Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengembangan E-Modul Materi Sifat-Sifat Operasi Hitung Bilangan Cacah Kelas III SD Negeri 1 Sungaiselan Melita, Dara; Hendrik, Maulina; Pitriyana, Sisi
JBES (Journal Basic Education Skills) Vol 1 No 3 (2023): JBES (Journal Basic Education Skills)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/jbes.v1i3.63

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam memahami materi sifat-sifat operasi hitung bilangan cacah pada penjumlahan dikarenakan siswa sering menganggap bahwa matematika berisi tentang hafalan-hafalan rumus yang banyak dan kurangnya penggunaan media pembelajaran seperti non-cetak sehingga siswa kurang aktif dan kurang menarik perhatian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengembangan e-modul berbasis problem based learning materi sifat-sifat operasi hitung bilangan cacah kelas III SD Negeri 1 Sungaiselan valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yaitu, tahap Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, kuesioner, dan pengujian instrument. Teknik analisis data berupa deskriptif kuantitatif dengan menggunakan skala likert, uji kolmogrov smirnov, dan paired t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa e-modul berbasis problem based learning valid sebagai media pembelajaran dengan melakukan revisi berdasarkan saran ahli. Persentase kevalidan ahli materi yaitu sebesar 80,33% “valid” dan ahli media yaitu sebesar 82,67% “sangat valid”. Hasil uji coba dengan skala kecil terhadap 6 siswa kelas II memperoleh persentase sebesar 88,33% “sangat praktis”, sedangkan uji coba skala besar dengan 22 siswa memperoleh persentase sebesar 91,36% “sangat praktis”. Berdasarkan hasil pretest dan posttest diperoleh nilai rata-rata pretest 70,53 dan rata-rata posttest 89,46. Berdasarkan Hasil uji paired t-test diperoleh yaitu 13.8217 2.048407 artinya Ha diterima.
Pengaruh Metode Fingermath terhadap Pemahaman Matematis Siswa Materi Perkalian Kelas III SD Negeri 17 Sungaiselan Antika, Rindi; Hendrik, Maulina; Hevitria
JBES (Journal Basic Education Skills) Vol 3 No 1 (2025): Volume 3 Nomor 1 April 2025 JBES (Journal Basic Education Skills)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/jbes.v3i1.271

Abstract

This study was motivated by several problems due to the students' understanding of multiplication material was still low. The students still have difficulty in distinguishing between examples and non-examples of multiplication, interpreting questions in the form of pictures into multiplication and implementing multiplication in word problems. It is caused by the learning methods that are still conventional, such as using lecture and memorization methods in mathematics learning, so students tend to feel bored and unenthusiastic. This study aims to determine the effect of the fingermath method on students' mathematical understanding of multiplication material toward third grade students at SD Negeri 17 Sungaiselan. This study used a quantitative approach using the True-Experimental Design method, Pretest-Post-test-Only Control Design type. The sampling technique used random sampling technique. The subjects of this were 21 students in the experimental class and 21 students in the control class. Data collection techniques are carried out using tests. Data analysis techniques used the normality test, homogeneity test, and hypothesis testing using the Independent Samples Test. Based on the results of the normality and homogeneity tests, it can be concluded that the data is normally distributed and the two variances are homogeneous. Meanwhile, the results of the hypothesis test obtained a value of sig < α, namely 0.042 < 0.05, so it can be concluded that there is an influence of the fingermath method on the mathematical understanding of third grade students at SD Negeri 17 Sungaiselan
Workshop Ecoprint Berbasis Sumber Daya Lokal Bagi Kelompok Wanita Desa Simpang Tiga: Upaya Peningkatan Sosiopreneurship Hendrik, Maulina; Kodri, M. Adha Al; Juniawan, Fransiskus Panca; Yuliana, Fanika; Anggraini, Catrine Widya; Almira, Almira; Abadi, Mu’taman
DEDIKASI PKM Vol. 5 No. 2 (2024): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dkp.v5i2.39165

Abstract

Desa Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat merupakan salah satu daerah yang kaya akan sumber daya alam (SDA). Namun, pengetahuan masyarakat untuk memanfaatkan potensi alam yang ada di lingkungan sekitar masih sangat minim. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya untuk dapat menggerakkan dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta inovasi masyarakat sehingga dapat mengoptimalkan pemanfaatan SDA dengan baik. Tujuan PkM ini mengedukasi masyarakat agar dapat memanfaatkan potensi alam yang ada di lingkungan sekitar, khususnya tumbuh-tumbuhan dan mengembangkannya menjadi suatu karya atau produk yang ramah lingkungan. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyampaian materi, diskusi, dan praktik. Hasil yang diperoleh: 1) Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kelompok wanita Desa Simpang Tiga (ibu-ibu rumah tangga, anak-anak putus sekolah, dan siswa SMP); 2) Menghasilkan produk ecoprint dengan teknik pukul (pounding) dan kukus (steaming).
STRATEGI MENGATASI ANAK PUTUS SEKOLAH BERBASIS EDUKASI DAN BERMAIN PERAN DI DESA SIMPANG TIGA, BANGKA BARAT Kodri, M. Adha Al; Hendrik, Maulina; Juniawan, Fransiskus Panca
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.30572

Abstract

Angka putus sekolah yang terjadi di desa Simpang Tiga Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat masih dalam perkembangan yang mengkhawatirkan atau masing tergolong tinggi. Dari tahun 2022 hingga 2023 tercatat sebanyak 71 orang putus sekolah dan terdapat 63 orang tidak bersekolah. Ada berbagai macam faktor penyebab tingginya angka putus sekolah dan tingginya angka yang tidak bersekolah. Faktor penyebab ini mulai dari permasalahan ekonomi, kurangnya akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan, hingga dengan pola pikir masyarakat yang lebih memlikih berkebun atau menambang dari pada melanjutkan pendidikan. Tidak hanya pendidikan, desa Simpang Tiga juga mengalami permasalahan di bidang kesehatan. Di desa ini telah terjadi kasus stunting yang cukup tinggi dengan prevalensi sebesar 34,5%. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukanlah kegiatan talkshow pendidikan dengan metode edukasi dan bermain peran yang berfokus pada pendidikan seumur hidup. Dalam kegiatan ini menghadirkan para pelajar dari tingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Kehadiran mereka menjadi penting dalam upaya menumbuhkan kesadaran, kepedulian, dan semangat anak-anak desa Simpang Tiga untuk bersekolah, melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DESA PAYUNG MELALUI PELATIHAN INFOGRAFIS SEBAGAI MEDIA EDUKASI DAN INFORMASI Hendrik, Maulina; Gristina, Silvi; Hasanah, Adinda Hafizoh Uswatun; Patahillah, Ahlak; Karomah, Lailatul; Pratiwi, Nazilla; Fas'ya, Alvia; Ananta, Zahra Filqia; Fadhilah, Khusnul; Fabian, Cecep; Bayhaqi, Rifaldi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36802

Abstract

                                                                        ABSTRAK          Penyampaian informasi publik di tingkat desa masih banyak dilakukan secara konvensional sehingga kurang menarik dan belum optimal menjangkau masyarakat. Kondisi ini juga ditemukan pada Karang Taruna Desa Payung, Kabupaten Bangka Selatan, yang belum didukung keterampilan pengelolaan informasi berbasis visual dan digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan Karang Taruna melalui pelatihan pembuatan infografis sebagai media edukasi dan informasi desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis workshop dan praktik langsung dengan mitra Karang Taruna Desa Payung. Kegiatan diikuti oleh 21 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota Karang Taruna, perangkat desa, serta mahasiswa KKN. Evaluasi dilakukan melalui observasi keaktifan peserta dan penilaian hasil infografis berdasarkan kejelasan informasi, keterbacaan visual, dan kesesuaian dengan kebutuhan desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam mengolah informasi menjadi media visual yang komunikatif, peningkatan kepercayaan diri, kreativitas, serta partisipasi pemuda dalam penyampaian informasi publik desa. Infografis yang dihasilkan juga dimanfaatkan secara langsung sebagai media informasi desa, sehingga pelatihan memberikan dampak nyata terhadap kualitas komunikasi publik dan penguatan peran Karang Taruna sebagai agen informasi desa. Kata kunci:.  literasi digital; infografis; Karang Taruna; pemberdayaan pemuda; informasi desa  ABSTRACTPublic information dissemination at the village level is still largely carried out through conventional methods, making it less attractive and not yet optimal in reaching the wider community. This condition was also found in Karang Taruna of Payung Village, South Bangka Regency, where the youth organization had not been supported by adequate skills in visual- and digital-based information management. This community service activity aims to empower Karang Taruna through infographic design training as a medium for village education and information. The program was implemented using a participatory approach through workshops and hands-on practice involving Karang Taruna of Payung Village as the main partner. The training involved 21 participants consisting of Karang Taruna members and administrators, village officials, and KKN students. Evaluation was conducted through observation of participant engagement and assessment of the produced infographics based on information clarity, visual readability, and relevance to village needs. The results indicate an improvement in participants’ ability to transform information into communicative visual media, along with increased creativity, self-confidence, and youth participation in village public information dissemination. The infographics produced were also directly utilized as village information media, demonstrating that the training had a tangible impact on enhancing the quality of public communication and strengthening the role of Karang Taruna as village information agents. Keywords:  digital literacy, infographics, Karang Taruna, youth empowerment, village information
Pelatihan lesson study bagi guru-guru Al Islam, kemuhammadiyahan, dan bahasa arab untuk meningkatkan kompetensi pedagogik berbasis TPACK Hendrik, Maulina; Putra, Yudi Yunika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23760

Abstract

Abstrak Pembelajaran Abad 21 menuntut peserta didik: aktif berkolaborasi, kreatif, komunikatif, memiliki inisiatif tinggi. Untuk dapat menciptakan pembelajaran tersebut, diperlukan keterampilan mengajar seorang guru yang mengintegrasikan literasi, pengetahuan dengan bantuan teknologi. Kelemahan pembelajaran selama ini yang telah dilakukan, aktivitas belajar siswa terjebak pada alur pembelajaran yang termuat di dalam buku pegangan guru maupun siswa sehingga tidak adanya variasi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, pentingnya kolaborasi antarguru agar memberikan sumbangsih kreativitas dalam pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran tercapai dan siswa memiliki keterampilan yang diharapkan. PkM ini bertujuan untuk: a. meningkatkan pengetahuan guru-guru Ismuba tentang Lesson Study; b. Meningkatkan keterampilan guru-guru Ismuba dalam menciptakan inovasi pembelajaran berbasis TPACK melalui praktik lesson study. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah service learning berbasis Lesson Study, yaitu plan-do-see. Peserta pelatihan merupakan guru-guru SD Muhammadiyah yang membidangi mata pelajaran Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab sebanyak 7 orang. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari pada tangal 13—15 Mei 2024. Hasil yang diperoleh: a. Berdasarkan hasil perbandingan perolehan pengetahuan melalui tes tertulis awal dan tes tertulis akhir diperoleh nilai di atas rata-rata sebanyak 6 orang dari 7 orang peserta, b. Keterampilan guru-guru Ismuba dalam kegiatan merencanakan, melaksanakan-mengobservasi, dan merefleksikan pembelajaran berada di kategori sangat baik. Kata kunci: lesson study; TPACK; ismuba, pembelajaran abad 21; kompetensi pedagogik Abstract 21st century learning requires students to: actively collaborate, be creative, communicative, have high initiative. to be able to create this learning, a teacher's teaching skills are needed that integrate literacy, knowledge with the help of technology. the weakness of the learning that has been carried out so far is that student learning activities are stuck in the learning flow contained in the teacher and student handbooks so that there is no variation in learning. therefore, it is important for collaboration between teachers to contribute to creativity in learning so that learning objectives are achieved and students have the expected skills. this pkm aims to: a.  increasing ismuba teachers' knowledge about lesson study; b. improving the skills of ismuba teachers in creating tpack-based learning innovations through lesson study practice. the implementation method used is lesson study-based service learning, namely plan-do-see. the training participants were 7 muhammadiyah elementary school teachers who specialized in al-islam, muhammadiyah and arabic subjects. activities were carried out for 3 days on 13-15 may 2024. results obtained: a. based on the results of a comparison of knowledge acquisition through the initial written test and the final written test, scores above the average were obtained for 6 out of 7 participants, b. the skills of ismuba teachers in planning, implementing-observing and reflecting on learning are in the very good category. keywords: lesson study; tpack; ismuba, 21st century learning; pedagogic competence
Kelas Kreatif Digital: Pelatihan Pembuatan Infografis Sosial bagi Guru dan Siswa SD Negeri 2 Payung Hendrik, Maulina; Pramesti, Diana; Pratama, Yudistira Bagus; Fas’ya, Alvia; Fabian, Cecep
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.872

Abstract

Administrasi guru dan potensi sekolah belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber data dan sarana belajar untuk mengembangkan literasi di lingkungan SD. Selain itu, kemampuan guru dan siswa dalam mengolah informasi menjadi media digital yang informatif masih terbatas. Kelas kreatif ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Payung, Kabupaten Bangka Selatan yang bertujuan untuk: 1) mengembangkan kemampuan guru dalam menganalisis data pembelajaran dan aktivitas sosial sekolah agar dapat diolah menjadi bahan ajar berbasis infografis, 2) Menumbuhkan kesadaran siswa dalam membaca, memahami, dan menyajikan informasi sosial berbasis digital sebagai sarana literasi. Pelaksanaan kelas kreatif digital di SD Negeri 2 Payung menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam memanfaatkan administrasi guru dan potensi sekolah sebagai sumber data pembelajaran. Guru berhasil mengolah data pembelajaran dan fenomena sosial di lingkungan sekolah menjadi infografis edukatif yang informatif dan menarik. Sementara itu, siswa mampu terlibat aktif dalam proses eksplorasi informasi sosial, mulai dari pengumpulan data sederhana hingga menyajikannya dalam bentuk media digital. Kegiatan ini juga berdampak pada tumbuhnya kesadaran literasi kritis dan literasi digital, terlihat dari kemampuan peserta membaca realitas sekolah secara reflektif dan mempresentasikan informasi secara visual yang komunikatif. Melalui proses kolaboratif berbasis proyek, guru dan siswa lebih siap menjadi produsen pengetahuan yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Analisis Kebutuhan Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning dengan Konteks Tradisi Budak Ngambek Timah pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 8 Namang Ropita, Ropita; Hendrik, Maulina; Martahayu, Vika
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i1.33913

Abstract

Learning practices in primary schools continue to show limitations in implementing contextual and student-centered learning despite the adoption of the Merdeka Curriculum. Instructional practices remain dominated by conventional approaches and have not integrated local socio-cultural contexts as part of the learning process. This study aims to analyze the learning needs for Problem Based Learning incorporating the Budak Ngambek Timah tradition among fourth-grade students at SD Negeri 8 Namang. A qualitative approach with a descriptive design was employed. The research participants included fourth-grade teachers, fourth-grade students, and the school principal. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model, which comprises data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that PBL has been recognized by teachers and included in instructional planning; however, its implementation has not been conducted systematically and remains focused on textbook-based instruction. Learning activities have not utilized local social and cultural contexts as learning resources. In addition, students demonstrate strong connections to tin mining activities as part of their families’ social and economic realities; however, these experiences have not been used as a foundation for learning. In terms of learning resources, instruction is still dominated by textual materials and is not supported by contextual resources based on local culture. Overall, the findings reveal a gap between the demands of the Merdeka Curriculum, student characteristics, and classroom learning practices.
INOVASI KEMASAN DAN PEMASARAN DIGITAL PRODUK PEKASEM TERITIP DI DESA BASKARA BAKTI Mutmainah, Nadia; Sari, Lidya; Febriyana, Febriyana; Wulandari, Tri; Maharani, Rizky Alfa; Apriani, Dwi; Agustina, Yogi Alif; Agustin, Arina Rahma; Putri, Salsabilla; Annisa, Fitri; Hendrik, Maulina; Harahap, Fitri Ramdhani; Syafutra, Randi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.1217-1223

Abstract

Pekasem Teritip merupakan produk olahan fermentasi khas Desa Baskara Bakti yang memiliki potensi ekonomi tinggi namun belum dimanfaatkan secara optimal. Secara ilmiah, Teritip sering dianggap sebagai biofouling, padahal memiliki kandungan asam amino yang tinggi. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah penggunaan kemasan tradisional botol kaca bekas yang kurang higienis dan pemasaran yang bergantung pada pengepul dengan harga rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual produk melalui inovasi desain kemasan dan memperluas jangkauan pasar melalui digital marketing. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program PMM (Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa) yang dilaksanakan dengan metode Participatory Action Learning (PAL). Intervensi meliputi pelatihan desain label menggunakan Canva, penggantian kemasan menjadi botol PET standar pangan, dan pembuatan akun TikTok. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan transformasi produk menjadi lebih higienis dan menarik, serta peningkatan margin keuntungan mitra karena mampu menjual langsung ke konsumen dengan harga pasar (Rp35.000) dibandingkan harga pengepul (Rp25.000). Inovasi kemasan dan digitalisasi terbukti efektif memotong rantai distribusi dan meningkatkan kemandirian ekonomi mitra.
DIGITALISASI POTENSI WISATA DESA BASKARA BAKTI MELALUI PEMETAAN DRONE PARTISIPATIF DAN KONSERVASI WARISAN SEKAK Aminah, Siti; Harsyta, Andini; Saparina, Saparina; Novelalahu, Mochi; Tedi, Tedi; Fikri, Fikri; Saputra, Armadi; Habibi, Muhammad; Afriza Fernando, Lucky; Rahman Hakim, Arif; Syafutra, Randi; Hendrik, Maulina; Ramdhani Harahap, Fitri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.1224-1232

Abstract

Desa Baskara Bakti merupakan rumah bagi Suku Sekak yang memiliki kearifan lokal bahari yang kuat. Namun, pengembangan wisata di desa ini terkendala oleh ketiadaan data spasial (peta) yang informatif dan ancaman degradasi lingkungan pesisir akibat sampah laut. Pengabdian ini bertujuan untuk mendigitalisasi potensi wisata desa melalui teknologi pemetaan dan merevitalisasi kesadaran lingkungan berbasis budaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program PMM yang dilaksanakan dengan tiga tahapan terintegrasi: (1) Pelatihan Drone bagi pemuda untuk akuisisi data spasial, (2) Lokakarya "Peta Wisata Impian" yang diawali FGD untuk menentukan titik potensial UMKM dan wisata, serta (3) Kampanye "Laut Bersih, Warisan Sekak" melalui sosialisasi siswa dan aksi bersih pantai. Hasil evaluasi lokakarya terhadap 35 pemuda menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai tata ruang desa (skor post-test 84,3). Luaran kegiatan berupa Peta Wisata dan UMKM yang memuat lokasi pantai, kesenian, dan sentra kuliner lokal dalam format digital (PDF) dan cetak (A0) yang terpasang di depan balai desa, serta pemulihan kebersihan area pesisir melalui tiga aksi kolaboratif. Integrasi teknologi drone dan narasi budaya terbukti efektif dalam memvisualisasikan masa depan desa sekaligus merawat identitas warisan leluhur.