Claim Missing Document
Check
Articles

Pelestarian Nilai-Nilai Spiritual Nelayan Pattorani Galesong Melalui Gerakan Hilirisasi Budaya dan Ormawa Sejarah UNM Khaerunnisa Khaerunnisa; Ahmad Subair; Agil Susetya; Muh. Rafly; Andi Aso Tenritata
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3: Mei 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i3.3625

Abstract

Program "Pelestarian Nilai-Nilai Spiritual Nelayan Pattorani Galesong Melalui Gerakan Hilirisasi Budaya dan Ormawa Sejarah UNM" bertujuan untuk melestarikan warisan budaya dan nilai-nilai spiritual yang dimiliki oleh komunitas nelayan Pattorani di Galesong. Program ini melibatkan dokumentasi budaya, pelatihan keterampilan tradisional, promosi budaya, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Melalui survei, wawancara, dan observasi, nilai-nilai spiritual dan praktik tradisional nelayan Pattorani didokumentasikan dengan baik. Pelatihan yang diselenggarakan berhasil meningkatkan keterampilan teknis nelayan muda serta pemahaman mereka tentang pentingnya nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Promosi budaya dilakukan melalui festival budaya, pameran, dan media sosial. Kolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan program ini. Evaluasi program menunjukkan peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang warisan budaya Pattorani. Kesimpulannya, program ini memberikan landasan yang kuat untuk pelestarian dan penghargaan terhadap nilai-nilai spiritual dan budaya lokal nelayan Pattorani
Pelatihan Penulisan Sejarah Lokal Guru SMA Se Kabupaten Majene Ahmad Subair; Patahudin Patahudin; Bustan Bustan; Andi Dewi Riangtati; Kulyasin Kulyasin
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 June 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/pijpm.v3i1.62071

Abstract

Pelatihan penulisan sejarah lokal bagi guru SMA di Kabupaten Majene berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai sejarah lokal. Pemahaman yang tadinya terbatas, kini para guru mempunyai wawasan yang mendalam tentang peristiwa, tokoh, dan situs bersejarah Majene. Mereka juga menguasai teknik penulisan sejarah, termasuk wawancara sejarah lisan dan analisis dokumen. Praktek lapangan, seperti kunjungan ke situs bersejarah dan wawancara dengan tokoh masyarakat, memperkuat pemahaman mereka tentang metode penelitian sejarah. Pelatihan tersebut menghasilkan draft naskah berbagai topik sejarah lokal yang dinilai sebagai bahan terbuka berkualitas. Antusiasme dan keterlibatan peserta aktif menggalang komunitas yang mendukung kolaborasi di masa depan. Pelatihan tersebut sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang mengedepankan pendidikan karakter dan budaya lokal. Tantangannya mencakup akses terhadap sumber-sumber primer dan keterbatasan waktu, yang dapat diatasi melalui kerja sama lebih lanjut. Program ini memiliki potensi jangka panjang untuk memperkaya kurikulum sekolah dan menjadi model bagi inisiatif serupa di wilayah lain.
Orang Melayu di Kerajaan Tanete Kabupaten Barru pada Abad XVI-XIX Rosidi, Muhammad Ainun; Jumadi, Jumadi; Subair, Ahmad
Attoriolong Vol 22, No 1 (2024): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: pertama, memberikan gambaran mengenai ,latar belakang kedatangan orang Melayu di Kerajaan Tanete. Kedua, Bagaimana pengaruh orang Melayu Di Kerajaan Tanete. Dan ketiga, megetahui hubungan kekerabatan orang Melayu dengan Bangsawan Tanete. Dengan menguraikan sebab kedatangan Orang Melayu di Tanete, serta perkembangannya dalam pengaruh dan hubungan kekerabatannya di Kerajaan Tanete. Penelitian ini bersifat deskriptif historis, dengan menempuh beberapa tahapan kerja yang spesifik, yang biasanya dalam penulisan sejarah dibagi atas empat kelompok kerja, yakni heuristik atau pengumpulan data, kritik sumber yang bertujuan untuk menentukan atau menilai sumber, interpretasi untuk menentukan kedudukan fakta sejarah dan yang terakhir historiografi yang merupakan pengungkapan kisah sejarah secarah tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kedatangan orang Melayu di Tanete pertama kali diketahui pada masa pemerintahan raja Tanete Deang Ngasseng. Selanjutnya pada masa pemerintahan Petta To Mabburu Limanna (1597-1603) datang seorang putri dari Johor (Melayu) bersama rombongannya dengan menaiki perahu yang dipanggil Panca. Kemudian terjadi perkawinan Petta Pallase-laseE menikah dengan Puteri Johor. Dari perkawinannya dengan Puteri Johor inilah yang melahirkan generasi pewaris tahta kerajaan Tanete yang memiliki darah keturunan Melayu. Orang Melayu banyak memberikan pengaruhnya di Kerajaan Tanete mulai dari perdagangan yang didominasi oleh orang melayu, dalam perkembangan agama islam, dan dari segi budaya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa selama orang Melayu di keajaan Tanete sangatlah berpengaruh, dari kedatangannya yang awalnya berdagang hingga mereka telah menjalin hubungan perkawinan dengan penduduk dan elit-elit Bugis di Kerajaan Tanete. 
Pembelajaran Sejarah di Era New Normal di SMAN 6 Toraja Utara Tahun Ajaran 2021/2022 Lestari, Fuji Ema; Bustan, Bustan; Subair, Ahmad
Attoriolong Vol 21, No 2 (2023): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Sejarah di Era New Normal di SMAN 6 Toraja Utara Tahun Ajaran 2021/2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika Pembelajaran Sejarah di Era New Normal di SMAN 6 Toraja Utara pada Tahun Ajaran 2021/2022. Dengan mengkaji seluruh proses pembelajaran Sejarah serta faktor pendukung dan penghambat pembelajaran Sejarah memasuki era New Normal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan proses pembelajaran Sejarah di SMAN 6 Toraja Utara dilaksanakan dengan menggunakan metode blended learning pada semester ganjil dan pembelajaran secara tatap muka penuh pada semester genap. Metode blended learning membuat pembelajaran masih kurang optimal. Hal ini disebabkan dengan situasi dan kondisi yang kurang mendukung. Yakni peserta didik terkendala dengan kuota internet sehingga sulit mengakses pembelajaran secara online. Peserta didik tidak mendapatkan penjelasan materi dari guru dan tidak adanya interaksi baik dengan guru maupun peserta didik sehingga guru juga sulit memantau peserta didik secara langsung. Sedangkan pada pembelajaran tatap muka terbatas lebih banyak mendapat penjelasan materi di PTMT namun waktunya dibatasi. Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran Sejarah di SMAN 6 Toraja Utara tahun ajaran 2021/2022 yaitu adanya kebijakan pemerintah yang dikeluarkan melalui SKB 4 Menteri, faktor kesehatan, izin orangtua, sarana dan prasarana yang memadai, vaksinasi Covid 19, serta protokol kesehatan. Adapun faktor penghambat PTMT di SMAN 6 Toraja Utara yakni pandemi Covid 19, batasan waktu, faktor kesehatan, keraguan dan kekhawatiran orangtua peserta didik serta keterbatasan fasilitas penunjang pembelajaran daring.
Single Parents School : Sekolah Perempuan Untuk Pemberdayaan Single Parents Di Desa Belapunranga Kabupaten Gowa Subair, Ahmad; Sahabuddin, Jumadi; Ridha, Muh. Rasyid; Patahuddin, Patahuddin; Amirullah, Amirullah
Humanis Vol. 22, No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v22i2.54169

Abstract

Abstrak. Desa Belapunranga terletak di Kec. Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Berdasarkan observasi awal ditemukan 70 perempuan Desa Belanpunranga yang berstatus single parent . Para orang tua tunggal ini berusia belasan sampai puluhan tahun dan berpendidikan rendah. Sama dengan perempuan lainnya, penyebab para perempuan ini menjadi single parent adalah usia belum matang, emosi belum stabil, ekonomi, tidak ingin dimadu bahkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Setiap single parent di Belapunranga membesarkan 3 sampai 6 orang anak. Secara ekonomi, para orang tua tunggal hanya mengandalkan tenaga mereka dengan menjadi buruh, baik buruh tani, kebun maupun buruh harian bersifat domestik, besaran penghasilannya berkisar Rp.25.000,00–Rp.50.000,00 perhari, dengan upah tersebutlah mereka menafkahi anak-anaknya.Menyikapi permasalahan tersebut, kami menghadirkan solusi dengan mempertimbangkan berbagai potensi yang ada sebagai solusi dan usaha menuntaskan berbagai permasalahan yang ada di Desa Belapunranga. solusi yang kami tawarkan yaitu Single Parents School : Sekolah Perempuan Untuk Pemberdayaan Single Parents Di Desa Belapunranga, menghadirkan Sekolah Perempuan untuk meningkatkan pendapatan perekonomian para single parent . Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan Pengabdian ini, yaitu: 1) untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan Single Parent, 2) membentuk komunitas perempuan yang menghimpun para alumni Sekolah Perempuan yang memiliki rencana kerja produktif, 3) sebagai wadah komunikasi, koordinasi, serta pengembangan diri dari peserta Sekolah Perempuan, 4) meminimalisir segala bentuk tindakan bullying terhadap anak-anak yang memiliki latar belakang keluarga Broken Home, 5) mengubah pola pikir masyarakat secara umum dan para Single Parent secara khusus terkait kesetaraan gender guna membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi para Single Parent, 6) memberikan pemahaman kepada Single Parent tentang pentingnya pendidikan keluarga bagi para anak, utamanya yang berlatar belakang keluarga Broken Home , agar pendidikan lebih intensif kepada anak karena Single Parent berperan ganda sebagai seorang Ibu dan Ayah.
Menghargai Masa Lalu: Sosialisasi Sejarah Lokal untuk Membentuk Generasi yang Berintegritas di SMA 2 Majene Patahuddin, Patahuddin; Subair, Ahmad; Asmunandar, Asmunandar; Amirullah, Amirullah
Humanis Vol 23, No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v23i1.62205

Abstract

Respecting the Past: Socialization of Local History to Form a Generation with Integrity at SMA 2 Majene aims to increase students' understanding and appreciation of local history. The program involves a combination of classroom learning and field activities, including visits to historical sites and dialogue with historians and local residents. To measure the effectiveness of the program, a pre-test and post-test were carried out on 30 students participating in the program. The average pre-test score was 60, while the average post-test score increased significantly to 80.67. An average increase of 20.67 points shows the program's success in increasing students' knowledge and appreciation of local history. This data is supported by qualitative feedback which shows an increase in student enthusiasm and interest in historical material. This program not only enriches students' understanding, but also fosters pride in local cultural heritage. It is hoped that the long-term impact of this program will be to form a young generation that has a high historical awareness and is able to preserve their cultural heritage. The success of this program can be a model for other schools in developing similar programs to strengthen local history education. Abstract. Menghargai Masa Lalu: Sosialisasi Sejarah Lokal untuk Membentuk Generasi yang Berintegritas di SMA 2 Majene bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi siswa terhadap sejarah lokal. Program ini melibatkan kombinasi pembelajaran di kelas dan kegiatan lapangan, termasuk kunjungan ke situs-situs bersejarah serta dialog dengan ahli sejarah dan warga setempat. Untuk mengukur efektivitas program, dilakukan pre-test dan post-test terhadap 30 siswa peserta program. Rata-rata nilai pre-test adalah 60, sedangkan rata-rata nilai post-test meningkat signifikan menjadi 80.67. Peningkatan rata-rata sebesar 20.67 poin menunjukkan keberhasilan program dalam meningkatkan pengetahuan dan apresiasi siswa terhadap sejarah lokal. Data ini didukung oleh umpan balik kualitatif yang menunjukkan peningkatan antusiasme dan minat siswa terhadap materi sejarah. Program ini tidak hanya memperkaya pemahaman siswa, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan akan warisan budaya lokal. Dampak jangka panjang dari program ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran sejarah yang tinggi dan mampu melestarikan warisan budaya mereka. Keberhasilan program ini dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam mengembangkan program serupa untuk memperkuat pendidikan sejarah lokal
Hubungan Kinerja terhadap Kesejahteraan Guru SMA Se Makassar subair, ahmad
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 1 No. 5 (2024): Oktober
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v1i5.2627

Abstract

Welfare teachers have an important role in determining their performance in the educational environment, especially in improving the effectiveness of teaching and student management. This research aims to analyze the relationship between teacher welfare, which includes economic, social and psychological welfare, and the performance of high school teachers in Makassar City. This research uses quantitative methods with a correlational descriptive design. Data was collected through a survey with a closed questionnaire from 150 teachers randomly selected from 10 high schools in Makassar City. The research results show that there is a significant positive relationship between teacher well-being and their performance, especially in the dimension of psychological well-being which has the greatest influence on performance. The correlation between economic and social well-being and performance is also significant, although there is no relationship between well-being and psychological well-being. These findings indicate the importance of paying more attention to teachers' rewards, social support, and psychological conditions, in addition to financial aspects, to improve the quality of their performance in the educational environment. This research recommends the need for a comprehensive policy to improve teacher welfare to support optimal performance in schools.
Pilkada, Aspek Edukasi, dan Nilai-Nilai Demokrasi di Kalangan Mahasiswa UNM Subair, Ahmad
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 1 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v1i5.2608

Abstract

This research aims to analyze the participation of Makassar State University (UNM) students in the Pilkada and expand the extent to which aspects of political education and understanding of democratic values ​​are applied among students. Using a quantitative descriptive survey method, data was collected from 385 respondents selected through simple random sampling techniques. The research results show that 62% of UNM students participated in the Pilkada, but most relied on information from social media rather than formal education on campus. The political education received on campus is still deemed to be less relevant in preparing students for regional elections, even though most students understand the basic concepts of democracy. A positive correlation of 0.62 was found between the quality of political education and the implementation of democratic values ​​such as freedom of expression and equality. This research concludes that increasing student participation in regional elections can be achieved through improvements in political education approaches on campus. More contextual and practical education can strengthen the understanding and implementation of democratic values ​​among students, so that they are better prepared to play an active role in the democratic process. It is hoped that the results of this research can become a reference in developing political education programs in higher education environments
Analisis Peluang dan Dampak Dekolonialisasi Kurikulum Sejarah Indonesia Subair, Ahmad
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 2 No. 5 (2024): Oktober : Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v2i5.2600

Abstract

Decolonising Indonesia's history curriculum is important in the context of forming an inclusive and accurate national identity. The background of this research focuses on the influence of colonialism on the presentation of history in educational curricula that still prioritise colonial perspectives. This research aims to explore how the history curriculum can be decolonised to reflect a more just and diverse narrative. This research uses a qualitative approach with a case study of history curriculum studies, aiming to explore and compare the effects of a curriculum with a colonial perspective and a decolonial curriculum proposal for the history curriculum, in the context of the Merdeka curriculum and Curriculum 2013. The results showed that there is a need to revise the history curriculum to include local perspectives and pay attention to marginalised voices in historical narratives. In addition, this research identifies various strategies that can be applied in developing a more inclusive and contextualised curriculum, including the involvement of local communities in the preparation of teaching materials. The findings are expected to make a significant contribution to history education reform in Indonesia
Pelatihan Penulisan Sejarah Lokal Pada Siswa Di Kabupaten Majene Subair, Ahmad; Syahrul, Syahrul; Patahuddin, Patahuddin
Journal of Community Sustainability Vol. 1 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : EL-EMIR INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/jocs.v1i3.73

Abstract

One of the main problems often faced by students is that not all students understand how important it is to write local history. Students also lack an understanding of the appropriate principles and techniques for writing local history at the schools where they work. Apart from that, students sometimes have a tendency to be less motivated to write history that is regionally based or familiar with local history. From the description above, it can be seen that it is important to provide local history writing training for history students in Majene district, West Sulawesi province. In the midst of limited time, funds and energy, local history writing training can be provided to students throughout Majene Regency. The Community Service Team decided that a program needed to be created to provide assistance in the form of local history writing training for history in Majene Regency. This training will focus on increasing motivation, understanding and ability to implement local history writing. After training, it is hoped that students will be able to solve problems with historical writing because they are already proficient in using it.