Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Briket Arang Pelepah Aren (Arenga Pinnata Merr.) Dusun Pertanian Desa Aik Bual Kabupaten Lombok Tengah Febriana Tri Wulandari; Aluh Nikmatullah; Sitti Latifah; Hayati Zakaria
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v7i1.245

Abstract

Dusun Pertanian, Desa Aik Bual, Kabupaten Lombok Tengah memiliki potensi limbah pelepah aren yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas dan sebagian besar belum memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah pelepah aren menjadi briket arang sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan persiapan, sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, dan observasi partisipasi peserta. Materi pelatihan meliputi konsep energi terbarukan, pemanfaatan biomassa lokal, manfaat briket arang, serta teknik pembuatan briket mulai dari karbonisasi, penghalusan arang, pencampuran perekat, pencetakan, hingga pengeringan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan limbah pelepah aren menjadi produk energi alternatif. Masyarakat yang sebelumnya belum memahami teknologi briket arang menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan serta mampu mengikuti seluruh tahapan produksi secara mandiri. Selain meningkatkan kapasitas teknis masyarakat, pelatihan ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan limbah biomassa secara berkelanjutan dan membuka peluang pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal. Berdasarkan teori Difusi Inovasi Rogers, tingginya ketertarikan peserta menunjukkan bahwa teknologi briket arang pelepah aren memiliki peluang yang baik untuk diadopsi oleh masyarakat. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung kemandirian energi, pengelolaan limbah biomassa, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan HKm Aik Bual.
Analisis Kelayakan Limbah Serbuk Kayu dan Tempurung Kelapa sebagai Bahan Baku Briket Arang Febriana Tri Wulandari; Dini Lestari
Kappa Journal Vol 9 No 1 (2025): Kappa Journal
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v9i1.29268

Abstract

Briket arang merupakan energi alternatif dengan pengaplikasian teknologi tepat guna dengan memanfaatkan limbah bahan berlignoselulosa seperti kayu maupun sisa pertanian seperti tempurung kelapa, sekam padi, dan serbuk gergaji kayu. Teknologi sederhana pada proses pembuatan briket menjadikan produk ini mudah diproduksi oleh kalangan masyarakat pada tingkat pedesaan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahan baku biomassa selain kayu telah banyak dikombinasikan dengan berbagai limbah pertanian untuk mendapatkan nilai kalor yang optimum Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisis briket arang tempurung kelapa dan limbah serbuk kayu serta menentukan standar mutu berdasarkan SNI 01-6235-2000. Salah satu bahan baku limbah pertanian yang memiliki nilai kalor yang tinggi adalah tempurung kelapa. Nilai kalor yang tinggi pada tempurung kelapa kemudian dikombinasikan dengan berbagai bahan lain agar menghasilkan briket dengan nilai kalor tinggi dan efisien. Selain tempurung kelapa, penggunaan limbah serbuk kayu juga ternyata mampu memberikan nilai kalor yang cukup tinggi dengan kadar air yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisis briket arang tempurung kelapa dan limbah serbuk kayu serta menentukan standar mutu berdasarkan SNI 01-6235-2000. Metode yang digunakan dalam penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan dua perlakuan jenis bahan baku serta tiga kali ulangan. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisis maka briket arang tempurung kelapa telah memenuhi standar SNI 01-6235-2000 sementara briket arang serbuk kayu hanya pengujian kadar air dan kadar zat terikat yang memenuhi standar. Hasil uji analisis keragaman pada menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap nilai kadar abu, kadar zat terbang, karbon zat terikat dan nilai kalor tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air. Limbah tempurung kelapa layak dimanfaatkan sebagai bahan baku briket arang karena berdasarkan hasil pengujian sifat fisis briket arang telah memenuhi standar SNI 01-6235-2000.
Karakteristik Kayu Lokal Kelicung (Diospyros Cacrophylla Blume) Berdasarkan Posisi Batang Kayu Melalui Pengujian Fisis dan Mekanis Ningsih, Rima Vera; Rini, Dwi Sukma; Wulandari, Febriana Tri; Lestari, Dini; Hilman, Muhammad Fikri
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.25494

Abstract

Kayu kelicung (Diospyros macrophylla Blume) merupakan jenis kayu lokal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan termasuk jenis kayu hitam yang dikenal sebagai penghasil kayu hitam. Jenis kayu ini biasa dimanfaatkan sebagai bahan baku ukiran, patung, mebel, dan kerajinan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi batang (pangkal, tengah, dan ujung) terhadap sifat fisis dan mekanis kayu kelicung. Bahan yang digunakan adalah kayu kelicung (Diospyros macrophylla Blume) yang berumur sekitar 14 tahun, berdiameter 28 cm dan tinggi bebas cabang 8 m. Pohon diambil dari Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan satu faktor, yaitu posisi batang dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi pangkal, tengah, dan ujung kayu kelicung berpengaruh terhadap sifat fisis dan mekanisnya. Berdasarkan PKKI NI 5-1961, kayu kelicung yang diteliti termasuk dalam Kelas Kuat II. Modulus Elastisitas (MOE) tertinggi terdapat pada pangkal, sedangkan terendah terdapat pada bagian tengah batang. Demikian pula, Modulus patah (MOR) tertinggi terdapat pada pangkal, sedangkan terendah terdapat pada bagian ujung pohon.
Pendekatan Integratif dalam Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Berkelanjutan: A Literature Review Wulandari, Febriana Tri; Shabrina, Hasyyati
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/j55z4d82

Abstract

Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat merupakan strategi penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, prinsip, serta model implementasi pengembangan masyarakat berbasis potensi lokal yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, budaya, dan ekologi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis berbagai buku, artikel ilmiah, laporan kebijakan, dan hasil penelitian terkait pengembangan masyarakat. Analisis difokuskan pada berbagai pendekatan pemberdayaan, seperti pendekatan partisipatif, Asset-Based Community Development (ABCD), agroforestri, perhutanan sosial, ekowisata berbasis komunitas, serta transformasi digital desa. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pemberdayaan masyarakat dipengaruhi oleh penguatan kelembagaan lokal, akses legal terhadap sumber daya, peningkatan kapasitas sosial dan digital masyarakat, serta keterlibatan kelompok perempuan, pemuda, dan masyarakat adat dalam proses pembangunan. Berbagai model implementasi tersebut terbukti mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat ketahanan sosial, serta menjaga keberlanjutan lingkungan. Namun demikian, beberapa tantangan struktural seperti konflik lahan, patronase politik, dan ketergantungan terhadap bantuan eksternal masih menjadi hambatan yang perlu diatasi melalui transparansi, partisipasi aktif masyarakat, serta pendampingan berkelanjutan. Oleh karena itu, pengembangan masyarakat berbasis partisipasi dan potensi lokal menjadi pendekatan strategis dalam menciptakan pembangunan yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. Community development and empowerment are important strategies for achieving inclusive and sustainable development. This study aims to analyze the concepts, principles, and implementation models of local potential-based community development that integrate social, economic, cultural, and ecological aspects. The method used is descriptive qualitative research with a literature study approach through analysis of various books, scientific articles, policy reports, and research findings related to community development. The analysis focuses on various empowerment approaches, such as participatory approaches, Asset-Based Community Development (ABCD), agroforestry, social forestry, community-based ecotourism, and village digital transformation. The results of the study indicate that the success of community empowerment is influenced by strengthening local institutions, legal access to resources, increasing community social and digital capacity, and the involvement of women's groups, youth, and indigenous communities in the development process. These various implementation models have been proven to increase community income, strengthen social resilience, and maintain environmental sustainability. However, several structural challenges such as land conflicts, political patronage, and dependence on external aid remain obstacles that need to be addressed through transparency, active community participation, and ongoing mentoring. Therefore, community development based on participation and local potential is a strategic approach in creating independent, inclusive, and sustainable development.
Analisis Dampak HKM Terhadap Pendapatan Masyarakat KTH Sekaroh Maju di Desa Sekaroh Lombok Timur Pratama, Lalu Aldi Bagus; Ichsan, Andi Chairil; Wulandari, Febriana Tri; Setiawan, Budhy
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/99akv680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Hutan Kemasyarakatan (HKm) terhadap pendapatan dan tingkat kesejahteraan masyarakat anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Sekaroh Maju di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025 dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 74 petani HKm, dengan sampel sebanyak 43 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara menggunakan kuesioner, dan studi kepustakaan. Analisis data meliputi perhitungan biaya produksi, penerimaan, pendapatan usahatani, serta analisis tingkat kesejahteraan berdasarkan standar kemiskinan Bank Dunia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total penerimaan usahatani mencapai Rp1.442.226.907 per tahun dengan total biaya produksi sebesar Rp639.549.429 per tahun, sehingga diperoleh total pendapatan bersih sebesar Rp802.677.478 atau rata-rata Rp18.666.918 per petani per tahun. Komoditas utama yang diusahakan meliputi jagung, tembakau, dan sengon, dengan kontribusi pendapatan terbesar berasal dari tembakau. Namun demikian, analisis tingkat kesejahteraan menunjukkan bahwa 47% petani masih berada pada kategori kemiskinan ekstrem, 44% pada kategori menengah bawah, dan hanya 9% yang berada pada kategori menengah atas. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa program HKm memberikan dampak positif terhadap pendapatan petani, tetapi belum sepenuhnya mampu meningkatkan tingkat kesejahteraan sebagian besar anggota KTH Sekaroh Maju. This study aims to analyze the impact of Community Forest Management on the income and welfare of members of the Sekaroh Maju Forest Farmers Group in Sekaroh Village, Jerowaru District, East Lombok Regency. This study was conducted in October 2025 using a quantitative descriptive approach. The research population consisted of 74 HKm farmers, with a sample of 43 respondents determined using the Slovin formula through purposive sampling techniques. Data were collected through observation, interviews using questionnaires, and literature studies. Data analysis included calculations of production costs, income, agricultural income, and welfare level analysis based on the World Bank's poverty standard. The results showed that total agricultural income reached IDR 1,442,226,907 per year with total production costs of IDR 639,549,429 per year, resulting in a total net income of IDR 802,677,478 or an average of IDR 18,666,918 per farmer per year. The main commodities grown include corn, tobacco, and sengon, with tobacco contributing the most to income. However, the welfare level analysis shows that 47% of farmers are still in the extreme poverty category, 44% in the lower middle class, and only 9% in the upper middle class. This study concludes that the HKm program has had a positive impact on farmers' income, but has not yet fully improved the welfare of most members of the Sekaroh Maju forest farmer group.
Perbandingan Mutu Proksimat Briket Arang Tempurung Kelapa dan Kulit Singkong Berdasarkan SNI 01-6235-2000 Lestari, Dini; Wulandari, Febriana Tri
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/fhzbz775

Abstract

-
Co-Authors ABDUL MUIN Aditya, I Gusti Ngurah Agung Surya Aluh Nikmatullah Andi Tri Lestari Andrie Ridzki Prasetyo Aprilia Ika Berliana Arniwati Ayu, Candra B, Kornelia Webliana Chaerani, Nurul chairil ichsan, andi Dewi Mandalika, Eka Nurminda Dhimas Mardyanto Prasetyo Dhimas Mardyanto Prasetyo Diah Permata Sari Diah Permata Sari DIAH PERMATA SARI, DIAH PERMATA Dias Evayanti Dini Lestari Dini Lestari Dini Lestari Dini Lestari, Dini Dita Anggraini Dwi Sukma Rini Endah Wahyuningsih Endah Wahyuningsih Eni Hidayati Ety Lisma, Ni Putu Fauzan Fahrussiam GB Daril Rama Aditia Habibi Habibi Habibi Hairil Anwar Hasyyati Sabrina Hasyyati Shabrina Hayati Zakaria I Gde Dharma Atmaja I Gde Dharma Atmaja I Made Wayan Suastana I Putu Angga Teja Maya Ichsan, Andi Chairil Ipan Alfadian Irwan Mahakam Lesmono Aji Januardi, Januardi Khairunnisa, Aulia Kornelia Webliana Kornelia Webliana B Kornelia Webliana B Leni Rusdiani Lestari, Andi Tri Lipianti Lismaya Dewi, Ni Putu Ety Markum Markum Muhammad Hilman Fikri Ni Made Meta Dwiantari Meta Ni Putu Ety Lismaya Dewi Ni Putu Ety Lismaya Dewi Niechi Valentino Nurwahdania, Nurwahdania Pande Komang Suparyana Prasetyo, Andrie Ridzki Pratama, Lalu Aldi Bagus Putra, Arya Syah Putri Radjali Amin Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehnayati Raehnayati, Raehnayati Rato Firdaus Ridjali Amin Rima Vera Ningsih Rima Vera Ningsih Rima Vera Ningsih Rosadi, M. Kudsi Setiawan, Budhy Shabrina, Hasyyati Siti Latifah Sitti Latifah Sujana, Ginang Mingga Sulthanulmufti, Sulthanulmufti Surya Aditya, I Gusti Ngurah Agung Syahputra, Maiser Wangiyana, I Gde Adi Suryawan Webliana, Kornelia Wuryantoro Yeni Rahmawati, Yeni Zahra, Adelia Zarkasyi, Akhmad