany; Dinna Kamila
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 5 No. 2 (2025): Sejarah Indonesia dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jejak.v5i2.50168

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut adanya inovasi media pembelajaran yang mampu menumbuhkan partisipasi aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buletin digital berbasis Canva sebagai media literasi multikultural dalam pembelajaran sejarah di sekolah menengah. Model penelitian yang digunakan adalah ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Penelitian dilaksanakan di SMAN 84 Jakarta dan SMAN 31 Jakarta dengan subjek siswa kelas X dan XI. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa buletin digital Canva dinilai sangat valid oleh ahli teknologi pendidikan dengan skor 4,75, terutama pada aspek desain visual, kebahasaan, dan substansi sejarah. Uji coba terbatas menunjukkan bahwa media ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai multikulturalisme, menumbuhkan empati sejarah, dan membuat pembelajaran sejarah lebih menarik serta kontekstual. Guru juga menilai bahwa buletin digital ini mudah digunakan dan dapat dikembangkan secara mandiri oleh siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa media digital berbasis Canva efektif untuk mengintegrasikan pembelajaran sejarah dengan pendidikan multikultural, sekaligus memperkuat kesadaran berbangsa yang inklusif di era digital.
AKULTURASI BUDAYA DAN STRATEGI PEKABARAN INJIL TAHUN 1913 DI MAKALE Imanuel, Herpi; Dasfordate, Aksilas; Ramaino, Almen Sulpedi
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 5 No. 2 (2025): Sejarah Indonesia dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jejak.v5i2.50252

Abstract

Fokus kajian ini adalah interaksi antara budaya Toraja yang menganut Aluk Todolo dengan strategi pekabaran Injil pada awal abad ke-20. Sebelum hadirnya Injil, Aluk Todolo berfungsi sebagai pedoman hidup yang mengatur pola pikir, perilaku, dan tata kehidupan sosial masyarakat Toraja. Kehadiran Injil mulai diperkenalkan setelah Belanda menaklukkan Toraja pada 1906 melalui lembaga zending Gereformeerde Zendingsbond (GZB). Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan strategi zendeling dalam pekabaran Injil tahun 1913 di Makale serta mendeskripsikan faktor penerimaan Kristen di tengah budaya masyarakat Toraja. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan strukturalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi zendeling dilakukan melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pendekatan terhadap kepala suku. Melalui pendidikan diperkenalkan pengetahuan modern, pelayanan kesehatan menghadirkan kepedulian nyata, sedangkan dukungan kepala suku memperluas penerimaan Injil. Faktor sosial dan akulturasi budaya turut mempercepat proses penerimaan, sebab Injil tidak meniadakan adat, tetapi memberi makna baru pada tradisi seperti Rambu Solo’, Rambu Tuka’. Kesimpulannya, keberhasilan pekabaran Injil di Makale tahun 1913 terwujud karena strategi zendeling yang holistik dan mampu berdialog dengan budaya lokal. Proses ini menghasilkan transformasi sosial-religius yang mengintegrasikan nilai budaya Toraja dengan ajaran Kristen.
TRANSFORMASI MOTIF SONGKET SEBAGAI BAGIAN DARI BUDAYA LOKAL DALAM MENJAGA TRADISI DI ERA KONTEMPORER : Integrasi dalam Pembelajaran Sejarah Ramona, Nadia; Warsani, Henki; Puspita, Roza
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 5 No. 2 (2025): Sejarah Indonesia dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jejak.v5i2.50364

Abstract

Salah satu warisan budaya Indonesia yang tak ternilai harganya adalah songket. Songket mengalami berbagai transformasi signifikan sepanjang sejarahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana transformasi motif songket dapat berperan dalam melestarikan tradisi di era kontemporer sehingga eksistensi tenun songket dapat terus terjaga dari zaman ke zamannya, diintegrasikan dalam pembelajaran sejarah yang sarat akan nilai dan makna agar generasi muda memahami nilai-nilai budaya Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan memadukan analisis visual, pendekatan etnografi, dan studi transformasi budaya. Penelitian ini memberikan wawasan yang dalam tentang keindahan budaya kain songket yang merupakan warisan yang penting untuk dijaga. tenun songket berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan, serta memperkuat hubungan masyarakat dan warisan budaya mereka. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi upaya pelestarian warisan budaya Indonesia.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI TRADISI NGUMBAI LAWOK SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT LAMPUNG PESISIR Maskun; Sumargono; Rinaldo Adi Pratama; Afwan, Bahtiar; Navil Alfarisi Abbas
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 5 No. 2 (2025): Sejarah Indonesia dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jejak.v5i2.50761

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mempelajari pendidikan karakter masyarakat Lampung Pesisir melalui tradisi Ngumbai Lawok sebagai kearifan lokal. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan etnografi untuk menjelaskan kebudayaan lokal Ngumbai Lawok, sebuah komunitas di Pesisir Tanggamus, Lampung. Penelitian menunjukkan bahwa budaya dan sejarah lokal memiliki nilai-nilai pendidikan karakter yang penting untuk diajarkan kepada generasi muda. Salah satu budaya adalah tradisi Ngumbai Lawok, yang dilakukan oleh masyarakat Lampung Pesisir yang tinggal di wilayah Tanggamus. Masyarakat pesisir Lampung, yang dikenal sebagai "Ulun Lampung Saibatin", melakukan upacara yang menunjukkan rasa syukur atas hasil laut yang disebut Ngumbai Lawok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan sejarah lokal ke dalam pembelajaran sejarah, pendidikan karakter tradisi Ngumbai Lawok dapat menarik minat siswa dan membuat pembelajaran khsusunya sejarah lebih bermakna.
Posisi Daerah-Daerah Hinteland Dalam Aktivitas Perdagangan di Pelabuhan Ternate Abad XV-XIX Marian, Boni; Dasfordate, Aksilas; Urlialy, Gesia Mira
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 6 No. 1 (2026): Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jejak.v6i1.49265

Abstract

Pengetahuan dan keterampilan berlayar merupakan modal berharga masayarakat Kepulauan Maluku dari zaman kuno, klasik hingga zaman kolonial, menjadikan Kepulauan ini sangat ramai dalam perputarab perdagangan dunia saat itu. Pendekatan sejarah maritim yang disandingkan dengan metode sejarah dilakukan dalam penelian ini untuk mengungkapkan fenomena yang terjadi berkaitan dengan posisi darah-daerah hinterland dalam aktvitas perdagangan di Pelabuhan Ternate Abad XV-XIX. Pelabuhan dari Kesultanan Tidore, Jailolo dan Bacan merupakan Pelabuhan yang memgang peranan penting sebagai daerah pemasok utama komoditi dagang bagi Kesultanan Ternate dalam perdagangan rempah-rempah di Maluku.
Analisis Framing Pemberitaan Kompas tentang Reformasi Mei 1998 dan Dampaknya terhadap Jatuhnya Kepemimpinan Soeharto Yustina Sri Ekwandari; Aprilia Triaristina; Shabita Erliza
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 6 No. 1 (2026): Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jejak.v6i1.54450

Abstract

Penelitian ini menganalisis framing pemberitaan Kompas selama Reformasi Mei 1998 dan dampaknya terhadap jatuhnya kepemimpinan Presiden Soeharto. Menggunakan teori framing Robert M. Entman, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Kompas memilih, menonjolkan, dan menyajikan isu-isu krisis ekonomi, pelanggaran HAM, dan protes mahasiswa untuk membentuk persepsi publik terhadap pemerintahan Orde Baru. Kompas secara konsisten membingkai masalah utama sebagai krisis multidimensi yang diakibatkan oleh kegagalan pemerintah, dan menggambarkan mahasiswa serta masyarakat sebagai korban ketidakadilan. Framing ini mendorong publik untuk melihat tindakan represif aparat sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang semakin merusak legitimasi pemerintah. Melalui pemberitaan tentang peristiwa-peristiwa seperti kematian mahasiswa dalam insiden Trisakti dan meningkatnya protes, Kompas menyampaikan kritik terhadap pemerintah yang dianggap tidak mampu merespons tuntutan rakyat. Framing ini mengarah pada penguatan kesadaran sosial dan mempercepat delegitimasi Soeharto sebagai pemimpin. Pemberitaan Kompas juga memunculkan solusi berupa reformasi dan transisi kepemimpinan yang damai sebagai langkah yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi negara. Studi ini menyimpulkan bahwa Kompas berperan penting dalam mempercepat proses reformasi di Indonesia dengan memberikan informasi yang membentuk opini publik yang kritis, yang pada akhirnya berkontribusi pada pengunduran diri Soeharto pada Mei 1998.
Integrasi Nilai-nilai Humanisme Dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 7 Surakarta Kinasih, Rosa Estri; Sariyatun
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 6 No. 1 (2026): Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jejak.v6i1.55149

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari kenyataan bahwa pembelajaran sejarah masih cenderung menitikberatkan pada hafalan fakta, sehingga nilai-nilai kemanusiaan belum terinternalisasi secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji efektivitas penerapan nilai-nilai humanisme dalam pembelajaran sejarah serta mengidentifikasi kendala atau hambatan yang muncul dalam proses tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap guru sejarah sebagai informan utama, observasi dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai humanisme dalam pembelajaran sejarah tergolong efektif dalam membentuk karakter peserta didik. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kemampuan berpikir kritis, berkembangnya empati terhadap peristiwa sejarah, serta munculnya sikap toleransi dan kepedulian sosial. Namun terdapat beberapa hambatan, seperti keterbatasan waktu pembelajaran, tuntutan kurikulum, kesulitan dalam menilai aspek afektif, serta keterbatasan literasi kritis siswa.
Tradisi Bemasak dan Kocek Bawang di Desa Sungai Buaya Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan Ervina; Handoyo, Eko; Hussin, Hanafi; Armadi, Indriana Eko
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 6 No. 1 (2026): Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jejak.v6i1.56136

Abstract

Tradisi Kocek Bawang merupakan suatu kegiatan dimana seluruh keluarga, sanak, saudara beserta tetangga berkumpul untuk membantu mempersiapkan acara resepsi pernikah atau acara khitanan yang akan diselenggarakan oleh warga Desa Sungai Buaya. Bemasak atau Ngocek Bawang ini dilakukan sebelum puncak acara resepsi tepatnya satu hari sebelum acara dimulai yang biasanya dilakukan pada hari sabtu jika acara nya minggu dan kegiatannya didominasi oleh para perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tradisi yang ada di Desa Sungai Buaya sebagai bentuk pelestarian terhadap budaya lokal daerah. Pada penelitian kali ini, digunakan metode deskriptif kualitatif serta teknik yang digunakan dalam pengumpulan data melalui observasi, wawancra serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini sampai sekarang masih diberlakukan di Desa Sungai Buaya serta menjadi wujud pelestarian terhadap tradisi lokal daerah agar tidak hilang dan tetap ada.
Dinamika Tradisi Bersih Desa Keduk Beji di Desa Dero Kabupaten Ngawi Tahun 2000-2023 Amelia, Mona Shenny Ratna; Hadiwibowo, Tubagus Umar Syarif; Ribawati, Eko
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 6 No. 1 (2026): Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jejak.v6i1.49964

Abstract

Tradisi Bersih Desa Keduk Beji di Desa Dero Kabupaten Ngawi merupakan wujud kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur terhadap hasil bumi sekaligus sarana menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan Yang Maha Esa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah kemunculan tradisi, menganalisis dinamika pelaksanaannya pada periode 2000–2023, serta mengungkap makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan metode historis dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara dengan tokoh masyarakat, perangkat desa, serta pelaku budaya setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Keduk Beji telah mengalami dinamika yang dipengaruhi oleh kebijakan daerah, perubahan sosial, dan modernisasi, namun tetap bertahan melalui adaptasi nilai-nilai religius dan sosial. Pada masa kepemimpinan Kepala Desa Ariyadi sejak 2013, kegiatan pengajian umum menjadi bagian dari prosesi tradisi, memperkuat sinergi antara aspek religius dan budaya. Di masa pandemi Covid-19 (2020–2021), pelaksanaan tradisi disederhanakan tanpa menghilangkan makna utamanya, dan kembali semarak pada 2022–2023. Tradisi ini mencerminkan nilai moral, sosial, spiritual, ekologis, dan edukatif yang berperan penting dalam memperkuat identitas serta solidaritas masyarakat lokal.
Fungsi Strategis Benteng Van The Bosch dalam Sejarah Kolonial di Jawa Timur Wangi, Aini Ambar; Olby, Findin Owiyun; Widiatmoko, Dimas; Ifallah, Dany; Setyaningrum, Hasna; Istinawati, Fitri
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 6 No. 1 (2026): Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jejak.v6i1.55086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi strategis Benteng Van den Bosch dalam konteks sejarah kolonial di Jawa Timur dan juga sebagai sumber belajar IPS. Benteng ini merupakan salah satu peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada abad ke-19 dengan pertimbangan militer dan geografis yang matang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif menggunakan pendekatan historis-deskriptif melalui studi pustaka dan analisis dokumen, dengan sumber utama buku Benteng Van den Bosch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benteng ini dirancang dengan prinsip arsitektur militer Eropa yang disesuaikan dengan kondisi tropis dan strategi pertahanan teritorial. Lokasinya yang berada di pertemuan Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun memperkuat perannya dalam pengawasan jalur transportasi dan mobilitas pasukan kolonial. Selain sebagai pusat pertahanan, benteng ini juga berfungsi sebagai simbol kekuasaan kolonial di wilayah pedalaman Jawa Timur. Dengan demikian, Benteng Van den Bosch memiliki nilai historis yang penting dalam memahami sistem pertahanan dan praktik kolonialisme di Indonesia.

Page 11 of 12 | Total Record : 115