Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Focus Group Discussion tentang Manfaat dan Tantangan Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Model Blended Learning di MTs NW Tangar Lingsar Arfah, Hajriana; Jaelani, Selamet Riadi; Prasetyaningrum, Ari; Zamzam, Ahmad; Putera, Lalu Jaswadi; Sugianto, Riris; Amrullah, Amrullah; Udin, Udin; Muhaimi, Lalu
DARMADIKSANI Vol 4 No 1 (2024): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v4i1.3665

Abstract

Kemampuan komunikasi, khususnya penguasaan bahasa Inggris, sangat penting dalam menghadapi globalisasi dan mendukung pelayanan lintas budaya. Di era teknologi dan informasi yang begitu pesat saat ini, para guru menghadapi tantangan rendahnya keterampilan bahasa Inggris siswa di pedesaan. Oleh karena itu, program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang untuk menggali informasi terkait efektifitas dan manfaat, serta tantangan penerapan pembelajaran Bahasa Inggris melalui metode blended learning di MTs NW Tangar Lingsar. Metode ini menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka, yang memberikan fleksibilitas dan akses ke berbagai sumber belajar. Program ini terdiri dari 16 sesi dengan evaluasi di tengah dan akhir pembelajaran untuk mengukur peningkatan kemampuan dan kepercayaan diri siswa. Hasilnya menunjukkan peningkatan rata-rata kompetensi peserta sebesar 12.40 poin, dengan peningkatan partisipasi dalam pembelajaran daring dan tatap muka. Tantangan yang dihadapi termasuk kendala waktu dan akses teknologi. Namun, koordinasi yang baik antara tim PKM dan pihak sekolah memungkinkan program berjalan lancar. Program ini berhasil meningkatkan motivasi dan kemampuan bahasa Inggris peserta, dan metode blended learning terbukti efektif dalam mendukung pembelajaran era revolusi industri 4.0. Rekomendasi mencakup keberlanjutan program dengan fokus keterampilan membaca dan menulis, serta pelatihan ToT bagi pengajar Bahasa Inggris di MTs NW Tangar Lingsar. Meskipun terdapat tantangan dalam akses teknologi dan kesiapan guru, blended learning menawarkan fleksibilitas dan personalisasi yang meningkatkan keterlibatan siswa dan pengembangan keterampilan teknologi, yang penting di era digital ini.
Strategi Percepatan Literasi Kritis dalam Bahasa Inggris pada Santriwati MTs Mu'allimat NWDI Pancor Melalui Kemitraan Perguruan Tinggi, Badan Otonom, dan Madrasah Zamzam, Ahmad; Junaidi, Ahmad; Putera, Lalu Jaswadi; Elmiana, Dewi Satria; Safitri, Lia; Rizqiani, Annisa Isdiana; Arfah, Hajriana; Ramli, Muh.; Udin, Udin; Lail, Husnul
DARMADIKSANI Vol 4 No 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v4i2.5356

Abstract

Literasi kiritis merupakan kebutuhan dasar dalam kehidupan akademik dan interaksi sosial pada era globalisasi informasi dan komunikasi dewasa ini. Melalui aktivitas literasi kiritis dengan bahan ajar yang di sekitar peserta didik, bapak/ibu guru dapat merancang pengalaman belajar (learning experiences) yang interaktif lintas mata pelajaran. Sebagai salah satu kata kunci dari rumusan tujuan Pendidikan Nasional, kritis dan kreatif dapat diwujudkan melalui lintas mata pelajaran, termasuk dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Dengan melibatkan mahasiswa yang tergabung dalam English Speaking Club, guru mata pelajaran Bahasa Inggris, guru pembina asrama santri, dan beberapa orang santri, kesempatan belajar (learning opportunity) yang lebih luas dapat diciptakan untuk memfasilitasi kesuksesan pemerolehan bahasa Inggris seiring dengan perkembangan literasi santri di MTs Mu’allimat NWDI Pancor. Pendekatan pengabdian ini dilaksanakan melalui workshop. Kegiatan workshop ini diselenggarakan secara bauran (blended) minimal 32 jam. Target luaran wajib pengabdian ini adalah artikel yang dipublikasikan pada jurnal nasional (accepted), publikasi di sosial media. Adapun luaran tambahan, yakni naskah program dan surat pernyataan pemaanfaatan produk oleh pihak pengelaola asrama santriwati MTs Mu’allimat NWDI Pancor dalam hal pengembangan budaya asrama dalam percepatan literasi kritis sebagai kegiatan santri di luar jam sekolah.
Pelatihan Penggunaan ICT Multiple Platforms untuk Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Inggris Unsur Kebahasaan Vocabulary dan Grammar Menggunakan Media Interaktif LiveWorkSheets Putera, Lalu Jaswadi; Mahyuni, Mahyuni; Zamzam, Ahmad; Satria Elmiana, Dewi; Amrullah, Amrullah; Sugianto, Riris
DARMADIKSANI Vol 4 No 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v4i2.5370

Abstract

Pembelajaran abad 21 dan Kurikulum Merdeka Belajar saat ini mewajibkan para guru dan siswa untuk mampu menguasai berbagai keterampilan abad 21, cakap (literate) dan selektif dalam menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi, dan update dengan berbagai perkembangan sains dan teknologi, serta peduli (aware) dengan persoalan yang ada di lingkungannya. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan lanjutan dari PKM pada 2021, 2022, dan 2023 (Putera et al., 2021; Putera et al., 2022; Putera, et al., 2023). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mitra seperti kurangnya literasi digital siswa dan rendahnya kreatifitas guru dalam mengintegrasikan bahan ajar multimedia dalam pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan menyusun bahan ajar dengan mengintegrasikan ICT (Information and Communication Technology) dengan media digital interaktif LiveWorksheets (LWS). Berbeda dengan format PDF yang statis, LWS dapat digunakan secara dinamis atau interaktif untuk membuat bahan ajar atau LKPD yang terintegrasi dengan multimedia (visual, audio, video, teks). Selain dapat digunakan untuk mengakses bahan ajar digital, LWS juga bisa digunakan mengakses audio dan video serta mengevaluasi hasil ujian siswa secara otomatis. Secara umum, kegiatan PKM ini telah mencapai keberhasilan dilihat dari beberapa indikator: (a) meningkatnya pengetahuan guru tentang ICT dalam pembelajaran, (b) meningkatnya kompetensi guru dalam menyusun bahan ajar dan LKPD yang interaktif, (c) meningkatnya kemampuan guru dalam menggunakan fitur-fitur media digital interaktif LWS seperti untuk membuat akun secara mandiri, mengedit LKPD pada LWS secara online, menambahkan fitur-fitur multimedia pada bahan ajar atau LKPD, serta mengolah hasil tes siswa secara otomatis. Melalui PKM ini, para guru diharapkan menjadi lebih siap untuk mengintegrasikan teknologi baru dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris di kelas dengan lebih efektif, interaktif, dan menyenangkan.
An Analysis of Transitivity System Written by English Department Students Fauzi, Safira; Thohir, Lalu; Zamzam, Ahmad; Melani, Boniesta Zulandha
Journal of English Education Forum (JEEF) Vol. 4 No. 1 (2024): JAN-MAR 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jeef.v4i1.582

Abstract

The research was conducted to identify the process types of transitivity systems used in the narrative texts written by English Department Students and to determine which process type of transitivity systems is used dominantly. This research was descriptive qualitative research on descriptive analysis. The research participants were students of the English Department. This research uses three research instruments, namely the researcher himself, narrative document files, and distribution sheet of process types. In collecting the data, the researcher used the documentation method and purposive sample technique to select the data. The data analysis was done with transitivity system analysis, adapted from the lecture of the Functional Grammar course, and then several steps based on thematic coding by Braune & Clark, were applied. The triangulation technique was used to get the dependability of the data through re-checking and expert judgment. The research found that the six process types in each text of the six narratives that were the data sample were not evenly used. Three process types, behavioral, verbal, and existential, are only used in several narrative texts written by English Department Students. Moreover, the six process types of transitivity system are realized in narrative texts written by English Department Students overall. The most dominant process is the material process, which occurs 155 times out of the 346 processes that emerged, followed by behavioral processes (8 or 2.31%), mental processes (100 or 28.90%), verbal processes (5 or 1.44%), relational processes (76 or 21.96%), and existential processes (2 or 0.58%).
Students’ Perceptions of Lecture Feedback in Learning Writing at The University of Mataram Sukreni, Ni Made Marneta; Arifuddin, Arifuddin; Zamzam, Ahmad; Waluyo, Untung
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1915

Abstract

Umpan balik dosen memainkan peran penting dalam mengembangkan kemampuan menulis bagi mahasiswa. Penelitian ini meneliti persepsi mahasiswa tentang umpan balik dalam proses menulis di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Mataram. Penelitian ini mengeksplorasi jenis-jenis umpan balik yang menurut mahasiswa paling bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan menulis mereka. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara, yang dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola umum dalam preferensi dan persepsi umpan balik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menganggap umpan balik perkuliahan penting untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan tertentu, meningkatkan akurasi tata bahasa, dan meningkatkan kualitas tulisan secara keseluruhan. Selain itu, umpan balik secara signifikan meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri mahasiswa selama proses penulisan. Mahasiswa lebih menyukai umpan balik yang spesifik dan langsung yang membahas kesalahan secara rinci. Temuan ini menekankan pentingnya strategi umpan balik yang efektif dalam mendorong pengembangan keterampilan menulis dan menawarkan wawasan yang berharga bagi para pendidik untuk meningkatkan metode pengajaran berdasarkan kebutuhan mahasiswa.
The Effectiveness of the Mind Mapping Technique in Improving Students' Ability to Organize Ideas in Writing Descriptive Texts Pebriani, Eti Nurhidayati; Sujana, I Made; Zamzam, Ahmad
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v4i2.3639

Abstract

This study investigates the effectiveness of the Mind Mapping technique in improving junior high school students’ ability to organize ideas when writing descriptive texts at one of the public Islamic schools in West Lombok. A quasi-experimental design was used, consisting of two groups of seventh-grade students: an experimental group that received instruction through Mind Mapping and a control group that was taught using conventional methods. Before the treatment, students’ initial writing ability was relatively low, as indicated by the pre-test mean score of 60.25, showing limited skills in organizing ideas clearly and coherently. Mind Mapping, defined in this study as a visual technique that helps students generate, connect, and structure ideas through branching diagrams starting from a central concept, was applied over three instructional sessions using the Right Column Mind Map. Data were obtained from pre-test and post-test activities involving writing tasks describing a person and analyzed using an independent samples t-test in SPSS 31, including normality and homogeneity tests, to determine the significance of differences between the two groups. The findings indicated that the experimental group experienced a notable improvement, with their mean score increasing from 60.25 on the pre-test to 79.42 on the post-test—an overall gain of 19.17 points. Meanwhile, the control group’s improvement was limited to 10.41 points. The independent samples t-test showed that this difference was statistically significant (p = .001 < .05). A further analysis revealed that Mind Mapping improved three aspects of idea organization: unity (maintaining focus on the central idea), completeness (expanding relevant supporting details), and coherence (ensuring logical sequencing and smooth transitions between ideas). Thus, the null hypothesis (H?), which stated that Mind Mapping does not significantly enhance students’ ability to organize ideas, was rejected. In contrast, the alternative hypothesis (H?) was accepted. These findings imply that teachers can adopt Mind Mapping as an effective pre-writing strategy to help students plan and organize ideas more systematically, thereby supporting the objectives of the Merdeka Curriculum in fostering creativity, critical thinking, and structured writing.
Sosialisasi Penggunaan Media Digital Interaktif Liveworksheets untuk Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Inggris di MTs Raudlatusshibyan NW Belencong: Socialization Program on Utilizing Interactive Digital Media Liveworksheets for Developing English Teaching Materials at MTs Raudlatusshibyan NW Islamic Junior High School Belencong Putera, Lalu Jaswadi; Mahyuni, Mahyuni; Zamzam, Ahmad; Elmiana, Dewi Satria; Sugianto, Riris; Hamdullah, Lalu; Fithri, Nurshahifah; Sugandi, Bq. Gadis Aufahayya
DARMADIKSANI Vol 5 No 3 (2025): Edisi November (Special Edition)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i3.8204

Abstract

Pembelajaran Abad 21 dan Kurikulum Merdeka Belajar menuntut guru dan siswa untuk memiliki literasi teknologi digital yang memadai (media and technology literacy), kesadaran kontekstual terhadap isu-isu di lingkungan mereka (environmental awareness), serta kemampuan untuk tetap relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman (flexible and adaptive to the changing world) dalam rangka mencetak individu yang cerdas secara akademis, terampil secara lingua franca, dan mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Kegiatan PKM ini merupakan lanjutan dari PKM sebelumnya yang bertujuan untuk memberikan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan serta literasi digital guru-guru madrasah yang ada di wilayah kecamatan Gunungsari Lombok Barat dalam menggunakan teknologi aplikasi latihan dan asesmen berbasis digital unsur kebahasaan writing (menulis). Dengan adanya refleksi dan inovasi berbasis pengalaman, PKM ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Inggris berbasis teknologi serta mendorong guru dan siswa untuk lebih adaptif dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam pengembangan IPTEKS (Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni) dengan mengintegrasikan teknologi digital interaktif sebagai solusi inovatif dalam pembelajaran kebahasaan yang lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Rencana luaran PKM ini antara lain publikasi pada jurnal terakreditasi SINTA 4, Publikasi pada media sosial Youtube atau Web Prodi, dan peningkatan pemahaman dan ketrampilan mitra.  
Examining the Relationship Between English Reading Habits and Reading Comprehension Among Vocational School Students Dinullah, Aqshol Cahya; Zamzam, Ahmad; Junaidi, Ahmad
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2482

Abstract

Reading habits are widely believed to influence academic achievement, yet empirical evidence from rural vocational school contexts remains limited, particularly in English as a Foreign Language (EFL) settings. This study examined the correlation between English reading habits and reading achievement among eleventh-grade students at SMKN 2 Sekotong, a rural vocational school in Indonesia. Employing a quantitative correlational design with ex post facto approach, data were collected from 30 students selected through simple random sampling. Reading habits were measured using a Reading Habits Questionnaire (4-point Likert scale), while reading achievement was assessed through a 30-item reading comprehension test covering narrative and descriptive texts. After normality testing revealed non-normal distribution of reading achievement scores, Spearman's rank-order correlation was employed for analysis. The analysis revealed no statistically significant correlation between reading habits and reading achievement (ρ = -0.023, p = 0.902), indicating a very weak relationship. Students with similar self-reported reading habits demonstrated vastly different comprehension outcomes, with some low-habit readers outperforming high-habit readers. These findings challenge universal assumptions about the reading habits-achievement relationship and suggest that factors such as cognitive load, text appropriateness, instructional quality, and contextual resources may play more substantial roles than reading frequency alone. The results emphasize the need for contextualized, quality-focused literacy interventions rather than quantity-based approaches in rural vocational education settings
Study, Terchers' Strategy for Fostering Reading Habits Among High School Students: A Case Study at State of Junior High School in West Lombok Aristawidya, Alzena; Fatmasari, Santi; Zamzam, Ahmad; Thohir, Lalu
Journal of English Language and Education Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v11i1.1765

Abstract

This study explores the strategies employed by English teachers to foster reading habits among eighth-grade students and examines the challenges they encounter during the teaching and learning process. Using a qualitative case study design, data were collected through semi-structured interviews, classroom observations, and teacher questionnaires. The findings revealed that teachers implemented four main strategies to promote students’ reading habits: reading aloud, guided reading, silent reading, and providing motivation and vocabulary support. These strategies were applied adaptively, depending on students’ proficiency levels and classroom conditions. Despite their effectiveness in encouraging participation and improving engagement, teachers faced several obstacles, including students’ limited vocabulary, low motivation, inadequate learning media, and time constraints caused by curriculum demands. The study concludes that fostering reading habits requires not only creative and consistent teacher efforts but also strong collaboration among schools, families, and communities to provide a supportive reading environment.
The Effect of the Word Detective Technique to Improve Vocabulary Skills of the Second-Year Students of Madrasah Tsanawiyah Putri At-Tahzib (Islamic Junior High School) Islami, Nur Laily; Zamzam, Ahmad; Putera, Lalu Jaswadi
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/r3ehf436

Abstract

This study aims to investigate the effect of the Word Detective technique on improving the vocabulary skills of eighth-grade students at MTs. Putri At-Tahzib. The background of the study is based on initial observations showing that most students have low vocabulary skills and are less actively involved in English learning. This study used a quasi-experimental design with two groups: a control group taught conventionally and an experimental group taught using the Word Detective technique. The research sample consisted of 55 students selected through a total sampling technique. Data collection was carried out through a pre-test and post-test with an instrument in the form of 20 multiple-choice questions that have been validated and have a high level of reliability (Cronbach's Alpha = 0.798). The results of the analysis showed that the experimental group experienced an increase in average scores from 52.86 in the pre-test to 74.46 in the post-test, while the control group increased from 51.30 to 63.33. The independent samples t-test yielded a calculated t-value (5.297) greater than the t-table (2.006) at a significance level of 0.05, meaning the alternative hypothesis (Hₐ) was accepted and the null hypothesis (H₀) was rejected. This finding proves that the Word Detective technique has a significant influence in improving students' vocabulary skills. The implications of this study indicate that the Word Detective technique can be an effective learning strategy to improve students' vocabulary skills through an active approach that utilizes contextual clues and word structures. This technique is recommended for application in English learning because it encourages active and meaningful student involvement in the vocabulary acquisition process.