Claim Missing Document
Check
Articles

Respon perkecambahan dan estimasi nilai LD50 mutagen sodium azide pada benih kedelai galur M.1.1.3 Suyansyah, Istover; Nilahayati, Nilahayati; Hafifah, Hafifah; Handayani, Rd. Selvy; Nazirah, Laila
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25770

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merrill) merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia dengan kebutuhan rata-rata 2,2 juta ton per tahun, namun 67,99% di antaranya masih dipenuhi melalui impor. Upaya peningkatan produksi kedelai dapat dilakukan dengan perbaikan varietas melalui pemuliaan mutasi. Penentuan lethal dose 50 (LD₅₀) merupakan tahap penting dalam induksi mutasi untuk memperoleh konsentrasi mutagen yang efektif. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai LD50 mutagen sodium azide (SA) pada benih kedelai galur M.1.1.3. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada Juni–September 2023. Benih kedelai galur M.1.1.3 direndam dalam larutan SA dengan enam konsentrasi (0, 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm) selama 4 jam, kemudian disemai pada media tanah : pasir : pupuk kandang (1:1:1). Peubah yang diamati meliputi persentase perkecambahan dan tinggi bibit pada umur 7 dan 14 HST. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak Curve Expert 1.4 untuk menentukan nilai LD₅₀ sodium azide pada benih kedelai galur M.1.1.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perkecambahan tertinggi terdapat pada kontrol (0 ppm) sebesar 93,33%, sedangkan pada konsentrasi 10 ppm hanya 6,66%. Perlakuan mutagen SA 10 ppm mengakibatkan kematian semua kecambah kedelai galur M.1.1.3 pada umur 14 HST. Analisis kurva regresi menghasilkan nilai LD₅₀ pada konsentrasi SA sebesar 5,56 ppm. Nilai ini menunjukkan bahwa konsentrasi efektif sodium azide yang berpotensi menghasilkan mutasi terletak sedikit di bawah 5,56 ppm. Temuan ini dapat dijadikan dasar dalam menentukan konsentrasi mutagen yang tepat pada program pemuliaan kedelai melalui induksi mutasi dengan sodium azide.
RESPON KACANG TANAH (Arachis hypogaea L) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK HIJAU DAN PUPUK ORGANIK CAIR KIRINYUH Hafifah, Hafifah; Nazirah, Laila; Nazaruddin, Muhammad
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.9929

Abstract

Kacang tanah di Indonesia merupakan komoditas pertanian terpenting setelah kedelai yang memiliki peran strategis pangan nasional sebagai sumber protein dan minyak nabati. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan dosis pupuk hijau dan dosis pupuk organik cair yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil yang optimal. Penelitian dilaksanakan di Gampong Meucat Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara pada bulan Januari – bulan April 2022. Rancangan percoban menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk hijau kirinyuh yang terdiri dari (K0) 0  g/polybag, (K1) 25 g/polybag, (K2) 50 g/polybag dan (K3) 75 g/polybag.  Faktor kedua  adalah konsentrasi pupuk organik cair kirinyuh yang terdiri dari (C0) 0 ml/liter,  (C1) 80 ml/liter,  (C2) 160 ml/liter. Peubah pengamatan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah polong per tanaman, bobot segar polong per tanaman, bobot kering polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot kering biji per tanaman, bobot 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan pupuk hijau kirinyuh dan pupuk organik cair kirinyuh dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah, dosis terbaik yaitu dosis (K3) 75 g/polybag. Konsetrasi pupuk organik cair kirinyuh juga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah, konsetrasi terbaik yaitu (C2) 160 ml/liter air. Interaksi antara dosis pupuk hijau dan konsentrasi pupuk organik cair kirinyuh pada bobot polong segar pertanaman dan bobot 100 biji. Interaksi K3C2 (75 g pupuk hijau/polybag dan 160 ml pupuk organik cair/liter) menghasilkan bobot segar polong terberat 61,99 g dan menghasikan bobot 100 biji terberat 46,32 g.
Co-Authors Afifah , Afifah Akbar , Halim Amelia, Wirda Aminsyah, Nur Arbi, Dwiki Prahdano Audina, Yola Badhawi, Badhawi Bagus Setiawan Baidhawi Baidhawi Bellangi, Athea Elviana Elviana, Elviana Eva Yuliana, Cut Faisal Faisal Fridayanti, Nelly H, Safrida Halim Akbar, Halim Hanani, Fadli Handayani, Rd Selvy Hasanah, Dinda Putri Hasibuan, Hedri Gunawan Hatussaadah, Siti Fati Hendrival Hendrival Hendrival Hendrival Huswaton, Huswaton Indrawati, Iin Indri Yani, Nurul Irmayunita, Irmayunita Irna Safitri Ismadi Ismadi Jamidi, Jamidi Kaban, Pilipi Persadanta Keumala, Ida Khaidir Khaidir Khairun Nisa Khairunnisa Khairunnisa Khusrizal Khusrizal Laila Nazirah Lelawati, Nur Lisa Anita Sari, Lisa Anita Lubis, Dea Andini LUKMAN, LUKMAN M. Nazaruddin, M. Maisura Maisura Maryamah Maryamah Meutia, Indah Muhammad Kamal Muhammad Ridho muhammad rizky, muhammad Muhammad Yusuf Muiz, Kharendra N, Mutiara Nada, Salsa Bila Khotrun Nasruddin Nasruddin Nazimah Nazimah Nila Hayati Nilahayati Ningrum, Sintia Nurdin, Muhammad Yusuf P, Asyifa Paiman Paiman Pasaribu, Tari Anggraini Pratama, Boby Erdi Pulungan, Widy Septiarni Putri, Intan Yatima Rafli, Muhammad Rd. Selvy Handayani Rizki, Miftahul Rosnina Rosnina, Rosnina Rudini, Dini Safrina Safrina, Safrina Safrizal Safrizal Safwandi Safwandi, Safwandi sakban, sakban Sari , Dewi Anggraini Solihuddin, Mahin Susi Susanti Suyansyah, Istover Syahputri, Zahrai Al rika Syahra, Alfi Syamimi, Nur Kholilah Usnawiyah, Usnawiyah Wardah Yuni Kartika Yunus, Ismadi Yuskarina, Yuskarina Yusra, Yusra Yusuf N, Muhammad Zaiyanti, Arina Zia, Khaliza Zuliati, Septiarini Zurrahmi Wirda