Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PKM PENYULUHAN KESEHATAN PADA IBU NIFAS TENTANG CARA MEMANDIKAN BAYI DI RSIA RESTU IBU Febrianti, Rini; Yusman, Reni; Kencana, Tika; Yanti, Yanti; Nofita, Lira Dian; Netri, Yulia; Hayati, Rahmi; Putri, Riska Amelia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.30002

Abstract

Memandikan bayi adalah kegiatan penting yang harus dilakukan secara benar oleh ibu, suami dan keluarga. Selain ditujukan untuk membersihkan badan bayi, memandikan bayi perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak melukai bayi mengingat kondisi bayi yang sangat lemah. Selain itu, memandikan bayi merupakan bagian penting dari perawatan bayi. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu, suami dan keluarga dapat memandikan bayi dengan benar sebagai upaya untuk menjaga agar tubuh bayi bersih, segar, dan mencegah kemungkinan infeksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 3 Mei Tahun 2024, bertempat di RSIA Restu Ibu Padang. Kegiatan ini melibatkan 25 peserta terdiri dari ibu, suami dan keluarga dengan kegiatan berupa penyuluhan kesehatan, kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan praktek cara memandikan bayi. Kegiatan ini diawali dengan pre test untuk menilai pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan, kemudian post test sebagai evaluasi peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan. kegiatan penyuluhan ini penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan cara memandikan bayi yang benar disertai dengan memberikan informasi melalui leaflet cara mamandikan bayi
PELATIHAN LITERASI DIGITAL UNTUK MEMBANGUN KREATIFITAS DALAM PEMBELAJARAN TERHADAP GURU-GURU DI MTsS NURUL QUR’AN DIERA SOCIETY 5.0 Zuraini, Zuraini; Nofriati, Eli; Hayati, Rahmi; Zulhelmi, Zulhelmi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35531

Abstract

Literasi digital mencakup berbagai keterampilan seperti memahami dan menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, mengelola data dan informasi digital, berkomunikasi melalui platform digital, serta menerapkan prinsip-prinsip keamanan dan privasi dalam dunia digital. Tujuan pelatihan Ini dilaksanakan adalah untuk meningkatkan kemampuan guru di MTsS Nurul Qur’an dalam menggunakan teknologi digital dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta membangun kreatifitas dalam pembelajaran. Tujuan pelatihan Ini dilaksanakan adalah untuk meningkatkan kemampuan guru di MTsS Nurul Qur’an dalam menggunakan teknologi digital dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta membangun kreatifitas dalam pembelajaran. Solusi yang akan dilaksanakan adalah dengan mengadakan pelatihan literasi digital serta sosialisasi aplikasi atau platform yang sering digunakan dalam meningkatkan kreatifitas pembelajaraan saat ini. Metode peneltian ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif adalah studi kasus di MTsS Nurul Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru MTsS Nurul Qur’an sangat termotivasi dan antusias dalam mengikuti pelatihan ini serta dapat mengimplementasikan dengan  kreatifitas pembelajaran dengan baik melalui Literasi Digital.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TPACK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL GURU Hayati, Rahmi; Muamar, M Rezeki; Wahyuni, Rahmi; Miswar, Miswar; Marzuki, Marzuki
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35543

Abstract

Pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital guru. TPACK adalah pendekatan yang mengintegrasikan tiga komponen utama: teknologi, pedagogi, dan konten. Pendekatan ini sangat relevan dalam konteks pendidikan abad ke-21, di mana guru dituntut untuk memanfaatkan teknologi secara efektif dalam proses pembelajaran. Tujuan dan Manfaat Pelatihan:1) Peningkatan Kemampuan TPACK: Pelatihan ini dirancang untuk membantu guru memahami dan mengimplementasikan TPACK dalam pengajaran mereka. Dengan penguasaan TPACK yang baik, guru dapat merancang pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif bagi siswa; 2)Pengembangan Media Pembelajaran: Guru akan dilatih untuk membuat media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital, sehingga dapat meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam belajar; 3) Literasi Digital: Fokus utama dari pelatihan ini adalah meningkatkan literasi digital guru, agar mereka mampu menggunakan berbagai alat dan platform digital secara efektif dalam proses pembelajaran. Hal ini penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di era digital. Pelatihan ini tidak hanya teori, tetapi juga praktik langsung dalam pembuatan media pembelajaran. Guru akan diajarkan cara menggunakan berbagai aplikasi dan alat digital untuk menciptakan konten yang menarik, serta bagaimana mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam strategi pengajaran mereka. Dengan pelatihan ini, diharapkan guru dapat lebih siap menghadapi tantangan pendidikan modern dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas melalui penggunaan teknologi yang tepat.
PELATIHAN PEMBUATAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI UNTUK MEWUJUDKAN SCHOOL WELL BEING DI SEKOLAH DASAR Hayati, Rahmi; Abdillah, T Rafli; Muamar, M Rezeki; Karim, Asrul; Fachrurazi, Fachrurazi; Mulani, Piki
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37152

Abstract

Pelatihan pembuatan modul ajar berdiferensiasi untuk mendukung school well-being di sekolah dasar bertujuan untuk membekali guru dengan keterampilan dan pengetahuan dalam merancang pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan beragam siswa. Modul ajar berdiferensiasi dirancang agar guru dapat memberikan materi yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung kesejahteraan siswa di sekolah. Pelatihan ini diikuti oleh guru-guru sekolah dasar yang didampingi dalam menyusun dan mengimplementasikan modul ajar berdiferensiasi melalui berbagai metode seperti penyuluhan, pelatihan berbasis teknologi, demonstrasi, dan pendampingan langsung di kelas. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru, terutama dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran yang lebih bervariasi dan interaktif. Efektivitas pembelajaran berdiferensiasi juga tercermin dari peningkatan school well-being siswa, yang dilaporkan lebih terlibat aktif dalam pembelajaran dan merasa lebih nyaman serta termotivasi di lingkungan sekolah. Selain itu, kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapan modul ajar berdiferensiasi.Beberapa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu dan sumber daya bagi guru untuk menyusun modul, disarankan untuk diatasi dengan pendampingan berkelanjutan dan peningkatan akses terhadap teknologi pendidikan. Pelatihan ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang dalam menciptakan sistem pembelajaran yang lebih inklusif, responsif, dan mendukung kesejahteraan siswa secara menyeluruh.
PENYULUHAN KESEHATAN PADA KELAS IBU HAMIL TENTANG CARA MELAKUKAN BAYI MASSAGE Febrianti, Rini; Yusman, Reni; Yanti, Yanti; Hayati, Rahmi; Putri, Riska Amelia; Simanjuntak, Helen Anjelina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39744

Abstract

Baby Massage merupakan pengungkapan rasa kasih sayang antara orang tua dengan anak lewat sentuhan kontak langsung dengan tubuh yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan  ibu dalam melakukan baby massage sehingga dapat memberikan stimulus yang penting dalam tumbuh kembang dan memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi.  Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 6 Desember Tahun 2024, bertempat di RSIA Restu Ibu Padang. Kegiatan ini melibatkan 23 peserta terdiri dari ibu Hamil di dalam kegiatan kelas ibu hamil, kegiatan berupa penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan praktek cara melakukan baby massage. Kegiatan ini diawali dengan  pre test untuk menilai pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan, kemudian post test sebagai evaluasi peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan. kegiatan penyuluhan ini penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan baby massage yang benar disertai dengan memberikan informasi melalui leaflet yang berisi informasi baby massage dan langkah – langkah dalam melakukan baby massage.
TRANSFORMASI PENGAJARAN DENGAN VIRTUAL REALITY: PELATIHAN GURU SEBAGAI KATALISATOR INOVASI PEMBELAJARAN Hayati, Rahmi; Muamar, M Rezeki; Zuraini, Zuraini; Fachrurazi, Fachrurazi; Karim, Asrul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.43256

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia pendidikan semakin mendorong inovasi dalam metode pengajaran. Salah satu teknologi yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar adalah Virtual Reality (VR). Penggunaan VR dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih imersif, interaktif, dan menarik, memungkinkan siswa untuk memahami konsep-konsep yang sulit dijelaskan dengan metode konvensional. Tujuan pelatihan Virtual Reality (VR) bagi guru sekolah dasar sebagai upaya untuk memperkenalkan dan meningkatkan keterampilan mereka dalam menggunakan teknologi ini untuk pembelajaran. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman guru tentang konsep VR, memberikan keterampilan praktis dalam penggunaannya, dan mendorong terciptanya metode pembelajaran yang lebih inovatif. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menilai bagaimana pelatihan ini dapat memotivasi guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pelatihan berbasis demonstrasi dan praktek langsung, di mana para guru diberi kesempatan untuk merasakan secara langsung bagaimana VR dapat diterapkan dalam berbagai mata pelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis hasil pelatihan, serta dampaknya terhadap keterampilan dan motivasi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan VR berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis guru dalam menggunakan teknologi VR, serta mendorong mereka untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Para guru juga melaporkan peningkatan motivasi dalam menggunakan teknologi ini di kelas untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa.
DAMPAK PEMBELAJARAN BERBASIS BUDAYA DI SEKOLAH DASAR Hayati, Rahmi; Husnidar; Novianti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, Nomor 04, Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.19910

Abstract

Culture-based learning in elementary schools is an approach that integrates local cultural values ​​in the educational process to enrich the learning experience and shape the character of students. This research aims to identify the impact of implementing culture-based learning on students, teachers, schools, communities and the national education environment. The research results show that culture-based learning can increase cultural understanding, learning motivation, and students' academic and non-academic achievements. For teachers, this approach encourages creativity, innovation and strengthening relationships with students. Schools that integrate local culture can also enhance their identity as centers for cultural preservation and strengthen ties with the community. In addition, culture-based learning enriches the national curriculum and increases pride in Indonesia's cultural diversity. Based on these findings, it is recommended to develop culture-based learning modules, increase teacher capacity through training, strengthen collaboration between schools and communities, and develop policies that support the implementation of local culture in education. Thus, culture-based learning can make a major contribution to forming a generation with character and respect for Indonesia's cultural diversity
BELAJAR ASYIK DAN BERMAKNA: INTEGRASI GAMIFIKASI DALAM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DI SEKOLAH DASAR Hayati, Rahmi; Karim, Asrul; Kartika, Yessi; Fachrurazi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24199

Abstract

This study aims to describe the process and impact of gamification integration in contextual learning in elementary schools as a strategy to create a fun and meaningful learning experience. The background of this study is based on the fact that conventional learning in elementary schools is still monotonous, less contextual, and minimal active student involvement. The gamification approach that adopts game elements, such as points, challenges, and levels, is combined with students' real-life contexts to increase motivation and conceptual understanding. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies. The subjects of the study included teachers, fourth grade students, principals, and parents at an elementary school that has implemented learning innovations. The results of the study indicate that contextual gamification integration can increase student involvement, strengthen intrinsic motivation, and create an active and enjoyable learning atmosphere. Teachers play an important role in designing learning that is balanced between cognitive and affective aspects. Despite facing technical and planning challenges, teachers can overcome them through reflection and adaptive strategies. In conclusion, gamification in contextual learning is an effective and relevant approach to realizing learning that touches the intellectual and emotional aspects of students in elementary schools.
PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TRIGONOMETRI Hayati, Rahmi
Al-Khawarizmi Vol 3 No 1 (2019): Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jppm.v3i1.5142

Abstract

This study is entitled Problem Solving Approach to improve student learning outcomes in Trigonometry Materials. The purpose of this study is to describe learning that can improve student achievement with the Problem Solving Approach in Trigonometry Materials in Class X SMA Negeri 1 Bireuen. This study uses a qualitative approach to the type of Classroom Action Research (CAR). As for the subjects of the study were all grade X students of SMA Negeri 1 Bireuen and 5 students were taken as interview subjects with high, medium, and low ability criteria. Research data collected in the form of tests, interview observations and field notes. Student responses about problem solving approaches were also very good. It was proven that they enjoyed learning with the problem solving approach. This research was carried out in one action with II cycle. In the first cycle, the results of the study showed that the observations of the researchers 'activities reached 87.50% and the results of observations of the students' activities reached 81.67%. While the success of the final test of the first cycle I action reached 78.13%. Thus according to the established criteria said to be unsuccessful, for that the researcher entered the second cycle and corrected the existing weaknesses in cycle I. In the second cycle, the results of the study showed that the observations of the researchers 'activities reached 91.67% and the results of observations of the students' activities reached 89.17%. While the success of the final test cycle II action reached 87.10%. Based on the results of the final test I cycle II action that learning has reached the specified criteria that is 85% of students got a score ≥ 65 so that this study was said to be successful. Student responses about problem solving approaches were also very good. It was proven that they enjoyed learning with a problem solving approach.