Claim Missing Document
Check
Articles

SKRINING KADAR ASAM URAT PADA MASYARAKAT UMUM SECARA GRATIS DI KLINIK INTI SEHAT MEDIKA JAMBI UNTUK DETEKSI DINI PENYAKIT GOUT ARTHRITIS Ahmad Syauqy; Citra Maharani; Erny Kusdiyah; Budi Justitia
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 2 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Gout Arthritis is a disease that the number of sufferers each year has increased quite high. The disease is strongly influenced by a person's diet and lifestyle. The low public interest in screening blood uric acid levels as an indicator to determine the incidence of gout arthritis is one of the factors that increase the number of these diseases from year to year. The reasons for this reluctance are various, ranging from cost aspects, affordability to the examination location, limited infrastructure and time aspects. For this reason, community service activities need to be carried out to facilitate this. This activity was checking blood uric acid levels for general public at the Inti Sehat Medika Jambi clinic, carried out on Saturday, October 30, 2021. Blood uric acid test using a digital tool “easy touch”, then participants can consult with the health workers and also receive treatment if their uric acid levels exceed normal limits. The number of participants who took part were 31 people, 9 men (29.03%) and 22 women (70.97%). The age of the most participants was 20-29 years as many as 9 people (29.03%) and the age of the least participants was 50-59 years as many as 2 people (6.45%). The results of the examination of normal uric acid levels were found in 12 participants (38.71%) and 19 people (61.29%). Keywords: uric acid level, Gout Arthritis ABSTRAK Gout Arthritis merupakan penyakit yang jumlah penderitanya setiap tahun mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Penyakit tersebut sangat dipengaruhi oleh pola makan dan pola hidup seseorang. Rendahnya minat masyarakat dalam melakukan skrening kadar asam urat darah sebagai salah satu indikator untuk mengatahui kejadian penyakit gout arthritis menjadi salah satu faktor meningkatnya angka penyakit tersebut dari tahun ke tahun. Penyebab keengganan tersebut beragam, mulai dari aspek biaya, keterjangkauan ke lokasi pemeriksaan, keterbatasan sarana prasarana maupun aspek waktu. Untuk itu perlu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk memfasilitasi hal tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu, 30 Oktober 2021. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pemeriksaan kadar asam urat darah pada masyarakat umum di klinik Inti Sehat Medika Jambi. Kegiatan ini menggunakan alat digital easy touch dan setelah itu, partisipan dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang telah kita disiapkan serta juga mendapat pengobatan jika kadar asam uratnya melebihi batas normal. Jumlah peserta yang ikut menjadi partisipan adalah 31 orang, 9 orang laki-laki (29,03%) dan 22 orang perempuan (70,97%). Usia partisipan terbanyak adalah 20-29 tahun yaitu sebanyak 9 orang (29,03%) dan usia partisipan paling sedikit adalah 50-59 tahun yaitu sebanyak 2 orang (6,45%). Hasil pemeriksaan kadar asam urat yang normal ditemukan pada 12 orang partisipan (38,71%) dan yang tidak normal sebanyak 19 orang (61,29%). Kata kunci: Kadar asam urat, Gout Arthritis
WORKSHOP/PELATIHAN MEMBUAT PERANGKAP NYAMUK MANDIRI DI DESA MUARA JAMBI KECAMATAN MARO SEBO KABUPATEN MUARO JAMBI 2021 Armaidi Darmawan; Wahyu Indah Dewi Aurora; Erny Kusdiyah; Ima Maria; Nuriyah Nuriyah; Guspianto Guspianto
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 2 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT One of the most important factors in maintaining the sustainability of public health is to maintain environmental health. One of the flagship programs of PUI SEHAD is the establishment of a SEHAT Tourism Village which is a role model or pilot village in the Muaro Jambi Village area, Maro Sebo District, Muaro Jambi Regency. From this activity, it is hoped that a mosquito-free pilot village will be formed. As is known, mosquitoes are vectors of various infectious diseases such as dengue hemorrhagic fever, malaria, chikungunya, filariasis, etc. The tourist area of ​​Muaro Jambi Temple almost every day gets visits from domestic tourists and foreign tourists. Effective mosquito control is needed to break the chain of transmission of infectious diseases caused by mosquitoes. The method of implementing the activity is by workshops/training on making mosquito traps independently to the community in the Muaro Jambi Village area, Maro Sebo District, Muaro Jambi Regency. Furthermore, socializing and administering training permits to the puskesmas and village leaders, then gathering the community with the Health protocol. The next activity is conducting mosquito trap training to the community by empowering the community by making their mosquito traps at home and finally evaluating activities. The activity was held on 26 October 2021 in Muara Jambi Village, Maro Sebo District, Muaro Jambi Regency. 50 people were present at the event, which were RT representatives from Muara Jambi Village. The public is given an understanding of mosquitoes and the diseases that can be caused by mosquitoes. Then, each workshop participant was given equipment and materials and the practice of making an independent mosquito trap. This activity went well and received support from all parties. With the implementation of this activity, it is hoped that it can suppress diseases caused by mosquitoes and can control mosquito vectors from spreading disease. Keywords: Mosquito Trap, Health Training ABSTRAK Salah satu faktor terpenting dalam menjaga keberlanjutan kesehatan masyarakat adalah dengan menjaga kesehatan lingkungan. Salah satu program unggulan dari PUI SEHAD adalah terbentuknya Desa Wisata SEHAT yang merupakan desa role model atau percontohan di wilayah Desa Muaro Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Dari kegiatan ini diharapkan terbentuknya Desa percontohan bebas nyamuk. Seperti diketahui, nyamuk adalah vektor dari berbagai penyakit-penyakit infeksi seperti demam berdarah dengue, malaria, cikungunya, filariasis, dll. Daerah wisata Candi Muaro Jambi hampir tiap hari mendapat kunjungan dari wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Perlu pengendalian nyamuk yang efektif untuk memutus rantai penularan penyakit menular yang diakibatkan oleh nyamuk tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan workshop/pelatihan membuat perangkap nyamuk secara mandiri kepada masyarakat di wilayah Desa Muaro Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Selanjutnya mensosialisasikan dan pengurusan perizinan penyelenggaraan pelatihan kepada pihak puskesmas dan pimpinan desa, kemudina mengumpulkan masyarakat dengan protocol Kesehatan. Kegiatan selanjutnyna adalah melakukan pelatihan perangkap nyamuk kepada masyarakat dengan memberdayakan masyarakat dengan membuat perangkap nyamuk sendiri di rumah dan terakhir adalahn melakukan evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan tanggal 26 Okober 2021 di Desa Muara Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Masyarakat yang hadir pada saat kegiatan berjumlah 50 orang, yang merupakan perwakilan RT dari Desa Muara Jambi. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai nyamuk dan penyakit-penyakit yang dapat diakibatkan oleh nyamuk. Kemudian Masing-masing peserta workshop dibagi peralatan dan bahan-bahan dan praktik membuat perangkap nyamuk mandiri. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari seluruh pihak. Dengan terlaksananya kegiatan ini maka diharapkan dapat menekan penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh nyamuk dan dapat mengendalikan vector nyamuk dari penyebaran penyakit. Kata kunci: Perangkap Nyamuk Mandiri, Pelatihan Kesehatan
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI VAKSIN COVID-19 PADA IBU HAMIL DAN MENYUSUI Huntari Harahap; Lisa Susanti; Asro Hayani Harahap; Herlambang Herlambang; Erny Kusdiyah
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 5 No. 1 (2022): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Efforts to expand the target of the Covid-19 vaccine continue to be carried out by the government. After administering the Covid-19 vaccine to children aged 12-17 years, the Government also gave the green light for administering the Covid-19 vaccine to pregnant and lactating mothers. There are several conditions for the implementation of the Covid-19 vaccine for pregnant women. Ignorance of these conditions makes people feel afraid and do not want to carry out the Covid-19 vaccine for pregnant and lactating women. pregnant and breastfeeding. The method used is giving explanations to the public directly, pretest-posttest and giving brochures about the covid-19 vaccine, which is a collaboration between the Center for Reproductive Health Studies at the LPPM Jambi University and the Valencia Mendalo Clinic. This activity was attended by 36 people from the general public, especially those around the Pinang Masak Campus, Jambi University and Valencia Housing Muaro Jambi. Participants consisted of 14 men (38.8%), 18 women who were not pregnant (50%), 4 pregnant women (11.11%). Community service in the form of counseling and providing leaflets can increase public knowledge about the COVID-19 vaccine for pregnant and lactating women. Keywords: Knowledge, Covid-19 vaccine, pregnant women, breastfeeding mothers. ABSTRAK Upaya memperluas sasaran vaksin Covid-19 terus dilakukan pemerintah. Setelah pemberian vaksin Covid-19 kepada anak-anak usia 12-17 tahun, Pemerintah juga memberikan lampu hijau pemberian vaksin Covid-19 kepada ibu hamil dan menyusui. Ada beberapa syarat untuk pelaksanaan vaksin Covid-19 kepada ibu hamil. Ketidaktahuan mengenai syarat tersebut membuat masyarakat merasa takut dan tidak mau melaksanakan vaksin Covid-19 pada ibu hamil dan menyusui.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksin Covid-19 serta syarat melakukan vaksin Covid-19 pada wanita hamil dan menyusui. Metode yang digunakan adalah , pemberian penjelasan kepada masyarakat secara langsung, pretest-postest serta pemberian brosur mengenai vaksin covid-19 yang merupakan Kerjasama Pusat Studi Kesehatan Reproduksi LPPM Universitas Jambi dengan Klinik Valencia Mendalo. Kegiatan ini dihadiri oleh 84 orang masyarakat umum terutama yang berada di sekitar Kampus Pinang Masak Universitas Jambi dan Perumahan Valencia Muaro Jambi. Peserta terdiri dari 32 orang pria (38%), 36 orang wanita yang tidak hamil dan menyusui (42,85%), 6 orang ibu menyusui (7%), 10 orang ibu hamil (11,9%). Pengabdian masyarakat yang berupa penyuluhan dan pemberian leaflet pada dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat umum tentang vaksin covid-19 pada ibu hamil dan menyusui. Kata Kunci : Pengetahuan, Vaksin covid-19, ibu hamil, ibu menyusui.
SKRINING HBA1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKUAN BARU KOTA JAMBI Armaidi Darmawan; Ima Maria; Wahyu Indah Dewi Aurora; Erny Kusdiyah; Nuriyah Nuriyah
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 5 No. 2 (2022): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that can be evaluated through HbA1c examination. The hemoglobin A1c test is a test used to control blood sugar levels within 6 weeks to 3 months. Objective: This service aims to determine the HbA1c value in DM patients in the work area of the Pakuan Baru Health Center, so that the HbA1c results can be used as basic data for adherence to treatment and changes in healthy living behavior. Methods: Counseling on DM and HbA1C examination was conducted in SAGU (Sugar Aware) Village. Blood samples were taken and examined at the Emerald Clinical Laboratory, Jambi City. Results: The most abnormal HbA1c was found in the age range of 50-54 years and 64.81% had HbA1c values above the reference normal range (4.5-6.3%). Keywords: Diabetes Mellitus, HbA1c Abstrak Latar Belakang: Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat dievaluasi melalui pemeriksaan HbA1c. Tes hemoglobin A1c merupakan tes yang dipergunakan untuk mengontrol kadar gula darah dalam waktu 6 minggu hingga 3 bulan. Tujuan: Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui nilai HbA1c pada penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru, sehingga hasil HbA1c tersebut dapat dijadikan data dasar untuk kepatuhan menjalani pengobatan dan perubahan perilaku hidup sehat. Metode: Penyuluhan tentang DM dan pemeriksaan HbA1C dilakukan di Kampung SAGU (Sadar Gula). Sampel darah dibawa dan diperiksa ke Laboratorium Klinik Emerald, Kota Jambi. Hasil: HbA1c abnormal terbanyak ditemukan pada rentang usia 50-54 tahun dan 64,81% memiliki nilai HbA1c di atas batas normal rujukan (4,5-6,3%).
Skrining Kadar Vitamin D Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tahtul Yaman Kota Jambi Herlambang Herlambang; Nyimas Natasha Ayu Shafira; Citra Maharani; Rina Nofri Enis; Susan Tarawifa; Anggelia Puspasari; Erny Kusdiyah; Amelia Dwi Fitri
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 5 No. 2 (2022): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Vitamin D is one of the nutritional components needed by the human body. This vitamin plays a role in maintaining healthy bones, teeth and muscles because it functions in terms of the absorption of calcium and phosphate. The need and function of vitamin D are also very influential on the condition of pregnancy for both mother and fetus because the compound 1,25 dihydroxy vitamin D (1,25(OH)2D) plays a role in the maintenance of cell function in the placenta. Another function of vitamin D is maintaining the mother's immune system properly. Fulfilment of vitamin D should be gradual from early pregnancy, and vitamin D deficiency causes pregnancy disorders and complications such as pre-eclampsia, premature birth, and stunted fetal growth. Examination of vitamin D levels is not included in routine pregnancy checks, so this service activity screens Vitamin D levels in pregnant women as an initial effort to prevent pregnancy disorders that can be triggered by low levels of vitamin D. A total of 24 pregnant women have received explanations and are willing to follow this activity. The service team collaborates with the Tahtul Yaman Health Center and also the PRODIA Laboratory in helping with the implementation of this service. The results of the Vitamin D examination showed that plasma Vitamin D levels were more in the insufficiency and deficiency categories, and only a small proportion had normal Vitamin D plasma levels. Based on these results, vitamin D screening should be included as an antenatal care program, and a thorough follow-up study should be carried out hereafter. Keywords: Antenatal care, Pregnancy, Vitamin D ABSTRAK Vitamin D merupakan salah satu komponen nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Vitamin ini berperan dalam menjaga kesehatan tulang, gigi dan juga otot karena memiliki fungsi dalam hal penyerapan kalsium dan fosfat. Kebutuhan dan fungsi dari vitamin D ini juga sangat berpengaruh pada kondisi kehamilan baik untuk ibu maupun janin, karena senyawa 1,25 dihidroksi vitamin D (1,25(OH)2D) berperan untuk pemeliharaan fungsi sel pada plasenta. Fungsi lain dari vitamin D adalah untuk menjaga sistem kekebalan tubuh ibu agar tetap melakukan fungsinya dengan baik. Pemenuhan vitamin D sebaiknya bertahap dari awal kehamilan, defisiensi Vitamin D berdampak pada timbulnya komplikasi kehamilan seperti preeklampsia, persalinan prematur, dan pertumbuhan janin terhambat. Pemeriksaan kadar vitamin D tidak termasuk dalam pemeriksaan rutin kehamilan, sehingga kegiatan pengabdian ini melakukan skrining kadar Vitamin D pada ibu hamil sebagai upaya awal pencegahan timbulnya gangguan kehamilan yang dapat dipicu oleh rendahnya kadar vitamin D. Sebanyak 24 orang ibu hamil telah mendapatkan penjelasan dan bersedia untuk mengikuti kegiatan ini. Tim pengabdian berkerja sama dengan puskesmas Tahtul Yaman dan juga Laboratorium PRODIA dalam membantu terselanggaranya pengabdian ini. Hasil pemeriksaan Vitamin D didapatkan kadar Vitamin D plasma lebih banyak dalam kategori insufisien dan defisien, sebagian kecil yang memiliki kadar plasma Vitamin D normal. Berdasarkan hasil tersebut, sebaiknya skrining Vitamin D dapat dimasukkan sebagai program pemeriksaan rutin kehamilan dan dilakukan kajian lanjutan secara menyeluruh. Kata kunci: Kehamilan, Vitamin D, Pemeriksaan Kehamilan
GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT DIABETES MELLITUS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Purwakanthi, Anati; Shafira, Nyimas Natasha Ayu; Harahap, Huntari; Kusdiyah, Erny
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 8 No. 1 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmj.v8i1.9483

Abstract

ABSTRACT Introduction: According to the International Diabetes Federation (IDF), the number of people with DM worldwide in 2010 was 285 million. This number increased to 371 million people in 2012 and increased to 387 million people in 2014. This number will continue to increase beyond 600 million people in 2035. The prevalence of DM in Jambi province based on interviews diagnosed by doctors and symptoms by 1.1 percent. According to the United Kingdom Prospective Study (UKPDS) report, the most important chronic complications are cardiovascular disease, peripheral vascular disease, retinopathy, and diabetic nephropathy. Thus actually death in DM occurs not directly due to hyperglycemia, but is associated with complications that occur. The need for motivation and education from health workers regarding the use of DM drugs. Sometimes other drugs are needed to treat complications of DM. Methods: This study uses a prospective descriptive study. The data taken is secondary data by looking at the research variables recorded in the patient's medical record. The sample of this study were all patients with diabetes mellitus who were treated at Raden Mattaher Hospital in May to September 2019 (total sampling). Results: Most patients with diabetes mellitus were aged ≥ 45 years, ie 67 people. The longest use of diabetes mellitus drugs is more than 1 year to 3 years, which is 30 people. The most widely used diabetes mellitus drug, insulin aspart, is 27 people. How to use diabetes mellitus drug is a single insulin as many as 32 people. Conclusion: Diabetes Mellitus Type 2 tends to occur in the elderly at most more than 1 year to 3 years using the most diabetes mellitus diabetes drug administered by means of a single insulin. Keywords: DM type 2, Diabetes Mellitus drugs, how to use ABSTRAK Pendahuluan Menurut International Diabetes Federation (IDF), jumlah penderita DM di seluruh dunia pada tahun 2010 adalah 285 juta orang. Angka ini meningkat menjadi 371 juta orang pada tahun 2012 dan meningkat menjadi 387 juta orang pada tahun 2014. Angka ini akan terus meningkat melampaui 600 juta orang pada tahun 2035. Prevalensi penyakit DM di provinsi Jambi berdasarkan wawancara yang terdiagnosis dokter dan gejala sebesar 1,1 persen. Menurut laporan United Kingdom Prospective Study (UKPDS), Komplikasi kronis paling utama adalah penyakit kardiovaskuler, penyakit pembuluh darah perifer, retinopati, serta nefropati diabetik. Dengan demikian sebetulnya kematian pada DM terjadi tidak secara Iangsung akibat hiperglikemianya, tetapi berhubungan dengan komplikasi yang terjadi. Perlunya motivasi dan edukasi dari petugas kesehatan tentang penggunaan obat DM. Terkadang diperlukan obat lain untuk mengobati komplikasi dari DM. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif prospektif. Data yang diambil adalah data sekunder dengan melihat variabel-variabel penelitian yang tercatat pada rekam medik pasien. Sampel penelitian ini adalah semua pasien diabetes mellitus yang berobat di RS Raden Mattaher pada bulan mei sampai september 2019 (total sampling). Hasil Pasien yang terkena diabetes mellitus terbanyak pada umur ≥ 45 tahun, yakni 67 orang. Lama penggunaan obat diabetes mellitus paling banyak lebih dari 1 tahun hingga 3 tahun yakni 30 orang. Obat diabetes mellitus yang paling banyak digunakan yakni insulin aspart sebanyak 27 orang. Cara penggunaan obat diabetes mellitus yaitu insulin tunggal sebanyak 32 orang. Kesimpulan Diabetes mellitus tipe 2 cenderung terjadi pada usia lanjut paling banyak lebih dari 1 tahun hingga 3 tahun menggunakan obat diabetes mellitus terbanyak insulin aspart yang diberikan dengan cara insulin tunggal. Kata kunci : DM tipe 2, obat Diabetes Mellitus, cara penggunaan
PENGARUH PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS DENGAN LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN SEKSIO SESAREA Huntari, Huntari; Purwakanthi, Anati; Kusdiyah, Erny
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 8 No. 2 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.472 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v8i2.10931

Abstract

ABSTRACT Introduction Women who have a cesarean delivery have a 5-20 times greater risk of infection than normal delivery. Antibiotics given to surgical patients aim to reduce the number of bacterial colonies, reduce the amount of inoculum contamination so that prophylactic antibiotics are needed to reduce the risk of infection or as therapy if they are already in a previous infection state. Aim of this study was to determine the effect of prophylactic antibiotic use and length of stay in cesarean section. Method this research uses analytical research with a cross sectional approach. There were 318 patients who met the study inclusion criteria. The assessment of research variables used secondary data from the medical records of patients with cesarean section at Raden Mattaher Hospital Jambi in 2018. Results of this study were patients with caesarean section at Raden Mattaher Hospital Jambi in 2018, at most 20 to 35 years, 240 people, 135 primigravidas people, 244 people with a history of first cesarean section, used a prophylactic antibiotic for cesarean section, namely ceftriaxone once two grams for 3 days, with the most diagnosis of cesarean section due to premature rupture of the membranes as many as 87 people. There was a relationship between the type of prophylactic antibiotics given (p = 0.00), the number of antibiotics (p = 0.00), and the diagnosis before cesarean delivery (p = 0.00) with the length of Inpatient. Keywords: Antibiotics, Caesarean section, Inpatient ABSTRAK Pendahuluan Wanita yang melakukan persalinan secara bedah sesar memiliki resiko infeksi lebih besar 5-20 kali lipat dibandingkan persalinan normal. Antibiotik yang diberikan pada pasien bedah bertujuan untuk mengurangi jumlah koloni bakteri, mengurangi jumlah inokulum kontaminasi sehingga diperlukan pemberian antibiotik profilaksis untuk menurunkan risiko infeksi atau sebagai terapi apabila sudah dalam keadaan infeksi sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan antibiotik profilaksis dengan lama rawat inap seksio sesaria. Metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode cross sectional. Terdapat 318 pasien memenuhi kriteria inklusi penelitian . Penilaian variabel- penelitian menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien seksio sesaria di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi tahun 2018. Hasil penelitian pasien seksio sesaria di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi tahun 2018, paling banyak berumur 20 hingga 35 tahun yakni 240 orang, primigravida 135 orang, riwayat seksio sesaria pertama kali sebanyak 244 orang, menggunakan antibiotik profilaksis seksio sesaria yakni ceftriaxon sebanyak satu kali dua gram selama 3 hari, dengan diagnosis terbanyak seksio sesaria dikarenakan ketuban pecah dini sebanyak 87 orang. Terdapat hubungan antara jenis antibiotik profilaksis yang diberikan (p = 0,00) dan jumlah pemberian (p=0,00) dengan lama rawat inap. . Kata kunci : Antibiotik, Seksio sesaria, Rawat Inap
GAMBARAN NEUTROPHIL LYMPHOCYTE RATIO (NLR) PADA EARLY ONSET PREECLAMPSIA (EOP) DAN LATE ONSET PREECLAMPSIA (LOP) Nofrienis, Rina; Shafira, Nyimas Natasha Ayu; Herlambang, Herlambang; Elfiani, Elfiani; Puspasari, Anggelia; Fitri, Amelia Dwi; Kusdiyah, Erny; Harahap, Asro Hayani
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 9 No. 3 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.56 KB)

Abstract

ABSTRACTBackground: Preeclampsia is a syndrome characterized by hypertension at gestational age above 20 weeks. Basedon the onset, preeclampsia is divided into EOP and LOP with a different time limit is 34 weeks gestation.Method: This study is a retrospective analytic using secondary data from medical record, the sampling method ispurposive sampling.Result: The results of the study, there were 175 cases of preeclampsia was obtained at Raden Mattaher Jambi Hospitalfrom the period 2014 - 2019. There were 31 patients with EOP and 146 patients with LOP, with the mean age of thestudy subjects 32.29 years for EOP and 31.68 years for LOP. The mean gestational age was 31 weeks for EOP andthe mean gestational age was 37 weeks for LOP. There were more multiparas for EOP and in LOP found morenulliparas and p value of 0.035. The median value of neutrophils was higher at EOP (10.20), while the value oflymphocytes was higher at LOP (2.00) but not statistically significant. The higher NLR frequency was found in the LOPgroup, which was 79.5% compared to the EOP group, which was 77.4% and not statistically significant.Conclusion: Descriptively, it was found that higher NLR values and higher NLR frequencies than the cut off point werefound in LOP, but they did not show statistically significant differences.Keywords: Preeclampsia, NLR, early onset, late onsetABSTRAKPendahuluan: Preeklampsia merupakan sindroma yang ditandai dengan hipertensi pada usia kehamilan diatas 20minggu. Berdasarkan onset, preeklampsia dibagi menjadi EOP dan LOP dengan batas waktu yang membedakanadalah 34 minggu gestasi.Metode: Penelitian ini merupakan analitik retrospektif dengan menggunakan data sekunder dari data rekam medis,metode pengambilan sampel adalah purposive sampling.Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan sampel 175 kasus preeklampsia di RSUD Raden Mattaher Jambi dari periodetahun 2014 - tahun 2019. Terdapat 31 pasien dengan EOP dan 146 pasien dengan LOP dengan rerata usia subjekpenelitian 32.29 tahun untuk EOP dan 31.68 tahun untuk LOP. Untuk usia gestasi didapatkan rata-rata 31 mingguuntuk EOP dan rata-rata usia gestasi adalah 37 minggu untuk LOP. Dari status paritas, didaptkan lebih banyakmultipara untuk EOP dan pada LOP lebih banyak ditemukan nullipara dan nilai p 0,035. Nilai median neutrofil lebihtinggi pada EOP yaitu 10.20 sedangkan nilai limfosit lebih tinggi pada LOP yaitu 2.00 akan tetapi tidak berbedabermakna secara statistik.Kesimpulan: Frekuensi NLR yang lebih tinggi dijumpai pada kelompok LOP yaitu sebanyak 79.5% dibandingkan EOPyaitu 77.4% dan tidak bermakna secara statistik. Secara deskriptif didapatkan bahwa nilai NLR yang lebih tinggi danfrekuensi NLR yang lebih tinggi dari cut off point dijumpai pada LOP, akan tetapi tidak menunjukkan berbeda bermaknasecara statistik.Kata Kunci: Preeklampsia, NLR, early onset, late onse
KONTRIBUSI HIGIENITAS BOTOL SUSU DAN SUMBER AIR TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA 6-24 BULAN DI PUSKESMAS KENALI BESAR KOTA JAMBI Darmawan, Armaidi; Kusdiyah, Erny; Mulyadi, Deri; Herlambang, Herlambang; Aurora, Wahyu Indah Dewi; Harahap, Asro Hayani; Moniga, Agra Farellio
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 10 No. 2 (2022): Special Issues: Jambi Medical And Health Sciences International Conference (JA
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.713 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: Diarrhea contributed to 8.8% of the average death per 1000 births as a cause of child mortality in children under 5 years old in the Southeast Asian region in 2016. This disease is influenced by many factors, including hygiene and sanitation of eating and drinking utensils. As many as 75% of infants in developing countries are bottle fed, but the contribution of hygiene and water sources is unknown. Objective: This study aims to determine the relationship between feeding bottle hygiene and water sources with the incidence of diarrhea in children aged 6-24 months in the work area of Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi on 2020. Methods: This study is an analytical observation survey with a Case Control approach. This study uses the help of a questionnaire that has been tested for validity and reliability. A total of 80 samples were involved in this study. Results: Factors that influence the relationship between feeding bottle hygiene and diarrhea are how to wash bottles, use of soap, use of special brushes, sterilization of milk bottles, storage of milk bottles and based on the use of water sources where more respondents used water that was not refilled as many as 55 people (68.8 %). The physical quality of the water used by the respondents was cloudy as many as 18 samples (22.5%) and smelly as many as 4 samples (5.0%). The bacteriological quality of the water used by the respondents was positive for Lactose Broth (LB) as many as 33 samples (41.3%) and the positive for Brilliant Green Lactose Bile Broth (BGLBB) were 29 samples (36.3%). Conclusion: The researcher concluded that the use of soap and how to store milk bottles and water sources were the causes of diarrhea in toddlers. It is hoped that this research can be a recommendation for regional policy makers to pay attention, especially to the water sources used. Keywords: diarrhea, toddlers, feeding bottle hygiene, water sources ABSTRAK Latar belakang: Diare berkontribusi terhadap 8,8 % dari rata-rata kematian per 1000 kelahiran sebagai penyebab kematian anak pada balita dibawah 5 tahun di wilayah Asia Tenggara pada tahun 2016. Penyakit ini dipengaruhi banyak faktor, termasuk higienitas dan sanitasi alat makan-minum. Sebanyak 75% bayi di negara berkembang mendapatkan susu botol, namun kontribusi higienitas dan sumber air belum diketahui. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan higienitas botol susu dan sumber air dengan kejadian diare pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi tahun 2020. Metode: Penelitian ini adalah survei yang bersifat observasi analitik dengan pendekatan Case Control. Penelitian ini menggunakan bantuan kuesioner yang telah di uji validitas dan realibilitas. Sebanyak 80 sampel terlibat dalam penelitian ini. Hasil: Faktor yang mempengaruhi hubungan higienitas botol susu dengan kejadian diare yaitu berupa cara mencuci botol, penggunaan sabun, penggunaan sikat khusus, cara sterilisasi botol susu, penyimpanan botol susu, serta berdasarkan penggunaan sumber air dimana lebih banyak responden menggunakan air yang bukan isi ulang yaitu sebanyak 55 orang (68,8 %). Kualitas fisik air yang digunakan responden yaitu keruh sebanyak 18 sampel (22,5 %) dan berbau sebanyak 4 sampel (5,0 %). Kualitas bakteriologis air yang digunakan responden bersifat positif Lactose Broth (LB) sebanyak 33 sampel (41,3 %) dan yang positif Brilliant Green Lactose Bile Broth (BGLBB) sebanyak 29 sampel (36,3 %). Kesimpulan: Peneliti menyimpulkan bahwa terdapat bahwa pengunaan sabun dan cara penyimpanan botol susu serta sumber air merupakan penyebab diare pada balita. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi rekomendasi pengambilan kebijakan daerah untuk memperhatikan terutama sumber air yang digunakan. Kata kunci: diare, balita, higienitas botol susu, sumber air
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DAN KADAR KALSIUM DALAM DARAH SEBAGAI DETEKSI OSTEOPOROSIS PADA WANITA USIA 40-60 TAHUN DI KOTA JAMBI Aurora, Wahyu Indah Dewi; Kusdiyah, Erny; Mulyadi, Deri
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 10 No. 2 (2022): Special Issues: Jambi Medical And Health Sciences International Conference (JA
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.57 KB)

Abstract

ABSTRACT Background The number of women over the age of 40 years experiencing menopause is increasing. According to data released by the WHO in 2014 which said that by 2030 the number of women worldwide and will enter menopause could reach 1.2 billion. In Indonesia in 2025 it is estimated that there will be 60 million menopausal women. This condition is a risk factor for osteoporosis. In addition to naturally due to menopause, there are other factors that influence, namely Body Mass Index (BMI) and calcium levels in the blood. The purpose of this study was to determine the relationship between body mass index and blood calcium levels as the detection of osteoporosis in women aged 40-60 years in Jambii City. Methods This research is a quantitative research method (sequential explanatory design) with a cross sectional method. The sample is 60, with data analysis using univariate and bivariate analysis. Results: There is a significant relationship between Body Mass Index and Calcium Levels in the blood with 95% CI 0.035-0.566, the Prevalence Ratio (PR) obtained is 1.77 Conclusion: interpretation of high body mass index or obesity risk to have low blood calcium levels by 1.7 times compared to people who have a normal body mass index. Key words : Osteoporosis, Blood calcium, Body Mass Index (BMI) ABSTRAK Latar Belakang Jumlah wanita lebih dari usia 40 tahun mengalami menopause semakin meningkat. Menurut data yang dikeluarkan oleh WHO tahun 2014 yang mengatakan bahwa pada tahun 2030 jumlah perempuan di seluruh dunia dan akan memasuki masa menopause bisa mencapai 1,2 miliar. Di Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan akan dada 60 juta perempuan menopause. Kondisi ini menjadi faktor risiko untuk terjadinya osteoporosis. Selain secara alami karena menopause, ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi yaitu adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kadar kalsium pada darah. Tujuan untuk hubungan antara indeks massa tubuh dan kadar kalsium dalam darah sebagai deteksi osteoporosis pada wanita usia 40-60 tahun di Kota Jambii. Metode Penelitian ini merupakan penelitian metode kuantitatif (sequential explanatory design) dengan metode cross sectional. Sampel sebanyak 60, dengan analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Ada hubungan yang signifkan antara Indeks Massa Tubuh dan Kadar Kalsium dalam darah dengan 95% CI 0,035-0,566, Prevalens Ratio (PR) yang didapatkan adalah 1,77 Kesimpulan interpretasi Indeks Massa Tubuh yang tinggi atau kegemukan berisiko untuk memiliki kadar Kalsium Darah yang rendah sebesar 1,7 kali dibandingkan dengan orang yang memiliki Indeks Massa Tubuh yang Normal. Kata kunci : Osteoporosis, Kalsium darah, Indeks Massa Tubuh (IMT)
Co-Authors Agung Prasetio ahmad syauqi, ahmad Ahmad Syauqy Ahmad Syauqy Amalia, Fenny Amatullah, Afifah Amelia Dwi Fitri Amelia Dwi Fitri Amelia Dwi Fitri Amelia Dwi Fitri Amelia Dwi Fitri Amelia Dwi Fitri, Amelia Dwi Amelia, Wulan Rizky Anati Purwakanthi, Anati Andika Sulistiawan Anggelia Puspasari Annissa Delfira Aras, Rudi Berlian Panji Arini Putri Antika Armaidi Darmawan Asro Hayani Harahap Asro Hayani Harahap Asro Hayani Harahap Asro Hayani Harahap Attiya Istarini Ave Olivia Rahman Azairin, Laura Prima Azzahra Sarah Fatimah Ramadhanti Budi Justitia Budi Justitia Cicilia Nopita Citra Maharani Delfira, Annisa dewi, hasna Dhea Assyifa Dianisa, Giva Ega Benita Elfiani Elvi Roza Erina Shinta Anggraini Esa Indah Ayu, Esa Indah Essy Octavia Fadillah, Tanty Fadli Fadli Faila Sufa Fairuz Quzwain Fairuz, Fairuz Fakhri, Ayushia Generosa Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Gading, Patrick William Guspianto Guspianto Hanina Harahap, Asro Hayani Hasibuan, Mhd Usni Zamzami Hasmita, Debby Herlambang Herlambang Herlambang Herlambang Herlambang HERLAMBANG HERLAMBANG Hiratna, Hiratna Hulwa Atika Adilita Humaryanto Humaryanto, Humaryanto Huntari Harahap Ima Maria indah ayu dia, Esa Intan Karnina Putri Iskandar, Mirna Marhami Ismi Nurwaqiah Ibnu Kashmir, Arifin Kurniawan Kennedy Artahsasta Gonbei Khairunnisa, Dhia Fairuz Kharisma, Made Deva Khoirunnisa' Mufiidatun Ummah ZA Lipinwati ., Lipinwati Lisa Susanti Makmur, M. Jufri Maria Estela Karolina Maria, Ima Mayani, Gita Miftahurrahmah Miftahurrahmah, Miftahurrahmah Moniga, Agra Farellio Muhammad Anggamguna Mulyadi, Deri Nur, Amrizal Muhammad NURIYAH Nuriyah Nuriyah Nuriyah Nuriyah Nuriyah Nuriyah Nuriyah, Nuriyah Nurul Izza Nyimas Natasha Ayu Shafira Octaviani, Jelica Oxalis, Siti Chalista Zaisha Putri Sari Wulandari Putri, Nadhilah Rahmadani, Firinia Raihanah Suzan Ratna Sugiati Riasari, Vonna Rina Nofri Enis Rina Nofrienis Rita Halim Rohman, Umi Rofiqul Jannah Shabrina Nadilah Zahra Subhan, Rahmatika Sugianti, Ratna Sugiarti, Ratna Sugiati, Ratna Susanti, Febriyolla Suzan, Raihanah Tarawifa, Susan Tia Wida Ekaputri Viapita, Brilianti Wahyu Indah Dewi Aurora Wahyuningtias, Isna Rizkia Zami, Muh. Husni Zam Zamzami , Mhd Usni Zul Andriatha