Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PEMETAAN DAN DETERMINANT PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN DI KABUPATEN MUARO JAMBI TAHUN 2020 Darmawan, Armaidi; Aurora, Wahyu Indah Dewi; Maria, Ima; Kusdiyah, Erny; Nuriyah, Nuriyah; Guspianto, Guspianto
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.166 KB)

Abstract

ABSTRACT Introduction: Environmental health problems are a problem for all groups, including the government, health workers and the wider community. One effort to solve this problem is to increase knowledge about environmental health so as to avoid the occurrence of infectious and non-communicable diseases, which are often related to human behavior, namely water and sanitation. The purpose of this research is to Mapping and Determinant of Environmental Diseases in Muaro Jambi Regency. Methods: This type of research is descriptive research with a spatial analytic approach, this research was conducted in September – November 2021 in Muaro Jambi Regency. These variables were analyzed using a spatial analytic approach using a GIS (Geographic Information System) program. Results: The determinants of households using PHBS have a relationship with diarrhea in North Bahar District, filariasis in Taman Rajo District, Malaria in Kumpeh and Kumpeh Ulu and DHF in North Bahar District. Determinants Place of food management that meets the requirements has an influence on diarrheal disease in Taman Rajo sub-district, , Determinant population density has an influence on filariasis in Taman Rajo sub-district, tuberculosis in Kumpeh sub-district and DHF in North Bahar. Determinants of healthy homes in Tuberculosis in Kumpeh District. Determinants of village coverage Stop open defecation on diarrheal disease in North Bahar District, STBM (Community-Based Total Sanitation) on Diarrhea in North Bahar and Kumpeh Districts and the determinants of healthy latrines affect diarrheal disease in Kumpeh Ulu. Conclusion: Some areas such as Kumpeh, Kumpeh Ulu, North Bahar and Sungai Bahar still have prevalence of environmental-based diseases in Muaro Jambi District after being analyzed with the existing determinants.   Keywords: Spatial Analysis, Environmental-Based Disease   ABSTRAK Pendahuluan: Masalah kesehatan lingkungan merupakan masalah semua kalangan baik pemerintah, tenaga kesehatan serta masyarakat luas. Salah satu upaya untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan lingkungan sehingga dapat menghindari terjadinya penyakit menular maupun penyakit tidak menular, yang sering kali berhubungan dengan perilaku manusia yaitu terkait air dan sanitasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk Pemetaan dan Determinant Penyakit Akibat Lingkungan di Kabupaten Muaro Jambi. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan spasial analitik, penelitian ini dilakukan pada bulan September – November 2021 di Kabupaten Muaro Jambi. Variable-variabel tersebut dianalisis dengan pendekatan spasial analytic menggunakan program GIS (Geographic Information System). Hasil: Pada determinan Rumah tangga yang ber-PHBS memiliki hubungan dengan Diare pada Kecamatan Bahar Utara, Filariasis pada Kecamatan Taman Rajo, Malaria pada Kumpeh dan Kumpeh Ulu dan DBD pada Kecamatan Bahar Utara. Determinan Tempat pengelolaan makanan yang memenuhi syarat memiliki pengaruh pada penyakit Diare pada Kecamatan Taman Rajo, , Determinant kepadatan Penduduk memiliki pengaruh pada penyakit Filariasis di Kecamatan Taman Rajo, Tuberkulosis di Kecamatan Kumpeh dan DBD pada Bahar Utara. Determinant  rumah sehat pada penyakit Tuberculosis di Kecamatan Kumpeh.  Determinant cakupan desa Stop BAB sembarangan pada penyakit pada penyakit barbarslot Diare di Kecamatan Bahar Utara, STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) pada penyakit Diare pada Kecamatan Bahar Utara dan Kumpeh dan Determinatn Jamban sehat berpengaruh pada penyakit Diare di Kumpeh Ulu. Kesimpulan: Beberapa daerah seperti Kumpeh, Kumpeh Ulu, Bahar Utara dan Sungai Bahar masih memiliki prevalensi penyakit berbasis lingkungan di Kabupaten Muaro Jambi setelah dianalisis dengan determinant-determinant yang ada.   Kata Kunci: Analisis Spasial, Penyakit Berbasis Lingkungan
Hubungan Asupan Lemak Dengan Persentase Lemak Tubuh Mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Jambi Azairin, Laura Prima; Suzan, Raihanah; Kusdiyah, Erny; Amalia, Fenny
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.20252

Abstract

Obesitas terus meningkat secara global, dengan prevalensi di Indonesia naik dari 10,5% (2007) menjadi 23,4% (2023), yang meningkatkan risiko penyakit kronis. Asupan lemak berlebihan menjadi faktor utama, sehingga pengelolaannya sangat penting. Penelitian ini meneliti hubungan antara asupan lemak dan persentase lemak tubuh pada 101 mahasiswa kedokteran di Universitas Jambi dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh melalui kuesioner food recall dan pengukuran persentase lemak tubuh. Hasil menunjukkan semua laki-laki memiliki asupan lemak normal, sedangkan perempuan memiliki asupan lemak yang kurang. Persentase lemak tubuh perempuan berada dalam kategori sehat, sementara laki-laki masuk kategori over fat. Uji Spearman Rank Correlation menunjukkan tidak ada hubungan signifikan pada laki-laki (P = 0,250), tetapi ada hubungan signifikan pada perempuan (P = 0,047).
STUDI LITERATUR : HUBUNGAN ASUPAN SERAT TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH POSTPRANDIAL Viapita, Brilianti; Suzan, Raihanah; Kusdiyah, Erny
Scientific Of Environmental Health and Diseases Vol. 1 No. 2 (2021): Scientific of Envitonmental Health And Diseases
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.836 KB) | DOI: 10.22437/esehad.v2i1.13733

Abstract

ABSTRACT Background: According to the World Health Organization (WHO), the number of people with Diabetes Mellitus (DM) worldwide in 2000 was 177 million people and increased to 194 million people in 2003. Increased blood glucose levels, especially postprandial blood glucose levels play an important role in the pathogenesis of DM. Diet or nutritional therapy plays an important role in postprandial glucose control, one of them is the consumption of high-fiber diets. Objective: To determine the relationship between between fiber intake and postprandial blood glucose levels. Methods: This study used a literature review approach with a research method scoping review, using ten literatures sourced from search results through the search engine Google Scholar, PubMed, Science Direct, and DOAJ according to the inclusion criteria determined by the researcher. Results: There are 8 literatures show a significant relationship between fiber intake and postprandial blood glucose levels (p value <0.05). Other 2 literatures show no significant relationship between high fiber intake and postprandial blood glucose levels. Conclusion: Adequate fiber intake has a significant relationship in the reduction of postprandial blood glucose levels in subjects with normal glucose tolerance, glucose intolerance, pre-diabetes, and type 2 diabetes mellitus with the age range of subjects 18-85 years (p value <0.05) Keywords: Fiber intake, Postprandial Blood Glucose ABSTRAK Latar Belakang: Menurut World Health Organization (WHO), jumlah penderita Diabetes Mellitus (DM) di seluruh dunia pada tahun 2000 adalah 177 juta orang dan meningkat menjadi 194 juta orang pada tahun 2003. Peningkatan kadar glukosa darah terutama kadar glukosa darah postprandial berperan penting dalam patogenesis terjadinya DM. Pengaturan pola makan atau terapi nutrisi berperan penting dalam kontrol glukosa postprandial yakni, salah satunya dengan konsumsi makanan tinggi serat. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan asupan serat terhadap kadar glukosa darah postprandial. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan metode penelitian scoping review yang menggunakan sepuluh literatur yang bersumber dari hasil penelusuran melalui search engine Google Scholar, PubMed, Science Direct, dan DOAJ sesuai dengan kriteria inklusi yang sudah ditetapkan peneliti. Hasil : Sebanyak 8 literatur menunjukan adanya hubungan signifikan antara asupan serat dan kadar glukosa darah postprandial (p value < 0.05). Sebanyak 2 literatur menunjukan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingginya asupan serat terhadap kadar glukosa darah postprandial. Kesimpulan : Asupan Serat yang cukup memiliki hubungan yang signifikan terhadap penurunan kadar glukosa darah postprandial baik pada subyek dengan toleransi glukosa normal, intoleransi glukosa, pre-diabetes, dan diabetes melitus tipe 2 dengan rentang usia subyek 18-85 tahun (p value < 0.05) Kata Kunci : Asupan Serat, Glukosa Darah Postprandial
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN DERAJATDISMENORE PADA MAHASISWI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI Harahap, Asro Hayani; Octaviani, Jelica; Kusdiyah, Erny; Tan, Esa Indah Ayudia; Fitri, Amelia Dwi; Herlambang, Herlambang
Scientific Of Environmental Health and Diseases Vol. 1 No. 2 (2021): Scientific of Envitonmental Health And Diseases
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.639 KB) | DOI: 10.22437/esehad.v2i1.13747

Abstract

ABSTRACT Background : Dismenorrhea is the most common gynecological complaint experienced by adolescents and women who are in their early adulthood. Dismenorrhea can affect a woman's quality of life during reproductive times, such as loss of employment opportunities, disrupting learning activities in school and disrupting family life. One of the causes often associated with dismenorrhea is the Body Mass Index (BMI). Abnormal BMI can cause pain in menstruation or dismenorrhea. Objective : Knowing the relationship of Body Mass Index (BMI) with the degree of dismenorrhea in medical students FKIK University of Jambi. Method : This research uses cross sectional design. The population in this study was medical student of FKIK University of Jambi class of 2018 and 2019. The number of samples in this study was 104 and taken random sampling, by distributing questionnaires in the form of google form to respondents. Result : The results showed that there is a relationship of Body Mass Index (BMI) with the degree of dismenorrhea obtained p-value = 0.000. Obtained underweight BMI data and suffered a mild dismenorrhea - while as many as 19 people (24.67%), who experienced severe dismenorrhea as many as 2 people (7.41%). For overweight BMI and mild dismenorrhea - moderate as many as 9 people (11.69%), who experienced severe dismenorrhea as many as 17 people (62.96%). For normal BMI and mild dismenorrhea - moderate as many as 49 people (63.64%), who experienced severe dismenorrhea as many as 8 people (29.63%). Conclusion: There is a relationship between Body Mass Index (BMI) and degree of dismenorrhea. Keywords: Body Mass Index, Dismenorhea ABSTRAK Latar Belakang : Dismenore merupakan keluhan ginekologis yang paling sering dialami oleh remaja dan perempuan yang menginjak usia dewasa muda. Dismenore dapat mempengaruhi kualitas hidup perempuan selama masa reproduktif, seperti kehilangan kesempatan kerja, mengganggu kegiatan belajar di sekolah dan mengganggu kehidupan keluarga. Salah satu penyebab yang sering dihubungkan dengan dismenore adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT yang tidak normal dapat menyebabkan nyeri pada menstruasi atau dismenore. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan derajat dismenore pada mahasiswi kedokteran FKIK Universitas Jambi. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi kedokteran FKIK Universitas Jambi angkatan 2018 dan 2019. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 104 dan dimbil secara random sampling, dengan membagikan kuesioner berupa google form pada responden. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan derajat dismenore diperoleh nilai p-value = 0,000. Didapatkan data IMT underweight dan mengalami dismenore ringan - sedang sebanyak 19 orang (24,67%), yang mengalami dismenore berat sebanyak 2 orang (7,41%). Untuk IMT overweight dan mengalami dismenore ringan – sedang sebanyak 9 orang (11,69%), yang mengalami dismenore berat sebanyak 17 orang (62,96%). Untuk IMT normal dan mengalami dismenore ringan - sedang sebanyak 49 orang (63,64%), yang mengalami dismenore berat sebanyak 8 orang (29,63%). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan derajat dismenore. Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh, Derajat Dismenore
HUBUNGAN PENGGUNAAN LENSA KONTAK DENGAN DERAJAT KEPARAHAN DRY EYE SYNDROME PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI DI KECAMATAN TELANAIPURA, KOTA JAMBI JANUARI-MARET 2021 Amelia, Wulan Rizky; Riasari, Vonna; Suzan, Raihanah; Kusdiyah, Erny; Mayani, Gita
Scientific Of Environmental Health and Diseases Vol. 2 No. 1 (2022): Scientific of Environmental Health And Diseases
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.831 KB) | DOI: 10.22437/esehad.v2i2.16913

Abstract

ABSTRACT Background: Dry eye syndrome is a high incidence multifactorial tear condition.The use of contact lense have been reported that it would have a high risk to get dry eye syndrome for people who often use contact lense. To see the relationship between contact lens use and the severity of dry eye syndrome in class XI SMA N Telanaipura District, Jambi City January-March 2021. Methods: This study is an observational analytic study with a cross sectional approach with a simple random sampling technique. Results: Through the OSDI questionnaire and Schirmer, it was found that the moderate degree had the MOST number. Through the fisher test, the relationship between dry eye syndrome severity and gender based on the OSDI questionnaire p-value = 0.001, contact lens replacement time = 0.016, contact lens use period = 0.019, purpose of wearing contact lenses = 0.158. Based on Schirmer, the correlation between dry eye syndrome severity and gender p-value = 0.054, contact lens replacement time = 0.223, contact lens use period = 0.368, intended contact lens wear = 0.740. Conclusion: There is a significant relationship between the use of contact lenses with the severity of dry eye syndrome in senior high school students class XI Telanaipura District, Jambi City from January to March 2021 based on the OSDI questionnaire. Keyword: Dry Eye Syndrome, contact lenses, OSDI questionnaire, Schirmer's test. ABSTRAK Latar Belakang: Dry eye syndrome merupakan kondisi multifaktorial air mata yang berinsidensi tinggi. Penggunaan lensa kontak telah sering dilaporkan memliki resiko lebih tinggi untuk mengalami dry eye syndrome. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan penggunaan lensa kontak dengan derajat keparahan dry eye syndrome siswa kelas XI SMA N Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi Januari-Maret 2021. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan tekhnik pengambilan sampel simple random sampling. Hasil: Melalui kuisioner OSDI dan schirmer didapat derajat sedang memiliki jumlah terbanyak. Melalui uji fisherdidapat hubungan derajat keparahan dry eye syndrome dengan jenis kelamin berdasarkan kuisioner OSDI p-value = 0,001, waktu penggantian lensa kontak= 0,016, masa penggunaan lensa kontak = 0,019, tujuan pemakaian lensa kontak = 0,158. Berdasarkan schirmer, didapat hubungan derajat keparahan dry eye syndrome dengan jenis kelamin p-value = 0,054, waktu penggantian lensa kontak = 0,223, masa penggunaan lensa kontak = 0,368, tujuan pemakaian lensa kontak = 0,740. Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara penggunaan lensa kontak dengan derajat keparahan dry eye syndrome siswa kelas XI SMA N Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi Januari-Maret 2021 berdasarkan kuisioner OSDI. Kata Kunci: Dry Eye Syndrome, lensa kontak, Kuisioner OSDI, Tes Schirmer.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MANFAAT SINAR MATAHARI DENGAN KADAR VITAMIN D PADA WANITA USIA SUBUR DI RUMAH SAKIT MITRA KOTA JAMBI Dianisa, Giva; Herlambang, Herlambang; Kusdiyah, Erny; Tarawifa, Susan; Suzan, Raihanah
Scientific Of Environmental Health and Diseases Vol. 2 No. 2 (2022): Scientific of Environmental Health And Diseases
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.479 KB) | DOI: 10.22437/esehad.v3i1.20278

Abstract

ABSTRACTBackground: Sunlight is the main source of vitamin D formation in the body. Sunlight plays an important role inwomen of childbearing age. Although Indonesia is a tropical country, the prevalence of vitamin D deficiency inwomen of childbearing age in Indonesia is 63%. Knowledge about the benefits of sunlight with vitamin D levels forthe body is very necessary to avoid various diseases. The purpose of this study was to find out the relationshipbetween knowledge of the benefits of sunlight and vitamin D levels in women of childbearing age.Method: This research is a quantitative study with a cross-sectional design conducted in Jambi City with a totalsample of 25 respondents. The test method used in this study is the Spearman method.Results: After a statistical test was carried out on 25 respondents using the Spearman test, a P-value of 0.074was obtained, where the P-value > 0.05, which means that there is no significant relationship between knowledgeabout the benefits of sunlight and vitamin D levels in women of childbearing age.Conclusion: The results of the study found that knowledge of the benefits of sunlight was not statisticallysignificantly related to vitamin D levels in women of childbearing age.Keyword: Knowledge, Sunlight, Vitamin D levels, Women of childbearing age.ABSTRAKLatar Belakang: Sinar matahari adalah sumber utama pembentukan vitamin D dalam tubuh. Sinar matahariberperan penting pada wanita usia subur. Meskipun Indonesia merupakan negara tropis, prevalensi defisiensivitamin D wanita usia subur di Indonesia adalah 63%. Pengetahuan tentang manfaat sinar matahari dengan kadarvitamin D bagi tubuh sangat diperlukan agar terhindar dari berbagai penyakit. Tujuan Penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan tentang pengetahuan manfaat sinar matahari dengan kadar vitamin D pada wanita usiasubur.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan di KotaJambi dengan jumlah sampel 25 responden. Metode pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode Spearman.Hasil: Setelah dilakukan uji statistik pada 25 responden menggunakan uji Spearman, didapatkan P-value sebesar0,074, dimana nilai P-Value >0,05 yang berarti tidak ada hubungan pengetahuan tentang manfaat sinar mataharidengan kadar vitamin D pada wanita usia subur yang signifikan.Kesimpulan: Pada hasil penelitian ditemukan bahwa pengetahuan manfaat sinar matahari secara statistik tidakberhubungan secara bermakna dengan kadar vitamin D pada wanita usia subur.Kata Kunci: Pengetahuan, Sinar matahari, Kadar vitamin D, Wanita usia subur
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PASIEN HIV DALAM MENGONSUMSI TERAPI ANTIRETROVIRAL DI PUSKESMAS SIMPANG KAWAT KOTA JAMBI Kusdiyah, Erny; Rahmadani, Firinia; Nuriyah, Nuriyah; Miftahurrahmah, Miftahurrahmah
Scientific Of Environmental Health and Diseases Vol. 2 No. 2 (2022): Scientific of Environmental Health And Diseases
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.805 KB) | DOI: 10.22437/esehad.v3i1.20279

Abstract

ABSTRACTBackground : HIV (Human immunodeficiency virus) is a virus that infects the human immune system. The cure toeliminate HIV completely and effectively in the human body is not discovered yet, but there is an effective treatmentnamed antiretroviral therapy (ART), which results in suppressing the quantity of HIV effectively. Adherence is themain factor to be a consideration for patients to be able to start ART. This study aims to discover factors thatcorrelate to HIV patients' adherence to ART consumption in Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi.Method : Cross-sectional design through a questionnaire to 67 HIV patients in Puskesmas Simpang Kawat Jambi.This study was conducted in May 2022 with univariate and bivariate data analysesResults : The majority of respondents are 26 – 35 years old (mean: 33,6), male, have an occupation, high schoolas their last formal education, and have gone through therapy for >24 months. As well as have good knowledge,attitude, social support, evaluation of health care services, and adherence. On bivariate analyes, the resultsobtained were p = 0,580 for age, p = 0,744 for sex, p = 0,235 for educational level, p = 0,143 for occupation, p =2016 for therapy duration, p = 0,010 for knowledge, p = 0,010 for attitude, p = 589 for social support and p = 0,429for healthcare service.Conclusion : There are significant associations between the adherence of HIV patients with knowledge andattitude. There are no significant associations between the adherence of HIV patients with age, sex, educationallevel, occupation, duration of therapy, social support, and healthcare service.Key words: HIV (Human Immunodeficiency Virus), Adherence, Antiretroviral Therapy, HIV patient.ABSTRAKLatar Belakang : HIV (Human immunodeficiency virus) adalah virus yang menginfeksi sistem imun manusia. Obatyang tepat untuk mengeliminasi HIV pada tubuh manusia secara efektif dan keseluruhan belum ditemukan hinggasaat ini, namun sudah ada terapi ARV (antiretroviral) yang efektif dapat mensupresi jumlah virus HIV yangdiindikasikan kepada semua pasien HIV. Kepatuhan menjadi pertimbangan utama pasien untuk dapat memulaiterapi ARV. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien HIVdalam mengonsumsi terapi antiretroviral di Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi.Metode : Rancangan cross sectional melalui kuesioner pada 67 pasien HIV di Puskesmas Simpang Kawat KotaJambi. Penelitian dilakukan pada Mei 2022 dengan analisis data univariat dan bivariat.Hasil : Mayoritas responden berusia 26 – 35 tahun (mean: 33,6), berjenis kelamin laki-laki, memiliki pekerjaan,pendidikan terakhir SMA, dan telah menjalani terapi >24 bulan. Serta memiliki pengetahuan, sikap, dukungansosial, penilaian pelayanan kesehatan, dan tingkat kepatuhan yang baik. Pada analisis bivariat, didapatkan hasilp = 0,580 untuk usia, p = 0,744 untuk jenis kelamin, p = 0,235 untuk tingkat pendidikan, p = 0,143 untuk pekerjaan, p = 0,206 untuk lama menjalani terapi, p = 0,010 untuk pengetahuan, p = 0,010 untuk sikap, p = 0, 589 untukdukungan sosial, dan p = 0,429 untuk pelayanan kesehatan.Kesimpulan : Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan sikap pasien HIV dengan kepatuhanmereka mengonsumsi terapi ARV. Tidak ada hubungan bermakna antara kepatuhan pasien HIV mengonsumsiterapi ARV dengan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, lama menjalani terapi, dukungan sosial, danpelayanan kesehatan.Kata kunci: HIV (Human Immunodeficiency Virus), Kepatuhan, Terapi Antiretroviral, pasien HIV
Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Tidak Menular (PTM) Di Puskesmas Olak Kemang Kota Jambi Kusdiyah, Erny; Fakhri, Ayushia Generosa; Sugiarti, Ratna
Scientific Of Environmental Health and Diseases Vol. 3 No. 2 (2023): Scientific of Environmental Health And Diseases
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/esehad.v4i1.29337

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Berdasarkan hasil pencatatan dan pelaporan pada program PTM di Puskesmas Olak Kemang bulan Januari-Juni 2023 jumlah pasien yang diskrining yaitu 803 orang (26,7%) dari target sasaran sebesar 6.213 orang (70%). Oleh karena itu perlu dilakukan analisis permasalahan terhadap capaian skrining PTM di Puskesmas Olak Kemang Kota Jambi. Tujuan: Mengetahui gambaran dan permasalahan rendahnya capaian skrining PTM di Puskesmas Olak Kemang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan mix method berupa wawancara dan kuesioner. Wawancara dilakukan pada petugas pemegang program PTM dan kader posbindu PTM. Kuesioner diberikan kepada Masyarakat dan kader Posbindu PTM. Hasil: Dari 30 responden dan wawancara pemegang program PTM didapatkan beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya capaian skrining PTM di Puskesmas Olak Kemang, di antaranya pengetahuan Masyarakat tentang PTM rendah (63,3%), petugas yang melakukan skrining hanya satu orang, kurangnya media informasi, jarak rumah ke lokasi posbindu jauh, kurangnya penyuluhan mengenai PTM, dan kegiatan skrining hanya terbatas di waktu kerja. Kesimpulan: Pada penelitian ini ditemukan masalah yang diprioritaskan adalah rendahnya capaian skrining PTM di Puskesmas Olak Kemang Bulan Januari-Juni 2023 sebesar 26,7%.. Kata kunci: Skrining PTM, Puskesmas, Jambi
Identifikasi Masalah Dominan Capaian Kenaikan Berat Badan Balita Di Posyandu Kelurahan Ulu Gedong Wilayah Kerja Puskesmas Olak Kemang Tahun 2023 Wahyuningtias, Isna Rizkia; Kusdiyah, Erny; Sugiati, Ratna
Scientific Of Environmental Health and Diseases Vol. 3 No. 2 (2023): Scientific of Environmental Health And Diseases
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/esehad.v4i1.29357

Abstract

ABSTRAK   Latar Belakang: Masalah pertumbuhan akhir-akhir ini menjadi perhatian baik dunia maupun Indonesia salah satunya stunting. Permasalahan status gizi anak menunjukkan adanya ketidakadekuatan dalam pemenuhan nutrisi pada anak. Berat badan balita yang tidak naik merupakan langkah awal untuk berpotensi menyebabkan stunting, gizi buruk atau kurang, Angka kejadian berat badan naik yang rendah pada balita ini merupakan masalah yang harus dicari penyebab sehingga dapat merumuskan penyelesaian dari masalah.. Metode: Penelitian dengan metode deskriptif dengan pengambilan data primer dan sekunder di Puskesmas Olak Kemang Kota Jambi. Data diolah secara manual dan dianalisa konten dengan metode brainstorming pemecahan masalah terpilih, lalu dilakukan rencana usulan kegiatan dan serta monitoring dan evaluasi. Hasil: Dari 30 responden (ibu balita), 5 kader posyandu, dan wawancara petugas penanggung jawab didapatkan faktor yang menyebabkan belum optimalnya capaian balita naik berat badannya pada posyandu di Kelurahan Ulu Gedong pada bulan Juli 2023, diantaranya Pengetahuan ibu tentang pemenuhan gizi seimbang masing kurang, ibu kurang memperhatikan kandungan gizi dalam memberi makan balitanya, pengetahuan kader tentang gizi seimbang masih kurang, lingkungan tempat tinggal balita kurang bersih, kurangnya penyuluhan mengenai permasalahan gizi, dan kalibrasi timbangan tidak rutin dilakukan. Kesimpulan: Pada penelitian ini ditemukan masalah yang diprioritaskan adalah balita yang berat badannya naik di Kelurahan Ulu Gedong masih belum optimal yaitu 80,4% dengan penyebab paling dominannya yaitu pengetahuan ibu tentang pemenuhann gizi seimbang pada balita kurang baik   Kata kunci: Penimbangan, Berat Badan, Balita
SKRINING STUNTING PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG KAWAT KOTA JAMBI aurora, Wahyu Indah Dewi; Darmawan, Armaidi; Kusdiyah, Erny; Harahap, Huntari
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 7 No. 1 (2024): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v7i1.32916

Abstract

ABSTRACTStunting has long-term effects along children life time. Stunted children are at risk for growth disorders, intelligence, metabolic disorders, etc. Assessment and evaluation the impacts of stunting toddlers is very important to determine what policies will be carried out afterwards to deal with the problem. The purpose of this activity is to screen children with stunting in elementary schools in the working area of the Simpang Kawat Health Center in Jambi City. This activity held on August 10, 2023. The location of the activity carried out at State Elementary School 179 Jambi City, in the working area of the Simpang Kawat Health Center in Jambi City. This Community Service activities expected to help Simpang Kawat Health center for overcoming stunting by conducting screening, providing counseling and also providing multivitamins to elementary school-age children. From these results it can be seen that most of the participants 62% were women and 37.7% men. In the nutritional status examination based on BMI / U, students with underweight nutritional status were 11.47%, students with overweight nutritional status were 9.8% and normal nutritional status was 78.7%. In the examination of nutritional status based on TB / U, students with short stature results were 37.7% and students with normal results were 62.3%.Keywords: stunting, primary school age children, screening ABSTRAKAnak dengan stunting memiliki efek jangka panjang yang tidak sebaik anak normal, anak stunting berisiko untuk mengalami gangguan tumbuh kembang, kecerdasan, gangguan metabolic, dll. Penilaian dan evaluasi dampak apa yang telah terjadi pada balita Stunting sangat penting untuk dapat menentukan kebijakan apa yang akan dilakukan setelahnya untuk menangani masalah tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan skrining anak-anak dengan stunting yang ada di Sekolah Dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 10 Agustus 2023. Lokasi kegiatan berada di Sekolah Dasar Negeri 179 Kota Jambi, di wilayah kerja Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini diharapkan dapat membantu mitra dalam penanggulangan stunting dengan cara melakukan skrining, pemberian penyuluhan dan juga adanya pemberian multivitamin pada anak usia Sekolah Dasar. Dari hasil tersebut terlihat bahwa sebagian besar peserta 62% adalah perempuan dan 37,7% laki-laki. Pada pemeriksaan status gizi berdasarkan IMT/U siswa dengan status gizi underweight sebanyak 11,47%, siswa dengan status gizi overweight 9,8% dan status gizi normal adalah 78,7%. Pada pemeriksaan status gizi berdasarkan TB/U siswa dengan hasil perawakan pendek adalah sebanyak 37,7% dan siswa dengan hasil normal adalah 62,3%. Kata kunci: Stunting, Anak Usia Sekolah Dasar, Skrining
Co-Authors Agung Prasetio ahmad syauqi, ahmad Ahmad Syauqy Ahmad Syauqy Amalia, Fenny Amatullah, Afifah Amelia Dwi Fitri Amelia Dwi Fitri Amelia Dwi Fitri Amelia Dwi Fitri Amelia Dwi Fitri Amelia Dwi Fitri, Amelia Dwi Amelia, Wulan Rizky Anati Purwakanthi, Anati Andika Sulistiawan Anggelia Puspasari Annissa Delfira Aras, Rudi Berlian Panji Arini Putri Antika Armaidi Darmawan Asro Hayani Harahap Asro Hayani Harahap Asro Hayani Harahap Asro Hayani Harahap Attiya Istarini Ave Olivia Rahman Azairin, Laura Prima Azzahra Sarah Fatimah Ramadhanti Budi Justitia Budi Justitia Cicilia Nopita Citra Maharani Delfira, Annisa dewi, hasna Dhea Assyifa Dianisa, Giva Ega Benita Elfiani Elvi Roza Erina Shinta Anggraini Esa Indah Ayu, Esa Indah Essy Octavia Fadillah, Tanty Fadli Fadli Faila Sufa Fairuz Quzwain Fairuz, Fairuz Fakhri, Ayushia Generosa Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Gading, Patrick William Guspianto Guspianto Hanina Harahap, Asro Hayani Hasibuan, Mhd Usni Zamzami Hasmita, Debby Herlambang Herlambang Herlambang HERLAMBANG HERLAMBANG Herlambang Herlambang Hiratna, Hiratna Hulwa Atika Adilita Humaryanto Humaryanto, Humaryanto Huntari Harahap Ima Maria indah ayu dia, Esa Intan Karnina Putri Iskandar, Mirna Marhami Ismi Nurwaqiah Ibnu Kashmir, Arifin Kurniawan Kennedy Artahsasta Gonbei Khairunnisa, Dhia Fairuz Kharisma, Made Deva Khoirunnisa' Mufiidatun Ummah ZA Lipinwati ., Lipinwati Lisa Susanti Makmur, M. Jufri Maria Estela Karolina Maria, Ima Mayani, Gita Miftahurrahmah Miftahurrahmah, Miftahurrahmah Moniga, Agra Farellio Muhammad Anggamguna Mulyadi, Deri Nur, Amrizal Muhammad NURIYAH Nuriyah Nuriyah Nuriyah Nuriyah Nuriyah Nuriyah Nuriyah, Nuriyah Nurul Izza Nyimas Natasha Ayu Shafira Octaviani, Jelica Oxalis, Siti Chalista Zaisha Putri Sari Wulandari Putri, Nadhilah Rahmadani, Firinia Raihanah Suzan Ratna Sugiati Riasari, Vonna Rina Nofri Enis Rina Nofrienis Rita Halim Rohman, Umi Rofiqul Jannah Shabrina Nadilah Zahra Subhan, Rahmatika Sugianti, Ratna Sugiarti, Ratna Sugiati, Ratna Susanti, Febriyolla Suzan, Raihanah Tarawifa, Susan Tia Wida Ekaputri Viapita, Brilianti Wahyu Indah Dewi Aurora Wahyuningtias, Isna Rizkia Zami, Muh. Husni Zam Zamzami , Mhd Usni Zul Andriatha