Claim Missing Document
Check
Articles

PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA PADA NOVEL SEROJA KARYA SUNARYONO BASUKI KOESNOSOEBROTO Puspitasari, Puspitasari; Nurhuda, Zamzam; Yanti, Dewi
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v8i2.97-120

Abstract

Penelitian ini mengambil topik mengenai perkembangan kepribadian tokoh utama pada novel Seroja karya Sunaryono Basuki Koesnosoebroto dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Novel ini bercerita mengenai Ayu Mang, seorang wanita berkasta dari keluarga Bali yang menikah dengan Andy yang merupakan turis asing dari Inggris. Kepribadian Ayu Mang dalam setiap perkembangan kehidupannya membuat penulis tertarik untuk mengetahuinya lebih dalam. Maka dari itu masalah yang dikaji dalam penelitian ini mencakup perkembangan kepribadian tokoh utama novel Seroja Sunaryono Basuki Koesnosoebroto, faktor-faktor dan fakta-fakta yang memengaruhi sikap perubahan dan perkembangan tokoh utama dalam novel Seroja karya Sunaryono Basuki Koesnosoebroto. Berkaitan dengan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan kepribadian tokoh utama dalam novel Seroja karya Sunaryono Basuki Koesnosoebroto dan menguraikan faktor-faktor dan fakta-fakta yang memengaruhi sikap perubahan dan perkembangan tokoh utama dalam novel Seroja karya Sunaryono Basuki Koesnosoebroto. Hasil penelitian novel Seroja diantaranya, perkembangan kepribadian tokoh Ayu Mang yang cukup stabil dalam setiap tahap kehidupannya yang mencakup mencakup identitas vs kekacauan identitas, keintiman vs isolasi, perhatian terhadap apa yang diturunkan vs kemandekan, integritas vs keputusasaan. Sementara dalam faktor dan fakta yang memengaruhi sikap perubahan dan perkembangan, Ayu Mang memiliki pola perkembangan mencakup identitas vs kekacauan identitas, keintiman vs isolasi, perhatian terhadap apa yang diturunkan vs kemandekan, integritas vs keputusasaan.  Faktor-Faktor dan Fakta-Fakta yang Mempengaruhi Sikap Perubahan dan Perkembangan tokoh utama mencakup  penampilan diri, perilaku, stereotip budaya, nilai-nilai budaya, perubahan peranan dan pengalaman pribadi. 
DIALEKTOLOGI BAHASA SUNDA DI KECAMATAN KEMANG KABUPATEN BOGOR Irwansyah, Irwansyah; Yanti, Dewi
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i2.24-53

Abstract

Ketika kita berkomunikasi dalam masyarakat terjadi perbedaan dialek disebabkan masyarakat yang multikultur. Ada banyak faktor terjadinya perbedaan dialek antara lain tingkat pendidikan, perbedaan profesi, perbedaan usia, letak geografis, adanya pendatang baik yang singgah maupun menetap. Perlu dilakukan penelitian dialektologi dalam masyarakat Kecamatan Kemang dengan tujuan mendeskripsikan pemetaan bahasa dialek Bahasa Sunda di Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor. Penelitian dialektologi Bahasa Sunda di Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor menggunakan metodologis kuantitatif selanjutnya menggunakan metode dialektometri dengan membagi daerah penelitian ke dalam daerah dialek. Pembagian daerah penelitian dengan menentukan titik pengamatan menggunakan peta daerah pengamatan. Selanjutnya instrumen data menggunakan daftar kosakata dasar Morris Swadesh, kosakata bagian tubuh, dan kata ganti sapaan. Pengumpulan data sesuai dengan tujuan peneltian bahwa kegiatan ini untuk mendeskripsian keadaan bahasa dengan metode pupuan lapangan dengan teknik cakap semuka, yaitu langsung mendatangi daerah pengamatan dan melakukan percakapan dengan informan. Selanjutnya teknik rekam dengan menggunakan alat perekam saat wawancara dengan informan. Teknik terakhir yaitu teknik catat, digunakan untuk mencatat apa yang didapat dari informan ketika wawancara secara langsung agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan secara fonetis. Dari 249 data yang meliputi 200 kosakata Swadesh, 40 kosakata bagian tubuh, dan kata ganti sapaan dan sebutan, didapati 56 glos satu etima, 57 glos dua etima, 6 glos tiga etima. Berdasarkan perhitungan dialektometri kosakata Swadesh, angka terbesar adalah 29 % pada titik pengamatan dua dan empat terjadi perbedaan, namun masih lebih kecil dari 30 % artinya dianggap tidak ada perbedaan bahasa. 
MODAL SOSIAL SEBAGAI KUNCI PENCEGAHAN NARKOBA REMAJA DI KOTA PONTIANAK Deti, Deti; Yanti, Dewi; Hosea Ringkat, Glenn Fernando; Putri, Annysa Gea; Fitriana, Dina
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7671

Abstract

Penyalahgunaan narkoba pada remaja merupakan permasalahan serius, yang mendorong pemerintah Indonesia menyatakan kondisi darurat narkoba. Mengingat pencegahan yang berfokus pada aspek individu dan biologis kurang memadai, diperlukan perlindungan sosial melalui modal sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi dan program modal sosial yang terdiri dari norma, jaringan sosial, dan kepercayaan sebagai kunci pencegahan narkoba di kalangan remaja Kota Pontianak. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Satuan Reserse Narkoba Polresta Pontianak, dan Komunitas A. H Pontianak. Hasil menunjukkan bahwa BNN Kota Pontianak menerapkan strategi komprehensif, mencakup pendekatan edukatif, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Strategi ini diwujudkan melalui sosialisasi rutin, pembinaan keluarga ("Kelurahan Bersinar"), dan Program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dengan agen perubahan. Kolaborasi lintas sektor diperkuat BNN melalui Forum Komunikasi (FORKOM). Sementara itu, Satuan Reserse Narkoba Polresta Pontianak berfokus pada penegakan hukum dan pencegahan komunitas, dan Komunitas Pontianak menyediakan layanan rehabilitasi Therapeutic Community (TC). Sinergi antara Badan Narkotika Nasional (BNN) Pontianak, Satuan Reserse Narkoba Polresta Pontianak, dan Komunitas A. H Pontianak ini membuktikan bahwa modal sosial sebagai kunci utama dalam pencegahan narkoba di Kota Pontianak.
Co-Authors Afni, Vernia Nur Andriani, Ulan Anugrah, Rifqi Arrey, Mbaze-Ebock Vivian Arya Arya, Arya Astrid, Astrid Azizah, Ummi Nasryatul Baehaqi Baihaqi, M. 'Azizan 'Azmani Bangun, Deby Regina Br. D.P, Karismayanti Dalimunthe, Femmy Indriany Dalimunthe, Mohammad Yusuf Denny, Agustinus Deti, Deti Dina Yunita, Dina Dwiana, Nidia Nur Fadhilah, Raihani Nur Fahira, Tasya Yasmin Fariza, Surya Tama Fathanah, Dinda Firman Firman Fitriana, Dina Hafifa, Nur Hafizi, M. Zainul Hikmah, Bintan Wahdatul Hizbullah , Nur Hosea Ringkat, Glenn Fernando Hotimah, Wiwin Husnul Hutabarat, Jelita Silvia Indradewa, Rhian Indriani Indriani, Kasil Sri Irwansyah Irwansyah Iskandari, Yuli Istikoma Istikoma Januarti, Woro Jawas, Effa Chalisah Limbong, Christine Herawati Liyushiana, Liyushiana Lubis, Muhammad Rizki Maharani, Agisti Mahdi, Agus Nur Manalu, Arie Afandi Marbun, Safira Septy Vani Matovani, Galuh Muhammad Khadry Muhammad, Iman Nadlifuddin, Mohammad Ilham Napitupulu, Inda Triwana Ngatemin Nisa, Jihan Luthfun Nurfatika, Lingga Ayu Salma nurhuda, zamzam Octariadi, Barry Ceasar Oktaviani, Diah Ayu Panjaitan, Ananda Pratiwi Prayogi, Budi Pujiati, Tri Puspitasari Puspitasari Putri, Annysa Gea Putri, Nafi’ Kharisma Rachmad Hidayat Rahmad Solling Hamid Rahmat Prayogi, Rahmat Rahmina, Faza Alya Ramadhan, Ikhlas Ramadhanita, Rizqa Rezeki, Syailendra Reza Irwansyah Rijal, Ibnu Rizkiyah, Putri Rosari, Dina Rosidah , Ani Roy , Dedi S, Repa Fajriyani Salam, Badri Santika, Serly Sanusi Sanusi Saragih, Yoana Romauli Sarlini, Heti Savitri, Mersya Nurina Seran, Ary Setiawan Siahaan, Sonia Trifosa Sianipar, Christina Indriany Sibarani, Putra Adrian Sidik, Alpin Nur Siregar, Fitri Siti Nurhayati Sitinjak, Septi Anggina Sri Hartati SRI RAHAYU Subagja, Agus Dedi Sulla, Franklin Yohanes Suyatno Suyatno Tamami, Rahman Tawa, Tegar Putra Triadi, Rai Bagus Umaira, Putri Nabilah Virginia, Alfanny Widayanti, Erina Yasir Mubarok Yoganindhito, Dwi Adi Kusumo