Lina Marlina (Universitas Siliwangi)
Universitas Siliwangi

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Tafsir Ayat Dan Hadits Dalam Perspektif Ekonomi Islam Mengenai Sewa Menyewa Dan Utang Piutang Farhana Rahayu (Unversitas Siliwangi); Risma Syapira (Unversitas Siliwangi); Khaisya Awis Putri Malaya (Unversitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 01 (2025): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i01.3955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ayat Al-Quran dan hadits Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan praktik sewa-menyewa (ijarah) dan utang-piutang (qardh) dalam perspektif ekonomi Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah sumber primer berupa Al-Quran, hadits, serta literatur sekunder dari kitab tafsir dan karya ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik sewa-menyewa dan utang-piutang diperbolehkan dalam Islam selama memenuhi prinsip keadilan, kerelaan, dan bebas dari riba. Tafsir ayat Al-Quran dan hadits yang relevan memberikan dasar normatif bagi pembentukan hukum ekonomi Islam yang menekankan maslahat, kejujuran, dan tanggung jawab dalam transaksi muamalah.
Konsep Modal Sosial dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadits Haikal Ghazali (Universitas Siliwangi); Fadlan Rizki Fauzi (Universitas Siliwangi); Sri Devi Mulyasari (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 1, No 03 (2025): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v1i03.3877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep modal sosial dalam perspektif Al-Qur'an dan hadits dengan menitikberatkan pada tafsir Surah Al-Hujurat ayat 10 serta hadits-hadits terkait. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif analitis berdasarkan tinjauan pustaka, yang merupakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep modal sosial dalam Islam memiliki landasan normatif yang kuat, ditandai dengan prinsip ukhuwah (persaudaraan), ta'awun (tolong-menolong), dan ishlah (perdamaian). Surah Al-Hujurat ayat 10 menegaskan bahwa sesungguhnya orang beriman itu bersaudara, sehingga mendamaikan pihak yang berselisih menjadi kewajiban kolektif. Hadits-hadits Nabi juga memperkuat konsep ini dengan menekankan solidaritas dan kepedulian sosial, yang sejalan dengan teori social capital dalam ilmu sosial modern. Dengan demikian, Islam menawarkan dasar moral-spiritual yang memperkuat jaringan sosial, kepercayaan, dan norma kebersamaan, sekaligus relevan dengan analisis empiris kontemporer. Kajian ini menegaskan bahwa modal sosial dalam Islam tidak hanya berfungsi sebagai instrumen sosial, tetapi juga sebagai ibadah dan tanggung jawab spiritual yang berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang adil, harmonis, dan sejahtera.
Analisis Pemikiran Ekonomi Islam dalam Madzhab Baqr As-Sadr, Madzhab Alternatif, dan Madzhab Mainstream Tita Anita (Universitas Siliwangi); Neneng Shinta Putri (Universitas Siliwangi); Zahra Laila Salsabila (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4903

Abstract

Penelitian ini menganalisis pemikiran ekonomi Islam dalam tiga madzhab: Baqir As-Sadr, Mainstream, dan Alternatif. Tujuannya untuk memahami perbedaan asumsi, metode, dan fokus masing-masing madzhab serta kontribusinya terhadap pengembangan teori ekonomi Islam modern. Metode penelitian menggunakan kajian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dan komparatif. Hasil menunjukkan Madzhab Baqir As-Sadr menekankan keadilan distribusi, nilai ideologis, dan peran negara dalam kesejahteraan sosial; Madzhab Mainstream mengakui kelangkaan namun tetap berpegang pada prinsip syariah; sedangkan Madzhab Alternatif menekankan sikap kritis, pengujian ilmiah, dan relevansi konteks. Kesimpulannya, ketiga madzhab berbeda dalam pendekatan, namun sama-sama bertujuan membangun ekonomi Islam yang adil, etis, dan berfokus pada kesejahteraan masyarakat.
UMKM Berbasis Syariah Dalam Menghadapi Pengurangan Minyak Goreng di Kalangan Masyarakat Zalza Rapika Fuji Ayu (Universitas Siliwangi); Khaisya Awis Putri Malaya (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 1, No 03 (2025): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v1i03.3304

Abstract

Krisis pasokan minyak goreng di Indonesia telah menjadi tantangan besar bagi UMKM, terutama yang berbasis syariah. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi bisnis syariah untuk membantu UMKM bertahan dan berkembang di tengah kelangkaan minyak goreng. Dengan pendekatan normatif, penelitian menganalisis prinsip ekonomi Islam seperti keadilan, transparansi, dan etika bisnis. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi pemasaran syariah, inovasi produk alternatif (misalnya minyak nabati), pemanfaatan teknologi digital secara etis, serta kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga pendidikan dapat meningkatkan daya saing UMKM. Penerapan prinsip syariah tidak hanya memperkuat fondasi moral bisnis, tetapi juga membangun kepercayaan konsumen dan keberlanjutan usaha. Dengan demikian, UMKM berbasis syariah mampu menghadapi krisis sembari berkontribusi pada ketahanan ekonomi lokal
Analisis Pemikiran Etika Ekonomi Ibnu Miskawih dan Implikasinya Terhadap Ekonomi Modern Intan Rahayu (Universitas Siliwangi); Khaisya Awis Malaya (Universitas Siliwangi); Haikal Muhamad Ghazali (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/sjes.v2i02.5041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran etika ekonomi Ibnu Miskawaih serta mengkaji implikasinya terhadap ekonomi modern. Ibnu Miskawaih memandang bahwa aktivitas ekonomi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga harus diarahkan untuk mencapai kebahagiaan (saadah) melalui pembentukan akhlak yang mulia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan (library research), melalui analisis berbagai sumber primer dan sekunder yang berkaitan dengan pemikiran Ibnu Miskawaih serta teori ekonomi kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep keadilan sosial, moderasi dalam konsumsi dan produksi, pengendalian diri, serta tanggung jawab moral yang dikemukakan Ibnu Miskawaih memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab berbagai tantangan ekonomi modern, seperti ketimpangan distribusi kekayaan, krisis etika bisnis, dan kecenderungan materialisme. Integrasi nilai-nilai etika dan ekonomi tersebut dapat menjadi landasan bagi pembangunan sistem ekonomi yang lebih adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara holistik.
Penerapan Nilai Surah Al-Quraisy Pada Entrepreneurship dan Strategi Pemulihan Kewirausahaan Pasca Pandemi Covid-19 Azkya Dwi Zulfa (Universitas Siliwangi); Anisa Nurul Hidayanti (Universitas Siliwangi); Mu'fi Nadhif Pranaja (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 01 (2025): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i01.3981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai kewirausahaan Islam dalam Surah Al-Quraisy dan implementasinya bagi pemulihan UMKM pasca pandemi COVID-19 melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian mengidentifikasi empat nilai utama: (1)Ilaf(ketekunan dan konsistensi), (2)Rihlah(ekspansi dan adaptasi pasar), (3) keseimbangan spiritual-duniawi, dan (4)tawakkal(pengambilan risiko terukur) yang relevan untuk penguatan ketahanan usaha. Implementasi nilai-nilai tersebut dapat dilakukan melalui penguatan brand equity, segmentasi pasar berbasis digital, dan integrasi etika bisnis syariah. Temuan penelitian ini memberikan landasan konseptual bagi pengembangan model kewirausahaan syariah yang berkelanjutan serta menjadi pertimbangan bagi pemangku kebijakan dalam merancang program pemulihan UMKM.
Etika Konsumsi dalam Perspektif Ekonomi Islam Ulfah Salsabila (Universitas Siliwangi); Rafidatunnisa Naifa Ramadhani (Universitas Siliwangi); Sabrina Savira Salsabilla (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4972

Abstract

Konsumsi merupakan aktivitas mendasar manusia untuk mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang dan jasa demi memenuhi kebutuhan hidup, baik yang dilakukan secara bertahap maupun sekaligus. Dalam sistem perekonomian manapun, konsumsi memegang peranan yang sangat vital karena menjadi napas bagi keberlangsungan hidup manusia. Selain itu, aktivitas konsumsi berfungsi sebagai motor penggerak utama yang memicu munculnya kegiatan produksi dan distribusi, sehingga roda perekonomian dapat terus berputar secara dinamis. Namun, dalam perspektif ekonomi Islam, konsumsi tidak sekadar dipandang sebagai pemenuhan kebutuhan jasmani atau penghabisan nilai guna semata. Konsumsi dalam Islam merupakan perbuatan yang terikat pada aturan ketat yang bersumber dari Al-Quran, Hadis Nabi Muhammad SAW, ijma ulama, serta qiyas. Hal ini menunjukkan bahwa setiap tindakan konsumsi memiliki dimensi ibadah yang harus dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, konsumsi yang dibenarkan dalam Islam adalah konsumsi yang memenuhi kriteria halal, baik (thayyib), serta memberikan manfaat nyata bagi penggunanya. Fokus utama dari konsumsi ini bukan hanya untuk mencapai kepuasan material, melainkan untuk meraih rida dan keberkahan dari Allah SWT. Dengan demikian, etika konsumsi dalam Islam menjadi penyeimbang antara pemenuhan kebutuhan duniawi dan pencapaian kemaslahatan di akhirat.
Perkembangan Pemikiran Ekonomi Islam dan Kebijakan Fiskal pada Masa Rasulullah SAW serta Relevansinya di Era Modern Rexy Alief Pratama (Universitas Siliwangi); Ryan Akbar Maulana (Universitas Siliwangi); Fauzi Danar Zulfikar (Universitas Siliwangi); Ardikan Haikal Taufiqulloh (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem kebijakan fiskal pada masa Nabi Muhammad SAW serta relevansinya terhadap perkembangan lembaga keuangan syariah modern. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui analisis sumber-sumber sejarah dan referensi ekonomi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem fiskal pada masa Rasulullah telah menerapkan prinsip keadilan, keseimbangan, dan kesejahteraan sosial melalui mekanisme redistribusi kekayaan, optimalisasi sumber pendapatan negara seperti zakat, jizyah, kharaj, dan ghanimah, serta pengelolaan keuangan melalui Baitul Maal secara transparan dan akuntabel. Sistem pengeluaran negara difokuskan pada kebutuhan pertahanan, kesejahteraan masyarakat, serta stabilitas sosial ekonomi. Pada masa Khulafaur Rasyidin, pengelolaan Baitul Maal semakin terstruktur dan berkembang. Dalam konteks modern, konsep tersebut berevolusi menjadi Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang mengintegrasikan fungsi sosial dan pembiayaan produktif berbasis syariah. Dengan demikian, sistem fiskal Islam memiliki kesinambungan nilai dan tetap relevan dalam mendukung pembangunan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Analisis Konsep Maslahah dalam Pemikiran Imam Malik dan Implikasinya terhadap Kebijakan Ekonomi Publik Kontemporer Desiana Putrindwika (Universitas Siliwangi); Mila Sartika (Universitas Siliwangi); Nazwa Maulida (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4963

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep maslahah dalam pemikiran Imam Malik serta implikasinya terhadap kebijakan ekonomi publik kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) melalui kajian literatur klasik dan kontemporer mengenai pemikiran ekonomi Islam, khususnya dalam mazhab Maliki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam Malik menempatkan maslahah sebagai instrumen metodologis ijtihad yang selaras dengan maqashid al-shariah dan berorientasi pada kemaslahatan umum (al- maslahah al-ammah). Berbeda dengan utilitarianisme dalam ekonomi konvensional, maslahah mengintegrasikan dimensi etika, spiritual, dan sosial dalam perumusan kebijakan ekonomi. Konsep ini relevan dalam kebijakan fiskal, redistribusi kekayaan, regulasi pasar, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan berkelanjutan. Kajian ini menyimpulkan bahwa paradigma maslahah menawarkan kerangka normatif sekaligus fleksibel yang mampu menjembatani fiqh klasik dengan tata kelola ekonomi modern.
Pemikiran Ekonomi Muhammad bin al-Hasan al-Shaybani tentang Perdagangan dan Keadilan dalam Perspektif Maqashid al-Syariah serta Relevansinya di Era Kontemporer Putri Nandini (Universitas Siliwangi); Ai Elga Agustina (Universitas Siliwangi); Widia Anggraeni (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.5039

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemikiran ekonomi Muhammad bin al-Hasan al-Shaybani tentang konsep perdagangan dan keadilan ekonomi dalam perspektif maqashid al-syariah serta relevansinya di era kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep perdagangan (tijarah) dan keadilan dalam aktivitas ekonomi menurut al-Shaybani. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui kajian terhadap karya utama al-Shaybani, yaitu Kitab al-Kasb, serta berbagai literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Shaybani memandang perdagangan tidak hanya sebagai aktivitas mencari keuntungan, tetapi juga sebagai sarana distribusi ekonomi yang harus dilandasi kejujuran dan keadilan. Dalam perspektif maqashid al-syariah, sebagaimana dirumuskan oleh Abu Ishaq al-Shatibi, konsep tersebut bertujuan mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran al-Shaybani tentang perdagangan dan keadilan ekonomi tetap relevan dalam menghadapi dinamika ekonomi kontemporer.
Co-Authors Abdullah Rasyiqul Abid (Universitas Siliwangi) Ade Setiawan (Universitas Siliwangi) Adis Lestari (Universitas Siliwangi) Aghniya Firja 'Ainunnisa (Universitas Siliwangi) Agustin Mutmainah (Universitas Siliwangi) Ai Elga Agustina (Universitas Siliwangi) Ai Siti Patimah (Universitas Siliwangi) Ajang Gina April Mauludin (Universitas Siliwangi) Alfian Setiawan (Universitas Siliwangi) Alisya Meitasari Wardani (Universitas Siliwangi) Amalia Jayadi (Universitas Siliwangi) Ana Fauzia (Universitas Siliwangi) Ana Fauzia Diana (Universitas Siliwangi) Ana Fauziya Diana (Universitas Siliwangi) Ana Fauziya Dinaya (Universitas Siliwangi) Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi) Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi) Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi) Ana Fauziyah (Universitas Siliwangi) Ana Fauziyah Diana (Universitas Siliwangi) Ana Fauziyah Diyana (Universitas Siliwangi) Anisa Nurul Hidayanti (Universitas Siliwangi) Annisa Nurhidayah Somantri (Universitas Siliwangi) Ardikan Haikal Taufiqulloh (Universitas Siliwangi) Ari Purnama (Universitas Siliwangi) Ariqa Dhiaulhaq (Universitas Siliwangi) Aulia Maretsa (Universitas Siliwangi) Aura Awaliya Nurhasanah (Universitas Siliwangi) Ayuni Rahma Fauziyah (Universitas Siliwangi) Azkya Dwi Zulfa (Universitas Siliwangi) Bayu Jati Supandi (Universitas Siliwangi) Dania Husna (Universitas Siliwangi) Dea Shofiya Nurlaela (Universitas Siliwangi) Desiana Putrindwika (Universitas Siliwangi) Dika Diaulhaq (Universitas Siliwangi) Dina Nindiya Sari (Universitas Siliwangi) Dinda Hafnita (Universitas Siliwangi) Dzakwan Afaf Muhammad (Universitas Siliwangi) Fadlan Rizki Fauzi (Universitas Siliwangi) Fahmi Alfarid (Universitas Siliwangi) Farhana Rahayu (Universitas Siliwangi) Farhana Rahayu (Unversitas Siliwangi) Fauzi danar Zulfikar (Universitas Siliwangi) Fia Aulia Yasyroh (Universitas Siliwangi) Fina Damayanti (Universitas Siliwangi) Fiqri Muhammad Fauzi (Universitas Siliwangi) Haikal Ghazali (Universitas Siliwangi) Haikal Muhamad Ghazali (Universitas Siliwangi) Hizqiel Nadjib Yasin (Universitas Siliwangi) Husni Ansori (Universitas Siliwangi) Indah Rosidah Nuraini (Universitas Siliwangi) Indri Aprilianti (Universitas Siliwangi) Intan Nuraeni (Universitas Siliwangi) Intan Rahayu (Universitas Siliwangi) Khaisya Awis Malaya (Universitas Siliwangi) Khaisya Awis Putri Malaya (Universitas Siliwangi) Khaisya Awis Putri Malaya (Unversitas Siliwangi) Lucky Ihsan Nugraha (Universitas Siliwangi) M.Aditya Saputra (Universitas Siliwangi) Mila Sartika (Universitas Siliwangi) Mirna Sukma Rahayu (Universitas Siliwangi) Mu'fi Nadhif Pranaja (Universitas Siliwangi) Mufidah (Universitas Siliwangi) Muhamad Hata (Universitas Siliwangi) Muhamad Nur Faidz (Universitas Siliwangi) Muhammad Natsir Sidik (Universitas Siliwangi) Muhammad Nazar Fauzan Faturohman (Universitas Siliwangi) Muhammad Rizkan Arrofi (Universitas Siliwangi) Muhammad Rizqi Muharrom (Universitas Siliwangi) Nadhif Pranaja (Universitas Siliwangi) Nadia Putri Aulia (Universitas Siliwangi) Naila Lutfiah (Universitas Siliwangi) Nanda Pratiwi (Universitas Siliwangi) Naufal Ammar Rivardi (Universitas Siliwangi) Naufal Tsani Al Mughni (Universitas Siliwangi) Nazwa Maulida (Universitas Siliwangi) Neneng Shinta Putri (Universitas Siliwangi) Nia Amelia (Universitas Siliwangi) Nisa Nur Afifah (Universitas Siliwangi) Novia Rizki Fitriah (Universitas Siliwangi) Putri Ana Marisa (Universitas Siliwangi) Putri Nandini (Universitas Siliwangi) Rafidatunnisa Naifa Ramadhani (Universitas Siliwangi) Rafif Furqan (Universitas Siliwangi) Rafif Furqon Furqon (Universitas Siliwangi) Rahma Aulia Zahra (Universitas Siliwangi) Raihan Fajar Nugraha (Universitas Siliwangi) Ratih Maulida (Universitas Siliwangi) Resti Aulia Aminarti (Universitas Siliwangi) Rexy Alief Pratama (Universitas Siliwangi) Reza Adhietya Nugraha (Universitas Siliwangi) Rifki Ahmad Tauhid (Universitas Siliwangi) Rina (Universitas Siliwangi) Rina Rahma Yuliana (Universitas Siliwangi) Risa Aprilida (Universitas Siliwangi) Risma Syapira (Universitas Siliwangi) Risma Syapira (Unversitas Siliwangi) Ryan Akbar Maulana (Universitas Siliwangi) Ryan Akbar Maulana (Universitas Siliwangi) Sabrina Savira Salsabilla (Universitas Siliwangi) Sania Fauziah (Universitas Siliwangi) Sintya Raya Kurniawati (Universitas Siliwangi) Sri Devi Mulyasari (Universitas Siliwangi) Sugih Patoni (Universitas Siliwangi) Syahla Fauziyyah Farhah (Universitas Siliwangi) Syahla’ Fauziyyah Farhah (Universitas Siliwangi) Teguh Abdul Aziz (Universitas Siliwangi) Tita Anita (Universitas Siliwangi) Ulfah Salsabila (Universitas Siliwangi) Vira Nuraprian (Universitas Siliwangi) Wibana Rifat Alfarrel (Universitas Siliwangi) Widia Anggraeni (Universitas Siliwangi) Yasya Syahrul Fath (Universitas Siliwangi) Yulfi Rohmatul Hasanah (Universitas Siliwangi) Yuliani (Universitas Siliwangi) Zahida Inayah (Universitas Siliwangi) Zahra Khoerunisa (Universitas Siliwangi) Zahra Laila Salsabila (Universitas Siliwangi) Zalza Rapika Fuji Ayu (Universitas Siliwangi)