cover
Contact Name
Hari Susanto
Contact Email
p3m.banten@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@poltekpel-banten.ac.id
Editorial Address
JL. Raya No.1, Karang Serang, Kec. Sukadiri, Tangerang, Banten 15330
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Marine Inside
ISSN : 27162656     EISSN : 29859638     DOI : 10.62391/ejmi
Core Subject : Engineering,
Jurnal Marine Inside adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Politeknik Pelayaran Banten. Jurnal ini merupakan media sarana publikasi berbagai macam penelitian dan pengembangannya di bidang Nautika, Permesinan Kapal, dan Manajemen Transportasi laut.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2025)" : 30 Documents clear
Evaluasi proses nota pembetulan data peti kemas pada dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) melalui Modul PEB Versi 6.0.11 dan portal pengguna jasa (Studi kasus: PT Jaya Plus Logistics) Purnaningratri, Indah; Mansur, Harri Mochamad; Anggraeni, Wulan
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.109

Abstract

Kegiatan ekspor memerlukan ketepatan dan kesesuaian data kepabeanan agar proses pengiriman barang dapat berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Salah satu dokumen utama dalam kegiatan ekspor adalah Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), yang mewajibkan pencantuman data peti kemas secara akurat. Dalam praktiknya, ketidaksesuaian data peti kemas sering terjadi sehingga diperlukan mekanisme nota pembetulan melalui sistem yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pelaksanaan nota pembetulan data peti kemas pada dokumen PEB melalui Modul PEB versi 6.0.11 dan Portal Pengguna Jasa di PT Jaya Plus Logistics. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses nota pembetulan data peti kemas melalui kedua sistem tersebut telah berjalan sesuai dengan ketentuan kepabeanan yang berlaku, namun masih menghadapi sejumlah kendala operasional, antara lain keterlambatan perolehan nomor peti kemas, kesalahan pemilihan peti kemas di depo, serta kekeliruan dalam penginputan data. Kendala tersebut berpotensi mempengaruhi efisiensi proses ekspor dan ketepatan data PEB. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan koordinasi antara pihak freight forwarder, eksportir, dan depo peti kemas, serta penguatan ketelitian dalam proses input dan verifikasi data guna meminimalkan terjadinya nota pembetulan di kemudian hari. Export activities require accurate and compliant customs data to ensure smooth and lawful shipment processes. One of the key documents in export operations is the Export Notification of Goods (PEB), which obliges exporters to provide precise container data. In practice, discrepancies in container information frequently occur, making container correction notes necessary through systems provided by the Directorate General of Customs and Excise. This study aims to evaluate the process of container data correction notes in PEB documents through the PEB Module version 6.0.11 and the Service User Portal at PT Jaya Plus Logistics. A qualitative research method was employed using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. The findings indicate that the container data correction process through both systems has generally complied with applicable customs regulations; however, several operational constraints remain, including delays in obtaining container numbers, incorrect container selection at depots, and errors in data entry. These issues may affect the efficiency of export operations and the accuracy of PEB data. Therefore, improved coordination among freight forwarders, exporters, and container depots, along with enhanced data verification procedures, is essential to reduce the occurrence of container correction notes in export activities.
Peran perlindungan hukum merek dalam pembentukan brand image dan trust pelanggan untuk mendukung ekspansi jasa transportasi laut Ndori, Akhmad; Kwartama, Agung
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perlindungan hukum merek dalam pembentukan brand image  dan trust pelanggan sebagai faktor pendukung ekspansi jasa transportasi laut pada PT Yicheng Logistik Transportasi Jakarta. Persaingan yang semakin ketat di industri transportasi laut menuntut perusahaan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memastikan adanya perlindungan hukum terhadap merek guna menjaga reputasi dan kepercayaan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods), dengan pengumpulan data kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada pelanggan serta data kualitatif melalui wawancara mendalam dengan manajemen perusahaan dan pihak terkait. Data kuantitatif dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum merek yang konsisten dan efektif berperan signifikan dalam memperkuat brand image  dan meningkatkan trust pelanggan, yang selanjutnya berkontribusi positif terhadap strategi ekspansi jasa transportasi laut perusahaan. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara aspek hukum dan strategi pemasaran merupakan elemen kunci dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha di sektor transportasi laut. This study aims to analyze the role of trademark legal protection in shaping brand image  and customer trust as supporting factors for the expansion of maritime transportation services at PT Yicheng Logistik Transportasi Jakarta. Increasing competition in the maritime transportation industry requires companies not only to enhance service quality but also to ensure adequate legal protection of trademarks in order to safeguard reputation and customer trust. This research adopts a mixed-methods approach, combining quantitative data collected through customer questionnaires and qualitative data obtained from in-depth interviews with company management and relevant stakeholders. Quantitative data were analyzed using descriptive and inferential statistical techniques, while qualitative data were examined through thematic analysis. The findings indicate that effective and consistent trademark legal protection plays a significant role in strengthening brand image  and enhancing customer trust, which in turn positively supports the company’s maritime service expansion strategy. This study highlights that the integration of legal protection and marketing strategies is essential for improving competitiveness and achieving sustainable growth in the maritime transportation sector.
Peran Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dalam penanganan pencemaran minyak di Pelabuhan Panjang Nawawi, Cholis Imam; Bintari, Pramudyasari Nur; Bhakti, Try Ananda Yusma
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.119

Abstract

Pencemaran minyak di wilayah pelabuhan merupakan permasalahan lingkungan maritim yang berpotensi menimbulkan dampak ekologis, sosial, dan ekonomi yang signifikan. Pelabuhan Panjang sebagai salah satu pelabuhan strategis di Indonesia memiliki intensitas aktivitas kapal dan bongkar muat yang tinggi, sehingga meningkatkan risiko terjadinya pencemaran minyak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Panjang dalam penanganan pencemaran minyak di wilayah Pelabuhan Panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur dengan pihak terkait, serta studi dokumentasi terhadap peraturan dan laporan penanganan pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KSOP Kelas I Panjang berperan sebagai regulator, koordinator, dan pengawas dalam penanganan pencemaran minyak, yang diwujudkan melalui pemeriksaan dokumen dan peralatan pencegahan pencemaran, koordinasi lintas instansi, serta pengawasan pelaksanaan penanggulangan tumpahan minyak. Penanganan pencemaran minyak dilakukan melalui metode fisika, kimia, dan biologi sesuai dengan ketentuan nasional dan konvensi internasional. Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa potensi kesalahan manusia dan keterbatasan kesiapsiagaan operasional. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penguatan sistem pengawasan dan peningkatan efektivitas penanganan pencemaran minyak di pelabuhan. Oil pollution in port areas represents a critical maritime environmental issue with significant ecological, social, and economic impacts. Panjang Port, as one of Indonesia’s strategic ports, experiences intensive shipping and cargo handling activities, which increase the risk of oil pollution incidents. This study aims to analyze the role of the Harbourmaster and Port Authority Office (KSOP) Class I Panjang in managing oil pollution at Panjang Port. A qualitative research approach with a descriptive-analytical method was employed. Data were collected through field observations, structured interviews with relevant stakeholders, and document analysis of regulations and pollution response reports. The findings indicate that KSOP Class I Panjang plays a crucial role as a regulator, coordinator, and supervisor in oil pollution management, implemented through document and equipment inspections, inter-agency coordination, and oversight of oil spill response operations. Oil pollution management is carried out using physical, chemical, and biological methods in accordance with national regulations and international conventions. Nevertheless, challenges remain, particularly related to human error and operational preparedness. This study is expected to contribute to strengthening port environmental governance and improving the effectiveness of oil pollution management in port areas.
Analisis tubrukan KM Leuser saat proses olah gerak labuh jangkar di Teluk Lamong Nursyamsu; Tumanggor, Arief Hidayat; Sutryani, Henni; Anggeranika, Vidiana; Agustien, Puspa Gina
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.126

Abstract

Insiden tubrukan kapal masih menjadi salah satu permasalahan serius dalam keselamatan pelayaran, khususnya pada perairan sempit dan area labuh jangkar dengan lalu lintas padat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya tubrukan KM Leuser saat proses olah gerak labuh jangkar di Teluk Lamong, Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data primer berupa wawancara dengan nakhoda dan awak kapal serta observasi langsung, dan data sekunder berupa dokumen, berita acara, serta literatur terkait keselamatan pelayaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insiden tubrukan dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor alam berupa arus dan angin kencang, serta faktor human error yang meliputi perencanaan pelayaran yang kurang optimal dan pengambilan keputusan saat olah gerak. Selain itu, kondisi kepadatan area labuh jangkar turut memperbesar risiko terjadinya tubrukan beruntun. Penelitian ini menekankan pentingnya perencanaan olah gerak yang matang, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta koordinasi yang efektif dengan pihak terkait untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan referensi dalam upaya peningkatan keselamatan pelayaran, khususnya pada proses labuh jangkar di perairan sempit. Ship collision incidents remain a critical issue in maritime safety, particularly in narrow waters and congested anchorage areas. This study aims to analyze the contributing factors to the collision involving KM Leuser during anchoring maneuver operations in Lamong Bay, Surabaya. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing primary data obtained through structured interviews with the ship’s master and crew, as well as direct onboard and situational observations. Secondary data were collected from official incident reports, logbooks, regulatory documents, and relevant maritime safety literature. The findings reveal that the collision was primarily influenced by two major factors: environmental conditions, notably strong currents and high wind intensity, and human factors, including suboptimal voyage planning and inadequate decision-making during maneuvering operations. Additionally, high traffic density within the anchorage area significantly increased the likelihood of chain-reaction collisions. This study underscores the importance of comprehensive maneuvering and anchoring planning, enhancement of seafarers’ competence, and effective coordination with port authorities and related stakeholders. The results are expected to provide practical insights for improving navigational safety and risk mitigation during anchoring operations in narrow and congested waters.
Analisis Light Weight Tonnage (LWT) kapal penangkap ikan tipe longline berbahan fiberglass (Studi kasus: Dinas Perikanan Kabupaten Buton Selatan) Samaluddin, Samaluddin; Djunuda, Rahmawati; Mubarak, Azhar Aras; Gamsir, La Ode Abdul
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.129

Abstract

Perancangan kapal penangkap ikan menuntut ketepatan dalam penentuan berat kapal, khususnya berat kapal kosong (light weight tonnage / LWT), karena berpengaruh langsung terhadap displacement, stabilitas, dan performa operasional kapal. Pada praktiknya, perancangan kapal bantuan pemerintah masih sering mengabaikan analisis LWT secara komprehensif, terutama pada kapal berbahan fiberglass. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan nilai light weight tonnage (LWT) kapal penangkap ikan tipe longline berbahan fiberglass di Dinas Perikanan Kabupaten Buton Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, pengukuran langsung dimensi kapal, wawancara, dokumentasi, serta studi literatur. Perhitungan berat dilakukan dengan mengacu pada komponen utama LWT, yaitu berat konstruksi kapal, berat perlengkapan dan peralatan kapal, serta berat mesin penggerak berdasarkan kaidah perhitungan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai light weight tonnage kapal sebesar 950,18 kg, yang terdiri atas berat konstruksi kapal 415,83 kg, berat perlengkapan dan peralatan 175,30 kg, serta berat mesin penggerak 359,05 kg. Nilai LWT yang diperoleh menunjukkan pengaruh signifikan terhadap performa kapal, khususnya terkait stabilitas, olah gerak, dan kapasitas operasional saat berlayar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi teknis dalam perancangan kapal penangkap ikan berbahan fiberglass serta sebagai dasar evaluasi desain kapal bantuan pemerintah di sektor perikanan. Ramp door failure on Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) vessels can directly affect loading and unloading The design of fishing vessels requires accurate determination of ship weight, particularly the light weight tonnage (LWT), as it directly affects displacement, stability, and operational performance. In practice, the design of government-assisted fishing vessels often lacks comprehensive LWT analysis, especially for fiberglass vessels. This study aims to analyze and determine the light weight tonnage (LWT) of a fiberglass longline fishing vessel operated by the South Buton District Fisheries Service. A quantitative descriptive method was employed, with data collected through field observation, direct measurement of vessel dimensions, interviews, documentation, and literature review. The LWT calculation was conducted based on the main components, namely hull construction weight, equipment and outfitting weight, and propulsion machinery weight, in accordance with the rules of the Indonesian Classification Society (BKI). The results indicate that the vessel’s light weight tonnage is 950.18 kg, consisting of hull construction weight of 415.83 kg, equipment and outfitting weight of 175.30 kg, and propulsion machinery weight of 359.05 kg. The obtained LWT value significantly influences the vessel’s performance, particularly in terms of stability, seakeeping behavior, and operational capacity. The findings of this study are expected to serve as a technical reference for the design of fiberglass fishing vessels and as an evaluation basis for government-assisted vessel design in the fisheries sector.
Analisis kinerja sistem pembangkit listrik tenaga surya pada prototipe robot pengangkut sampah perairan Nugraha, Rizki; Apriani, Yosi; Fadila, Fadila; Anwar, Wiwin Armoldo Oktaviani; Saleh, Zulkiffli
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.130

Abstract

Pemanfaatan energi terbarukan menjadi salah satu solusi strategis dalam mendukung teknologi ramah lingkungan, khususnya untuk penanganan permasalahan sampah di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang diterapkan pada prototipe robot pengangkut sampah perairan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental kuantitatif, dengan melakukan pengukuran langsung terhadap parameter kelistrikan sistem, meliputi tegangan, arus, dan daya keluaran panel surya, serta kinerja sistem pengisian baterai. Sistem PLTS terdiri atas panel surya polikristalin berkapasitas 10 Wp, solar charge controller tipe PWM, dan baterai VRLA 12 V sebagai penyimpan energi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kebutuhan daya total robot sebesar 27,82 W, dengan arus operasi sekitar 2,28 A pada tegangan baterai 12,2 V, sehingga robot mampu beroperasi selama ±1 jam per siklus kerja. Panel surya menghasilkan daya maksimum sebesar 7,70 W pada kondisi cuaca cerah sekitar pukul 11.00 WIB, sedangkan solar charge controller mampu menjaga kestabilan tegangan pengisian pada 14,4 V dengan daya keluaran maksimum mencapai 20,73 W. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem PLTS mampu mendukung operasional prototipe robot melalui mekanisme pengisian baterai, namun kapasitas panel surya masih memiliki keterbatasan untuk suplai daya langsung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sistem PLTS yang lebih optimal pada aplikasi robot lingkungan perairan. The utilization of renewable energy represents a strategic solution to support environmentally friendly technologies, particularly in addressing waste problems in aquatic environments. This study aims to analyze the performance of a Solar Power Generation System (SPGS) applied to a prototype of an aquatic waste-collecting robot. A quantitative experimental method was employed by conducting direct measurements of the system’s electrical parameters, including voltage, current, and power output of the solar panel, as well as the performance of the battery charging system. The SPGS consists of a 10 Wp polycrystalline solar panel, a PWM-type solar charge controller, and a 12 V VRLA battery as the energy storage unit. The experimental results indicate that the robot requires a total power of 27.82 W, with an operating current of approximately 2.28 A at a battery voltage of 12.2 V, enabling the robot to operate for approximately 1 hour per working cycle. The solar panel produced a maximum power output of 7.70 W under clear weather conditions at around 11:00 a.m., while the solar charge controller successfully maintained a stable charging voltage of 14.4 V with a maximum output power of 20.73 W. The performance analysis shows that the SPGS is capable of supporting the robot’s operation through battery charging; however, the solar panel capacity remains insufficient for direct power supply. This study provides a foundation for further optimization of solar power systems in aquatic environmental robotics applications.
Evaluasi kelayakan fasilitas di PPN Palabuhanratu: Tinjauan terhadap dukungan infrastruktur bagi sistem logistik ikan nasional Gifarullah, Raqian Gilar; Farizhi, Azwin Jahid Al; Amelia, Aura Suci; Nazar, Alifa Fatimatun; Raihan, Bangbang; Desipa, Nova; Efendi, Maruf
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.131

Abstract

Ketersediaan infrastruktur pelabuhan perikanan yang memadai merupakan faktor kunci dalam mendukung efektivitas Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN), khususnya dalam menjamin kelancaran distribusi, mutu hasil tangkapan, dan keberlanjutan sektor perikanan. Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu berperan sebagai simpul distribusi strategis di wilayah selatan Pulau Jawa. Namun, peningkatan aktivitas perikanan dan kompleksitas logistik menuntut evaluasi kelayakan fasilitas pelabuhan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kelayakan infrastruktur PPN Palabuhanratu dalam mendukung efisiensi SLIN. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi non-partisipatif, dokumentasi lapangan, dan analisis data sekunder. Evaluasi dilakukan terhadap fasilitas pokok, fungsional, dan penunjang dengan mengacu pada regulasi dan standar teknis pelabuhan perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar fasilitas inti, seperti dermaga, kolam pelabuhan, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), kantor syahbandar, dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBUN), telah berfungsi secara operasional. Namun demikian, keterbatasan kapasitas dermaga, belum optimalnya fasilitas penyimpanan dingin, lemahnya integrasi sistem digital, serta belum tersedianya fasilitas pengelolaan limbah menjadi kendala utama yang berpotensi menurunkan efisiensi logistik ikan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas infrastruktur, penguatan sistem rantai dingin, penerapan digitalisasi layanan pelabuhan, serta pengembangan fasilitas penunjang berwawasan lingkungan guna memperkuat peran PPN Palabuhanratu sebagai simpul logistik ikan yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan dalam kerangka Sistem Logistik Ikan Nasional. The availability of adequate fishing port infrastructure is a key factor in supporting the effectiveness of the National Fish Logistics System (SLIN), particularly in ensuring smooth distribution, maintaining product quality, and promoting sustainability in the fisheries sector. The Palabuhanratu Nusantara Fishing Port (PPN Palabuhanratu) serves as a strategic distribution node in the southern region of Java Island. However, increasing fishing activities and logistical complexity require a comprehensive evaluation of port infrastructure feasibility. This study aims to evaluate the feasibility of infrastructure at PPN Palabuhanratu in supporting the efficiency of SLIN. A descriptive qualitative method was employed, utilizing non-participant observation, field documentation, and secondary data analysis. The evaluation covered core, functional, and supporting facilities, referring to relevant regulations and technical standards for fishing ports. The findings indicate that most core facilities, including docks, harbor basins, fish auction facilities, the harbor master office, and fuel stations for fishermen, are operational and functioning adequately. Nevertheless, limited dock capacity, insufficient cold storage facilities, suboptimal digital system integration, and the absence of wastewater management facilities remain major constraints that potentially reduce fish logistics efficiency. This study recommends infrastructure capacity enhancement, strengthening cold chain systems, implementing port service digitalization, and developing environmentally oriented supporting facilities to reinforce the role of PPN Palabuhanratu as an efficient, adaptive, and sustainable fish logistics hub within the framework of the National Fish Logistics System.
Integrasi strategi rekrutmen dan kompetensi awak kapal sebagai kunci keunggulan operasional dalam sektor pelayaran Aryaputra Singgih, Jay; Sulistyo, Marendra Budi; Malau, April Gunawan; Simanjuntak, Bernadtua
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.134

Abstract

Meningkatnya aktivitas pelayaran di Indonesia menuntut perusahaan pelayaran untuk memastikan kinerja operasional kapal yang optimal melalui pengelolaan sumber daya manusia yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh strategi rekrutmen dan kompetensi kerja awak kapal terhadap kinerja operasional kapal tanker. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 297 awak kapal tanker pada perusahaan pelayaran PT SMP Tbk. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi rekrutmen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja operasional kapal (β = 0,567; p < 0,05). Kompetensi kerja awak kapal juga berpengaruh positif dan signifikan dengan pengaruh yang lebih kuat (β = 0,814; p < 0,05). Secara simultan, strategi rekrutmen dan kompetensi kerja awak kapal berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja operasional kapal. Temuan ini menegaskan bahwa rekrutmen yang transparan dan berbasis kebutuhan operasional, serta penguatan kompetensi teknis dan adaptabilitas awak kapal, merupakan faktor penting dalam meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan operasional kapal tanker. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan pelayaran dalam merancang kebijakan rekrutmen dan program pengembangan kompetensi awak kapal guna mendukung kinerja operasional yang berkelanjutan. The increasing intensity of maritime activities in Indonesia requires shipping companies to ensure optimal ship operational performance through effective human resource management. This study aims to examine the effect of recruitment strategies and crew competencies on the operational performance of tanker vessels. A quantitative research approach was employed using a survey method involving 297 tanker crew members from PT SMP Tbk, an Indonesian shipping company. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using multiple linear regression with SPSS. The results indicate that recruitment strategies have a positive and significant effect on ship operational performance (β = 0.567; p < 0.05). Crew work competencies also show a positive and significant effect, with a stronger influence (β = 0.814; p < 0.05). Simultaneously, recruitment strategies and crew competencies significantly affect the improvement of ship operational performance. These findings highlight the importance of transparent and operationally aligned recruitment processes, as well as the development of technical competencies and adaptability among ship crews, in enhancing efficiency, safety, and operational sustainability of tanker vessels. This study provides practical implications for shipping companies in formulating recruitment policies and competency development programs to support sustainable operational performance.
Evaluasi penerapan Standard Operating Procedure (SOP) tank cleaning terhadap efisiensi persiapan muat pada Kapal Tanker MT Nova Naomi Agustiawan, Hendra; Anggraeni, Elva Febriana; Malik, Djamaludin
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.140

Abstract

Pembersihan tangki (tank cleaning) merupakan tahapan krusial dalam persiapan muatan pada kapal tanker karena berpengaruh langsung terhadap kualitas muatan, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Standard Operating Procedure (SOP) tank cleaning serta mengidentifikasi kendala yang mempengaruhi efisiensi persiapan muat di kapal tanker MT Nova Naomi. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi selama pelaksanaan praktik kerja laut (PRALA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SOP tank cleaning di MT Nova Naomi belum sepenuhnya sesuai dengan standar internasional, khususnya terkait aspek keselamatan kerja dan kesiapan peralatan. Keterbatasan fasilitas pendukung, rendahnya pemahaman awak kapal terhadap SOP, serta pengabaian penggunaan alat pelindung diri menyebabkan proses pembersihan tangki menjadi tidak optimal dan berdampak pada keterlambatan transisi muatan dari Crude Palm Oil (CPO) ke Olein. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan awak kapal, penyediaan peralatan yang memadai, serta pengawasan yang lebih ketat guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan keselamatan dalam pelaksanaan tank cleaning. Tank cleaning is a critical stage in cargo preparation on tanker vessels, as it directly affects cargo quality, occupational safety, and operational timeliness. This study aims to evaluate the implementation of the Standard Operating Procedure (SOP) for tank cleaning and to identify factors affecting the efficiency of loading preparation on the tanker MT Nova Naomi. A descriptive qualitative approach was employed in this research. Data were collected through direct observation, interviews, questionnaires, and documentation during the researcher’s sea practice (PRALA). The findings indicate that the implementation of the tank cleaning SOP on MT Nova Naomi has not fully complied with international standards, particularly regarding safety practices and equipment readiness. Limited supporting facilities, insufficient crew understanding of SOPs, and inadequate use of personal protective equipment resulted in suboptimal tank cleaning performance and delays in cargo transition from Crude Palm Oil (CPO) to Olein. This study recommends enhancing crew training, providing adequate cleaning equipment, and strengthening supervision to improve the effectiveness, efficiency, and safety of tank cleaning operations.
Analisis dampak kerusakan ramp door terhadap kinerja bongkar muat Kapal Ro-Ro KM Mutiara Ferindo VII Malindo, Ifan; Mudiyanto; Wiyono, Teguh
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.142

Abstract

Kerusakan ramp door pada kapal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) dapat berdampak langsung terhadap kinerja bongkar muat dan kelancaran operasional pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kerusakan ramp door terhadap kinerja bongkar muat pada kapal Ro-Ro KM Mutiara Ferindo VII. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi langsung di lapangan, wawancara dengan nahkoda, chief officer, dan bosun, serta dokumentasi pendukung. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerusakan ramp door yang disebabkan oleh putusnya wire rope akibat korosi dan kurangnya perawatan rutin mengakibatkan terhentinya proses bongkar muat, keterlambatan operasional kapal selama 4–5 jam, serta menurunnya efisiensi operasional dan kepercayaan pengguna jasa. Selain berdampak pada aspek operasional, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan kerja di area dermaga. Upaya penanganan dilakukan melalui penghentian sementara aktivitas, sterilisasi area, inspeksi awal, perbaikan darurat, serta evaluasi sistem perawatan kapal. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan perawatan preventif ramp door secara berkala sebagai upaya untuk menjaga kinerja bongkar muat dan keselamatan operasional kapal Ro-Ro. Ramp door failure on Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) vessels can directly affect loading and unloading performance as well as overall operational efficiency. This study aims to analyze the impact of ramp door damage on loading and unloading performance on the Ro-Ro vessel KM Mutiara Ferindo VII. A descriptive qualitative method with a case study approach was employed, using data collected through direct field observation, interviews with the master, chief officer, and bosun, and supporting documentation. The findings indicate that ramp door damage, caused by wire rope failure due to corrosion and insufficient routine maintenance, resulted in the suspension of loading and unloading activities, operational delays of approximately 4–5 hours, and decreased operational efficiency and user confidence. In addition to operational impacts, the incident also posed potential occupational safety risks in the port area. Corrective actions included temporary suspension of operations, area securing, initial inspections, emergency repairs, and evaluation of the vessel’s maintenance system. This study highlights the importance of implementing regular preventive maintenance of ramp doors to ensure loading and unloading performance and operational safety on Ro-Ro vessels.

Page 1 of 3 | Total Record : 30