Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kampus Benteng Pancasila sebagai Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan: Integrasi Nasionalisme dan Kewargaan Global Tarsidi, Deni Zein; Bramastia, Bramastia; Sutimin, Leo Agung; Winarno, Winarno; Djono, Djono; Rawanoko, Endrise Septina; Salsalova, Andrea
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7779

Abstract

Gagasan Kampus Benteng Pancasila berangkat dari pertanyaan yang sederhana namun menentukan: bagaimana kampus dapat menjadi laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan yang mampu mengintegrasikan nasionalisme dan kewargaan global tanpa menjadikan keduanya saling meniadakan. Artikel ini bertujuan menjelaskan mekanisme integrasi tersebut melalui desain kualitatif dengan metode studi kasus di Universitas Sebelas Maret. Data dihimpun dari analisis dokumen institusional dan dokumen program, observasi pada ruang serta aktivitas kampus yang berfungsi sebagai simpul nilai, dan wawancara semi-terstruktur dengan civitas akademika (pengelola program, dosen, dan mahasiswa lintas latar). Analisis tematik menunjukkan empat temuan utama: (1) Pancasila bekerja sebagai pengalaman ruang yang menormalisasi perjumpaan lintas identitas; (2) integrasi nilai menguat ketika pembelajaran bergerak melalui pengalaman partisipasi yang disertai refleksi moral; (3) kewargaan global paling bermakna saat berjangkar pada tanggung jawab kebangsaan dan diterjemahkan ke isu-isu publik yang dialami mahasiswa; (4) kualitas dialog dan rasa diakui menjadi prasyarat agar keterlibatan tidak jatuh ke kepatuhan seremonial. Berdasarkan temuan tersebut, artikel ini menawarkan konsep “arena integrasi” sebagai model kerja kampus melalui ruang proyek kewarganegaraan, pengalaman, refleksi, dan dialog dirajut sebagai rangkaian cara untuk membentuk nasionalisme yang matang dan kewargaan global yang membumi. Keterbatasan studi ini terletak pada sifatnya sebagai kasus tunggal dan belum menelusuri dampak jangka panjang, sehingga riset komparatif lintas kampus dan studi longitudinal disarankan untuk menguji ketahanan mekanisme integrasi serta menyusun indikator operasional yang lebih tajam.
The Pancasila Fortress Campus Tourism Model in Character Strengthening at Sebelas Maret University of Surakarta Bramastia, Bramastia; Sutimin, Leo Agung; Djono, Djono; Winarno, Winarno; Salsalova, Andrea
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 18 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v18i1.7999

Abstract

This research aims to develop the Pancasila Fortress Campus Tourism Model at Sebelas Maret University (UNS) Surakarta as a character-learning strategy grounded in Pancasila values. The research approach uses mixed methods with descriptive qualitative dominance. Data were obtained through questionnaires, interviews, observations, and documentation involving 148 students of SMA Persatuan Kedungpring Lamongan and 12 mentors, with 100 students as questionnaire respondents. Qualitative data analysis used Miles and Huberman's interactive model, and the instrument's reliability was assessed using Cronbach's Alpha, yielding a value of 0.891, indicating high internal consistency. The study's results show that Pancasila Fort Campus Tourism activities significantly strengthen participants' character, particularly in tolerance, nationalism, and cultural appreciation. The developed model consists of five main components: understanding of the learning model, activity design, implementation, evaluation, and general assessment. Participants responded positively, with an average score in the good-to-very good range, and 90% stated that this program is feasible to implement continuously. This finding confirms that campus tourism is not only a means of introducing the university environment but also an effective experiential learning medium for internalizing Pancasila values in context. This model has the potential to be replicated across various educational institutions as a best practice for strengthening character education.
Implementasi Interdisciplinary Learning dalam Pembelajaran Sejarah Melalui Pelatihan Kolaborasi Lintas Disiplin bagi Guru SMA di Solo Raya, Jawa Tengah Sariyatun, Sariyatun; Al Fattah, Habib; Chaerunissa, Yasmin Nindya; Musadad, Akhmad Arif; Sutimin, Leo Agung; Yuniyanto, Tri; Abidin, Nur Fatah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2346

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas profesional guru sejarah di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah, dalam menerapkan pendekatan Interdisciplinary learning. Mitra kegiatan, yaitu MGMP Sejarah Solo Raya, menghadapi permasalahan berupa terbatasnya pemahaman guru terhadap integrasi lintas disiplin serta kesulitan dalam mengembangkan bahan ajar yang kontekstual dan kolaboratif. Kegiatan dilaksanakan melalui lokakarya satu hari yang meliputi pemaparan konsep, diskusi kolaboratif, praktik penyusunan rancangan ajar, dan pendampingan pascalokakarya untuk penyempurnaan hasil. Sebanyak 30 guru SMA/MA terlibat aktif dalam kegiatan yang difasilitasi oleh Research Group Keilmuan dan Pembelajaran Sejarah FKIP Universitas Sebelas Maret. Evaluasi dilakukan melalui survei refleksi dan analisis hasil kerja peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam memahami konsep integratif, berkolaborasi lintas bidang, serta menghasilkan 17 rancangan bahan ajar berbasis Interdisciplinary learning yang relevan dengan konteks sekolah. Program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi individual, tetapi juga memperkuat jejaring profesional melalui MGMP serta menumbuhkan budaya kolaboratif dalam pengembangan pembelajaran sejarah yang interdisipliner, reflektif, dan berkelanjutan.