Pemupukan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman padi. Namun, penggunaan pupuk yang tidak tepat dapat menyebabkan pemborosan biaya dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model regresi linear yang dapat mengoptimalkan dosis pemupukan berdasarkan karakteristik lahan di Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan di tiga lokasi sentra produksi padi dengan mengambil 120 sampel petani. Variabel yang diamati meliputi dosis pupuk nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta hasil panen padi (ton/ha). Data dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan software SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi yang dihasilkan memiliki nilai R² = 0,847 dengan persamaan Y = 2,345 + 0,0125X₁ + 0,0089X₂ + 0,0067X₃. Uji F menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) yang berarti model regresi layak digunakan. Dosis optimum pupuk yang direkomendasikan adalah N = 180 kg/ha, P₂O₅ = 90 kg/ha, dan K₂O = 60 kg/ha dengan prediksi hasil panen 6,45 ton/ha. Penerapan model ini dapat meningkatkan efisiensi pemupukan sebesar 23% dan mengurangi biaya produksi hingga 15%.