cover
Contact Name
Resti Nurmala Dewi
Contact Email
restinurmaladewi@gmail.com
Phone
+6281336684567
Journal Mail Official
jurnalperikanan@unram.ac.id
Editorial Address
Redaksi Jurnal Perikanan Universitas Mataram Program Studi Budidaya Perairan Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23026049     EISSN : 26570629     DOI : 10.29303/jp.v14i3.925
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini memuat artikel yang berhubungan dengan hasil penelitian di bidang perikanan dan ilmu kelautan yang meliputi 1. teknologi penyediaan pakan buatan 2. rekayasa akuakultur 3. teknologi pembenihan dan pembesaran ikan 4. rekayasa genetik 5. teknologi pengendalian hama dan penyakit ikan 6. teknologi budidaya pakan alami 7. manajemen sumberdaya perairan 8. teknologi hasil perikanan 9. teknologi perikanan tangkap 10. ilmu dan teknologi kelautan 11. agribisnis perikanan
Articles 851 Documents
SMALL-SCALE CAPTURE FISHERIES MANAGEMENT STRATEGY (ARTISANAL FISHERIES) IN TEGAL REGENCY WATERS Purwanto, Dwi; Riani, Etty; Heryadi, Hedi
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1927

Abstract

Small-scale capture fisheries play a crucial role in coastal community livelihoods but face challenges of overexploitation and low competitiveness. This study aimed to analyze the characteristics and socio-economic conditions of small-scale capture fisheries and develop sustainable management strategies in Tegal Regency. The study was descriptively and conducted in August 2023 using surveys and interviews with 60 fishers and stakeholders. Data were analyzed using the SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) method. The main fishing gears were gemplo, badong, trammel net, handline, payang, and arad net, with the highest productivity (0.59 tons/trip) from gemplo. Most fishers graduated from elementary school (91.67 %) and earned moderate incomes (Rp 2.19–4.23 million). SWOT analysis showed an aggressive strategy position (Quadrant I), prioritizing port optimization for training and insurance programs, value-added development through export and cold storage, and institutional strengthening via HNSI and KUB.
ANALYSIS OF ADDED VALUE OF PROCESSED PATIN FISH (Pangasius) A CASE STUDY OF PROCESSED PATIN NOODLES AT GRIYA ULAM-Q, KEDIRI REGENCY Kurniawan, Muhamat Felbri; Fatmawati, Erlin Widya; Maharani, Navita
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1928

Abstract

Pangasius catfish is a frelshwatelr fish that offelrs numelrous helalth belnelfits. Pangasius fish noodlels arel a modifield fish-baseld product. Thel idela for procelssing pangasius catfish into noodlels elmelrgeld duel to thel abundant production of thel fish and its rellativelly low markelt pricel. This study aims to analyzel thel addeld valuel, profit, and businelss felasibility of producing pangasius fish noodlels. Thel relselarch was conducteld at Griya Ulam-Q Outlelt, a showcasel and reltail storel for pangasius procelssing, locateld in Ngaselm District, Keldiri Relgelncy. Thel study took placel from Delcelmbelr 20l23 to January 20l24. A quantitativel delscriptivel melthod was useld, utilizing both primary and selcondary data. Primary data welrel collelcteld through intelrvielws, whilel selcondary data welrel obtaineld from rellelvant institutions such as thel Fishelriels Delpartmelnt and thel Celntral Statistics Agelncy of Keldiri Relgelncy. Relspondelnts welrel sellelcteld purposivelly baseld on thelir ability to providel rellelvant information and thelir direlct involvelmelnt in thel procelssing of moringa-baseld pangasius fish noodlels. Data analysis melthods includeld valuel-addeld analysis, cost and profit analysis, and businelss felasibility analysis. Thel relsults showeld that thel addeld valuel of moringa-baseld pangasius noodlels was IDR 37,50l0l.0l0l pelr kilogram, with a valuel-addeld ratio of 41.65%. This addeld valuel was influelnceld by output pricels, contributions from othelr inputs, and raw matelrial costs. Profit analysis indicateld a profit of IDR 55,50l0l.0l0l pelr production cyclel. Thel R/C ratio analysis yielldeld a valuel of 1.45, indicating that thel moringa-baseld pangasius fish noodlel businelss is financially felasiblel to continuel.
INSERTION OF DISSOLVED ORGANIC MATTER BASED OF PROBIOTICS WITH DIFFERENT DOSAGES IN AQUACULTURE MEDIA TO KELABAU FISH (Osteochillus melanopleura) LARVAE SURVIVAL Marlida, Rini; Iskandar, Rina; Sari, Ika Purnama
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1930

Abstract

Ikan kelabau (Osteochilus melanopleura) merupakan ikan ekonomis penting di Kalimantan Selatan dan telah dibudidayakan.  Namun masih banyak kendala yang sering ditemui pada budidayanya terutama masalah rendahnya sintasan larva yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dosis probiotik terbaik terhadap sintasan larva ikan kelabau (O. melanopleura). Penelitian ini dilakukan selama 3 (tiga) bulan. Tempat penelitian adalah Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Metode eksperimental Rancangan Acak (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan digunakan dalam penelitian ini. Perlakuan A pemberian bahan organik terlarut berupa probiotik 0 ml/L (sebagai kontrol), perlakuan B pemberian 0,5 ml/L, perlakuan C pemberian 1 ml/L. Wadah penelitian masing-masing diisi sebanyak 3 liter air dengan ketinggian air 15,9 cm serta padat tebar larva sebanyak 45 ekor pada setiap perlakuan.  Hasil penelitian sintasan larva ikan kelabau di perlakuan A 95,24%, perlakuan B 96,03%, perlakuan C 96,83%. Hasil uji Anova menunjukan bahwa pemberian bahan organik terlarut berbasis probiotik tidak berpengaruh pada sintasan larva ikan kelabau.  Hasil pengukuran kualitas air untuk parameter suhu dan pH sesuai untuk pemeliharaan dan kelangsungan hidup larva ikan kelabau selama pengamatan.
ANALYSIS FACTORS OF FISH CONSUMPTION LEVELS AMONG TEENAGERS ON DKI JAKARTA Hasna, Azalea Fathin; Ihsan, Yudi Nurul; Nurhayati, Atikah; Maulina, Ine
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1931

Abstract

Pemenuhan kebutuhan gizi pada remaja erat kaitannya dengan konsumsi protein hewani, salah satunya adalah konsumsi ikan. Pola konsumsi remaja yang beragam membuat asupan pemenuhan gizi yang tidak maksimal. DKI Jakarta merupakan provinsi padat penduduk yang memiliki potensi sumberdaya perikanan yang besar. Sebagai wilayah pesisir, Kepulauan Seribu dan Teluk Jakarta menjadi wilayah potensi perikanan DKI Jakarta. Namun, tingkat produksi perikanan yang tinggi tidak menjamin masyarakatnya juga memiliki tingkat konsumsi ikan yang tinggi. Sehubung dengan itu, data informasi mengenai tingkat konsumsi ikan di satu wilayah sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dengan tingkat konsumsi ikan pada remaja. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan analisis deskriptif menggunakan program SPSS (Social Package of Statistics Software). Data yang didapatkan bersumber dari data primer dengan penyebaran kuisioner melalui Google Formulir yang disebar melalui media sosial. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah cluster random sampling. Responden berjumlah 360 responden yang masing-masing terbagi menjadi 60 responden di 5 kotamadya dan 1 kabupaten. Keempat faktor yaitu kebiasaan makan di masa kanak-kanak, pengetahuan gizi, pendapatan orang tua, dan preferensi konsumen berpengaruh nyata terhadap tingkat konsumsi ikan pada remaja di DKI Jakarta.
FINANCIAL ANALYSIS OF NILEM FISH FARMING IN CIAMIS REGENCY, WEST JAVA PROVINCE Rachmawati, Sari; Wiryati, Ganjar; Rengkung, Cheriel Dorathya; Pramadhian, Alifiah Tantri
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1932

Abstract

Keberlanjutan usaha budidaya tidak hanya diperlukan aspek teknis budidaya yang baik, tetapi juga analisis kelayakan finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha budidaya ikan Nilem di Kabupaten Ciamis. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Cipaku dengan responden sebanyak 10 pembudidaya yang dipilih secara purposive sampling. Kelayakan finansial dianalisis menggunakan indikator R/C ratio, Break-Even Point (BEP), Payback Period serta Return on Investment (ROI). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa R/C Ratio sebesar 2 (R/C > 1) mengindikasikan bahwa setiap satu rupiah biaya menghasilkan 2 rupiah penerimaan, sehingga usaha secara operasional layak untuk dilanjutkan. Selanjutnya, penjualan sebanyak 13.175 ekor menghasilkan pendapatan sebesar Rp 1.054.000, yang melebihi BEP unit (3.819 ekor) dan BEP rupiah (Rp 305.362), yang menunjukkan bahwa usaha telah melampaui titik impas dan menguntungkan. Tingkat pengembalian investasi tercatat sebesar 16 % per siklus produksi. Berdasarkan ketiga indikator tersebut, dapat disimpulkan bahwa usaha budidaya ikan Nilem di Kabupaten Ciamis secara finansial layak dan menguntungkan. Untuk keberlanjutan dan pengembangan usaha, perlu dilakukan analisis sensitivitas terhadap fluktuasi biaya dan harga, serta kajian lanjutan untuk skala usaha yang lebih besar agar keberlanjutan dan efisiensinya semakin meningkat.
ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF Xetospongia sp. AND Spongia sp. SPONGE EXTRACT AGAINST PATHOGENIC BACTERIA FROM THE WATERS OF PAHAWANG ISLAND, LAMPUNG Kusuma, Anma Hari; Putri, Berta; Efendi, Eko; Safitri, Tiara; Hidayah, Siska
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1935

Abstract

Spons adalah hewan avertebrata bentik laut dari Filum Porifera yang memiliki senyawa bioaktif yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan antara ekstrak spons jenis Xetospongia sp. dengan Spongia sp. terhadap bakteri patogen. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-November 2025. Sampel spons jenis Xetospongia sp. dan Spongia sp. diambil dari perairan Pulau Pahawang diekstrak menggunakan metanol, etil asetat dan heksana. Hasil penelitian menunjukkan ciri morfologi memliki permukaan tubuh kasar dengan bentuk membulat dan warna kemerahan sedangkan jenis Spongia sp. memiliki permukaan tubuh lembut dengan mengerak dan warna hitam gelap. Rendemen ekstrak spons menggunakan etil asetat lebih besar dibandingkan dengan menggunakan metanol dan hexana. Aktivitas antibakteri ektrak spons terhadap bakteri patogen spons Xetspongia sp. menggunakan hexana sedangkan spons Spongia sp. menggunakan metanol.
BIOLOGY REPRODUCTION OF SNAKEHEAD FISH (Channa sp.) AT PELUS RIVER BANYUMAS REGENCY Rijal, Muhammad Azharul; Susylowati, Dewi; Pratama, Ikhsan
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1939

Abstract

Sungai Pelus merupakan satu dari beberapa Sungai yang terdapat pada Kabupaten Banyumas. Panjang Sungai Pelus Adalah 20 km dan bermuara pada Sungai Klawing pada daerah Sokaraja. Ikan Gabus adalah salah satu ikan endemic dari Asia, yang termasuk pada golongan ikan famili Channidae yang memiliki ekonomis yang tinggi. Studi biologi ikan dapat menjadi salah satu acuan dasar saat prosos domestikasi ikan. Metode penelitian ini adalah survei dengan teknik pengambilan sampling purposive random sampling. Terdapat tiga stasiun penelitian yaitu hulu, tengah, hilir. Pada stasiun penelitian ada tiga titik sampling. Hasil dari penelitian ini pada nisbah kelamin terdapat 1:1,9 yang mengindikasikan terjadi perbandingan tidak normal pada Sungai Pelus. Pada aspek biologi reproduksi ikan Nilai HSI Ikan Gabus (Channa sp.) berkisar pada nilai 0,76 – 1,04 %, nilai HSI ini masih tergolong rendah karena masih dibawah 2%. Nilai GSI Ikan Gabus (Channa sp.) berkisar pada 0,23 % hingga 0,38%. Nilai GSI ini masih dibawah standar kematangan gonad yaitu 4% bagi ikan yang siap untuk memijah. Nilai VSI Ikan Gabus (Channa sp.) berkisar 3,45% - 3,57% berarti nilai VSI ini masih dalam kondisi menuju tingkat kematangan gonad untuk pemijahan. Nilai HSI, GSI dan VSI memiliki dibawah normal ikan, hal ini dikarena kan pada saat pengambilan sampel ikan Gabus sudah selesai pada puncak pemijahan ikan. Puncak pemijahan ikan Gabus terjadi pada Bulan Desember hingga April. Kualitas air Sungai Pelus masih dalam kondisi yang baik untuk kehidupan ikan dan menuju pemijahan ikan Ikan Gabus (Channa sp.).
OPTIMIZATION OF ASIAN CLAM POSITIONING MODEL FOR IMPROVED WATER QUALITY IN NILE TILAPIA CULTURE UNDER THE YUMINA BUMINA SYSTEM Marda, Alexander Burhani; Permatasari , Risca; Wijinindyah, Ayutha; Febrianor, Gusti Muhamad Juriansyah; Saputra, Sandy Indra; Hasanah, Laila Uswatun; Yuliana, Yuliana
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1940

Abstract

Sistem akuaponik Yumina Bumina, sebagai inovasi lokal berbasis Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA), menawarkan pendekatan berkelanjutan untuk budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) melalui integrasi tanaman kangkung dan kerang kijing (Anodonta woodiana). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh empat konfigurasi posisi kerang kijing terhadap kualitas air dan pertumbuhan ikan nila selama 30 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan, (A) kerang sebelum unit tanaman, (B) setelah unit tanaman, (C) di dalam pipa aliran, dan (D) konfigurasi terintegrasi yang hasilnya diuji secara statistik. Hasil menunjukkan bahwa meskipun perlakuan C menghasilkan konsentrasi amonia terendah (1,10 ± 0,85 mg/L), perlakuan A menghasilkan laju pertumbuhan berat harian tertinggi (15,74%/hari) dan total padatan terlarut (TDS) terendah (388,4 ppm). Perlakuan C justru menyebabkan akumulasi nitrit (3,74 mg/L) dan TDS tertinggi, yang berpotensi menimbulkan stres osmoregulasi pada ikan. Tidak terdapat perbedaan signifikan dalam kandungan %Total N pada ikan maupun kangkung antar perlakuan, hal ini mengindikasikan bahwa variasi pertumbuhan lebih dipengaruhi oleh stabilitas lingkungan fisiologis daripada ketersediaan nitrogen. Temuan ini menegaskan bahwa penempatan kerang kijing sebagai pre-filter sebelum zona tanaman (perlakuan A) menciptakan aliran nutrien bertahap yang optimal, meminimalkan stres lingkungan, dan memaksimalkan pertumbuhan ikan. Studi ini memberikan rekomendasi desain hidrolika strategis untuk sistem akuaponik berkelanjutan berbasis IMTA.
POLICY STRATEGY FOR THE DEVELOPMENT OF GURAMI FISH FARMING AREAS IN KEMRANJEN DISTRICT, BANYUMAS REGENCY Sujadi, Frentina Murti; Nurhabib, Asro; Pramono, Taufik Budhi
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1963

Abstract

Ikan gurami (Osphronemus goramy) merupakan komoditas air tawar bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang stabil serta berperan penting dalam mendukung pendapatan dan ketahanan pangan masyarakat. Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, dikenal sebagai sentra budidaya gurami yang memiliki potensi besar karena ketersediaan sumber daya air, pengalaman pembudidaya, serta dukungan program pemerintah. Namun, pengembangan kawasan ini masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan teknologi, fluktuasi harga pakan, variasi kualitas manajemen budidaya, tantangan lingkungan, serta pemasaran digital yang belum optimal. Kondisi tersebut menuntut adanya strategi kebijakan yang tepat untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan kawasan budidaya gurami di Kecamatan Kemranjen melalui analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang memengaruhi pengembangan kawasan. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 40 responden yang terdiri atas pembudidaya, penyuluh perikanan, perangkat desa, dan Dinas Perikanan Kabupaten Banyumas. Analisis IFAS (Internal Factors Analysis Summary) dan EFAS (External Factors Analysis Summary) digunakan untuk menentukan posisi strategi pengembangan kawasan. Hasil penelitian menunjukkan nilai (S-W) = +0,408 dan (O-T) = +0,336 sehingga kawasan berada pada Kuadran I (strategi agresif), yaitu kondisi di mana kekuatan internal dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meraih peluang eksternal. Strategi prioritas mencakup penerapan teknologi budidaya modern, penguatan pemasaran digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Implementasi strategi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing kawasan budidaya gurami serta mendukung peningkatan kesejahteraan pembudidaya di Kecamatan Kemranjen.
ANALYSIS OF THE IMPACT OF pH FLUCTUATIONS ON THE PATHOLOGICAL CONDITION OF THE HEPATOPANCREAS IN WHITELEG SHRIMP (Litopenaeus vannamei) Wahidi, Budi Rianto; Asmarany, Anja; Antika, Diah Putri
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1971

Abstract

Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) menghadapi tantangan serius dari penyakit, yang sering dipicu oleh stresor lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi antara variasi nilai pH air mingguan dengan kerusakan histopatologis kualitatif pada hepatopankreas udang. Pengambilan sampel dan pengukuran pH dilakukan per minggu di tambak intensif dari DOC 20–41. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan nilai pH dengan hasil pengamatan wet mount hepatopankreas. Hasil menunjukkan bahwa terjadi fluktuasi pH yang ekstrem hingga 0,7 dan nilai pH terendah 7,4, yang berada di luar batas ideal budidaya. Kondisi ini menciptakan stres lingkungan yang memicu dampak fisiologis merugikan, termasuk penurunan aktivitas imun. Udang DOC 41 menunjukkan kerusakan hepatopankreas signifikan berupa nekrosis jaringan, atropi tubulus, dan disorganisasi seluler. Kerusakan ini diperkuat dengan temuan spora Enterocytozoon hepatopenaei (EHP) serta dugaan kuat infeksi Vibrio spp. Fluktuasi pH yang ekstrem berperan sebagai faktor pemicu yang melemahkan sistem imun udang, memungkinkan patogen oportunistik untuk berkembang. Kerusakan hepatopankreas yang diakibatkan dapat mengancam efisiensi pakan dan keberlanjutan budidaya.