p-Index From 2021 - 2026
6.901
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Attoriolong Humanis : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan JAWI : Journal of Southeast Asia Islamic Contemporary Issues Phinisi Integration Review JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) INFOKUM Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Social Landscape Journal Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Swadesi: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Al-Irsyad: Journal of Education Science Jurnal Multidisiplin Sahombu Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM Jurnal Sains Student Research Jurnal Pengabdian Sosial Journal of Information System and Education Development Joong-Ki Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bagi Masyarakat Jurnal Ilmiah Nusantara Journal Of Community Sustainability Scholars: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JHP2M) Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Pinisi Journal of Community Service Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran TEBAR SCIENCE (Jurnal Kajian Sosial dan Budaya) Jurnal Cendekia Ilmiah Joong-Ki PESHUM Jurnal Lempu Literacy: Journal of Education and Social Science
Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi Sosial Ekonomi Pelaut Kajuara Rifal; Patahuddin; Ahmad Subair; Bustan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.12711

Abstract

Penelitian ini menelaah transformasi pelaut Kajuara dari pelaku subsistensi menjadi local entrepreneurs maritim yang menghubungkan ekonomi pesisir Bone dengan pasar regional. Melalui pendekatan history from below dan metode sejarah—heuristik, kritik sumber, interpretasi tematik, dan historiografi—data dikumpulkan lewat wawancara mendalam, observasi partisipatif di pelabuhan, penelusuran daftar kapal (GT, pemilik, rute), arsip lokal, dan statistik. Hasil analisis menunjukkan model kepemilikan bervariasi—individual, keluarga, dan komunal—yang mencerminkan perpaduan logika kapital dan modal sosial berbasis kekerabatan serta nilai budaya Bugis (siri’ na pesse). Faktor internal (keterampilan navigasi, etos kerja, modal sosial, kepemilikan kapal) dan eksternal (ketersediaan sumber daya Teluk Bone, kebijakan publik, perubahan iklim, persaingan pasar) secara bersama membentuk pola adaptasi dan inovasi usaha, termasuk diversifikasi kegiatan, modifikasi perahu, pembentukan koperasi. Transformasi ini mendorong mobilitas sosial vertikal dan horizontal—dari buruh nelayan menjadi pemilik kapal, agen dagang, atau pelaku usaha non-maritim—serta perubahan identitas ekonomi-komunal. Penelitian mengisi kekosongan historiografi maritim dengan menempatkan simpul pelabuhan kecil sebagai aktor kunci dalam jaringan perdagangan Asia Tenggara dan menawarkan implikasi kebijakan untuk penguatan ekonomi pesisir berbasis tradisi maritim, pengelolaan logistik pangan, pembiayaan rantai pasok, dan mitigasi risiko iklim
Optimizing The Literacy Corner To Increase Maritime Cultural Knowledge In Galesong Baru Village: Optimalisasi Pojok Literasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Budaya Bahari di Desa Galesong Baru Khaerunnisa; Ahmad Subair; Nur Amalia
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): GJPM - Juli s/d Desember
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v2i2.911

Abstract

This community service program aimed to enhance maritime cultural knowledge in Galesong Baru Village through the optimization of the Literacy Corner. Galesong Baru, known for its rich maritime heritage, faces challenges in preserving local knowledge and traditions amidst social changes and modernization. To address this issue, the program involved renovating the Literacy Corner, adding relevant educational materials, and conducting various educational activities. These activities included reading sessions, discussions, and workshops focused on maritime culture, as well as involving maritime experts and local leaders to provide in-depth insights. Program evaluation showed a significant increase in maritime cultural knowledge among participants, particularly among the younger generation. Pre- and post-program surveys indicated substantial improvement in understanding maritime traditions, such as boat-making and fishing techniques. The optimized Literacy Corner has become a more active hub, with increased visitation from the community. Support from the village government, local schools, non-governmental organizations, and the local community was crucial to the program's success. This program demonstrates that a participatory and collaborative approach in developing literacy centers can effectively enhance cultural knowledge and engage the community in preserving local heritage. The results of this program are expected to serve as a model for other coastal villages facing similar challenges in cultural preservation
Pelestarian Nilai-Nilai Spiritual Nelayan Pattorani Galesong Melalui Gerakan Hilirisasi Budaya dan Ormawa Sejarah UNM Khaerunnisa, Khaerunnisa; Subair, Ahmad; Susetya, Agil; Rafly, Muh.; Tenritata, Andi Aso
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3: Mei 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i3.3625

Abstract

Program "Pelestarian Nilai-Nilai Spiritual Nelayan Pattorani Galesong Melalui Gerakan Hilirisasi Budaya dan Ormawa Sejarah UNM" bertujuan untuk melestarikan warisan budaya dan nilai-nilai spiritual yang dimiliki oleh komunitas nelayan Pattorani di Galesong. Program ini melibatkan dokumentasi budaya, pelatihan keterampilan tradisional, promosi budaya, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Melalui survei, wawancara, dan observasi, nilai-nilai spiritual dan praktik tradisional nelayan Pattorani didokumentasikan dengan baik. Pelatihan yang diselenggarakan berhasil meningkatkan keterampilan teknis nelayan muda serta pemahaman mereka tentang pentingnya nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Promosi budaya dilakukan melalui festival budaya, pameran, dan media sosial. Kolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan program ini. Evaluasi program menunjukkan peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang warisan budaya Pattorani. Kesimpulannya, program ini memberikan landasan yang kuat untuk pelestarian dan penghargaan terhadap nilai-nilai spiritual dan budaya lokal nelayan Pattorani
Memory Politik Indonesia Menuju Merdeka 1602-1947 (Mengenang 79 Tahun Indonesia Merdeka) Subair, Ahmad
Scholars: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2024): SCHOLARS: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : P3M POLITEKNIK NEGERI AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v2i2.2565

Abstract

Artikel ini mengkaji sejarah politik dalam rentang waktu 1602-1947, dengan fokus pada perjuangan panjang bangsa indonesia untuk mencapai kemerdekaan. Kajian ini didasarkan pada arsip Gahetna, yang diharapkan dapat memberikan perspektif baru dan menarik tentang perjalanan sejarah politik indonesia. Artikel ini membahas berbagai peristiwa penting Sejarah politik Indonesia, termasuk era kolonial Belanda, kebangkitan pergerakan nasional, perjuangan kemerdekaan dan proklamasi kemerdekaan dan awal kemerdekaan. Melalui kajian ini, artikel ini bertujuan untuk memberikan gamparan umum tentang sejarah politik indonesia dalam rentang waktu 1602-1947, mengidentufukasi faktor-faktor yang mendorong perjuangan kemerdekaan, menganalisis strategi dan taktik yang digunakan oleh para pejuang. Artikel Dipercaya bahwa hal ini akan meningkatkan pemahaman mendalam mengenai sejarah politik Indonesia dan konflik panjang Indonesia dan konflik untuk mencapai keselamatan.
Sejarah Pendidikan Indonesia: Sebuah Refleksi Subair, Ahmad
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 5 (2024): OKTOBER-NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses various educational problems in Indonesia in the past with a focus on aspects such as limited access to education, social class, gender, geography, unequal quality of education, facilities, teaching staff, curriculum, rigid educational orientation, evaluation-oriented memorization, the relevance of education to the world of work, as well as ethnic and religious discrimination. This research aims to analyze how these factors influence the development of education in Indonesia, as well as their impact on equal distribution of learning opportunities and human resource development. During the colonial period, access to education was limited to certain elites, creating inequality that continued until after independence. Apart from that, a curriculum that is too rigid and irrelevant to the needs of the world of work causes graduates to be unprepared to face market challenges. Ethnic and religious-based discrimination also exacerbates the situation, creating a non-inclusive education system. This article concludes that these problems still leave traces today and require more comprehensive and inclusive policy reform. Reflection on the history of Indonesian education is very important to improve the education system and create fairer opportunities for all of society.
Sosialisasi Arsip Statis untuk Penelitian Sejarah pada Mahasiswa Pendidikan Sejarah UNM Khaerunnisa, Khaerunnisa; Subair, Ahmad; Amalia, Nur
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/zqxfty09

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa Pendidikan Sejarah UNM dalam memanfaatkan arsip statis untuk penelitian sejarah melalui sosialisasi di Dinas Arsip Provinsi Sulawesi Selatan. Metode pelaksanaan mencakup pengenalan interaktif, simulasi akses arsip fisik-digital, dan analisis kritis dokumen historis dengan pendampingan arsiparis. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap prosedur pengelolaan arsip, kemampuan interpretasi sumber primer, serta motivasi untuk mengangkat topik penelitian berbasis arsip daerah, seperti sejarah perjuangan dan peran perempuan dalam perjuangan kemerdekaan. Dampak jangka panjang meliputi peningkatan signifikan kunjungan penelitian mahasiswa ke Dinas Arsip, integrasi modul arsip ke kurikulum UNM, dan percepatan digitalisasi arsip prioritas. Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi akademik-institusi mampu mengoptimalkan pemanfaatan arsip statis sebagai sumber pengetahuan sekaligus melestarikan warisan sejarah local.
Ecofeminism in Kajang fashion: Gender Semiotics and Sustainability Subair, Ahmad
INFOKUM Vol. 13 No. 06 (2025): Infokum
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/infokum.v13i06.3054

Abstract

This ethnographic research examines the traditional black clothing of the Ammatoa Kajang community as a model for ecofeminist-based climate adaptation. Through participant observation, in-depth interviews, and focus group discussions (FGDs) titled Andingingi, it was found that this gender-neutral clothing reflects the Pasang Ri Kajang philosophy of equality, produced in a zero-waste manner using organic cotton, natural dyes, and hand-woven fabrics that emit <0.5 kg of CO₂ per piece. Women, as the primary artisans, utilize weaving as a household economic resource that supports food and climate security, linked to sacred forest conservation. Recommendations include recognizing customary forest laws and integrating local knowledge into national policies
Edukasi Pelestarian Lukisan Prasejarah Gua Leang-Leang Kepada Mahasiswa Pendidikan Sejarah UNM Subair, Ahmad; Khaerunisa, Khaerunisa; Amirullah, Amirullah; Asmunandar, Asmunandar; Patahuddin, Patahuddin
Humanis Vol 24, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v24i2.78603

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh ancaman degradasi lukisan prasejarah cap tangan dan babi rusa berusia 35.000–45.000 tahun di Gua Leang-Leang, Maros, serta rendahnya pemahaman mahasiswa Pendidikan Sejarah UNM terhadap nilai sejarah, seni, dan ekologi situs tersebut. Metode yang digunakan adalah blended learning selama dua hari, mengintegrasikan seminar daring, kunjungan lapangan, simulasi praktik pelestarian, dan workshop penyusunan modul pembelajaran. Pelaksanaan diawali seminar oleh arkeolog BPCB Sulsel dan dosen UNM, dilanjutkan observasi langsung 45 mahasiswa di gua dengan pemetaan GIS, dokumentasi non-invasif, replika cap tangan, serta diskusi kearifan lokal; ditutup penyusunan 9 modul edukasi berbasis Leang-Leang yang siap diintegrasikan ke kurikulum sekolah menengah, guna menjadikan mahasiswa agen pelestarian warisan prasejarah.Abstract: This community service activity is motivated by the degradation threats to prehistoric hand stencil and babirusa paintings aged 35,000–45,000 years in Leang-Leang Caves, Maros, as well as the low understanding among History Education students at Universitas Negeri Makassar (UNM) regarding the historical, artistic, and ecological values of the site. The method employed is a two-day blended learning approach, integrating an online seminar, field visit, conservation practice simulations, and a learning module design workshop. Implementation began with a seminar delivered by BPCB Sulsel archaeologists and UNM lecturers, followed by direct observation of 45 students at the caves involving GIS mapping, non-invasive documentation, eco-friendly hand stencil replicas, and discussions on local wisdom; it concluded with the development of 9 Leang-Leang-based educational modules ready for integration into secondary school curricula, transforming students into agents of prehistoric heritage preservation.
Transformasi Somba Opu dari Bandar Niaga ke Objek Wisata Sejarah Adil Akbar; Ahmad Subair; Akbar, Adil; Subair, Ahmad
JURNAL JAWI Vol 7 No 1 (2024): Islam and Maritime Culture
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/00202372148200

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang transformasi Somba Opu melalui kisahnya di masa lalu dan masa kini dengan menggunakan metode penelitian sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Somba Opu di masa lalu terbagi dalam tiga babak besar: pembangunan Benteng Somba Opu, penciptaan Somba Opu sebagai bandar niaga, dan pembentukan jaringan perdagangan internasional melalui kebijakan mare liberum dan pelabuhan bebas. Semua ini menjadikan Somba Opu tumbuh sebagai kota pelabuhan kosmopolitan dunia. Di masa kini, kisah Somba Opu terbagi dalam dua babak: usaha penemuan kembali Somba Opu melalui eskavasi arkeologis, serta transformasinya menjadi objek wisata sejarah yang penting bagi pelajar dan publik untuk memahami sejarah Sulawesi Selatan pada abad XVI hingga XVII.
Sosialisasi Penulisan Sejarah Lokal di SMAN 9 Maros Subair, Ahmad; Bustan, Bustan; Kabubu, Rusmala Dewi; Khaerunnisa, Khaerunnisa; Amalia, Nur
Jurnal IPMAS Vol. 5 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.5.3.2025.1061

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi penulisan sejarah lokal bertema pemberontakan DI/TII di SMA Negeri 9 Kabupaten Maros sebagai strategi pencegahan radikalisme dikalangan pelajar. Sasaran pengabdian difokuskan pada: (1) 200 peserta seminar umum terdiri atas siswa kelas X–XII, guru, dan perwakilan masyarakat untuk memperluas literasi sejarah serta sikap anti-radikalisme secara masif; (2) 45 siswa terpilih dari kelas XI–XII yang tergabung dalam tim pengabdi intensif guna mengembangkan keterampilan penulisan naratif populer, dan pengarsipan digital. Kegiatan menerapkan pendekatan partisipatif-interdisipliner dengan integrasi sejarah lisan, verifikasi sumber, penulisan naratif populer, dan pengarsipan digital melalui aplikasi “Jejak Maros”. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi sejarah, keterampilan riset, dan penguatan sikap anti-radikalisme. Capaian: microsite interaktif berisi narasi dan visual sejarah lokal, Klub Sejarah Lokal “Jejak Maros” sebagai ruang kolaboratif, buku antologi digital , serta arsip komunitas daring yang dapat direplikasi. Program ini menegaskan pendidikan sejarah lokal partisipatif sebagai instrumen efektif memperkuat identitas Pancasila, nasionalisme inklusif, dan daya tangkal terhadap narasi ekstremisme serta disinformasi digital.