Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kampus Benteng Pancasila sebagai Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan: Integrasi Nasionalisme dan Kewargaan Global Tarsidi, Deni Zein; Bramastia, Bramastia; Sutimin, Leo Agung; Winarno, Winarno; Djono, Djono; Rawanoko, Endrise Septina; Salsalova, Andrea
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7779

Abstract

Gagasan Kampus Benteng Pancasila berangkat dari pertanyaan yang sederhana namun menentukan: bagaimana kampus dapat menjadi laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan yang mampu mengintegrasikan nasionalisme dan kewargaan global tanpa menjadikan keduanya saling meniadakan. Artikel ini bertujuan menjelaskan mekanisme integrasi tersebut melalui desain kualitatif dengan metode studi kasus di Universitas Sebelas Maret. Data dihimpun dari analisis dokumen institusional dan dokumen program, observasi pada ruang serta aktivitas kampus yang berfungsi sebagai simpul nilai, dan wawancara semi-terstruktur dengan civitas akademika (pengelola program, dosen, dan mahasiswa lintas latar). Analisis tematik menunjukkan empat temuan utama: (1) Pancasila bekerja sebagai pengalaman ruang yang menormalisasi perjumpaan lintas identitas; (2) integrasi nilai menguat ketika pembelajaran bergerak melalui pengalaman partisipasi yang disertai refleksi moral; (3) kewargaan global paling bermakna saat berjangkar pada tanggung jawab kebangsaan dan diterjemahkan ke isu-isu publik yang dialami mahasiswa; (4) kualitas dialog dan rasa diakui menjadi prasyarat agar keterlibatan tidak jatuh ke kepatuhan seremonial. Berdasarkan temuan tersebut, artikel ini menawarkan konsep “arena integrasi” sebagai model kerja kampus melalui ruang proyek kewarganegaraan, pengalaman, refleksi, dan dialog dirajut sebagai rangkaian cara untuk membentuk nasionalisme yang matang dan kewargaan global yang membumi. Keterbatasan studi ini terletak pada sifatnya sebagai kasus tunggal dan belum menelusuri dampak jangka panjang, sehingga riset komparatif lintas kampus dan studi longitudinal disarankan untuk menguji ketahanan mekanisme integrasi serta menyusun indikator operasional yang lebih tajam.
Implementasi Interdisciplinary Learning dalam Pembelajaran Sejarah Melalui Pelatihan Kolaborasi Lintas Disiplin bagi Guru SMA di Solo Raya, Jawa Tengah Sariyatun, Sariyatun; Al Fattah, Habib; Chaerunissa, Yasmin Nindya; Musadad, Akhmad Arif; Sutimin, Leo Agung; Yuniyanto, Tri; Abidin, Nur Fatah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2346

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas profesional guru sejarah di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah, dalam menerapkan pendekatan Interdisciplinary learning. Mitra kegiatan, yaitu MGMP Sejarah Solo Raya, menghadapi permasalahan berupa terbatasnya pemahaman guru terhadap integrasi lintas disiplin serta kesulitan dalam mengembangkan bahan ajar yang kontekstual dan kolaboratif. Kegiatan dilaksanakan melalui lokakarya satu hari yang meliputi pemaparan konsep, diskusi kolaboratif, praktik penyusunan rancangan ajar, dan pendampingan pascalokakarya untuk penyempurnaan hasil. Sebanyak 30 guru SMA/MA terlibat aktif dalam kegiatan yang difasilitasi oleh Research Group Keilmuan dan Pembelajaran Sejarah FKIP Universitas Sebelas Maret. Evaluasi dilakukan melalui survei refleksi dan analisis hasil kerja peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam memahami konsep integratif, berkolaborasi lintas bidang, serta menghasilkan 17 rancangan bahan ajar berbasis Interdisciplinary learning yang relevan dengan konteks sekolah. Program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi individual, tetapi juga memperkuat jejaring profesional melalui MGMP serta menumbuhkan budaya kolaboratif dalam pengembangan pembelajaran sejarah yang interdisipliner, reflektif, dan berkelanjutan.