cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Seminar Nasional IPA
ISSN : 29622905     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Proceeding Seminar Nasional IPA berisi artikel yang bertema inovasi pembelajaran IPA, penelitian dibidang IPA dan ilmu lingkungan yang berasal dari kegiatan Seminar Nasional IPA. Kegiatan Seminar Nasional IPA sendiri merupakan kegiatan yang diselengarakan oleh Jurusan IPA Terpadu UNNES dengan kerjasama dengan Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII). Kegiatan ini merupakan sarana komunikasi pertukaran informasi antara peserta seminar dengan narasumber yang kompeten terkait pembelajaran sains dan ilmu lingkungan, meningkatkan jejaring kerjasama dengan Jurusan IPA Terpadu FMIPA UNNES dan memfasilitasi pertukaran informasi ilmiah berkaitan pembelajaran IPA yang aktif, inovatif dan kreatif khususnya dalam menyongsong Pembelajaran Abad 21 dan pengembangan karakter berwawasan lingkungan.
Articles 118 Documents
Search results for , issue "2026" : 118 Documents clear
INTEGRASI ETNOSAINS DALAM PEMBELAJARAN STEM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN SISWA SMA Lilis Sulistyo Rini; Sudarmin; Dyah Rini Indriyanti
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali integrasi etnosains dalam pembelajaran STEM sebagaiupaya meningkatkan kemampuan penalaran siswa SMA. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Unit analisis dalampenelitian ini adalah siswa SMA yang terlibat dalam pembelajaran STEM yang terintegrasidengan etnosains. Sumber data terdiri dari siswa, guru, dan dokumen pembelajaran, yangdiperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Teknik pengumpulan datadilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan studi literatur. Data dianalisismenggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola penerapan etnosains dandampaknya terhadap kemampuan penalaran siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwaintegrasi etnosains dalam pembelajaran STEM dapat meningkatkan kemampuan penalarankritis dan kreatif siswa, dengan memperkaya pemahaman mereka tentang konsep ilmiahmelalui pendekatan yang relevan dengan budaya lokal. Kontribusi dari penelitian ini adalahuntuk memberikan wawasan baru tentang bagaimana menggabungkan etnosains denganpembelajaran STEM untuk mendukung pengembangan penalaran siswa di tingkat SMA.
PROBLEMATIKA DAN STRATEGI OPTIMASI MEDIA EVALUASI PEMBELAJARAN SAINS DI ERA DIGITALISASI: SINTESIS LITERATUR Amrina Yusra
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi pembelajaran sains pada jenjang SMP di abad ke-21 menuntut integrasi instrumendigital yang mampu mengukur kompetensi kompleks secara akurat. Namun, transisi darievaluasi konvensional ke digital masih menyisakan berbagai kendala struktural dan teknis.Penelitian ini bertujuan untuk memetakan problematika pemanfaatan media evaluasi sains danmerumuskan strategi optimasi sebagai solusi aplikatif. Melalui metode Systematic LiteratureReview (SLR) dengan protokol PRISMA, dilakukan analisis komprehensif terhadap 11 artikelilmiah pilihan (rentang tahun 2020-2025). Hasil sintesis menunjukkan bahwa meskipungamifikasi (Kahoot, Quizizz) dan sistem CBT cukup dominan, terdapat kelemahan krusialberupa distorsi fokus siswa pada elemen kompetisi, kerentanan terhadap kecurangan akademik,serta kendala aksebilitas perangkat. Sebagai bentuk optimasi, penelitian ini merumuskan bahwapengembangan aplikasi berbasis Mobile yang terdedikasi (Custom designed) menjadi strategibest practice. Strategi ini menawarkan fitur keamanan yang lebih ketat melalui pembatasanakses aplikasi eksternal, fleksibilitas navigasi, dan penyediaan umpan balik seketika (RealTime). Temuan ini memberikan implikasi strategis bagi praktisi pendidikan dalam merancangsistem evaluasi sains yang lebih tangguh dan autentik di masa depan.
RASIONALISASI POTENSI PENGELOLAAN EKOWISATA DI KABUPATEN MAYBRAT, PAPUA BARAT DAYA Okto Dommi Taruk Allo; Sepus Marten Fatem; Agustinus Murdjoko
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Maybrat yang terletak di wilayah kepala burung Pulau Papua memiliki kekayaangeodiversitas karst dan endemisme akuatik yang luar biasa, namun potensinya sebagai destinasiwisata berkelanjutan belum terkelola secara optimal. Penelitian ini bertujuan untukmengevaluasi kapasitas daerah Kabupaten Maybrat dalam menunjang kegiatan kepariwisataanmelalui identifikasi aset alam serta penilaian perspektif masyarakat lokal. Menggunakanpendekatan kualitatif-deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan pada 24 distrikdan wawancara mendalam dengan teknik purposive dan snowball sampling. Responden terdiridari tokoh masyarakat, aparat pemerintah, dan kepala keluarga yang mewakili subsukuAyamaru, Aitinyo, Aifat, dan Mare. Hasil penelitian mengidentifikasi 27 titik potensi ekowisatayang terbagi dalam empat zona utama: Aifat Raya, Ayamaru Raya, Mare Raya, dan AitinyoRaya, yang mencakup bentang alam karst, air terjun, dan danau yang bernilai sains tinggi.Analisis SWOT menunjukkan bahwa kekuatan utama Maybrat terletak pada kekayaanbiodiversitas dan modal budaya filosofi "Anu Beta Tubat" (semangat gotong royong). Namun,tantangan sistemik berupa keterbatasan infrastruktur, konektivitas, dan kapasitas sumber dayamanusia masih menjadi penghambat utama. Menariknya, ditemukan konsensus mutlak (100%setuju) dari responden terhadap rencana pengembangan ekowisata, yang mencerminkankepercayaan tinggi terhadap inisiatif pemerintah. Penelitian menyimpulkan bahwa transisiekonomi dari sektor agraris menuju sektor jasa ekowisata sangat layak secara ilmiah dan sosial.Keberhasilan implementasi sangat bergantung pada tata kelola kolaboratif dan zonasi dayadukung lingkungan yang ketat guna melindungi ekosistem karst yang rentan sekaligusmenjamin manfaat ekonomi inklusif bagi Orang Asli Papua.
Tinjauan Sistematis Terhadap Implementasi dan Dampak STEM dalam Pembelajaran IPA Inklusif Nadia Eka Ardhani; Ani Rusilowati; Arif Widiyatmoko; Tiara Dwi Wulandari
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPA inklusif memerlukan pendekatan yang mampu mengakomodasikeberagaman kebutuhan dan karakteristik siswa. Pendekatan STEM relevan karenamenekankan pembelajaran aktif, kontekstual, kolaboratif, dan berbasis pemecahan masalah.Kajian ini bertujuan menganalisis implementasi dan dampak STEM dalam pembelajaran IPAinklusif. Penelitian menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan alurPRISMA, meliputi identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan penetapan artikelinklusi. Data diperoleh dari Google Scholar, ERIC, dan Scopus, dengan rentang publikasi 2021-2026. Berdasarkan seleksi, diperoleh 15 artikel yang dianalisis secara deskriptif kualitatifmelalui sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa STEM dalam pendidikan IPAinklusif diterapkan melalui pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah,inkuiri, desain rekayasa, teknologi, media konkret, dan Universal Design for Learning (UDL).Implementasi STEM berdampak positif terhadap pemahaman konsep IPA, literasi sains,berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, kolaborasi, motivasi, partisipasi, danketerlibatan sosial siswa. Hambatan utama meliputi kesiapan guru, aksesibilitas, akomodasi,asesmen fleksibel, dan dukungan sumber daya. Kajian ini menyimpulkan bahwa STEMberpotensi menjadi pendekatan strategis untuk pembelajaran IPA yang inovatif, adaptif, daninklusif. Implikasinya, penelitian selanjutnya perlu mengembangkan model STEM adaptif danasesmen yang lebih fleksibel bagi siswa inklusif yang beragam.
KARAKTERISTIK HABITAT BEBERAPA LEMPENG TEKTONIK DI KEPALA BURUNG (VOGELKOP) PAPUA Krisma Lekitoo; Erny Poedjirahajoe; Ni Putu Diana Mahayani; Puja Mardi Utomo
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Kepala Burung (Vogelkop) di Papua, Indonesia, merupakan kawasan dengankompleksitas tektonik dan biodiversitas tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisishubungan antara proses tektonik, karakteristik habitat, serta distribusi flora dan fauna.Selama periode studi 10 tahun (20014–2025), melalui observasi lapangan (abiotik danbiotik) dan studi sekunder kami mengkarakterisasi habitat abiotik (komposisi geologi,jenis tanah, topografi) dan komunitas biotik (flora, fauna, jenis ekosistem) di seluruhlempeng tektonik yang stabil, aktif, dan ekotonik. Hasil menunjukkan bahwa interaksiLempeng Indo-Australian dan Lempeng Pasifik membentuk lima tipe lempeng utama:stabil, aktif, semi aktif, semi stabil dan ekoton. Variasi tektonik menghasilkan perbedaanhabitat yang mempengaruhi struktur biodiversitas. Lempeng stabil memilikikeanekaragaman flora tertinggi dan tipe ekosistem terbanyak (10 tipe ekosistem),lempeng aktif memiliki keanekaragaman flora rendah dan tipe ekosistem terendah (3 tipeekosistem), lempeng semi aktif memiliki keanekaragaman flora sedang dan tipeekosistem sedang (6 tipe ekosistem), lempeng semi stabil memiliki keanekaragaman florasedang dan tipe ekosistem sedang (6 tipe ekosistem), sedangkan lempeng ekotonmenunjukkan campuran spesies Sunda–Sahul dengan keanekaragaman flora rendahtinggi dan (6 tipe ekosistem). Studi ini menegaskan bahwa tektonik berperan sebagaipengendali utama biodiversitas melalui isolasi geografis, diferensiasi habitat, dandinamika ekosistem.
POTRET KEBUTUHAN PEMBELAJARAN INOVATIF MODEL PROJECT TERHADAP ENTREPRENEURSHIP DI PERGURUAN TINGGI Anita; Ani Rusilowati; Ellianawati
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memasuki era Industri 4.0 menuju 5.0, sistem pendidikan dituntut untuk beradaptasi dengankebutuhan kompetensi masa depan melalui integrasi teknologi dan literasi digital. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis kebutuhan mahasiswa dan alumni Program Studi PendidikanFisika Universitas PGRI Pontianak dalam pengembangan jiwa kewirausahaan melalui modelpembelajaran inovatif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif denganmenyebarkan angket kepada mahasiswa dan alumni. Instrumen penelitian mencakup indikatoranalisis kebutuhan kurikulum, fasilitas, pendampingan strategis, akses modal, dan jejaring,serta pemetaan profil entrepreneurship. Hasil penelitian menunjukkan urgensi tinggi padaintegrasi nilai kewirausahaan dalam kurikulum (83,21%) dan kebutuhan pendampinganstrategis terkait HAKI (79,42%). Pada profil entrepreneurship, responden menunjukkankecakapan teknis yang kuat pada literasi teknologi (85,53%) dan inovasi produk (85,48%),namun masih memiliki skor yang relatif rendah pada aspek mindset (76,29%) danentrepreneurial skill (76,07%). Temuan ini mengindikasikan perlunya rekonstruksi kurikulumberbasis Project-Based Learning (PjBL) yang diintegrasikan dengan kerangka Science,Technology, and Entrepreneurship (STE). Rekomendasi utama penelitian ini meliputioptimalisasi laboratorium sebagai pusat inkubasi bisnis dan penguatan ekosistemkewirausahaan untuk mentransformasi lulusan dari pencari kerja menjadi pencipta nilaiekonomi yang tangguh dan inovatif.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA IX SMP PADA MATERI GELOMBANG MEKANIK BERBASIS LABIRIN INTEGRITAS Skolastika Subekti; Nerru Pranutu Murnaka; Nancy Susianna
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IXSMP pada materi gelombang mekanik berbasis labirin integritas. Penelitian deskriptifkuantitatif dilakukan pada 62 siswa dengan instrumen tes uraian 4 soal yang mengukur 4indikator berpikir kritis berdasarkan facione (2013) yaitu interpretation, analisis, evaluasi daninference. Data dianalisis dengan persentase dan kriteria (Sangat Tinggi 89%-100%, Tinggi78%-88%, Sedang 65%-77%, Rendah 56%-64%, sangat rendah 0%-55%).Hasil menunjukan rata-rata kemampuan 58,71% kriteria sedang. Berdasarkan perindikator di peroleh nilai interpretation 41,94% kriteria rendah, analisis 43,55% kriteria rendah,evaluation 58,06% kriteria sangat rendah dan Inference 75,81 sangat rendah. Distribusi totaldengan persentase 20,97% sangat tinggi dengan jumlah 13 siswa, 22,58% Tinggi denganjumlah 14 siswa, 41,94% rendah dengan jumlah 26 siswa, 14,52% sangat tinggi dengan jumlah9 siswa. 0% tidak ada siswa yang masuk dalam kriteria sedang. Indikator Interpretation dananalisis paling lemah menjadi pembatas kemampuan keseluruhan. Distribusi kemampuanberpikir kritis menunjukkan labirin efektif bagi 43,55% siswa berprestasi tinggi, namun 56,46%siswa lemah memerlukan peningkatan dalam pembelajaran.
Peran Pembelajaran Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal dalam Memperkuat Literasi Ekologi dan Kesadaran Multikultural Sudirman; Woro Sumarni; Margareta Rahayuningsih
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan desain mixed-methods sekuensial eksplanatori untuk mengkajibagaimana pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal mendukung literasi ekologi dankesadaran multikultural siswa, serta bagaimana guru mengimplementasikan danmempertahankan desain pembelajaran tersebut. Survei dilakukan terhadap siswa (n = 217) danguru (n = 52 yang valid), diikuti dengan wawancara semi-terstruktur untuk menjelaskan polayang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap integrasi kearifanlokal, minat terhadap praktik budaya keberlanjutan, dan relevansi pembelajaran yangdipersepsikan berada dalam kategori Baik (M = 2,83; M = 2,92; M = 2,91). Namun, kemampuansiswa dalam menjelaskan hubungan mekanistik antara praktik budaya dan konsep ekologiberada dalam kategori Cukup (M = 2,61), dan tantangan yang dihadapi siswa terkait terminologiilmiah dan akses terbatas ke sumber belajar yang terintegrasi (M = 2,47). Implementasipembelajaran kontekstual oleh guru berada dalam kategori Sangat Baik (M = 3,66), sedangkanintegrasi kearifan lokal dan tantangan yang dihadapi guru berada dalam kategori Baik (M =3,34; M = 2,61), dengan fokus pada ketersediaan bahan ajar, pengembangan profesional, danketerbatasan waktu. Temuan wawancara mengonfirmasi bahwa konteks lokal meningkatkanmotivasi dan relevansi, namun siswa membutuhkan scaffolding bahasa-konsep untukmenjelaskan mekanisme secara lebih jelas, sementara guru membutuhkan materi yang terkurasidan waktu untuk perencanaan bersama.
Persepsi Mahasiswa S1 Terhadap Ilmuwan: Tantangan Mendobrak Stereotip Ilmuwan dalam Pendidikan Sains Sekolah Dasar Vinta A. Tiarani; Woro Sri Hastuti; Ikhlasul Ardi Nugroho; Evy Nur Rochmah; Pratiwi Pujiastuti
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi guru terhadap ilmuwan dan pemahaman tentang nature of science sangat mempengaruhipenguasaan strategi pembelajaran IPA. Persepsi tersebut mempengaruhi kualitas guru dalammengajar dan menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran IPA. Tetapi, persepsi guruyang tidak akurat terhadap ilmuwan dapat mengakibatkan pembelajaran IPA menjadi kurangoptimal. Penelitian sebelumnya mempelajari representasi ilmuwan dan pemahaman tentanghakikat sains serta meneliti hubungan antara representasi ilmuwan dan hakikat sains. Penelitiantersebut mengidentifikasi dan mengukur persepsi calon guru IPA terhadap ilmuwan, tetapitampaknya belum ada yang meneliti calon guru SD. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmembandingkan persepsi mahasiswa terhadap ilmuwan melalui proses menggambar ilmuwan.Studi ini mengambil data dari dua kelompok mahasiswa PGSD, yaitu mahasiswa semester 4 dan6, di dua mata kuliah di semester genap. Mahasiswa semester 4 mengikuti mata kuliah PendidikanIPA yang berfokus pada bagaimana mengajar sains secara efektif di sekolah dasar, sedangkanmahasiswa semester 6 sudah mengikuti mata kuliah ini tahun sebelumnya. Teknik pengumpulandata menggunakan survei dengan instrumen lembar menggambar ilmuwan. Teknik analisis datadilakukan dengan menganalisis ilustrasi/gambar dari mahasiswa menggunakan Rubrik Draw-AScientist-Test (DAST). Uji-t sampel independen digunakan untuk membandingkan ilustrasi darimasing-masing kelompok. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor mahasiswasemester 4 adalah 5.2308, yang lebih tinggi daripada rata-rata skor mahasiswa semester 6 yaitu4.7959. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa nilai p adalah 0.05, yang sama besar dengannilai α. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa semester 4 terhadap ilmuwanlebih baik daripada persepsi mahasiswa semester 6.
Integrating Ethno-SSI into Project-Based Inquiry Learning: A CrossCultural Approach between Indonesia and Malaysia to Foster Sustainable Environmental Literacy Sudarmin; Dwi Yulianti; Skunda Diliarosta; Dwi Septiana Sari; Yasmin Azzahra; Fonny Dameatry Hutagalung; Novi Ratna Dewi
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan lingkungan global membutuhkan pendekatan pembelajaran sains yangmengintegrasikan pengetahuan ilmiah, kearifan lokal, dan isu-isu keberlanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi model pembelajaranproject inquiry terintegrasi Ethno-SSI berbasis budaya rempah Indonesia dan Malaysia—termasuk wedhang uwuh, kayu manis, bumbu rendang, dan bumbu kari Malaysia—untukmeningkatkan Sustainability Environmental Literacy (Literasi LingkunganKeberlanjutan) mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan design-basedresearch (DBR) yang melibatkan tahapan analisis, perancangan, pengembangan,implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, wawancara,serta penilaian pembelajaran, lalu dianalisis menggunakan metode deskriptif dankualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan valid secarakonseptual, relevan secara kontekstual, dan efektif dalam mendorong keterlibatan inkuiriserta Sustainability Environmental Literacy. Integrasi etnosains, isu-isu sosiosaintifik,dan proyek inkuiri memungkinkan mahasiswa menghubungkan konsep-konsep ilmiahdengan pengetahuan rempah lokal, praktik budaya, perspektif kesehatan, dan tantangankeberlanjutan melalui pengalaman belajar yang otentik. Mahasiswa juga menunjukkanpersepsi positif dan keterlibatan aktif sepanjang proses pembelajaran. Penelitian inimenyumbangkan kerangka kerja inovatif untuk mengintegrasikan etnosains, isu socioscientific, dan pembelajaran inkuiri dalam konteks lintas budaya. Temuan ini menegaskanpotensi pembelajaran sains berkonteks budaya dalam memperkuat pendidikanberorientasi keberlanjutan di perguruan tinggi.

Page 3 of 12 | Total Record : 118


Filter by Year

2026 2026