cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Citizen Research and Development
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 30482933     EISSN : 30482941     DOI : https://doi.org/10.57235
JCRD Journal of Citizen Research and Development dengan nomor ISSN terdaftar 3048-2933 (Cetak - Print) dan 3048-2941 (Online - Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. JCRD Journal of Citizen Research and Development bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup: 1. Ekonomi, Bisnis, Akuntansi, Keuangan 2. Sosial, Budaya, Hukum, Pemerintahan, Politik, Pertahanan Keamanan 3. Pendidikan, Pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas 4. Teknologi, Teknik, Transportasi 5. Kesehatan, Kedokteran, Farmasi 6. Arsitektur, Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan JCRD Journal of Citizen Research and Development diterbitkan 1 tahun 2 kali terbit pada bulan Mei dan November
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 365 Documents
Efektivitas Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Ujaran Kebencian di Media Sosial (Studi Kasus No: 1227/Pid.Sus/2020/PN.Mks) Angelia Diandra Virginia Lepar; Gracesy Prisela Christy; Yotham Th Timbonga
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8036

Abstract

Ujaran kebencian (hate speech) di media sosial merupakan salah satu bentuk kejahatan siber yang berpotensi menimbulkan konflik sosial serta mengancam persatuan masyarakat. Indonesia sebagai negara hukum menjamin kebebasan berekspresi, namun kebebasan tersebut dibatasi oleh norma hukum guna melindungi kepentingan umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penegakan hukum terhadap pelaku ujaran kebencian di media sosial serta mengkaji pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Makassar Nomor 1227/Pid.Sus/2020/PN.Mks. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan doktrin hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penegakan hukum telah berjalan sesuai dengan mekanisme hukum acara pidana, mulai dari tahap penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga pemeriksaan di persidangan.  Pertimbangan hakim dalam putusan tersebut didasarkan pada alat bukti yang sah, fakta persidangan, serta pemenuhan unsur-unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Putusan ini mencerminkan upaya penegakan hukum terhadap ujaran kebencian di ruang digital guna menjaga ketertiban dan keadilan masyarakat.
Kajian Perbandingan Hukum Penerapan Pidana Maksimum Terhadap Tindak Pidana Terorisme Sebagai Extra Ordinary Crime Gerhard Berith Setia Persada Lalenoh; Agus Salim; Gracesy Prisela Christy
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8037

Abstract

Terorisme merupakan extra ordinary crime yang memerlukan pidana maksimum untuk efek jera. Terorisme merupakan extraordinary crime yang berdampak luas terhadap keamanan negara dan keselamatan masyarakat sehingga memerlukan penanganan hukum yang tegas. Indonesia menerapkan pidana maksimum sebagai instrumen penanggulangan terorisme, namun pendekatan tersebut menunjukkan perbedaan dengan kebijakan yang diterapkan di Amerika Serikat dan Inggris. Perbedaan ini mendorong perlunya kajian perbandingan untuk menilai efektivitas pemidanaan dan relevansinya bagi pembaruan hukum pidana nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pidana maksimum di Indonesia melalui UU No. 5 Tahun 2018, dibandingkan dengan USA PATRIOT Act dan Title 18 U.S. Code di Amerika Serikat serta Terrorism Act 2000 dan 2006 di Inggris. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode perbandingan hukum, melalui analisis peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan literatur hukum yang relevan di Indonesia, Amerika Serikat, dan Inggris. Hasil penelitian menujukkan bahwa Indonesia menerapkan pidana mati atau seumur hidup, Amerika Serikat pidana mati berdasarkan jenis tindak, sementara Inggris pidana seumur hidup pasca penghapusan pidana mati tahun 1969. Hasil menunjukkan perlunya reformasi hukum Indonesia untuk konsistensi dan kesesuaian HAM.
Efektivas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Dalam Memberikan Perlindungan Hukum bagi Korban Pencemaran Nama Baik (Studi kasus Putusan No. 303/Pid.Sus/2022/PN.Mnd) Hiskia Jeremia Rombe; Gracesy Prisela Christy; Edgar Michael Parinussa
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8041

Abstract

Perkembangan pesat media sosial meningkatkan risiko pencemaran nama baik karena kecepatan dan jangkauan penyebaran informasi. Indonesia merespons dengan ketentuan pidana dalam UU No.11 Tahun 2008 Jo. UU No.19 Tahun 2016 ( UU ITE). Namun praktik penegakan menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana UU ITE efektif melindungi korban, terutama terkait pembuktian bukti elektonik dan kebijakan pemidanaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan hukum bagi korban  pencemaran nama baik di media sosial menurut UU ITE, dengan fokus pada (a) efektivitas norma dan implementasinya di pengadilan, serta (b) mekanisme pembuktian dan bentuk perlindungan yang diterima korban dalam praktik peradilan. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis-normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan UU ITE dalam perkara pencemaran nama baik melalui media sosial efektif secara normatif, karena unsur tindak pidana dapat dibuktikan melalui kombinasi bukti elektronik, keterangan saksi, dan barang bukti perangkat elektronik. Perlindungan hukum terhadap korban diwujudkan melalui pemidanaan pelaku serta perampasan dan pemusnahan konten bermuatan pencemaran. Namun, efektivitas tersebut masih menghadapi kendala pada aspek pembuktian teknis, khususnya keterbatasan akses terhadap data server platform media sosial.
Implementasi Hukum Terhadap Tindak Pidana Pengedaran Obat- Obatan Ilegal yang Tidak Memenuhi Standar BPOM (Studi kasus Putusan No. 77/Pid.sus/2025.PN Bdg) Noel Panggalo; Poppy Andilolo; Gracesy Prisela Christy
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8044

Abstract

Kasus tindak pidana pengedaran obat-obatan ilegal yang tidak memenuhi standar BPOM dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk kurangnya pengawasan, motif ekonomi, dan kurangnya kesadaran masyarakat. Dan juga Seiring dengan perkembangan zaman membawa masyarakat pada suatu tatanan hidup yang serba cepat dan praktis. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan sebuah tolak ukur suatu peradaban masyarakat yang modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui maraknya peredaran obat tanpa izin edar dalam masyarakat sangat memperihatinkan kita sebagai anggota masyarakat. Hal ini menunjukan tingkat kesadaran masyarakat akan hukum masih sangat rendah sehingga cendrung melakukan tindak pidana termasuk mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin edar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan yang fokus pada analisis norma-norma hukum yang berlaku, termasuk peraturan perundang-undangan, doktrin, dan keputusan pengadilan. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah peraturan perundang-undangan dan informasi dari hasil wawancara. Adapun hasil penelitian ini, yaitu Penegakkan hukum pidana terhadap pelaku pengedar obat sediaan farmasi tanpa izin edar, aparat penegak hukum dapat menerapkan Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. selain itu melalui Peraturan BPOM Nomor 26 Tahun 2017 tentang organisasi dan tata kerja BPOM, maka Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), menjadi ujung tombak pemerintah dalam hal pembinaan dan pengawasan peredaran, kualitas dan perizinan. Namun, BPOM tidak memiliki wewenang untuk melakukan peradilan terhadap pelaku pengedar, untuk itu antara Polri dan BPOM melakukan kerjasama dalam rangka pemberantasan obat illegal. Hukum dalam penanggulangan yang dilakukan pemerintah atau penegak hukum dalam menanggulangi terhadap pelaku pengedar sediaan farmasi tanpa izin edar yaitu melalui Upaya Pre-emtif, preventif, dan refresif.
Pengaruh Ice Breaking Terhadap Kosentrasi Belajar Anak Usia 4-5 Tahun di PAUD Ar-Rahman Desa Tanah Bekali Kabupaten Kuantan Singingi Mardiyah Mardiyah; Herwina Herwina; Nopa Wilyanita
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8170

Abstract

Konsentrasi adalah pemusatan pikiran pada suatu hal dengan cara menyampingkan hal-hal yang tidak berhubungan Konsentrasi yang baik sangat penting dalam proses pembelajaran karena memungkinkan anak didik untuk menyerap informasi dengan lebih efektif dan mengingat informasi tersebut lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ice breaking terhadap konsentrasi belajar anak usia 4–5 tahun di PAUD Ar-Rahman Desa Tanah Bekali Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen dan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 20 anak yang terdiri dari 10 anak kelas eksperimen dan 10 anak kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan uji t dengan bantuan SPSS 16.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor konsentrasi belajar anak pada kelas eksperimen meningkat dari 34,5 (pre-test) menjadi 52,8 (post-test). Sedangkan pada kelas kontrol meningkat dari 25,4 menjadi 42,5. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ice breaking berpengaruh signifikan terhadap peningkatan konsentrasi belajar anak usia 4–5 tahun di PAUD Ar-Rahman Desa Tanah Bekali Kabupaten Kuantan Singingi.
Analisis Tingkat Pengangguran di Indonesia Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) Periode 2015–2024 Vania Ailsa Nabilah; Shasyabilla Umaya Nasution; Nazrah Anggraini; Fildzah Zaira Br Hsb; Fitrawaty Fitrawaty; Putri Sari M J Silaban
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8198

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia periode 2015–2024 menggunakan metode deskriptif berbasis data sekunder Badan Pusat Statistik (BPS). Fokus utama studi mencakup pengaruh jumlah angkatan kerja (Xₗ) dan pertumbuhan ekonomi (X₂) terhadap tingkat pengangguran (Y). Hasil penelitian menunjukkan adanya fluktuasi signifikan dalam sepuluh tahun terakhir; tren penurunan terjadi pada 2015–2019, namun melonjak tajam pada 2020 akibat pandemi COVID-19 yang melumpuhkan sektor ekonomi. Pasca-pandemi hingga tahun 2024, angka pengangguran kembali menurun seiring pemulihan ekonomi nasional. Temuan riset mengindikasikan bahwa laju pertumbuhan angkatan kerja berpotensi meningkatkan pengangguran jika tidak disertai penciptaan lapangan kerja yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pemerintah yang fokus pada penguatan pertumbuhan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menekan angka pengangguran secara berkelanjutan.
Sentralisme Leksikografi Indonesia: Analisis Hambatan dan Problematika Penyusunan Kamus Bahasa Daerah Minoritas yang Terancam Punah Erika Cyntia P Silitonga; Mieke A Siburian; Tasya A Saragi; Sri Syahputri; Sani Hutabarat; Nurul Azizah
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8212

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji hambatan dan problematika penyusunan kamus bahasa daerah minoritas yang terancam punah melalui pendekatan studi kasus dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari studi pustaka dan kajian praktik penyusunan kamus, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi masalah, penyebab, dampak, dan merumuskan solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama masalah tersebut adalah sentralisme leksikografi, keterbatasan korpus data, pergeseran bahasa, serta lemahnya integrasi teknologi digital. Sentralisme menyebabkan distribusi sumber daya tidak merata, sementara pergeseran bahasa mengurangi ketersediaan data autentik. Berdasarkan evaluasi alternatif solusi, disimpulkan bahwa pendekatan integratif yang menggabungkan revitalisasi sosial dan penguatan teknis dokumentasi (seperti leksikografi partisipatif, pengembangan korpus digital, dan pemanfaatan teknologi) adalah solusi yang paling relevan. Penelitian ini memberikan dasar empiris untuk perumusan kebijakan leksikografi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan linguistik di Indonesia, sehingga penyusunan kamus dapat bertransformasi menjadi lebih partisipatif dan berfungsi sebagai instrumen strategis menjaga keberagaman linguistik nasional.
Transformasi Sosial dan Perdagangan dalam Proses Islamisasi di Maluku Dicky Sanjaya; Elsadai Valencia Hutagaol; Sofia Andira; Tania Alexandra Tambunan; Tiwi Yoselin Simanjuntak; Pristi Suhendro Lukitoyo
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8213

Abstract

Proses Islamisasi di Maluku merupakan fenomena historis yang berkaitan erat dengan dinamika perdagangan dan perubahan struktur sosial masyarakat pesisir. Wilayah Maluku yang sejak lama dikenal sebagai pusat perdagangan rempah-rempah menjadi ruang pertemuan berbagai budaya dan agama, termasuk Islam yang masuk melalui jalur perdagangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara aktivitas perdagangan, transformasi sosial, serta proses penyebaran dan penerimaan Islam di Maluku dengan menekankan pada peran Ternate sebagai pusat kekuasaan dan perdagangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, yang mengkaji berbagai sumber ilmiah terkait Islamisasi, perdagangan, dan sejarah sosial masyarakat Maluku. Analisis dilakukan secara deskriptif analitis untuk memahami hubungan antara faktor ekonomi, politik, dan sosial dalam proses Islamisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islamisasi di Maluku berlangsung secara bertahap melalui interaksi sosial ekonomi antara pedagang Islam dan masyarakat lokal. Perdagangan tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi medium penyebaran nilai dan ajaran Islam. Di sisi lain, penerimaan Islam oleh elite politik mempercepat proses Islamisasi melalui legitimasi kekuasaan berbasis religius. Transformasi sosial yang terjadi mencakup perubahan struktur kekuasaan, sistem nilai, serta integrasi ajaran Islam dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, Islamisasi di Maluku dapat dipahami sebagai proses adaptif yang melibatkan interaksi antara perdagangan, kekuasaan politik, dan perubahan sosial yang secara bersama-sama membentuk tatanan masyarakat baru.
Hubungan Matematika dan Ekonomi dalam Berbagai Penelitian: Analisis Deskriptif Kualitatif Angelica Sigalingging; Cellion Lydia Sitorus; Rani Nuldiva Situmorang; Tiur Malasari Siregar
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara matematika dan ekonomi melalui analisis berbagai penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari 30 jurnal yang relevan dengan topik hubungan matematika dan ekonomi. Data dianalisis melalui proses identifikasi, pengelompokan tema, serta sintesis literatur untuk menemukan pola dan kecenderungan penelitian yang ada. Hasil kajian menunjukkan bahwa matematika memiliki peran penting dalam berbagai aspek ekonomi, antara lain sebagai dasar analisis ekonomi, dalam pengembangan model dan metode matematis untuk menganalisis fenomena ekonomi, serta dalam meningkatkan literasi finansial dan pengambilan keputusan ekonomi. Selain itu, matematika juga berperan dalam bidang pendidikan ekonomi, pengembangan kurikulum kontekstual, serta analisis kebijakan sosial dan pemerintahan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa matematika merupakan alat analisis yang penting dalam ilmu ekonomi karena mampu membantu menjelaskan hubungan antar variabel ekonomi secara sistematis dan kuantitatif. Integrasi antara matematika dan ekonomi juga memberikan kontribusi dalam pengembangan teori ekonomi, pembelajaran matematika kontekstual, serta pengambilan keputusan ekonomi yang lebih rasional.
The Analysis of Students Difficulties in Pronouncing German Language Suryawati Br Lumbantoruan; Rahel Indah Yemima Purba; Ningsi Warni Hutagalung; Mariana Br Sihaloho; Fitri Ervina Tarigan
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8231

Abstract

Pronunciation is an important aspect of learning a new language because it helps learners speak clearly and communicate effectively. Many students experience difficulties in pronouncing German words because the sound system of their first language differs from that of German. This study aims to analyze the difficulties faced by students in pronouncing German words and to identify the factors that cause these difficulties. This study employed a qualitative descriptive research method. Data were collected through classroom observations, interviews with students, and pronunciation tests. The collected data were then analyzed to identify common pronunciation errors and the factors that influence students’ ability to pronounce German words accurately. The results show that students experience several challenges in pronouncing German words, particularly sounds that do not exist in their native language. The most common difficulties include pronouncing German consonant clusters, producing umlaut vowels such as ä, ö, and ü, and articulating specific sounds such as ch, r, and z. In addition, factors such as the influence of students’ first language, limited practice opportunities, low speaking confidence, and insufficient exposure to authentic German speech also contribute to these difficulties. Overall, students’ pronunciation difficulties arise from both linguistic and non-linguistic factors. Therefore, teachers should provide more opportunities for pronunciation practice, listening activities, and interactive speaking exercises to help students improve their pronunciation and communicate more effectively in German.