p-Index From 2021 - 2026
6.711
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi Somba Opu dari Bandar Niaga ke Objek Wisata Sejarah Adil Akbar; Ahmad Subair; Akbar, Adil; Subair, Ahmad
JURNAL JAWI Vol 7 No 1 (2024): Islam and Maritime Culture
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/00202372148200

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang transformasi Somba Opu melalui kisahnya di masa lalu dan masa kini dengan menggunakan metode penelitian sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Somba Opu di masa lalu terbagi dalam tiga babak besar: pembangunan Benteng Somba Opu, penciptaan Somba Opu sebagai bandar niaga, dan pembentukan jaringan perdagangan internasional melalui kebijakan mare liberum dan pelabuhan bebas. Semua ini menjadikan Somba Opu tumbuh sebagai kota pelabuhan kosmopolitan dunia. Di masa kini, kisah Somba Opu terbagi dalam dua babak: usaha penemuan kembali Somba Opu melalui eskavasi arkeologis, serta transformasinya menjadi objek wisata sejarah yang penting bagi pelajar dan publik untuk memahami sejarah Sulawesi Selatan pada abad XVI hingga XVII.
Sosialisasi Penulisan Sejarah Lokal di SMAN 9 Maros Subair, Ahmad; Bustan, Bustan; Kabubu, Rusmala Dewi; Khaerunnisa, Khaerunnisa; Amalia, Nur
Jurnal IPMAS Vol. 5 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.5.3.2025.1061

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi penulisan sejarah lokal bertema pemberontakan DI/TII di SMA Negeri 9 Kabupaten Maros sebagai strategi pencegahan radikalisme dikalangan pelajar. Sasaran pengabdian difokuskan pada: (1) 200 peserta seminar umum terdiri atas siswa kelas X–XII, guru, dan perwakilan masyarakat untuk memperluas literasi sejarah serta sikap anti-radikalisme secara masif; (2) 45 siswa terpilih dari kelas XI–XII yang tergabung dalam tim pengabdi intensif guna mengembangkan keterampilan penulisan naratif populer, dan pengarsipan digital. Kegiatan menerapkan pendekatan partisipatif-interdisipliner dengan integrasi sejarah lisan, verifikasi sumber, penulisan naratif populer, dan pengarsipan digital melalui aplikasi “Jejak Maros”. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi sejarah, keterampilan riset, dan penguatan sikap anti-radikalisme. Capaian: microsite interaktif berisi narasi dan visual sejarah lokal, Klub Sejarah Lokal “Jejak Maros” sebagai ruang kolaboratif, buku antologi digital , serta arsip komunitas daring yang dapat direplikasi. Program ini menegaskan pendidikan sejarah lokal partisipatif sebagai instrumen efektif memperkuat identitas Pancasila, nasionalisme inklusif, dan daya tangkal terhadap narasi ekstremisme serta disinformasi digital.
Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning dalam Pembelajaran Sejarah Lokal pada Program Studi Pendidikan Sejarah FIS-H UNM Bahri, Bahri; Muh. Akbar; Ahmad Subair; Asmunandar; Rusmala Dewi Kabubu
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.14240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Project Based Learning dalam pembelajaran Sejarah Lokal pada Program Studi Pendidikan Sejarah FIS-H UNM. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif pada mahasiswa angkatan 2023, data dikumpulkan melalui observasi perkuliahan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan Project Based Learning dilakukan melalui penentuan pertanyaan esensial, perancangan proyek, penyusunan jadwal, pemantauan, penilaian autentik, dan refleksi. Pelaksanaan memadukan penyampaian materi, pemanfaatan teknologi, serta proyek video dokumenter dan pameran virtual. Project Based Learning meningkatkan keaktifan, motivasi, literasi sejarah, berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi, namun menghadapi kendala alokasi waktu, kebutuhan sumber daya, kesiapan pelaksana, dan ketimpangan kontribusi kelompok. Project Based Learning efektif menciptakan pembelajaran sejarah lokal lebih kontekstual dan bermakna, tetapi memerlukan dukungan kurikuler, pendampingan, dan mekanisme asesmen yang adil agar berkelanjutan.
War Economy: The Untold Logistics of South Sulawesi’s DI/TII Rebellion (1950-1965) Subair, Ahmad
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): Takuana (October-December)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i3.387

Abstract

This study reveals that the resilience of the DI/TII Movement in South Sulawesi (1950-1965) was not solely based on ideology, but on an independent war economy system. At the core of this system was control over copra commodities, which were exchanged for weapons through a regional black market smuggling network that reached Tawao and Singapore. A special agency, the Contact Post (CP), served as the logistical and fiscal operator that regulated trade, taxation, and currency within the movement's de facto territory. Another crucial finding is the symbiotic relationship between this network and individuals within the state apparatus (see Andi Sose's archives about the Army's copra foundation 1956). However, the system eventually collapsed due to a combination of logistical blockades by the Regional Military Command, internal divisions, and acute weapon shortages. This study concludes that in protracted conflicts, sovereignty over logistics and economic supply chains is often a more vital determinant than ideological factors alone.
The Transmission of Terrorist Movements in Sulawesi through the Narrative of the Islamic State of DI/TII (1953-1965) Subair, Ahmad
INFOKUM Vol. 14 No. 01 (2026): Infokum, January - February 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/infokum.v14i01.3074

Abstract

This study analyses the transmission of the narrative of the Darul Islam/Indonesian Islamic Army (DI/TII) movement in Sulawesi led by Kahar Muzakkar (1953–1965) into the ideology of contemporary terrorist groups in the region. Using historical methods within a Systematic Literature Review (SLR) framework, the study reveals the mechanisms of transmission through kinship networks, informal education, and the circulation of literature that mythologises the history of this resistance. The findings show that the DI/TII narrative has been adapted and synthesised with transnational ideologies such as ISIS, resulting in historical-emotional legitimacy for groups such as Mujahidin Indonesia Timur (MIT). This process of ‘glocalisation of jihad’ confirms that counter-terrorism approaches in Sulawesi must critically consider the historical roots and memory of local conflicts, in addition to countering global narratives.