cover
Contact Name
Mazda Leva Okta Safitri
Contact Email
mazdalevaoktasafitri@fkip.unsri.ac.id
Phone
+6285268725641
Journal Mail Official
jisd@fkip.unsri.ac.id
Editorial Address
Jl. Palembang-Indralaya KM 32 Ogan Ilir
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal Kajian Pengembangan Pendidikan
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23557346     EISSN : 26856433     DOI : https://doi.org/10.36706/jisd
Core Subject :
Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal Kajian Pengembangan Pendidikan is a journal which is published by the Study Programe of Primary Teacher Education in the Faculty of Teacher Training and Education Sriwijaya University, in cooperation with the Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia (HDPGSDI) based on the MoU Number: 001/JISD/III/2024. Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal Kajian Pengembangan Pendidikan already has p-ISSN 2355-7346 and online version e-ISSN 2685-6433. Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal Kajian Pengembangan Pendidikan publishes the result of literature studies as well as research result in basic education, but is not limited to the following topics: Mathematics in basic education; Indonesian language in basic education; Science in basic education; Social studies in basic education; Civics in basic education; Curriculum in basic education Learning media in basic education; Leaning model in basic education; and Learning assessment in basic education.
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
Membangun Jembatan Pengetahuan: Menyelami Dampak Konstruktivisme dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Hullatul Luthfiyah; Radeni Sukma Indra Dewi; Ratna Ekawati
Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal Kajian Pengembangan Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2024): Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal kajian Pengembangan Pendidikan
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with HDPGSDI (Himpunan Dosen PGSD Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jisd.v11i2.66

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia masa depan mengharuskan individu untuk memiliki kemauan mengambil risiko, kemandirian, dan merasa terdorong untuk membuat keputusan yang mencerminkan nilai-nilai pribadi mereka. Individu tersebut diharapkan mampu mengembangkan berbagai potensi pribadinya melalui proses belajar yang berkelanjutan untuk menemukan jati dirinya. Untuk mencapai tujuan tersebut, dipilihlah teori belajar konstruktivis yang dapat memprediksi dengan lebih baik peralihan dari pendidikan yang berfokus pada aspek kognitif ke pengembangan potensi manusia seutuhnya. Teori ini juga menekankan pada aktivitas peserta didik dibandingkan pendidik. Dari perspektif konstruktivis, belajar adalah suatu proses di mana individu secara aktif menciptakan pengetahuan. Pembelajaran ini menuntut siswa untuk berpartisipasi aktif, berpikir, mengembangkan konsep, dan memahami apa yang dipelajarinya.
Implementasi Model Sequenced Berbasis Pelestarian Salak sebagai Potensi Lokal Bangkalan pada Pembelajaran IPAS Atika Maulidina Hs; wulida arina najwa; Adhy Putri Rilianti; M. Misbachul Huda
Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal Kajian Pengembangan Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2024): Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal kajian Pengembangan Pendidikan
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with HDPGSDI (Himpunan Dosen PGSD Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jisd.v11i2.78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pengalaman implementasi model sequenced berbasis pelestarian salak sebagai potensi lokal bangkalan pada pembelajaran IPAS kelas IV, respon siswa selama menerima pembelajaran tersebut, dan bagaimana kesan guru selama menyajikan pembelajaran tersebut. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik pengambilan sampel acak sistematis hingga diperoleh 7 orang sampel. Sampel terdiri dari 1 orang guru wali kelas sebagai pengajar dan 6 orang siswa kelas IVA dengan rincian masing-masing 2 siswa dengan kemampuan kognitif tinggi, sedang, dan rendah yang ditunjuk berdasarkan hasil rapot semester sebelumnya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pembelajaran IPAS berbasis pelestarian salak sebagai potensi lokal Bangkalan berjalan lancar. Guru memiliki kompetensi yang baik untuk dapat menyajikan pembelajaran tersebut sehingga siswa secara umum dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan kondusif.
Upaya Peningkatkan Prestasi Belajar Matematika Materi Penjumlahan dan Pengurangan dengan Media Tangga Pintar Siswa Kelas 1 SD Negeri Kaliwareng Firyal Zalfa Nisrina; Dian Kusumawati; Rachmat Imam Muslim
Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal Kajian Pengembangan Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2024): Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal kajian Pengembangan Pendidikan
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with HDPGSDI (Himpunan Dosen PGSD Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jisd.v11i2.80

Abstract

Based on observations of the learning outcomes of class 1 students at Kaliwareng State Elementary School, it is known that the achievement of Mathematics scores is still low. The average score obtained was 58.6, while the KKM that had to be achieved was 60. Only 11 children or 42% completed their learning scores, the learning scores obtained were very worrying. Based on the background of the problem, the problem formulation in this research is: Can the use of smart ladder media improve student achievement in learning mathematics on addition and subtraction material in class 1 of Kaliwareng State Elementary School? After conducting research using Smart Ladder media, student learning completion reached 80%. The use of smart stairs can actually improve student learning outcomes. The indicator of success, namely the percentage of students who have completed learning, has been achieved after learning actions were carried out using smart stairs. In learning, the result was an increase in scores, namely from 42% with an average score of 48 in the pre-cycle to 66% or an average score of 59 in the level of completeness, and then reaching an average score of 80.7 (93% in the level of completeness). This is because by using Smart Ladder media, students are more active in learning, and students' learning independence increases. So that students' absorption capacity also increases.
Integration of Digital Skills in Elementary School Learning: Facing Challenges in the 21st Century: Integrasi Keterampilan Digital dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar : Menghadapi Tantangan di Era Abad 21 Iis Hartati; Herma Susanah; Sofyan Iskandar
Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal Kajian Pengembangan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2025): Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal kajian Pengembangan Pendidikan
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with HDPGSDI (Himpunan Dosen PGSD Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jisd.v12i1.83

Abstract

In the 21st century, digital skills are increasingly needed in learning in elementary schools, considering that digital technology has become an inseparable part of daily life. This study uses a literature review approach to investigate various challenges faced by teachers in integrating technology into the teaching and learning process. Key findings show that many teachers still find it difficult to use digital devices, both hardware and software. In addition, low levels of digital literacy and lack of appropriate training exacerbate this situation. Another challenge that is also faced is limited access to technology, especially in areas with limited infrastructure. This article highlights the importance of improving relevant training programs and developing better infrastructure to support the utilization of technology in the classroom. By overcoming these obstacles, it is hoped that teachers can be more effective in using technology, which in turn will help students prepare for future challenges that are increasingly dependent on digital capabilities.
Kesulitan Guru Dalam Pemanfaatan Fitur Komunitas Belajar Pada Platform Merdeka Mengajar (PMM) Di SDN 182/1 Hutan lindung Agnes Pebrika; Ahmad Hariandi; Suci Hayati
Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal Kajian Pengembangan Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2024): Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal kajian Pengembangan Pendidikan
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with HDPGSDI (Himpunan Dosen PGSD Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jisd.v11i2.87

Abstract

This study aims to describe the utilization of the learning community feature on the Merdeka Mengajar Platform (PMM) and identify the challenges faced by teachers in accessing and using this feature at SDN 182/1 Hutan Lindung. The research was conducted at SDN 182/1 Hutan Lindung during the odd semester of the 2024/2025 academic year. A qualitative method with a case study approach was employed. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving teachers of grades IV, V, and VI. The validity of the data was tested using triangulation of techniques, sources, and time. The findings indicate that the use of the learning community feature on PMM is still low. Teachers only utilized this feature at the initial stages, such as joining a community or participating in one specific activity, but there was no continuity in its use. Activities within the learning community were limited because teachers more frequently used other features, such as self-training and teaching tools, which were considered more relevant to supporting their daily tasks. Additionally, the lack of routine habits in accessing this feature also contributed to its limited use. The challenges faced by teachers in accessing and utilizing the learning community feature include several aspects. Limited technological skills caused difficulties in navigating the PMM interface. High workloads made it challenging for teachers to allocate time to explore features like the learning community. Low teacher motivation to actively participate was influenced by the lack of support from the school environment and limited supporting facilities.
The influence of distance traveled on student learning motivation: education in rural areas Ilham Arya Susanto; Kuswanto; Dwi Septiyanda
Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal Kajian Pengembangan Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2024): Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal kajian Pengembangan Pendidikan
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with HDPGSDI (Himpunan Dosen PGSD Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jisd.v11i2.88

Abstract

Distance is an obstacle in gaining access to education. There are many cases in several rural areas where distance is a barrier to access to education. Through mini research conducted by researchers, researchers show the effect of distance on student learning motivation. At the completion stage of this research, quantitative methods were used with descriptive statistical analysis and analysis using Kruskal Wallis. The results of this research indicate that motivation to learn is not hampered by the distance students travel to carry out their education. The findings of this research are an opening for further, more in-depth research on student motives.
Analysis of the Impact of Technology Use on Students' Digital Literacy in Elementary Schools: Analisis Dampak Penggunaan Teknologi terhadap Literasi Digital Siswa di Sekolah Dasar Muhamad Sudharsono; Dinar Sulis Al Saepi; Firda Meliawati Putri; Nabila Azzahra Chandra; Siti Komariyah
Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal Kajian Pengembangan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2025): Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal kajian Pengembangan Pendidikan
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with HDPGSDI (Himpunan Dosen PGSD Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jisd.v12i1.89

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penggunaan teknologi berdampak pada literasi digital siswa di sekolah dasar. Literasi digital adalah keterampilan yang sangat penting bagi siswa di era teknologi modern. Ini mencakup kemampuan untuk menemukan, menyebarkan, dan memanfaatkan informasi dari berbagai sumber teknologi. Penelitian ini melakukan wawancara dengan tiga sumber yang berbeda. Penelitian menunjukkan bahwa, terutama di era modern, penggunaan teknologi seperti tablet dan komputer membantu siswa memahami literasi digital. Namun, penelitian ini juga menemukan konsekuensi negatifnya, seperti kemungkinan siswa menjadi kecanduan teknologi. Menurut penelitian ini, peran orang tua dan guru sangat penting dalam membantu siswa belajar literasi digital. Terlepas dari kenyataan bahwa teknologi memungkinkan peningkatan literasi digital, masalah saat ini harus ditangani dan orang tua, siswa, dan guru harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.
Teacher Strategic Innovation Supports Learning and Communication of Speech-Impaired Children at SDN Susukan 07 Pagi: Inovasi Strategis Guru Mendukung Pembelajaran dan Komunikasi Anak Tuna Wicara di SDN Susukan 07 Pagi Siti Rahmi; Arifah Rasyidah; Nurul Hidayah
Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal Kajian Pengembangan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2025): Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal kajian Pengembangan Pendidikan
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with HDPGSDI (Himpunan Dosen PGSD Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jisd.v12i1.92

Abstract

Tuna wicara adalah individu dengan keterbatasan berbicara atau kesulitan menggunakan bahasa lisan dan komunikasi verbal secara normal. Penelitian ini mengkaji strategi guru dalam membantu anak tunawicara di sekolah dasar reguler non-inklusi mengatasi kesulitan belajar dan komunikasi. Dengan pendekatan fenomenologi, data dari kepala sekolah, guru, dan siswa kelas V SDN Susukan 07 Pagi dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa anak tunawicara menghadapi tantangan seperti kesulitan memahami perintah, menyampaikan ide, dan bekerja sama. Guru menggunakan metode diferensiasi, pendekatan intensif, materi tambahan, teknik berbisik, serta lembar kerja khusus untuk membantu siswa. Penelitian ini memberi wawasan bagi guru dalam menangani siswa tunawicara di lingkungan reguler.
Ethnopedagogy in Pancasila Education Learning as an Alternative to Strengthen Global Diversity Insights for Elementary School Students: Etnopedagogi Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Sebagai Alternatif Penguatan Wawasan Kebhinekaan Global Bagi Siswa Sekolah Dasar Rizki Chusnul Hidayah; Reza Rachmadtullah
Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal Kajian Pengembangan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2025): Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal kajian Pengembangan Pendidikan
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with HDPGSDI (Himpunan Dosen PGSD Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jisd.v12i1.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas implementasi etnopedagogi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila sebagai alternatif penguatan wawasan kebhinekaan global bagi siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes, kemudian dianalisis secara induktif untuk memberikan makna mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui kegiatan outing class seperti ikut serta tradisi dilingkungan sekitar dan kunjungan museum, memberikan pengalaman belajar yang konkret dan bermakna. Pendekatan ini memanfaatkan kearifan lokal, seperti budaya daerah dalam kurikulum dan program kreatif seperti Kamis Kreasi, yang memungkinkan siswa memahami nilai Pancasila secara kontekstual. Siswa menjadi lebih antusias, dapat memahami toleransi, serta mampu menghargai keberagaman budaya. Oleh karena itu, etnopedagogi efektif menciptakan pembelajaran yang relevan dan interaktif, sehingga membentuk karakter siswa yang toleran, menghargai perbedaan, dan bangga terhadap budaya lokal. Hal ini dapat memperkuat wawasan kebhinekaan global, mempersiapkan siswa untuk menghadapi era globalisasi tanpa kehilangan identitas budaya.
Development of Lectora Math-UDE Media UDE Problem Solving Model for Algebra Story Problems for Grade V Elementary School Students: Pengembangan Media Lectora Math-UDE Model Pemecahan Masalah UDE Untuk Soal Cerita Aljabar Siswa Kelas V SD Raihani Afifah; Trimurtini
Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal Kajian Pengembangan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2025): Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal kajian Pengembangan Pendidikan
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with HDPGSDI (Himpunan Dosen PGSD Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jisd.v12i1.96

Abstract

In the current era of disruption, rapid and massive changes require every individual to prepare themselves to face various challenges. Therefore, 21st century skills from 4C to 6C. One important skill is critical thinking, can be improved through solving mathematical problems. This study aims to develop, feasibility, and effectiveness of the Lectora Math-UDE media with the UDE problem-solving model. The subjects included teachers, fifth grade elementary students, media and material practitioners. The researcher used the RnD method with the ADDIE model. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and tests. The research instruments consisted of media and material expert validation, pretests and posttests, and teacher and student response questionnaires. The data analysis techniques used were qualitative and quantitative. The validation results showed that the media scored 94% from media experts and 86% from material experts, both in the "Very Feasible" category. The t-test results showed a significant difference between the pretest and posttest (sig 0.000), and the N-Gain test was 0.56 with the criteria of "Quite Effective". Thus, the Lectora Math-UDE learning media with the UDE problem-solving model is quite effective in improving the ability to solve algebraic story problems of fifth grade elementary school students.