Lina Marlina (Universitas Siliwangi)
Universitas Siliwangi

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kebijakan Fiskal Dinasti Umayyah dan Implikasinya Terhadap Kesejahteraan Sosial Zalza Rapika Fuji Ayu (Universitas Siliwangi); Anisa Nurul Hidayanti (Universitas Siliwangi); Sugih Patoni (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan fiskal yang diterapkan pada masa Dinasti Umayyah serta implikasinya terhadap kesejahteraan sosial dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode historis-normatif melalui studi literatur klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem fiskal Dinasti Umayyah bertumpu pada instrumen kharaj, jizyah, zakat, dan fai yang dikelola melalui Bayt al-Mal. Reformasi fiskal, khususnya pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, berkontribusi signifikan terhadap distribusi pendapatan dan pengurangan ketimpangan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan fiskal yang berorientasi pada keadilan distributif memiliki peran strategis dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dan relevan untuk sistem keuangan publik Islam kontemporer.
Analisis Pemikiran Ibnu Taimiyah Tentang Keseimbangan Permintaan, Penawaran, dan Produksi Vira Nuraprian (Universitas Siliwangi); Zahida Inayah (Universitas Siliwangi); Rahma Aulia Zahra (Universitas Siliwangi); Mufidah (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Dinaya (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Ibnu Taimiyah mengenai keseimbangan permintaan, penawaran, dan produksi dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode konseptual-normatif melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari karya-karya Ibnu Taimiyah serta kajian akademik terkait, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Ibnu Taimiyah menekankan mekanisme pasar yang terbentuk secara alami melalui interaksi permintaan dan penawaran, dengan harga sebagai indikator keseimbangan. Keterlibatan pemerintah hanya dibenarkan ketika terjadi ketidakseimbangan pasar akibat praktik monopoli, penimbunan, atau ketidakadilan. Produksi, menurutnya, harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara adil, sehingga tercipta keseimbangan yang mendukung keadilan sosial dan kesejahteraan umum. Kontribusi penelitian ini adalah menegaskan relevansi pemikiran Ibnu Taimiyah sebagai dasar hukum bagi pengembangan teori ekonomi Islam kontemporer yang menekankan transparansi, keadilan, dan keberlanjutan sistem produksi.
Peran Sentral Zakat, Infaq, Sedekah, Dan Wakaf (Ziswaf) Dalam Mekanisme Distribusi Ekonomi Syariah Ryan Akbar Maulana (Universitas Siliwangi); Ardikan Haikal Taufiqulloh (Universitas Siliwangi); Dina Nindiya Sari (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 01 (2025): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i01.3980

Abstract

Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) memiliki peran penting dalam sistem distribusi ekonomi syariah untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ZISWAF berfungsi sebagai mekanisme redistribusi kekayaan yang berlandaskan prinsip keadilan dan solidaritas, sehingga memperkuat ekonomi dengan nilai-nilai Islam. Studi ini menilai bagaimana pelaksanaan ZISWAF dalam ekonomi syariah dapat mendorong inklusi sosial dan memperbaiki pemerataan pendapatan melalui pemberdayaan penerima zakat serta pengelolaan wakaf yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan ZISWAF sangat bergantung pada transparansi tata kelola, partisipasi aktif masyarakat, dan dukungan regulasi yang sesuai. Dengan demikian, ZISWAF tidak hanya sebagai bentuk kedermawanan, tetapi juga sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sesuai prinsip syariah. Penelitian ini menegaskan betapa pentingnya ZISWAF dalam menciptakan keseimbangan ekonomi dan memperkokoh struktur sosial di komunitas Muslim.
Analisis Pemikiran Ekonomi Islam Imam Al-Maqrizi dan Relevansinya terhadap Dinamika Ekonomi Kontemporer Muhammad Natsir Sidik (Universitas Siliwangi); Zahra Khoerunisa (Universitas Siliwangi); Ayuni Rahma Fauziyah (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.5153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran ekonomi Islam Imam Al-Maqrizi serta mengkaji relevansinya terhadap dinamika ekonomi kontemporer, khususnya terkait fenomena inflasi dan stabilitas ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui penelaahan berbagai literatur klasik maupun kajian ilmiah modern yang berkaitan dengan pemikiran ekonomi Al-Maqrizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Maqrizi menjelaskan inflasi sebagai fenomena ekonomi yang dapat disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor alamiah seperti gagal panen dan bencana alam, serta faktor kesalahan manusia seperti korupsi, administrasi pemerintahan yang buruk, pajak yang berlebihan, dan pencetakan uang secara berlebihan yang menyebabkan meningkatnya jumlah uang beredar. Pemikiran tersebut menegaskan pentingnya stabilitas mata uang serta tata kelola pemerintahan yang baik dalam menjaga keseimbangan ekonomi. Dalam konteks ekonomi modern, gagasan Al-Maqrizi masih relevan karena sejalan dengan prinsip kebijakan moneter kontemporer yang menekankan pengendalian inflasi melalui pengaturan jumlah uang beredar, stabilitas nilai mata uang, serta penguatan sistem kelembagaan dan tata kelola pemerintahan. Oleh karena itu, pemikiran ekonomi Al-Maqrizi dapat menjadi salah satu referensi konseptual dalam memahami serta merumuskan solusi terhadap permasalahan inflasi dalam sistem ekonomi modern.
Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Trading Forex Metode Scalping Amalia Jayadi (Universitas Siliwangi); Naufal Ammar Rivardi (Universitas Siliwangi); Ajang Gina April Mauludin (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 01 (2025): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i01.3936

Abstract

Perkembangan perdagangan valuta asing (forex) sebagai instrumen investasi global menarik minat banyak investor muslim, termasuk metode scalping yang menekankan transaksi singkat dengan frekuensi tinggi untuk meraih keuntungan dari pergerakan harga kecil. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan tentang kesesuaian praktik tersebut dengan prinsip hukum ekonomi syariah, yang menekankan keadilan, transparansi, serta larangan terhadap unsur maysir, gharar, dan riba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hukum aktivitas forex trading khususnya metode scalping melalui kajian literatur dan analisis deskriptif terhadap ayat dan hadist kontemporer yang berkaitan dengan keterkaitan trading forex dengan metode scalping. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada prinsipnya transaksi forex diperbolehkan apabila dilakukan secara spot trading dengan pemenuhan akad yang sah, bebas dari spekulasi berlebihan, serta tidak mengandung riba melalui fasilitas swap atau bunga menginap. Namun, metode scalping berpotensi menimbulkan unsur spekulasi tinggi dan mengurangi aspek maslahat karena lebih mendekati praktik maysir apabila tidak didukung oleh strategi manajemen risiko yang jelas. Oleh karena itu, dari perspektif hukum ekonomi syariah, praktik scalping dalam forex bersifat ghair mashr? (tidak sesuai) apabila menekankan aspek spekulatif semata, namun dapat ditoleransi jika dibatasi pada transaksi riil dengan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap ketentuan syariah.
Analisis Kebijakan Fiskal Abu Yusuf dan Relevansinya terhadap Kesejahteraan Sosial Kontemporer Ai Siti Patimah (Universitas Siliwangi); Aulia Maretsa (Universitas Siliwangi); Intan Nuraeni (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kebijakan fiskal yang dikemukakan oleh Abu Yusuf serta menelaah relevansinya terhadap upaya peningkatan kesejahteraan sosial dalam konteks kontemporer. Abu Yusuf sebagai salah satu tokoh pemikir ekonomi Islam klasik menempatkan kebijakan fiskal sebagai instrumen penting dalam menciptakan keadilan distribusi, stabilitas ekonomi, dan kemakmuran masyarakat. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), penelitian ini mengkaji pemikiran Abu Yusuf yang tertuang dalam karya monumentalnya, Kitab al-Kharaj, khususnya terkait pengelolaan pajak (kharaj), zakat, dan sumber-sumber penerimaan negara lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan fiskal menurut Abu Yusuf menekankan prinsip keadilan, proporsionalitas, kemaslahatan publik, serta tanggung jawab negara dalam menjamin kesejahteraan rakyat. Dalam perspektif kontemporer, gagasan tersebut masih relevan untuk diterapkan, terutama dalam penguatan sistem perpajakan yang adil, optimalisasi distribusi kekayaan, serta peningkatan perlindungan sosial bagi kelompok rentan. Dengan demikian, pemikiran fiskal Abu Yusuf tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga memberikan kontribusi normatif bagi perumusan kebijakan ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan sosial di era modern.
Perkembangan Pemikiran Ekonomi Islam pada Periode Kedua dan Kontribusinya terhadap Sistem Ekonomi Modern Abdullah Rasyiqul Abid (Universitas Siliwangi); Annisa Nurhidayah Somantri (Universitas Siliwangi); Putri Ana Marisa (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/sjes.v2i02.5199

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis perkembangan pemikiran ekonomi Islam pada periode kedua (abad ke-11 hingga ke-15 M) serta kontribusinya terhadap sistem ekonomi modern. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan historis-deskriptif-analitis terhadap karya-karya tokoh utama, yaitu Al-Ghazali, Ibnu Taimiyah, Ibnu Khaldun, dan Al-Maqrizi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran ekonomi Islam periode kedua telah merumuskan konsep-konsep fundamental yang mencakup teori harga yang adil, fungsi uang, mekanisme pasar, peran negara dalam pengawasan ekonomi, distribusi kekayaan, serta analisis inflasi dan siklus ekonomi. Konsep-konsep tersebut tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga relevan secara konseptual dalam menjelaskan dinamika ekonomi modern, khususnya dalam pengembangan keuangan syariah, regulasi pasar, kebijakan fiskal, serta instrumen keuangan sosial Islam. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran ekonomi Islam periode kedua merupakan bagian penting dari sejarah pemikiran ekonomi global dan memberikan kontribusi normatif serta konseptual bagi pengembangan sistem ekonomi yang lebih adil, etis, dan berkelanjutan
Analisis Prinsip Halalan Thayyiban Pada Program Makanan Bergizi Gratis: Dalam Perspektif Ekonomi Islam Husni Ansori (Universitas Siliwangi); Rifki Ahmad Tauhid (Universitas Siliwangi); Ari Purnama (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 01 (2025): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i01.4021

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Dalam perspektif Ekonomi Islam, program ini harus selaras dengan prinsip halalan thayyiban yang menekankan kehalalan, kebersihan, dan kebermanfaatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis penerapan prinsip tersebut berdasarkan regulasi, fatwa, dan konsep ekonomi syariah terkait pangan. Hasil menunjukkan masih terdapat tantangan seperti kurangnya pengawasan distribusi, standar kebersihan yang belum merata, dan minimnya edukasi konsumsi halal. Meski demikian, program ini berpotensi meningkatkan kesejahteraan sosial jika dikelola dengan baik, diawasi ketat, dan terintegrasi dengan nilai syariah, sehingga pemenuhan gizi bernilai kesehatan sekaligus ibadah dan kemaslahatan
Sistem Distribusi Zakat pada Masa Khalifah Umar bin Khattab dan Relevansinya terhadap Pengelolaan Zakat Modern Dika Diaulhaq (Universitas Siliwangi); Fia Aulia Yasyroh (Universitas Siliwangi); Aura Awaliya Nurhasanah (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem distribusi zakat pada masa pemerintahan Umar bin Khattab serta mengkaji relevansinya terhadap pengelolaan zakat modern. Zakat dalam perspektif ekonomi Islam tidak hanya dipahami sebagai kewajiban ibadah individual, tetapi juga sebagai instrumen fiskal yang memiliki implikasi sosial dan ekonomi yang luas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang dipadukan dengan pendekatan historis dan komparatif, dengan sumber data berupa literatur klasik, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi lembaga pengelola zakat kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa Umar bin Khattab, distribusi zakat dikelola secara terstruktur melalui pembentukan diwan, pencatatan administratifyang sistematis, pengangkatan amil secara profesional, serta penerapan prinsip keadilan distributif berbasis kebutuhan mustahik. Zakat juga terintegrasi dalam kebijakan fiskal negara sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan dan pengurangan kesenjangan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip keadilan, akuntabilitas, profesionalitas, dan orientasi pada kemaslahatan publik tetap relevan dalam tata kelola zakat modern dan dapat diadaptasi untuk memperkuat fungsi zakat sebagai instrumen pembangunan sosial-ekonomi yang berkelanjutan
Analisis Kebijakan Ekonomi Khulafaur Rasyidin dalam Perspektif Ekonomi Syariah Muhammad Rizkan Arrofi (Universitas Siliwangi); Muhammad Nazar Fauzan Faturohman (Universitas Siliwangi); Reza Adhietya Nugraha (Universitas Siliwangi); Muhammad Rizqi Muharrom (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan ekonomi yang diterapkan pada masa Khulafaur Rasyidin serta mengkaji relevansinya dalam perspektif ekonomi syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur klasik dan kontemporer terkait sejarah ekonomi Islam dan tata kelola keuangan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi pada masa Khulafaur Rasyidin menekankan prinsip keadilan, transparansi, akuntabilitas, serta kesejahteraan sosial melalui pengelolaan sumber pendapatan negara seperti zakat, kharaj, jizyah, dan penerimaan publik lainnya yang dikelola melalui lembaga Baitul Mal. Setiap khalifah menerapkan kebijakan ekonomi yang disesuaikan dengan kondisi sosial dan politik pada masanya tanpa meninggalkan nilai-nilai etika Islam sebagai landasan utama. Kebijakan tersebut menunjukkan model awal tata kelola fiskal Islam yang mengintegrasikan tanggung jawab moral dan manajemen ekonomi negara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep kebijakan ekonomi pada masa Khulafaur Rasyidin masih relevan dalam pengembangan sistem ekonomi syariah modern, khususnya dalam mewujudkan distribusi kekayaan yang adil dan pengelolaan keuangan publik yang berkelanjutan.
Co-Authors Abdullah Rasyiqul Abid (Universitas Siliwangi) Ade Setiawan (Universitas Siliwangi) Adis Lestari (Universitas Siliwangi) Aghniya Firja 'Ainunnisa (Universitas Siliwangi) Agustin Mutmainah (Universitas Siliwangi) Ai Elga Agustina (Universitas Siliwangi) Ai Siti Patimah (Universitas Siliwangi) Ajang Gina April Mauludin (Universitas Siliwangi) Alfian Setiawan (Universitas Siliwangi) Alisya Meitasari Wardani (Universitas Siliwangi) Amalia Jayadi (Universitas Siliwangi) Ana Fauzia (Universitas Siliwangi) Ana Fauzia Diana (Universitas Siliwangi) Ana Fauziya Diana (Universitas Siliwangi) Ana Fauziya Dinaya (Universitas Siliwangi) Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi) Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi) Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi) Ana Fauziyah (Universitas Siliwangi) Ana Fauziyah Diana (Universitas Siliwangi) Ana Fauziyah Diyana (Universitas Siliwangi) Anisa Nurul Hidayanti (Universitas Siliwangi) Annisa Nurhidayah Somantri (Universitas Siliwangi) Ardikan Haikal Taufiqulloh (Universitas Siliwangi) Ari Purnama (Universitas Siliwangi) Ariqa Dhiaulhaq (Universitas Siliwangi) Aulia Maretsa (Universitas Siliwangi) Aura Awaliya Nurhasanah (Universitas Siliwangi) Ayuni Rahma Fauziyah (Universitas Siliwangi) Azkya Dwi Zulfa (Universitas Siliwangi) Bayu Jati Supandi (Universitas Siliwangi) Dania Husna (Universitas Siliwangi) Dea Shofiya Nurlaela (Universitas Siliwangi) Desiana Putrindwika (Universitas Siliwangi) Dika Diaulhaq (Universitas Siliwangi) Dina Nindiya Sari (Universitas Siliwangi) Dinda Hafnita (Universitas Siliwangi) Dzakwan Afaf Muhammad (Universitas Siliwangi) Fadlan Rizki Fauzi (Universitas Siliwangi) Fahmi Alfarid (Universitas Siliwangi) Farhana Rahayu (Universitas Siliwangi) Farhana Rahayu (Unversitas Siliwangi) Fauzi danar Zulfikar (Universitas Siliwangi) Fia Aulia Yasyroh (Universitas Siliwangi) Fina Damayanti (Universitas Siliwangi) Fiqri Muhammad Fauzi (Universitas Siliwangi) Haikal Ghazali (Universitas Siliwangi) Haikal Muhamad Ghazali (Universitas Siliwangi) Hizqiel Nadjib Yasin (Universitas Siliwangi) Husni Ansori (Universitas Siliwangi) Indah Rosidah Nuraini (Universitas Siliwangi) Indri Aprilianti (Universitas Siliwangi) Intan Nuraeni (Universitas Siliwangi) Intan Rahayu (Universitas Siliwangi) Khaisya Awis Malaya (Universitas Siliwangi) Khaisya Awis Putri Malaya (Universitas Siliwangi) Khaisya Awis Putri Malaya (Unversitas Siliwangi) Lucky Ihsan Nugraha (Universitas Siliwangi) M.Aditya Saputra (Universitas Siliwangi) Mila Sartika (Universitas Siliwangi) Mirna Sukma Rahayu (Universitas Siliwangi) Mu'fi Nadhif Pranaja (Universitas Siliwangi) Mufidah (Universitas Siliwangi) Muhamad Hata (Universitas Siliwangi) Muhamad Nur Faidz (Universitas Siliwangi) Muhammad Natsir Sidik (Universitas Siliwangi) Muhammad Nazar Fauzan Faturohman (Universitas Siliwangi) Muhammad Rizkan Arrofi (Universitas Siliwangi) Muhammad Rizqi Muharrom (Universitas Siliwangi) Nadhif Pranaja (Universitas Siliwangi) Nadia Putri Aulia (Universitas Siliwangi) Naila Lutfiah (Universitas Siliwangi) Nanda Pratiwi (Universitas Siliwangi) Naufal Ammar Rivardi (Universitas Siliwangi) Naufal Tsani Al Mughni (Universitas Siliwangi) Nazwa Maulida (Universitas Siliwangi) Neneng Shinta Putri (Universitas Siliwangi) Nia Amelia (Universitas Siliwangi) Nisa Nur Afifah (Universitas Siliwangi) Novia Rizki Fitriah (Universitas Siliwangi) Putri Ana Marisa (Universitas Siliwangi) Putri Nandini (Universitas Siliwangi) Rafidatunnisa Naifa Ramadhani (Universitas Siliwangi) Rafif Furqan (Universitas Siliwangi) Rafif Furqon Furqon (Universitas Siliwangi) Rahma Aulia Zahra (Universitas Siliwangi) Raihan Fajar Nugraha (Universitas Siliwangi) Ratih Maulida (Universitas Siliwangi) Resti Aulia Aminarti (Universitas Siliwangi) Rexy Alief Pratama (Universitas Siliwangi) Reza Adhietya Nugraha (Universitas Siliwangi) Rifki Ahmad Tauhid (Universitas Siliwangi) Rina (Universitas Siliwangi) Rina Rahma Yuliana (Universitas Siliwangi) Risa Aprilida (Universitas Siliwangi) Risma Syapira (Universitas Siliwangi) Risma Syapira (Unversitas Siliwangi) Ryan Akbar Maulana (Universitas Siliwangi) Ryan Akbar Maulana (Universitas Siliwangi) Sabrina Savira Salsabilla (Universitas Siliwangi) Sania Fauziah (Universitas Siliwangi) Sintya Raya Kurniawati (Universitas Siliwangi) Sri Devi Mulyasari (Universitas Siliwangi) Sugih Patoni (Universitas Siliwangi) Syahla Fauziyyah Farhah (Universitas Siliwangi) Syahla’ Fauziyyah Farhah (Universitas Siliwangi) Teguh Abdul Aziz (Universitas Siliwangi) Tita Anita (Universitas Siliwangi) Ulfah Salsabila (Universitas Siliwangi) Vira Nuraprian (Universitas Siliwangi) Wibana Rifat Alfarrel (Universitas Siliwangi) Widia Anggraeni (Universitas Siliwangi) Yasya Syahrul Fath (Universitas Siliwangi) Yulfi Rohmatul Hasanah (Universitas Siliwangi) Yuliani (Universitas Siliwangi) Zahida Inayah (Universitas Siliwangi) Zahra Khoerunisa (Universitas Siliwangi) Zahra Laila Salsabila (Universitas Siliwangi) Zalza Rapika Fuji Ayu (Universitas Siliwangi)