Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

FAKTOR DETERMINAN PENERAPAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN 3S (SDKI, SLKI, SIKI) PADA RUANG RAWAT INAP DIRUMAH SAKIT WILAYAH KOTA JAYAPURA Mendrofa, Hendry Kiswanto; Jober, Naomi Frolinda; Nasrah, Nasrah
Indonesian Trust Health Journal Vol 8 No 1 (2025): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v8i1.326

Abstract

The quality of nursing care is reflected in the documentation of the nursing care provided. However, in reality, documentation has not been carried out optimally. Studies show that 31.7% of nurses do not document nursing care, 54.4% do not record care plans, and 53% do not document evaluations. The 3S documentation standard (SDKI, SLKI, SIKI) is considered efficient in saving time and improving documentation quality, yet many hospitals have not yet implemented it. This study aims to identify the factors influencing the implementation of 3S documentation in inpatient wards of hospitals in the Jayapura region. The research uses a cross-sectional design with 115 nurse samples selected through convenience sampling. Data analysis was conducted using logistic regression. The results show that knowledge (p=0.001), supervision (p=0.007), and training (p=0.001) significantly influence the implementation of 3S. The odds ratio indicates that nurses with good knowledge are 3 times more likely to document care based on 3S, supervision increases the likelihood by 6 times, and nurses who have attended training are 7 times more likely. Training is the dominant factor influencing the implementation of 3S. Therefore, continuous training programs focusing on understanding and skills in using SDKI, SLKI, and SIKI are needed. Abstrak Mutu pelayanan keperawatan tercermin dari dokumentasi asuhan keperawatan yang diberikan. Namun, kenyataannya, dokumentasi belum dilakukan secara optimal. Studi menunjukkan 31,7% perawat tidak mendokumentasikan asuhan keperawatan, 54,4% tidak mencatat rencana asuhan, dan 53% tidak mendokumentasikan evaluasi. Standar pendokumentasian 3S (SDKI, SLKI, SIKI) dianggap efisien dalam menghemat waktu dan meningkatkan kualitas dokumentasi, namun masih banyak rumah sakit yang belum menerapkannya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan pendokumentasian 3S di ruang rawat inap rumah sakit di Wilayah Jayapura. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 115 sampel perawat yang dipilih melalui convenience sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,001), supervisi (p=0,007), dan pelatihan (p=0,001) secara signifikan mempengaruhi penerapan 3S. Odds ratio menunjukkan bahwa perawat dengan pengetahuan baik memiliki peluang 3 kali lebih besar untuk mendokumentasikan asuhan berbasis 3S, supervisi meningkatkan peluang 6 kali, dan perawat yang pernah mengikuti pelatihan 7 kali lebih besar. Pelatihan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi penerapan 3S. Oleh karena itu, diperlukan program pelatihan berkelanjutan yang berfokus pada pemahaman dan keterampilan dalam penggunaan SDKI, SLKI, dan SIKI.
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN HASIL BELAJAR IPA MAHASISWA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Nasrah, Nasrah; Nur, Muafiah
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jrpd.v4i1.5106

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode korelasi yang bertujuanuntuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar daring mahasiswa pada masa pandemiCOVID-19. Subjek populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa ProramStudi Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2019 sebanyak 93 mahasiswa. Instrumen penelitin yangdigunakan berupa angket motivasi belajar dan hasil belajar mahasiswa. Hasil analisis korelasi denganmenggunakan Uji Pearson menunjukkan bahwa setiap aspek motivasi belajar memiliki nilai koefisienkorelasi yang tinggi dengan hasil belajar yang terlihat sebagai berikut: Aspek 1 sebesar 0,119; Aspek 2sebesar 0,663; Aspek 3 sebesar 0,418; Aspek 4 sebesar 0,425; Aspek 5 sebesar 0,649; dan Aspek 6 sebesar0,554. Secara keseluruhan diperoleh nilai koefisien korelasi motivasi belajar dengan hasil belajar daringmahasiswa sebesar 0,767 dan berada pada kategori kuat. Dari hasil ini dapat diketahui adanya hubunganantara motivasi belajar dan hasil belajar daring mahasiswa di masa pandemic COVID-19.
Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Inkuiri Pada Murid Sekolah Dasar Rosdiana, Rosdiana; Nasrah, Nasrah; Nur, A. Muafiah
EduBase : Journal of Basic Education Vol. 4 No. 2 (2023): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : LJPI UI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v4i2.1189

Abstract

Masalah dalam penelitian ini yaitu guru sering kali menyampaikan materi pelajaran IPA dengan metode ceramah, sehingga murid merasa bosan dan kurang tertarik untuk belajar IPA. Hal ini dapat menyebabkan hasil belajar murid menjadi rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA melalui model pembelajaran inkuiri murid kelas V SD Inpres 12/79 Hulo Kabupaten Bone. Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang mencakup empat kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah murid kelas V SD Inpres 12/79 Hulo Kabupaten Bone sebanyak 13 murid yang terdiri atas 6 laki-laki dan 7 perempuan. Teknik pengumpulan data adalah observasi, tes (evaluasi), dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui penerapan model pembelajaran inkuiri, hasil belajar IPA murid kelas V SD Inpres 12/79 Hulo Kabupaten Bone mengalami peningkatan. Pada siklus I, nilai rata-rata hasil belajar murid 60 dengan 5 murid atau dengan presentase 38%. Sedangkan pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 93 dengan 13 murid atau dengan presentase 100%. Dari hasil analisis tersebut disimpulkan bahwa hasil belajar IPA pada murid kelas V SD Inpres 12/79 Hulo Kabupaten Bone dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran inkuiri.
Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Metode Quantum Learning Murid Kelas IV SDN 30 Sumpang Bita Kabupaten Pangkep Nurfadiah, A. Aqila; Hera, Puspawati; Nasrah, Nasrah; Syamsiar, Syamsiar
Jurnal Edukasi Saintifik Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Saintifik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA menggunakan metode quantum learning pada murid kelas IV SDN 30 Sumpang Bita Kabupaten Pangkep. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang mencakup empat kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah murid kelas IV SDN 30 Sumpang Bita Kabupaten Pangkep sebanyak 10 murid yang terdiri atas 6 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Teknik pengumpulan data adalah observasi, tes (evaluasi), dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajar IPA menggunakan metode quantum learning pada murid kelas IV SDN 30 Sumpang Bita Kabupaten Pangkep. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata hasil belajar IPA pada siklus I 56,5 dan yang tuntas 7 murid atau 70%, dan skor rata-rata hasil belajar IPA murid pada siklus II meningkat menjadi 78,7 dan yang tuntas sebanyak 10 murid atau 100%. Di samping itu juga, data hasil observasi disetiap siklus menunjukan adanya perubahan sikap murid kearah positif. Dari hasil analisis tersebut disimpulkan bahwa hasil belajar IPA pada murid kelas IV SDN 30 Sumpang Bita Kabupaten Pangkep dapat ditingkatkan melalui metode quantum learning.
Strengthening Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) for Elementary School Children in Gowa Regency Bunga, Elfira Indri; Bahri, Nadya Tri Wulandari; Kusumawardani, Diva Fadliah; Baddulu, Nia Aulyah; Junadi, Nur Afifah; Nurazizah, Izdihar; Irmayanti, Irmayanti; Nasrah, Nasrah; Rachmat, Muhammad
Journal of Mestika Nusantara Satu Community Services Vol. 1 No. 1 (2024): JULY
Publisher : Yayasan Mestika Nusantara Satu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69716/f46nzq07

Abstract

School age children (6-12 years old) are very vulnerable to health problems. Therefore, awareness of the importance of health needs including personal hygiene to be instilled from an early age, one of which is through programs to strengthen clean and healthy living behavior (PHBS). This community empowerment aims to improve the knowledge, attitude, and behaviors of clean and healthy living behavior (PHBS) in elementary school students grade 4, 5 and 6. Community empowerment was performed in eight elementary schools spread across four villages in Pattallassang sub-district, Gowa Regency, namely Je'nemadinging Village, Pacellekang Village, Panaikang Village, and Pakatto Village which included 272 students. The community empowerment model was implemented through lectures, educational games and practice. Educational materials include Handwashing with Soap (CTPS), Stop Open Defecation, and healthy snacks. The results of the community empowerment were evaluated using pretest and posttest questionnaires distributed to participants before and after the education. Questions on the questionnaire include questions to measure participants' knowledge, attitudes, and behaviors. The result of these activities was an increase in the knowledge, attitudes, and behavior regarding PHBS in most of the elementary school students from the four villages that became the location of the community empowerment.
Counseling on Drugs and HIV AIDS in Handling Mental Health Disorders at SMPN 33 and SMPN 34, Bulukumba Regency Dewi, Laela Alfionita; Rachmat, Muhammad; Nasrah, Nasrah; Hidayat, Muliati; Astriana, Tiara; Yunus, Ariyati; Riskiyani, Shanti
Journal of Mestika Nusantara Satu Community Services Vol. 1 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Yayasan Mestika Nusantara Satu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69716/fc3vft62

Abstract

One of the most important things for humans is mental health. Based on the results of several studies, it is stated that mental health can be disrupted due to drug abuse and HIV AIDS. Adolescents are an age group that is prone to risky behavior for their mental health. Objective: participants are expected to have good awareness and knowledge related to the impact of drug abuse and HIV AIDS on mental health disorders. Method: This activity uses lecture and discussion methods. The target number is 60 people who are students at SMPN 33 and SMPN 34 in Bulukumba Regency. Result: As for the Asymp.Sig value. (2-tailed) <0.05 means that there is a difference between the pre-test and post-test values, so it can be concluded that mental health counseling influences knowledge related to drugs and HIV/AIDS in preventing mental health disorders. Conclusion: counseling can increase target knowledge about drugs and HIV/AIDS in preventing mental health disorders.
Analisis Perencanaan Struktur Perkerasan Apron Pada Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Menggunakan Metode FAA Nasrah, Nasrah; Nurdin, Abdul Rahim; Mallawangeng, Tamrin
Jurnal Penelitian Teknik Sipil Konsolidasi Vol. 1 No. 3 (2023): Jurnal Penelitian Teknik Sipil Konsolidasi, September 2023
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jptsk.v1i3.1554

Abstract

This study aims to determine and analyze thickness of apron pavement structure with Boeing 747-400 aircraft type at Sultan Hasanuddin International Airport using the Federal Aviation Adminstration method. This research is located at Sultan Hasanuddin International Airport Makassar. Data required includes secondary data in the form of aircraft movement traffic data from 2014 to 2018, apron layout and subgrade test California Bearing Ratio data as well as other data. The results of the planning analysis obtained the thickness of apron pavement structure with Boeing 747-400 aircraft type at Sultan Hasanuddin International Airport using the Federal Aviation Adminstration method, the thickness of subbase was 20 cm, base course (stabilized) was 15 cm and surface f’c 33,2 MPa was 41 cm
Media Pembelajaran Audio Visual dengan Teknik Role Playing dalam Mengembangkan Minat Belajar IPS pada Siswa Kelas V SD Negeri Umpanga Kabupaten Morowali Nasrah, Nasrah; Puswiartika, Dhevy; Mahfud, Mahfud; Ratu, Bau
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 14, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v14i1.608

Abstract

Social studies lessons are boring learning for students because the content is rote memorization. Based on the results of initial observations, it appears that the low interest in studying social studies for class V at Baiga State Elementary School is caused by students' disinterest in delivering monotonous material, teachers have difficulty providing concrete descriptions of learning material because they do not use the right media so that students have difficulty expressing facts, and arguments to develop within the topic. In general, interest in studying social studies among these students is low. This research aims to increase students' interest in learning social studies and describe the obstacles and solutions for implementing the role playing model with audio-visual media. This classroom action research was carried out in two cycles with planning, implementation, observation and reflection stages. The research results show that the role playing model with audio-visual media can increase students' interest in learning social studies. The obstacle in implementing the role playing model with audio visual media is that it is difficult for students to be suitable in playing the role of a teacher, where students are less imbued with their role, students are less active in asking questions during activities. The solution offered is that teachers pay more attention to the abilities of students in determining the role of each student so that they are more aware of their role.
Edukasi Kesehatan Menggunakan Komik Malaria Pada Anak Panti Asuhan Komba Jayapura Rohmani, Rohmani; Maryorita, Blestina; Nasrah, Nasrah; Sulistiyani, Sulistiyani; Situmeang, Lamria; Utami, Theresia Febriana Christi Tyas
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i2.2066

Abstract

Latar Belakang: Malaria menjadi target dunia untuk mencapai status eliminasi terutama bagi negara yang memiliki kasus tinggi. Pemerintah meluncurkan berbagai program dan peta jalan untuk mencapai target eliminasi malaria pada tahun 2030. Papua merupakan salah satu provinsi yang mempunyai endemis malaria tinggi dan menuju program eliminasi yang dilakukan oleh pemerintah. Agar eliminasi malaria tercapai harus dilakukan peningakatan pengetahuan pada Masyarakat melalui edukasi Kesehatan Tujuan Meningkatkan pengetahuan anak panti asuhan tentang penyakit malaria. Metode: Metode yang digunakan adalah Pendidikan Kesehatan tentang penyakit malaria yang disampaikan dengan teknik tanya jawab, diskusi serta memanfaatkan komik malaria Hasil: Hasil menunjukkan Tingkat pengetahuan peserta tentang malaria sebelum diberikan penyuluhan yaitu pengetahuan kurang berjumlah 20 orang (45,5%), pengetahuan cukup berjumlah 20 orang  (45,5%) dan pengetahuan baik berjumlah 4 orang (9%). Sedangkan pengetahuan peserta setelah diberikan intervensi edukasi malaria melalui komik malaria menjadi pengetahuan kurang berjumlah 5 orang (11,4%), pengetahuan cukup berjumlah 10 orang (22,7%) dan pengetahuan baik berjumlah 29 orang (65,9). Kesimpulan: Sebagian besar anak panti asuhan berpengetahuan baik setelah diberikan edukasi tentang penyakit malaria melalui media komik Malaria di Panti Asuhan Komba Sentani Jayapura.
Pelaksanaan Program Pembelajaran Calistung Dalam Meningkatkan Kesiapan Belajar Siswa Kelas Awal Fajriani, Nur; Nasrah, Nasrah; Nurmuzdalifah, Nurmuzdalifah
JURNAL PENDIDIKAN Vol 35 No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v35i1.7778

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program pembelajaran calistung (membaca, menulis, dan berhitung) dalam meningkatkan kesiapan belajar siswa kelas awal. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain one group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri atas 15 siswa kelas awal di SDN 75 Bentang, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Program pembelajaran calistung dilaksanakan selama lima hari melalui kegiatan membaca permulaan, latihan menulis bertahap, dan pembelajaran berhitung menggunakan benda konkret. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi sebelum dan sesudah pelaksanaan pembelajaran calistung. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kesiapan belajar siswa pada seluruh aspek yang diamati. Sebelum perlakuan, sebagian besar siswa menunjukkan kesiapan belajar yang rendah, ditandai dengan keterbatasan dalam mengenal huruf, menulis, dan berhitung. Setelah pelaksanaan program, terjadi peningkatan kemampuan membaca suku kata sederhana, keterampilan menulis yang lebih rapi, serta kemampuan mengenal dan menggunakan angka dengan benar. Selain itu, siswa juga menunjukkan sikap belajar yang lebih positif dan rasa percaya diri yang meningkat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program pembelajaran calistung secara terstruktur, bertahap, dan menyenangkan berpengaruh positif dalam meningkatkan kesiapan belajar siswa kelas awal.