cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 2,613 Documents
Peran Artificial Intelligence Dalam Meningkatkan Inovasi Metode Dan Media Pembelajaran IPS Oleh Guru Di UPT SPF SD Inpres Perumnas IV Tamalate Makassar Herdian Erlangga; Irfat Mahmud; Ahmad Syawaluddin; Hasni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16423

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes in the field of education, including in the learning process at elementary schools. One of the technologies that has begun to be utilized in learning activities is Artificial Intelligence (AI). This study aims to analyze the role of Artificial Intelligence in enhancing the innovation of teaching methods and learning media for social studies by teachers at UPT SPF SD Inpres Perumnas IV Tamalate Makassar. This research uses a qualitative approach with data collection techniques through interviews with three teachers. The results of the study show that the use of AI helps teachers in preparing learning materials, creating practice questions, designing more creative teaching methods, as well as developing more engaging and interactive learning media. The use of AI also increases student activity and interest in learning social studies.However, there are several obstacles in the utilization of AI, such as limitations in internet connectivity, teachers' ability to use technology, and the potential dependence of students on AI. Therefore, it is necessary to improve teachers' digital literacy as well as provide adequate technological facilities so that the use of AI in learning can run optimally.
Pengakuan Hak Masyarakat Adat Dalam Dekolonisasi Hukum Perdata Indonesia Suyikati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16459

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara pengakuan konstitusional terhadap hak masyarakat adat dalam UUD 1945 dengan praktik hukum perdata nasional yang masih bercorak kolonial, formalistik, dan individualistik. Kondisi tersebut menyebabkan hak ulayat sebagai hak kolektif sering tidak memperoleh perlindungan hukum yang efektif, terutama dalam sengketa agraria. Pendekatan hukum perdata yang menekankan pembuktian formal dan kepemilikan individual cenderung mengabaikan karakter komunal serta nilai-nilai hukum adat yang hidup dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Data yang digunakan berupa bahan hukum sekunder yang dianalisis secara deduktif dan didukung analisis induktif untuk memahami konsep hak ulayat, hukum adat, dan dekolonisasi hukum perdata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan formalistik dalam hukum perdata hanya menghasilkan kepastian hukum semu dan menghambat akses keadilan bagi masyarakat adat. Selain itu, dominasi paradigma kolonial memperkuat marginalisasi hak ulayat dalam sistem hukum nasional. Oleh karena itu, dekolonisasi hukum perdata menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan hukum adat sebagai living law, memperluas sistem pembuktian, serta membangun sistem hukum yang lebih responsif, inklusif, dan berkeadilan sosial
Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Etika Sosial dalam Pembentukan Kesadaran Sosial Peserta Didik Rini Selviani; Rima Nurhavsyakh; Muhammad Ikbal; Ainur Rafiq; Alfaza Rizky; Sri Wahyuni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16479

Abstract

Perkembangan sosial dan perubahan nilai dalam masyarakat menuntut adanya pembaruan dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Kurikulum PAI tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter dan kesadaran sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi kurikulum PAI berbasis etika sosial dalam membentuk kesadaran sosial peserta didik di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai sumber literatur ilmiah, seperti jurnal, buku, dan hasil penelitian terkait pendidikan Islam dan etika sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi kurikulum PAI berbasis etika sosial dapat dilakukan melalui integrasi nilai-nilai empati, toleransi, keadilan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial dalam proses pembelajaran. Implementasi kurikulum ini dilakukan melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, kegiatan ekstrakurikuler, serta pembentukan budaya sekolah yang mendukung internalisasi nilai-nilai sosial. Dengan demikian, kurikulum PAI berbasis etika sosial memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya religius, tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.
Perlindungan Aset Digital di Platform Roblox Berdasarkan Prinsip Lex Mercatoria dalam Hukum Dagang Internasional Sonia Wijaya Putra; Satriya Aldi Putrazta; Ita Erlita; Nurholis Majid; Ermanto Fahamsyah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16529

Abstract

Perkembangan platform digital seperti Roblox telah melahirkan ekosistem ekonomi virtual yang memungkinkan pengguna menciptakan dan memperdagangkan aset digital bernilai komersial. Namun, transaksi lintas batas dalam platform ini menimbulkan persoalan hukum, terutama terkait yurisdiksi dan kepastian perlindungan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan aset digital dalam perspektif hukum dagang internasional serta mengkaji penerapan prinsip lex mercatoria sebagai solusi atas ketidakpastian hukum tersebut. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aset digital pada Roblox secara prinsip dapat dilindungi melalui rezim hak cipta internasional, namun penerapan regulasi seperti DMCA menimbulkan ambiguitas karena keterbatasan yurisdiksi. Dalam konteks ini, lex mercatoria menawarkan kerangka hukum transnasional yang fleksibel, netral, dan adaptif terhadap dinamika perdagangan digital global. Penerapan prinsip ini, terutama melalui instrumen seperti UNIDROIT Principles, berpotensi meningkatkan kepastian hukum dalam transaksi digital lintas negara. Dengan demikian, lex mercatoria relevan sebagai alternatif untuk memperkuat perlindungan aset digital di era ekonomi virtual.
Inovasi Pembelajaran IPS Berbasis Proyek Digital Untuk Penguatan Pendidikan Karakter Siri’ Na Pacce Di SMP Negeri 3 Makassar Muh Rizaldi Pratama; Hariani; Ahmad Syawaluddin; Hasni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran IPS berbasis proyek digital dalam penguatan karakter Siri’ Na Pacce dan tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran IPS berbasis proyek digital dalam penguatan pendidikan karakter berbasis nilai Siri’ Na Pacce di SMP Negeri 3 Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan data kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran umum mengenai situasi serta hal-hal yang menarik di lapangan. Wawancara dilakukan dengan guru mata pelajaran IPS di SMP Negeri 3 Makassar dan beberapa peserta didik. Setelah memperoleh data melalui observasi dan wawancara, maka peneliti akan menganalisis data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) pelaksanaan pembelajaran IPS berbasis proyek digital berlangsung melalui perpaduan antara pemberian pemahaman awal oleh guru dan kegiatan proyek yang berpusat pada siswa, serta mampu meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan mengimplementasikan nilai Siri’ Na Pacce seperti kerja sama, tanggung jawab, dan saling menghargai; (ii) pelaksanaannya masih menghadapi tantangan multidimensional yang meliputi aspek guru dalam perencanaan dan integrasi nilai, aspek siswa dalam kemampuan teknologi dan kerja sama, serta keterbatasan sarana dan prasarana yangmemengaruhi efektivitas pembelajaran, sehingga diperlukan upaya berkelanjutan untuk mengoptimalkan pelaksanaannya. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek digital memiliki potensi strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal apabila didukung oleh kesiapan yang memadai dari berbagai aspek.
Antara Tradisi dan Transformasi: Dialektika Islam dan Budaya Melayu dalam Membangun Pendidikan di Era Modern Anin Fikriyah; Sri Pujiati; Maryamah Maryamah; Choirun Niswah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16575

Abstract

The tension between preserving Islamic-Malay tradition and the demands of modern educational transformation is a fundamental challenge for Islamic education institutions in the contemporary era. This study aims to systematically analyze the dialectics between Islamic tradition and Malay culture in building education in the modern era, focusing on mapping transformation patterns, identifying conceptual tensions, and formulating an adaptive integration model. This research employs a qualitative approach with a Systematic Literature Review (SLR) design guided by the PRISMA 2020 framework. The study population consisted of scientific articles indexed in Google Scholar, Scopus, and SINTA, with a purposive sampling technique applied based on explicit inclusion and exclusion criteria. Data were extracted using a structured extraction sheet and analyzed through thematic synthesis. From 184 identified articles, 25 met the full inclusion criteria. Results reveal five consistent themes: adaptive institutional transformation, Islamic-Malay identity as dynamic social capital, the dual impact of globalization, integration of Malay cultural values in curriculum, and the dominance of single-context studies. This study concludes that tradition and transformation function as mutually reinforcing dialectical forces, and proposes the concept of a dialectical integrative model as a pedagogical framework for building relevant and characterful Islamic education.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Situs Web Canva pada Mata Pelajaran IPAS Kelas III di MI Al-Awwal Palembang Shinta April Lailia; Nurlaeli Nurlaeli; Ines Tasya Jadidah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16576

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar masih menghadapi tantangan dalam menjelaskan konsep-konsep abstrak, terutama ketika pembelajaran didominasi oleh penggunaan buku teks dan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis situs web Canva pada materi ketampakan alami dan buatan untuk peserta didik kelas III MI Al-Awwal Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Kualitas media dievaluasi melalui validasi ahli, respons guru dan peserta didik, serta analisis deskriptif terhadap aspek kelayakan dan kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dari aspek materi, bahasa, dan desain, serta memperoleh respons yang sangat positif dari guru maupun peserta didik. Penggunaan media berbasis situs web Canva mampu menyajikan visualisasi yang lebih interaktif sehingga mempermudah pemahaman konsep dan meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa media digital berbasis web merupakan alternatif yang efektif untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.
Pengaruh Pelatihan terhadap Kinerja Guru yang Dimediasi Kepuasan Kerja di Lembaga LPPTKA Aswan Aswan; Kamarullah Kamarullah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan terhadap kinerja guru LPPTKA di Kota Tarakan dengan kepuasan kerja sebagai variabel moderasi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peningkatan kualitas pendidikan Al-Qur’an yang sangat dipengaruhi oleh kompetensi dan kinerja guru, serta masih ditemukannya keterbatasan pelatihan dan variasi tingkat kepuasan kerja di kalangan pengajar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 250 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling, dan dianalisis menggunakan regresi linear serta regresi moderasi dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Namun, kepuasan kerja berperan sebagai variabel moderasi yang memperlemah pengaruh pelatihan terhadap kinerja. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja tidak hanya bergantung pada pelatihan, tetapi juga pada kondisi psikologis guru. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas pendidikan Al-Qur’an perlu memperhatikan keseimbangan antara pengembangan kompetensi dan peningkatan kepuasan kerja guru.
Analisis Kebijakan Pendidikan dalam Penguatan Budaya Digital, Kompetensi Kecerdasan Artifisial Guru, dan Kepemimpinan Guru terhadap Peningkatan Kinerja Guru Sekolah Menengah: Sebuah Systematic Literature Review Nova Triana Hakim; Eddy Haryanto; Masbirorotni Masbirorotni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16586

Abstract

Transformasi digital dan perkembangan kecerdasan artifisial (AI) telah mengubah ekosistem pendidikan serta menuntut penguatan kapasitas guru melalui kebijakan yang mampu mengintegrasikan budaya digital, kompetensi AI, dan kepemimpinan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti empiris mengenai hubungan ketiga aspek tersebut dalam meningkatkan kinerja guru sekolah menengah. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020 terhadap publikasi ilmiah yang relevan. Data dianalisis melalui analisis isi dan sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola hubungan, tantangan, dan implikasi kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya digital sekolah berperan sebagai fondasi yang memperkuat implementasi teknologi, sementara kompetensi AI guru memerlukan dukungan pelatihan yang berorientasi pada aspek pedagogis, etika, dan kesiapan digital. Di sisi lain, kepemimpinan guru mendorong peningkatan self-efficacy, inovasi pembelajaran, dan adaptasi terhadap perubahan teknologi. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru memerlukan kebijakan yang holistik melalui integrasi budaya digital, pengembangan kompetensi AI, dan penguatan kepemimpinan pendidikan sebagai strategi transformasi pendidikan yang berkelanjutan.
Implikasi Desain Dua Kaki Pengadilan Pajak terhadap Independensi Peradilan Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 26/PUU-XXI/2023 Yulianto Kiswocahyono; Eko Wahyu Pramono
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16606

Abstract

Abstract: Pengadilan Pajak memiliki kedudukan strategis sebagai lembaga yang memeriksa, mengadili, dan memutus sengketa antara wajib pajak dan negara guna menjamin keadilan fiskal. Namun, desain kelembagaannya di Indonesia masih menunjukkan model “dua kaki”, yakni fungsi teknis yudisial berada dalam ranah Mahkamah Agung, sedangkan pembinaan organisasi, administrasi, dan keuangan berada dalam lingkungan eksekutif melalui Kementerian Keuangan. Konstruksi ini menimbulkan konflik kepentingan struktural, melemahkan independensi institusional, dan menimbulkan keraguan atas netralitas peradilan pajak. Penelitian ini bertujuan menganalisis desain “dua kaki” Pengadilan Pajak, implikasinya terhadap independensi peradilan pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 26/PUU-XXI/2023, serta arah penataan kelembagaannya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 26/PUU-XXI/2023 mempertegas kedudukan Pengadilan Pajak di bawah Mahkamah Agung dan mewajibkan pengalihan pembinaan organisasi, administrasi, dan keuangan paling lambat 31 Desember 2026. Penelitian ini juga menegaskan bahwa kebijakan turunan, termasuk RPMK mengenai izin kuasa hukum, tidak tepat dibentuk secara sepihak oleh Kementerian Keuangan, melainkan harus selaras dengan prinsip independensi peradilan. Oleh karena itu, reformasi kelembagaan Pengadilan Pajak harus diarahkan pada sistem satu atap di bawah Mahkamah Agung serta menjamin kepastian hukum dan kepercayaan publik terhadap penyelesaian sengketa pajak.