cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 No. 14 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya
Published by Indo Publishing
ISSN : 3090644X     EISSN : 30906431     DOI : https://doi.org/10.63822/sujud
Sujud dimaknai sebagai tindakan menundukkan diri dengan meletakkan dahi ke tanah sebagai bentuk penghormatan, kepatuhan, atau kerendahan hati kepada Yang Maha Esa. Sujud menjadi simbol spiritualitas, kesetaraan sosial, dan nilai budaya yang luhur, menyatukan aspek religius dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, berfokus ada scope agama, sosial dan budaya berkaitan dengan isu-isu keislaman dan isu-isu sosial seperti kajian Alquran dan Hadits, Filsafat Islam, Pendidikan, Sosial, Kearifan Lokal, Politik, Ekonomi, Antropologi, Urbanisme, Multikulturalisme, dan lain-lain. Semua artikel yang diserahkan pada jurnal ini harus ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang baik dan benar
Articles 95 Documents
Problematika Hukum Keluarga Islam di Indonesia Jumita Riska; Faisar Ananda; Ibnu Radwan Siddik Turnip
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 3 (2025): JUNI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ev0pkr56

Abstract

Berbicara tentang hukum keluarga, yang terbayang di dalam pikiran kita pada umumnya dan yang paling pertama adalah mengenai perkawinan, Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara pria dan wanita dengan tujuan membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa. Membangun rumah tangga sejatinya seperti membangun sebuah bangunan yang teguh dalam ikatan yang kokoh, mulai dari memilih pasangan yang ideal menurut syara’ agar tidak ada penyesalan di kemudian hari dan jika sudah benar-benar cocok maka melakukan khitbah sebagai tanda keseriusan, memastikan bahwa usia telah sampai pada batas ninimal dibolehkannya menikah sebagai tanda kedewasaan, kematangan, dan kemantapan dalam berpikir, mempersiapkan mahar yang akan diberikan kepada calon pasangannya, menyiapkan segala administrasi dalam sebuah pernikahan secara legal. Namun, dalam sebuah keluarga juga memungkinkan adanya suatu permasalahan yang menjadi suatu problematika didalamnya. Di Indonesia sendiri sangat banyak permasalahan hukum keluarga yang muncul seiring berjalannya waktu jan berkembangnya jaman, masalah dalam keluarga seakan-akan juga ikut  berkembang menjadi suatu problematika yang harus diselesaikan.
Hukum Keluarga Islam dalam Sistem Hukum Nasional Rima Rahmayani Tanjung; Faisar Ananda Arfa; Ibnu Radwan Siddiq Turnip
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 3 (2025): JUNI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/533fje13

Abstract

Artikel ini membahas kedudukan hukum keluarga Islam dalam sistem hukum nasional Indonesia dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Latar belakang penelitian ini adalah adanya pluralisme hukum di Indonesia yang memberi ruang bagi hukum Islam, khususnya dalam ranah hukum keluarga bagi umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi hukum keluarga Islam, mengidentifikasi dasar hukumnya, serta memahami implementasinya dalam praktik perundang-undangan dan peradilan. Data diperoleh melalui studi literatur terhadap regulasi nasional seperti Undang-Undang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam (KHI), dan Undang-Undang Peradilan Agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa hukum keluarga Islam memiliki kedudukan yang sah sebagai lex specialis dalam sistem hukum nasional bagi umat Islam. Implementasinya diperkuat oleh lembaga peradilan agama dan sejumlah regulasi yang mengakomodasi prinsip-prinsip syariat Islam. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan dari segi kesadaran hukum masyarakat dan dinamika sosial seperti isu kesetaraan gender dan perlindungan anak. Kesimpulannya, hukum keluarga Islam merupakan unsur penting dalam pengembangan sistem hukum nasional yang berkeadilan dan menghargai keberagaman.
Kajian Historis Kodifikasi dan Periwayatan Hadits Sebagai Sarana Menjaga Perkembangan Literatur Hadits Ria Regita; Nur Fadhilah; Mutia Izzatun Nurul Imamah
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 3 (2025): JUNI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/16488a58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara historis proses perkembangan historis kodifikasi dan periwayatan hadits sebagai upaya menjaga kelestarian dan perkembangan literatur hadits. Melalui pendekatan historis-filologis, penelitian ini menelusuri tahapan-tahapan kodifikasi Hadits terhadap proses pengumpulan, pencatatan, dan penyusunan hadits dari masa awal Islam hingga terbentuknya kitab-kitab hadits kanonik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka kuantitatif dengan mengkaji berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kodifikasi hadits merupakan langkah krusial dalam menjaga keaslian dan kesahihan hadits. Proses ini melibatkan berbagai metode seperti pengumpulan, penelaahan, dan klasifikasi hadits. Kodifikasi hadits tidak hanya berperan dalam melestarikan sunnah Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi landasan bagi perkembangan ilmu hadits dan berbagai disiplin ilmu Islam lainnya..
Penyatuan Diri dengan Tuhan dalam Karya Sastra: Menggali Pengaruh Karya Sastra Diwan Al Hajjaj dan Qashidah-Qashifah, Al-Hallaj dan Rudaki dalam Budaya Islam Alya Hasna Firdaus; Nurholis; Alya Rahmawati; Nisa Nuraeni
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 3 (2025): JUNI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/gdyb8k40

Abstract

Artikel ini membahas pengaruh dua tokoh penting dalam budaya Islam, yaitu Al-Hallaj dan Rudaki, serta hubungan antara penyatuan rohani dengan Tuhan dan karya sastra. Melalui kajian terhadap gagasan-gagasan keduanya, artikel ini menunjukkan bagaimana konsep penyatuan dengan Tuhan tercermin dalam karya-karya mereka dan berdampak pada perkembangan budaya Islam, khususnya dalam tradisi sastra Arab dan Persia. Kajian ini juga menyoroti peran sastra sebagai sarana intelektual dan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
Perbandingan antara Dasar Hukum Perjanjian Syariah dan Konvensional Syahrin Novika Hidayati; Nur Aziz Muslim
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 3 (2025): JUNI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/vmjbg658

Abstract

Artikel ini membahas terkait dengan dasar hukum perjanjian dengan membandingkan konsep-konsep yang ada dalam perspektif Syariah dan konvensional. Tujuan utama dari penulisan artikel ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang perbedaan dan persamaan antara kedua sistem hukum tersebut dalam mengatur perjanjian, serta implikasinya terhadap praktik hukum di masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber hukum primer dan sekunder, termasuk teks-teks hukum, buku, artikel, dan jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan Perjanjian syariah dan perjanjian konvensional memiliki perbedaan mendasar dari segi landasan hukum, prinsip, dan tujuan. Perjanjian konvensional didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) dan hukum positif lainnya yang berlaku di Indonesia. Sementara itu, perjanjian syariah berlandaskan pada Al-Qur’an, Hadis, Ijma’, dan Qiyas, serta juga merujuk pada prinsip-prinsip fiqh muamalah.
Hadist dan Unsur-Unsur Nya Agus Rifki Ridwan; Wulandari; Musdalifah; Elsa Viati
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 3 (2025): JUNI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/sk73t988

Abstract

Studi tentang hadits sangat penting dalam ilmu keislaman, karena hadits merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur’an. Hadits terdiri dari perkataan, perbuatan, dan persetujuan Nabi Muhammad (SAW). Memahami komponen-komponen hadits, seperti sanad (rantai perawi) dan matan (isi), sangat penting untuk menilai keaslian dan penerapannya. Artikel ini membahas unsur-unsur hadits dan signifikansinya dalam fiqih Islam. Artikel ini mengeksplorasi metodologi yang digunakan untuk menilai kredibilitas perawi dan konsistensi isi hadits, menyoroti pentingnya unsur-unsur ini dalam menjaga integritas ajaran Islam. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif, menganalisis berbagai sumber ilmiah untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang topik tersebut. Temuan penelitian menekankan pentingnya pemeriksaan yang ketat dalam transmisi hadits untuk memastikan keaslian keputusan hukum Islam
Ulumul Hadist dan Cabang-Cabangnya Agus Rifki Ridwan; Syafitri Azzahrah; Arini Alfa Hidayah; Viralia
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 3 (2025): JUNI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7q89ag20

Abstract

Ilmu hadis merupakan disiplin ilmu dalam studi Islam yang membahas autentisitas, transmisi, dan pemahaman hadis Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cabang-cabang utama dalam ilmu hadis serta menjelaskan peran dan kontribusinya dalam menjaga integritas sumber ajaran Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui analisis literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu hadis terdiri dari beberapa cabang utama, antara lain: Ilmu Rijal al-Hadith (biografi perawi), Ilmu Jarh wa Ta’dil (evaluasi kredibilitas perawi), Ilmu Takhrij (penelusuran sanad), Ilmu Mustalah al-Hadith (terminologi hadis), dan Ilmu Ilal al-Hadith (identifikasi cacat tersembunyi dalam hadis). Setiap cabang memiliki fungsi spesifik dalam menilai keabsahan dan kualitas hadis, serta saling melengkapi dalam proses verifikasi hadis. Kesimpulannya, pemahaman yang komprehensif terhadap cabang-cabang ilmu hadis sangat penting untuk memastikan keotentikan dan validitas hadis sebagai sumber hukum dan ajaran Islam.
Gerakan Bela Palestina Sebagai Bentuk Kesadaran Global terhadap Penindasan dan Ketidakadilan Muhammad Ihwan Safrudin; Hannifa Rojwa Thalib; Nisa Nuraeni; Kartika Tri Puspita Sari; Sri Nita; Dadan Firdaus
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 3 (2025): JUNI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2bxme580

Abstract

Gerakan bela Palestina telah berkembang menjadi fenomena lintas negara yang merefleksikan meningkatnya kesadaran global terhadap isu penindasan dan pelanggaran hak asasi manusia. Studi ini bertujuan untuk mengkaji dinamika sosial, politik, dan peran media dalam membentuk solidaritas internasional terhadap Palestina. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi literatur dan analisis media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital, khususnya media sosial, berperan penting dalam menyebarkan informasi, membingkai narasi, dan menghubungkan individu serta komunitas dari berbagai wilayah dunia. Isu Palestina tidak lagi dipandang sebatas konflik regional, tetapi telah berubah menjadi simbol perjuangan melawan ketidakadilan global. Kendati demikian, gerakan ini menghadapi tantangan seperti distorsi informasi, tuduhan politisasi, dan fragmentasi wacana yang dapat menghambat efektivitas solidaritas yang dibangun.
Pancasila dan Islam: Sintesis Teologi politik dalam Konteks Keindonesiaan Rizkya Halimatus Sya'diah; Reihan Irsyad Maulana; Dadan Firdaus; Farhan Maulana Trisnadi; Alya Rahmawati; Silvia Syifa Nur Padilah
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 3 (2025): JUNI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/sz9h9535

Abstract

Artikel ini mengkaji sintesis antara Pancasila dan Islam dalam konteks teologi politik di Indonesia. Fokus kajian diarahkan pada pemahaman bahwa hubungan antara Islam dan negara tidak harus diwujudkan melalui bentuk negara Islam secara formalistik, tetapi melalui pendekatan substansialistik yang menekankan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan keadaban publik yang sejalan dengan ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka terhadap sumber-sumber historis, karya akademik, dan pemikiran tokoh-tokoh Islam Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah memainkan peran penting dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan Islam moderat dan inklusif. Selain itu, konsep Islam Nusantara muncul sebagai model teologi politik alternatif yang menekankan pentingnya lokalitas, kebangsaan, dan pluralisme. Sintesis antara Islam dan Pancasila dalam bentuk teologi politik substansialistik terbukti mampu merespons tantangan radikalisme dan mendukung pembangunan politik yang berlandaskan nilai-nilai spiritual dan kebangsaan. Kajian ini menyimpulkan bahwa penguatan diskursus teologi politik substansialistik di ruang publik dan institusi pendidikan sangat penting untuk menjaga keutuhan bangsa dan menjawab tantangan zaman.
Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam pada Film “Tuhan Izinkan Aku Berdosa” Karya Hanung Btamantyo Muhammad Ibnu Alwan Khoirul; M. Yahya Ashari; Moh. Makmun
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 3 (2025): JUNI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/cb2ep162

Abstract

Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa Karya Hanung Bramantyo mengangkat kisah-kisah di sekitar kehidupan atau kisah nyata. Penelitian ini menfokuskan pada nilai-nilai pendidikan agama Islam pada film tuhan izinkan aku berdosa karya Hanung Bramantyo dan relevansinya  terhadap materi pendidikan agama Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, yang menggunakan metode deskriktif kualitatif.  Dan data yang diperoleh dari setiap dialog-dialog tokoh yang tindakanya terkait dengan nilai nilai pendidikan Islam pada film tersebut. Penelitian  ini menghasilkan nilai-nilai pendidikan Islam, khususnya dalam aspek (1) akidah mencakup sesutau yang diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia secara mendalam dan penuh keyakinan, (2) syariat mencakup seperangkat norma ilahi yang mengatur hubungan seorang manusia dengan Allah, yang mengatur hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta, dan (3) akhlak mencakup sesuatu keadaan yang melekat dalam diri seseorang atau jiwa seseorang dan menjadi bagian dari kepribadiannya.

Page 3 of 10 | Total Record : 95